Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

SOSIALISASI PENGELOLAAN SAMPAH DI RANCAEKEK KULON, KABUPATEN BANDUNG, JAWA BARAT Sulaksana, Nana; Zakaria, Zufialdi; Raditya Rendra, Pradnya Paramarta; Sulastri, Murni
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i2.45957

Abstract

Rancaekek Kulon merupakan salah satu desa di Kecamatan Rancaekek yang memiliki permasalahan sampah. Permasalahan sampah yang terjadi disebabkan oleh rendahnya kesadaran masyarakat dan terbatasnya Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di wilayah setempat. Hal tersebut mengakibatkan di sebagian pingir jalan desa dapat ditemukan tumpukan sampah yang tidak dikelola dengan baik. Selain itu, terbatasnya TPS juga menyebabkan masyarakat memilih untuk membakar sampah rumah tangga secara mandiri. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi terkait pengelolaan sampah perlu dilakukan untuk mendorong dan memotivasi masyarakat lebih peduli terhadap kondisi lingkungan serta mendorong pemerintah daerah setempat untuk membantu dalam penyediaan TPS yang memadai. Sosialisasi dilakukan untuk menghimbau masyarakat hidup bersih serta menjaga lingkungan setempat dengan tidak membuang sampah sembarangan serta melakukan pengelolaan sampah secara baik melalui proses pemilahan dan pemilihan sebelum sampah diangkut 302 Kumawula : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2024 menuju TPS. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pada dasarnya masyarakat ingin hidup bersih dan sehat. Namun demikian, kurangnya kesadaran serta keterbatasan TPS menjadi kendala yang perlu diselesaikan. Oleh karena itu, sosialisasi ini bermanfaat sebagai salah satu upaya untuk mendorong masyarakat dan pemerintah setempat untuk bersama-sama saling membantu menjaga lingkungan agar tercipta lingkungan yang bersih dan sehat.
Analisis Geomorfologi Daerah Desa Ngoro-Oro dan Sekitarnya Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Amri, Muhammad Adimas; Lestari, Arini Dian; Y, Himmes Fitra; N, Suherman D; S, Yarra; Sulastri, Murni
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 14, No 3 (2023)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v14i3.498

Abstract

Daerah penelitian terletak di Desa Ngoro-Oro, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta luas daerah penelitian 20 km2. Secara astronomis daerah penelitian berada pada 110° 31' 0.9335" - 110° 33' 44.4815" BT dan - 7° 50' 31.8300" – 7° 52' 42.8123" LS. Tujuan untuk penelitian ini untuk mengetahui kondisi geomorfologi dari segi aspek morfografi, morfometri dan morfogenentik yang berpengaruh keadaan bentang alam yang dikontrol oleh struktur geologi dan litologi. Metode pengambilan data dilakukan melalui pemetaan geomorfologi secara terstruktur dengan mengamati bentuk topografi, relief, kemiringan lereng, bentuk morfologi di lapangan, jenis litologi penyusun, dan keberadaan struktur geologi. Secara geologi regional, daerah penelitian berada di Formasi Semilir, Formasi Nglanggran, dan Formasi Sambipitu dengan umur Miosen Awal-Miosen Tengah. Daerah penelitian terdapat tiga satuan yaitu Satuan Batupasir Karbonatan Selang-seling Batulempung Karbonatan, Satuan Breksi Monomik, Satuan Breksi Polemik, dan Satuan Autobreksia. Daerah penelitian berada di Zona Pegunungan Selatan, memiliki kemiringan lereng terjal – sangat terjal, dengan bentuk lahan bervariasi mulai dari perbukitan, pengunungan, dan dataran. Terdapat tiga pola pengaliran yaitu trelis, trelis terarah, dan angular. Geomorfologi daerah penelitian dibagi menjadi tiga yaitu Satuan Geomorfologi Perbukitan Sisa Gunungapi Nglaggran, Satuan Geomorfologi Punggungan Blok Sesar Batur, dan Satuan Geomorfologi Dataran Struktur Sesar Kali Bubung. Kondisi geomorfologi daerah penelitian dipengaruhi oleh tenaga endogen akibat aktivitas vulkanisme dan tektonik.
PROSPECTIVE ZONE AREA FOR AGRICULTURE AND RESIDENTIAL BASED ON GEOLOGICAL DISASTER POTENTIALS IN SOUTH BANDUNG REGION SULAKSANA, NANA; Isandarsyah, Teuku Yan Waliana Muda; Rifai, Achmad; Raditya Rendra, Pradnya Paramarta; Sulastri, Murni
Journal of Geological Sciences and Applied Geology Vol 3, No 1 (2019): Journal of Geological Sciences and Applied Geology
Publisher : Faculty of Geological Engineering, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/gsag.v3i1.21366

Abstract

The number of residents in Bandung continues to increase every year, especially in the southern part of Bandung. The development of residential areas needs to get attention from the local government and people in Bandung, especially to evaluate various geological hazards such as floods, landslide, earthquake, and other. Research methodolgy is qualitative method by interviewing local community and analyzing landsat image using Google Earth and Digital Earth Model (DEM) image to know land use in the research area. In addition, quantitative methods are also used with superimposed manual statistical analysis and weighting methods using Microsoft Excel, Global Mapper, and Mapinfo software. The result of research shows that South Bandung area has Land Suitability Score > 130 (Residential Area) and Land Suitability Score > 135 (Agriculture Area) which are categorized as very good settlement and education area; Land Suitability Score 116-130 (Residential Area) and Land Suitability Score 92-135 (Agriculture Area) are categorized as an obstacle area with various constraints such as water supply, disaster, and others but can still be overcome by artificial engineering. Land Suitability Score <116 (Residential Areas) and Land Suitability Score <92 (Agricultural Area) are limitation area that are not feasible to be used as residential and educational areas, a variety of constraint reduction efforts can be done but require very high cost. Therefore it is suggested  to convert the area into conservation. It is concluded that the best areas to be used as residential and agricultural areas are located in the Banjaran District such as Banjaran, Kamasan, Sindangpanon, and Tarajusari Village.
FLOOD POTENTIAL IN THE DOWNSTREAM OF CITARUM RIVER, MUARA GEMBONG, BEKASI DISTRICT, WEST JAVA Patonah, Aton; Tresnasari, Endah; haryanto, edi tri; rendra, pradnya p. raditya; sabily, zulfa; sukiyah, emi; sulastri, murni; abdurrohman, Muhammad jihad; putera, alvindo andreansyah; Subagja, Agam; ridwan, panji
Journal of Geological Sciences and Applied Geology Vol 3, No 3 (2019): Journal of Geological Sciences and Applied Geology
Publisher : Faculty of Geological Engineering, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/gsag.v3i3.26013

Abstract

The flood can affect an area so cause great loss. Muaragembong is one of the sub-districts in Bekasi Regency. This area is known as an area that is regularly hit by floods. The purpose of this study is to analyze changes in flood areas, specifically those related to residential areas. The results showed significant changes in the flood area from 1993 to 2016. Increased changes in land use from swampy areas and mangrove forests to residential areas are thought to be the cause of the increase in flooding every year. One way to reduce the impact of flooding in Muaragembong is to restore the existence of mangrove forests along the Citarum River to the sea.Keywords: Flood, Muara Gembong, Citarum River, Land Use
PEMBERDAYAAN POTENSI UMKM BIDANG KULINER PASCA PANDEMI COVID-19 DI DAERAH RANCAEKEK, KABUPATEN BANDUNG, JAWA BARAT Raditya Rendra, Pradnya Paramarta; Sulaksana, Nana; Sukiyah, Emi; Sulastri, Murni
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i3.45956

Abstract

Rancaekek merupakan salah satu wilayah penyangga Jatinangor yang saat ini merupakan kawasan pendidikan di Jawa Barat. Beberapa perguruan tinggi seperti Unpad, ITB, Ikopin, dan IPDN menjadikan UMKM berpotensi untuk bertambah di daerah Rancaekek. Saat terjadi pandemi Covid-19, banyak pelaku UMKM kuliner di Desa Rancaekek Kulon yang mengalami penurunan penjualan. Hal tersebut banyak diakibatkan oleh kurangnya pengetahuan mengenai pengembangan bisnis, strategi pemasaran, literasi digital, dan lainnya. Jika sebelumnya, para pelaku UMKM masih dihantui rasa khawatir saat pandemi maka di awal tahun 2023 adalah waktu yang tepat untuk mulai mengembangkan usaha. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi berkaitan dengan pemberdayaan UMKM dirasa perlu diadakan di daerah Rancaekek dengan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) modifikasi. Tujuannya agar para pelaku UMKM siap menghadapi kondisi pasar yang lebih dinamis pasca pandemi Covid-19. Kegiatan ini dilakukan melalui studi literatur data sekunder yang diperoleh dari pihak Desa Rancaekek Kulon, observasi lapangan dengan cara memetakan dan wawancara para pelaku UMKM kuliner di Desa Rancaekek Kulon, serta sosialisasi. Sosialisasi dilakukan sebagai bagian dari stimulus kepada pelaku UMKM kuliner untuk dapat mengembangkan ide kreasi dan inovasi disertai pemahaman mengenai literasi digital sebagai salah satu hal penting menghadapi era digital saat ini. Kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat pelaku UMKM kuliner untuk dapat terus mengembangkan usahanya dengan bantuan dan pendampingan dari pihak seperti mitra usaha, para akademisi, serta pemerintah daerah setempat agar roda perekonomian semakin baik dan berdampak baik bagi masyarakat setempat.
PEMBERDAYAAN POTENSI UMKM BIDANG KULINER SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 DI DAERAH JATINANGOR, SUMEDANG Rendra, Pradnya Paramarta Raditya; Sulaksana, Nana; Haryanto, Iyan; Sulastri, Murni
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i1.38500

Abstract

Jatinangor saat ini merupakan salah satu kawasan pendidikan besar di Jawa Barat. Adanya beberapa perguruan tinggi seperti Unpad, ITB, IPDN, dan Ikopin menjadikan UMKM di bidang kuliner berpotensi untuk terus bertambah dan berkembang. Namun demikian, pandemi Covid-19 yang belum berakhir sejak awal tahun 2020 hingga awal tahun 2022 menjadi tantangan tersendiri bagi para pelaku UMKM bidang kuliner untuk dapat terus bertahan. Oleh karena itu, perlu adanya kegiatan sosialisasi terkait pemberdayaan potensi UMKM kuliner, khususnya di daerah Jatinangor degan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) modifikasi. Tujuan kegiatan tersebut agar para pelaku UMKM semakin kreatif dan inovatif di masa pandemi Covid-19. Kegiatan ini dilakukan melalui observasi lapangan dengan cara memetakan para pelaku UMKM kuliner di daerah Jatinangor, mewawancarai para pelaku usaha, serta melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Tentunya kegiatan tersebut dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Adapun kegiatan sosialisasi dilakukan sebagai upaya menstimulus para pelaku usaha untuk terus berkreasi dan berinovasi di bidang usahanya masing-masing dengan mengedepankan literasi digital sebagai salah satu poin penting dalam menghadapi era digital seperti saat ini. Pada akhirnya, kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi para pelaku UMKM bidang kuliner di daerah Jatinangor dengan melibatkan berbagai pihak seperti mitra bisnis, para akademisi, serta pemerintah daerah agar perekonomian terus tumbuh dan memberikan dampak baik bagi masyarakat setempat.
PEMANFAATAN LIMBAH SEKTOR PERTANIAN DEDAK PADI MENJADI RICE BRAN OIL SEBAGAI PENERAPAN SISTEM NIHIL LIMBAH DI DESA TALAGASARI Rosalina, Sakhia Mira; Saidah, Siti Patimah; Madarina, Fildza Ndarusasti; Himura, Ezra Khagi; Sulastri, Murni; Sunardy, Edy; Ilmi, Nisa Nurul; Azzahra, Morin
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 4 No 2 (2022): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jamin.v4i2.14325

Abstract

Pemanfaatan limbah sektor pertanian dedak padi menjadi rice bran oil adalah sebagai penerapan sistem nihil limbah di desa Talagasari. Limbah sektor pertanian yang dapat diolah dan dimanfaatkan pada desa Talagasari salah satunya yaitu hasil penggilingan padi yaitu dedak yang dapat dimanfaatkan sebagai minyak dedak atau rice bran oil.  Rice bran oil merupakan minyak yang didapatkan dari hasil ekstraksi menggunakan Soxhlet kemudian dievaporasi hingga menghasilkan air suling dan minyak sehingga mendapatkan minyak dedak. Minyak dedak memiliki peluang besar menjadi salah satu alternatif pengganti minyak sawit. Minyak dedak padi memiliki banyak manfaat dan kandungannya yang lebih sehat. Salah satu manfaat rice bran oil yaitu dapat mengurangi kolesterol, karena kandungan lemak jenuhnya sedikit dan cenderung lebih stabil. Tujuan penelitian pengolahan dedak padi menjadi rice bran oil selain untuk mengurangi limbah sektor pertanian sebagai penerapan sistem nihil limbah, pengolahan produk limbah pertanian sehingga limbah memiliki value sebagai sumber ekonomi baru bagi masyarakat. Maka dari itulah penelitian pengolahan dedak padi menjadi rice bran oil dilakukan oleh mahasiswa pada kegiatan KKN-PM integratif di vila Kadeudeuh, desa Talagasari, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
EVALUASI MORFOTEKTONIK SEBAGAI FAKTOR PENGONTROL LONGSORAN DI KAWASAN SESAR LEMBANG Wildan, Dadan; Saputra, Adang; Sulastri, Murni; Sulaksana, Nana; Rendra, Pradnya Paramarta Raditya
Bulletin of Scientific Contribution Vol 24, No 1 (2026): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v24i1.68996

Abstract

ABSTRACTThe Lembang Fault is recognized as one of the major active fault structures in West Java with significant potential to trigger geological hazards, particularly earthquakes and landslides. The morphology of the area is characterized by steep slopes underlain by volcanic rocks that have undergone intensive weathering, making them highly susceptible to landslide. This study aims to examine the relationship between morphotectonic parameters, geological conditions, and landslide distribution in the northern part of the Bandung Basin. The analysis employs a quantitative geomorphological approach utilizing Digital Elevation Models (DEM) imagery and the calculation of morphotectonic indices, including Assymetric factor (Af), Basin shape index (Bs), Sinuosity of mountain front index (Smf), and valley floor width-to-height ratio (Vf). The findings indicate that most landslide occurrences are concentrated in areas with high Index of Relative Tectonic Activity (IRTA), reflecting both active tectonic deformation and unstable slope conditions. The integration of morphotectonic parameters with landslide data has proven effective in delineating hazard-prone zones with higher accuracy, thereby providing a valuable reference for geological hazard mitigation efforts in the Lembang Fault area.Keywords: Morphotectonic; geomorphology; landslide; Lembang Fault; Bandung Basin ABSTRAKSesar Lembang dikenal sebagai salah satu struktur patahan aktif di Jawa Barat yang memiliki potensi besar memicu bencana geologi, terutama gempabumi dan gerakan tanah. Morfologi wilayah ini didominasi oleh lereng curam dengan batuan vulkanik yang telah mengalami pelapukan intensif, sehingga rentan terhadap terjadinya longsoran. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah keterkaitan antara parameter morfotektonik, kondisi geologi, dan distribusi longsor di bagian utara Cekungan Bandung. Analisis dilakukan melalui pendekatan geomorfologi kuantitatif dengan memanfaatkan citra Digital Elevation Model (DEM) serta penghitungan sejumlah indeks morfotektonik seperti Faktor asimetri DAS (Af), Indeks bentuk DAS (Bs), Indeks sinusitas muka gunung (Smf), dan Rasio dasar lembah berbanding tinggi lembah (Vf). Temuan penelitian mengindikasikan bahwa mayoritas kejadian longsor terkonsentrasi pada area dengan nilai Indeks Aktivitas Tektonik Relatif (IATR) tinggi, yang mencerminkan aktivitas tektonik aktif sekaligus lereng tidak stabil. Integrasi antara parameter morfotektonik dengan data longsoran terbukti efektif dalam memetakan zona rawan dengan tingkat akurasi lebih tinggi, sehingga dapat dijadikan acuan penting bagi upaya mitigasi bencana geologi di kawasan Sesar Lembang.Kata Kunci : Morfotektonik; geomorfologi; longsor; Sesar Lembang; Cekungan Bandung