cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
pharmacon@unsrat.ac.id
Editorial Address
Pharmacy Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Science, Sam Ratulangi University, Manado, North Sulawesi, Indonesia, 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
PHARMACON
ISSN : 23022493     EISSN : 27214923     DOI : 10.35799
Core Subject : Health,
Pharmacon is the journal published by Pharmacy Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sam Ratulangi University, Indonesia (P-ISSN: 2302-2493 E-ISSN: 2721-4923). Pharmacon was established in 2012 and published four times a year. Pharmacon is an open access journal and has been indexed by main indexing Google Scholar, GARUDA, Crossref.
Arjuna Subject : -
Articles 1,131 Documents
FORMULASI DAN UJI STABILITAS FISIK SEDIAAN KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN SESEWANUA (Clerodendron squamatum Vahl.) Pratasik, Meyla C. M.; Yamlean, Paulina V. Y.; Wiyono, Weny I
PHARMACON Vol 8, No 2 (2019): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.8.2019.29289

Abstract

ABSTRACT Sesewanua Leaves (Clerodendron squamatum Vahl.) have the potential to be made as skin care cosmetic preparations but must be in the right formulation to achieve the desired effect. The aim of this study was to determine the physical stability of a cream from Sesewanua leaf extract. This study used a experimental method by making ethanol extract of Sesewanua leaves with a concentration of 0.5% and physical stability test. Physical evaluation was carried out before and after cycling test through organoleptic observation, homogenety test, pH test, dispersion test, adhesion test, viscosity test, centrifugation test and cream type determination. The results of the physical evaluation showed that F1 without Sesewanua leaf extract and F2 with Sesewanua leaf extract creams met the requirements of physical stability, so can be concluded that Sesewanua leaf extract can be formulated into cream preparations with concentration of 0.5% which is physically stable before and after cycling test. Keywords: Sesewanua Leaves, Cream, Physical Stability  ABSTRAK Daun Sesewanua (Clerodendron squamatum Vahl.) berpotensi untuk dibuat sebagai sediaan kosmetik perawatan kulit namun harus dengan formulasi yang tepat agar mencapai efek yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas fisik sediaan krim ekstrak daun sesewanua. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan membuat krim ekstrak etanol daun Sesewanua dengan konsentrasi 0,5% dan uji stabilitas fisik. Evaluasi fisik dilakukan sebelum dan sesudah cycling test melalui pengamatan organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji viskositas, uji sentrifugasi dan penentuan tipe krim. Hasil evaluasi fisik menunjukkan krim F1 tanpa ekstrak daun Sesewanua dan F2 dengan ekstrak daun Sesewanua memenuhi persyaratan stabilitas fisik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan ekstrak daun sesewanua dapat diformulasi menjadi sediaan krim dengan konsentrasi 0,5% yang stabil secara fisik sebelum dan sesudah cycling test. Kata Kunci : Daun Sesewanua, Krim, Stabilitas Fisik
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK RIMPANG LENGKUAS MERAH (Alpinia purpurata K.Schum) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Klebsiella pneumoniae ISOLAT SPUTUM PADA PENDERITA PNEUMONIA RESISTEN ANTIBIOTIK SEFTRIAKSON Abubakar, Poetry Melinda; Fatimawali, Fatimawali; Yamlean, Paulina
PHARMACON Vol 8, No 1 (2019): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.8.2019.29228

Abstract

ABSTRACT Red galangal rhizome is a plant that has various properties including antifungal and antibacterial. Red galangal rhizomes contain a class of flavonoids, phenols and terpenoids, which can be, used as basic ingredients of modern medicines. Flavonoids and phenols are also known to inhibit microbes. Flavonoids can inhibit microbes that have been resistant to antibiotics. This study aims to determine the antibacterial activity of red galangal rhizome extract (Alpinia purpurata K.Schum) and test its inhibitory effect on the growth of Klebsiella pneumoniae bacteria in sputum isolates in patients with pneumonia resistant ceftriaxone antibiotics. Red galangal rhizome plant was extracted by maceration method using 96% ethanol. Antibacterial inhibitory tests were carried out using the disc and well method. The results showed that the red galangal extract of rhizome had a inhibitory effect on the bacterium Klebsiella pneumoniae. On the disc method for concentrations of 100%, 75%, 50%, 25% and 12.5% the diameter of the inhibition zone is 9.6 mm, 8.68 mm, 8.5 mm, 8.5 mm and 7.6 mm. The inhibition ability of bacterial growth on the disc method is categorized as moderate because it has an average inhibition zone diameter of 5-10 mm. Whereas in the well method for concentrations of 100%, 75%, 50%, 25% and 12.5% the diameter of the inhibition zone was 25.8 mm, 20 mm, 15.6 mm, 12.7 mm and 9.7 mm, respectively. The inhibition ability of bacterial growth in the well method for 100% concentration is categorized as very strong because it has an average inhibition zone diameter of >20 mm, for concentrations of 75%, 50% and 25% it is categorized as strong because it has an average inhibition zone of 10- 20 mm and for a concentration of 12.5% it is categorized as moderate because it has an average inhibition zone diameter of 5-10 mm. Keywords: Red galangal rhizome, Alpinia purpurata K.Schum, Klebsiella pneumonia  ABSTRAK Rimpang Lengkuas merah merupakan tanaman yang memiliki berbagai khasiat di antaranya sebagai antijamur dan antibakteri. Rimpang Lengkuas merah mengandung golongan senyawa flavonoid, fenol dan terpenoid yang dapat digunakan sebagai bahan dasar obat-obatan moderen. Senyawa flavonoid dan fenol juga diketahui dapat menghambat mikroba. Flavonoid dapat menghambat mikroba yang telah resisten terhadap antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak rimpang Lengkuas merah (Alpinia purpurata K.Schum) dan menguji daya hambatnya terhadap pertumbuhan bakteri Klebsiella pneumoniae isolat sputum pada penderita pneumonia resisten antibiotik seftriakson. Tanaman rimpang Lengkuas merah di ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Uji daya hambat antibakteri dilakukan dengan metode cakram dan sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak rimpang Lengkuas merah memiliki daya hambat terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae. Pada metode cakram untuk konsentrasi 100%, 75%, 50%, 25% dan 12,5% diameter zona hambatnya ialah 9,6 mm, 8,68 mm, 8,5 mm, 8,5 mm dan 7,6 mm. Kemampuan penghambatan pertumbuhan bakteri pada metode cakram di kategorikan sedang karena memiliki diameter zona hambat rata-rata 5-10 mm. Sedangkan pada metode sumuran untuk konsentrasi 100%, 75%, 50%, 25% dan 12,5% diameter zona hambatnya ialah 25,8 mm, 20 mm, 15,6 mm, 12,7 mm dan 9,7 mm. Kemampuan penghambatan pertumbuhan bakteri pada metode sumuran untuk konsentrasi 100% di kategorikan sangat kuat karena memiliki diameter zona hambat rata-rata >20 mm, untuk konsentrasi 75%, 50% dan 25% di kategorikan kuat karena memiliki diameter zona hambat rata-rata 10-20 mm dan untuk konsentrasi 12,5% di kategorikan sedang karena memiliki diameter zona hambat rata-rata 5-10 mm. Kata Kunci:Rimpang Lengkuas merah,  Alpinia purpurata K.Schum, Klebsiella pneumonia
ANALISIS KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP PELAYANAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA MANADO Kaunang, Venesya; Citraningtyas, Gayatri; Lolo, Widya Astuty
PHARMACON Vol 9, No 2 (2020): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.9.2020.29276

Abstract

ABSTRACT Patient satisfaction is an important indicator for service quality and has implications for the delivery of services more efficiently in meeting patient needs. A good quality of service will provide patients satisfaction to and it will affect patients to hospital if needed. The purpose of this study was to determine the satisfaction of outpatients with services in the Pharmacy Installation at the Bhayangkara Hospital in Manado. The type and design of the study used is a type of descriptive research with a cross-sectional approach. Patient satisfaction was measured using the SERVQUAL (Service Quality) method. The result of this study, tangible   (-0.26), assurance (0-305), empathy (-0.37), responsiveness (-0.69), and the lowest is reliability (-0.86). It can be concluded that the overall satisfaction score is in the negative index, meaning that the patient is not satisfied with the services provided at the Pharmacy Installation. Keywords: Patient Satisfaction, SERVQUAL, Pharmacy Installation, Bhayangkara Hospital Manado.ABSTRAKKepuasan pasien merupakan indikator penting bagi kualitas pelayanan dan memiliki implikasi bagi penyelenggaraan pelayanan lebih efisien dalam memenuhi kebutuhan pasien. Kualitas pelayanan yang baik akan memberikan kepuasan kepada pasien serta kepuasan pasien akan memengaruhi pasien untuk kembali lagi ke Rumah Sakit tersebut bila membutuhkan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Bhayangkara Manado. Jenis dan rancangan penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan secara cross-sectional. Kepuasan pasien diukur menggunakan metode SERVQUAL (Service Quality). Hasil penelitian ini. secara berturut-turut yaitu reliability  (-0.86), responsiveness (-0.69), emphaty (-0.37), assurance (0-305) dan yang terendah adalah tangible (-0.26) secara berturut-turut yaitu reliability  (-0.86), responsiveness (-0.69), emphaty (-0.37), assurance (0-305) dan yang terendah adalah tangible (-0.26). Kesimpulannya yaitu nilai kepuasan secara keseluruhan berada pada indeks negatif, artinya bahwa pasien belum merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan di Instalasi Farmasi. Kata kunci : Kepuasan Pasien, SERVQUAL, Instalasi Farmasi, Rumah Sakit Bhayangkara Manado
AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN ANALISIS KLT-BIOAUTOGRAFI DARI FRAKSI DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) Aslah, Aprilia; Lolo, Widya A.; Jayanto, Imam
PHARMACON Vol 8, No 2 (2019): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.8.2019.29320

Abstract

ABSTRACT Noni is a nutritious plant because it has several ingredients that are important for health. Antibacterial components in noni leaves include glycosides, acubins, saponins and flavonoids. The purpose of this study was to determine the fraction of the extract of noni leaf ethanol whether it has an antibacterial effect and know the class of compounds indentifed as having antibacterial activity after TLC-Bioautografi testing was carried out. The samples were extracted using maceration method with 96% ethanol solvent and fractionation using liquid-liquid fractionation method with methanol, ethyl acetat and n-hexane solvents. Antibacterial activity testing was carried out with concentration variants of 20%, 30% and 40% with agar diffusion method (Kirby and Bauer). The results showed that methanol fraction, ethyl acetat fraction and Noni hexane leaf fraction effectively inhibited Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria. The largest fraction of inhibiting zone was the concentration of 40% methanol which was categorized as strong. TLC monitoring was carried out using the mobile phase of chloroform : n-hexane (2:1). Antibacterial activity testing carried out by contact bioautography method showed that there were spots on the TLC choromatogram, which produced inhibitory zones. Characteristics of blotches were performed with AlCl3 spotting and it was thought that the spots were flavonoids.  Keywords : Noni, Antibacterial, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, TLC-Bioautografi.  ABSTRAK Mengkudu merupakan tanaman yang berkhasiat karena mempunyai beberapa kandungan senyawa yang penting bagi kesehatan tubuh. Komponen yang berkhasiat antibakteri dalam daun mengkudu antara lain adalah glikosida, acubin, saponin dan flavonoid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui fraksi dari esktrak etanol daun mengkudu apakah memiliki efek antibakteri dan mengetahui golongan senyawa yang teridentifikasi memiliki aktivitas antibakteri setelah dilakukan pengujian KLT-Bioautografi. Sampel diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% dan fraksinasi dengan metode fraksinasi cair-cair dengan pelarut metanol, etil asetat dan n-heksan. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan varian konsentrasi 20%, 30% dan 40% dengan metode difusi agar (Kirby dan Bauer). Hasil penelitian menunjukan bahwa fraksi metanol, fraksi etil asetat dan fraksi n-heksan daun Mengkudu efektif menghambat bakteri staphylococcus aureus dan Escherichia coli. fraksi yang paling besar zona hambatnya yaitu fraksi metanol konsentrasi 30% yang dikategorikan kuat, dilakukan pemantauan KLT menggunakan fase gerak kloroform : n-heksan (2:1). Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode bioautografi kontak hasilnya menunjukkan terdapat bercak pada kromatogram KLT yang menghasilkan zona hambat. Karakteristik bercak dilakukan dengan penampak bercak AlCl3 dan diduga bahwa bercak tersebut Flavonoid. Kata kunci : Mengkudu, Antibakteri, Staphylococcus aureus, Escherichia coli , KLT-Bioautografi
AKTIVITAS ANTIMIKROBA DARI EKSTRAK DAN FRAKSI ORGANISME LAUT SPONS Stylissa carteri YANG DIKOLEKSI DARI PERAIRAN SELAT LEMBEH KOTA BITUNG Watupongoh, Cavieta C. A.; Wewengkang, Defny S.; Rotinsulu, Henki
PHARMACON Vol 8, No 3 (2019): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.8.2019.29390

Abstract

ABSTRACTSponge is a multi-cell marine biota whose tissue and organ functions are very simple. Sponges have considerable potentially in producing active compounds that can be used in the pharmaceutical world. This study aimed to determine the presence of antimicrobial activity from extracts and fractions of the Stylissa carteri Sponge on against the microbes of Staphylococcus aureus, Escherichia coli, and Candida albicans. The extraction process was carried out by maceration using ethanol solvent, and fractionation was carried out using methanol, n-hexane and chloroform solvents. Antimicrobial activity was carried out by disk diffusion agar method. The results showed that the crude ethanol extracts and methanol fractions of the Stylissa carteri sponge actively inhibited the growth of Staphylococcus aureus, Escherichia coli, and Candida albicans microbes. Keywords: Stylissa carteri, antimicrobial, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Candida albicans.  ABSTRAKSpons merupakan biota laut multi sel yang fungsi jaringan dan organnya sangat sederhana. Spons memiliki potensi cukup besar dalam  menghasilkan senyawa aktif yang dapat digunakan dalam dunia farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan adanya Aktivitas Antimikroba dari ekstrak dan fraksi Spons Stylissa carteri terhadap mikroba Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Candida albicans. Dilakukan proses ekstraksi dengan cara maserasi terhadap sampel menggunakan pelarut etanol, dan dilakukan fraksinasi menggunakan pelarut metanol, n-heksan dan kloroform. Aktivitas antimikroba dilakukan dengan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kasar dan fraksi metanol dari spons Stylissa carteri aktif menghambat pertumbuhan mikroba Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Candida albicans.  Kata Kunci : Stylissa carteri, antimikroba, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Candida albicans.
ANALISIS KEPUASAN PASIEN PESERTA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DI APOTEK KIMIA FARMA 396 TUMINTING KOTA MANADO Mumu, Preisdy Aprilia; Lolo, Widya A; Jayanto, Imam
PHARMACON Vol 9, No 2 (2020): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.9.2020.29285

Abstract

ABSTRACT  The quality of health services has a close relationship with patient satisfaction, because if reality exceeds expectations the patient will use the health service. Patient satisfaction is the expectations that arise after comparing between  reality and expectations. This study aims to determine the level of patient satisfaction of National Health Insurance participants in Kimia Farma Pharmacy 396 Tuminting, Manado City. This type of research is a descriptive study, using non-probability sampling method with purposive sampling technique. This research was conducted by distributing questionnaire sheets to the level of patient satisfaction to 290 respondents who met the inclusion criteria. The results obtained by an average overall patient satisfaction of (-0.51), it can be concluded that the level of satisfaction in the negative range which means the patient is not satisfied with the services provided.Keywords : National Health Insurance, level of satisfaction, expectations, reality. ABSTRAK  Kualitas pelayanan kesehatan memiliki hubungan yang erat dengan kepuasan pasien, karena jika kenyataan melebihi harapan maka pasien akan menggunakan pelayanan kesehatan tersebut. Kepuasan pasien akan muncul setelah membandingkan antara kenyataan dan harapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional di Apotek Kimia Farma 396 Tuminting Kota Manado. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, menggunakan metode non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilakukan dengan membagikan lembar kuesioner tingkat kepuasan pasien kepada 290 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian yang diperoleh rata-rata secara keseluruhan kepuasan pasien sebesar (-0,51), dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan berada pada rentang negatif yang artinya pasien tidak puas dengan pelayanan yang diberikan. Kata kunci : Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), tingkat kepuasan, harapan, kenyataan.
AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK DAN FRAKSI ALGA (Halimeda opuntia) TERHADAP Escherichia coli, Staphylococcus aureus dan Candida albicans Jolanda, Shinta; Wewengkang, Defny S; Jayanto, Imam
PHARMACON Vol 8, No 1 (2019): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.8.2019.29252

Abstract

ABSTRACT Algae Halimeda opuntia is one of the green algae type that contains bioactive compounds which can be used for the treatment of various diseases. This study aimed to determine the antimicrobial activity of extracts and fractions of algae Halimeda opuntia obtained from the Lembeh Bitung Strait against Escherichia coli, Staphylococcus aureus and Candida albicans. The samples were extracted by maceration using ethanol solvent and fractionation using methanol, chloroform, and n-hexane solvents. Antimicrobial activity was carried out by the agar diffusion method of paper discs. The results showed that ethanol extract was able to inhibit the growth of Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria in the medium inhibitory category. While the methanol and chloroform fractions were only able to inhibit the growth of Staphylococcus aureus bacteria. The extract and all fractions did not show activity inhibiting the growth of Candida albicans fungi. Keywords: Algae, Halimeda opuntia, antimicrobial activity, Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Candida albicans ABSTRAKAlga Halimeda opuntia merupakan salah satu jenis alga hijau yang memiliki kandungan senyawa bioaktif yang dapat digunakan untuk pengobatan berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya aktivitas antimikroba dari ekstrak dan fraksi alga Halimeda opuntia yang diperoleh dari Selat Lembeh Bitung terhadap Escherichia coli, Staphylococcus aureus dan Candida albicans. Sampel diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol dan fraksinasi menggunakan pelarut metanol, kloroform, dan n-heksan. Aktivitas antimikroba dilakukan dengan  metode difusi agar cakram kertas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol, mampu menghambat pertumbuhan bakteri  Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan kategori daya hambat sedang. Sedangkan  fraksi metanol dan fraksi kloroform hanya mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Ekstrak dan semua fraksi tidak menunjukkan aktivitas menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans. Kata kunci: Alga, Halimeda opuntia, aktivitas antimikroba, Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Candida albicans
PENGARUH METODE PENGERINGAN TERHADAP KADAR FLAVONOID DAUN SESEWANUA (Clerodendron squamatum Vahl.) Hohakay, Jeremy J.; Pontoh, Julius; Yudistira, Adithya
PHARMACON Vol 8, No 3 (2019): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.8.2019.29401

Abstract

ABSTRACTGlorybower (Clerodendron squamatum Vahl.) have been empirically used to treat fevers, fractures, and swelling-reduction. Glorybower leaves contain flavonoids and alkaloids which can be potential as antioxidants. The purpose of this study was to determine the effect of the drying method in determining the levels of flavonoids in glorybower leaves (Clerodendron squamatum Vahl.). Extraction of leaves using the maceration method. Determination of flavonoid content was using UV-Vis Spectrophotometer method with the principle of AlCl3. From the results obtained, the samples that had the highest to lowest flavonoid content were fresh samples which were 12 mg/ g extracts, 40oC samples were 7,8 mg/ g extract, air-dried samples were 7,2 mg / g extracts and 60oC samples which were 6,2 mg/ g extracts. Data analysis using one-way ANOVA method and the results obtained are Fcount = 9,709661639 and Ftable = 4,066180551. From these results, it can be concluded that Fcount is greater than Ftable. So that it can be seen that there is a significant influence between the existing drying methods. Keywords: Clerodendron squamatum Vahl, Drying Method, Extraction, Flavonoids, UV  Vis Spectrophotometer ABSTRAKSesewanua (Clerodendron squamatum Vahl.) secara empiris telah digunakan untuk mengobati demam, patah tulang, dan penurun bengkak. Daun sesewanua mengandung flavonoid dan alkaloid yang dapat berpotensi sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan dalam penetapan kadar flavonoid pada daun sesewanua (Clerodendron squamatum Vahl.). Ekstraksi daun sesewanua menggunakan metode maserasi. Penetapan kadar flavonoid menggunakan metode Spektrofotometer UV-Vis dengan prinsip AlCl3. Dari hasil yang didapatkan, sampel yang memiliki kadar flavonoid tertinggi sampai terendah adalah sampel segar yaitu 12 mg/g ekstrak, sampel 40oC yaitu 7,8 mg/g ekstrak, sampel keringanginkan yaitu 7,2 mg/g ekstrak, dan sampel 60oC yaitu 6,2 mg/g ekstrak. Analisis data menggunakan metode anova satu jalur dan didapatkan hasil yaitu F hitung= 9,709661639 serta F tabel =4,066180551. Dari hasil tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa F hitung lebih besar dari pada F tabel. Sehingga dapat dilihat bahwa terjadi pengaruh yang cukup signifikan antara metode pengeringan yang ada. Kata Kunci: Clerodendron squamatum Vahl., Metode Pengeringan, Ekstraksi, Flavonoid, Spektrofotometer UV-Vis
KEANEKARAGAMAN BINTANG MENGULAR (OPHIUROIDEA) DI PERAIRAN DESA MOKUPA, KECAMATAN TOMBARIRI, KABUPATEN MINAHASA Lesawengan, Selly; Langoy, Marnix L.D.; Wahyudi, Lalu
PHARMACON Vol 8, No 3 (2019): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.8.2019.29338

Abstract

Ophiuroids are well known called brittle star which is one member of the Phylum Echinodermata. Brittle stars have an important ecological role in the  food chain that can support marine ecosystem. Brittle star are currently have no economic importance. However, the genus ophioderma can be used as aquarium decoration because it has an attractive color. This research aims to determine the level of diversity of brittle stars in Mokupa waters, Tombariri District, Minahasa Regency using the Shannon-Wiener diversity index. This research was conducted in June 2018 applying quadrant transect method. Species of brittle stars found there are 7 types of Macrophiothrix longipeda, Ophiomastix janualis, Ophiocoma brevipes, Ophiocoma schoenleinii, Ophiomastix annulosa, Ophiocoma scolopendrina and Ophiolepis cincta. Ophiomastix janualis is dominant species but not for Ophiocoma brevipes. Ophiuroids diversity in the Mokupa waters was classified into moderate class with a diversity index of 1,475 Keywords: Brittle Star, Diversity, Minahasa Regency. ABSTRAK Bintang mengular (Ophiuroidea) merupakan salah satu kelas yang tergolong dalam filum Echinodermata. Fungsi ekologis bintang mengular yaitu memegang peran penting dalam rantai makanan yang menopang suatu bentuk ekosistem di laut. Dari sudut ekonomi belum diketahui nilai ekonomis dari bintang mengular namun khususnya dari genus Ophioderma  bisa dijadikan sebagai hiasan aquarium karena memiliki warna yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat keanekaragaman bintang mengular di perairan Desa Mokupa, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa berdasarkan nilai indeks Shannon-Wiener. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2018 dengan menggunakan metode transek kuadrat. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 7 jenis yang ditemukan yaitu, Macrophiothrix longipeda, Ophiomastix janualis, Ophiocoma brevipes, Ophiocoma schoenleinii, Ophiomastix annulosa, Ophiocoma scolopendrina dan Ophiolepis cincta. Bintang mengular yang paling banyak ditemukan adalah Ophiomastix janualis dan yang paling sedikit adalah Ophiocoma brevipes. Indeks keanekaragaman dari bintang mengular yang diamati termasuk dalam kategori sedang yaitu 1,475. Kata kunci: Bintang mengular, Keanekaragaman, Kabupaten Minahasa.
SKRINNING FITOKIMIA, UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN TABIR SURYA PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Pangemanan, David Albert; Suryanto, Edi; Yamlean, Paulina V. Y.
PHARMACON Vol 9, No 2 (2020): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.9.2020.29271

Abstract

ABSTRACT Corn (Zea Mays L.) is widely developed in Indonesia. Corn kernels showed total phenolic and antioxidant activity. Antioxidants have the potential as photoprotectors, therefore, plants containing phenolic compounds can be used in the prevention of free radicals. For this reason, researcher is interested in further researching the phytochemical screening, antioxidant activity and sunscreen testing from extracts of stems, leaves, hair and leaf wrapping from corn (Zea mays L.). The samples used were corn plants (corn silk, corn leaves, corn stalks and leaf wrapping corn) originating from Kauditan area, North Minahasa. The results of the study showed that the leaf contained saponin and flavonoid compounds, the stem contained alkaloid and saponin compounds, the hair contained alkaloid and flavonoid compounds, and the leaf wrapping only contained alkaloid compounds. The highest to lowest total phenolic content values starting from the stem were 46.93 μg / mL, the leaf wrapping 37.76 μg / mL, the leaf 26.63 μg / mL and hair 14.49 μg / mL. The leaf has the highest antioxidant activity with a value of 72.81% followed by 62.87% stem then wrapping leaf 43.13%  and finally hair 29.14%. The SPF value of the stem was included in the ultra protection with a value of 16.117 followed by the leaves included in the maximum protection with an SPF value of 10.902. While the hair with SPF value of 0.6 and wrapping leaf with SPF value of 0.222 are included in the minimum protection. Keywords: Corn (Zea Mays L.), Sunscreen, Antioxidants, Phenol ABSTRAK Jagung (Zea Mays L.) banyak dikembangkan di Indonesia. Biji jagung menunjukkan kadar total fenolik dan aktivitas antioksidan. Antioksidan memiliki potensi sebagai fotoprotektor, oleh karena itu, tanaman yang mengandung senyawa fenolik dapat digunakan dalam pencegahan radikal bebas. Untuk itu peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut tentang skrining fitokimia, uji aktivitas antioksidan dan tabir surya dari ekstrak batang, daun, rambut, dan daun pembungkus dari jagung (Zea mays L.). Sampel yang digunakan ialah tanaman jagung (rambut jagung, daun jagung, batang jagung dan daun pembungkus jagung) yang berasal dari daerah Kauditan, Minahasa Utara. Hasil dari penelitian menunjukkan daun mengandung senyawa saponin dan flavonoid, batang mengandung senyawa alkaloid dan saponin, rambut mengandung senyawa alkaloid dan flavonoid, dan daun pembungkus hanya mengandung senyawa alkaloid. Nilai kandungan total fenolik  yang paling tinggi sampai paling rendah dimulai dari batang sebesar 46.93 μg/mL, daun pembungkus 37.76 μg/mL, daun 26.63 μg/mL dan rambut 14.49 μg/mL. Daun memiliki aktivitas antioksidan yang paling tinggi dengan nilai 72.81% diikuti oleh batang 62.87% kemudian daun pembungkus 43.13% dan yang terakhir adalah rambut 29.14%. Nilai SPF batang termasuk dalam proteksi ultra dengan nilai 16,117 diikuti oleh daun yang termasuk dalam proteksi maksimal dengan nilai SPF 10,902. Sedangkan rambut dengan nilai SPF  0,6 dan daun pembungkus dengan nilai SPF 0,222 termasuk dalam proteksi minimal. Kata Kunci : Jagung (Zea Mays L.), Tabir Surya, Antioksidan, Fenol

Page 53 of 114 | Total Record : 1131


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): PHARMACON Vol. 13 No. 3 (2024): PHARMACON Vol. 13 No. 2 (2024): PHARMACON Vol. 13 No. 1 (2024): PHARMACON Vol. 12 No. 3 (2023): PHARMACON Vol. 12 No. 2 (2023): PHARMACON Vol. 12 No. 1 (2023): PHARMACON Vol. 11 No. 4 (2022): PHARMACON Vol. 11 No. 3 (2022): PHARMACON Vol. 11 No. 2 (2022): PHARMACON Vol. 11 No. 1 (2022): PHARMACON Vol. 10 No. 4 (2021): PHARMACON Vol 10, No 3 (2021): PHARMACON Vol 10, No 2 (2021): PHARMACON Vol 10, No 1 (2021): PHARMACON Vol 9, No 4 (2020): PHARMACON Vol 9, No 3 (2020): PHARMACON Vol 9, No 2 (2020): PHARMACON Vol 9, No 1 (2020): PHARMACON Vol 9, No 1 (2020) Vol 8, No 4 (2019): PHARMACON Vol 8, No 4 (2019) Vol 8, No 3 (2019) Vol 8, No 3 (2019): PHARMACON Vol 8, No 2 (2019): PHARMACON Vol 8, No 2 (2019) Vol 8, No 1 (2019): Pharmacon Vol 7, No 4 (2018): Pharmacon Vol 7, No 3 (2018): Pharmacon Vol 7, No 2 (2018): Pharmacon Vol 7, No 1 (2018): Pharmacon Vol 6, No 4 (2017): Pharmacon Vol 6, No 3 (2017): Pharmacon Vol 6, No 2 (2017): Pharmacon Vol 6, No 1 (2017): Pharmacon Vol 5, No 4 (2016): Pharmacon Vol 5, No 3 (2016): Pharmacon Vol 5, No 2 (2016): Pharmacon Vol 5, No 1 (2016): Pharmacon Vol 4, No 4 (2015): Pharmacon Vol 4, No 3 (2015): Pharmacon Vol 4, No 1 (2015): pharmacon Vol 3, No 4 (2014): pharmacon Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 4 (2013) Vol 2, No 3 (2013): pharmacon Vol 2, No 2 (2013): pharmacon Vol 2, No 1 (2013): pharmacon Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue