cover
Contact Name
Roni Koneri
Contact Email
ronicaniago@unsrat.ac.id
Phone
+6281340275276
Journal Mail Official
j.bioslogos@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Biologi FMIPA Universitas Sam Ratulangi
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Bios Logos
JURNAL BIOS LOGOS is the journal published by Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sam Ratulangi University. The aims of the journal are to publish original research papers and article review in biology science i.e. botany, zoology, molecular biology, microbiology, ecology, diversity and conservation, taxonomy and biogeography. BIOS LOGOS is published two times per year (February and August)
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2020): JURNAL BIOS LOGOS" : 9 Documents clear
Aktivitas Harian Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) di Bumi Perkemahan Sukamantri Taman Nasional Gunung Halimun Salak Luthfi, Muhammad; Elfidasari, Dewi; Pairah, Pairah
JURNAL BIOS LOGOS Vol 10, No 2 (2020): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.10.2.2020.29082

Abstract

ABSTRAKBurung merupakan salah satu fauna yang memiliki keanekaragaman hayati yang cukup tinggi di Indonesia dengan jumlah 1598 jenis burung, di antaranya terdapat burung pemangsa. Elang jawa (Nisaetus bartelsi) yang merupakan burung endemik di Pulau Jawa. Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) merupakan habitat bagi elang Jawa, hal ini dikarenakan kondisinya yang masih cukup baik. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan menganalisis aktivitas harian elang Jawa serta faktor yang mempengaruhi aktivitas elang jawa di TNGHS. Metode yang digunakan yaitu survei dan pemantauan sarang, pengamatan aktivitas harian, pengumpulan dan analisis data. Berdasarkan hasil pengamatan Nisaetus bartelsi  di TNGHS, diperoleh aktivitas  harian elang jawa yang terlihat adalah bertengger dengan persentase sebesar 66%, dan terbang 34% dengan frekuensi waktu tertinggi aktivitas pada pukul 10:00-14:00. Aktivitas harian elang jawa juga dipengaruhi oleh lingkungan seperti suhu dan curah hujan di lingkungannya.Kata Kunci: aktivitas harian; Elang Jawa; TNGHS ABSTRACTBird is one of the fauna that has a fairly high biodiversity in Indonesia with a total of 1598 species of birds, including birds of prey. One of the birds of prey found in Indonesia is the Javan Hawk Eagle (Nisaetus bartelsi) which is an endemic bird on the Java island. Mount Halimun Salak National Park (HSNP) is one of the National Parks which is a habitat for Javan Hawk eagles, this is because the conditions are still quite good. This observation aims to study and find out the daily activities of the Javanese eagle and the factors that influence the activity of the Javan Hawk Eagle in HSNP. The methods used are nest surveying and monitoring, observing daily activities, collecting and analyzing data. Based on observations by Nisaetus bartelsi in HSNP, it was found that the Javan Hawk eagle's daily activity was perched with a percentage of 66%, and flew 34% with the highest frequency of activity at 10:00 to 14:00. The daily activities of Javan Hawk eagles are also influenced by the environment such as temperature and rainfall in their environment.Keywords: daily activities; Javan Hawk eagle; HSNP
Pemberian Ekstrak Daun Kiara Payung (Filicium decipiens (Wight dan Arn.) Thwaites) sebagai Bioherbisida terhadap Pertumbuhan Gulma Babadotan (Ageratum conyzoides L.) Rana, Dona Cindy Elfira; Rondonuwu, Sendy; Koneri, Roni
JURNAL BIOS LOGOS Vol 10, No 2 (2020): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.11.2.2020.28153

Abstract

ABSTRAKGulma babadotan merupakan masalah serius dalam bidang pertanian karena dapat menurunkan nilai kualitas maupun kuantitas dari tanaman budidaya. Kehadiran gulma dapat diatasi menggunakan senyawa alelokimia dari kiara payung (Filicium decipiens). Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemberian ekstrak daun kiara payung terhadap pertumbuhan tinggi, panjang akar, berat basah dan berat kering dari gulma babadotan (Ageratum conyzoides). Metode yang digunakan yaitu metode rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan yaitu kontrol, ekstrak 1%, ekstrak 3%, ekstrak 5% dan herbisida sintetik 2%. Uji lanjut BNT taraf 95% menunjukkan bahwa setelah lima minggu perlakuan terdapat perbedaan yang nyata pada parameter tinggi tanaman antara perlakuan kontrol (33,4 cm), ekstrak 3% (27,6 cm), ekstrak 5% (21,4 cm) dan herbisida sintetik 2% (14,1 cm). Hasil uji lanjut Games-Howell taraf 95% menunjukkan bahwa panjang akar perlakuan kontrol (32,0 cm) tidak berbeda nyata dengan perlakuan ekstrak, tetapi berbeda nyata dengan perlakuan herbisida sintetik 2% (3,7 cm). Pada parameter berat basah perlakuan kontrol (33,81 g) tidak berbeda nyata dengan perlakuan ekstrak tetapi berbeda nyata dengan perlakuan herbisida sintetik 2% (0,12 g) dan pada parameter berat kering babadotan tidak ada perbedaan yang nyata antara perlakuan kontrol (6,86 g) dengan perlakuan ekstrak, tetapi berbeda nyata dengan perlakuan herbisida sintetik 2% (0,04 g). Kata kunci: Kiara payung; bioherbisida; gulma babadotan;ekstrak ABSTRACTBabadotan weed is a serious problem for agriculture field because this weed can reduce the quality and quantity value from the cultivated plants. Existence of this weed can control with allelochemical compound from kiara payung (Filicium decipiens). This study aims to examine the effect of giving kiara payung leaf extract for growth, root length, wet and dry weight of babadotan (Ageratum conyzoides) weed. The method use is complete random design method with five treatments that is control, 1% extract, 3% extract, 5% exract and 2% synthetic herbicide. Further test BNT 95% show after five weeks treatment there were significant differences in plant height parameter between control (33.4 cm), 3% extract (27.6 cm), 5% extract (21.4 cm) and 2% synthetic herbicide (3.7 cm). Further test of Games-Howell 95% in root length show no significant between control (32.0 cm) and extract treatment, but significant in 2% synthetic herbicide (3.7 cm). In wet weight, control treatment (33.81 g) no significant with extract but significant in 2% synthetic herbicide (0.12 g), and in dry weight parameter no significant between control (6.86 g) and extract, but significant in 2% synthetic herbicide (0.04 g).Keywords: Kiara payung; bioherbicide; babadotan weed; extract
Respon Pertumbuhan Vegetatif Sawi Hijau (Brassica rapa l. Var. Tosakan ) Akibat Pemberian PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) yang Dikombinasikan dengan Pupuk Kompos dan NPK Sagay, Kezia Sisilia; Siahaan, Parluhutan; Mambu, Susan
JURNAL BIOS LOGOS Vol 10, No 2 (2020): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.11.2.2020.29017

Abstract

ABSTRAKSawi hijau (Brassica rapa L. var. Tosakan ) adalah salah satu komoditi sayuran yang sudah banyak dibudidayakan. Kebutuhan masyarakat terhadap sawi hijau semakin meningkat sehingga dari permintaan konsumen sawi hijau layak dikembangkan. Faktor penting dalam budidaya tanaman yang menunjang keberhasilan produksi sawi hijau yaitu pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji respon pertumbuhan tanaman sawi hijau (Brassica rapa L. var. Tosakan ) akibat pemberian PGPR (Plant Growth-romoting Rhizobacteria) yang dikombinasikan dengan pupuk kompos maupun NPK. Penelitian ini terdiri atas lima perlakuan yang diulangi sebanyak lima kali: P0 (tanah kebun sebagai kontrol), P1 (tanah kebun ditambah pemberian PGPR), P2 (tanah kebun, kompos ditambah pemberian PGPR), P3 (tanah kebun ditambah pupuk NPK dengan pemberian PGPR), P4 (tanah kebun ditambah NPK). Hasil penelitian menunjukan bahwa PGPR dapat meningkatkan pertumbuhan sawi hijau yang lebih baik dibandingkan dengan kontrol. Kombinasi PGPR yang memberikan hasil terbaik adalah perlakuan  PGPR yang dikombinasikan dengan pupuk NPK.Kata kunci: Sawi hijau; PGPR; Pupuk kompos; Pupuk NPK. ABSTRACTGreen mustard (Brassica rapa L. var. Tosakan) is a vegetable commodity that has been widely cultivated. Community needs for green mustard are increasing, so that the demand for green mustard consumers is worth developed. An important factor in crop cultivation that supports the success of mustard greens production is fertilization. Study aims to examine the growth response of green mustard plants (Brassica rapa L. var. Tosakan) due to the administration of PGPR (Plant Growth-romoting Rhizobacteria) combined with compost or NPK fertilizer. This study consisted of five treatments that were repeated five times: P0 (farmland as a control), P1 (garden land plus PGPR application), P2 (garden land, compost plus PGPR application), P3 (garden land plus NPK fertilizer with granting PGPR), P4 (garden land plus NPK). The results of the study showed that PGPR could generally increase the growth of green mustard better than controls. The combination of PGPR that provided the best results was the PGPR and NPK fertilizer combination.Keywords: Green mustard, PGPR, Compost fertilizer, NPK fertilizer.
Sasi Katang Balanga:Upaya Penangkapan Berkelanjutan Scylla serrata (Forskal,1775) Di Desa Leksula, Buru Selatan, Maluku Talakua, Matheos; Sancayaningsih, Retno Peni; Joko, Tri
JURNAL BIOS LOGOS Vol 10, No 2 (2020): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.10.2.2020.29510

Abstract

ABSTRAKKatang balanga (Scylla serrata) hidup pada dua kawasan mangrove di desa Leksula yaitu Teslatu-Tanjung Kabat dan Kamite Salehen. Pemerintah Desa Leksula menerapkan sasi katang balanga pada kawasan mangrove Teslatu-Tanjung Kabat.  Sasi katang balanga adalah larangan menangkap katang balanga pada  waktu tertentu dan cara untuk menghindari  penangkapan katang balanga diluar waktu  yang ditentukan. Penelitian ini bertujuan membandingkan populasi katang balanga di kawasan mangrove Teslatu-Tanjung Kabat dan Kamite Salehen dan mengetahui  dampak sasi katang balanga bagi kehidupan katang balanga di Desa Leksula. Pengamatan katang balanga dan pencacahan individu per kelamin  dilakukan menggunakan alat tangkap bubu, pada periode bulan terang dan gelap. Kelimpahan dan estimasi hasil penangkapan katang balanga dibandingkan menggunakan uji-t. Penerapan sasi katang balanga di kawasan mangrove Teslatu-Tanjung Kabat memberikan hasil tangkapan lebih baik. Namun demikian, perlu dilengkapi dengan sejumlah aturan untuk keberlanjutan populasi katang balanga.Kata kunci: Berkelanjutan; Desa Leksula; Katang balanga; Sasi,Scylla serrata ABSTRACTKatang Balanga or mud crabs (Scylla serrata) live in two mangrove areas in Leksula, Teslatu-Tanjung Kabat and Kamite Salehen. Local authority in Leksula applies Sasi Katang Balanga to the Teslatu-Tanjung Kabat mangrove area. This research aims to compare the population of mud crabs in Teslatu-Tanjung Kabat and Kamite Salehen mangrove area and to know the impact of sasi on mud crabs population in Leksula. The observation of mud crabs and the enumeration of the sex of each individual was carried out by using guiding barriers or traps in the full and the new moon. The estimation of mud crabs capture results were compared using t-tests. The use of sasi in the Teslatu-Tanjung Kabat mangrove area shows a better catch results. However, it still needs to be equipped with regulations for the sustainability of mud crabs population.Keywords: Sustainability; Leksula; Katang balanga; Sasi; Scylla serrata
Aktivitas Enzim Ekstraseluler dari Bakteri Endofit Tumbuhan Mangrove Avicennia marina Rori, Chindy Achika; Kandou, Febby Ester Fany; Tangapo, Agustina Monalisa
JURNAL BIOS LOGOS Vol 10, No 2 (2020): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.11.2.2020.28338

Abstract

ABSTRAKBakteri endofit merupakan salah satu sumber penghasil senyawa ekstraseluler yaitu enzim. Enzim dari bakteri endofit lebih menguntungkan dan produksinya lebih cepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan aktivitas enzim ekstraseluler dari bakteri endofit tumbuhan mangrove Avicennia marina. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksploratif eksperimental, melakukan isolasi bakteri dari tumbuhan mangrove A. marina dan selanjutnya dilakukan uji potensi aktivitas enzim ekstraseluler dari isolat bakteri endofit. Hasil isolasi memperoleh tujuh isolat bakteri endofit dari tumbuhan A. marina, isolat endofit tersebut mampu menghasilkan aktivitas enzim ekstraseluler yaitu empat isolat menghasilkan enzim amilase, enam isolat menghasilkan protease, satu isolat menghasilkan selulase dan dua isolat menghasilkan gelatinase.Kata kunci: bakteri endofit; Avicennia marina; amilase; protease; selulase; gelatinase ABSTRACTEndophytic bacteria are one source that can produce extracellular compounds, namely enzymes. Enzymes from endophytic bacteria are more profitable and can produce faster. This study aims to analyze the ability of extracellular enzyme activity from endophytic bacteria in mangrove plants Avicennia marina. This research used experimental explorative method, isolating bacteria from mangrove plant A. marina and then testing the potential of enzyme extracellular activity from endophytic bacteria isolated. Isolating result obtained seven endophytic bacterial isolates from A. marina plants,this endophytic isolates are able to produce extracellular enzyme activity is four isolates can produced amylase enzyme, six isolated can produced protease, one isolated can produced cellulase and two isolated can produce gelatinase. Keywords: Endophytic bacteria; Avicennia marina; amylase, protease, cellulase, gelatinase
Penyalutan Bakteri Asam Laktat Hasil dari Fermentasi Kulit Buah Nanas (Ananas comosus) dengan Pewarna Bunga Telang (Clitoria ternatea) Masengi, Kyoko Itsuko Etsuko Gabriela; Siampa, Jainer Pasca; Tallei, Trina Ekawati
JURNAL BIOS LOGOS Vol 10, No 2 (2020): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.10.2.2020.29047

Abstract

ABSTRAKBakteri sebagai hasil fermentasi dari kulit buah nanas (Ananas comosus) mengandung bakteri asam laktat yang dapat berperan sebagai probiotik. Agar bakteri dinyatakan sebagai probiotik bakteri harus mampu bertahan pada pH rendah, sehingga dilakukan penyalutan menggunakan metode ekstrusi dengan polimer alginat yang diwarnai dengan ekstrak bunga telang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh simulasi cairan lambung terhadap viabilitas bakteri yang disalut dengan menggunakan polimer alginat dan mengevaluasi pertumbuhan bakteri pada media De Man Rogosa and Sharpe Agar (MRSA) dan Nutrient Agar (NA). Metode penelitian terdiri dari proses fermentasi kulit buah nanas, enkapsulasi menggunakan polimer alginat dengan metode ektstrusi dan uji viabilitasnya. Hasil penelitian didapatkan bahwa terjadi pengurangan jumlah bakteri dan berat enkapsul yang disebabkan oleh pH rendah. Perubahan warna enkapsul terjadi setelah dipaparkan pada larutan simulan cairan lambung. Pertumbuhan bakteri pada NA lebih banyak dibandingkan dengan medium MRSA. Hal ini dikarenakan media NA merupakan media yang tidak selektif, sehingga mikroorganisme lain selain bakteri asam laktat dapat bertumbuh. Kata Kunci: ekstrusi; enkapsulasi; fermentasi; kulit buah nanas.  ABSTRACTFermentation product of pineapple fruits skin (Ananas comosus) contains lactic acid bacteria (LAB) which can serve as probiotics. In order to be declared as a probiotic, bacteria must be able to survive at low pH, thus encapsulation was carried out using the extrusion method with alginate polymers dyed with telang extract. This study aims to evaluate the effect of simulated gastric fluid (GSF) on the viability of bacteria encapsulated with alginate polymers and evaluate bacterial growth on De Man Rogosa and Sharpe Agar (MRSA) and Nutrient Agar (NA). The research method consisted of the fermentation process of pineapple peel, encapsulation using the alginate polymers with the extrusion method and its viability test. The results of the study was obtained that there was a reduction in the number of bacteria and encapsule weight caused by low pH. There were also changes in color of the microcapsules after being exposed to GSF. The bacterial growth in the NA exceeded the growth in the MRSA medium. This is due to NA is a non-selective medium, thus microorganisms besides lactic acid bacteria can grow. Keywords: encapsulation; extrusion; fermentation; pineapple fruit skin.
Keanekaragaman Kupu-Kupu di Bendungan Ulung Peliang Kecamatan Tamako Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara Hengkengbala, Sabatini; Koneri, Roni; Katili, Deidy
JURNAL BIOS LOGOS Vol 10, No 2 (2020): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.11.2.2020.28424

Abstract

ABSTRAKKupu-kupu merupakan serangga yang termasuk dalam ordo Lepidoptera. Serangga tersebut memiliki peranan yang penting dalam suatu ekosistem yaitu mempertahankan keseimbangan ekosistem dan memperkaya keanekaragaman hayati di alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman kupu-kupu di kawasan Bendungan Ulung Peliang, Kecamatan Tamako, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Teknik pengambilan sampel menggunakan metoda transek. Pengambilan sampel dilakukan pada tiga tipe habitat yaitu habitat pinggir bendungan, hutan dan kebun. Pada masing-masing habitat dibuat transek dengan panjang 300m. Pengambilan sampel kupu-kupu dilakukan sepanjang garis transek menggunakan sweepnet. Komposisi kupu-kupu yang diperoleh terdiri dari 5 famili, 30 spesies dan 463 individu. Famili yang paling banyak ditemukan jumlah spesies dan individunya adalah Nymphalidae. Spesies yang memiliki kelimpahan tertinggi adalah Junonia hedonia intermedia dan Eurema tominia. Analisis keanekaragaman didapatkan bahwa indek kekayaan, indek keanekaragaman dan indek kemerataan spesies kupu-kupu tertinggi ditemukan pada habitat kebun, sedangkan kelimpahan spesies tertinggi terdapat pada habitat pinggir bendungan.Kata kunci: Keanekaragaman; kupu-kupu; Bendungan Ulung Peliang; Kepulauan SangiheABSTRACTButterflies are insects that are included in the order Lepidoptera. Theses insects have an important role in ecosystem that is to maintain the balance of the ecosystem and enrich the biodiversity in nature. This study aims to analyze the diversity of butterflies in the area of Ulung Peliang Dam, Tamako District, Sangihe Islands Regency, North Sulawesi. The sampling technique used the transect method. Sampling has been carried out in three types of habitats namely dam, forest and garden habitat. Each transect has been made with a length of 300m. Butterfly sampling was carried out along the transect line using. The composition of butterflies that habve been obtained consisted of 5 families, 30 species and 463 individuals. The most abundant family with a number of species and individuals is Nymphalidae. Species that have the highest abundance are Junonia hedonia intermedia and Eurema tominia. Diversity analysis found that the highest wealth index, diversity index and evenness species of butterfly species were found in the garden habitat, while the highest species abundance was in the dam edge habitat. Keywords: Diversity; butterfly; Ulung Peliang Dam; Sangihe Islands.
Enkapsulasi Bakteri Asam Laktat Hasil Fermentasi Buah Salak (Salacca zalacca) Lokal Menggunakan Aginat dengan Pewarna Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) Purukan, Christy; Siampa, Jainer Pasca; Tallei, Trina Ekawati
JURNAL BIOS LOGOS Vol 10, No 2 (2020): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.10.2.2020.29045

Abstract

ABSTRAKBuah salak merupakan salah buah asli Indonesia yang dapat digunakan sebagai sumber bakteri asam laktat apabila difermentasikan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan enkapsulasi bakteri asam laktat hasil fermentasi buah salak menggunakan metode ekstrusi dengan pewarna kembang sepatu dan menguji viabilitas bakteri yang terenkapsulasi dengan pemaparan terhadap cairan asam lambung pH 3. Fermentasi dilakukan selama 7 hari dan diukur kadar asam, kadar alkohol, dan enumerasi bakteri hasil fermentasi. Enkapsulasi dilakukan dengan mencampur suspensi bakteri hasil fermentasi dengan larutan alginat yang telah dicampur dengan ekstrak kembang sepatu, kemudian diteteskan menggunakan syringe volume 3 ml dan 5 ml dalam larutan CaCl2 sehingga membentuk beads, kemudian diuji viabilitas menggunakan cairan asam lambung pH 3. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa alginat dapat digunakan sebagai bahan pengkapsul bakteri hasil fermentasi buah salak dengan menggunakan ekstrak kembang sepatu sebagai pewarna alami pada kapsul. Hasil uji viabilitas menunjukkan bahwa beads yang terbentuk dari syringe volume 3 ml lebih baik dibandingkan beads yang terbentuk dengan syringe volume 5 ml.Kata kunci:bakteri asam laktat; enkapsulasi; fermentasi; kembang sepatu; salak. ABSTRACT Zalacca is a fruit native to Indonesia that can be used as a source of lactic acid bacteria (LAB) when fermented. This study aimed to encapsulate LAB obtained from the zalacca fruit fermentation using the extrusion method with hibiscus pigment as a coloring dye, and to test the viability of the encapsulated bacteria in the pH 3 of simulated gastric fluid (SGF). Fermentation was carried out for seven days and acidity and alcohol were evaluated. The number of bacteria was also enumerated. Encapsulation was carried out by mixing fermented bacterial suspension with alginate solution which had been mixed with hibiscus extract and then dripped using 3 ml and 5 ml volume syringes in the CaCl2 solution to form beads. The viability ov LAB was tested after being exposed to SGF. Based on the result of this study it can be concluded that alginate can be used to encapsulate LAB produced from the zalacca fruit fermentation with a pigment extracted from hibiscus used as a natural dye. The viability tests indicated that the beads formed with the 3 ml volume syringe were better than the 5 ml volume syringe.Keywords: lactic acid bacteria; encapsulation; fermentation; hibiscus; zalacca.
Pemanfaatan Kriopreservasi untuk Penyimpanan Bibit Anggrek Jangka Panjang Setiaji, Arkan; Annisa, Rr Rifka
JURNAL BIOS LOGOS Vol 10, No 2 (2020): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.11.2.2020.28793

Abstract

ABSTRAKTanaman anggrek (Orchidaceae) telah menjadi komoditas penting di pasar perdagangan internasional karena keeksotisan dan daya tahan bunganya. Meskipun keragaman anggrek spesies menduduki peringkat kedua setelah Asteraceae dan hibridanya menduduki peringkat pertama, namun anggrek menghadapi ancaman kepunahan dan penurunan kualitas genetik. Program pemuliaan, seperti persilangan dan penyisipan gen unggul, serta perbanyakan in vitro perlu didukung dengan cara memastikan ketersediaan eksplan. Dalam rangka penyimpanan untuk kebutuhan jangka panjang, eksplan dapat disimpan menggunakan teknik kriopreservasi. Review ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum terhadap kemajuan penelitian di bidang kriopreservasi, khususnya tanaman anggrek. Melalui program penyimpanan jangka panjang, gen-gen dan eksplan unggulan baik untuk pengembangan anggrek hibrida atau khususnya untuk tujuan konservasi anggrek langka bisa dipastikan ketersediaannya. Dalam artikel review ini telah dibahas berbagai riset tentang teknik kriopreservasi pada biji, protokorm, dan serbuk sari anggrek. Kemajuan pengembangan teknik telah dicapai, namun masih diperlukan banyak modifikasi agar suatu protokol kriopreservasi dapat diterapkan pada semua spesies dan hibrida anggrek.Kata kunci: kriopreservasi; anggrek; suhu dingin; eksplan ABSTRACTOrchid plants (Orchidaceae) have become important commodities in the international trades market because of their exoticism and flower endurance. Although the diversity of orchid species is ranked second after Asteraceae and number of hybrids are ranked first, but orchids face the threat of extinction and genetic degradation. Breeding programs, including such as crossing and insertion of superior genes, and in vitro propagation need to be supported by ensuring the availability of explants. In the context of maintaining storage for long-term needs, explants can be stored using cryopreservation techniques. This review aims to provide an overview of the progress of research in the field of cryopreservation, specifically orchid plants. Through a long-term storage program, superior genes and explants both for the development of hybrid orchids or in particular for the purpose of conservation of rare orchids can be ensured availability. In this review article various researches on cryopreservation techniques in seeds, protocorms, and pollen have been discussed in this article. Advances in technical development have been achieved, but many modifications are still needed so that a cryopreservation protocol can be applied to all orchid species and hybrids.Keywords: cryopreservation; orchids; cold temperatures; explants

Page 1 of 1 | Total Record : 9