cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Published by IKIP PGRI Pontianak
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 454 Documents
PENGARUH KONDISI KELAS, FASILITAS LABORATORIUM, DAN FASILITAS PENDUKUNG PEMBELAJARAN TERHADAP KENYAMANAN BELAJAR MAHASISWA Winna Dharmayanti; Ratih Widya Nurcahyo; Isnania Lestari
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/saintek.v6i2.647

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh kondisi kelas, fasilitas laboratorium, dan fasilitas pendukung pembelajaran terahadap kenyamanan belajar mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian ex-post facto, dengan desain penelitian korelasional. Populasi penelitian adalah mahasiswa semester V prodi PTIK tahun ajaran 2016/2017 dengan sampel sejumlah 95 mahasiswa menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dengan skala Likert dengan alternatif empat jawaban. Hasil analisis deskriptif menunjukan bahwa rata-rata pencapaian skor untuk variabel Fasilitas Kelas (X1) adalah 42,49; variabel Fasilitas Laboratorium (X2) adalah 47,22; variabel Fasilitas Pendukung Pembelajaran (X3) adalah 48,55; dan variabel Kenyamanan Belajar (Y) adalah 48,35. Hasil pengujian hipotesis menunjukan terdapat pengaruh antara Fasilitas kelas (X1) terhadap Kenyamanan Belajar (Y), yakni sebesar 3,8%. Selanjutnya terdapat pengaruh antara Fasilitas Laboratorium (X2) terhadap Kenyamanan Belajar (Y), yakni sebesar 6,2%. Terdapat pengaruh antara Fasilitas Pendukung (X3) terhadap Kenyamanan Belajar (Y), yakni sebesar 4,5%. Selanjutnya terdapat pengaruh bersama-sama antara Kondisi Kelas (X1), Fasilitas Laboratorium (X2) dan Fasilitas pendukung Pembelajaran (X3) terhadap Kenyamanan Belajar (Y) dengan kontribusi yang diberikan adalah 9,7%. Hal tersebut menjelaskan bahwa ketiga variabel bebas tersebut secara bersama-sama mampu menjelaskan varian Kenyamanan belajar sebesar 9,7%  sedangkan 90,3% lainnya dijelaskan oleh variabel yang tidak terdapat dalam penelitian. Kata Kunci: kondisi kelas, fasilitas laboratorium, fasilitas pendukung pembelajaran, kenyamanan belajar.
SKRINING FITOKIMIA DAN ANALISIS KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS DARI EKSTRAK ETANOL BUAH LERAK (Sapindus rarak) Inarah Fajriaty; Hariyanto I.H.; Irfan Rian Saputra; Monica Silitonga
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/saintek.v6i2.650

Abstract

Buah lerak secara empiris digunakan untuk menurunkan berat badan, penyakit kulit, dan menurunkan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penapisan fitokimiadan profil kromatogram buah lerak. Buah lerak diekstraksi secara bertingkat menggunakan rangkaian alat Soxhlet dengan pelarut etanol 96%. Golongan metabolit sekunder diidentifikasi dengan skrining fitokimia dan KLT. Uji skrining fitokimia untuk golongan alkaloid dengan Mayer dan Dragendorff, flavonoid diuji dengan uji Schinoda, kuinon diuji dengan KOH, saponin diuji dengan indeks busa, indeks ikan, dan indeks hemolitik, tannin dan fenol diuji dengan FeCl3, steroid/terpenoid diuji dengan Liebermann-Burchard. Pengujian KLT menggunakan fase diam plat silika gel GF254 dan fase geraketil asetat:metanol:aquadest (77:13:10) dilakukan pada sinar UV 254nm dan 366nm dengan penampak bercak H2SO4 10%. Hasil penelitian ekstrak buah lerak mengandung alkaloid, saponin, tanin, kuinon, fenol, steroid/terpenoid. Nilai indeks ikan 8000, indeks busa 20000 dan indeks hemolitik 2500. Uji KLT menunjukkan adanya senyawa saponin yang ditandai dengan warna ungu. Kata kunci: Ekstrak Etanol Buah Lerak (Sapindus rarak), Kromatografi Lapis Tipis (KLT), Skrining Fitokimia.
KONTRIBUSI KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI WUJUD ZAT DAN PERUBAHANNYA Ira Nofita Sari; Idham Azwar; Riska Riska
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/saintek.v6i2.651

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana kontribusi keterampilan proses sains siswa terhadap hasil belajar siswa pada materi wujud zat dan perubahannya di kelas VII SMP Negeri 2 Sayan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian studi kasus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sayan. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa terdapat kontribusi keterampilan proses sains siswa terhadap hasil belajar pada materi wujud zat dan perubahannya tergolong sangat tinggi. Kata Kunci:  keterampilan, proses sains, hasil belajar.
KELAYAKAN ANIMASI STOP MOTION PEMBUATAN CAKE PEPAYA SUBMATERI PERAN TUMBUHAN DI BIDANG EKONOMI Widya Qamariah; Entin Daningsih; Yokhebed Yokhebed
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/saintek.v6i2.682

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui kelayakan animasi stop motion pembuatan cake pepaya submateri peran tumbuhan di bidang ekonomi. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pembuatan animasi stop motion dilakukan dengan pengambilan gambar satu persatu pada setiap gerakan dan digabungkan menjadi deretan gambar yang bergerak menggunakan aplikasi Movie Maker dan Corel Video Studio.Validasi media dilakukan oleh enam validator yang terdiri dari tiga ahli materi dan ahli media.Ahli materi terdiri dari satu orang dosen pendidikan biologi dan dua orang guru biologi yang menggunakan kurikulum 2013. Ahli media terdiri dari dua orang dosen ahli media dan guru Teknologi, Informasi dan Komunikasi. Validasi oleh ahli materi mendapatkan RTVTK sebesar 3,64, sedangkan validasi oleh ahli media mendapatkan RTVTK sebesar 3.75. Hasil validasi menyatakan bahwa animasi stop motion layak digunakan sebagai media pembelajaran pada submateri peran tumbuhan di bidang ekonomi. Kata Kunci: kelayakan, Animasi Stop Motion, Cake papaya.
EKSPERIMENTASIMETODE DISKUSI DENGAN PENDEKATANQUANTUM LEARNING DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN SISWA Desty Septianawati; Yadi Ardiawan
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/saintek.v3i2.695

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) mana yang lebih efektif, pembelajaran menggunakan metode diskusi dengan pendekatan Quantum Learning (QL) atau pembelajaran konvensional; (2) mana yang mempunyai prestasi belajar matematika lebih baik, siswa dengan tipe kepribadian Sanguinis atau Phlegmatis; (3) mana yang lebih efektif untuk masing-masing tipe kepribadian siswa, pembelajaran menggunakan metode diskusi dengan  pendekatan QL atau pembelajaran konvensional.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan populasi seluruh siswa SMP Se-Kabupaten Lampung Timur. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik stratified cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 202 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi metode dokumentasi untuk mendapatkan nilai ujian akhir semester genap kelas VII sebagai data kemampuan awal; metode tes untuk data prestasi belajar matematika siswa; dan metode angket untuk data tipe kepribadian siswa. Uji hipotesis penelitian menggunakan analisis variansi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut.(1) Pembelajaran matematika menggunakan metode diskusi dengan pendekatan pembelajaran QL lebih efektif dibandingkan pembelajaran matematika menggunakan metode diskusi dengan pendekatan pembelajaran konvensional. (2) Pada siswa dengan tipe kepribadian Sanguinis maupun Phlegmatis memiliki prestasi belajar matematika yang sama. (3) Untuk masing-masing tipe kepribadian, pembelajaran menggunakan metode diskusi dengan pendekatan QL lebih efektif dibandingkan pembelajaran matematika menggunakan metode diskusi dengan pembelajaran konvensional. Kata kunci: Pendekatan Quantum Learning, Tipe KepribadianSanguinis dan Phlegmatis
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DENGAN KONTEKSTUAL BERBANTUAN POWER POINT DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF Dewi Risalah
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/saintek.v3i2.696

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu, yang terdiri 2 variabel bebas yaitu model pembelajaran dan gaya kognitif siswa, dan 1 variabel terikat yaitu hasil prestasi siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA kota Pontianak. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan stratified cluster random sampling. Pengumpulan datanya dilakukan melalui kajian dokumen sekolah, angket gaya kognitif dan tes pilihan ganda. Analisis butir soal pada tes prestasi dan angket gaya kognitif terdiri dari analisis daya beda, tingkat kesukaran dan konsistensi internal. Analisis instrumen yang dilakukan pada tes yaitu validitas isi dan reliabilitas. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu: uji keseimbangan, uji prasyarat analisis (uji normalitas dan uji homogenitas), uji hipotesis penelitian dengan menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama.Dari data analisis disimpulkan: (1) prestasi belajar matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD kontekstual power point menghasilkan prestasi yang lebih baik dibanding dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD power point; (2) prestasi siswa yang memiliki gaya kognitif FD lebih baik dibanding dengan siswa yang memiliki gaya kognitif; (3) pada masing-masing model pembelajaran, prestasi belajar gaya kognitif FD lebih baik daripada gaya kognitif FI; (4) pada masing-masing gaya kognitif, model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan kontekstual power pointlebih baik dibanding dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD tanpa kontekstual power point. Kata Kunci : STAD, Kontekstual,  power point  dan Gaya Kognitif
KOMPARASI HASIL BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN POLA BELAJAR BIMBINGAN TUTOR SEBAYA SECARA KELOMPOKDAN KLASIKAL Dona Fitriawan
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/saintek.v3i2.697

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan hasil belajar matematika yang belajar menggunakan pola belajar bimbingan tutor sebaya secara kelompok dan klasikal; (2) hasil belajar matematika manakah yang lebih tinggi antara yang belajar menggunakan pola belajar bimbingan tutor sebaya secara kelompok dengan yang klasikal pada siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Metro. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan bentuk penelitian komparatif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII di SMP Negeri 4 Metro. Sampel diambil secara acak dua kelas dengan kemampuan matematika yang setara. Data dianalisis secara deskriptif dan uji t. Hasil analisis data menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar matematika siswa yang belajar menggunakan Pola Belajar Bimbingan Tutor Sebaya secara Kelompok lebih tinggi daripada rata-rata hasil belajar matematika siswa yang belajar menggunakan Pola Belajar Bimbingan Tutor Sebaya secara Klasikal.Kata Kunci: Pola Belajar, Tutor Sebaya, Hasil Belajar Matematika
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN BAHAN AJAR GEOMETRI ANALITIK BERBASIS MODEL RECIPROCAL TEACHING TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS MAHASISWA Eka Kasah Gordah; Reni Astuti
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/saintek.v3i2.698

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penggunaan bahan ajar geometri analitik berbasis model reciprocal teachingterhadap kemampuan komunikasi matematis. Penelitian dilaksanakan di IKIP PGRI Pontianak pada semester genap tahun akademik 2013/2014. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian one group pretest-posttest design.Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik cluster random sampling dengan memilih satu kelas dari empat kelas yang ada pada program studi pendidikan matematika angkatan 2013/2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkuliahan geometri analitik dengan menggunakan bahan ajar berbasis model reciprocal teaching tergolong cukup efektif.Kata kunci: efektivitas, model reciprocal teaching, kemampuan komunikasi matematis
PERANAN DOSEN DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERORIENTASI PADAPENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS MAHASISWA Handy Darmawan; Eka Trisianawati
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/saintek.v3i2.699

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil keterampilan proses sains mahasiswa sebelum menggunakan pembelajaran berbasis masalah pada materi ekosistem, profil keterampilan proses sains mahasiswa setelah menggunakan pembelajaran berbasis masalah pada materi ekosistem, serta pengaruh penerapan pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan proses sains mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatifdengan subjek penelitian seluruh mahasiswa semester II (dua) Pendidikan Fisika yang mengambil mata kuliah Biologi Umum tahun ajaran 2013/2014. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode tes untuk mengukur keterampilan proses sains mahasiswa, dan non tes melalui lembar observasi dan wawancara untuk mengukur peranan dosen dalam pembelajaran berbasis masalah. Hasil penelitian menunjukkan: (1) nilai rata-rata keterampilan proses sains mahasiswa sebelum pembelajaran didapatkan hasil 59,36, (2) nilai rata-rata keterampilan proses sains mahasiswa setelah pembelajaran didapatkan hasil 67,95, (3) terdapat pengaruh pembelajaran berbasis masalah terhadap peningkatan keterampilan proses sains mahasiswa.Kata Kunci: Peranan Dosen, Pembelajaran Berbasis Masalah, Keterampilan Proses Sains
EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA MATERI PECAHAN DITINJAU DARI ASPEK AFEKTIF SISWA SMP DI KABUPATEN KAYONG UTARA Iwit Prihatin
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/saintek.v3i2.700

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) manakah yang lebih baik, prestasi belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran TGT dengan pendekatan kontekstual atau dikenai model pembelajaran TGT tanpa pendekatan kontekstual; (2) manakah yang lebih baik, prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai aspek afektif tinggi, sedang atau rendah; (3) apakah terdapat interaksi antara model pembelajaran dan aspek afektif terhadap prestasi belajar matematika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan design faktorial 2x3. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil sebagai berikut. (1) Prestasi belajar matematika siswa dengan menggunakan model pembelajaran TGT dengan pendekatan kontekstual lebih baik daripada menggunakan model pembelajaran TGT tanpa pendekatan kontekstual pada materi pecahan. (2) Prestasi belajar matematika siswa yang memiliki aspek afektif tinggi lebih baik daripada siswa yang memiliki aspek afektif sedang dan rendah, serta prestasi belajar matematika siswa yang memiliki aspek afektif sedang lebih baik daripada siswa yang memiliki aspek afektif rendah pada materi pecahan. (3) Terdapat interaksi antara model pembelajaran dan aspek afektif terhadap prestasi belajar matematika siswaKata kunci: Teams Games Tournament (TGT) dan Kontekstual, Prestasi Belajar, Aspek Afektif.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains (In Press) Vol. 12 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 9, No 1 (2020): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol. 7 No. 2 (2018): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol. 7 No. 1 (2018): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 1, No 2 (2012): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains More Issue