cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI
ISSN : 25280201     EISSN : 25283278     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
The Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI is a scientific media dissemination of research results in agriculture to support agricultural development. This journal is a national journal containing agricultural research results, routinely published by the Faculty of Agriculture - University of Muhammadiyah Jakarta since 2016
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2023)" : 6 Documents clear
Potensi Ekstrak Serai Wangi dan Daun Mengkudu dalam Pengendalian Hama Penghisap Buah Kakao (Helopeltis spp.) Dedi Supriyatdi; Dona Rizky Lovantineya; Bambang Utoyo
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.8.1.11-19

Abstract

Hama penghisap buah kakao (Helopeltis spp.) merupakan salah satu hama pada tanaman kakao. Serangan Helopeltis spp. menjadi penyebab utama dalam turunnya poduktivitas kakao. Petani dalam mengendalikan hama Helopeltis spp. masih menggunakan insektisida sintetik yang dapat berdampak negatif bagi lingkungan. Serai wangi dan daun mengkudu memiliki kandungan senyawa aktif yang dapat dijadikan sebagai insektisida nabati dan bersifat ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan ekstrak yang paling efektif diantara ekstrak serai wangi, ekstrak daun mengkudu, dan kombinasi ekstrak keduanya dalam pengendalian hama penghisap buah kakao. Penelitian dilaksanakan pada November 2020 sampai dengan Februari 2021, di laboratorium Tanaman Politeknik Negeri Lampung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 4 perlakuan dan 6 kali ulangan. Parameter yang diamati adalah mortalitas. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak serai wangi, ekstrak daun mengkudu, kombinasi ekstrak serai wangi dan daun mengkudu berpotensi untuk mengendalikan hama Helopeltis spp. 
Analisis Daya Saing Kakao Olahan Indonesia di Negara Tujuan Utama Dunia Lola Rahmadona; Dahlia Nauly; Dessy Iriani Putri
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.8.1.39-46

Abstract

Pemerintah Indonesia mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan mengenai Bea Keluar ekspor biji kakao untuk meningkatkan ketersediaan bahan baku industri pengolahan kakao dalam negeri. Penerapan kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan produksi industri pengolahan kakao. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing ekspor kakao olahan Indonesia dan spesialisasi perdagangan Indonesia dalam ekspor atau impor kakao olahan di negara tujuan utama dunia. Ruang lingkup penelitian ini meliputi kakao olahan dengan kode HS 1803 (cocoa paste), HS 1804 (cocoa butter), dan HS 1805 (cocoa powder). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Revealed Comparative Advantage (RCA) dan Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP). Hasil perhitungan RCA menunjukan bahwa kakao olahan Indonesia memiliki keunggulan komparatif dengan nilai RCA seluruhnya lebih besar dari 1. Penelitian ini menunjukkan bahwa kakao olahan Indonesia memiliki daya saing yang tinggi. Posisi perdagangan cocoa paste, cocoa butter dan cocoa powder berada pada tahap kematangan di Amerika Serikat, China, Brazil, dan German), produk cocoa paste dan cocoa butter pada tahap pertumbuhan di Malaysia serta produk cocoa powder pada tahap substitusi impor di Malaysia.
Pemilahan Benih Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) serta Hubungan Ukuran Benih dengan Mutu Benih Hielga Bariq Rosyadita; Ahmad Zamzami; Ridwan Diaguna
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.8.1.1-10

Abstract

Kedelai merupakan komoditas penting di Indonesia yang produksi nasionalnya masih tergolong rendah sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan nasional. Produksi nasional dapat ditingkatkan dengan penggunaan benih bermutu. Mutu benih berkaitan dengan ukuran benih. Penelitian ini menguji pengaruh ukuran benih terhadap mutu benih kedelai. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal berupa ukuran benih. Taraf ukuran benih yang diuji adalah ukuran besar, sedang, kecil, dan campuran, diulang sebanyak tiga ulangan. Penelitian secara terpisah dilakukan terhadap varietas Grobogan dan Demas 1. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ukuran benih berpengaruh secara beragam terhadap beberapa peubah mutu benih. Ukuran benih Grobogan hanya berpengaruh terhadap bobot kering kecambah normal dengan ukuran benih besar merupakan yang terbaik. Sementara itu, ukuran kecil dan campuran pada Demas 1 menghasilkan indeks vigor, bobot kering kecambah normal, dan daya hantar listrik yang terbaik daripada ukuran lainnya. Benih Demas 1 ukuran kecil menunjukkan kemunduran vigor yang relatif lebih rendah setelah pengusangan cepat dibanding ukuran lain. Laju imbibisi dipengaruhi oleh luas penampang yang dibuktikan dengan varietas Grobogan yang memiliki ukuran lebih besar memiliki laju imbibisi yang juga lebih besar dibandingkan benih kedelai Demas 1. Pemilahan benih kedelai sebaiknya memperhatikan ukuran optimal pada masing-masing varietas karena akan berpengaruh terhadap mutu benihnya.
Karakter Daun Buncis Tegak sebagai Respon Adaptasi Intensitas Cahaya Rendah Dian Diani Tanjung; Heni Purnamawati; Anas Dinurrohman Susila
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.8.1.47-53

Abstract

Buncis tegak (Phaseolus vulgaris L.) memiliki potensi dibudidayakan pada dataran rendah dengan kondisi suhu yang lebih tinggi. Pemberian naungan diharapkan dapat menurunkan suhu lingkungan tetapi informasi dampak morfo-anatomi pada daun buncis ternaungi masih terbatas. Tujuan penelitian adalah memperoleh informasi karakter daun buncis tegak sebagai respon adaptasi intensitas cahaya rendah. Lokasi Penelitian di Kebun Percobaan Pusat Kajian Hortikultura Tropika IPB, ketinggian lokasi 250 m dpl, dilaksanakan pada bulan Oktober 2019 sampai dengan Januari 2020. Desain percobaan Rancangan Petak Tersarang dua faktor empat ulangan. Faktor pertama net dengan intensitas menahan cahaya 25%, dan 50%, serta tanpa naungan (0%) sebagai kontrol. Faktor kedua yaitu buncis tegak varietas Balitsa 2, Balitsa 3, dan buncis rambat Lebat 3 sebagai pembanding. Hasil menunjukkan bahwa dengan menurunnya intensitas cahaya, maka luas daun meningkat, tebal daun dan tebal palisade menurun, jumlah stomata dan kerapatan stomata menurun. Hasil analisis pigmen menunjukkan daun buncis yang mendapat intensitas cahaya rendah cenderung beradaptasi untuk mengefisiensikan penangkapan cahaya dengan meningkatkan jumlah klorofil a, klorofil b, total kloroil, dan menurunkan nisbah klorofil a/b daun. Sedangkan pembentukan antosianin di bawah naungan menurunkan kemampuan efisiensi penangkapan cahaya.
Pengaruh Pupuk Organik Cair Keong Maja terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kedelai (Glycine Max (L) Merrill) Putri Mailinda Sari; Chairil Ezward; A. Haitami
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.8.1.20-28

Abstract

Kedelai merupakan sumber protein nabati. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pupuk organik (POC) cair keong maja terhadap pertumbuhan dan produksi kedelai. Penelitian ini telah dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial dengan perlakuan POC Keong Maja (P) yang terdiri dari 4 taraf. Antara lain : P0 (Tanpa pemberian POC Keong Maja), P1 (Pemberian POC Keong Maja konsentrasi 1:5), P2 (Pemberian POC Keong Maja konsentrasi 1:10) dan P3 (Pemberian POC Keong Maja konsentrasi 1:15). Hasil penelitian menunjukan pengaruh yang nyata terhadap parameter umur muncul bunga 29,41 hari, umur panen yaitu 74 hari pada perlakuan P2 (1:10) dan pada perlakuan P1 (1:5) memberikan hasil terbaik pada parameter berat basah biji pertanaman yaitu 30,66 g dan berat kering biji yaitu 26,64 g.
Uji Kemampuan Bacillus subtilis dan Lysinibacillus sp. dalam Campuran Carbon Fiber dan Silica Nano untuk Mengendalikan Nematoda Puru Akar (Meloidogyne spp.) pada Tanaman Tomat Hersanti Hersanti; Siska Rasiska; Refiona Sekar Sari
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.8.1.29-38

Abstract

Penyakit puru akar adalah penyakit yang disebabkan oleh nematoda Meloidogyne spp. yang dapat menurunkan hasil panen tanaman tomat hingga 29%. Alternatif pengendalian penyakit puru akar adalah dengan menggunakan bakteri antagonis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan bakteri antagonis Bacillus subtilis dan Lysinibacillus sp. yang dicampurkan dengan serat karbon dan silika nano untuk menekan Meloidogyne spp. secara in vitro dan mengendalikan penyakit puru akar pada tanaman tomat secara in vivo. Penelitian dilakukan di Laboratorium Fitopatologi dan Rumah Kaca Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian, Universitas Padjajaran dari bulan Juni sampai Desember 2019. Percobaan terdiri atas uji in vitro terdiri dari 11 perlakuan dan 3 ulangan yang dan uji in vivo dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan yang dilakukan dengan rancangan acak kelompok. Hasil penelitian menujukkan bahwa B. subtilis dan Lysinibacillus dapat menekan populasi Meloidogyne spp. Campuran B. subtilis dengan serat karbon dan silika nano menurunkan populasi Meloidogyne spp. hingga 90% secara in vitro. Formulasi Bacillus subtilis + Lysinibacillus adalah campuran yang paling baik dalam menekan penyakit puru akar pada tanaman tomat.

Page 1 of 1 | Total Record : 6