Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

EDUKASI MP-ASI DAN MAKANAN BERGIZI SEBAGAI STRATEGI PENCEGAHAN STUNTING Kholilah Lubis; Desri Nova H; Indah Putri Ramadhanti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting atau severely stunting merupakan permasalahan malnutrisi (kekurangan nutrisi) dan menyumbang 22,2% dari anak di dunia. Prevalensi stunting di Indonesia 21,6% dan menurun dari tahun sebelumnya. Di Sumatera Barat, prevalensi stunting 25,2% di tahun 2022 dan di Kota Bukittinggi mengalami penurunan, dari 19% di tahun 2021 menjadi 16,8% di tahun 2022. Penyebabnya asupan energi dan nutrisi harian yang tidak adekuat khususnya protein hewani. Menurut World Health Organization, dengan mengkonsumsi protein hewani sebanyak 10-15% perharinya dapat mencegah stunting pada balita. Dampak stunting sangat luas pada individu, masyarakat bahkan negara. Anak yang menderita stunting mengalami keterlambatan di sekolah menunjukkan pembelajaran dan kemampuan intelektual yang buruk, memiliki intelligent quotient (IQ) rendah, mengulang kelas di sekolah dan kecil kemungkinannya untuk lulus periode waktu normal. Anak-anak tidak mencapai kapasitas genetik maksimum pada tahap kehidupan selanjutnya sehingga membebani sumber daya manusia dalam hal produktivitas ekonomi yang rendah yang akhirnya mempengaruhi negara. Tujuan pengabdian adalah meningkatkan pengetahuan orangtua (ibu) mengenai penerapan MP-ASI baik dan makanan bergizi pada balita sebagai alternatif pencegahan stunting. Sasarannya adalah orangtua (ibu) balita sebanyak 21 orang di Posyandu Dahlia, Kelurahan Campago Guguk Bulek, Kota Bukittinggi. Tahapan pengabdian ini yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi/ pelaporan. Kegiatan ini memberi efek baik terhadap pengetahuan orangtua (ibu) dibuktikan dengan hasil evaluasi bahwa adanya peningkatan rerata pengetahuan sebelum dan setelah dilakukan penyuluhan.
Ginger (Zingiber Officinale) and Mint Leaves (Mentha Piperrita L) Alleviate Emesis Gravidarum Indah Putri Ramadhanti; Uli Hermalina Lubis
Women, Midwives and Midwifery Vol. 1 No. 2 (2021): Women, Midwives and Midwifery journal
Publisher : Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia (AIPKIND)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.978 KB) | DOI: 10.36749/wmm.1.2.37-45.2021

Abstract

Background: Emesis gravidarum is a feeling of nausea that appears in pregnant women, especially in the morning. Pregnant women experience nausea, vomiting, 2% in the morning, 80% throughout the day and 18% progress to delivery. In Indonesia, there are 50-75% cases of nausea and vomiting experienced by pregnant women. The cause is an increase in the hormones estrogen, progesterone and the secretion of hCG. The content in ginger (Zingiber OffIcinale) and mint leaves (Mentha Piperrita L) can reduce the incidence of emesis gravidarum thereby preventing bad health conditions of pregnant women that interfere with fetal growth and development. Purpose: To know the effectiveness of giving ginger and mint leaves to reduce emesis gravidarum for pregnant women. Methods: The research method used is the Quasy Experiment method with the Two Group Pre and Post-Test Design approach. The population of first trimester pregnant women is 60 people. The number of samples in each group was 4 women using the 2 free sample formula and purposive sampling technique. The results of the normal distribution test with the Saphiro Wilk test, the data are normally distributed so that it uses the paired t-test and the independent t-test. Results: Based on the univariate test, it was found that the average before infusion of ginger was 9.25 and 5.25 after being given steeped ginger. On average, before being given the mint leaf steeped was 10.0 and after being given the mint leaf steeped was 7.00. Based on the paired t-test, it was found that the p-value of steeped ginger was 0.011 <0.05, while the p-value of steeped mint leaves was 0.024 <0.05. Based on the independent t-test, it was found that the effectiveness of giving steeped ginger and mint leaves was p-value 0.013 <0.05. Conclusion: Ginger and mint leaves statistically alleviate emesis gravidarum in the first trimester of pregnancy. Midwives could suggest the women to consume ginger and mint leaves as alternative or complementary treatment of emesis gravidarum.
SARI TEMULAWAK (Curcuma XanthorhizzaRoxb) PADA VOLUME ASI IBU POSTPARTUM) Indah Putri Ramadhanti; Maili Yusra; Fontanella Fontanella
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 11 No 2 (2022): Al-Insyirah Midwifery: Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Sciences)
Publisher : STIKes Al-Insyirah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.75 KB) | DOI: 10.35328/kebidanan.v11i2.2155

Abstract

Based on 2017 WHO data, exclusive breastfeeding reached 43.5%, far from meeting the world target of 95%. In Indonesia, it only reached 61.3% of the 80% target. The main factor is due to the low production of breast milk at the beginning of breastfeeding and the lack of knowledge of the mother. Efforts to overcome the problem are to stimulate milk production by giving ginger extract which is rich in lactogogu, polyphenols, and flavonoids to stimulate the hypothalamus to maximize the production of the hormone prolactin compared to other herbs. The purpose of this study was to determine the effect of giving ginger extract (Curcuma xanthorhizzaRoxb) on the volume of breast milk of postpartum mothers in the Airpura Health Center Work Area in 2020. This type of pre-experimental research with a one-group pretest and posttest research design. The population was all primiparous postpartum mothers on the 4th to 7th day as many as 35 people, the sample using purposive sampling technique was 14 people. The instrument is an observation sheet. The data were normally distributed using a paired sample t-test. The univariate analysis showed that volume of pretest breast milk was 21.07 cc ± SD 7.385, the post-test breast was 50.71 cc ± 11.906. The results of the analytic bivariate showed that ginger extract was given with p-value=0.001 (p<0.05). The conclusion is that temulawak extract affects increasing the volume of postpartum mother's milk. It is suggested that ginger extract helps the success of exclusive breastfeeding
SARI TEMULAWAK (Curcuma XanthorhizzaRoxb) PADA VOLUME ASI IBU POSTPARTUM) Indah Putri Ramadhanti; Maili Yusra; Fontanella Fontanella
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 11 No 2 (2022): Al-Insyirah Midwifery: Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/kebidanan.v11i2.2155

Abstract

Based on 2017 WHO data, exclusive breastfeeding reached 43.5%, far from meeting the world target of 95%. In Indonesia, it only reached 61.3% of the 80% target. The main factor is due to the low production of breast milk at the beginning of breastfeeding and the lack of knowledge of the mother. Efforts to overcome the problem are to stimulate milk production by giving ginger extract which is rich in lactogogu, polyphenols, and flavonoids to stimulate the hypothalamus to maximize the production of the hormone prolactin compared to other herbs. The purpose of this study was to determine the effect of giving ginger extract (Curcuma xanthorhizzaRoxb) on the volume of breast milk of postpartum mothers in the Airpura Health Center Work Area in 2020. This type of pre-experimental research with a one-group pretest and posttest research design. The population was all primiparous postpartum mothers on the 4th to 7th day as many as 35 people, the sample using purposive sampling technique was 14 people. The instrument is an observation sheet. The data were normally distributed using a paired sample t-test. The univariate analysis showed that volume of pretest breast milk was 21.07 cc ± SD 7.385, the post-test breast was 50.71 cc ± 11.906. The results of the analytic bivariate showed that ginger extract was given with p-value=0.001 (p<0.05). The conclusion is that temulawak extract affects increasing the volume of postpartum mother's milk. It is suggested that ginger extract helps the success of exclusive breastfeeding
Pemberdayaan Kader Parodi Sehati (Penggerak Reproduksi Sehat Optimal) Upaya Preventif Masalah Kesehatan Reproduksi Ramadhanti, Indah Putri; H, Desri Nova; Rifni, Indrie Aulia; Lubis, Kholilah
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i2.1124

Abstract

Menurut WHO tahun 2023 prevalensi penyakit organ reproduksi wanita 23-29% vaginosis backterial. Tahun 2022 remaja di Provinsi Sumatera Barat baik pria maupun wanita, masing-masing 70.9%  dan 67.9% mengaku telah mempunyai pacar, 2.2% wanita 3.4% pria pernah melakukan hubungan seksual. Di Bukittinggi tahun 2024, infeksi menular seksual ditemukan data 14.493 kasus remaja. Pencegahan melalui program pemerintah Pelayanan Kesehatan Pelayanan Peduli Remaja (PKPR) dan posyandu, tetapi hasilnya belum memuaskan. Melalui pemberdayaan kader kesehatan reproduksi diharapkan dapat mengoptimalisasikan kesehatan reproduksi Kota Bukittinggi dalam mencegah terjadinya masalah kesehatan reproduksi. Mitra kolaborasi adalah Sekolah Keluarga Kota Bukittinggi  pada Bulan Juni tahun 2024. Sasaran kegiatan adalah yaitu 78 kader di Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh dan Kecamatan Guguak Panjang. Pengumpulan data melalui wawancara, kuesioner pre-posttest dan dokumentasi dengan rangkaian metode yaitu sosialisasi dan studi pendahuluan, persiapan kegiatan, pemberian materi melalui penerapan teknologi, dan evaluasi. Materi yang diberikan menggunakan media booklet & power point. Hasilnya: pengetahuan pretest 32,05%, pengetahuan posttest 90%. Semua kader (100%) mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan penyampaian edukasi tentang menjaga kesehatan reproduksi. Untuk mencapai SDG’s ketiga, yaitu kehidupan yang sehat dan sejahtera, disarankan adanya kolaborasi dengan Puskesmas dan lembaga layanan kesehatan lainnya dalam menggerakkan kaderisasi dibidang ini pada wilayah lainnya.
STUNTING DIBERBAGAI NEGARA: PERBANDINGAN GLOBAL Debby Ratno Kustanto; Indah Putri Ramadhanti; Masya Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 1 (2025): Vol. 7 No 1 April 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i1.1932

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang masih menjadi tantangan besar di berbagai belahan dunia, khususnya negara-negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan prevalensi, faktor penyebab, serta upaya penanggulangan stunting di beberapa negara secara global, dengan fokus khusus pada konteks Indonesia. Kegiatan utama dari penelitian ini adalah wawancara langsung yang disiarkan melalui program RRI Pro 4 Bukittinggi. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data yang diperoleh dianalisis untuk menemukan persamaan dan perbedaan kebijakan serta strategi yang diterapkan di berbagai negara dalam mengatasi stunting. Hasil wawancara mengungkap bahwa meskipun penyebab stunting relatif serupa, seperti kurangnya asupan gizi dan sanitasi yang buruk, pendekatan kebijakan sangat dipengaruhi oleh kondisi sosial, budaya, dan ekonomi masing-masing negara. Temuan ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi pengambil kebijakan di tingkat lokal maupun nasional dalam merumuskan strategi yang lebih efektif dan kontekstual dalam menurunkan angka stunting di Indonesia.
Pemberdayaan Satuan Petugas Unit Kesehatan Sekolah Kesehatan Reproduksi Remaja dalam Pemanfaatan Olahan Daun Kelor sebagai Langkah Preventif Anemia Putri Ramadhanti, Indah; Nova H, Desri; Ramadanti, Tika; Fransiska, Mellia; Fakhri, Ikhtiarina; Robiatul Khaira, Puja
Jurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jurnalempathy.v5i2.273

Abstract

Background: Anemia is a priority health problem for adolescents with a prevalence of 17% in Bukittinggi City in 2023, the highest case at the Rasimah Ahmad Health Center at 28.5%. Government programs, namely the provision of iron tablets and the existence of school health units, have not optimally reduced the prevalence of anaemia in adolescents. The iron content of moringa leaves increases haemoglobin. The formation of SHU ARH officers to prevent anaemia and training in processing moringa leaves aims to be an innovation in the School Health Service programme to serve reproductive health problems in overcoming anaemia to prevent the impact of non-compliance with iron tablet consumption. Methods: Collaboration partners are SMPN 03 Bukittinggi City and Rasimah Ahmad Health Center Bukittinggi City from June to September 2024. We collect data through interviews, observations, and documentation. Five methods are used: socialization, preliminary studies and advocacy; formation and training of the SHU ARH Task Force for adolescents; providing education, mentoring and providing processed moringa leaves; and evaluating the sustainability of the SHU ARH. Results: the achievement of the target: 1) The formation of the SHU ARH consisting of 18 people; 2) Of the 87 young women, 79% have high knowledge of anaemia and the benefits of processed moringa leaves, 78% apply processed moringa leaves at home, and cases of anaemia decreased by 20.66%. Conclusion: The sustainability of the programme by providing moringa leaf seeds and planting in schoolyards as a step to provide raw materials for processed moringa leaves.
Stunting dan Kemiskinan Debby Ratno Kustanto; Indah Putri Ramadhanti; Alfian Tanjung
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 2 (2025): Vol. 7 No 2 Agustus 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i2.2032

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah kegagalan tumbuh yang akarnya melekat pada masalah kronis gizi dan kemiskinan struktural. Di Indonesia, prevalensi stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, khususnya untuk keluarga miskin dengan akses terbatas pada makanan bergizi, layanan dasar, dan pendidikan. Edukasi publik melalui media dirasa efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang hubungan antara stunting dan kemiskinan. Tujuan pengabdian ini adalah mendeskripsikan peran media radio publik dalam edukasi gizi dan pencegahan stunting dalam program “Obrolan Sehat: Satu Energi Hadapi Stunting” dengan topik “Stunting dan Kemiskinan” di RRI Pro4 Bukittinggi. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dalam membahas bagaimana layanan siaran edukatif ini berdasarkan pada dokumen siaran, analisis materi pembicaraan, dan respons pendengar melalui media interaksi, yakni kuping masyarakat melalui telepon, WhatsApp, dan media sosial. Sumber informan ahli dari Universitas Prima Nusantara Bukittinggi. Hasilnya menunjukkan bahwa program siaran ini berhasil memberikan latar belakang isu stunting terkait masalah kemiskinan, dan memberikan informasi praktis mengenai intervensi gizi keluarga. Partisipasi pendengar cukup baik, dan interaksi turut mendukung untuk meningkatkan kesadaran tentang penerapan formula “1.000 Hari Pertama Kehidupan” dan bantuan pemerintah. Program ini membuktikan potensi menjadi media advokasi kesehatan masyarakat yang adil dan partisipatif.
KUKUSAN PAKIS JUKUT (Diplazium Esculentum Swartz) PADA KADAR HEMOGLOBIN REMAJA PUTRI Ramadhanti, Indah Putri; Lubis, Kholilah; Nova, Desri; Putri, Novi Haryani
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 12 No 2 (2023): Al-Insyirah Midwifery: Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/kebidanan.v12i2.2475

Abstract

Anemia in adolescents is a major global health problem that needs adequate attention. In 2019, the prevalence of anemia among women aged 15-49 worldwide was 29.9%. The prevalence of anemia in Indonesia in 2019 was 84.6% in the adolescent age group (15-24 years). The cause of iron anemia is a lack of hemoglobin in red blood cells. Efforts to reduce the incidence of anemia by increasing iron levels, one of which is the administration of steamed jukut fern containing 291.32 mg of Fe in 100 g of leaves. This study aimed to determine the effect of steaming jukut ferns (Diplazium Esculentum Swartz) on increasing hemoglobin in female adolescents at MAN 1 Model Bukittinggi City in 2020. This type of research was pre-experimental with one group pretest and posttest design. The population of all students of MAN 1 class XII was as many as 20 people, a sample of 10 people with a purposive sampling technique based on inclusion-exclusion criteria. The instrument was an observation sheet. Shapiro Wilc normality test, normally distributed data using paired sample t-test. The results of the univariate analysis were that the mean pretest HB level was 10.080 ± SD 0.4, and the mean posttest Hb level was 11,344 ± SD 0.5. Results of bivariate analysis with p-value = 0.001 (p <0.05). In conclusion, jukut fern steaming affects increasing hemoglobin levels. It is recommended that steaming jukut packs help prevent anemia optimally.
Pengaruh Media Vidio Animasi Terhadap Pengetahuan, Sikap, Motivasi Tentang Pemeriksaan Sadari Dalam Pencegahan Kanker Payudara Tahun 2023 H, Desri Nova; Ningsih, Neneng Fitria; Armi, Yeltra; Ramadhanti, Indah Putri
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.24776

Abstract

Abstract Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan pada tahun 2020, terdapat 2,3 juta wanita yang terdiagnosis kanker payudara dan 685,000 kematian secara global. Hingga akhir tahun 2020, ada 7,8 juta wanita yang didiagnosis menderita kanker payudara dalam 5 tahun terakhir, hal tersebut menjadikan kanker payudara menjadi kanker paling umum di dunia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh media video animasi terhadap pengetahuan, sikap dan motivasi tentang pemeriksaan SADARI dalam pencegahan kanker payudara. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode pre ekperimen semu yang berfungsi untuk mengetahui segala gejala atau pengaruh yang timbul sebagai akibat dari adanya perlakuan tertentu, pendekatan yang digunakan pada pre ekperimen semu ini adalah one grup pretest posttest dalam one grup pretest posttest. Teknik pengambilan sampel adalah kuota sampling dimana sampelnya sebanyak 20 orang. Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pengetahuan sebelum diberikan media video animasi dengan setelah diberikan media video animasi dengan nilai p 0,000 (?<0,05), terdapat pengaruh yang signifikan antara sikap sebelum diberikan media video animasi dengan setelah diberikan media video animasi dengan nilai p 0,000 (?<0,05) dan pengaruh yang signifikan antara motivasi sebelum diberikan media video animasi dengan setelah diberikan media video animasi dengan nilai p 0,000 (?<0,05). Peneliti berharap agar petugas Kesehatan dapat memberikan sosialisasi akan pentingnya pemeriksaan SADARI guna pencegahan kanker payudara. Kata kunci : Pemeriksaan sadari, kanker payudara, Media video animasi