Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology (JPU) is a peer-reviewed scientific journal that stands as a forum to facilitate communication, dissemination, and enhancement of ideas within scholars in the field of psychology and social sciences by showcasing high-quality works while acknowledging its relevance in the indigenous perspective. The journal is published in print (p-ISSN: 2088-4230) and electronic (e-ISSN: 2580-1228) formats. JPU is published bi-annually (every June and December) by Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara. We welcome submissions from scholars, including students, whose work shares relevance to our focus and scope. JPU adheres to the high standard of publication process by abiding to the double-blind peer review process to maintain fair and indiscriminatory submission process. Submissions are open at any time.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 10 No 1 (2023)"
:
10 Documents
clear
Hubungan antara gambaran tubuh, keberhargaan diri, dan aktivitas swafoto di Instagram pada remaja perempuan
Nadira Elvira Henryan;
Erni Julianti Simanjuntak
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24854/jpu412
Penelitian bertujuan untuk menguji hubungan antara gambaran tubuh, keberhargaan diri, dan aktivitas swafoto di Instagram pada remaja perempuan. Penelitian ini mengidentifikasi keterkaitan dari penilaian atau evaluasi remaja perempuan atas pengalaman pada penampilan fisik dengan evaluasi mereka secara keseluruhan terhadap dirinya yang ditinjau dari kegiatan swafoto di media sosial mencakup aktivitas mengambil, menyimpan, mengubah, dan mengunggah hasil swafoto. Partisipan penelitian ini adalah remaja perempuan berusia 16-20 tahun berjumlah 115 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Multidimensional Body-Self Relations Questionnare-Appearance Scale (MBSRQ-AS), Rosenberg Self-Esteem Scale, dan Selfie-Frequency. Hasil penelitian ini menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara gambaran tubuh dan keberhargaan diri. Kemudian, appearance orientation sebagai dimensi gambaran tubuh juga memiliki hubungan positif yang signifikan dengan aktivitas swafoto. Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas swafoto dan keberhargaan diri.
Prevalensi depresi pada wanita dengan riwayat keguguran: Studi berbasis data IFLS-5
Herdiyan Maulana;
Marty Mawarpury;
Endang Fourianalistyawati
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24854/jpu469
Keguguran (abortus spontanea) pada wanita dalam masa kehamilan adalah peristiwa traumatik yang berhubungan erat dengan berbagai permasalahan psikologis, seperti kecemasan, gangguan emosi, dan depresi. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan kondisi komorbiditas psikologis, baik itu yang bersifat segera atau di kemudian hari. Studi sebelumnya menunjukkan lebih dari 50% wanita memiliki riwayat keguguran. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kontribusi faktor-faktor psikologis (religiositas dan kepuasan hidup) dan sosial-demografi (usia, pendidikan, dan status pekerjaan) terhadap gejala depresi pada wanita dengan riwayat keguguran. Data didapatkan dari Indonesian Family Life Survey (IFLS) gelombang ke lima, dengan sampel wanita dewasa yang memiliki riwayat keguguran sebanyak 1097 orang (Musia = 35.7; SD = 9.36). Pengukuran depresi dilakukan dengan skala Brief Centers for Epidemiologic Studies Depression Scale (BCES-D-10). Hasil analisis regresi ganda menunjukkan faktor psikologi dan sosial-demografi secara signifikan memprediksi tingkat gejala depresi. Dinamika faktor demografi terhadap tingkat depresi dan implikasinya turut didiskusikan.
Kelekatan, resolusi konflik, dan kepuasan hubungan berpacaran pada dewasa muda: Model analisis jalur
Nurrahma Sukmaya Kalamsari;
Adriana Soekandar Ginanjar
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24854/jpu507
Pola kelekatan merupakan salah satu faktor individual yang secara konsisten ditemukan memengaruhi kepuasan hubungan. Resolusi konflik yang konstruktif juga terbukti dapat meningkatkan kepuasan hubungan. Meski pengaruh kedua faktor tersebut terhadap kepuasan berhubungan telah didukung oleh studi-studi mandiri, studi ini bertujuan untuk mengevaluasi secara komprehensif peran dari kedua faktor itu melalui analisis jalur. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk melihat bagaimana pengaruh antara dua pola kelekatan (anxious attachment dan avoidant attachment) dan resolusi konflik (keterlibatan konflik, perilaku positif, dan perilaku menghindar) terhadap kepuasan hubungan berpacaran pada dewasa muda dengan menggunakan analisis jalur (path analysis). Terdapat 824 partisipan dewasa muda (18-36 tahun; Musia = 21.6; SD = 2.54) dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anxious attachment, avoidant attachment, dan resolusi konflik secara signifikan berpengaruh terhadap kepuasan hubungan. Penelitian ini menggambarkan bahwa pola kelekatan dan resolusi konflik merupakan faktor penting dalam menjaga stabilitas dan kepuasan hubungan.
Dukungan sosial sebagai moderator antara konflik peran ganda dengan kesejahteraan subjektif pada Wanita Angkatan Udara
Khairina Khairina;
Alimatus Sahrah
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24854/jpu380
Setiap personel di sebuah organisasi selalu saja mendambakan kesejahteraan psikologi subjektif (subjective well-being; SWB) dalam menjalankan tugas di manapun berada. Menerapkan pemaknaan kehidupan yang positif pada kehidupan sehari-hari adalah hal yang perlu dilakukan individu agar meraih kesejahteraan yang sesuai dengan keinginan masing-masing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh konflik peran ganda terhadap kesejahteraan psikologi subjektif dengan dukungan sosial sebagai moderator. Subjek penelitian sebanyak 53 orang TNI Wanita Angkatan Udara didapatkan melalui teknik pengambilan sampel purposive dan snowball. Pengumpulan data menggunakan Skala SWB, Skala Dukungan Sosial, dan Skala Konflik Peran Ganda. Analisis data penelitian menggunakan teknik statistik regresi (moderated regression analysis), yang hasilnya dapat disimpulkan bahwa konflik peran ganda tidak berpengaruh signifikan terhadap SWB, tetapi dukungan sosial efektif sebagai moderator pada pengaruh konflik peran ganda terhadap SWB. Hal ini dapat diartikan bahwa dukungan sosial menjadi katalisator terhadap hubungan antara konflik peran ganda terhadap SWB.
Pengalaman ibu bekerja yang memiliki anak balita dalam mencapai keseimbangan kerja-keluarga
Yasrin Nur Fajriyati;
Sri Lestari;
Wisnu Sri Hertinjung
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24854/jpu477
Ibu yang bekerja memiliki tanggung jawab di dua ranah berbeda, yaitu keluarga dan pekerjaan. Ibu bekerja perlu keseimbangan peran agar ibu mampu menjalankan perannya secara optimal, terlebih bagi ibu bekerja yang memiliki anak balita. Tujuan penelitian ini adalah memahami pencapaian keseimbangan kerja-keluarga pada ibu bekerja yang memiliki anak balita. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam kepada enam orang ibu bekerja yang memiliki anak balita, yang direkrut menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah interpretative phenomenological analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu bekerja yang memiliki anak balita mengalami kesulitan dalam menjalankan peran ganda sehingga muncul konflik peran. Upaya yang dilakukan ibu untuk meminimalisir konflik dan mencapai keseimbangan kerja-keluarga adalah meminta bantuan dari orang-orang terdekat seperti suami atau anggota keluarga lain, melakukan komunikasi aktif dengan pengasuh ketika sedang istirahat bekerja, mengelola emosi dan berpikir positif, tidak mencampuradukkan urusan pekerjaan dan keluarga, menjadikan anak sebagai pengobat lelah setelah pulang bekerja, serta mengembangkan sikap sabar ketika bersama anak.
Pengaruh religiositas dan sikap peran gender sexism terhadap kecenderungan perilaku kekerasan oleh suami
Vany Aprilia;
Anisia Kumala Masyhadi
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24854/jpu440
Kasus kekerasan yang dilakukan seseorang terhadap pasangannya menunjukkan tren kenaikan setiap tahunnya, termasuk di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh religiositas dan sikap peran gender sexism terhadap kecenderungan perilaku kekerasan pada pasangan di Indonesia. Sampel dalam penelitian ini adalah 102 laki-laki (Musia = 33; SD = 8.245) yang telah menikah minimal satu tahun. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda. Hasil menunjukkan bahwa religiositas secara signifikan dapat menurunkan kecenderungan perilaku kekerasan pada pasangan, sedangkan sikap peran gender sexism, yang menganggap laki-laki lebih superior daripada perempuan, secara signifikan dapat meningkatkan kecenderungan perilaku kekerasan terhadap istri. Penelitian ini dapat memberikan informasi bahwa religiositas dapat menjadi faktor pelindung dari kekerasan, sedangkan sikap peran gender sexism bisa menjadi faktor risiko. Oleh karenanya, penting untuk melakukan pengarusutamaan terhadap sikap peran gender yang lebih egalitarian dengan tetap mengapresiasi pemaknaan budaya seputar gender, sebagai salah satu strategi untuk menurunkan prevalensi kekerasan domestik terutama oleh lelaki.
Dukungan sosial sebagai faktor pendukung keberhasilan adaptasi mahasiswa perantau yang tinggal di asrama Jakarta
Saira Lastiar Naibaho;
Juliana Murniati
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24854/jpu465
Mahasiswa perantau biasanya menghadapi tantangan terkait adaptasi budaya di Jakarta. Universitas menawarkan asrama dengan program kegiatan yang memfasilitasi mereka dalam proses adaptasi tersebut. Studi ini melihat peran dukungan sosial terhadap adaptasi budaya para mahasiswa perantau dan melibatkan 105 mahasiswa perantau yang tinggal di Asrama Universitas X di Jakarta. Studi ini menggunakan instrumen Cross-Cultural Adaptation Scale dan Multi-Dimensional Support Scale. Uji regresi menunjukkan bahwa dukungan sosial berpengaruh signifikan pada keberhasilan adaptasi lintas budaya mahasiswa perantau di Jakarta. Semua jenis dukungan sosial (dukungan dari keluarga, teman baru di Jakarta, dan universitas) signifikan berpengaruh terhadap keberhasilan adaptasi mahasiswa, kecuali dukungan teman seperantauan. Lebih lanjut, pengaruh dukungan universitas ditemukan bersifat negatif terhadap adaptasi lintas budaya. Penelitian dilaksanakan ketika pandemi COVID-19 merebak, sehingga interpretasi terhadap hasil studi dapat dipengaruhi oleh konteks ini.
Hubungan kelekatan romantis dan pengambilan perspektif diadik pasangan dengan kepuasan pernikahan
Fennisita Aurellia;
Retha Arjadi
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24854/jpu609
Ada banyak manfaat dari pernikahan yang memuaskan. Namun, kemampuan untuk membangun pernikahan yang memuaskan berbanding terbalik dengan pola kelekatan romantis meragukan (insecure romantic attachment), yaitu kelekatan mencemas (anxious attachment) dan kelekatan menghindar (avoidant attachment). Penelitian ini bertujuan memahami lebih dalam hubungan kelekatan mencemas dan kelekatan menghindar dengan kepuasan pernikahan. Secara spesifik, dengan menyelidiki pengambilan perspektif diadik oleh pasangan (other dyadic perspective-taking: ODPT) sebagai mediator. ODPT adalah derajat individu merasa pasangan romantis dapat mengakomodasi kebutuhan dan perspektif mereka. Studi kuantitatif ini melibatkan 242 orang dewasa muda yang telah menikah setidaknya selama 3 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ODPT, kelekatan mencemas, dan kelekatan menghindar secara langsung berhubungan dengan kepuasan pernikahan, tetapi ODPT tidak memediasi hubungan antara kelekatan mencemas dan kelekatan menghindar dengan kepuasan pernikahan.
Kejadian hidup yang menekan bagi remaja yang memiliki gejala depresi pasca perceraian orang tua
Ktut Dianovinina;
Endang Retno Surjaningrum;
Primatia Yogi Wulandari
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24854/jpu581
Perceraian orang tua dapat menimbulkan tekanan bagi remaja. Walaupun demikian, tidak semua kejadian hidup pasca perceraian dianggap remaja sebagai tekanan. Tujuan studi ini mendeskripsikan: 1). kejadian hidup pasca perceraian yang dianggap remaja sebagai tekanan dan 2). perubahan pikiran, perasaan, dan perilaku yang dialami remaja pasca perceraian. Penelitian deskriptif ini menggunakan Children Depression Inventory (CDI) dan kuesioner, yang dianalisis secara univariat. Partisipan penelitian adalah remaja (n = 30; 83.3% perempuan) dari keluarga bercerai yang berusia 13-19 tahun dan mengalami depresi (skor CDI minimal 19). Hasil penelitian menunjukkan lima tema kejadian hidup yang dianggap menekan, yaitu relasi keluarga yang kurang kohesif, kehilangan dukungan dan kasih sayang dari orang tua, permasalahan akademik, pernikahan kembali orang tua, serta kondisi ekonomi yang menurun. Perceraian orang tua menimbulkan lebih banyak perubahan negatif, meskipun masih terdapat satu hal positif yaitu membuat remaja lebih mandiri. Keluarga besar justru menjadi salah satu sumber tekanan bagi remaja. Temuan ini menunjukkan pentingnya pendampingan orang tua dan dukungan keluarga besar bagi remaja dalam menghadapi tekanan pasca perceraian.
Layanan kesehatan mental digital: Urgensi riset dan penerapannya di Indonesia
Ratih Arruum Listiyandini
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24854/jpu789
Layanan melalui teknologi digital dan berbasis internet sudah menjadi salah satu kebutuhan di dalam sistem kesehatan mental di Indonesia. Namun, efektivitas klinis dan keamanan dari pemberian layanan kesehatan mental digital masih perlu untuk terus diuji dan diteliti lebih lanjut, khususnya mengenai intervensi klinis digital yang lebih peka secara budaya. Di dalam catatan editorial kali ini, saya menyoroti mengenai berbagai bentuk layanan kesehatan mental digital yang tersedia saat ini di Indonesia, potensi manfaatnya, dan urgensi agar para peneliti di Indonesia terlibat dalam pengujian mengenai keamanan dan efektivitas dari layanan seperti ini pada populasi Indonesia.