Articles
142 Documents
Efektivitas Penerapan Model Inkuiri Terhadap Peningkatan Prestasi Belajar Siswa Sub Pokok Bahasan Cermin Datar
Suprianto Suprianto;
S. Ida Kholida
Wacana Didaktika Vol 3 No 2 (2015): Desember 2015 (Versi Cetak)
Publisher : Universitas Islam Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (383.57 KB)
|
DOI: 10.31102/wacanadidaktika.3.2.151-158
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas penerapan model pembelajaran inkuiri dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional terhadap peningkatan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran fisika. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan rancangan pre-test post-test nonequivalen control group design. Populasi penelitian di SMP Ma‟arif 09 Pamekasan kelas VIII, dan sampelnya adalah kelas VIII-1 sebagai kelas Eksperimen yang berjumlah 14 siswa menggunakan Model Pembelajaran Inkuiri sedangkan kelas VIII-2 sebagai kelas kontrol yang berjumlah 12 siswa menggunakan Model Pembelajaran Konvensional. Berdasarkan hasil penelitian, ditinjau dari nilai rata-rata kelas nilai prestasi belajar di kelas eksperimen adalah 32.85 sedangkan di kelas kontrol adalah 28.75. Sedangkan dari perhitungan statistik menggunakan uji t, diperoleh thitung = 2.093 sedangkan ttabel = 2.064 dengan taraf signifikansi 5%. Dengan demikian thitung > ttabel, maka nilai tersebut menunjukkan adanya perbedaan signifikan terhadap skor prestasi belajar diantara keduanya. Menurut rerata g factor diperoleh 0,47 (kategori sedang) untuk kelas eksperimen dengan rentang g factor (0,08 – 0,71) sedangkan untuk kelas kontrol rerata g factor sebesar 0,34 (kategori sedang) dengan rentang g factor (0,08 – 0,71). Hal ini menunjukkan bahwa penerapan Model Pembelajaran Inkuiri lebih efektif untuk meningkatkan prestasi belajar dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional.
Pengaruh Model Pembelajaran GI Dengan Scaffolding Terhadap Penguasaan Konsep Fisika
Herman Jufri Andi;
Susriyana Mery Handayani
Wacana Didaktika Vol 3 No 2 (2015): Desember 2015 (Versi Cetak)
Publisher : Universitas Islam Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (495.583 KB)
|
DOI: 10.31102/wacanadidaktika.3.2.159-169
Penguasaan konsep fisika siswa masih belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal, hal ini terjadi karena kurangnya pengembangan pola pikir siswa. Siswa distimulasi untuk melakukan praktikum tetapi tidak mampu memahami materi secara mendalam. Prosedur penyelesaian diberikan secara rinci dan tidak ada proses investigasi dalam menemukan konsep fisika. Penelitian untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran GI dengan scaffolding terhadap penguasaan konsep fisika dengan menggunakan Quasi Experimental Design. Intrumen perlakuan berupa Lembar Kerja Siswa yang didalamnya terdapat scaffolding dan instrumen pengukuran berupa tes penguasaan konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan dari model pembelajaran GI dengan scaffolding terhadap penguasaan konsep fisika siswa.
Penerapan Model Kooperatif Dengan Metode Peta Konsep Pada Pokok Bahasan Gerak Melingkar Untuk Menuntaskan Hasil Belajar Siswa di MA Sabilul Muttaqien
S. Ida Kholida;
Suprianto Suprianto
Wacana Didaktika Vol 3 No 2 (2015): Desember 2015 (Versi Cetak)
Publisher : Universitas Islam Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (540.401 KB)
|
DOI: 10.31102/wacanadidaktika.3.2.170-185
Rendahnya hasil belajar siswa khususnya kelas XI MA Sabilul Muttaqien pada mata pelajaran fisika disebabkan oleh kesulitan siswa dalam memahami konsep fisika, selain itu metode pembelajaran yang digunakan juga kurang tepat, serta sistem belajar siswa masih individual. Upaya untuk menuntaskan hasil belajar siswa adalah dengan menggunakan model kooperatif dan metode peta konsep. Penelitian ini bertujuan: (1). Untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar siswa di kelas XI MA Sabilulmuttaqien dengan diterapkannya model kooperatif dengan metode peta konsep. (2). Untuk mengetahui aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian dilaksanakan tiga siklus, dengan tiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, evaluasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI MA Sabilul Muttaqien tahun pelajaran 2014/2015. Analisis data yang digunakan adalah teknik statistik deskriptif. Dari hasil analis didapatkan bahwa hasil belajar siswa dari Siklus I sampai Siklus III sudah mencapai kriteria ketuntasan dengan persentase yaitu, Siklus I (55%), Siklus II (80%), Siklus III (90%) dan aktivitas siswa sangat antusias di mana dapat dilihat di lampiran aktivitas siswa. Hasil evaluasi pretespostes yaitu dari 10,00% (tidak tuntas) menjadi 95,00%(tuntas). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif dengan metode peta konsep dapat menuntaskan hasil belajar fisika dan aktivitas siswa MA Sabilul Muttaqien pada pokok bahasan Gerak Melingkar.
Mekanisme Tumbuhan Menghadapi Kekeringan
Kelik Perdana Winda Sukma
Wacana Didaktika Vol 3 No 2 (2015): Desember 2015 (Versi Cetak)
Publisher : Universitas Islam Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (355.485 KB)
|
DOI: 10.31102/wacanadidaktika.3.2.186-194
Ketidakmampuan tumbuhan untuk berpindah tempat menyebabkan tumbuhan memiliki mekanisme menghadapi kondisi lingkungan yang tidak sesuai, misalnya kekeringan. Tumbuhan dapat mengalami tingkat kekeringan sedang dan tingkat kekeringan tinggi. Pada tingkat kekeringan sedang, tumbuhan biasanya memiliki mekanisme menghindar sedangkan pada tingkat kekeringan tinggi, tumbuhan memiliki mekanisme toleransi.
Tindak Tutur Dalam Transaksi Jual Beli Ikan di Pasar Keppo
Agus Wahdian
Wacana Didaktika Vol 4 No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Islam Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (198.197 KB)
|
DOI: 10.31102/wacanadidaktika.4.1.1-15
Tindak tutur digunakan oleh orang-orang atau masyarakat yang kegiatannya berhubungan dengan bahasa salah satunya yaitu sebagai penjual ikan di pasar. Untuk memberikan tuturan yang menarik perhatian pembeli, seorang penjual ikan harus mengolah kata-kata yang diujarkannya. Begitu juga dengan si pembeli dia tidak langsung terpengaruh dengan apa yang dikatakan oleh si penjual, keduanya sama-sama mengolah kata-kata untuk mencapai kesepakatan dalam bentuk bernegosiasi. Oleh karena itu, hal sedemikian menjadi fenomena tersendiri bagi penulis untuk meneliti lebih lanjut tindak tutur dalam transaksi jual beli ikan di pasar Keppo Pamekasan. Dari uraian di atas timbul permasalahan, yaitu tentang tindak tutur dalam transaksi jual beli ikan di pasar Keppo Pamekasan, dengan tujuan ingin memperoleh deskripsi yang objektif tentang tindak tutur yang digunakannnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi yaitu berupa pengamatan langsung kepada suatu objek yang akan diteliti, jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif sebab data yang diteliti berupa data perekaman. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ada tiga tahapan, (1) Reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan. Dari hasil analisis data yang dilakukan pada bab IV, yaitu berupa (1) pemilihan tindak tutur, tindak tutur ini dipilih karena mereka akan mengetahui segala tindak dan usaha dari si penjual dan pembeli ikan di pasar Keppo. Di dalam penelitian ini tindak tutur yang terjadi lebih banyak pada ketidaksetujuan dari harga yang diberikan dengan berbagai alasan yang diungkapkan. Dari ketidaksetujuan tersebut dari pihak penjual maupun pembeli terjadi suatu negosiasi yaitu tawar menawar dari pihak penjual dan pembeli ikan, dalam hal ini tentunya si penjual menginginkan ikan dengan harga yang tinggi meskipun kualitasnya rendah, begitu juga sebaliknya pembeli menginginkan ikan dengan harga yang murah meskipun kualitasnya tinggi. Dari hal tersebut munculah tindakan kompromi dari pihak si penjual dengan si pembeli
The Research of Literary Criticism (Materialism in The Great Gatsby Novel by Fitzgerald)
Jaftiyatur Rohaniyah
Wacana Didaktika Vol 4 No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Islam Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (156.211 KB)
|
DOI: 10.31102/wacanadidaktika.4.1.16-25
The material as the life’s necessities of human changes into prestige of the human himself. Material is no longer interpreted as the life’s necessities but it changes into money. It becomes the symbol of success and happiness. This shift process certainly brings a lot of change to the human nature. Material which at the beginning is considered as the life necessities turns into human obsession to reach the happiness. In the literary criticism, materialism is one of approach to analyze the values in the literary works. Its used by Fitzgerald to view the complexity of the story in the ‘Great Gatsby’ Novel, but unfortunately the fact, its ironic because material satisfaction is only empty happiness as reflected in this paper.
The Study of Madurese Social Dialect
Jaftiyatur Rohaniyah
Wacana Didaktika Vol 4 No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Islam Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (415.105 KB)
|
DOI: 10.31102/wacanadidaktika.4.2.102-107
The Madurese people are originally indigenous to the island of Madura, located in the Java Sea just north of East Java, and Madura is part of the province of Jawa Timur (East Java) which contains four cities in it; Bangkalan, Sampang, Pamekasan and Sumenep. Madurese language plays important roles in maintaining and developing Indonesian language. There are at least two major roles of Madurese language. The roles are; (1) the existence of Madurese language can be used as a shield of Indonesian language against the invasion of foreign languages, and (2) Madurese language can be functioned as a vocabulary donor of Indonesian language. Madurese language is interested to be analyzed because of its unique language features. Madurese has their own rules to arrange a proper conversation politely, just like Javanese and the other culture. They have their speechlevels engaged to social dialect that used in daily communication. It is because of some factors. This social dialect and its factors of Madurese language is discussed in this research.
The Effect of Textbook Readability on Students’ Reading Comprehension
Dinar Vincy Yunitaka Bahrudin
Wacana Didaktika Vol 4 No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Islam Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (161.208 KB)
|
DOI: 10.31102/wacanadidaktika.4.1.42-54
Language learners should learn reading skill as one of four language skills. It is to make learners' ability on foreign language becomes more comprehensive. The purpose of reading is to improve the understanding about the content of the text and it is the central purpose of language learners. Text readability level is also influenced by the readers’ motivation, ability, and interest. Thats whay in selecting reading texts, the teacher should concern to text readability level and the student language level. Students' level must be related with text readability level, so that it is inappropriate to give junior high school students difficult text such as a difficult scientific text. Therefore this study conclude that the is an effect of textbook readability on students reading comprehension.
Teaching English to Young Learners: Things That The Teachers Should Consider
Arisandi Setiyawan
Wacana Didaktika Vol 4 No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Islam Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (146.357 KB)
|
DOI: 10.31102/wacanadidaktika.4.1.26-32
Teaching English to young learners is challenging to the English teachers because young learners have difference point of view and character. Even though it looks so easy to teach English to young learners, the teachers should not underestimate some aspect before teaching young learners, therefore this article discusses about three aspects that should be considered by the teachers when they teach English to young learners, those are; the strategy when they teach, the characteristics of young learners and the classroom management.
The Correlation Between Playing Online Game English Version And Students’ English Achievement at Third Grade of Vocational Senior High School 3 Pamekasan
Arisandi Setiyawan;
Itsnan Bakhtiar Rifdi
Wacana Didaktika Vol 4 No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Islam Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (566.657 KB)
|
DOI: 10.31102/wacanadidaktika.4.2.108-116
In this modern era, on line game become trending topic. Generally, most of people receive game development anthusiastically. The fact, the researchers found that there are many people spend their spare time in online game center. Moreover, playing online game English Version can affect the students’ English achievement. By playing online game, the students or players will try to understand the instruction stated using English. They will have many English vocabularies on the game then it will increase the English achievement at the school. This research is correlation design which tries to find the correlation between Playing Online Game English Version and Students’ English Achievement by using Pearson Product Moment formula. The population is the students of the third grade of Vocational Senior High School 3 Pamekasan. which consist of 11 classrooms The result. The number of all class consists of 289 students, then the researcher take 33 students as a sample. The result of this research shows that playing online game has a high/strong correlation to the students’ English achievement of the third grade of Vocational Senior High School 3 of Pamekasan. It is proven by observed rxy (0,739) is higher than “r” table of product moment in significance level 5% (0,344) and 1% (0,442). (0,344) means “r” table value of product moment in significance level 5% of 33 respondent. While (0,442) means “r” table value of product moment in significance level 1% of 33 respondent. And (0,739) get from the computation of data analysis both variable X (playing game online) and variable Y (Students’ English achievement).