cover
Contact Name
Karel Karsten Himawan
Contact Email
karel.karsten@uph.edu
Phone
+62412950075
Journal Mail Official
jpu@k-pin.org
Editorial Address
Secretariat JPU Faculty of Psychology, Universitas Pelita Harapan Jl. M. H. Thamrin No. 1, Lippo Karawaci, Tangerang, Banten, INDONESIA
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology
ISSN : 20884230     EISSN : 25801228     DOI : https://doi.org/10.24854/jpuxxx
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology (JPU) is a peer-reviewed scientific journal that stands as a forum to facilitate communication, dissemination, and enhancement of ideas within scholars in the field of psychology and social sciences by showcasing high-quality works while acknowledging its relevance in the indigenous perspective. The journal is published in print (p-ISSN: 2088-4230) and electronic (e-ISSN: 2580-1228) formats. JPU is published bi-annually (every June and December) by Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara. We welcome submissions from scholars, including students, whose work shares relevance to our focus and scope. JPU adheres to the high standard of publication process by abiding to the double-blind peer review process to maintain fair and indiscriminatory submission process. Submissions are open at any time.
Articles 332 Documents
Efikasi diri dan kualitas tidur pada remaja yang mengalami dismenore Chafira De Nada; Endang Fourianalistyawati
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu63

Abstract

Dismenore adalah masalah ginekologi yang umum untuk wanita remaja dan dewasa. Dismenore mengganggu kegiatan sehari-hari termasuk kualitas tidur. Penurunan kualitas tidur terjadi karena sinyal yang menuju ke neurotransmitter terganggu ketika tubuh sakit. Ketika rasa sakit menyebabkan stres, maka fisiologis, tubuh bereaksi untuk menyeimbangkan kondisi tubuh. Efikasi diri merupakan salah satu mediator yang membantu dalam mengendalikan stres ketika serangan dismenore. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efikasi diri dan kualitas hubungan tidur di kalangan remaja yang menderita dismenore. Penelitian ini menggunakan metode accidental sampling dengan menyebarkan kuesioner kepada 208 beberapa remaja dengan usia 16-18 tahun, melalui e-mail dan bentuk kuesioner tertulis. Pengujian statistik menggunakan Pearson product moment untuk melihat korelasi dari dua variabel penelitian ini. Hasil pengolahan data menunjukkan ada korelasi yang signifikan antara efikasi diri dan kualitas tidur di kalangan remaja yang menderita dismenore.
Hubungan antara agresi relasional dan self-esteem mahasiswi universitas X Erika Harianto; David Matahari; Jessica Ariela
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara agresi relasional dan self-esteem mahasiswi. Partisipan dari penelitian ini terdiri dari 281 mahasiswi aktif Universitas X yang berusia 18-25 tahun. Peneliti menggunakan kuesioner secara online untuk mengumpulkan data. Kuesioner mencakup tiga alat ukur yang sudah diadaptasi, yaitu Rosenberg Self-Esteem Scale, Self-Report of Aggression and Social Behavior Measure, dan Marlowe-Crowne Social Desirability Scale Form C.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak adanya korelasi yang signifikan antara agresi relasional dan self-esteem. Penemuan lainnya terkait dengan variabel penelitian juga didiskusikan dalam penelitian ini.
Peran musik dan aspek kepribadian terhadap kualitas hidup: Studi kasus terhadap tiga pasien pasca-stroke di Jakarta Irene Luvita; Lidia L. Hidajat
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu65

Abstract

Mendengarkan musik dapat menimbulkan perasaan positif seperti perasaan bahagia, memberikan motivasi, mengurangi rasa sakit, meningkatkan relaksasi, dan meningkatkan kualitas hidup pada pasien pasca-stroke dengan depresi, stres dan kecemasan. Aspek kepribadian juga memiliki peran ketika individu menghadapi kondisi stroke dan memengaruhi pemilihan musik yang didengarkan.Metode: action research dengan pendekatan kualitatif. Desain penelitian ini menggunakan studi kasus dan one group pre-test pos-test. Partisipan penelitian terdiri dari 3 orang dengan usia 40-75 tahun dan mengalami stroke pertama. Pengambilan data menggunakan wawancara, kuesioner DASS, SS-QOL, alat tes kepribadian TAT, dan workbook sebagai lembar kerja aktivitas intervensi. Hasil:ditemukan bahwa ketiga Partisipan mengalami penurunan kualitas hidup. Dua di antaranya mengalami depresi, stres, dan cemas karena kondisi stroke. Setelah dilakukan intervensi berupa mendengarkan musik setiap hari selama 2 minggu, didapatkan adanya peningkatan kualitas hidup pada beberapa dimensi. Musik yang mereka dengarkan sesuai dengan karakteristik kepribadian mereka. Kesimpulan:dampak stroke baik fisik, psikologis maupun sosial dapat menurunkan kualitas hidup seperti hubungan sosial, peran keluarga, emosi, perawatan diri, dan aspek lainnya. Mendengarkan musik setiap harinya sesuai dengan pilihan sendiri memberikan efek yang berbeda-beda bagi setiap orang dan ditemukan pula bahwa musik dapat meningkatkan kualitas hidup penderita pasca-stroke.
Hubungan job insecurity dan komitmen organisasi pada karyawan PT. KX Viestar Jeffran Markus; Devy Jatmika
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu66

Abstract

Kondisi perusahaan yang tidak stabil menyebabkan perusahaan mengambil keputusan untuk melakukan perampingan struktur organisasi, yaitu dengan cara melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Peristiwa ini menyebabkan rasa tidak aman dalam bekerja yang dirasakan oleh karyawan, atau dikenal dengan job insecurity. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara job insecurity dengan komitmen organisasi pada karyawan PT. KX di Jakarta yang masih bekerja, mengingat sebagian karyawan di perusahaan tersebut mengalami pemutusan hubungan kerja. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 89 karyawan di PT. KX. Penelitian ini bersifat korelasional dengan metode kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah criterion sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara job insecurity dengan komitmen organisasi. Dengan demikian, kesimpulan penelitian ini ialah semakin rendah job insecurity pada karyawan maka semakin tinggi komitmen organisasi pada perusahaan, dan sebaliknya.
Peranan penyesuaian diri di perguruan tinggi terhadap stres akademik pada mahasiswa perantau di Jakarta Bia Sabrina Rahayu Saniskoro; Sari Zakiah Akmal
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu67

Abstract

Banyaknya jumlah institusi pendidikan yang berkualitas di Jakarta menjadi salah satu faktor yang membuat mahasiswa memutuskan untuk merantau. Perubahan yang dialami mahasiswa perantau berbeda dengan mahasiswa non- perantau, mereka dituntut untuk lebih dapat menyesuaikan dirinya dengan transisi akademik dan juga hal di luar akademik seperti lingkungan sosial di daerah perantauannya. Kegagalan mahasiswa perantau dalam menyesuaikan dirinya di perguruan tinggi dan di lingkungan perantauannya dapat menyebabkan dampak negatif, salah satunya seperti stres akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peranan penyesuaian diri di perguruan tinggi terhadap stres akademik dengan melibatkan 310 mahasiswa perantau di Jakarta. Penelitian ini menggunakan alat ukur penyesuaian diri di perguruan tinggi (SACQ) dan stres akademik (ESSA). Hasil uji regresi ganda menunjukkan bahwa terdapat sebesar 17.9% peranan penyesuaian diri di perguruan tinggi terhadap stres akademik. Dimensi yang berperan terhadap stres akademik yaitu personal-emotion adjustment dan institutional attachment.
Pemaafan pada istri dewasa muda yang suaminya pernah berselingkuh Yulius Steven; Evi Sukmaningrum
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu68

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat proses pemaafan dan faktor-faktor yang berperan dalam pemaafan pada istri dewasa muda yang suaminya pernah berselingkuh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengambilan data utama melalui wawancara mendalam dan digunakan juga dua kuesioner, yaitu NEO PI-R serta TRIM-18 untuk melengkapi data wawancara. Partisipan pada penelitian ini sebanyak tiga orang dan dipilih dengan menggunakan teknik convenience sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga partisipan belum sepenuhnya memaafkan suaminya yang pernah berselingkuh. Faktor yang dominan menghambat adalah adanya ruminasi, sedangkan faktor yang mendukung partisipan dalam proses pemaafannya ialah pertimbangan memaafkan, permohonan maaf yang ikhlas dari suami, kualitas hubungan, dan motivasi berbuat baik. Selain itu ditemukan juga adanya faktor budaya dan agama yang sangat kental yang berperan dalam proses pemaafan di ketiga partisipan.
Gambaran proses penerimaan saudara kandung penyandang disabilitas intelektual Stephanie Cindy; Shanty Sudarji
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu69

Abstract

Disabilitas intelektual merupakan gangguan selama periode perkembangan yang ditandai dengan kurangnya kemampuan mental secara umum. Akibat dari kurangnya kemampuan ini adalah gangguan dalam beradaptasi, sehingga individu gagal memenuhi standar kemandirian pribadi dan tanggung jawab sosial dalam satu atau lebih aspek kehidupan sehari-hari. Saudara kandung berperan penting bagi perkembangan anak yang menyandang disabilitas intelektual. Hadirnya anak yang menyandang disabilitas intelektual dapat memengaruhi secara positif ataupun negatif kehidupan dari saudara kandungnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran mengenai penerimaan saudara kandung penyandang disabilitas intelektual, faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan, dan proses dari penerimaan saudara kandung tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif jenis fenomenologi dengan metode observasi dan wawancara untuk mengumpulkan data. Penelitian dilakukan kepada lima remaja berusia 15-18 tahun dan memiliki saudara kandung penyandang disabilitas intelektual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tiga subjek telah mencapai tahap acceptance, sementara dua subjek lainnya belum dapat mencapai tahap acceptance. Subjek yang telah mencapai tahap acceptance dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu, komunikasi yang baik dalam keluarga, memiliki pengetahuan dan informasi mengenai disabilitas intelektual, dan persepsi postitif terhadap penyandang disabilitas intelektual.
Ketakutan akan kegagalan dan intensi plagiarisme pada mahasiswa Dhania Gusna Fatimah
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu70

Abstract

Beberapa penelitian sebelumnya lebih banyak mengkaitkan plagiarisme dengan faktor situasional padahal terdapat faktor-faktor internal yang menarik untuk dikaji salah satunya faktor pembentuk motivasi berprestasi. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat ada atau tidaknya hubungan antara faktor pembentuk motivasi berprestasi (harapan untuk sukses dan ketakutan akan kegagalan) dengan intensi plagiarisme. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasional.Sebanyak 210 sampel diberikan skala hope of success, fear of failure, dan intensi plagiarisme. Hasil dari penelitian menunjukkan adanya hubungan fear of failure dengan intensi plagiarisme. Sebaliknya tidak diperoleh hubungan antara hope of success dengan intensi plagiarisme. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa individu dengan intensi plagiarisme lebih dipengaruhi oleh perasaan takut akan kegagalan.
Hubungan antara religiositas dengan agresivitas pada komunitas pemuda gereja Eirena Fiola Wijaya; Yonathan Aditya Goei; David Matahari
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu71

Abstract

Banyak individu yang memiliki hidup dengan keterkaitan yang erat dengan agama, namun di sisi lain perilaku agresivitas mereka tetap tinggi. Fenomena ini juga terjadi dalam komunitas pemuda gereja. Inti dari ajaran agama Kristen adalah kasih, di mana idealnya kasih tersebut menahan individu untuk tidak melakukan perilaku agresif. Untuk menjelaskan fenomena ini, dilakukan penelitian mengenai hubungan antara religiositas, yang di dalamnya terdiri dari orientasi religiositas intrinsik dan ekstrinsik, dengan agresivitas pada pemuda gereja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner di mana sampel diambil dengan teknik purposive sampling kepada 87 responden. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Verbal Aggressiveness Scale untuk mengukur agresivitas, I/E-R Scales untuk mengukur orientasi religiositas, dan Faith Developmental Scale untuk mengukur perkembangan iman. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya korelasi yang signifikan antara religiositas intrinsik dengan agresivitas, namun terdapatnya korelasi positif antara religiositas ekstrinsik dengan agresivitas.
Hubungan antara harapan dan kualitas hubungan pada dewasa muda yang sedang menjalani hubungan pacaran Fenny Indrawati; Riryn Sani; Jessica Ariela
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu72

Abstract

Pacaran merupakan hubungan eksklusif yang dijalani oleh individu dan pasangannya. Hubungan pacaran sangat penting bagi dewasa muda. Terlebih lagi, studi-studi terkini menemukan bahwa permasalahan terkait hubungan pacaran dapat menurunkan kesehatan mental individu. Oleh karena itu, individu membutuhkan harapan yang tinggi untuk dapat menyelesaikan konflik dengan efektif dan menjaga hubungan pacarannya dengan baik. Ketika menjalani hubungan romantis, individu juga dapat mengevaluasi hubungan pacarannya secara positif ataupun negatif yang disebut dengan kualitas hubungan. Studi ini bertujuan untuk meneliti apakah harapan memiliki korelasi dengan kualitas hubungan kepada 200 dewasa muda yang sedang menjalani hubungan pacaran. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan instrumen yaitu The Hope Scale dan The Perceived Relationship Quality Component. Hasil menunjukkan bahwa adanya hubungan signifikan antara harapan dan kualitas hubungan. Dengan kata lain, semakin tinggi harapan, maka semakin tinggi juga kualitas hubungan, dan sebaliknya. Penemuan lain yang berkaitan dengan harapan dan kualitas hubungan juga turut didiskusikan.