cover
Contact Name
Roni Koneri
Contact Email
ronicaniago@unsrat.ac.id
Phone
+6281340275276
Journal Mail Official
j.bioslogos@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Biologi FMIPA Universitas Sam Ratulangi
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Bios Logos
JURNAL BIOS LOGOS is the journal published by Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sam Ratulangi University. The aims of the journal are to publish original research papers and article review in biology science i.e. botany, zoology, molecular biology, microbiology, ecology, diversity and conservation, taxonomy and biogeography. BIOS LOGOS is published two times per year (February and August)
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2020): JURNAL BIOS LOGOS" : 6 Documents clear
Uji Antibakteri Nanopartikel Kitosan terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Magani, Alce K; Tallei, Trina E; Kolondam, Beivy J
JURNAL BIOS LOGOS Vol 10, No 1 (2020): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.10.1.2020.27978

Abstract

Uji Antibakteri Nanopartikel Kitosan terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.(Antibacterial Test of Chitosan Nanoparticles against Staphylococcus aureus and Escherichia coli) Alce K. Magani*, Trina E. Tallei, Beivy J. KolondamProgram Studi Biologi, FMIPA Universitas Sam Ratulangi, Manado 95115*Email korespondensi: alcemagani@gmail.com (Article History: Received 30-12-2019; Revised 15-01-2020; Accepted 23-01-2020) Abstrak Antibakteri merupakan zat yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan dapat membunuh bakteri penyebab infeksi. Staphylococcus aureus dan Escherichia coli merupakan bakteri Gram positif dan Gram negatif yang dapat menimbulkan infeksi atau penyakit dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas bakteri patogen dengan memakai nanopartikel kitosan sebagai antibakteri yang dibuat dalam empat konsentrasi (0,5%, 1%, 1,5% dan 2%) serta penggunaan kontrol asam asetat 1%, ciprofloxacin dan air steril sebagai pembanding. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode gelasi ionik untuk pembuatan nanopartikel kitosan dan difusi agar untuk pengujian antibakteri. Data dianalisis dengan One Way Anova yang dilanjutkan dengan metode BNT (Beda Nyata Terkecil). Hasil penelitian diperoleh penghambatan pertumbuhan bakteri S. aureus dan E. coli tertinggi pada konsentrasi 0,5%, dengan diameter zona hambat hari pertama sampai hari ketiga 12,31 mm, 9,98 mm, dan 20,46 mm pada S. aureus dan 15,88 mm, 18,71 mm, dan 20,43 mm pada E. coli, kategori kuat, dan bersifat bakteriostatik dan penghambatan terendah pada konsentrasi 2% dengan diameter zona hambat pada S. aureus yaitu 5,56 mm, 5,50 mm, dan 5,40 mm, dan pada E. coli yaitu 5,93 mm, 9,64 mm, dan 12,58 mm, kategori sedang, dan bersifat bakteriostatik. Kata kunci: Kitosan, nanopartikel kitosan, aktivitas antibakteri.  Abstract Antibacteria is a substance that can inhibit the growth of bacteria and able to kill bacteria that cause infections. Staphylococcus aureus and Escherichia coli are Gram positive and Gram negative bacteria that able to cause infections or diseases. This study aimed to examine the activity of pathogenic bacteria by using chitosan nanoparticles as antibacterial. The treatments were made in four concentrations (0.5%, 1%, 1.5% and 2%) and, for comparison, there were also acetic acid control, ciprofloxacin and sterile water. The research method used is the ionic gelation method for the manufacture of chitosan nanoparticles and agar diffusion for antibacterial testing. Data were analyzed with One Way Anova followed by LSD (Least Significant Difference) method. The results showed the highest inhibition of growth of S. aureus and E. coli bacteria at a concentration of 0.5%, with a diameter of inhibition zones of the first day to the third day of 12.31 mm, 9.98 mm, and 20.46 mm in S. aureus and 15,88 mm, 18,71 mm, and 20,43 mm in E. coli, the strong category, and are bacteriostatic and the lowest inhibition was at 2% concentration with inhibition zone diameters in S. aureus namely 5.568 mm, 5.50 mm, and 5, 40 mm, and in E. coli, 5.93 mm, 9.63 mm and 12.58 mm, the medium category and bacteriostatic.Key words: Chitosan, nanoparticles chitosan, antibacterial activity.
Efektivitas Ekstrak Serai Wangi (Cimbopogon nardus L.) sebagai Larvasida Nyamuk Aedes aegypti Makkiah, Makkiah; Salaki, Christina L; Assa, Berty
JURNAL BIOS LOGOS Vol 10, No 1 (2020): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.10.1.2020.27977

Abstract

Efektivitas Ekstrak Serai Wangi (Cimbopogon nardus L.) sebagai Larvasida Nyamuk Aedes aegypti (The Effectiveness of Citronella Extract (Cymbopogon nardus) as Larvaside of Aedes aegypti) Makkiah*), Christina L Salaki **), Berty AssaProgram Studi Entomologi Pascasarjana Universitas Sam RatulangiManado, 95155*Email: khiaimoet@gmail.com,**Email korespondensi: christinasalaki@ymail.com  (Article History: Received 20-10-2019; Revised 27-11-2019; Accepted 30-12-2019) AbstrakPengendalian nyamuk sebagai vektor utama penularan penyakit DBD hanya dapat dilakukan dengan cara memutuskan rantai penularannya melalui pengendalian nyamuk. Pengendalian nyamuk dapat dilakukan pada tahap larva dengan menggunakan biolarvasida yang terbuat dari bahan alami dan salah satunya adalah dengan menggunakan ekstrak kasar dari tanaman serai wangi (Cymbopogon nardus). Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas ekstrak serai wangi sebagai larvasida larva Aedes aegypti instar III dan IV. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap. Larva yang digunakan adalah larva instar III dan IV, dengan  perlakuan konsentrasi ekstrak serai wangi 20%, 30%, 40%, dan 50% dalam 250 ml air. Pada penelitian ini terdapat kontrol yaitu aquades yang tidak ditambahkan larutan apapun. Pengamatan kematian larva dilakukan pada jam ke 1, 3, 6, 12, 24, dan jam ke 48 dengan replikasi sebanyak 4 kali. Data presentase mortalitas larva digunakan untuk menghitung nilai LC50 dan LT50 dengan menggunakan analisisi Probit. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak serai wangi efektif dalam mematikan 50% dari populasi  larva uji  dengan  nilai LC50 pada konsentrasi 36,48%serta waktu yang di butuhkan untuk mematikan  50% populasi larva uji adalah 10,45 jam. Kata kunci : Ekstrak, Cymbopogon nardus, larvasida, Aedes aegypti AbstractControl of mosquitoes as the main vector of transmission of DHF can only be done by breaking the chain of transmission through mosquito control. Mosquito control can be carried out at the larval stage by using biolarvasides made from natural materials, one of which is by using a crude extract from the citronella plant (Cymbopogon nardus). This research is to find out the effectiveness of citronella extract as larvae of Aedes aegypti larvae instar III and IV. This research is a pure experimental study using a complete random design. The larvae used were instar larvae III and IV, with the treatment of citronella extract concentration of 20%, 30%, 40%, and 50% in 250 ml of water. In this study, there was a control i.e. aquades which did not add any solution. Observation of larvae death was done at 1 hour, 2 hours. 4 hours, 12 hours, 24 hours and 28 hours with replication 4 times. Data on larval mortality were used to calculate LC50 and LT 50 values using Probit regression analysis. The results showed that citronella extract was effective in killing 50% of the population of test larvae with LC50 values at a concentration of 36.48% and the time needed to kill 50% of the population of test larvae was 10,450 hours.Keywords:  Extract, Cymbopogon nardus, larvasida, Aedes aegypti
Uji Efektivitas Kombinasi Ekstrak Etanol Jamur Kayu (Ganoderma lucidum) dengan Daun Sirsak (Annona muricata) terhadap Tikus Putih Galur WIstar (Rattus norvegicus) Hiperglikemia Naibaho, Jesica Christy; Rumende, Rooije R.H.; Pontororing, Hanny
JURNAL BIOS LOGOS Vol 10, No 1 (2020): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.10.1.2020.30001

Abstract

Uji Efektivitas Kombinasi Ekstrak Etanol Jamur Kayu (Ganoderma lucidum) dengan Daun Sirsak (Annona muricata) terhadap Tikus Putih Galur WIstar (Rattus norvegicus) Hiperglikemia(Effectivity Test of Wood Mushroom (Ganoderma lucidum) with Soursop Leaves (Annona muricata) Ethanol Extract Combination to Hyperglicemic Wistar Strain White Mouse (Rattus norvegicus) Jesica Christy Naibaho*, Rooije R.H. Rumende, Hanny PontororingProgram Studi Biologi FMIPA Universitas Sam RatulangiJl. Kampus Unsrat, Manado 95115*Email korespondensi: jesicachristynaibaho27@gmail.com, (Article History: Received 31-12-2019; Revised 15-01-2020; Accepted 24-01-2020) Abstrak Diabetes merupakan penyakit dengan indikasi pankreas tidak dapat memproduksi hormon insulin dalam jumlah cukup ataupun ketidakmampuan tubuh mempergunakan produksi insulin dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektifitas dua konsentrasi ekstrak kombinasi jamur kayu (G. lucidum) dengan daun sirsak (A. muricata) dibandingkan dengan obat diabetes jenis glibenklamid.  Penelitian menggunakan metode eksperimental toksisitas akut dengan lima kelompok perlakuan dan lima ulangan. Analisis data yang digunakan adalah uji Friedman dengan uji lanjut Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan jumlah konsentrasi ideal kombinasi ekstrak jamur kayu (G. lucidum) dengan daun sirsak (A. muricata) yang dapat diinduksi terhadap tikus galur wistar hiperglikemia adalah 150 mg/kgBB dan 300 mg/kgBB tikus. Kombinasi ekstrak berpengaruh terhadap kontrol gula darah tikus galur wistar. Konsentrasi optimum kombinasi ekstrak di antara kedua dosis uji ekstrak adalah 300 mg/kgBB. Dosis 300 mg/kgBB kombinasi ekstrak dibandingkan dengan glibenklamid.Kata Kunci: Diabetes, pankreas, hormon insulin, glibenklamid   Abstract Diabetes is a pancreatic disease that can not produce enough insulin hormone or body’s inability to employ insulin hormones properly.The purpose of this study was to tested the effectiveness of two concentrations of wood mushrooms (G. lucidum) with soursop leaves (A. muricata) extract compared to glibenclamide as one of diabetes remedy. Research used acute toxicity experimental methods with five treatment groups and five repetitions. Data were analyzed using Friedman’s test and Mann-Whitney’s test. The results showed that the ideal number of wood mushrooms (G. lucidum) with soursop leaves (A. muricata) extract which can induced to wistar hyperglycemic mouse were 150 mg/kgBM and 300 mg/kgBM. Extract combination has an effect on mice glucose control. Optimum concentration of Extract Combination between the two extract test doses was 300 mg/kgBM. 300 mg/kgBM dose of wood mushrooms (G. lucidum) and soursop leaves (A. muricata)  extract avowed more effective than glibenclamide.Key words: Diabetes, pancreas, insulin hormone, glibenklamide
Potensi Bakteri Endofit Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) dalam Menghasilkan Hormon Indole Acetic Acid (IAA) dengan Penambahan L-triptofan Tangapo, Agustina Monalisa
JURNAL BIOS LOGOS Vol 10, No 1 (2020): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.10.1.2020.27980

Abstract

Potensi Bakteri Endofit Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) dalam Menghasilkan Hormon Indole Acetic Acid (IAA) dengan Penambahan L-triptofan(Potential of endophytic bacteria of sweet potato (Ipomoea batatas L.) in producing Indole Acetic Acid (IAA) with the addition of L-tryptophan) Agustina Monalisa TangapoProgram Studi Biologi FMIPA Universitas Sam RatulangiJl. Kampus Unsrat, Manado 95115*Email korespondensi:agustina.tangapo@unsrat.ac.id (Article History: Received 5-01-2019; Revised 15-01-2020; Accepted 05-02-2020) ABSTRAKAsosiasi bakteri-tanaman, dapat mempengaruhi produktivitas tanaman secara langsung dan tidak langsung. Secara langsung, salah satunya yaitu bakteri dapat memproduksi dan menyekresikan zat pengatur tumbuh indole-3-acetic acid (IAA, auksin). Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan bakteri endofit ubi jalar dalam menghasilkan IAA. Metode analisis IAA dilakukan dengan metode kolorimetri. Analisis produksi IAA dilakukan dengan penambahan dan tanpa penambahan L-triptofan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanpa penambahan L-triptofan, diperoleh sejumlah 19 jenis yang menghasilkan IAA dengan kisaran konsentrasi 0,29-7,21 mg/L. Dengan penambahan L-triptofan, jumlah jenis positif dan konsentrasi IAA yang dihasilkan meningkat signifikan. Jumlah jenis positif 20 jenis (91%) dan konsentrasi IAA yang dihasilkan mencapai kisaran 0,96-115,63 mg/L.Kata kunci: bakteri endofit; IAA; ubi jalar; L-triptofan ABSTRACTPlant-bacteria associations, can promote plant growth by both direct and indirect mechanisms. One of direct mechanisms is that bacteria can produce and secrete indole-3-acetic acid (IAA, auxin) growth regulators. This study aims to examine the ability of sweet potato endophytic bacteria to produce IAA. The detection of IAA production was conducted by colorimetric technique. IAA production analysis was carried out with addition and without addition of L-tryptophan. Without the addition of L-tryptophan, a total of 19 species produced IAA with a concentration range of 0.29-7.21 mg/L. With the addition of L-tryptophan, the number of positive species and the concentration of IAA produced increased significantly. The number of positive species was 20 species (91%) and the concentration of IAA produced reached a range of 0.96-115.63 mg/L.Keywords: endophytes bacterial; IAA; sweet potato; L-tryptophan
PROPORSI STRES DAN GEJALA PSIKOSOMATIK PADA SISWA KELAS XII SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KOTA DENPASAR Deantri, Fanny; Sawitri, Anak Agung Sagung
JURNAL BIOS LOGOS Vol 10, No 1 (2020): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.10.1.2020.27465

Abstract

PROPORSI STRES DAN GEJALA PSIKOSOMATIK PADA SISWA KELAS XII SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KOTA DENPASAR(Proportion of Stress and Psychosomatic Symptoms in Twelfth Grade High School Students in Denpasar City)                                   Fanny Deantri*), Anak Agung Sagung Sawitri**)Program Studi Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Denpasar*Email: deantrif@hotmail.com**Email: sawitri56@hotmail.com (Article History: Received 20-01-2020; Revised 25-02-2020; Accepted 27-02-2020) ABSTRAKSiswa kelas XII Sekolah Menengah Atas (SMA) memiliki kecenderungan untuk mengalami tekanan emosional dan psikologis atau stres yang disebabkan karena faktor akademis maupun faktor lainnya. Stres yang tidak ditangani dengan baik dapat bermanifestasi dalam bentuk gejala-gejala fisik yang disebut sebagai gejala psikosomatik. Gejala psikosomatik ini kerap kali tidak disadari sehingga sering terjadi berulang kali meski sudah diberikan pengobatan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung proporsi stres dan gejala psikosomatik pada siswa kelas XII SMA serta kedua keluhan tersebut pada saat yang bersamaan. Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang deskriptif. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS) 42 dan kuesioner yang diadaptasi dari Psychosomatic Symptoms Scale for Child and Adolescents yang dibagikan kepada subjek penelitian di SMA Negeri 1 Denpasar, SMA Negeri 2 Denpasar, dan SMA Negeri 3 Denpasar pada bulan Oktober–November 2019. Sebanyak 67 (32,2%) dari 208 sampel yang mengaku mengalami stres dan terdapat 158 (76%) subjek penelitian yang mengalami gejala psikosomatik. Subjek penelitian yang mengaku mengalami stres dan juga mengalami gejala psikosomatik dijumpai sebanyak 48 (71,6%).
Hubungan Aktivitas Merokok Dengan Penuaan Dini Kulit Pada Kelompok Masyarakat Usia 20-40 Tahun Di Universitas Udayana Sanusi, Fedisa Ergarizkia; Sawitri, Anak Agung Sagung; Putri, Wayan Citra Wulan Sucipta
JURNAL BIOS LOGOS Vol 10, No 1 (2020): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.10.1.2020.27318

Abstract

Hubungan Aktivitas Merokok Dengan Penuaan Dini Kulit Pada Kelompok Masyarakat Usia 20-40 Tahun Di Universitas Udayana  (The Relationship Of Smoking Activities With The Early Aging Of The Skin In The Age Of 20-40 Years In Udayana University) Fedisa E. Sanusi*), Anak Agung Sagung Sawitri **), Wayan Citra Wulan Sucipta Putri Program Studi Sarjana Kedokteran Dan Profesi DokterFakultas Kedokteran Universitas Udayana, Denpasar*Email:  fedisa190201@icloud.com**Email: sawitri56@hotmail.com  (Article History: Received 17-01-2020; Revised 04-03-2020; Accepted 06-03-2020)  ABSTRAKMerokok dipercaya dapat menyebabkan berbagai kondisi pada kulit. Smoker’s face merupakan temuan yang khas pada kulit wajah perokok yang ditandai dengan garis atau kerutan pada wajah seperti ujung kanan bibir atas dan bawah atau sudut mata, atau pada beberapa bagian wajah lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan aktivitas merokok dengan timbulnya tanda penuaan dini kulit wajah pada masyarakat di wilayah Kampus Sudirman Universitas Udayana kelompok usia 20-40 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah masyarakat di wilayah Kampus Sudirman Universitas Udayana kelompok dengan usia 20-40 tahun berjumlah 133 orang. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan data primer melalui pengisian kuesioner dan foto responden. Hasil penelitian ditemukan bahwa dari 133 responden, didapatkan 60.90% merokok dan 39.10% tidak merokok. Berdasarkan tanda penuaan dini, responden dikategorikan sesuai skor yang didapat dari klasifikasi Smoker Face. Kategori 0 sebesar 42.11%, kategori 1 sebesar 35.34%, kategori 2 yaitu 21.8% dan kategori 3 sebesar 0.75%.  Hsil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas merokok dengan penuaan dini kulit wajah pada masyarakat di wilayah Kampus Sudirman Universitas Udayana kelompok usia 20-40 tahun. Hal ini ditunjukkan dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,731. Pada penelitian ini, faktor eksternal seperti aktivitas outdoor serta perawatan kulit tidak mempunyai hubungan yang kuat dengan penuaan dini.

Page 1 of 1 | Total Record : 6