cover
Contact Name
Karel Karsten Himawan
Contact Email
karel.karsten@uph.edu
Phone
+62412950075
Journal Mail Official
jpu@k-pin.org
Editorial Address
Secretariat JPU Faculty of Psychology, Universitas Pelita Harapan Jl. M. H. Thamrin No. 1, Lippo Karawaci, Tangerang, Banten, INDONESIA
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology
ISSN : 20884230     EISSN : 25801228     DOI : https://doi.org/10.24854/jpuxxx
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology (JPU) is a peer-reviewed scientific journal that stands as a forum to facilitate communication, dissemination, and enhancement of ideas within scholars in the field of psychology and social sciences by showcasing high-quality works while acknowledging its relevance in the indigenous perspective. The journal is published in print (p-ISSN: 2088-4230) and electronic (e-ISSN: 2580-1228) formats. JPU is published bi-annually (every June and December) by Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara. We welcome submissions from scholars, including students, whose work shares relevance to our focus and scope. JPU adheres to the high standard of publication process by abiding to the double-blind peer review process to maintain fair and indiscriminatory submission process. Submissions are open at any time.
Articles 332 Documents
Permainan pasaran sebagai media untuk mengembangkan kompetensi interpersonal anak Heru Astika Setya Murti
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu43

Abstract

Kompetensi interpersonal merupakan kemampuan yang diperlukan dalam menjalin relasi dengan orang lain. Pada masa anak-anak, kemampuan ini sudah berkembang dan dapat distimulasi melalui berbagai metode. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah melalui permainan, sebab bermain merupakan aktivitas yang dekat dengan kehidupan anak. Bentuk permainan ini dapat berupa pretend play dengan setting ‘Pasaran’. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan pasaran terhadap kompetensi interpersonal anak. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuasi dengan menggunakan desain untreated control group with dependent pre-test and post-test samples. Terdapat dua kelompok yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu kelompok eksperimen (dengan perlakuan yang diberikan adalah permainan pasaran) dan kelompok kontrol. Kompetensi interpersonal diukur dengan menggunakan skala kompetensi interpersonal yang disusun berdasarkan aspek-aspek yang dikemukakan oleh Buhrmester, dkk. (1998). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan kompetensi interpersonal antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen memiliki kompetensi interpersonal yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Dapat disimpulkan bahwa permainan pasaran dapat digunakan sebagai media mengembangkan kompetensi interpersonal pada anak.
Rasa percaya pada pasutri perkawinan jarak jauh Saira Lastiar Naibaho; Stefani Virlia
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu44

Abstract

Setiap pasangan suami istri (pasutri) memiliki pembagian tanggung jawab di dalam kehidupan rumah tangga, saling berkomunikasi, dan menerima segala perubahan yang terjadi pada pasangan sepanjang waktu di dalam kehidupan perkawinan. Akan tetapi, ada kalanya suatu keluarga tidak dapat tinggal dalam satu rumah dan hidup berdampingan setiap harinya. Perpisahan secara fisik antar pasutri merupakan suatu hal yang sangat berat, di mana pemenuhan tugas perkawinan menjadi tidak efektif karena pasutri tidak dapat bertemu setiap saat. Rasa percaya menjadi masalah penting bagi pasutri dengan jarak yang terpisah, yang dapat membantu pasutri mempertahankan rumah tangga. Penelitian ini merupakan penelitian fenomenologis dengan menggunakan teknik wawancara pada tiga pasutri dengan rentang usia 18-40 tahun yang menjalani perkawinan jarak jauh sejak awal pernikahan dengan usia pernikahan maksimal 18 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasa percaya dalam perkawinan jarak jauh dapat dilihat dari 5 aspek, yaitu aspek keterbukaan, saling berbagi, penerimaan, dukungan, dan bekerja sama. Terdapat dua faktor utama yang mempengaruhi subyek tetap bertahan dengan kondisi pernikahan jarak jauh yaknifaktor ekonomi dan budaya setempat yang mengharuskan subyek perempuan untuk menjaga orangtuanya yang sudah lanjut usia di tempat asal. Selain dua faktor tersebut, terdapat juga faktor lainnya, seperti faktor komunikasi, pemuasan kebutuhan seksual, dan usia pernikahan.
Deskripsi perilaku prososial pada anak-anak muda dengan cacat intelektual di Nusa Tenggara Timur Beatriks Novianti Kiling-Bunga; Kresensia Wea Aga Ngawas; Indra Yohanes Kiling
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu45

Abstract

World Health Organization and United Nations Children’s Fund havestated in year 2012 that one of their global agenda is to fulfill the needs of inclusive Early Childhood Care and Development (ECCD) to increase the participation and development of young children with disabilities. One of important things for the agenda are understanding various special needs of young children with various kind of mental disability, such as mental retardation or nowadays known as intellectual disability. This research aims to narratively describe the prosocial behaviors of a young child with intellectual disability in special school of Pembina Kupang, East Nusa Tenggara. This research used qualitative approach with child observation and interview to the parents as the main technique to gather data. This research shows that prosocial behaviors in young children with intellectual disability are divided into four aspects, those are: a) the ability to join groups, b) supportive acts, c) empathy and caring, and d) self-adjustment. These behaviors were shown in the child’s dailyactivities, her habits, affected by the culture and daily activities of her parents and siblings, and also by the interaction with her friends and family. This research could give important information about the importance of managing the social interaction in inclusive ECCD by putting emphasis in four aspects described above, and also the role of parents and ECCD tutors in facilitating activities that could help stimulate specific needs of social skills in young children with intellectual disability.
"Suwung": Pola penyelesaian masalah Kaum Sufi Suku Jawa di Kota Malang Ninik Setiyowati
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu46

Abstract

“Suwung” merupakan istilah Jawa yang menggambarkan kondisi kosong, tidak mempunyai bentuk dan abstrak. Di dalamnya mengandung makna kekosongan yang bernuansa pengendalian diri yang sempurna dan kesadaran sejati akan diri yang berkaitan dengan ketuhanan. Suwung bagi kaum sufi merupakan sebuah pengalaman spiritual yang disebut peak experience. Peak experience menurut Maslow dijabarkan sebagai suatu kondisi saat seseorang secara mental merasa keluar dari dirinya sendiri (Davis, 2003). Melalui pemahaman Suwung ini, manusia dengan sadar dapat memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan secara lebih bijaksana. Subjek penelitian ini dibagi menjadi 3 kategori yaitu: (1) kelompok penganut paham sufi yang masih belum terpenuhinya kebutuhan dasar hidup, (2) kelompok penganut paham sufi yang memenuhi kebutuhan dasar hidup dengan perjuangan, (3) kelompok penganut paham sufi yang memenuhi kebutuhan dasar hidupdengan mudah. Metode yang dilakukan adalah snowball sampling. Sedangkan validitas dilakukan dengan metode triangulasi significant other. Metode penelitian ini adalah kualitatif fenomenologi dengan proses analisis data menggunakan interaksionis simbolik. Dalam prosesnya, peneliti melakukan wawancara mendalam sampai menemukan data jenuh. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari ketiga kelompok subjek mampu menerima suatu masalah dengan cara mengosongkan diri dan secara hakiki menerima Tuhan dalam kondisi apa pun. Keadaan Narimo dan syukur menjadi dasar penyelesaian masalah bagi seluruh subjek. Selain persamaan itu, ada tiga perbedaan pola berpikir dari kelompok subjek penelitian dalam memecahkan suatu masalah. Pertama, manusia memecahkan masalah yang dihadapi dengan kepasrahan. Kedua, menyelesaikan masalah dengan cara berkompromi dengan fakta. Ketiga, menyelesaikan masalah melalui pencarian makna akan hidup.
Gambaran religious commitment, self-esteem, dan kepuasan hidup berdasarkan tipe arranged-marriage pada wanita keturunan Arab Baalwy Aisyah Syihab; Vinaya Vinaya
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu47

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran religious commitment, self-esteem, dan satisfaction with life berdasarkan tipe arranged-marriage (low arranged- marriage dan high arranged-marriage) pada wanita keturunan Arab Baalwy. Penelitian ini dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu pendekatan kuantitatif pada 103 partisipan (dari usia 20 sampai 74 tahun), dan pendekatan kualitatif pada 9 orang dari sampel tersebut. Alat ukur yang digunakan adalah RCI-10 (Religious Commitment Inventory), Self-Esteem Scale, Satisfaction with Life Scale, serta pedoman wawancara. Semua partisipan menikah dengan cara dijodohkan, hanya saja terdapat dua tipe perjodohan. Tipe pertama (low arranged-marriage) adalah perjodohan yang masih memberikan kebebasan untuk calon pasangan perempuan menerima atau tidak pria yang dijodohkan kepadanya, sedangkan tipe kedua (high arranged-marriage) tidak memberikan kebebasan tersebut. Tipe perjodohan ini diketahui dari Arranged-marriage questionnaire yang terdiri atas satu pertanyaan tertutup mengenai tipe perjodohan dan satu pertanyaan terbuka untuk memastikan jawaban partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya tingkat religious commitment, self-esteem, dan satisfaction with life yang cukup tinggi. Hasil analisis kuantitatif mendapatkan perbedaan tingkat religious commitment, self- esteem, dan satisfaction with life pada kedua tipe arranged-marriage itu tidak signifikan. Berdasarkan hasil analisis kualitatif, partisipan-partisipan tidak merasa keberatan dengan apa pun tingkat perjodohan yang mereka alami. Hal tersebut disebabkan bentuk ketaatan mereka terhadap orangtua dan Tuhan; untuk menjaga kemurnian keturunan mereka, agar mereka tidak kehilangan harga diri dalam kelompok mereka; serta mereka puas dengan kehidupan yang mereka jalani tersebut. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah menggali variabel psikologis lainnya pada kelompok wanita Arab Baalwy ini.
Keterampilan komunikasi pada anak-anak muda dengan gangguan emosi di Kupang Beatriks Novianti Kiling-Bunga; Oktovianus Halla; Indra Yohanes Kiling
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu48

Abstract

Young children with disabilities are a group that is prone to stigma anddiscrimination. Therefore, World Health Organization and United Nations Children’sFund declared a global agenda in 2012 to address the needs of inclusive ECCD to improve the participation and development of young children with disabilities. In respond to that agenda, it is crucial to understand the particular needs of young children with emotional disorder such as their communication ability, before they can be included into inclusive ECCD service. This research aims to describe the communication skills of young child with emotional disorder in Kupang, Nusa Tenggara Timur. The participant in this study showed insignificant performance in verbal communication skills like linguistic content, structures and the use of language. Meanwhile in non verbal communication skills such as face expression, body gesture and hand gesture, the child showed considerable performance. The research method used qualitative method, which is direct observation to the child and interview to thesubject’s parents. Parents and ECCD tutors should consider to set a communication- stimulating relationship in house and ECCD post to support the verbal skills development. The result of this study can give impact in the development of inclusive ECCD science in East Nusa Tenggara, also to aid future research in inventing best practice models in the field.
Empati dan penggunaan situs jejaring sosial sebagai faktor dalam membentuk moral remaja Selviana Selviana
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu49

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat besarnya pengaruh empati dan penggunaan situs jejaring sosial terhadap faktor-faktor pembentuk perilaku moral remaja. Partisipan dalam penelitian ini adalah 294 orang siswa SMA dan SMK kelas X dan XI sebuah sekolah di kawasan Bekasi. Hasil penelitian menunjukkan empati berpengaruh secara langsung terhadap perilaku moral dengan, yang berarti bahwa bila kadar empati atau kepedulian terhadap sesama semakin ditingkatkan, maka dapat membentuk moral remaja ke arah yang lebih baik. Sementara itu, penggunaan situs jejaring sosial memberikan pengaruh secara langsung terhadap moral remaja, yang berarti bahwa bila penggunaan situs jejaring sosial dipakai untuk hal-hal yang baik, maka dapat turut membentuk moral remaja ke arah yang lebih baik; dan bila dipakai untuk tujuan yang negatif, maka akan sebaliknya. Hasil ini menunjukkan betapa pentingnya empati dan penggunaan situs jejaring sosial dalam membentuk moral remaja masa kini.
Kepuasan kerja tinggi pada mental workload yang tinggi: Studi korelasi di hotel "X" Ellen Violetta Nainggolan; Listiyani Dewi Hartika
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu50

Abstract

Pertambahan jumlah hotel di Bali menyebabkan persaingan antar hotel yang ada semakin berat. SDM (sumber daya manusia) sebagai penggerak perusahaan pun tidak jarang akan menerima beban kerja tambahan, seperti meningkatkan kualitas layanan kepada para konsumen dan menjadi pemasar informal. Hal tersebut dapat memicu tingginya beban kerja mental (mental workload) yang dirasakan oleh karyawan. Mental workload yang tinggi tidak selalu diimbangi dengan rendahnya kepuasan kerja, karena dengan mental workload yang tinggi dapat memacu karyawan untuk bekerja lebih baik dan merasakan kepuasan kerja. Oleh karena itu peneliti ingin meneliti lebih intensif tentang hubungan mental workload dengan kepuasan kerjakaryawan di hotel “X” Kerobokan, Bali. Mental workload dan kepuasan kerja diukur dengan skala yang disusun sendiri oleh peneliti, wawancara dan observasi dengan total sampel penelitian 52 orang karyawan. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang positif antara mental workload dengan kepuasan kerja (r = .688; p = 0.000). Artinya, saat mental workload karyawan tinggi, kepuasan kerja yang dirasakan juga tinggi.
Peran pelatihan strategi "Smart" dalam meningkatkan self-regulated learning (SRL) pada siswa SMP Krishervina Rani Lidiawati
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu51

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran pelatihan strategi ‘SMART’ dalam meningkatkan Self-regulated learning (SRl) pada siswa SMP yang memiliki nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Self-regulated learning (SRL) adalah suatu proses di mana seorang peserta didik mengaktifkan pikirannya (cognition), perasaannya (affect), dan perilaku (behavior) secara sistematis yang berorientasi pada pencapaian tujuan pembelajaran (Zimmerman & Schunk, 2001). SMART (Specific, Measurable, Action, Realistic, dan Time) merupakan strategi dalam pembentukan SRl. Jumlah partisipan dalam penelitian ini adalah 10 orang yang terdiri dari 6 laki-laki dan 4 perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif action research. Penelitian ini terdiri dua siklus, pada masing-masing siklus dilakukan pengukuran untuk mengevaluasi hasil penelitian. Hasil penelitian pada siklus pertama dengan uji beda paired sample t-test menunjukkan tidak adanya perubahan regulasi diri yang signifikan pada partisipan (t = 1.476, p > .05). Pada siklus kedua juga menunjukkan tidak adanya perubahan skor SRL secara signifikan pada post-test 1 dan post-test 2 (t = 0.152, p > .05).
Olah raga dan regulasi emosi: Sebuah studi korelasi pada taruna Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) Juandita Widowianti Permono; Chandradewi Kusristanti
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu52

Abstract

Taruna sebagai siswa pada Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) dihadapkan pada berbagai macam tuntutan, baik akademik maupun non-akademik, yang dapat memicu stres. Salah satu respons yang dihasilkan oleh stres yaitu respons emosional. Respons emosi dari stres tersebut perlu ditangani agar tidak memberikan efek yang lebih besar kepada para taruna. Oleh karena itu, para taruna perlu meregulasi emosinya. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan taruna terkait upaya regulasi emosi dan juga yang menjadi karakteristik dari PTK yaitu aktivitas fisik berupa olahraga wajib. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara olahraga dengan regulasi emosi pada taruna PTK. Sampel penelitian berjumlah 270 orang taruna yang dipilih dengan menggunakan teknik sampling (stratified random sampling). Penelitian ini menggunakan alat ukur adaptasi dari International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) dan Emotion Regulation Questionnaire. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara olahraga dengan regulasi emosi reappraisal (r = .109, p = .074) maupun supresi (r = .031, p = .612).