cover
Contact Name
Abrar Tanjung
Contact Email
sainetin@unilak.ac.id
Phone
+6281365790713
Journal Mail Official
sainetin@unilak.ac.id
Editorial Address
Jl. Yos Sudarso km.8, Umban Sari, Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau 28265
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
SainETIn (Journal of Science, Energy, Technology & Industry)
ISSN : 25489445     EISSN : 25486888     DOI : 10.31849/sainetin.v4i1
Jurnal SainETIn is a scientific journal published by the Electrical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Lancang Kuning Pekanbaru, as a medium for the publication of scientific papers / research in the fields of Science, Energy, Technology and Industry
Articles 106 Documents
Evaluasi Rugi-Rugi Daya Dan Efisiensi Motor Induksi Tiga Fasa Pada Rotary Machine di PT Asia Forestama Raya Miftakhul Ma'arif; Elvira Zondra; Darmansyah
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 10 No. 2 (2026): Sainetin
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/na1kjj88

Abstract

Motor induksi merupakan mesin listrik yang banyak digunakan sebagai penggerak diantaranya motor induksi sebagai penggerak roll rotary machine untuk industri, pompa air, penggerak alat-alat perkakas dan penggerak peralatan rumah tangga. Produksi playwood memerlukan proses pengupasan sampai menjadi playwood. Rotary machine berfungsi sebagai stasiun untuk mengupas sawn log menjadi veneer. Alat ini menggunakan dua buah mata pisau yang digunakan untuk mengupas kayu log. Rotary machine dikendalikan oleh panel pengendali agar mendapatkan ketebalan veneer yang diinginkan. Dari penelitian rotary machine 4 feet dengan ketebalan venner core 2,75 mm, 2,55 mm, 2,25 mm. Penelitian akhir ini dilakukan analisis rugi-rugi daya dan efisiensi menggunakan metode segregeted loss terhadap motor induksi penggerak roll rotary machine. Dari hasil tugas akhir ini mencari rugi tembaga rotor, rugi tembaga stator, rugi stray, rugi gesek dan angin pada setiap torsi. Torsi beban 146,2 N.m total rugi-rugi sebesar 1175,2788 W, Torsi beban 134,9 N.m total rugi-rugi sebesar 1113,7031 W, Torsi beban 116,6 N.m total rugi-rugi sebesar 1081,4911 W, Torsi beban 103,7 N.m total rugi-rugi sebesar 1043,1542 W. Sedangkan efisiensi Torsi beban 146,2 N.m sebesar 89,792%, Torsi beban 134,9 N.m sebesar 89,541%, Torsi beban 116,6 N.m sebesar 89,193%, Torsi beban 103,7 N.m sebesar 88,953%.
Analisa Nilai Pentanahan SUTT 150 kV Perawang - Siak Khalvi Nofrijon Saputra; Abrar Tanjung; Masnur Putra Halilintar
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 10 No. 2 (2026): Sainetin
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/paqqqm51

Abstract

Saluran transmisi merupakan saluran yang berguna untuk menyalurkan energi listrik mulai dari pembangkitan sampai ke konsumen. Saluran transmisi baik yang SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi) atau SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi) tidak terlepas dari gangguan arus sambar petir, karena letak pemasangannya berada di luar yang bersinggungan dengan alam. Besarnya arus sambaran petir dengan nilai pentanahan mempengaruhi nilai tegangan gangguan yang terjadi pada menara. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh karakteristik petir sambaran 160 kA mengakibatkan Back Flashover, karena nilai tegangan pada isolator sebesar 1968,1 kV sedangkan batasan tegangan lompatan yaitu sebesar 1677,2 kV dengan kondisi pentanahan 11,9 ohm. Dengan penambahan panjang kawat tanah sebesar 5 meter menghasilkan nilai pentanahan sebesar 4,559 ohm dan masih dibawah nilai standar yaitu di bawah 10 ohm berdasarkan Buku Pedoman Pemeliharaan SUTT/SUTET PT. PLN (Persero) Dokumen No: PDM/STT/10:2014, sehingga dapat menurunkan tegangan pada isolator menjadi 1296,9 kV.
Analisis Efisiensi Daya Listrik Pada Generator Pembangkit Listrik Tenaga Diesel PT. PLN (Persero) ULP Bengkalis Kabupaten Bengkalis Syahrul Nizam; Abrar Tanjung; Arlenny
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 10 No. 1 (2025): Sainetin
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/eq16g030

Abstract

Efisiensi daya listrik mengacu pada seberapa efisien suatu sistem atau perangkat dalam mengubah energi listrik menjadi bentuk energi yang diinginkan tanpa banyak kehilangan energi dalam bentuk panas atau suara. Semakin tinggi efisiensi daya listrik, maka semakin sedikit energi yang terbuang, dan semakin besar jumlah energi yang diubah menjadi bentuk yang berguna. Mesin unit C menunjukkan rentang efisiensi daya yang dihasilkan sekitar 60% hingga sekitar 97%. Unit Y mempunyai efisiensi daya sekitar 34,88% dan 37,81%. Sedangkan unit K mempunyai efisiensi daya sekitar 45,58% dan 62,19%. Unit M menunjukkan efisiensi daya sekitar 26,98%. Dari total 23 genset, genset yang menghasilkan daya listrik tertinggi adalah unit 12 yang menghasilkan daya sebesar 974,21 kW. Generator yang menghasilkan daya listrik paling rendah adalah mesin K 1 unit yang menghasilkan daya sebesar 269,85 kW. Meskipun sebagian besar unit memiliki kapasitas daya yang tinggi, namun beberapa unit memerlukan evaluasi lebih lanjut mengenai ketersediaan dan kondisi operasionalnya. Analisis penggunaan bahan bakar menyoroti pengaruh faktor-faktor seperti desain mesin, teknologi pembakaran, dan pengaturan operasional terhadap konsumsi bahan bakar. Rata-rata penggunaan bahan bakar pada unit mesin diesel PLTD adalah SFC (Specific Fuel Oil Consumption) sebesar 0,27 liter/kWh untuk mesin C. Mesin diesel Y, M, K rata-rata menggunakan bahan bakar sebesar 0,25 liter/kWh. Mesin dengan rasio daya per liter bahan bakar yang tinggi menunjukkan efisiensi yang baik dalam mengubah bahan bakar menjadi energi listrik. Hasil ini dapat memberikan wawasan berharga bagi penyedia layanan listrik untuk meningkatkan efisiensi operasional dan pengelolaan sumber daya. Kata Kunci : Efisiensi Daya, Pembangkit Listrik, Energi Listrik
Analisa Minyak Transformator Daya 60 MVA Menggunakan Pengujian Dissolve Gas Analysis Ermawati; Yolnasdi; Hanifulkhair; Engla Harda Arya; Sely Kusuma Anggraeni
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 10 No. 1 (2025): Sainetin
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/2yz31371

Abstract

Transformator dapat mengalami kondisi abnormal, pemicunya dapat berasal dari gangguan internal maupun eksternal dari transformator tersebut. Gangguan eksternal berupa gangguan hubung singkat di luar transformator. Arus gangguan ini cukup besar dapat memicu timbulnya panas pada minyak transformator. Pendeteksian kerusakan transformator salah satunya dengan pengujian minyak DGA (Dissolve Gas Analysis) yang dapat mengetahui kadar atau nilai dari gas-gas yang terlarut dalam minyak transformator. Gas-gas tersebut timbul akibat ketidaknormalan pada transformator kemudian dilakukan analisa menggunakan metode TDCG (Total Dissolved Combustible Gases),.  metode Key Gas, dan metode Duval Triangle. Sampel minyak transformator yang digunakan diambil dari Tranformator Daya 60 MVA Gardu Induk Keramasan. Hasil pengujian 1 TDCG sebesar 5622,30 ppm, pengujian 2 TDCG sebesar 5896,30 ppm dan pengujian 3 TDCG sebesar 11136,78 ppm berdasarkan limit IEEE TDCG > 4630 ppm termasuk kondisi 4 yang menunjukkan dekomposisi yang berlebihan. Operasi lanjutan dapat mengakibatkan kegagalan transformator. Metode Key Gas dan Duval Triangle menunjukan Termal Fault temperature antara 300oC dan 700oC, sehingga mengakibatkan pemanasan minyak isolasi dan kertas isolasi transfomator.
Analisis Masa Pakai Transformator Distribusi Berdasarkan Pengaruh Pembebanan Di PT. PLN (Persero) Rayon Panam Yogi Prasetyo; Abrar Tanjung; Zulfahri; Usaha Situmeang
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 10 No. 1 (2025): Sainetin
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/7m2er457

Abstract

The operation of the electric power system, the reliability and stability of the system are prioritized to provide comfortable operation for consumers. One of the most important equipment in the operation of an electric power system is a transformer. One of the causes of the reduced life of the transformer is loading percentage, loading results in an increase in the temperature of the transformer. This study wants to analyze the effect of overload on the life of the distribution transformer, focusing on the Buntal feeder, precisely the transformers PN 0094, PN 0969 and PN 1029 which are overloaded (Overload). By using the Montsinger method, the calculation results are obtained as follows: PN 0094 experienced a 24 hour life shrinkage is 17.861% with an estimated remaining transformer life of 83 years 11 months, PN 0969 experienced a loss of life for 24 hours is 36.058% with an estimated remaining life of the transformer 41 years 7 months and PN 1029 experiencing a loss of life for 24 hours is 48.066% and the estimated remaining life of the transformer is 31 years 2 months.
Perencanaan Sistem Pentanahan Pada Gedung Laboratorium Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning Abrar Tanjung; David Setiawan; Perinov
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 10 No. 2 (2026): Sainetin
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/h44n9w68

Abstract

Electricity consumption is increasing due to the growing number of consumers using electricity. This has made PT. PLN the largest supplier of electricity. However, electricity usage often experiences power outages caused by natural disturbances such as lightning. Lightning strikes often cause power outages for consumers. To address these outages, alternative power plants are utilized to resolve the issue of electricity supply disruptions. Therefore, to address the shortage in power supply, alternative power plants are installed, with PT. PLN, as the government-owned electricity supplier, playing a key role. Laboratories are equipped with high-voltage electrical equipment that is highly sensitive. This is to ensure the reliability of laboratory equipment. Laboratory equipment is highly sensitive to disturbances, such as external disturbances caused by natural phenomena. Natural phenomena such as lightning strikes can cause an increase in voltage and current within the electrical system. Based on the results and discussion, the voltage drop was found to be 58.2 volts at the Electrical Engineering Laboratory Building of the Faculty of Engineering. The touch voltage with a body weight of 70 kg was found to be 493.4 volts, and with a body weight of 50 kg, it was found to be 364.6 volts. The step voltage with a body weight of 70 kg was found to be 1299. 2 volts, and 962.8 volts for a body weight of 50 kg at the Electrical Engineering Laboratory Building of the Faculty of Engineering. The grounding system was designed using three electrodes with a resistance value of 3.79 ohms, meeting the PUIL 2011 standard of < 5 ohms

Page 11 of 11 | Total Record : 106