Articles
14 Documents
Search results for
, issue
"Vol 7 No 1 (2016)"
:
14 Documents
clear
PENGARUH MOBILISASI DINI TERHADAP PENURUNAN TINGGI FUNDUS UTERI PADA IBU NIFAS DI BPM ERLINA DARWIS DI KOTA BUKITTINGGI TAHUN 2015
Evi Evi Susanti
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35730/jk.v7i1.296
Mobilisasi dini adalah pergerakan yang dilakukan sedini mungkin dengan melatih bagian - bagian tubuh untuk melakukan peregangan atau belajar berjalan. Dari studi pendahuluan yang penulis lakukan diperoleh 2 dari 4 orang ibu bersalin yang melakukan mobilisasi dini berupa miring kiri kanan tinggi fundusnya lebih rendah dari 2 orang ibu yang tidak melakukan mobilisasi dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh  mobilisasi dini terhadap penurunan tinggi fundus uteri pada ibu nifas di BPM Erlina Darwis tahun 2015.Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental design dengan rancangan One Group Pretest-Posttest design. Penelitian dilakukan pada bulan September-Oktober di BPM Erlina Darwis Bukittinggi dengan sampel sebanyak 10 responden diambil secara consecutive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi dan lembar pencatatan. Pengolahan data dilakukan secara komputerisasi. Data dianalisis dengan uji statistik Wilcoxon Match Repairs test dengan derajat kepercayaan 95 %.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 responden yang melakukan mobilisasi dini 9 mengalami penurunan TFU yang signifikan dan 1 responden tidak mengalami penurunan TFU. Dari uji statistik didapatkan p value = 0,011 < 0,05.Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang bermakna antara mobilisasi dini dengan penurunan tinggi fundus uteri pada ibu nifas di BPM Erlina Darwis Bukittinggi. Diharapkan pada instansi pelayanan kesehatan khususnya bidan, agar dapat menerapkan mobilisasi dini pada ibu nifas karena sangat baik untuk menekan kejadian perdarahan.
PENGARUH INISIASI MENYUSU DINI TERHADAP PERUBAHAN SUHU TUBUH BAYI BARU LAHIR DI BPM “Y†KOTA BUKITTINGGI TAHUN 2015
Yeltra Yeltra Armi
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35730/jk.v7i1.297
Mayoritas bayi baru lahir terlahir normal dan sehat, bayi tersebut tidak memerlukan intervensi setelah pelahiran, selain dikeringkan dengan handuk hangat dan melakukan kontak kulit ke kulit dengan ibu mereka. Data yang diperoleh dari RSUD dr. Achmad Mochtar pada tahun 2014, didapatkan data bahwa kejadian hipotermia sebanyak 1,7%, bayi baru lahir sebanyak 2,6%, dan asfiksia sebanyak 4,9%. Salah satu penanganan kehilangan panas (hipotermi) salah satunya dengan melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui apakah ada pengaruh inisiasi menyusu dini terhadap pencegahan hipotermi pada bayi baru lahir di BPM “Y†kota bukittinggi tahun 2015. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain penelitian secara quasi eksperimen. Cara pengambilan sampel dengan accidental sampling. Data dikumpulkan dengan cara observasi, dan uji paired t-test secara komputerisasi. Dari pengolahan data yang dilakukan, didapatkan nilai p= 0,001. Dapat di jelaskan secara statistic ada hubungan yang signifikan antara pengaruh inisiasi menyusu dini terhadap pencegahan hipotermi pada bayi baru lahir. Penelitian ini menunjukkan bahwa ada peningkatan suhu setelah dilakukan IMD. Di harapkan pada bidan nantinya untuk melakukan IMD kepada bayi baru lahir agar terhindar dari hipotermi.
HUBUNGAN INFERTIL DENGAN RESPON PSIKOLOGIS ISTRI YANG MENGALAMI INFERTIL DI KOTA PADANG TAHUN 2015
Siti Siti Nurkhasanah
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35730/jk.v7i1.298
Infertilitas adalah ketidakmampuan untuk hamil setelah sekurang-kurangnya satu tahun berhubungan seksual dan sedikitnya empat kali seminggu tanpa kontrasepsi. Sejak Januari hingga September 2015 kasus infertilitas yang tercatat di klinik dokter “P†mencapai angka 149 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan infertil dengan respon psikologis istri yang mengalami infertil. Jenis penelitian ini adalah Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Dilaksanakan di Klinik dokter Putri Sri Lasmini SP.OG (K-Fer) di Kota Padang pada bulan Agustus-September 2015. Dengan populasi sebanyak 32 orang, maka didapatkan jumlah sampel sebanyak 23 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan kuesioner dan data diolah dan dianalisis dengan komputer. Hasil penelitian Sebagian besar responden mengalami infertil primer yaitu sebanyak 20 responden (86,96%). Lebih dari separoh responden baik yang infertil primer maupun infertil sekunder memiliki respon psikologis Mal Adaptif yaitu sebanyak 14 responden (60,87%). Tidak ada hubungan bermakna antara infertil dengan respon psikologis istri yang mengalami infertil di Kota Padang tahun 2015, p-value 1.000. Dengan demikian Diharapkan hasil penelitian ini bisa dijadikan masukan, informasi dan edukasi bagi pasangan suami istri/ibu tentang bagaimanakah respon psikologis yang ada pada istri yang mengalami infertil, dan yang pasti tujuan setelah mengetahui tentang respon psikologis ini pasangan suami istri tersebut akan memberikan respon psikologis yang positif tentang ketidaksuburan ini demi meningkatkan kualitas hidup kedepannya.
PENGARUH PENGETAHUAN MAHASISWA TENTANG UJI KOMPETENSI TERHADAP MINAT BELAJAR MAHASISWA D-III KEBIDANAN DI STIKES PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI TAHUN 2015
Lismarni Lismarni
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35730/jk.v7i1.299
Dalam rangka penjaminan mutu lulusan pendidikan tinggi khususnya bidang Kebidanan dan Keperawatan, maka diperlukan standarisasi lulusan memalui uji kompetensi. Uji Kompetensi adalah suatu proses untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, dan sikap tenaga kesehatan sesuai dengan standar profesi masing – masing. Indonesia memerlukan SDM Kesehatan bermutu, utamanya bidan. Maka dilakukannya upaya peningkatan SDM (sumber Daya Manusia) yang berkualitas dan berkompeten dalam praktik kesehatan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan mahasiswa tentang uji kompetensi terhadap minat belajar mahasiswa kebidanan di stikes prima nusantara bukittinggi, desain penelitian Cross Sectional, bulan Februari sampai Agustus 2015, jumlah sampel 186 orang dan tehnik sampel proporsional sampling. Pengumpulan data melalui dokumentasi jumlah mahasiswa kebidanan dan anket dengan kuesioner, data diolah dan dianalisis dengan komputer. Hasil penelitian didapatkan bahwa mahasiswa memiliki pengetahuan tinggi tentang uji kompetensi dan memiliki minat belajar juga tinggi sebanyak 53 responden (55,2 %), mahasiswa memiliki pengetahuan tentang uji dan memiliki minat belajar rendah sebanyak 43 responden (44,8%). Mahasiswa memiliki pengetahuan rendah tentang uji kompetensi namun memiliki minat belajar tinggi sebanyak 38 responden (42,8%) dan mahasiswa yang memiliki pengetahuan rendah dan minat belajar rendah sebanyak 52 responden (57,8%). Berdasarkan variabel yang diteliti tidak memiliki hubungan signifikan terhadap pengetahuan mahasiswa tentang uji kompetensi terhadap minat belajar mahasiswa dengan p-value 0,081. Dengan demikian diharapkan mahasiswa dapat meningkatkan pengetahuan mengenai perkembangan kebidanan di sertai dengan dorongan dan minat yang tinggi untuk dapat lulus dengan mutu yang berkualitas.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN INISIASI MENYUSUI DINI DI BIDAN PRAKTEK SWASTA PAULINA BUKITTINGGI 2015
Indah Indah Putri Ramadhanti
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35730/jk.v7i1.300
Tingginya Angka Kematian Bayi (AKB) dapat di cegah dengan melakukan IMD. Angka kematian bayi dapat mencapai 34 per 1000 kelahiran hidup. 22% kematian bayi yang baru lahir yaitu kematian yang terjadi dalam satu jam pertama, dapat dicegah bila bayi disusui oleh ibunya dalam satu jam pertama kelahiran. IMD harus dilakukan langsung saat bayi baru lahir tanpa boleh ditunda dengan kegiatan menimbang atau mengukur bayi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan Inisiasi Menyusui Dini di Bidan Praktek Swasta Paulina Bukittinggi 2015. Penelitian ini berbentuk kualitatif dengan metode desain deskriptif observatif dan wawancara. Sampel dalam penelitian ini adalah 7 Bayi yang lahir di bulan Juli.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan cara observasi kemudian dijelaskan secara sistematis dalam bentuk argumentasi yang objektif dan tidak dipengaruhi oleh pendapat peneliti sendiri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 7 responden yang melaksanakan Inisiasi Menyusui Dini terdapat 5 (71,42%) responden yang berhasil sedangkan 2 (28,58%) diantaranya gagal melaksanakan Inisiasi Menyusui Dini, hal ini disebabkan karena terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan Inisiasi Menyusui Dini di antaranya keadaan bayi, keadaan ibu, kolostrum dan puting susu. Dapat disimpulkan bahwa keadaan bayi, keadaan ibu, kolostrum dan puting susu merupakan faktor yang berperan penting dalam keberhasilan Inisiasi Menyusui Dini. Sebagai tenaga kesehatan diharapkan kita wajib menginformasikan hal-hal yang berkenaan dengan Inisiasi Menyusui Dini sehingga ibu dan keluarga dapat paham dan mengerti manfaat dari Inisiasi Menyusui Dini serta ikut mendukung dalam pelaksanaannya.
GAMBARAN PELAKSANAAN UKS (USAHA KESEHATAN SEKOLAH) DALAM PEMBERIAN INFORMASI KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP SISWA MTsN 1 BONJOL KABUPATEN PASAMAN TAHUN 2015
Mutia Mutia Felina;
Rahmi Rahmi Kurnia Gustin;
Feni Feni Nurfatimah
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35730/jk.v7i1.301
Masalah kesehatan yang dihadapi oleh remaja sangat kompleks dan bervariasi, yang dihadapi biasanya berkaitan dengan perilaku berisiko seperti penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya), kehamilan yang tak diinginkan, infeksi menular seksual termasuk HIV/AIDS. Program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan salah upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk menghadapi permasalahan tersebut. Dari hasil observasi yang dilakukan maka ditemukan kegiatan UKS belum berjalan secara maksimal di beberapa sekolah, salah satunya MTsN 1 Bonjol. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat bagaimana pelaksanaan UKS dalam pemberian informasi kesehatan reproduksi terhadap siswa MTsN 1 Bonjol Kabupaten Pasaman tahun 2015.Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua tenaga yang berhubungan dalam pelaksanaan UKS di MTsN 1 Bonjol dan sampel yang digunakan adalah tiga responden yaitu Kepala Sekolah, Pembina UKS, dan Kordinator Penanggung jawab UKS. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-bulan Oktober 2015.Dari hasil penelitian gambaran pelaksanaan UKS di MTsN 1 Bonjol dikatakan kurang baik pelaksanaanya. Kurangnya pelaksanaaan UKS dikarenakan kurangnya pelatihan yang diberikan oleh dinas kesehatan kepada pengurus UKS disetiap Sekolah dalam pelaksanaan UKS yang baik.Oleh karena itu diharapkan kepada pengelola program UKS dapat meningkatkan kegiatan UKS dan memberikan informasi yang baru, kreatif, dan inovatif guna meningkatkan program UKS di Sekolah
FAKTOR-FAKTOR PENYEMBUHAN POST OP KATARAK DI RSUD ARIFIN ACHMAD PEKANBARU 2015
Putri Putri Wulandini S
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35730/jk.v7i1.302
Katarak adalah setiap kekeruhan pada lensa mata yang dapat terjadi akibat hidrasi (penambahan cairan) lensa, denaturasi protein lensa atau akibat kedua-duanya yang disebabkan oleh berbagai keadaan. Angka kejadian Katarak di dominasi berada dinegara miskin dan berkembang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi proses penyembuhan pasien post op katarak, yang meliputi faktor usia, faktor nutrisi, dan faktor gaya hidup.Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif analitik.. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa data dilakukan secara univariat.Hasil penelitian terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi proses penyembuhan pasien pasca operasi katarak di Poli Klinik Mata RSUD Arifin Achmad pekanbaru tahun 2015 adalah sebagai berikut :Faktor Usia yang mempengaruhi umur <65 tahun responden sebanyak 28 responden (41,17%). Sedangkan umur >65 tahun sebanyak 40 responden (58,82%). Faktor nutrisi yang pola makan bergizi resonden sebanyak 40 orang (58,82%). Sedangkan pola makan tidak bergizi sebanyak 28 orang (41,17%). Faktor gaya hidup yang tidak beresiko responden sebanyak 52 orang (76,47%). Sedangkan pola makan tidak bergizi sebanyak 16 orang (23,52%).Diharapkan bagi pihak Rumah Sakit untuk memberikan pendidikan kesehatan setiap sebulan sekali tentang proses apa saja yang mempercepat penyembuhan pasca operasi katarak dan apa yang memperlambat proses penyembuhannya.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG VARIASI MAKANAN DENGAN STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANDIANGIN KOTA BUKITTINGGI TAHUN 2015
Nikmatullah Nikmatullah Wahida
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35730/jk.v7i1.303
Angka kejadian gizi di bukittinggi pada tahun 2011 kejadian gizi kurang pada balita sebanyak 675 orang balita (5.61%), dan kejadian gizi buruk sebanyak 155 orang balita (1,33%). Gizi merupakan salah satu penentu untuk kualitas sumber daya manusia, gizi kurang akan menyebabkan kegagalan pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan, meningkatkan angka kesakitan dan angka kematian, khususnya kematian terhadap anak dan balita. Penelitian ini bertujuan mengetahui Hubungan Pengeahuan Ibu Tentang Variasi Makanan dengan Status Gizi Balita di wilayah kerja Puskesmas Mandiangin, Bukittinggi Tahun 2015. Design rancangn penelitian yang digunakan adalah studi potong lintang (Cross sectional). Populasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang mempunyai Balita di wilayah kerja Puskesmas Mandiangin yaitu berjumlah 37 orang dengan jumlah balita 37 orang ibu pada bulan Februari 2015. Sampel dipilih dengan tehnik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan tehnik wawancara dengan alat bantu berupa kuesioner. Analisis data melalui dua tahapan, yaitu analisis univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi dan analisis bivariat untuk mengetahui hubungan. Analisis univariat dilakukan dengan uji kai kuadrat (Chi Square) serta perhitungan Odd Ratio. Hasil penelitian menunjukkan 56,8 % ibu anak balita memiliki pengetahuan yang tinggi dan 51,4 % anak balita memiliki status gizi baik, Hasil analisis bivariat pengetahuan berhubungan dengan status gizi balita di wilayah kerja puskesmas mandiangin bukittinggi tahun 2014 (p= 0.002;OR=13.86). Hasil ini dapat disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan, degan status gizi di wilayah kerja puskesmas mandiangin Bukittinggi tahun 2015 diharapkan pada petugas kesehatan untuk meningkatkan kualitas penyuluhan tentang gizi kurang pada orang tua yang mempunyai anak balita yang berada di Wilayah Kerja Puskemas Mandiangin Bukittinggi.
HUBUNGAN MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA PEGAWAI DI PUSKESMAS KAMPAI TABU DAN KARAMBIE (KTK) KOTA SOLOK TAHUN 2015
Mellia Mellia Fransiska;
Yeffi Yeffi Masnarivan;
Rika Yusfita Rika Yusfita
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35730/jk.v7i1.304
World Health Oganization menyebutkan tenaga kesehatan memberikan kontribusi hingga 80% dalam keberhasilan pembangunan. Keberhasilan tersebut diukur dengan kinerja pegawai. Menurut Mentri Negara Pemberdayaan Aparutur Negara Faisal Tarmin birokrasi PNS yang multikomplikatif bukan hanya isu belaka hampir (60%) PNS bekerja serebutan dan PNS yang profesional yang bekerja diinstansi pemerintah (40%). Pada Puskesmas Kampai Tabu dan Karambie (KTK) ditemui ada pegawai motivasi kerjanya rendah sehingga memiliki kinerja kurang memuaskan, terlihat masih ada pegawai yang datang terlambat, kurangnya pelayanan terhadap pasien sehingga kurangnya kerja sama antar rekan kerja. Tujuan Penelitian untuk mengetahui Hubungan Motivasi Kerja dengan Kinerja Pegawai di Puskesmas Kampai Tabu dan Karambie (KTK) Tahun 2015.Penelitian ini menggunakan desain Observasional Analitik dengan pendekatan Crossectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai November 2015 di Puskesmas Kampai Tabu dan Karambia (KTK). Populasi dari penelitian sebanyak 62 pegawai maka sampel penelitian berjumlah 62 responden diambil dengan menggunakan teknik Total Sampling. Analisis data dalam penelitian ini terdiri dari analisis univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi dari masing-masing variabel, analisis bivariat untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dengan dependen menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil menunjukan bahwa motivasi kerja negatif 36 (58,1%) responden dan yang memiliki kinerja memuaskan 38 (61,3%), penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan motivasi kerja ( P = 0,016 < 0,05) dengan Kinerja pegawai di Puskesmas Kampai Tabu dan Karambia (KTK).Kesimpulan dari sebagian responden masih ditemukan pegawai yang memiliki motivasi negatif sehingga kinerjanya kurang memuaskan. Disarankan kepada Instansi Puskesmas, Dinas Kesehatan agar memonitoring dan evaluasi kembali untuk meningkatkan motivasi dan kinerja terhadap para pegawai.
HUBUNGAN GAYA HIDUP DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS DUMAI TIMUR DUMAI-RIAU
Andalia Andalia Roza
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35730/jk.v7i1.305
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan gaya hidup dengan kejadian hipertensi di Puskesmas Dumai Timur Dumai-Riau Tahun 2009. Jenis Penelitian ini adalah Cross Sectional dengan responden 101 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner dengan skala guttman untuk variabel gaya hidup dan hasil tekanan darah responden. Analisa bivariat dengan tabulasi silang yaitu Chi Square. Hasil Penelitian menunjukkan sebanyak 50,50% responden memiliki gaya hidup buruk dan 67,33% responden tidak hipertensi. Tidak terdapat hubungan bermakna antara gaya hidup dengan kejadian hipertensi (p>0,05).