cover
Contact Name
Agus Yuniawan Isyanto
Contact Email
agusyuniawanisyanto@unigal.ac.id
Phone
+6285223361182
Journal Mail Official
mimbaragribisnis@unigal.ac.id
Editorial Address
Jl. RE Martadinata No. 150 Ciamis 46274
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis
Published by Universitas Galuh
ISSN : 24604321     EISSN : 25798340     DOI : 10.25157/ma
Core Subject : Agriculture,
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan hasil-hasil penelitian sosial ekonomi pertanian. Jurnal ini bertujuan untuk memperluas dan menciptakan inovasi dalam konsep, teori, paradigma, perspektif dan metodologi dalam ilmu sosial ekonomi pertanian. Ruang lingkup Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis meliputi: Ekonomi Pertanian Sosiologi pertanian Kebijakan pertanian Pembangunan pertanian Penyuluhan pertanian Komunikasi pertanian Kelembagaan pertanian Usahatani dan pascapanen Agroindustri Perdagangan internasional Ketahanan pangan Manajemen agribisnis Manajemen produksi Manajemen operasi Manajemen pemasaran Pembiayaan agribisnis Rantai pasok Perencanaan wilayah pertanian Ekonomi sumberdaya alam.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2016): Januari 2016" : 10 Documents clear
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI STROBERI Cici Aulia Permata Bunda
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 1, No 2 (2016): Januari 2016
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.77 KB) | DOI: 10.25157/ma.v1i2.50

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman bagi agroindustri stroberi “Kharisma” serta mengetahui strategi yang paling tepat dalam upaya pengembangan agroindustri stroberi “Kharisma” Desa Alam Endah Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus pada agroindustri stroberi “Kharisma” di Desa Alam Endah Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung. Alat analisis yang digunakan adalah analisis SWOT (Strengths,Weaknesses, Opportunities dan Threats) dan QSPM (Quantitative StrategicPlanning Matrix).Hasil analisis dan pembahasan menunjukan bahwa faktor-faktor yang menjadi kekuatan bagi agroindustri stroberi Kharisma yaitu kualitas bahan baku yang bagus, produk yang dihasilkan memiliki keunggulan rasa dan tanpa bahan pengawet, sumber daya finansial (modal) sepenuhnya berasal dari perusahaan (equity capital), penyediaan bahan baku yang efektif dan efisien serta proses produksi masih sederhana sehingga rasa lebih khas. Faktor-faktor yang menjadi kelemahan bagi agroindustri stroberi Kharisma yaitu belum memiliki outlet penjualan secara khusus, promosi belum dilakukan, keterbatasan suplai tenaga kerja terampil, lokasi usaha tidak terletak di jalan utama, ketersediaan sarana produksi belum optimal dan kapasitas produksi masih kecil.Faktor-faktor yang menjadi peluang bagi agroindustri stroberi Kharisma yaitu pertumbuhan objek wisata yang cukup pesat, selera konsumen yang beragam, pemasok yang mampu menjamin ketersediaan bahan baku, adanya dukungan kebijakan atau program pemerintah bagi pengembangan agroindustri, keberadaan agen yang loyal dan budaya atau kebiasaan wisatawan atau masyarakat membeli oleh-oleh khas daerah. Faktor-faktor yang menjadi ancaman bagi agroindustri stroberi Kharisma yaitu pesaing produk agroindustri sejenis, kenaikan biaya produksi dan faktor musim yang mempengaruhi kualitas buah stroberi sebagai bahan baku.Strategi yang paling tepat dalam upaya pengembangan agroindustri stroberi Kharisma adalah strategi S-O (Strengths- Opportunities)yaitu dengan meningkatkan volume penjualan melalui optimalisasi potensi pasar wisata dan pengembangan produk.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DENGAN RESPON PETANI DALAM PROGRAM PENGEMBANGAN KEDELAI (Kasus pada Program SL-PTT Kedelai di Kabupaten Ciamis) Zulfikar Noormansyah; Dini Rochdiani
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 1, No 2 (2016): Januari 2016
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.14 KB) | DOI: 10.25157/ma.v1i2.56

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) Mengindentifikasikan karakteristik petani kedelai Program SL-PTT Kedelai di lahan sawah dan darat, 2) Mengindentifikasikan respons petani dalam melaksanakan usahatani kedelai Program SL-PTT Kedelai di lahan sawah dan darat, dan 3) Menganalisis hubungan karakteristik dan respon petani dalam Program SL-PTT Kedelai di lahan sawah dan darat.Objek penelitian ini adalah karakteristik dan respon petani dalam melaksanakan program SL-PTT Kedelai yang mengambil lokasi penelitian di Kabupaten Ciamis. Metode yang digunakan adalah metode survey. Dengan jumlah responden dalam penelitian ini 241 petani kedelai lahan sawah dari 4.256 petani, dan 137 petani kedelai lahan darat dari 2.414 petani dengan menggunakan stratifikasi random sampling. Hasil penelitian menunjukkan : 1) Secara umum karakteristik petani peserta Program SLPTT Kedelai di Kabupaten Ciamis baik lahan sawah maupun lahan darat masuk dalam kategori sedang. Karakteristik petani kategori lahan sempit untuk petani lahan sawah masuk kategori sedang, sedangkan petani lahan darat masuk kategori rendah. Karakteristik petani kategori lahan luas untuk petani lahan sawah masuk kategori tinggi dan petani lahan darat masuk kategori sedang 2) Respons petani peserta Program SL-PTT Kedelai di Kabupaten Ciamis secara umum masuk kategori tinggi. Respon berdasar katebori lahan sempit untuk lahan sawah masuk kategori sedang dan petani lahan darat masuk kategori tinggi. Untuk kategori lahan luas respon petani lahan sawah masuk kategori tinggi dan petani lahan darat masuk kategori sangat tinggi 3) Terdapat hubungan positif antara karakteristik dan respon petani dalam program SL-PTT kedelai di Kabupaten Ciamis. Dengan sifat hubungan semakin tinggi karakteristik petani maka semakin tinggi pula respon petani dalam pelaksanaan program SL-PTT kedelai di Kabupaten Ciamis.
KELEMBAGAAN TATANIAGA DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PETANI MANGGA MEMILIH SISTEM TEBASAN Dini Rochdiani
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 1, No 2 (2016): Januari 2016
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.803 KB) | DOI: 10.25157/ma.v1i2.52

Abstract

Seiring dengan terjadinya perubahan pada pertanian global saat ini telah memaksa petani mangga untuk memproduksi komoditas secara kontinyu dan bernilai tinggi (melalui berbagai upaya peningkatan nilai tambah). Salah satu upaya petani untuk memenuhi tujuan tersebut adalah dengan melakukan sistem tebasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelembagaan tataniaga petani mangga yang melakukan sistem tebasan dan mengidentifikasi faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi petani mangga dalam melakukan sistem tebasan. Regresi multivariate digunakan sebagai alat analisis utama dalam mengolah data primer yang dikumpulkan melalui wawancara dengan 30 orang petani di Desa Pasirmuncang, Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh temuan penting, yaitu: (1) Dalam kelembagaan tataniaga mangga dengan sistem tebasan terdapat beberapa lembaga yang turut mengalirkan mangga dari produsen ke konsumen akhir, yaitu pedagang pengumpul tingkat Desa/Kecamatan, pedagang besar, para pedagang di pasar tradisional (lokal), eksportir, suplayer dan supermarket. Dalam pemasaran, buah mangga dikelompokan kedalam dua grade, yaitu grade AB merupakan grade utama, dipasarkan secara luas melalui empat saluran dan grade C (non grade) disalurkan ke pasar-pasar tradisional lokal melalui satu saluran pemasaran. Margin pemasaran paling besar terjadi pada saluran pemasaran yang pelaku-pelaku pasarnya melakukan penanganan hasil lebih intensif seperti suplayer dan supermarket dengan sasaran konsumen kelas ekonomi menengah ke atas. Pada seluruh saluran pemasaran grade AB, pedagang agen selalu mendapatkan marjin keuntungan paling besar, yaitu Rp.2.500,-/kg karena mereka merupakan pihak yang paling besar dalam pengeluaran biaya pemasaran dan juga resiko diakibatkan oleh fluktuasi harga jual mangga. Pengembangan produksi mangga masih perlu kerjasama dengan pelaku agribisnis, petani mendapatkan bantuan permodalan dan bimbingan praktek budidaya yang benai sementara pelaku agribisnis dapat memperoleh hasil mangga yang berkualitas, menciptakan peluang pasar baru dar mendirikan industri pengolah mangga segar untuk menjembatani kelebihan produksi pada waktu panen raya.Rata-rata petani mangga bersifat risk averse (penghindar risiko). (2) Secara serempak, faktor umur, pendidikan, pengalaman, luas lahan, biaya produksi, ketersediaan tenaga kerja dalam keluarga, kemampuan petani menanggung risiko, pendapatan petani dari mangga, dan pendapatan petani dari pekerjaan lainnya) mempengaruhi petani mangga untuk memilih sitem tebasan. Secara parsial, faktor umur petani dan faktor memiliki pekerjaan di luar usahatani mangga mempengaruhi secara negatif terhadap pemilihan sistem tebasan oleh petani mangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sistem tebasan di mangga merupakan salah satu alternatif untuk peningkatan keuntungan dan pendapatan bagi petani mangga.
SEGMENTASI PASAR PEMBELI TAHU SUMEDANG (Studi Kasus pada Perusahaan Tahu Bungkeng Kabupaten Sumedang) Srimenganti, Ning
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 1, No 2 (2016): Januari 2016
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.498 KB) | DOI: 10.25157/ma.v1i2.57

Abstract

Kabupaten Sumedang dikenal sebagai daerah penghasil pangan olahan terkemuka di Jawa Barat, terkenal sebagai sentra ‘tahu camilan’ yang lebih dikenal dengan sebutan ‘tahu Sumedang’. ‘Tahu Sumedang’ adalah produk lokal Kota Sumedang, yang memiliki keunikan. Keunikan tersebut misalnya dari rasanya, dari teksturnya, proses pengolahan, hingga cara penyajian dan cara memakannya. Keunikan yang khas ini ternyata hanya dimiliki di Sumedang dan menjadi faktor keunggulan tahu Sumedang dibanding tahu-tahu lainnya.Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Unit analisisnya adalah konsumen yang membeli tahu di Bungkeng. Objek penelitian ini adalah karakteristik pembeli yang dikelompokkan berdasarkan demografi yaitu usia, jenis kelamin, pendapatan per bulan, pekerjaan, pendidikan,agama dan domisili.Segmentasi pembeli tahu Sumedang berdasarkan hasil penelitian, yang menjadi pembeli di BUNGKENG sebagai berikut : berdasarkan rentang usia sebagian besar pembelinya berada pada rentang usia 45 – 49 tahun dengan persentase 21,68%, berdasarkan jenis kelamin pembeli laki-laki lebih banyak daripada perempuan dengan persentase 50,18%. Berdasarkan Agama, pembeli mayoritas beragama islam dengan persentase mencapai 94,18%. Sedangkan dilihat dari segmen pendidikan, pendidikan terakhinya sebagian besar pembeli berpendidikan terakhir SMA dengan persentase 52,13%. Apabila dilihat dari segmentasi pekerjaannya sebagian besar pekerja swasta dengan pendapatan 1 – 1,5 juta rupiah per bulan. Segmen Demografi berdasarkan domisili menunjukan bahwa pembeli berdomisili di Jawa Barat dengan persentase 54,58%.
ESTIMASI EFISIENSI TEKNIS DAN EKONOMIS USAHATANI KEDELAI (Glycine max L.) PADA LAHAN SAWAH Hendar Nuryaman
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 1, No 2 (2016): Januari 2016
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.813 KB) | DOI: 10.25157/ma.v1i2.53

Abstract

Bertambahnya populasi penduduk Indonesia, peningkatan pendapatan perkapita dan kesadaran masyarakat akan gizi makanan serta kebutuhan akan industri pangan dan pakan yang berbahan baku kedelai, dimasa mendatang proyeksi permintaan akan kedelai terus meningkat. Hanya sekitar 35 persen dari total kebutuhan yang dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri. Keadaan ini tidak dapat dibiarkan terus-menerus, mengingat potensi lahan cukup luas, teknologi, dan sumberdaya lainnya cukup tersedia. Untuk menekan laju impor kedelai dapat diupayakan melalui berbagai strategi diantaranya peningkatan produktivitas, perluasan areal tanam dan peningkatan efisiensi pada faktorfaktor produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Pengaruh faktor-faktor produksi secara terhadap produksi usahatani kedelai, (2) Efisiensi faktor-faktor produksi secara teknis dan ekonomis pada usahatani kedelai, dan (3) Estimasi penambahan atau pengurangan faktor-faktor produksi. Penelitian dilakukan di Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis. Metode yang digunakan adalah survai eksplanatory (Explanatory survey). Penarikan sampel menggunakan teknik penarikan sampel berstrata dengan jumlah ukuran sampel sebanyak 97 orang. Data dianalisis menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglass dan pendekatan fungsi produksi frontier. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh penggunaan faktor produksi secara teknis, dimana lahan, benih dan tenaga kerja berpengaruh terhadap produksi pada lahan luas dan lahan sedang, pupuk organik hanya berpengaruh pada lahan luas. Pada lahan sempit, hanya faktor produksi lahan yang berpengaruh terhadap produksi. Secara ekonomis, analisis simultan variabel yang diamati baik itu pada lahan luas, sedang maupun pada lahan sempit berpengaruh nyata terhadap produksi. Sedangkan secara parsial pada lahan luas dan lahan sedang variable lahan, benih dan tenaga kerja berpengaruh nyata. Sedangkan pada lahan sempit, variabel lahan, urea, KCL dan tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani kedelai. Tingkat efisiensi secara teknis pada lahan luas, sedang dan sempit sudah mencapai tingkat yang efisien. Secara ekonomis pada lahan luas, sedang dan sempit tidak ada faktor produksi yang tepat efisien atau NPMXi/PXi=1. Faktor-faktor produksi kebanyakan berada pada kondisi yang tidak efisien baik itu pada lahan luas, sedang maupun sempit, dengan kata lain penggunaannya terlalu berlebihan sehingga perlu dikurangi.
FLUKTUASI HARGA CABAI MERAH KERITING (Capsicum annum L) DI SENTRA PRODUKSI DAN PASAR INDUK (Tinjauan Harga Cabai Merah Keriting di Kecamatan Cikajang dan Pasar Induk Kramat Jati Jakarta) Dety Sukmawati
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 1, No 2 (2016): Januari 2016
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.486 KB) | DOI: 10.25157/ma.v1i2.58

Abstract

Cabai merah merupakan salah satu komoditas yang memiliki fluktuasi harga yang cukup besar. Fluktuasi harga cabai merah dapat disebabkan oleh besarnya jumlah penawaran dan besarnya jumlah permintaan. Semakin tinggi jumlah penawaran maka harga akan rendah, sedangkan semakin sedikitnya jumlah penawaran harga akan semakin meningkat (ceteris paribus). Harga cabai merah yang sangat fluktuatif menjadikan komoditas ini sulit untuk dapat diprediksi (Murhalis , 2007) . Berdasar sifat dan masalahnya rancangan penelitian ini termasuk deskriptip yaitu untuk mengetahui tinjauan harga caba merah keriting dan disertai statistik deskriptif untuk mengetahui fluktuasi/stabilitas harga cabai merah keriting di sentra produksi dan pasar induk . Penelitian ini menggunakan data time series harga cabai merah pada sentra produksi cabai merah keriting Cikajang Kabupaten Garut dan Pasar Induk Kramat Jati, dengan menggunakan data harga cabai merah keriting harian pada tahun 2014 . Data yang digunakan bersumber dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan Jawa Barat dan dianalisis dengan menggunakan program EVIEWS 8. Fluktuasi harga cabai merah kertiitng di ke 2 tempat mengalami fluktuasi harga yang tinggi dari jenis sayuran lainnya. Cabai merah merupakan komoditas yang mengalami fluktuasi harga setiap waktu. Dalam kurun waktu 10 tahun perkembangan harga cabai merah di 2 tempat mengalami fluktuasi dengan rentang yang berbeda. Harga di pasar induk lebih berfluktuasi dari sentra produksi . Hal ini berdasar hasil analisis standar deviasi sentra produksi Cikajang (15165,64) dan Pasar Induk Kramat Jati (18302,01). Ketidakstabilan harga tersebut dikarenakan di pasar mekanisme pasar tidak bekerja, distribusi antar pelaku pasar tidak adil hal ini menunjukkan bahwa pasar cabai merah tidak efisien atau tidak sehat. Pasar tidak sehat ditunjukkan dengan harga terlalu murah akan merugikan produsen, dan harga terlalu mahal merugikan konsumen, hal ini terjadi akibat perubahan penawaran dan permintaan yang menimbulkan fluktuasi harga sehingga fluktuasi harga secara ekonomi akan menyulitkan prediksi bisnis.
ANALISA KELAYAKAN USAHATANI JAGUNG DI KABUPATEN CIAMIS Ai Husnul Khotimah
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 1, No 2 (2016): Januari 2016
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.656 KB) | DOI: 10.25157/ma.v1i2.54

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Besarnya biaya dan penerimaan pada usahatani jagung di Kabupaten Ciamis (2) R/C ratio pada usahatani jagung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai dengan mengambil kasus pada komoditi jagung di Kabupaten Ciamis. Teknik penarikan sampel dilaksanakan menggunakan two stage cluster random sampling untuk sampel area dan strata simple random sampling untuk sampel petani. Data yang diperoleh dianalisa secara deskriptif. Usahatani jagung dianalisis dengan analisis biaya, pendapatan dan R/C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani jagung di Kabupaten Ciamis sudah mulai pada usahatani komersial, dengan teknik budidaya yang masih konvensional, yang pelaksanaannya dipadukan dengan budidaya ternak. R/C yang didapat sebesar 2,22 menunjukkan bahwa usahatani jagung di Kabupaten Ciamis menguntungkan.
UPAYA PENGEMBANGAN AGRIBISNIS TERNAK DOMBA MELALUI PERBAIKAN MUTU PAKAN DAN PENINGKATAN PERAN KELOMPOKTANI DI KECAMATAN PANUMBANGAN KABUPATEN CIAMIS Tita Rahayu
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 1, No 2 (2016): Januari 2016
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.614 KB) | DOI: 10.25157/ma.v1i2.59

Abstract

Upaya Pengembangan Agribisnis Ternak Domba Melalui Perbaikan Mutu Pakan dan Peningkatan Peran Kelompoktani di Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis dengan mengambil lokasi Kelompoktani Mekar 1 Desa Golat. Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pengembangan agribisnis ternak domba melalui perbaikan mutu pakan, meningkatkan peran dan fungsi kelompoktani secara optimal. Untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam pemilihan pakan yang memenuhi syarat kualitas dan kuantitas pakan yang baik, meningkatkan pertambahan berat badan harian ternak domba serta meningkatkan pendapatan petani. Penyuluhan yang dilakukan secara individual maupun kelompok. Metode yang digunakan adalah pertemuan kelompok, ceramah, diskusi, anjangsana dan demostrasi cara. Materi yang disampaikan meliputi subsistem agro input dan agroproduksi diantaranya dalam aspek pemilihan bibit, perbaikan mutu pakan, perkandangan, perawatan ternak, pencegahan, pengobatan penyakit, pengelolaan reproduksi dan subsistem pemasaran hasil. Pembinaan dilakukan pada 20 orang peternak sebagai sampel. Kaji terap teknologi dilaksanakan pada 8 ekor ternak domba dengan kisaran umur 6-8 bulan yang dibagi menjadi 2 perlakuan. Kelompok pertama (Po) diberi rumput saja (Kebiasaan petani), kelompok kedua (P1) diberi rumput 10 % dari berat badan ditambah 200 gr dedak padi dan Bioplus 300 gr per ekor (Satu dosis pemberian).
ANALISIS TINGKAT PENDAPATAN ANTARA USAHATANI JAGUNG PANEN MUDA DAN PANEN PIPILAN DI KABUPATEN SERANG PROVINSI BANTEN Dian Anggraeni
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 1, No 2 (2016): Januari 2016
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.733 KB) | DOI: 10.25157/ma.v1i2.51

Abstract

Jagung (Zea mays) merupakan salah satu komoditas strategis dalam perekonomian Indonesia, karena merupakan bahan makanan penghasil karbohidrat kedua setelah padi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui besarnya biaya antara usahatani jagung panen muda dengan panen pipilan (2). Mengetahui pendapatan usahatani jagung panen muda dan panen pipilan, (3) mengetahui kelayakan usahatani jagung di Kabupaten Serang Provinsi Banten. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey. Metode penentuan sampel dengan cara multistage random sampling dengan total sampel sebanyak 101 petani jagung. Data dianalisis dengan cara tabulasi dan menggunakan rumus biaya, pendapatan usahatani dan R/C ratio. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Rata-rata besarnya biaya usahatani jagung panen muda per hektar per musim tanam Rp 5.343.950,00 sedangkan biaya usahatani jagung panen pipilan sebesar Rp 5.762.211,00 per hektar per musim tanam; 2) Rata-rata besarnya pendapatan usahatani jagung panen muda sebesar Rp. 10.217.411,00 per hektar per musim tanam. Sedangkan pendapatan dari usahatani jagung panen pipilan sebesar Rp 10.668.564,00 per hektar per musim tanam; 3) R-C ratio untuk usahatani jagung panen muda 2,91 sedangkan besarnya R/C untuk usahatani jagung panen pipilan 2,85. Dengan demikian, usahatani jagung baik yang menggunakan sistim panen muda atau panen pipilan di Kabupaten Serang layak untuk dikembangkan.
ANALISIS RANTAI PASOKAN KOMODITAS FLORIKULTURA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT DI KABUPATEN BANDUNG BARAT Ivonne Ayesha
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 1, No 2 (2016): Januari 2016
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v1i2.55

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat dengan menggunakan menggunakan metode survei, dengan pendekatan desk research terhadap kajian lapangan. Objek penelitian adalah pelaku agribisnis florikultura dari hulu sampai hilir yang berada dalam rantai pasokan. Hasil wawancara dan observasi tentang fenomena kajian lapangan dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis dijadikan dasar untuk membuat gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan fenomena yang diteliti secara objektif tentang agribisnis florikultura. Model rantai pasokan agribisnis florikultura, memiliki dua aliran, yaitu aliran produk dan aliran uang. Aliran produk berupa bunga pot dan bunga potong, sedangkan aliran uang adalah perpindahan uang mulai dari konsumen samai pada pelaku paling hulu dalam sistem rantai pasokan florikultura. Terdapat tiga rantai pasokan dalam agribisnis florikultura, baik bunga pot maupun bunga potong. Panjangnya rantai pasokan tersebut, menyebabkan perbedaan harga (margin) antar harga produk yang diterima petani (produsen) dengan harga yang dibayarkan konsumen memiliki perbedaan yang sangat jauh. Kondisi ini disebabkan pasar produk bunga tidak terstruktur dan petani sangat tergantung kepada pengepul di desa sebagai tempat menjual bunganya. Berdasarkan temuan dan hasil analisis rantai pasokan agribisnis florikultura tersebut, maka upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pendapatan petani (produsen) agrbisnis florikultura adalah: 1) Usahatani pada teknologi (Non-land base agriculture, 2) Kredit pertanian, 3) Budaya enterpreneur, dan 4) Pusat pasar bunga di tingkat desa atau kecamatan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10