cover
Contact Name
Karel Karsten Himawan
Contact Email
karel.karsten@uph.edu
Phone
+62412950075
Journal Mail Official
jpu@k-pin.org
Editorial Address
Secretariat JPU Faculty of Psychology, Universitas Pelita Harapan Jl. M. H. Thamrin No. 1, Lippo Karawaci, Tangerang, Banten, INDONESIA
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology
ISSN : 20884230     EISSN : 25801228     DOI : https://doi.org/10.24854/jpuxxx
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology (JPU) is a peer-reviewed scientific journal that stands as a forum to facilitate communication, dissemination, and enhancement of ideas within scholars in the field of psychology and social sciences by showcasing high-quality works while acknowledging its relevance in the indigenous perspective. The journal is published in print (p-ISSN: 2088-4230) and electronic (e-ISSN: 2580-1228) formats. JPU is published bi-annually (every June and December) by Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara. We welcome submissions from scholars, including students, whose work shares relevance to our focus and scope. JPU adheres to the high standard of publication process by abiding to the double-blind peer review process to maintain fair and indiscriminatory submission process. Submissions are open at any time.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 1 (2022)" : 10 Documents clear
Kebersyukuran dan pemaknaan ulang sebagai prediktor terhadap koherensi diri pada mahasiswa organisator Chrysan Gomargana; Yonathan Aditya
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu165

Abstract

This study aimed to provide evidence regarding how gratitude and positive reframing serve as predictors on student activists’ levels of sense of coherence in a private university in Tangerang. Data was collected from a sample of 140 students who were active members of student organizations. The Gratitude Questionnaire Six-Item-Form (GQ-6) was used to measure gratitude, Positive Reframing Measurement (PRM) was used to measure positive reframing, and Sense of Coherence Scale 13 Items (SOC-13) was used to measure sense of coherence. The result exhibited a significant contribution of gratitude and positive reframing toward student activist’s level of sense of coherence and all its dimensions. Other findings related to these variables, limitations of the study, and future research directions are also discussed.
Studi fenomenologi tentang perempuan yang bangkit dari hubungan berpacaran penuh kekerasan Cynthianissa Amanda; Winarini Wilman Mansoer
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu188

Abstract

Kekerasan dalam berpacaran (KDP) merupakan bagian dari kekerasan terhadap pasangan intim. Penelitian ini dilakukan untuk memahami pengalaman perempuan yang menjalani dan keluar dari hubungan KDP, serta bangkit dan menjalin hubungan baru. Wawancara mendalam dan observasi dilakukan terhadap tiga orang partisipan yang merupakan perempuan dewasa muda. Data dianalisis dengan pendekatan fenomenologi hermeunetik. Keseluruhan proses disampaikan dalam lima fase. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 10 tema utama yang berkaitan dengan proses bangkit dari hubungan KDP. Ditemukan bahwa hubungan baik dengan keluarga pelaku menjadi faktor penghambat partisipan untuk keluar dari hubungan KDP. Pada proses bangkit, partisipan melakukan berbagai macam upaya untuk menemukan kekuatan dan kelebihan diri, sehingga percaya diri untuk membina hubungan baru. Dukungan teman ditemukan menjadi faktor penting dalam proses bangkit dari hubungan KDP. Penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi korban KDP untuk mengakhiri hubungan yang menyakitkan dan menjalin hubungan baru yang positif.
Memprediksi kepuasan hidup karyawan Kristen di Indonesia: Menguji peran religiositas, persepsi dukungan organisasi, dan makna kerja Yusak Novanto; Seger Handoyo; Jenny Lukito Setiawan
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu189

Abstract

Life satisfaction plays important role in employees’ work performance and is related to the internal factors of religiosity, perceived organizational support, and meaningful work. This research aims to investigate the influence of religiosity and perceived organizational support on life satisfaction through meaningful work as a mediator for 263 respondents from 118 organizations in Indonesia. This research found that a significant number of participants (71.86%) were satisfied with their life. The findings show that religiosity and perceived organizational support enhance their life satisfaction such that meaningful work is a partial mediator for these relationships. Organization leaders should maintain employees’ life satisfaction through religious activities and provide them with organizational support.
Karyawan inovatif menghadapi COVID-19: Bagaimana peran pengaturan kerja fleksibel, beban kerja, dan keterikatan kerja? Pricilla Mourine Ham; Arum Etikariena
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu204

Abstract

Pandemi COVID-19 menghadapkan perusahaan pada tantangan baru. Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk bertahan adalah dengan berinovasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji peran keterikatan kerja dalam memediasi hubungan antara pengaturan kerja yang fleksibel dengan perilaku kerja yang inovatif, di mana beban kerja diajukan sebagai variabel moderator dalam hubungan antara pengaturan kerja fleksibel dan keterikatan kerja. Metode pengumpulan data dilakukan melalui survei secara daring untuk mengukur perilaku kerja inovatif, pengaturan kerja yang fleksibel, keterikatan kerja, dan beban kerja kuantitatif. Partisipan penelitian ini adalah 262 orang karyawan di Indonesia (Mage= 33.70; SD = 10.79). Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja yang rendah dapat membantu karyawan yang menerapkan pengaturan kerja fleksibel untuk menjadi lebih terikat dengan pekerjaannya sehingga dapat meningkatkan perilaku inovatif. Hasil studi ini menyajikan informasi yang bermanfaat bagi perusahaan di Indonesia, terutama yang menerapkan pengaturan kerja yang fleksibel, dalam mengatur beban kerja karyawan sehingga karyawan tetap merasa menjadi bagian di dalam pekerjaannya dan mampu berinovasi.
Kesiapan belajar daring dan kesejahteraan psikologis mahasiswa Indonesia di masa pandemi: Stres akademik sebagai moderator Sari Zakiah Akmal; Dewi Kumalasari
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu206

Abstract

The pandemic forces students to change their learning process from face to face into online learning. Not all students demonstrate readiness to overcome this pandemic and some of them experience academic pressure. This study aims to investigate whether stress caused by online learning is a moderator of the relationship between online learning readiness and college students’ well-being amid COVID-19 pandemic. Participants of this study were 293 undergraduate students (Mage = 20.42, SD = 1.87) hired using accidental sampling methods. The variables were measured through College Student Subjective Well-Being Questionnaire, Online Learning Readiness Scale, Stressor Scale for College Student (Study-Related Stressor subscale). Results showed that academic stress reduces the positive effect of online learning readiness toward college students’ well-being. The theoretical and practical implications are further discussed.
Efektivitas terapi kelompok kognitif perilaku untuk menangani kecemasan akademik pada mahasiswa rantau Sonny Tirta Luzanil; Adhityawarman Menaldi
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu221

Abstract

Kekhawatiran sebagai komponen dalam kecemasan akademik memengaruhi persepsi mahasiswa terhadap suatu situasi atau hasil sebagai ancaman. Mahasiswa rantau rentan terhadap kekhawatiran selama menjalani kehidupan akademik. Menurunkan kekhawatiran dan meningkatkan optimisme menjadi upaya untuk membantu mahasiswa rantau dalam menyelesaikan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari CBT yang dilakukan dalam kelompok melalui media daring untuk mengurangi kekhawatiran dan meningkatkan optimism pada mahasiswa rantau dengan masalah kecemasan akademik. Terapi diberikan secara berkelompok kepada enam mahasiswa dalam lima sesi dengan tiga kali pengukuran menggunakan The Student Worry Questionnaire dan Life Orientation Test-Revised (LOT-R). Penelitian ini dianisis secara deskriptif melalui perubahan dari setiap hasil pengukuran dan analisis kualitatif yang diperoleh dari observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan terdapat penurunan pada tingkat kekhawatiran meskipun tidak terdapat perubahan pada optimisme. Evaluasi kualitatif juga menunjukkan perubahan yang terjadi antara sebelum dan setelah intervensi. Penelitian ini menunjukkan bahwa CBT kelompok berpotensi dalam menurunkan kekhawatiran pada mahasiswa rantau dengan masalah kecemasan akademik.
Belas kasih diri pada narapidana kasus terorisme yang menjalani program deradikalisasi Achmad Mauluddin Alfithon; Muhammad Syafiq
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu343

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi belas kasih diri pada narapidana terorisme. Tiga responden dipilih dan direkrut dari lembaga pemasyarakatan Kelas I Surabaya (Porong) Indonesia dengan bantuan staf penjara berdasarkan partisipasi dalam program deradikalisasi. Data dikumpulkan menggunakan wawancara semi-terstruktur dan dianalisis dengan analisis tematik menggunakan konsep belas kasih diri dari Neff (2003). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga responden melaporkan pikiran, perasaan, dan tindakan yang mengindikasikan belas kasih diri yang dapat terjadi sebagai bagian dari hasil partisipasi dalam program deradikalisasi. Perlakuan positif petugas, yang merupakan bagian dari program deradikalisasi, diyakini telah membuka pikiran para responden. Secara khusus, keyakinan mereka atas ampunan Tuhan dan dukungan sosial petugas penjara telah membantu mereka untuk terhindar dari sikap menyalahkan diri sendiri secara berlebihan. Kesadaran bahwa tidak ada manusia yang sempurna membuat responden dapat menerima kesalahannya di masa lalu dan memupuk rasa empati pada orang lain. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa belas kasih diri dapat digunakan sebagai indikator psikologis dari efektivitas proses deradikalisasi narapidana terorisme.
Validasi Big Five Inventory-2 (BFI-2) untuk Indonesia: Belum sempurna tetapi valid dan reliabel mengukur kepribadian Awaludin Ahya; Ide Bagus Siaputra
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu458

Abstract

Big Five Inventory-2 (BFI-2) merupakan versi terbaru dari alat ukur kepribadian menurut kerangka teori five factor model. Penelitian ini bertujuan untuk mereplikasi pengujian validitas BFI-2 pada versi Bahasa Indonesia. Uji validitas terkait struktur internal dilakukan menggunakan Principal Component Analysis (PCA) dan Confirmatory Factor Analysis (CFA), sedangkan validitas konvergen melalui korelasi dengan skor BFI-1. Responden adalah 853 mahasiswa dari beberapa Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Sumatra Utara dan Jawa Timur. Pengumpulan data secara online menggunakan Google Form. Hasil analisis PCA menunjukkan sebanyak 50 butir (83%) BFI-2 versi Indonesia memiliki muatan faktor memadai terhadap dimensi terkait. Hasil analisis CFA pada model level faset memiliki indeks fit yang lebih baik daripada level dimensi, artinya temuan ini mendukung model pengukuran faset pada BFI-2 Indonesia. Kelima dimensi BFI-2 Indonesia memiliki korelasi positif dengan dimensi BFI-1 pada tingkat moderat, sehingga temuan ini menunjukkan bahwa BFI-2 Indonesia terbukti konvergen dengan BFI-1.
Memahami dinamika psikologis individu yang turut terlibat dalam kerusuhan massa Mei 1998: Sebuah kerangka psikologis Eunike Mutiara Himawan; Annie Pohlman; Winnifred Louis
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu464

Abstract

Kerusuhan merupakan fenomena yang terjadi secara spontan, sehingga kompleks untuk diprediksi dan dianalisis secara komprehensif. Padahal, keterlibatan individu dalam kerusuhan penting untuk diteliti, mengingat berbagai sejarah kekerasan massa yang terjadi di Indonesia, guna memberikan penjelasan yang komprehensif mengenai apa saja yang memicu kekerasan massa. Dengan menggunakan tinjauan naratif berdasarkan literatur yang diterbitkan tahun 1990–2020, studi ini bertujuan memberikan kerangka pemahaman mekanisme psikologis masyarakat yang terlibat dalam kerusuhan Mei 1998. Kerangka psikologis ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk memahami psikologi sosial dari pelaku kerusuhan massa dalam berbagai konteks. Hasil analisis menunjukkan tiga kategori atribut utama, yaitu: proses inter-kelompok, proses intra-kelompok, dan karakteristik personal. Ketiga kategori atribut tersebut dapat berinteraksi dengan konteks sosial (seperti: faktor sosial, ekonomi, dan politik), sehingga muncul motivasi serta justifikasi untuk melakukan kekerasan massa.
HARKing: Praktik ‘cocokologi’ hipotesis dengan hasil penelitian Omar Khalifa Burhan
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu638

Abstract

Catatan editor ini membahas HARKing sebagai pelanggaran ilmiah yang penting dihindari oleh peneliti psikologi di Indonesia. Saya secara khusus menguraikan HARKing sebagai praktik yang bertentangan dengan prinsip dasar penelitian ilmiah (yaitu prinsip falsifikasi). Saya juga memberikan beberapa contoh praktik HARKing yang penting dihindari oleh peneliti psikologi. Terakhir, saya mencatat alasan penting mengapa Jurnal Psikologi Ulayat perlu memperhatikan praktik HARKing.

Page 1 of 1 | Total Record : 10