Articles
142 Documents
Teaching Productive Skill Through Vark
Samsi Rijal;
Nurdiana Arifah
Wacana Didaktika Vol 5 No 01 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Islam Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (334.379 KB)
|
DOI: 10.31102/wacanadidaktika.5.01.12-18
Teaching English as foreign language to Indonesia learners is rather difficult. It can be seen from most of learners who graduated from university, they cannot use English as their language for communication; written or spoken communication. In addition, Most of teachers use traditional method or strategy that focus on teacher or teacher center. So, students are not only active in joining the class but also feel bored. Dealing with this problem, the teachers must change their teaching from teacher center to learner center. Furthermore, teaching productive skill; writing and speaking, the teacher must use the suitable strategy to achieve goal of teaching and learning process. VARK (visual, auditory, read/write, and kinesthetic) which is developed by Neil Fleming in 1987 is one of the strategies which can be used to teach productive skill, because it invites learners more active in joining the class. It also helps learners in understanding the materials easily.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Argument Based Science Inquiry (ABSI) Terhadap Peningkatan Kemampuan Berargumentasi Siswa SMA
Agus Budiyono
Wacana Didaktika Vol 4 No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Islam Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (550.812 KB)
|
DOI: 10.31102/wacanadidaktika.4.1.84-93
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang besarnya pengaruh dan peningkatan kemampuan berargumentasi siswa SMA melalui pembelajaran model argument-based science inquiry. Penelitian menggunakan metode pre-experimental dengan one group pretest posttest design. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI di MAN Pamekasan Jawa Timur, sampel dalam penelitian ini adalah satu kelas dengan jumlah 34 siswa yang dipilih secara acak kelas. Penelitian ini menggunakan instrument tes kemampuan berargumentasi. Adapun Teknik analisis data menggunakan effect size dan N-gain. Hasil penelitian diperoleh nilai effect size sebesar 5,80 yang berarti model pembelajaran ABSI berpengaruh sangat besar terhadap kemampuan berargumentasi siswa, serta nilai sebesar 0,85 atau peningkatan kemampuan berargumentasi siswa berada pada kategori tinggi.
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa SMA
Agus Budiyono;
Hartini Hartini
Wacana Didaktika Vol 4 No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Islam Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (567.796 KB)
|
DOI: 10.31102/wacanadidaktika.4.2.141-149
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh signifikansi antara model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan penelitian quasi-experiment dengan bentuk desain eksperimen pretest-posttest kontrol group design. Populasinya adalah kelas X MA Matsaratul Huda Pamekasan dengan sampel sebanyak dua kelas yang dipilih secara acak kelas. Pengambilan data menggunakan tes instrumen keterampilan proses sains. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa nilai pretest dan posttest pada kelas kontol 33,13 dan 56,06 sedangkan nilai pretest dan posttest pada kelas eksperimen 31,04 dan 85. Analisis data menggunakan uji t diperoleh data thitung sebesar 8,94, sedangkan ttabel pada taraf signifikan 0,05 sebesar 2,01 atau thitung < ttabel artinya terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Peningkatan keterampilan proses sains siswa pada kelas eksperimen memperoleh nilai sebesar 0,78 atau berada pada kategori tinggi adapun pada kelas kontrol memperoleh nilai sebesar 0,34 atau berada dalam kategori sedang.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Terhadap Hasil Belajar Siswa SMA
El-Indahnia Kamariyah
Wacana Didaktika Vol 4 No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Islam Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (174.187 KB)
|
DOI: 10.31102/wacanadidaktika.4.1.78-83
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran TGT terhadap hasil belajar siswa pada pelajaran fisika sub pokok bahasan tekanan hidrostatis kelas XI IPA SMA Miftahul Ulum Al-Baidowi Pamolaan Camplong Sampang. Berdasarkan nilai rata-rata hasil belajar siswa terdapat perbedaan antara kelompok eksperimen dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dan kelompok kontrol dengan model pembelajaran konvensional yaitu 76,2 dan 51,6. Berdasarkan hasil uji t diperoleh nilai perhitungan thitung sebesar 10,25 sedangkan nilai ttabel dengan taraf signifikansi 0,01 adalah 2,660, karena nilai thitung > ttabel maka hipotesis dalam penelitian ini diterima. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe TGT berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dengan model pembelajaran konvensional sebagai pembanding. Persentase hasil analisis pengamatan ranah afektif dan psikomotorik belajar siswa menyatakan bahwa rata-rata persentase afektif dan psikomotorik belajar siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT yaitu 77,3% dan 81,1%, lebih baik dibandingkan dengan afektif dan psikomotorik belajar siswa dengan model pembelajaran konvensional yaitu 51,5% dan 49,6%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe TGT berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPA di SMA Miftahul Ulum Al-Baidowi Pamolaan Camplong Sampang pada sub pokok bahasan tekanan hidrostatis.
The Study of The Students’ Ability to Use Punctuation in Writing Skill
Fitrah Yuliawati;
Ika Nuriyanti
Wacana Didaktika Vol 5 No 02 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Islam Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (508.409 KB)
|
DOI: 10.31102/wacanadidaktika.5.02.118-132
Writing is one of the skills in English that should be mastered by students. Writing is means of communication whereby writing transmit idea to the reader. There are many steps in teaching writing skill. One of the steps is the teaching of punctuation. Punctuation is an element that has an important role in writing. Punctuation refers to sign on marks used to clarify the writings’ idea and the readers can understand easily the meaning of the sentences. This research used qualitative research, because this research describes about the students’ ability to use punctuation in writing. The research was conducted at Madura Islamic University. The result of this research found about to what extent students use the punctuation marks. Firstly, external punctuation. Secondly, internal punctuation. thirdly, pairs punctuation. Fourthly, special punctuation.
Testing Students Through The Writing Skills
Fitrah Yuliawati
Wacana Didaktika Vol 4 No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Islam Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (152.855 KB)
|
DOI: 10.31102/wacanadidaktika.4.1.33-41
Four major skills in communicating through language are often broadly defined as listening, listening and speaking, reading and writing. In many situations where English is taught for general purposes, these skills should be carefully integrated and used to perform as many genuinely communicative tasks as possible. Where this is the case, it is important for the test writer to concentrate on those types of test items which appear directly relevant to the ability to use language for real-life communication, especially in oral interaction. Thus, questions which test the ability to understand and respond appropriately to polite request, advice, instructions, etc. would be preferred to tests of reading aloud or telling stories. In the written section of a test, questions requiring students to write letters, memos, reports and messages would be used in place of many of the more traditional compositions used in the past.
Efektivitas Model Pembelajaran Group Investigation (GI) dengan dan Tanpa Penggunaan Media Animasi Terhadap Hasil Belajar Siswa Fisika SMA Negeri 1 Galis
Chairatul Umamah
Wacana Didaktika Vol 4 No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Islam Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (175.114 KB)
|
DOI: 10.31102/wacanadidaktika.4.1.65-72
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan antara hasil belajar fisika siswa SMA pada kelas yang diterapkan model pembelajaran Group Investigation (GI) dengan penggunaan media animasi dengan kelas yang hanya diterapkan model pembelajaran GI tanpa penggunaan media animasi. Sampel pada penelitian ini terdiri dari dua kelas, dengan kelas yang diberi perlakuan model pembelajaran GI dengan media anaimasi sebagai kelas eksperimen, dan kelas yang diberi perlakuan hanya menggunakan model pembelajaran GI sebagai kelas kontrol. Pada penelitian ini pengumpulan data dilakukan dengan beberapa cara diantaranya wawancara, observasi dan tes hasil belajar. Melalui serangkaian uji statistik terhadap data ∆ (selisih nilai tes akhir dengan tes awal) diperoleh suatu pembuktian hipotesis dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan dari model pembelajaran GI dengan penggunaan media animasi terhadap hasil belajar fisika siswa (Thit =0,03 dan Ttabel = 0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari penggunaan media animasi dalam penggunaan model pembelajaran GI terhadap hasil belajar Fisika siswa.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Pelajaran Fisika SMK
Yenny Agustine Shovia Insany;
Suprianto Suprianto
Wacana Didaktika Vol 4 No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Islam Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (143.208 KB)
|
DOI: 10.31102/wacanadidaktika.4.1.73-77
Masalah yang dihadapi siswa dalam pembelajaran fisika adalah rendahnya hasil belajar siswa, yakni hanya 3-4 orang siswa yang mampu menerima penjelasan guru dengan baik, pengajaran berpusat pada guru dan siswa cenderung pasif, tingkat rasa percaya diri siswa untuk saling mengemukakan pendapat masih sedikit, interaksi antar siswa kurang. Hal itu menyebabkan prestasi belajar siswa rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap prestasi belajar siswa pada pelajaran fisika kelas XI SMK/Sederajat di Pamekasan tahun ajaran 2015/2016. Penelitian ini akan menggunakan metode penelitian eksperimen dengan bentuk desain eksperimen pretest-posttest control group design. Sampel penelitian ini adalah kelas XI IPA A dan kelas XI IPA B, kelas XI IPA A sebagai kelompok eksperimen yang diberi perlakuan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, dan kelas XI IPA B sebagai kelompok kontrol yang diberi perlakuan dengan model pembelajaran konvensional. Hasil observasi data penelitian dianalisis dengan uji normalitas, uji homogenitas serta uji hipotesis (uji t). Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa data terdistribusi normal dan homogen, uji hipotesis (uji t) HI diterima dan H0 ditolak. Hasil analisis pengamatan pembelajaran pada kedua kelas diperoleh rerata persentase yaitu pada kelas eksperimen 90,6% dan kelas kontrol 87,5%, proses keterlaksanaan pembelajaran pada kedua kelas berlangsung dengan baik. Sedangkan untuk aktivitas siswa pada kelas eksperimen diperoleh 73,2%, kelas kontrol sebesar 61,7%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap prestasi belajar siswa pada pelajaran fisika kelas XI SMK/Sederajat di Pamekasan tahun ajaran 2015/2016.
Pengaruh Model Pembelajaran Kontekstual React Terhadap Penguasaan Konsep Fisika Siswa SMA Kabupaten Pamekasan
Arin Wildani
Wacana Didaktika Vol 4 No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Islam Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (198.562 KB)
|
DOI: 10.31102/wacanadidaktika.4.1.94-101
Penguasaan konsep siswa dalam proses pembelajaran merupakan salahsatu parameter keberhasilan dari proses pembelajaran itu sendiri. Namun pada kenyataannya tidak banyak siswa yang berhasil menguasai konsep yang didapatkan dari sekolah. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai ujian siswa yang masih banyak dibawah rata-rata. Salahsatu mata pelajaran yang dianggap susah dalam pemahaman konsepnya yaitu fisika. Rendahnya penguasaan konsep dari siswa dapat disebabkan oleh beberapa hal, salahsatu diantaranya yaitu model pembelajaran yang digunakan oleh guru. Oleh karena itu dibutuhkan inovasi dalam penggunaan model pembelajaran sehingga penguasaan konsep siswa dapat meningkat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kontekstual terhadap penguasaan konsep fisika siswa SMA. Penelitian ini merupakan penelitian quasy eksperimen. Desain penelitian yaitu Pretest-Posttest control group Design. Populasi dari penelitian ini yaitu siswa SMA Kabupaten Pamekasan dan sampel dari penelitian ini yaitu dua kelompok siswa kelas X SMAN 5 Pamekasan yang diambil teknik cluster sampling. 1 kelas sebagai kelas eksperimen, dan 1 kelas sebagai kelas kontrol. Instrument penilaian yang digunakan berupa instrument perlakuan dan instrument pengukuran. Instrument perlakuan berupa RPP dan LKS. Sedangkan instrument pengukuran berupa soal postest. Uji soal menggunakan uji validitas,uji reabilitas, uji tingkat kesukaran soal, dan uji daya pembeda soal. Sedangkan uji prasyarat yang digunakan adalah uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis, hipotesis diterima dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan model pembelajaran kontekstual React terhadap penguasan konsep fisika siswa SMA Kabupaten Pamekasan
Perbandingan Keterampilan Metakognitif dan Hasil Belajar Antara Siswa Berkemampuan Akademik Tinggi dan Rendah
Linda Tri Antika
Wacana Didaktika Vol 4 No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Islam Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (77.928 KB)
|
DOI: 10.31102/wacanadidaktika.4.2.183-192
Penerimaan siswa baru SMA di Indoensia pada umumnya berdasarkan sistem Passing Grade Nilai Ujian Nasional. Efek dari sistem tersebut adalah terjadi polarisasi, yakni adanya sekolah kemampuan akademik tinggi dan sekolah kemampuan akademik rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan keterampilan metakognitif dan hasil belajar pada siswa berkemampuan akademik tinggi dan rendah pada mata pelajaran biologi menggunakan strategi PBL. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian Quasi Experiment dengan rancangan Pretest-Postest Nonequivalent Control Group Design. Populasi pada penelitian ini adalah semua siswa SMA di Malang semester I pada tahun pelajaran 2012/2013. Sampel pada penelitian ini adalah kelas X-1 SMA Negeri 9 Malang yang terdiri atas 35 siswa dan kelas X SMA Darul Ulum Agung Malang yang terdiri atas 16 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) siswa berkemampuan akademik tinggi memiliki nilai keterampilan metakognitif 56,42% lebih tinggi dibandingkan nilai siswa berkemampuan akademik rendah, dan (2) siswa berkemampuan akademik tinggi memiliki nilai hasil belajar 79,31% lebih tinggi dibandingkan dengan siswa berkemampuan akademik rendah.