cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is a double blind-peer-reviewed journal managed by Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga cooperates with the Himpunan Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar Indonesia presenting diverse themes, yet still within major themes in education. Particularly about the study of theoretical education and results of classroom action research, experimental research and development research in the development of education including sustainable professionalism. Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is published three times a year in January, May and September.
Arjuna Subject : -
Articles 446 Documents
PERBEDAAN PENGARUH MODEL STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DAN NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD Halimah, Nur
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 7, No 3 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.047 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2017.v7.i3.p267-275

Abstract

This study aimed to determine the significance of the influence differences between the use of Student Teams Achievement Division (STAD) model and Numbered Heads Together (NHT) model on the 5th grade mathematics learning outcomes in SD Negeri Sumberejo 01 and SD Negeri Sumberejo 02. The type of research used was a quasi experiment with an unpredictable Pretest Posttest design. The subjects of the study were students of grade 5 in SD N Sumberejo 01 as experimental class 1 and grade V SD N of Sumberejo 02 as experiment class 2. The variables in this study consisted of independent variables, namely Student Teams Achievement Division (STAD) model, Numbered Heads Together (NHT) model and dependent variable was learning outcome. Data collection was done by test technique. The data analysis technique used T test with Independent T test Sample applied to posttest value. Result of t test of posttest value of experiment group 1 and experiment  group 2 showed that the value was in significance 0,019 ˂ 0,05, because the significance ˂ 0,05 hence Ho rejected and Ha accepted with conclusion there was significant difference between the model of STAD and NHT to the result of learning of mathematics at student grade 5 in SD Negeri Sumberejo 01 and SD Sumberejo 02. The significant difference in mathematics learning outcomes was supported by the difference average of two research samples, where the average of learning outcomes on the application of STAD learning model was 77.89, While the average of learning outcomes on the application of NHT learning model was 85.53. This meant that the learning treatment with NHT model has different significant impact compared to the STAD learning model on mathematics learning outcomes of grade 5 SD Sumberejo 01 and SD N Sumberejo 02 Semester II of 2016/2017academic year.Kata Kunci : Student Teams Achievement Division (STAD), Numbered Heads Together (NHT), Learning Outcomes, Mathematics, 5th grade primary school students
PENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI METODE DRILL DAN DISKUSI KELOMPOK PADA SISWA KELAS VI SD Juniati, Erlyn
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 7, No 3 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.839 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2017.v7.i3.p283-291

Abstract

One of the main problems of todays Mathematics Lesson is the lack of understanding and motivation of teachers in schools, so that children are less active in the learning process. This phenomenon occurs in SD N I Badran. Based on the results of formative tests of class VI semester 2 subjects mathematics of the material change the common fractions into decimal fractions and percent or otherwise low, this is validated by the analysis of the average grade 58, 33. Of the 30 students who achieve the value of learning mastery only 11 students, The rest is still far below KKM (≤70). Students do not yet understand in changing the usual fractions to decimal fractions and percent or vice versa. This type of research is Classroom Action Research. The subjects studied were the 6th graders of SD Negeri I Badran, Kranggan Sub-district, Temanggung Semester 2 of the 2015/2016 Lesson Study. This study was conducted in 2 cycles, each cycle consisting of 3 meetings, and each cycle consisted of planning, action, observation and reflection. From the result of research by using Drill method and group work, there is an increase of student learning result. In learning mathematics subject matter converts the usual fractions into decimal fractions and percent and vice versa. Prior to the improvement of the number of 30 students who thoroughly studied with KKM 70 only 11 students, with an average score of 58, 33 with mastery learning 36, 66. Improvement of learning Cycle 2 first meetings average grade 83.33 complete 25 percentage of mastery 83.33%. The researcher concludes that the result of the study of the sixth graders of SD Negeri 1 Badran of Kranggan Sub-district of Temanggung Regency on the subject changed the common denominations to decimal and percent and vice versa through Drill method and Group Discussion of learning result increased.
PENGARUH METODE CHAIN WRITING TERHADAP HASIL BELAJAR MENULIS SISWA KELAS 3 SEKOLAH DASAR Fitriyanti, Retno
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 7, No 3 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.47 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2017.v7.i3.p276-282

Abstract

Mata pelajaran Bahasa Indonesia mengharapkan siswa mempunyai kreativitas dan keterampilan dalam menyusun sebuah kata menjadi kalimat dan kalimat menjadi paragraf yang runtun dan bermakna. Berdasarkan pemikiran tersebut, penelitian ini dilakukan di kelas 3 SD Tumbuh 3 Jogjakarta semester 1 tahun pelajaran 2016/2017 dengan menggunakan metode chain writing. Chain writing sendiri adalah metode yang digunakan untuk membantu siswa dalam menyusun sebuah paragraf berdasarkan bantuan gambar dan atau kalimat-kalimat sebelumnya dari teman-teman. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh metode chain writing terhadap mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa-siswa. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan penelitian eksperimen dan menggunakan pembahasan secara kuantitatif dari hasil pemberian pretest dan posttest, baik siswa yang memiliki kebutuhan yang khusus dan berbeda maupun siswa pada umumnya. Pemberian perlakuan kepada masing-masng siswa tentu berbeda, mengingat sekolah ini adalah sekolah inklusi yang multi usia. Kondisi anak yang berbeda masing-masing individu mengharuskan guru untuk lebih bekerja sama dalam menghadapi semua siswa dengan team teaching pada masing-masing kelas. Dengan menggunakan metode chain writing ini, semua siswa terlihat memiliki ketertarikan terhadap menulis tidak terkecuali siswa-siswa dengan kebutuhan khusus. Pemberian perlakuan untuk siswa-siswa berkebutuhan khusus membuat mereka lebih tertarik dengan kegiatan menulis, meskipun harus dengan pendampingan terus dari para pengajar. Hasil akhir yang diperoleh setelah menggunakan metode ini menunjukkan pengaruh yang signifikan kearah positif sebelum diberikan metode chain writing dan setelah menggunakan metode chain writing.
Rasional dan Elemen Perubahan Kurikulum 2013 Slameto Slameto
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5 No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.451 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i1.p1-9

Abstract

Kurikulum 2013 merupakan pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2004 dan KTSP 2006. Para guru harus memiliki kesiapan yang memadai dan matang, mulai dari kesiapan dari segi kualifikasi, kompetensi serta juga siap dalam hal kesamaan pemahaman dan mindset (pola pikir) terhadap kurikulum baru tersebut. Proses pembelajaran yang mendorong siswa untuk aktif hanya mungkin terwujud bila mindset guru telah berubah, telah berjalan sesuai dengan arah dan perubahan Kurikulum 2013; Kegagalan mengubah mindset guru akan menjadi sumber kegagalan implementasi Kurikulum 2013. Persoalannya adalah bahwa perubahan mindset guru tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat; Tulisan ini membahas 3 hal terkait dengan implementasi kurikulum 2013: rasional, eleman dan perlunya perubahan mindset guru dalam implementasinya.
Peningkatan Keterampilan Bertanya dan Hasil Belajar Siswa Kelas 2 SDN Slungkep 03 Menggunakan Model Discovery Learning Meiria Sylvi Astuti
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5 No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.798 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i1.p10-23

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan langkah-langkahmodel Discovery Learning dalam rangka meningkatkan keterampilan bertanya dan hasil belajar siswa kelas 2 SDN Slungkep 03 pada tema tugasku sehari- hari. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, yang terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus terdiri atas tahapan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen pengumpulan data menggunakan rubrik penilaian keterampilan bertanya siswa, dan soal tes tema tugasku sehari-hari yang meliputi 3 mata pelajaran (Matematika, Bahasa Indonesia dan PKn). Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif komparatif yaitu membandingkan kondisi awal sebelum dilakukan tindakan, hasil siklus 1, dan siklus 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa langkah- langkah model Discovery Learning yang meliputi : a. Stimulation, b. Problem statement, c. Data collection, d. Data Processing, e. Verification, f. Generalization dapat meningkatkan keterampilan bertanya dan hasil belajar siswa kelas 2 SD Negeri Slungkep 03, Kayen- Pati. Peningkatan keterampilan bertanyasiswa siklus I dari kategori sedang menjadi kategori tinggi diakhir siklus II sebesar 19,22%. Sementara Jumlah siswa yang tuntas untuk muatan Bahasa Indonesia siklus I mencapai 73,33% menjadi 86,67% diakhir siklus II. Jumlah siswa yang tuntas untuk muatan PPKn dari siklus I sebesar 66,67% menjadi 86,67% diakhir siklus II. Sementara jumlah siswa tuntas untuk muatan Matematika, dari siklus I sebesar 46,67% menjadi 80,00% diakhir siklus II. Ketuntasan hasil belajar siswa tersebut mampu mencapai kategori tinggi rata- rata sebesar 18,19 %- 33,33%.
Penerapan Pendekatan Saintifik Melalui Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Ketrampilan Proses dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD Negeri Seworan, Wonosegoro Umi Umi
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5 No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.288 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i1.p24-38

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan ketrampilan proses dan hasil belajar melalui pendekatan saintifik pada sub tema macam-macam sumber energi dengan menggunakan model project based learning (PjBL) pada siswa kelas IV SDN Seworan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Instrumen pengumpulan data menggunakan rubrik ketrampilan proses, dan soal tes untuk muatan Bahasa Indonesia dan IPA. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriftif komparatif yaitu membandingkan kondisi awal sebelum dilakukan tindakan, hasil siklus 1, dan siklus 2. Hasil penelitian menunjukkan temuan: 1) model pembelajaran PJBL dilakukan dengan langkah-langkah; a) penentuan pertanyaan mendasar, b) mendesain perencanaan proyek, c) Menyusun jadwal, d) Memonitor peserta didik dan kemajuan proyek, e) Menilai hasil proyek, f) Mengevaluasi pengalaman. Temuan lain adalah bahwa model pembelajaran PBJL terbukti meningkatkan ketrampilan proses sub tema macam-macam sumber energi. Persentase peningkatan ketrampilan proses sub tema macam-macam sumber energi sebesar 26% pada siklus 1 dan 30,67% untuk siklus 2. b) meningkatkan persentase jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar minimal(KKM) berikut : kondisi awal, persentase pencapaian kriteria ketuntasan minimal(KKM) untuk muatan Bahasa Indonesia sebesar 40%(6 siswa), pada siklus 1 persentase meningkat menjadi 60%(9 siswa) dan pada siklus 2 persentase jumlah siswa yang mencapai KKM meningkat menjadi 73,33%(11 siswa). Sedangkan untuk muatan IPA kondisi awal persentase pencapaian kriteria ketuntasan minimal(KKM) sebesar 46,67%,(7 siswa) pada siklus 1 persentase meningkat menjadi 60%(9 siswa) dan pada siklus 2 persentase jumlah siswa yang mencapai KKM meningkat menjadi 80%(12 siswa).
Peningkatan Prestasi dan Motivasi Belajar PPKN Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 2 Gedangsari - Gunungkidul Melalui Pembelajaran Group Investigation Ismiyati Ismiyati
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5 No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.431 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i1.p39-56

Abstract

Penelitian ini berangkat dari permasalahan dalam proses pembelajaran dan hasil belajar yang terjadi di kelas VIII A SMP Negeri 2 Gedangsari pada mata pelajaran PPKn. Proses pembelajaran tidak kondusif (siswa tidak fokus, berbicara dengan teman selama pembelajaran, tidak memerhatikan penjelasan guru). Prestasi belajar yang diperoleh siswa cenderung rendah (rata-rata 71,94 dari KKM 75). Selain itu, dari 34 siswa, hanya 10 orang siswa yang memenuhi ktiteria KKM. Bertolak dari permasalahan tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa yang diharapkan akan berdampak pada peningkatan prestasi belajar siswa. Upaya ini dilakukan dengan cara mengganti model pembelajaran yang konvensional dengan pembelajaran yang inovatif, yaitu pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation. Jenis penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas yang menggunakan model Kemmis dan Taggart. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes (untuk prestasi belajar), dan pedoman observasi (untuk motivasi belajar). Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan motivasi belajar dari pra siklus ke siklus I dan siklus II. Rata-rata motivasi belajar siswa meningkat menjadi 32 pada siklus I, dan meningkat lagi menjadi 41 pada siklus II. Sedangkan prestasi belajar juga senantiasa mengalami peningkatan. Pada siklus I, rata-rata nilai meningkat menjadi 79,91 dengan ketuntasan sebanyak 26 orang. Sedangkan pada siklus II, rata-rata nilai meningkat menjadi 89,59 dengan ketuntasan sebanyak 32 siswa. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa penggunaan pembelajaran Group Investigation dapat meningkatkan motivasi belajar dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PPKn.
Pengaruh Penerapan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) Terhadap Hasil Belajar Matematika Ditinjau dari Motivasi Belajar Siswa Kelas 5 SD Negeri Cukil 01 Kecamatan Tengaran - Kabupaten Semarang Desi Desi Putrianasari; Wasitohadi Wasitohadi
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5 No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.553 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i1.p57-77

Abstract

Pembelajaran konvensional yang sering digunakan oleh guru, dirasa sudah tidak cocok lagi untuk digunakan, karena guru sebagai sumber utama dalam mentransfer ilmu. Dari keraguan tersebut, maka perlu adanya perbaikan yang dapat meningkatkan hasil belajar yakni dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) ada tidaknya pengaruh penggunaan pendekatan CTL terhadap hasil belajar matematika; (2) ada tidaknya pengaruh motivasi terhadap hasil belajar matematika siswa; (3) ada tidaknya interaksi antara pendekatan CTL dan motivasi belajar terhadap hasil belajar. Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Subjek dari penelitian ini berjumlah 43 siswa kelas 5 SD Negeri Cukil 01. Teknik pengambilan data menggunakan lembar observasi, angket motivasi belajar, tes hasil belajar berupa soal pre-test dan pos-test, serta dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan Uji t dan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh penggunaan pendekatan CTL terhadap hasil belajar matematika. Terdapat pengaruh motivasi terhadap hasil belajar matematika Selain itu, tidak terdapat interaksi antara pendekatan CTL dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas 5 SD Negeri Cukil 01. Disarankan guru dalam kegiatan belajar mengajar khususnya mata pelajaran matematika untuk menerapkan pembelajaran matematika menggunakan pendekatan CTL dengan baik dan lebih memperhatikan kondisi siswa yang memiliki motivasi tinggi maupun rendah sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa.
Penerapan Model Open Ended untuk Meningkatkan Keterampilan Proses dan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN 1 Repaking - Wonosegoro - Boyolali Betty Biliya A
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5 No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.031 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i1.p78-91

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan langkah-langkah pembelajaran Open Ended yang dapat meningkatkan keterampilan proses dan hasil belajar pada subtema Peristiwa-peristiwa Penting pada siswa kelas V SD Negeri 1 Repaking . Penelitian yang digunakan termasuk penelitian tindakan kelas, yang terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus terdiri atas tahapan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen pengumpulan data menggunakan rubrik penilaian keterampilan proses dan soal tes untuk muatan Bahasa Indonesia dan muatan Matematika. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif komparatif yaitu membandingkan kondisi awal sebelum dilakukan tindakan, hasil siklus 1, dan siklus 2. Hasil penelitian menunjukkan temuan bahwa model pembelajaran Open Ended dilakukan dengan integrasi penilaian autentik dapat: a) meningkatkan keterampilan proses pembelajaran siswa kelas V SD Negerei 1 Repaking, Wonosegoro-Boyolali. Presentase kenaikan ketermapilan proses sub tema Peristiwa-peristiwa Penting sebesar 26,14% untuk siklus I dan 31,59% untuk siklus II. b) Meningkatkan persentase jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar siswa kelas V SD Negeri 1 Repaking pada sub tema Peristiwa- peristiwa Penting untuk muatan Bahasa Indonesia sebagai berikut: pada kondisi awal, presentase pencapaian KKM sebesar 50% (12 siswa), pada siklus I presentase meningkat menjadi 66,67% (16 siswa), dan pada siklus II presentase meningkat mencapai 83,33%(20 siswa). Untuk muatan Matematika sebagai berikut: pada kondisi awal, presentase pencapaian KKM sebesar 37,5% (9 siswa), pada siklus I presentase meningkat menjadi 58,33% (14 siswa), dan pada siklus II presentase meningkat mencapai 75% (18 siswa).
Peningkatan Keterampilan Proses dan Hasil Belajar Menggunakan Model Problem Based Learning pada Sub Tema Merawat Tubuhku Siswa Kelas 1 SD Negeri 1 Gosono - Wonosegoro Mustamilah Mustamilah
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5 No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.05 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i1.p92-102

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keterampilan proses pemecahan masalah, hasil belajar matematika siswa kelas 1 SD NEGERI 1 GOSONO dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) . jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari tiga siklus. Masing-masing siklus terdiri atas tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Instrumen pengumpulan data menggunakan rubrik penilaian keterampilan proses pemecahan masalah, dan soal tes Tema 1Sub Tema 3 tentang merawat tubuh. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif komparatif yaitu membandingkan kondisi awal sebelum tindakan, hasil siklus 1, siklus 2, dan siklus 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PBL dapat : a) meningkatkan keterampilan proses pemecahan masalah Tema 1 Sub Tema 3 tentang merawat tubuh siswa kelas 1 SD NEGERI 1 GOSONO. Presentase kenaikan keterampilan pemecahan masalah sebesar 9,09% untuk siklus 1, 11,36% untuk siklus 2, 13,63% untuk siklus 3. b) meningkatkan presentase jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar minimal (KKM) pada Bahasa Indonesia sebagai berikut : pada kondisi awal presentase pencapaian KKM sebesar 22,7% (5 siswa), pada siklus 1 presentase meningkat menjadi 40,9%(9 siswa), pada siklus 2 presentase meningkat menjadi 59,09%(13 siswa), pada siklus 3 presentase meningkat menjadi 72,72%(16 siswa). Sedangkan untuk Matematika pada kondisi awal presentase pencapaian KKM sebesar 36,36% (8 siswa), pada siklus 1 presentase meningkat menjadi 36,36% (8 siswa), pada siklus 2 presentase meningkat menjadi 63,63%(14 siswa), pada siklus 3 presentase meningkat menjadi 77,27%(17 siswa).

Page 10 of 45 | Total Record : 446