Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology (JPU) is a peer-reviewed scientific journal that stands as a forum to facilitate communication, dissemination, and enhancement of ideas within scholars in the field of psychology and social sciences by showcasing high-quality works while acknowledging its relevance in the indigenous perspective. The journal is published in print (p-ISSN: 2088-4230) and electronic (e-ISSN: 2580-1228) formats. JPU is published bi-annually (every June and December) by Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara. We welcome submissions from scholars, including students, whose work shares relevance to our focus and scope. JPU adheres to the high standard of publication process by abiding to the double-blind peer review process to maintain fair and indiscriminatory submission process. Submissions are open at any time.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 9 No 2 (2022)"
:
10 Documents
clear
Regulasi diri kesehatan dan welas diri sebagai prediktor perilaku pencegahan COVID-19 pada sampel Indonesia
Dicky Sugianto;
Jessica Amelia Anna;
Sandra Handayani Sutanto
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24854/jpu409
The negligence of health protocols of COVID-19 prevention in Indonesia arises concerns in the mitigation of the pandemic. This study aims to examine health self-regulation and self-compassion as predictors of COVID-19 preventive behavior. A sample consisting of 366 participants in Indonesia recruited through non-probability sampling completed an online survey. Findings showed that health self-regulation and self-compassion predict COVID-19 preventive behavior. Age is also positively correlated with COVID-19 preventive behavior. The results indicate the importance of health self-regulation and self-compassion promotion to flatten the pandemic curve.
Eksplorasi perilaku belajar akademik: Studi pada mahasiswa di Yogyakarta
Titik Kristiyani;
Faturochman Faturochman
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24854/jpu426
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perilaku belajar akademik mahasiswa di Yogyakarta. Partisipan dalam penelitian ini adalah 509 mahasiswa di Yogyakarta yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Desain penelitian ini adalah analisis isi kualitatif dengan menggunakan kuesioner terbuka dan wawancara. Hasil menunjukkan bahwa terdapat lima elemen utama dalam perilaku belajar mahasiswa, yaitu strategi belajar, aktivitas selingan, isi kegiatan belajar, persiapan belajar, dan unsur sosial dalam belajar. Di antara unsur-unsur perilaku belajar dalam temuan tersebut, aktivitas selingan menjadi temuan khas yang menarik dalam konteks penelitian ini karena memiliki perbedaan orientasi dengan unsur-unsur lainnya. Temuan khas tersebut dapat dijadikan acuan untuk mengubah konsep belajar yang memasukkan teknologi informasi agar tidak menjadi selingan yang mengganggu, tetapi justru menjadi bagian dari proses belajar.
Hubungan antara gaya kepemimpinan melayani dan kreativitas karyawan: Peran budaya inovatif sebagai mediator
Cintya Pradnya Pratita;
Alice Salendu
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24854/jpu432
Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi peran budaya inovatif sebagai mediator pada hubungan antara kepemimpinan melayani dan kreativitas karyawan. Penelitian dilakukan secara cross-sectional melalui survei daring pada karyawan perusahaan BUMN dari berbagai sektor yang sedang bekerja dari rumah (N= 164). Variabel pada penelitian ini diukur dengan menggunakan Servant Leadership Scale, Organizational Culture Scale, dan Employee Creativity Scale. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model mediasi dari Hayes pada SPSS PROCESS Macro. Penelitian ini menemukan bahwa kepemimpinan melayani berpengaruh positif terhadap budaya inovatif dan kreativitas karyawan. Budaya inovatif terbukti memediasi hubungan antara kepemimpinan melayani dan kreativitas karyawan. Studi ini menekankan pentingnya memperhatikan faktor kontekstual dalam meningkatkan kreativitas karyawan.
Dinamika identitas etnis dan identitas nasional dalam proses menjadi orang Indonesia: Studi pada etnis Batak
Meutia Nauly;
Irmawati Irmawati;
Ridhoi Meilona Purba;
Rahma Fauzia
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24854/jpu398
This qualitative study is particularly focused on the North Sumatera context; it investigates the dynamics of ethnic and national identities of Bataknese youths in the defining themselves as an Indonesian. Thirty-one individuals (six local figures and 25 Bataknese youths) participated in the study. The results illustrated the strengthening process of ethnic identity through exploring family and environmental common practices. The strengthening of ethnic identity was also found to occur in concurrent with the strengthening of national identity, as manifested in the participants’ willingness to maintain harmony in their society. The study concludes that the strengthening of ethnic identity positively shapes one’s national identity. Student participants and local figures expressed concern about the sustainability of cultural cultivation which is necessary to shape ethnic identity among young Bataknese. The study recommends a Batak kinship model known as dalihan na tolu, in which many families with different tasks and roles, flexibly manage differences to strengthen national identity based on the philosophy of Bhinneka Tunggal Ika.
Perbedaan gender dan kepribadian dalam estimasi diri mengenai inteligensi
Hanif Akhtar;
Silfiasari Silfiasari
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24854/jpu423
Estimasi diri mengenai inteligensi (self-estimated intelligence) merupakan topik penelitian yang masih sedikit diminati oleh peneliti Indonesia. Padahal, estimasi diri mengenai inteligensi ini penting karena menggambarkan proses metakognitif individu dan berperan dalam kesuksesan akademik dan karier. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui estimasi diri mengenai inteligensi ditinjau dari gender dan kepribadian lima faktor (big five). Penelitian dilaksanakan dengan metode survei kuantitatif terhadap 265 mahasiswa (Musia = 19.40; SD = .98). Instrumen yang digunakan adalah Skala Estimasi Diri mengenai Inteligensi dan IPIP-BFM-25 untuk mengukur kepribadian big five. Hasil analisis menunjukkan bahwa laki-laki memiliki estimasi diri mengenai inteligensi yang lebih tinggi dibandingkan perempuan. Analisis regresi berganda menunjukkan bahwa peningkatan skor terhadap tiga prediktor, yaitu agreeableness (keramahan), conscientiousness (kehati-hatian), dan intellect (intelek) memprediksi peningkatan estimasi diri mengenai inteligensi. Conscientiousness merupakan prediktor yang memiliki pengaruh paling kuat, disusul oleh agreeableness dan intellect.
Invariansi pengukuran gender dan usia dari Satisfaction with Life Scale versi Indonesia
Darmawan Muttaqin
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24854/jpu438
Penelitian ini bertujuan untuk menguji invariansi pengukuran gender dan usia dari Satisfaction with Life Scale versi Indonesia (SWLS-ID). Partisipan yang terlibat sebanyak 1,922 individu berusia 16-26 tahun (M = 20.835; SD = 2.284) yang berada di Kota Surabaya. Invariansi pengukuran dari SWLS-ID diuji dengan menggunakan analisis multi-kelompok. Hasil analisis multi-kelompok menunjukkan adanya invariansi pengukuran gender dan usia dari SWLS-ID berdasarkan invariansi metrik dan skalar. Hasil penelitian mengindikasikan SWLS-ID tidak memiliki bias pengukuran yang disebabkan perbedaan kelompok. Dengan demikian, SWLS-ID dapat digunakan untuk membedakan skor kepuasan hidup antar kelompok gender dan usia pada sampel Indonesia.
Adaptasi dan properti psikometri Parental Stress Scale versi Bahasa Indonesia
Dewi Kumalasari;
Izmiyah Afaf Abdul Gani;
Endang Fourianalistyawati
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24854/jpu527
Stres pengasuhan adalah ketegangan yang dialami orang tua terkait peran pengasuhan. Parental Stress Scale (PSS) merupakan instrumen yang telah banyak digunakan untuk mengukur stres pengasuhan yang dialami orang tua. Sejumlah studi di beberapa negara telah berusaha mengungkap validitas konstruk dan reliabilitas dari PSS. Penelitian ini bertujuan untuk menguji properti psikometri Skala Stres Pengasuhan (SSP) yang merupakan adaptasi PSS dengan mengombinasikan pendekatan Analisis Faktor Eksploratori (EFA) dan Analisis Faktor Konfirmatori (CFA). Penelitian ini melibatkan 449 orang tua, khususnya ibu di Indonesia yang memiliki anak berusia 3-12 tahun. Sampel dalam penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok sampel secara acak, di mana analisis EFA dilakukan pada kelompok sampel pertama (N = 249) dan analisis CFA dilakukan pada kelompok sampel kedua (N = 200). Hasil analisis statistik menunjukkan struktur dua dimensi dari 15 butir SSP memiliki properti psikometri yang memuaskan.
Intimasi pada perempuan pekerja seks (PPS): Uang, perasaan, dan komitmen
I Kadek Wahyu Pujhana;
David Hizkia Tobing;
Made Diah Lestari
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24854/jpu542
Kajian tentang perempuan pekerja seks (PPS) seringkali di dominasi pada tingkat makro dalam perspektif ekonomi, kesehatan, dan sosial. Terdapat penelitian yang logis mengenai aspek emosional pada kelompok ini. Aspek emosional khususnya intimasi yang menjadi fokus penelitian ini terkadang terpinggirkan dari literatur tentang PPS. Studi sebelumnya pada area ini ditemukan bahwa PPS mengalami kesulitan dalam menetapkan batasan antara seks pribadi dan komersial. Studi tersebut sebagian besar mengaitkan intimasi dengan kesehatan seksual dan reproduksi, dan tidak ada satu pun studi yang menangkap intimasi sebagai entitas emosional yang melekat pada PPS sebagai seorang individu. Penelitian ini merupakan studi fenomenologi, dengan menggunakan wawancara semi terstruktur pada lima PPS di Bali. Data dianalisis menggunakan theoretical coding dan ditemukan tiga komponen intimasi, yaitu uang, perasaan, dan komitmen. Interaksi di antara komponen-komponen ini menciptakan tujuh jenis intimasi. Temuan ini diharapkan dapat berkontribusi pada aspek psikologis prostitusi.
Panggilan, komitmen karier, dan keterikatan kerja pada guru Sekolah Menengah Pertama
Skolastika Irina;
Missiliana Riasnugrahani
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24854/jpu549
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara panggilan dan keterikatan kerja yang dimediasi oleh komitmen karir. Melalui teknik purposive sampling diperoleh 82 guru Sekolah Menengah Pertama dengan minimal masa kerja 1 tahun. Penelitian ini menggunakan instrumen Calling and Vocation Questionnaire, The Career Commitment Scale, dan Utrecht Work Engagement dengan nilai validitas dan reliabilitas yang tergolong baik. Melalui teknik analisis regresi dengan menggunakan Process Macro model mediasi 4, diperoleh hasil bahwa komitmen karir memediasi secara parsial hubungan panggilan dan keterikatan kerja. Guru yang meyakini pekerjaannya sebagai panggilan akan lebih memiliki komitmen terhadap karirnya dan menunjukkan keterikatan yang kuat dengan pekerjaannya. Guru akan tampak berenergi, antusias, berdedikasi, dan menikmati pekerjaannya. Sekolah dapat membantu guru menyadari panggilan dalam pekerjaan agar terus memiliki motivasi dalam menjalani perannya sebagai guru, penuh semangat, dan dedikasi saat bekerja.
Laki-laki tidak boleh nangis: Pentingnya pendekatan alternatif dalam mengeksplorasi pengalaman lelaki Indonesia dalam relasi romantis
Karel Karsten Himawan
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24854/jpu712
Academic discourses around interpersonal relationship in the patriarchal culture tends to assume men in the superior position, hence their unique experience is considered less significant to be investigated. As a result, what we know about men’s experience and expectation in a romantic relationship is only as far as what their gender stereotype subscribes; that relationship is only for sex, status and power exercise, and social symbol. In the present editorial note, I emphasize the urgency to utilize an alternative approach in exploring unique experience of Indonesian men in romance; such insight would be valuable to improve the quality of interpersonal relationship through culturally-informed perspective.