cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JLBG (Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi) (Journal of Environment and Geological Hazards)
ISSN : 20867794     EISSN : 25028804     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi (JLBG) merupakan terbitan berkala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan, yang terbit triwulan (tiga nomor) dalam setahun sejak tahun 2010. Bulan terbit setiap tahunnya adalah bulan April, Agustus dan Desember. JLBG telah terakreditasi LIPI dengan nomor akreditasi 692/AU/P2MI-LIPI/07/2015.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 3 (2023)" : 5 Documents clear
Gambaran Pemanfaatan Air Tanah Berkelanjutan di Geopark Kebumen Utara Mareta, Nandian; Lubis, Rachmat Fajar
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 14, No 3 (2023)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v14i3.483

Abstract

Kebumen terletak di Provinsi Jawa Tengah yang telah ditetapkan sebagai Geopark Nasional pada tahun 2018. Geopark Kebumen, yang kemudian diajukan sebagai UNESCO Global Geopark pada tahun 2023, diharapkan akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dan peneliti ke kabupaten ini. Peningkatan ini memiliki konsekuensi penting dalam menjamin ketersediaan potensi air bersih yang memadai. Makalah ini menghitung ketersediaan potensi airtanah di Bagian Utara Geopark Kebumen dengan membandingkan Atlas Ketersediaan Airtanah yang telah dipublikasikan terhadap hasil penelitian neraca air di DAS Welaran, yang merupakan wilayah Geopark Kebumen Bagian Utara. Hasil penelitian menunjukkan atlas ketersediaan airtanah memiliki dua predikat, yaitu ketersediaan airtanah rendah di bagian Utara dan ketersediaan airtanah sedang di bagian Tengah dan Selatan. DAS Welaran, yang terletak di bagian Utara, sesuai dengan predikat rendah dalam atlas ketersediaan airtanah. Hasil ketersediaan airtanah menurut Atlas adalah sebesar 1.554.205,81 m3, sedangkan menurut Neraca Air DAS Welaran sebesar 1.555.318 m3. Rasio ketersediaan airtanah antara Atlas dan Neraca Air DAS Welaran adalah 0,999. Peluang pemanfaatan airtanah masih memungkinkan di bagian Selatan, sementara di bagian Utara lebih disarankan untuk memanfaatkan air permukaan dan airtanah bebas sebagai strategi pemanfaatan air baku.
Analisis Tingkat Kerentanan terhadap Penurunan Tanah (Land Subsidence) berdasarkan Kondisi Hidrogeologi dan Mitigasinya di Daerah Pesisir Cekungan Air Tanah Jakarta Hakkina, Delano Ichsan; Putranto, Thomas Triadi; Setiawan, Taat
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 14, No 3 (2023)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v14i3.491

Abstract

Penurunan tanah telah menjadi bahaya yang signifikan bagi kota-kota besar di Indonesia, termasuk wilayah perkotaan besar di daerah pesisir cekungan air tanah (CAT) Jakarta. Kondisi geologi daerah pesisir cekungan air tanah Jakarta umumnya terdiri atas endapan aluvial dan formasi litologi berumur muda, sehingga menjadikan wilayah ini rentan terhadap penurunan tanah akibat kompaksi alami pada lapisan lempung (akuitar). Adanya pengambilan air tanah yang tinggi serta aktivitas pembangunan oleh manusia telah menjadikan resiko bahaya penerunan tanah di cekungan air tanah Jakarta meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab utama dan persebaran zona kerentanan penurunan tanah untuk menentukan strategi mitigasi di daerah pesisir cekungan air tanah Jakarta. Metode yang digunakan adalah skoring dan tumpang tindih dengan menggunakan parameter tebal lempung-lempung pasiran, kedalaman muka air tanah tertekan, dan jenis tata guna lahan yang telah diberikan bobot berdasarkan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penggabungan ketiga parameter akan menghasilkan peta sebaran tingkat kerentanan penurunan tanah. Didapatkan bahwa wilayah barat laut dan tengah daerah penelitian termasuk ke dalam zona kerentanan rendah (3,9%), wilayah timur, selatan, dan barat laut masuk ke dalam zona kerentanan sedang (44,5%), serta wilayah utara, tengah, dan tenggara masuk ke dalam zona kerentanan tinggi (51,5%). Upaya mitigasi yang dapat direkomendasikan adalah dengan melakukan pemantauan kondisi air tanah dan penurunan muka tanah jangka panjang, investigasi dan pembaharuan data hidrogeologi dan geologi teknik bawah permukaan, melakukan penelitian yang lebih spesifik terkait penurunan tanah pada daerah yang rentan/terdampak penurunan tanah, serta penggunaan data penelitian sebagai pertimbangan dalam penentuan kebijakan administratif.
Analisis Pengaruh Sebaran Litologi Terhadap Hidrogeokimia pada Akuifer Bebas Cekungan Air Tanah (CAT) Jakarta Hartanto, Fandika Virgiawan; Putranto, Thomas Triadi; Setiawan, Taat
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 14, No 3 (2023)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v14i3.495

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Cekungan Air Tanah (CAT) Jakarta yang terletak di provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Air tanah bebas merupakan air tanah yang paling mudah dipengaruhi oleh proses-proses kimia baik berupa evaporasi, air hujan, pengaruh dari air laut, litologi, ataupun pengaruh antropogenik. Permasalahan yang sering terjadi adalah berupa ketidaktahuan mengenai perubahan fasies tersebut, terutama litologi. Geologi yang terdapat pada Cekungan Air tanah (CAT) Jakarta ini cukup banyak berupa Tuff Banten (QTvb), Kipas Alluvial (Qav), Endapan Pematang Pantai (Qbr), dan Endapan Alluvial (Qav) yang mampu mempengaruhi perubahan fasies air tanah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan fasies dan pengkelasan air tanah serta kondisi kimiawi air tanah pada CAT Jakarta terhadap pengaruh kondisi litologi. Metode yang digunakan dalam penentuan klasifikasi fasies air tanah ini adalah data kimia air tanah sejumlah 66 sampel pada akuifer bebas Cekungan Air Tanah (CAT) Jakarta dan kemudian dilakukan analisis sifat fisik dan kimia air. Pada sifat kimia, sampel air memliki pH yang berkisar antara 5,8 hingga 9,5, nilai DHL berkisar antara 53-5.020 μS/cm, dan nilai TDS berkisar antara 56-3.363 mg/L. Berdasarkan hasil analisis fasies air tanah yang terklasifikasi pada diagram piper berupa fasies CaHCO3, NaHCO3, MgHCO3, dan NaCl. Perubahan fasies air tanah dipengaruhi oleh adanya proses interaksi pertukaran anion dan kation dengan litologi dan pencampuran ataupun pencucian air tanah oleh air hujan pada Cekungan Air Tanah Jakarta dimana hal tersebut menggambarkan proses kimia air tanah yang terbentuk cenderung ke arah evaporasi dan transportasi yang disebabkan oleh proses rock dominance.
Analisis Geomorfologi Daerah Desa Ngoro-Oro dan Sekitarnya Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Amri, Muhammad Adimas; Lestari, Arini Dian; Y, Himmes Fitra; N, Suherman D; S, Yarra; Sulastri, Murni
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 14, No 3 (2023)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v14i3.498

Abstract

Daerah penelitian terletak di Desa Ngoro-Oro, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta luas daerah penelitian 20 km2. Secara astronomis daerah penelitian berada pada 110° 31' 0.9335" - 110° 33' 44.4815" BT dan - 7° 50' 31.8300" – 7° 52' 42.8123" LS. Tujuan untuk penelitian ini untuk mengetahui kondisi geomorfologi dari segi aspek morfografi, morfometri dan morfogenentik yang berpengaruh keadaan bentang alam yang dikontrol oleh struktur geologi dan litologi. Metode pengambilan data dilakukan melalui pemetaan geomorfologi secara terstruktur dengan mengamati bentuk topografi, relief, kemiringan lereng, bentuk morfologi di lapangan, jenis litologi penyusun, dan keberadaan struktur geologi. Secara geologi regional, daerah penelitian berada di Formasi Semilir, Formasi Nglanggran, dan Formasi Sambipitu dengan umur Miosen Awal-Miosen Tengah. Daerah penelitian terdapat tiga satuan yaitu Satuan Batupasir Karbonatan Selang-seling Batulempung Karbonatan, Satuan Breksi Monomik, Satuan Breksi Polemik, dan Satuan Autobreksia. Daerah penelitian berada di Zona Pegunungan Selatan, memiliki kemiringan lereng terjal – sangat terjal, dengan bentuk lahan bervariasi mulai dari perbukitan, pengunungan, dan dataran. Terdapat tiga pola pengaliran yaitu trelis, trelis terarah, dan angular. Geomorfologi daerah penelitian dibagi menjadi tiga yaitu Satuan Geomorfologi Perbukitan Sisa Gunungapi Nglaggran, Satuan Geomorfologi Punggungan Blok Sesar Batur, dan Satuan Geomorfologi Dataran Struktur Sesar Kali Bubung. Kondisi geomorfologi daerah penelitian dipengaruhi oleh tenaga endogen akibat aktivitas vulkanisme dan tektonik.
Identification of Volcanic Breccia Formation Distribution in Relation to Groundwater Aquifer Potential Using 3D Resistivity Data Modelling Fatahillah, Hilmi El Hafidz; Ratna, Putri Natari; Septiawan, Fardy; Pratama, Ridho Nanda; Al Ghiffari, Muhammad Razzaaq; Wicaksono, Noviarso; Hidayat, Wahyu; Noor, Mochamad Rifat; Widiaputra, Taufiq; Aziz, Muhammad Luthfi; Ramadhan, Rachmat
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 14, No 3 (2023)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v14i3.484

Abstract

Electrical resistivity tomography (ERT) method has been widely used in environmental surveys including hydrogeology study to provide images of the subsurface resistivity distribution. In this study, ERT survey using Wenner - Schlumberger electrode configuration was conducted to investigate the distribution of groundwater aquifer potential in the area dominated by various weathered volcanic rocks that unconformably overlaid limestone formation. The resistivities were measured using ARES resistivity meter each with total of 48 electrodes. The resistivity data were then processed using the robust inversion method that is more optimal to characterize sharp lithological boundary transitions observed in the study area. The resistivity value of the inverted model is interpreted into three different lithologies, namely soil (1.82-5 Ωm), volcanic breccias (5-20 Ωm) and limestone (>20 Ωm). This lithological interpretation was confirmed by borehole cutting report from the nearby well, regional geological map, and direct geological observation. Further, the inverted ERT section along with geological observation indicated volcanic breccias as an aquifer potential in the study area. The 2D resistivity cross-section is then gridded to obtain a 3D model of the potential aquifer geometry. From the model, the volume of volcanic breccia which is suspected as an potential aquifer layer is estimated at 122,392,828 m3.

Page 1 of 1 | Total Record : 5