MUDRA Jurnal Seni Budaya
AIMS The journal presents as a medium to share knowledge and understanding art, culture, and design in the area of regional, national, and international levels. In accordance with the meaning of the word “Mudra”, which is a spiritual gesture and energy indicator, it is hoped that the journal will be able to vibrate the breath of art knowledge to its audience, both academics, and professionals. The journal accommodates articles from research, creation, and study of art, culture, and design without limiting authors from a variety of disciplinary/interdisciplinary approaches such as art criticism, art anthropology, history, aesthetics, sociology, art education, and other contextual approaches. SCOPE MUDRA, as the Journal of art and culture, is dedicated as a scientific dialectic vehicle that accommodates quality original articles covering the development of knowledge about art, ideas, concepts, phenomena originating from the results of scientific research, creation, presentation of fine arts, performing arts and new media from researchers, artists, academics, and students covering areas of study: Performing Arts: dance, puppetry, ethnomusicology, music, theater,performing arts education, performing arts management Fine Arts: fine arts, sculpture, craft art, fine arts education,fine arts management, including new media arts Design: interior design, graphic communication design, fashion design,product design, accessories and/or jewelry design Recording Media : photography, film, television, documentary, video art, animation,game Culture : linguistic, architecture, verbal tradition, as well as other communal tradition The object of research is explored in a variety of topics that are unique, relevant, and contextual with environmental and sustainability aspects, local wisdom, humanity and safety factors. In addition to that, the topic of research needs to be original, creative, innovative, excellence, and competitive.
Articles
14 Documents
Search results for
, issue
"Vol 35 No 3 (2020): September"
:
14 Documents
clear
Upacara Tabut di Pesisir Barat Sumatera
Khanizar -;
Hendrik Arwan
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 35 No 3 (2020): September
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31091/mudra.v35i3.1110
Upacara tabut sangat layak untuk dikaji dalam konteks kajian budaya dan masyarakat pendukungnya. Hal ini disebabkan bahwa upacara tabut sebagai identitas budaya, perekat nilai budaya dan makna budaya oleh masyarakat di Pesisir Barat Sumatera. Pembahasan upacara tabut sebagai cerminan estetika budaya masyarakat Pesisir Barat Sumatera, berkaitan dengan, arena budaya Islam Syi’ah di Pantai Barat Sumatera dan Indonesia umumnya. Permasalahan penelitian ini adalah; (1) Bagaimana bentuk estetika upacara tabut sebagai identitas dan sekaligus sebagai perekat nilai budaya, (2) Bagaimana fungsi estetika upacara tabut sebagai identitas lokal, (3) Bagaimanakah kelompok masyarakat Pesisir Barat Sumatera memaknai upacara tabut yang dilaksanakan sekali dalam setiap tahun Hijiriah. Tujuan penelitian ini adalah membahas nilai-nilai upacara tabut dari aspek; (1) identitas masyarakat dan sekaligus sebagai perekat nilai budaya masyarakat Pesisir Barat Sumatera. (2) mengaplikasikan fungsi estetika etnis. (3) menjelaskan makna estetis dan kaitannya dengan agama dan adat istiadat. Penelitian dilaksanakan dengan mempergunakan metode kualitatif sesuai dengan kaidah penelitian ilmiah dan paradigm kajian budaya. Untuk pemecahan permasalahan digunakan tiga teori besar, yaitu teori genealogi, teori dekonstruksi dan teori postkolonial. Ketiga teori tersebut dipergunakan secara eklektis untuk membahas subtansi pokok bahasan. Bahasan terhadap penelitian upacara tabut di Pesisir Barat Sumatera terdiri atas; (a) upacara tabut sebagai bentuk cerminan estetika budaya masyarakat Pesisir Barat Sumatera, (b) Fungsi upacara tabut oleh masyarakat Pesisir Barat Sumatera, sebagai pembersihan jiwa, religiusitas, pengalaman mistis dan estetis, ideologi, hegemoni melebihi patronase postkolonial, hingga upacara tabut berfungsi sebagai pensucian dan pernyataan estetis kosmologi masyarakat pendukung upacara tabut; dan (c) Makna dekonstruksi dan genealogi estetika upacara tabut di Pesisir Barat Sumatera.
Analisis Wacana Resistensi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Sebagai Budaya Global Oleh Pelaku Seni Indonesia Khususnya Di Bali
I Nyoman Lodra
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 35 No 3 (2020): September
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31091/mudra.v35i3.1112
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resistensi terhadap budaya global seperti HKI oleh pelaku seni Indonesia, khususnya di Bali. Sebagai negara berkembang Indonesia telah mengadaftasi budaya tersebut ke dalam Undang-Undang HKI. Implementasikan di pasar global Indonesia, khususnya di daerah Bali, masih terjadi resistensi oleh pelaku seni tradisional yang kerapkali abaikan, apriori terhadap HKI. Fokus permasalahan: (1) bagaimana bentuk resistensi terhadap HKI di Bali? (2) apa faktor-faktor penyebab resistensi HKI di Bali? (3) bagaimana dampak resistensi terhadap HKI di Bali?. Tujuan, (1) mendiskripsikan bentuk resistensi HKI di Bali (2) mengetahui faktor penyebab resistensi HKI di Bali (3) mengetahui dampak resistensi terhadap HKI di Bali. Manfaat; hasil penelitian: mencarikan solusi untuk mengatasi resistensi HKI di Bali. Metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan pendekatan yuridis emperis. Pengumpulan data primer dan sekender, dengan pengambilan data: observasi, wawancara, dan dokumen. Analisis digunakan teori wacana, teori praktik sosial, dan teori dekonstruksi. Sumber data, manusia, jurnal, buku, validitas dengan trianggulasi data, trianggulasi sumber. Hasil: ditemukan resistensi terhadap HKI oleh pelaku seni di Bali yang disebabkan oleh faktor internal dan eksternal.
Emotional Branding Dalam Strategi Pemasaran Kolaborasi : Studi Kasus Desain Kemasan Mizzu “Khong Guan Face Paletteâ€
Monica Revias Purwa Kusuma;
Aji Susanto Anom Purnomo
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 35 No 3 (2020): September
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31091/mudra.v35i3.1126
Di era internet marketing saat ini, pengambilan keputusan pembelian sebuah produk tidak hanya bergantung pada fungsinya saja. Faktor emosional dan nilai artistik juga memiliki peran didalam proses tersebut. Hal ini membutuhkan strategi pemasaran yang kreatif dan inovatif agar sebuah produk sukses dalam pemasarannya. Penelitian ini bertujuan memaparkan fenomena strategi pemasaran yang dilakukan oleh Mizzu Cosmetics sebagai alternatif dalam merencanakan sebuah strategi pemasaran. Strategi pemasaran tersebut adalah strategi pemasaran kolaborasi yang dilakukan oleh Mizzu Cosmetics bersama biskuit Khong Guan dalam produk “Khong Guan Face Paletteâ€. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif berlandaskan fenomenologis dengan teori utama desain kemasan dan ditunjang oleh teori emotional branding serta teori strategi pemasaran. Dari hasil penelitian didapat strategi pemasaran kolaborasi yang kreatif dan inovatif memanfaatkan aspek emotional branding dari sebuah produk yang ikonik. Biskuit Khong Guan yang sudah lebih dulu lekat di benak konsumen dengan parodi dan meme hilangnya sosok ayah memberikan nilai tambahan pada produk Mizzu Cosmetics dalam desain kemasannya serta rangkaian kampanye yang dilakukan
Ruang Adat di Kampung Dukuh Dalam sebagai Bentuk Kehidupan Spiritual
Nani Sriwardani;
Reiza D Dienaputra;
Susi Machdalena;
N Kartika
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 35 No 3 (2020): September
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31091/mudra.v35i3.1127
Masyarakat Adat Sunda tersebar di daerah di Jawa Barat, beberapa kampung bersifat tertutup dengan mempertahankan adat istiadat kebiasaan secara turun termurun dan sebagian juga ada yang mengalami penyesuain pada nilai-nilai kebudayaannya. Kampung Dukuh yang terletak di Desa Cijambe, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, merupakan salah satu kampung yang memiliki keduanya. Kampung tersebut memberi batas antara “dalam†dan “luarâ€. Pemisahan “dalam†dan “luar†ini memiliki perbedaan dalam menciptakan kesakralan ruang dan kondisi manusia yang ada di lingkungan tersebut. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran nilai kehidupan spiritual yang hadir melalui batas ruang lingkup suatu kampung adat. Metode yang digunakan adalah dengan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan mengutamakan berbagai data literatur serta survei dilapangan. Hasilnya ditemukan bahwa terdapat batas wilayah atau ruang yang membatasi antara Dukuh Dalam dan Dukuh Luar. Kampung Dukuh mengedepankan akhlaq dalam sistem kehidupannya dan di Kampung Dukuh Dalam aturan tawadhu, sederhana, dan harmonis dijalankan sepernuhnya sampai kepada gaya hidup dan lingkungannya. Pegangan hidup masyarakat Kampung Dukuh Dalam berpedoman pada ajaran agama Islam yang berlandaskan Al Quran dan Hadist. Hasil dan kajian ini diharapkan dapat menjadi wawasan pengetahuan perihal Kampung Dukuh Dalam dan wilayah serta ruang yang menaunginya.