cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Universa Medicina
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 19073062     EISSN : 24072230     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Universa Medicina (univ.med) is a four-monthly medical journal that publishes new research findings on a wide variety of topics of importance to biomedical science and clinical practice. Universa Medicina Online contains both the current issue and an online archive that can be accessed through browsing, advanced searching, or collections by disease or topic
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 26, No 2 (2007)" : 6 Documents clear
Fathers help to improve breastfeeding practice : can Indonesian fathers provide the same help ? Februhartanty, Judhiastuty; Muslimatun, Siti; Septiari, Mariyasari
Universa Medicina Vol 26, No 2 (2007)
Publisher : Faculty of Medicine, Trisakti University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/UnivMed.2007.v26.90-100

Abstract

The objectives of this paper are i) to explore factors influencing practices of timely breastfeeding initiation and exclusive breastfeeding with special attention on factors related to the roles of father; and ii) to elaborate possible factors influencing father’s roles in breastfeeding based on literatures from the developed world. Studies conclude that father’s roles in supporting breastfeeding include participation in decision on infant feeding mode, involvement in child care taking and household tasks, as well as being the protector and the family provider. They also explore that the quality of couple relationship, parental knowledge and attitudes, characteristics of parental function, and the burden on the family economy are barriers which discourage fathers from being supportive towards breastfeeding. Indonesian fathers may influence breastfeeding in the same way and also experience similar barriers. However, due to different exposure to norms, beliefs, and cultures, a specific study on this matter is very relevant to be carried out in Indonesia prior to any breastfeeding promotion targeted to fathers.
Perbandingan agar MacConkey, Salmonella-Shigella, dan xylose lysine deoxycholate untuk isolasi Shigella dari usap dubur penderita diare Surjawidjaja, Julius E; Salim, Oktavianus Ch.; Bukitwetan, Paul; Lesmana, Murad
Universa Medicina Vol 26, No 2 (2007)
Publisher : Faculty of Medicine, Trisakti University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/UnivMed.2007.v26.57-63

Abstract

LATAR BELAKANGUmumnya media untuk isolasi Shigella dari tinja terdiri dari media diferensial seperti MacConkey (MAC) dan media selektif seperti agar Salmonella-Shigella (SS), xylose-lysine-deoxycholate (XLD), dan Hektoen enteric (HEA). Untuk isolasi kuman enterik digunakan kombinasi media dengan selektivitas sedang dan sangat selektif, tetapi belum ada keseragaman mengenai media atau kombinasi media yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan media MAC, SS, dan XLD serta mengetahui media mana yang paling sensitif untuk isolasi Shigella.METODEUsap dubur dari penderita diare ditanamkan pada agar MAC, SS dan XLD. Lempeng- agar diinkubasi pada suhu 370C selama 24 jam. Koloni tersangka (non-lactose fermenting) diambil dan ditanamkan ke media biokimia untuk identifikasi Shigella. Uji serologi dilakukan untuk konfirmasi dengan menggunakan serum anti spesifik (Difco laboratories, Detroit, MI). Program Epi Info versi 6 (Center for Disease Control and Prevention) digunakan untuk analisis statistik.HASILSebanyak 1.027 usap dubur dari penderita diare dibiakkan pada agar MAC, SS, dan XLD. Hasil isolasi untuk Shigella secara keseluruhan adalah 8,4%, terdiri dari S. flexneri 6,2%, S. sonnei 1,9%, S. boydii 0,2% dan S. dysenteriae 0,2%. Derajat isolasi Shigella pada agar MAC adalah sebesar 5,1%, pada SS 4,8%, dan pada XLD 7,1%. Kombinasi dari media biakan menunjukkan bahwa 6,5% dari isolat Shigella diperoleh dari MAC+SS, 8,1% dari MAC+XLD, dan 7,9% dari SS+XLD. Dari 86 usap dubur yang positif untuk Shigella, 20 (22,7%) isolat berasal ari lempeng agar XLD saja, 5 (5,8%) dari SS saja, dan 6 (7,0%) dari MAC saja.KESIMPULANUntuk isolasi S. flexneri dan S. sonnei, XLD adalah media yang paling sensitif. MAC+XLD merupakan kombinasi media diferensial dan selektif yang paling sensitif untuk isolasi kuman Shigella.
Re-emergensi chikungunya : epidemiologi dan peran vektor pada penyebaran penyakit Suriptiastuti, Suriptiastuti
Universa Medicina Vol 26, No 2 (2007)
Publisher : Faculty of Medicine, Trisakti University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/UnivMed.2007.v26.101-110

Abstract

Chikungunya (CHIK) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dari genus Alphavirus, famili Togaviridae, dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Ae. albopictus yang terinfeksi oleh virus tersebut. Penyakit ini pertama kalinya dilaporkan oleh Robinson dan Lumsden setelah terjadinya wabah di lembah Makonde tahun 1952. Seperti halnya dengan malaria dan dengue, penyakit ini telah menjadi endemis di negara-negara di Afrika dan Asia. dan telah menimbulkan wabah di tempat-tempat tersebut. CHIK ditandai oleh adanya tiga gejala khas (trias) yaitu demam, nyeri sendi (arthralgia) dan ruam kulit (rash). CHIK adalah penyakit yang bersifat dapat sembuh sendiri (self-limiting) dan tidak ada pengobatan yang spesifik untuk demam CHIK. Upaya pengobatan hanya bersifat simtomatis, oleh karena itu pengendalian vektor merupakan usaha yang tepat pada pencegahan penyakit.
Profil keparahan cedera pada korban kecelakaan sepeda motor di Instalasi Gawat Darurat RSUP Fatmawati Riyadina, Woro; Subik, Ita Puspitasari
Universa Medicina Vol 26, No 2 (2007)
Publisher : Faculty of Medicine, Trisakti University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/UnivMed.2007.v26.64-72

Abstract

Latar belakangProporsi disabilitas dan case fatality rate cedera akibat kecelakaan lalu lintas masih tinggi (25%). Cedera akibat kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab utama disabilitas dan mortalitas di negara berkembang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan profil keparahan cedera yang dialami oleh korban kecelakaan lalu lintas sepeda motor yang masuk ke bagian Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Pusat (IGD RSUP) Fatmawati.MetodePenelitian ini merupakan bagian dari penelitian “Pengembangan Surveilans Cedera Akibat Kecelakaan Lalu Lintas pada Pengendara Sepeda Motor.” Pengumpulan data dilakukan selama 1 bulan yaitu selama bulan Oktober 2005. Responden adalah pengendara sepeda motor baik sebagai pengemudi maupun penumpang yang mengalami kecelakaan lalu lintas dan masuk ke IGD rumah sakit. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara terhadap korban kecelakaan maupun pengantar dengan menggunakan formulir register cedera.Hasil Korban kecelakaan sepeda motor yang masuk ke IGD RSUP Fatmawati selama kurun waktu 1 bulan sebanyak 138 orang. Karakteristik korban adalah mayoritas laki-laki 73,9%, berumur sekitar 21-30 tahun 43,5%, pendidikan setingkat SMU 59,4% dan bekerja sebagai pegawai swasta 55,8%. Kondisi korban yang mengalami cedera ringan sekitar 52,2%, cedera parah 47,8%. Daerah cedera meliputi kepala 55,1% dengan commotio cerebri 6,5%, kaki 12,3% dan lutut/tungkai bawah 9,4%. Jenis luka meliputi luka terbuka 42,0%, patah tulang 18,0% dan luka lecet 14,5%. Faktor-faktor yang berbeda bermakna dengan keparahan cedera adalah waktu terjadinya kecelakaan (malam hari) dan kecepatan kendaraan ³ 60 km/jam (p<0,05).Kesimpulan Korban kecelakaan sepeda motor yang masuk ke IGD RSUP Fatmawati kebanyakan mengalami cedera di bagian kepala dengan luka terbuka, dan kondisi korban yang parah cukup besar yaitu 47,8%.
Profile of nonstructural glycoprotein NS1 as a diagnostic marker in dengue type 2 virus infection Muliawan, Sylvia Y.
Universa Medicina Vol 26, No 2 (2007)
Publisher : Faculty of Medicine, Trisakti University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/UnivMed.2007.v26.73-79

Abstract

BackgroundSeveral studies in dengue on cloned or cell culture passaged in wild and attenuated virus have been performed, but each report described different sites of nucleotide and amino acid changes possibly associated with virulence. The aim of this study was to investigate protein expression of dengue type 2 virus infected C6/36 cells through two-dimensional gel electrophoresis followed by N-terminal Edman degradation sequencing to identify target proteins.MethodsTwo type of samples; dengue type 2 virus-infected C6/36 cells and uninfected C6/36 cells were prepared. Immobilized non-linear pH gradient strips, pH 3-10 were used in isoelectric focusing, and 10% homogeneous gels were used in Sodium dodecyl sulphate - Polyacylamide gel electrophoresis. The target protein spots were subsequently transferred onto polyvinyldifluoride membrane by western blotting and visualized by coomassie brilliant blue for N-terminal sequencing purpose.ResultsThis study revealed four target protein spots in dengue type 2 virus-infected C6/36 cells that were not present in uninfected C6/36 cells. The N-terminal sequencing result was D-S-G-C-V-V-S-W-K-N-K which was identical to nonstructural glycoprotein NS1 (Swissprot-database) associated with the replication process of flaviviruses. ConclusionNonstructural NS1 might be used as a diagnostic marker and/or as a parameter to evaluate the effect of antiviral agents for dengue type 2 virus infection/replication.
Hubungan antara konsumsi iodium dan gondok pada siswi berusia 15-17 tahun Budiman, Basuki; Sumarno, Iman
Universa Medicina Vol 26, No 2 (2007)
Publisher : Faculty of Medicine, Trisakti University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/UnivMed.2007.v26.80-89

Abstract

LATAR BELAKANGKonsekuensi gangguan akibat kekurangan iodium (GAKI) yang paling utama adalah kelainan neuropsikologi dalam masa pertumbuhan janin. Remaja merupakan kelompok usia yang segera akan menghasilkan keturunan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai adanya hubungan antara konsumsi iodium dan prevalensi gondok pada remaja. METODEPenelitian ini dirancang menggunakan desain potong-lintang. Sebanyak 300 siswa putri SMU usia 15-18 tahun di Kabupaten Minahasa (Mn, Sulawesi), Bukittinggi (Bt, Sumatera) dan Gunungkidul (Gk, Jawa), berpartisipasi dalam penelitian ini. Pembesaran tiroid (gondok) dipalpasi dengan mengikuti kriteria WHO/ICCIDD. Data yang dikumpulkan termasuk sampel urin sesaat (casual urine), perihal kesukaan remaja mengudap, contoh garam dapur rumahtangga, dan penggunaan garam beriodium. HASILPrevalensi gondok pada siswi sangat tinggi di tiga kabupaten, sebesar 51,0% (Mn), 41,6% (Bt) dan 31,1% (Gk) searah dengan gradasi proporsi defisit iodium menurut konsentrasi iodium dalam urin (KIU) (<100 mg/L bertutur-turut: 38,1%; 24,3% dan 11,6%) yang berada dalam kisaran normal. Kualitas garam beriodium di Mn paling bagus (>20 ppm iodium = 56%) begitu pula jenis garam yang dikonsumsi (92,0% garam halus) dibandingkan dengan dua kabupaten lainnya (Gk 90% garam bata; Bt 61,5 % garam curai/krosok). KESIMPULANKonsumsi iodium berhubungan dengan prevalensi gondok pada siswi berusia 15-17 tahun.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2007 2007


Filter By Issues
All Issue Vol. 44 No. 3 (2025): Ahead Of Print Vol. 44 No. 2 (2025) Vol. 44 No. 1 (2025) Vol. 43 No. 3 (2024) Vol. 43 No. 2 (2024) Vol. 43 No. 1 (2024) Vol. 42 No. 3 (2023) Vol. 42 No. 2 (2023) Vol. 42 No. 1 (2023) Vol. 41 No. 3 (2022) Vol. 41 No. 2 (2022) Vol. 41 No. 1 (2022) Vol. 40 No. 3 (2021) Vol. 40 No. 2 (2021) Vol. 40 No. 1 (2021) Vol. 39 No. 3 (2020) Vol 39, No 3 (2020) Vol. 39 No. 2 (2020) Vol 39, No 2 (2020) Vol 39, No 1 (2020) Vol. 39 No. 1 (2020) Vol 38, No 3 (2019) Vol 38, No 2 (2019) Vol 38, No 2 (2019) Vol 38, No 1 (2019) Vol 38, No 1 (2019) Vol 37, No 3 (2018) Vol 37, No 3 (2018) Vol. 37 No. 2 (2018) Vol 37, No 2 (2018) Vol 37, No 2 (2018) Vol 37, No 1 (2018) Vol 37, No 1 (2018) Vol. 36 No. 3 (2017) Vol 36, No 3 (2017) Vol 36, No 3 (2017) Vol 36, No 2 (2017) Vol 36, No 2 (2017) Vol 36, No 1 (2017) Vol 36, No 1 (2017) Vol 35, No 3 (2016) Vol 35, No 3 (2016) Vol 35, No 2 (2016) Vol 35, No 2 (2016) Vol 35, No 1 (2016) Vol 35, No 1 (2016) Vol. 35 No. 1 (2016) Vol 34, No 3 (2015) Vol 34, No 3 (2015) Vol. 34 No. 2 (2015) Vol. 34 No. 1 (2015) Vol. 33 No. 3 (2014) Vol. 33 No. 2 (2014) Vol. 33 No. 1 (2014) Vol. 32 No. 3 (2013) Vol. 32 No. 2 (2013) Vol. 32 No. 1 (2013) Vol. 31 No. 3 (2012) Vol. 31 No. 2 (2012) Vol. 31 No. 1 (2012) Vol 31, No 1 (2012) Vol 31, No 1 (2012) Vol 30, No 3 (2011) Vol 30, No 3 (2011) Vol 30, No 2 (2011) Vol 30, No 2 (2011) Vol 30, No 1 (2011) Vol 30, No 1 (2011) Vol 29, No 3 (2010) Vol 29, No 3 (2010) Vol 29, No 2 (2010) Vol 29, No 2 (2010) Vol 29, No 1 (2010) Vol 29, No 1 (2010) Vol 28, No 3 (2009) Vol 28, No 3 (2009) Vol 28, No 2 (2009) Vol 28, No 2 (2009) Vol 28, No 1 (2009) Vol 28, No 1 (2009) Vol 27, No 4 (2008) Vol 27, No 4 (2008) Vol 27, No 3 (2008) Vol 27, No 3 (2008) Vol 27, No 2 (2008) Vol 27, No 2 (2008) Vol 27, No 1 (2008) Vol 27, No 1 (2008) Vol 26, No 4 (2007) Vol 26, No 4 (2007) Vol 26, No 3 (2007) Vol 26, No 3 (2007) Vol 26, No 2 (2007) Vol 26, No 2 (2007) Vol 26, No 1 (2007) Vol 26, No 1 (2007) More Issue