Articles
454 Documents
PENGGUNAAN MEDIA ADAPTIVE AND ENGAGING E-LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN MAHASISWA DALAM MEMBUAT MEDIA E-LEARNING
Unung Verawardina
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31571/saintek.v6i1.492
Penelitian bertujuan untuk mengetahui keterampilan mahasiswa dalam membuat media e-learning menggunakan media adaptive and engaging e-learning dan mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil keterampilan mahasiswa menggunakan media adaptive and engaging e-learning dengan mahasiswa menggunakan media e-learning konvensional. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experimental design. Pengambilan sampel dengan teknik simple random sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan tes keterampilan melalui performance yang melibatkan aktivitas fisik dengan membuat media e-learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan diterapkannya media adaptive and engaging e-learning dapat menunjang keterampilan mahasiswa dalam membuat media e-learning. Hal tersebut dibuktikan dengan diperolehnya hasil nilai rata-rata sebesar 80,40 kategori sangat baik. Sedangkan untuk kelompok pembanding menggunakan e-learning konvensional menunjukan nilai keterampilan rata-rata sebesar 74,60 kategori baik. Sehingga disimpulkan bahwa terdapat perbedaan nilai keterampilan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.Kata Kunci: media adaptive and engaging e-learning, keterampilan membuat media e-learning.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA
Vindo Feladi
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31571/saintek.v6i1.493
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray terhadap hasil belajar siswa pada materi Fungsi Menu dan Ikon Perangkat Lunak Pengolah Kata di Kelas VIII SMP Mandiri Pontianak. Metode yang digunakan adalah Eksperimen dan bentuk yang digunakan dalam penelitian adalah Pre Experimental dengan rancangan penelitian one group pretest posttest design. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata hasil belajar siswa SMP Mandiri Pontianak sebelum menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Two Sytay Two Stray adalah 42,34 dengan kriteria hasil belajar siswa tergolong kurang dan rata-rata hasil belajar siswa kelas VIII SMP Mandiri Pontianak sesudah menggu-nakan pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray adalah 79,84 dengan kriteria hasil belajar siswa tergolong tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif Two Stay Two Stray materi Fungsi Menu dan Ikon Perangkat Lunak Pengolah Kata di kelas VIII SMP Mandiri Pontianak.Kata Kunci: Two Stay Two Stray, Fungsi Menu dan Ikon Perangkat Lunak Pengolah Kata, hasil belajar siswa.
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB DAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA
Mastuang Mastuang;
Elfa Erliana;
Misbah Misbah;
Sarah Miriam
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31571/saintek.v6i2.639
Rendahnya karakter tanggung jawab dan kemampuan kognitif akan menghambat siswa dalam mengembangkan semua potensi yang dimilikinya untuk memperoleh suatu informasi yang lebih bermakna dan membekas dalam ingatan. Oleh karenanya, dilakukan penelitian untuk meningkatkan karakter tanggung jawab dan kemampuan kognitif siswa kelas XI IPA 2 SMA Negeri 12 Banjarmasin. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas model Kemmis dan McTaggart, setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan/pengamatan, dan refleksi. Data diperoleh melalui observasi dan tes. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Temuan instrumen penelitian dari siklus I ke siklus II yaitu: (1) Rata-rata tingkat tanggung jawab siswa pada siklus I dan siklus II meningkat dari 68,78% (tinggi) menjadi 79,24% (tinggi); dan (2) Kemampuan kognitif siswa secara klasikal pada siklus I dan siklus II meningkat dari 82,61% (tuntas) menjadi 100% (tuntas). Diperoleh simpulan bahwa model discovery learning dapat meningkatkan karakter tanggung jawab dan kemampuan kognitif siswa. Kata Kunci: discovery learning, karakter tanggung jawab, kemampuan kognitif.
KRITERIA DAN BENTUK BUKU TEKS SAINS MASA DEPAN
Tomo Djudin
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31571/saintek.v6i2.640
Keberhasilan pendidikan sains turut ditentukan oleh pemilihan dan penggunaan buku teks dalam kelas. Pemilihan buku teks sains seharusnya didasarkan atas keriteria-kriteria yang mencakup faktor: (1) Isi dan organisasi materi ajar; (2) Pengembangan tujuan-tujuan non isi; (3) Aktivitas eksperimen, demonstrasi, dan keterampilan proses sains; (4) Ciri/tampilan mekanis; dan (5) Pengarang. Budaya textbook-centered dalam pengembangan sains harus diubah, karena pemahaman konsep-konsep sains tidak dapat dikembangkan melalui pembelajaran berpusat pada buku teks. Para ahli memberikan saran yang beragam terhadap buku teks sains masa depan. Salah satunya adalah buku teks masa depan seharusnya memakai peran sebagai alat yang penting (an esential tool) untuk pengembangan produk sains (logical plane), penerapan dan pengkaitan produk sains dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat dan teknologi (evidential plane), dan pengembangan konsep sains agar mudah dipahami, masuk akal, dan berguna bagi siswa pada jenjang sekolah tertentu (psychological plane). Kata Kunci: kriteria buku teks, textbook-centered teaching, pembelajaran sains.
OPTIMALISASI DISPOSISI MATEMATIS MELALUI PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATERI TEORI GRUP BAGI MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA
Yulis Jamiah
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31571/saintek.v6i2.641
Penelitian bertujuan untuk memperoleh gambaran disposisi matematis mahasiswa semestes V Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Untan, khususnya mahasiswa yang mengambil mata kuliah Struktur Aljabar. Untuk memperoleh gambaran tersebut diterapkan melalui pembelajaran menggunakan bahan ajar hasil pengembangan. Secara khusus, tujuan penelitian adalah: (1) Mengembangkan materi bahan ajar sehingga mahasiswa memperoleh wawasan yang fokus sesuai materi yang dikembangkan; dan (2) Mengungkapkan dan medeskripsikan disposisi matematis mahasiswa melalui penerapan pembelajaran menggunakan bahan ajar yang dikembangkan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (development research methods) dengan komponen uji coba produk. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan angket. Teknik analisis data secara kualitatif dan kuantitatif yang saling melengkapi. Pembelajaran matematika yang dilengkapi dengan bahan ajar merupakan pembelajaran yang menciptakan suasana belajar efektif dan menyenangkan serta membangun sikap mental positif. Bahan ajar yang dikembangakan memfasilitasi mahasiswa untuk meningkatkan kepercyaan diri mahasiswa dalam memahami materi ajar. Kata Kunci: bahan ajar, disposisi matematis.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI PADA MATA PELAJARAN KKPI TERHADAP KEMAMPUAN PSIKOMOTORIK SISWA
Petrus Sii;
Unung Verawardina;
Muhamad Arpan;
Dewi Sulistiyarini
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31571/saintek.v6i2.642
Penelitian bertujuan untuk mengetahui: (1) Kemampuan psikomotorik siswa pada mata pelajaran KKPI; dan (2) Apakah model pembelajaran inkuiri menghasilkan kemampuan psikomotorik siswa lebih baik dari pada model pembelajaran konvensional. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experimental design dengan rancangan posttest-only control group design. Lokasi penelitian di SMK Negeri 1 Ende, Kabupaten Ende Nusa Tenggara Timur. Sampel yang digunakan adalah kelas X(B) sebagai kelompok eksperimen dan kelas X(C) kelompok kontrol. Instrumen pengumpulan data menggunakan tes psikomotorik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan psikomotorik siswa yang diterapkan model pembelajaran inkuiri nilai rata-rata sebesar 83,78 kategori sangat baik, sedangkan kemampuan psikomotorik siswa yang diterapkan pembelajaran konvensional nilai rata-rata sebesar 74,71 kategori baik. Kesimpulan dari hasil penelitian terbukti bahwa hasil kemampuan psikomotorik siswa yang diterapkan model pembelajaran inkuiri lebih tinggi maka hasilnya lebih baik dari pada siswa yang diterapkan dengan pembelajaran konvensional. Kata Kunci: model pembelajaran inkuiri, kemampuan psikomotorik.
PERSEPSI MAHASISWA TENTANG KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN KOMPETENSI PROFESIONAL DOSEN TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA PADA IKIP PGRI PONTIANAK
Nurbani Nurbani;
Erni Fatmawati;
Chandra Lesmana;
Sri Koriaty
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31571/saintek.v6i2.643
Penelitian bertujuan untuk mengetahui: (1) Kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, dan motivasi mahasiswa Prodi PTIK; (2) Persepsi mahasiswa tentang kompetensi pedagogik terhadap motivasi; (3) Persepsi mahasiswa tentang kompetensi profesional terhadap motivasi; (4) Persepsi mahasiswa tentang kompetensi pedagogik dan profesional secara bersama-sama terhadap motivasi.Penelitian menggunakan metode ex post facto. Populasi berjumlah 539 mahasiswa. Teknik sampel menggunakan Proportionate Stratified Random Sampling dengan sampel 226 orang. Teknik pengumpulan data adalah dokumentasi dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Tingkat kecenderungan kompetensi pedagogik pada kategori sangat baik, kompetensi profesional pada kategori sangat baik, motivasi pada kategori baik; (2) Terdapat pengaruh kompetensi pedagogik terhadap motivasi dengan nilai koefisien regresi r= 0,667 dan sumbangan efektif sebesar 44,4%; (3) Terdapat pengaruh kompetensi profesional terhadap motivasi dengan perolehan nilai koefisien regresi r= 0,759 dan sumbangan efektif variabel kompetensi profesional sebesar 57,7%; dan (4) terdapat pengaruh kompetensi pedagogik dan profesional secara bersama-sama terhadap motivasi dengan nilai koefisien regresi r = 0,762 dan sumbangan efektif secara bersama-sama sebesar 58%.Kata Kunci: kompetensi, pedagogik, profesional, motivasi belajar.
KOMPARASI TPS, NHT, DAN TGT MATERI RELASI DAN FUNGSI DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA SMP
Karsiyo Karsiyo
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31571/saintek.v6i2.644
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui manakah yang memberikan hasil belajar lebih baik: siswa dengan model pembelajaran think pair share, number head together atau team games tournament serta manakah hasil belajar yang lebih baik, siswa dengan kemampuan awal tinggi, sedang atau rendah. Bentuk penelitian yang digunakan adalah factorial design dengan desain faktorial 3×3. Hasil penelitian adalah: (1) Hasil belajar yang memperoleh model pembelajaran team games tournament sama baiknya dengan model pembelajaran number head together, model pembelajaran team games tournament lebih baik dari model pembelajaran think pair share, serta model pembelajaran number head together lebih baik daripada model pembelajaran think pair share, pada materi relasi dan fungsi; dan (2) Siswa dengan kemampuan awal tinggi memiliki hasil belajar lebih baik daripada siswa yang memiliki kemampuan awal sedang dan rendah, siswa yang memiliki kemampuan awal sedang memiliki hasil belajar lebih baik daripada yang memiliki kemampuan awal rendah, pada materi relasi dan fungsi. Kata Kunci: komparasi, TPS, NHT, TGT, kemampuan awal.
HUBUNGAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA
Hodiyanto Hodiyanto
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31571/saintek.v6i2.645
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: (1) Hubungan antara kemampuan pemecahan masalah matematis dengan prestasi belajar; (2) Hubungan antara kemampuan koneksi matematis dengan prestasi belajar; dan (3) Hubungan antara pemecahan masalah matematis dan kemampuan koneksi matematis dengan prestasi belajar. Metode penelitian menggunakan metode korelasional. Teknik pengumpul data yang digunakan adalah teknik pengukuran sehingga alat pengumpul data yang digunakan adalah tes. Populasi dalam penelitian adalah seluruh mahasiswa semester I dan kelas A pagi sebagai sampel penelitian. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Hasil penelitian adalah berikut: (1) Terdapat hubungan positif yang signifikan antara kemampuan pemecahan masalah matematis dengan prestasi belajar; (2) Terdapat hubungan positif yang signifikan antara kemampuan koneksi matematis dengan prestasi belajar; dan (3) Terdapat hubungan positif yang signifikan antara kemampuan pemecahan masalah matematis dan kemampuan koneksi matematis dengan prestasi belajar. Kata Kunci: hubungan, pemecahan masalah, koneksi, prestasi belajar.
PENYEDIAAN BAHAN BACAAN BERUPA BUKU SAKU UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMP NEGERI 5 MONTERADO
Eka Trisianawati;
Tomo Djudin;
Thomas Katihada
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31571/saintek.v6i2.646
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyediaan bahan bacaan berupa buku saku terhadap hasil belajar siswa pada materi kalor di kelas VII SMP Negeri 5 Monterado. Bentuk penelitian yaitu kuasi eksperimen, dengan rancangan non equivalen pre-test post-test control group design. Tahapan penelitian meliputi: (1) Tahap observasi dan wawancara, yaitu mengobservasi tempat penelitian dan mewawancara guru mata pelajaran IPA; (2) Perencanaan, yaitu menyusun desain penelitian berdasarkan masalah yang ditemukan ditempat penelitian; (3) Validasi, yaitu penyusunan buku saku dan validasi buku saku serta validasi instrumen penelitian; (4) Penerapan, yaitu pemberian pre-test kemudian dilakukan penerapan pembelajaran berbantuan buku saku; dan (5) Evaluasi, yaitu pemberian post-test. Teknik pengumpul data yang digunakan yaitu teknik pengukuran, dengan alat pengumpul data berupa instrumen tes. Berdasarkan hasil validasi, buku saku layak digunakan dalam pembelajaran dan hasil penelitian menunjukkan penggunaan buku saku berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada materi kalor. Kata Kunci: buku saku, hasil belajar, kalor.