cover
Contact Name
Karel Karsten Himawan
Contact Email
karel.karsten@uph.edu
Phone
+62412950075
Journal Mail Official
jpu@k-pin.org
Editorial Address
Secretariat JPU Faculty of Psychology, Universitas Pelita Harapan Jl. M. H. Thamrin No. 1, Lippo Karawaci, Tangerang, Banten, INDONESIA
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology
ISSN : 20884230     EISSN : 25801228     DOI : https://doi.org/10.24854/jpuxxx
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology (JPU) is a peer-reviewed scientific journal that stands as a forum to facilitate communication, dissemination, and enhancement of ideas within scholars in the field of psychology and social sciences by showcasing high-quality works while acknowledging its relevance in the indigenous perspective. The journal is published in print (p-ISSN: 2088-4230) and electronic (e-ISSN: 2580-1228) formats. JPU is published bi-annually (every June and December) by Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara. We welcome submissions from scholars, including students, whose work shares relevance to our focus and scope. JPU adheres to the high standard of publication process by abiding to the double-blind peer review process to maintain fair and indiscriminatory submission process. Submissions are open at any time.
Articles 332 Documents
Jebakan dalam memilih pasangan hidup Yonathan Aditya Goei
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu33

Abstract

Semua orang tentunya menginginkan pernikahan yang berbahagia dan mereka mencari pasangan hidup yang dapat mewujudkan impian mereka. Akan tetapi jumlah perceraian yang semakin banyak dan tingkat kepuasan pernikahan yang menurun menunjukkan ada yang salah dalam proses pencarian pasangan. Artikel ini membahas mengapa ketertarikan seseorang dapat salah dimulai dari pengaruh keluarga dan ciri-ciri mereka yang rentan terhadap kesalahan ini. Artikel ini ditutup dengan cara memperbaiki ketertarikan yang salah ini.
Pengaruh dyadic coping terhadap kepuasan pernikahan pada pasangan menikah di Tangerang Soesanto Dermawan; Yonathan Aditya Goei; Kartika Chandra Kirana
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu34

Abstract

Kepuasan pernikahan merupakan salah satu faktor penting dalam penelitian tentang pernikahan, karena kepuasan pernikahan banyak mempengaruhi kestabilan pernikahan. Salah satu faktor mempengaruhi kepuasan pernikahan adalah dyadic coping. Penelitian ini menguji pengaruh positive dan negative dyadic coping pada kepuasan pernikahan. Data didapatkan dari 115 pasangan. Analisa data dipandu oleh Actor-Partner Interdependence Model (APIM), sedangkan perhitungan data menggunakan multi level regression. Hasil perhitungan menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari positive dyadic coping dan negative dyadic coping terhadap marital satisfaction pada actor effect, namun tidak signifikan pada partner effect.
Pengaruh dukungan sosial terhadap pola pengasuhan orang tua anak berusia middle childhood dari keluarga miskin Evelyn Evelyn; Luh Surini Yulia Savitri
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu35

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dukungan sosial terhadap pola pengasuhan orang tua yang memiliki anak berusia middle childhood dari keluarga miskin. Sebanyak 78 orang menjadi partisipan dalam penelitian ini dengan mengisi kuesioner untuk mengukur variabel dukungan sosial dan pola pengasuhan. Variabel dukungan sosial diukur menggunakan alat ukur Multidimensional Scale of Perceived Social Support oleh Zimet dkk., (1988), sedangkan variabel pola pengasuhan diukur menggunakan alat ukur Parenting Style Development Questionnaire Short Version oleh Robinson dkk., (1995). Pada penelitian ini, sebanyak 74 partisipan menerapkan pola pengasuhan authoritative, dua menerapkan pola pengasuhan authoritarian, dan dua menerapkan pola pengasuhan permissive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap pola pengasuhan authoritative dan permissive, Sebaliknya, dukungan sosial mempengaruhi pola pengasuhan authoritarian secara signifikan.
Pengaruh jenis musik terhadap performa kognitif yang menuntut ingatan jangka pendek pada anak-anak usia 7-11 tahun Ayu Pramita Sari; Aully Grashinta
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu36

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dukungan sosial terhadap pola pengasuhan orang tua yang memiliki anak berusia middle childhood dari keluarga miskin. Sebanyak 78 orang menjadi partisipan dalam penelitian ini dengan mengisi kuesioner untuk mengukur variabel dukungan sosial dan pola pengasuhan. Variabel dukungan sosial diukur menggunakan alat ukur Multidimensional Scale of Perceived Social Support oleh Zimet dkk., (1988), sedangkan variabel pola pengasuhan diukur menggunakan alat ukur Parenting Style Development Questionnaire Short Version oleh Robinson dkk., (1995). Pada penelitian ini, sebanyak 74 partisipan menerapkan pola pengasuhan authoritative, dua menerapkan pola pengasuhan authoritarian, dan dua menerapkan pola pengasuhan permissive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap pola pengasuhan authoritative dan permissive, Sebaliknya, dukungan sosial mempengaruhi pola pengasuhan authoritarian secara signifikan.
Alat tes psikologi konteks Indonesia: Tantangan psikologi di era MEA Christiany Suwartono
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu37

Abstract

Saat ini Indonesia sedang memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Hal ini merupakan suatu kesempatan emas sekaligus tantangan untuk lebih bisa mengidentifikasi potensi bangsa agar dapat memberikan kontribusi di wilayah ASEAN, bahkan dunia. Salah satu hal yang dapat mewujudkan hal tersebut adalah dengan adanya alat tes psikologi yang handal dan terpercaya. Sayangnya di Indonesia, realisasi hal ini terhambat karena upaya yang diberikan pun sedikit. Alat tes yang tersedia sudah tertinggal jauh dari versi aslinya, baik secara isi maupun standarisasinya. Ditambah lagi, beredarnya bocoran soal-soal tes yang dapat diakses oleh masyarakat awam. Hal ini membuat validitas sekor yang diperoleh dipertanyakan. Upaya untuk memperbaharui tes-tes tersebut dapat dilakukan dengan cara adaptasi tes. International Test Comission mengeluarkan panduan mengenai adaptasi tes untuk menjamin validitas hasil adaptasi sebuah tes tertentu. Hal ini dilakukan agar tes yang diadaptasi tetap memiliki nilai manfaat yang memadai. Upaya lain yang dapat dilakukan adalah dengan membuat alat tes sendiri yang tujuannya sudah disesuaikan dengan konteks serta kebutuhan lapangan.Terjalinnya kerja sama yang baik dalam pekerjaan sebaiknya semakin diutamakan, guna tersedianya tes yang reliabel dan valid.
Kebutuhan remaja untuk mengirim foto atau video di Instagram Setiasih Setiasih; Florencia Inne Puspitasari
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu38

Abstract

Instagram is one of the most popular social media, that focus on photo sharing. Survey of MarkPlus Insightshowed tha t5.9% users are adolescence, aged 15- 22 years old. By posting photo or video at instagram adolescence connected with people around the world. It means that they got the need of affiliation. This study conducted to know the needs of adolescence for posting photo or video at instagram. Participants of this study are 103 adolescence, aged 15-18 years old, has an instagram account, and at least they posted 1-2 photos or videos for a month. This study used a snowball sampling, and data was analyzed with ANAVA.Results of this study showed there are four needs that had made adolescence posting a photo or video at instagram, theywere the need of self explanation, the need for receiving and giving attention to the others, the need for good appearance, and the need for getting social support.Suggestion for adolescence: they have to be aware about the tendency for exploitation photo or video on the instagram.
Mengukur rasa syukur: Pengembangan model awal Skala Bersyukur versi Indonesia Ratih Arruum Listiyandini; Andhita Nathania; Dessy Syahniar; Lidwina Sonia; Rima Nadya
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu39

Abstract

Bersyukur memiliki keuntungan secara emosi dan interpersonal. Dengan melihat dan merasakan penderitaan sebagai sesuatu yang positif, maka seseorang akan bisa meningkatkan kemampuan coping barunya baik secara sadar maupun tidak. Pembuatan alat ukur bersyukur diharapkan dapat membantu penelitian, pemeriksaan, atau intervensi terkait rasa syukur pada populasi di Indonesia. Subjek penelitian berjumlah 264 orang terdiri dari 90 orang pria (34%) dan 174 orang wanita (66%). Rentang umur responden dari 20 sampai 75 tahun. Berdasarkan uji psikometri yang dilakukan melalui konsistensi internal dan uji validitas konstruk, skala bersyukur versi Indonesia memiliki validitas dan reliabilitas yang baik. Skala ini dapat mengukur satu kontruk yang sama secara konsisten, dapat membedakan individu dengan rasa syukur tinggi dan rendah, dan valid untuk mengukur konstruk bersyukur melalui tiga faktor, yaitu sense of appreciation, perasaan positif, dan ekspresi rasa syukur. Dengan standar psikometri yang sudah baik, maka skala bersyukur versi Indonesia yang dipaparkan dalam penelitian ini sudah dapat digunakan untuk mengukur rasa syukur dalam konteks penelitian maupun intervensi klinis pada populasi di Indonesia.
Hubungan believing dan belonging sebagai dimensi religiusitas dengan lima dimensi well-being pada mahasiswa di Tangerang Andy Saputra; Yonathan Aditya Goei; Sri Lanawati
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu40

Abstract

Studi-studi menemukan bahwa tingkat well-being di Asia dan Amerika Serikat dan juga pada mahasiswa menurun. Penemuan-penemuan ini menunjukkan bahwa cara-cara untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis (well-being) seseorang menjadi krusial untuk ditemukan, seperti mengeksplorasi variabel apakah yang dapat berkorelasi atau mempengaruhinya. Studi sebelumnya menemukan bahwa religiusitas, lebih spesifiknya dimensi believing dan belonging, berpengaruh secara signifikan terhadap well-being. Studi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana believing danbelonging berkorelasi dengan well-being dan dimensi-dimensinya, yaitu positive emotions, engagement, positive relationships, meaning, and accomplishment pada 181 mahasiswa. Hasil menunjukkan bahwa believing dan belonging berkorelasi secara signifikan dengan lima dimensi well-being, sehingga kepercayaan seseorang kepada Tuhan dan keterlibatannya dengan kelompok religius membantu meningkatkan kesejahteraan psikologisnya.
Hubungan tipe kepribadian OCEAN dan brand trust pada konsumen maskapai penerbangan low cost carrier Octavianty Octavianty; Devi Jatmika
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu41

Abstract

Kebutuhan masyarakat akan transportasi udara semakin hari semakin meningkat, sehingga maskapai penerbangan dengan konsep low cost carrier(berbiaya murah) semakin marak.Namun, pada perusahaan maskapai dengan konsep low cost carrier ini, masih terdapat berbagai masalah terutama dalam hal jaminan keamanan dan keselamatan penumpang yang merupakan prioritas utama dalam penerbangan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kepribadian tipe OCEAN dan brand trust pada konsumensalah satu maskapai penerbangan low cost carrier. Metode penelitian yang digunakan ialah metode penelitian kuantitatif. Subjek penelitian sebanyak 266 orang dari berbagai kalangan yang pernah menggunakan layanan maskapai penerbangan low cost carrier. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Teknik analisa data menggunakanteknik korelasi Spearman. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara tipe kepribadian extraversion(r = 0.155; p< .05), conscientiousness(r = 0.216; p< .05), agreeableness(r= 0.254; p< .05), openess to experience (r= 0.613; p< .05) dengan kepercayaan terhadap merek (brand trust), serta terdapat hubungan negatif dan signifikan antara tipe kepribadian neuroticismdengan kepercayaan terhadap merek (brand trust)(r = -0.268; p< .05) pada konsumen salah satu maskapai penerbangan low cost carrier. Hasil analisa deskriptif dari kepercayaan konsumen terhadap merek pada maskapai penerbangan low cost carrier cenderung rendah.
Hubungan antara kecerdasan emosional dengan kecenderungan burnout pada karyawan bagian pemasaran Madeline S. Widjaja; Kartika S. Sitorus; Karel K. Himawan
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu42

Abstract

Bekerja merupakan sebuah tahap yang pasti akan dilalui oleh setiap manusia. Namun, dalam bekerja seseorang dapat mengalami tekanan dan apabila berkelanjutan maka dapat berkembang menjadi kecenderungan burnout. Burnoutmerupakan suatu sindrom kelelahan emosional akibat adanya tekanan karena tuntutan pekerjaan yang terlalu banyak. Burnout dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor eksternal maupun internal. Faktor internal yang dimaksud dalam hal ini adalah kecerdasan emosional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara kecerdasan emosional dengan burnout pada karyawan bagian pemasaran. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 104, dan menggunakan instrumen kuesioner. Berdasarkan uji statistik, didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan kecenderungan burnoutpada karyawan bagian pemasaran. Hubungan yang ada bersifat negatif, artinya semakin tinggi tingkat kecerdasan emosional seseorang, maka tingkat kecenderungan burnoutsemakin rendah, dan begitu pula sebaliknya.