cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is a double blind-peer-reviewed journal managed by Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga cooperates with the Himpunan Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar Indonesia presenting diverse themes, yet still within major themes in education. Particularly about the study of theoretical education and results of classroom action research, experimental research and development research in the development of education including sustainable professionalism. Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is published three times a year in January, May and September.
Arjuna Subject : -
Articles 446 Documents
Upaya Meningkatkan Kedisiplinan Mengajar Guru Melalui Supervisi Akademik dengan Teknik Individual di SD Negeri Candirejo 01 Tahun 2014 - 2015 Kunthi Arifah
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.544 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i2.p116-130

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan kedisiplinan mengajar guru dalam melaksanakan tugas yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hasil pembelajaran. Strategi yang digunakan adalah penelitian tindakan sekolah yang dilakukan dalam 2 siklus, yang setiap siklusnya meliputi kegiatan rencana tindakan, pelaksanaan tindakan, pemantauan dan evaluasi, serta analisis dan refleksi. Waktu penelitian 4 bulan dimulai dari bulan Januari 2015 sampai dengan bulan April 2015. Adapun subyek penelitian adalah guru SD Negeri Candirejo 01, sedang obyeknya adalah penyusunan perangkat pembelajaran, pelaksanaan kegiatan pembelajaran, dan evaluasi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif komparatif dengan membandingkan data kondsi awal dibandingkan data siklus I dan juga dibandingkan dengan data yang diperoleh pada siklus II setelah dilakukan deskriptif komparatif dilanjutkan refleksi. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa pelaksanaan supervisi akademik dengan teknik individual dapat meningkatkan kedisiplinan mengajar guru SD Negeri Candirejo 01 yang meliputi kedisiplinan dalam menyusun perencanaan pembelajaran, kedisiplinan melaksanakan kegiatan pembelajaran, kedisiplinan melaksanakan evaluasi di akhir pembelajaran.
Pengimplementasian Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Interaktif pada Mata Pelajaran Matematika di Sekolah Dasar Mila C Paseleng; Rizki Arfiyani
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.336 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i2.p131-149

Abstract

Kurangnya minat siswa dalam mempelajari matematika disebabkan karena pendekatan pembelajaran yang digunakan guru masih konvensional sehingga menyebabkan siswa tidak tertarik untuk mempelajari matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana media pembelajaran berbasis multimedia interaktif dapat mempengaruhi minat belajar. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen nonequivalent control group. Hasil penelitian diperoleh peningkatan aspek minat belajar siswa pada mata pelajaran matematika yang ditunjukkan dengan rata-rata persentase setiap indikator pada kelas eksperimen yaitu indikator perhatian sebesar 83%, indikator ketertarikan sebesar 75%, dan indikator keterlibatan siswa sebesar 70%, sedangkan pada kelas kontrol menunjukkan rata-rata presentse setiap indikator yaitu indikator perhatian sebesar 47%, indikator ketertarikan sebesar 44%, dan indikator keterlibatan sebesar 44%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis multimedia interaktif memberikan pengaruh positif terhadap pembentukan minat belajar siswa khususnya pada mata pelajaran.
Peningkatan Hasil Belajar Tema Sehat Itu Penting Menggunakan Model Problem Solving pada Siswa Kelas 5 SDN Ngening 01, Batangan - Pati Tahun 2014-2015 Hana Widyawati
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5 No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.862 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i3.p1-11

Abstract

Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah pendekatan saintifik sebagai proses kegiatan pembelajaran dari penerapan Kurikulum 2013 belum berfungsi dengan maksimal, sehingga menyebabkan rendahnya ketuntasan yang belum mencapai persentase minimal KKM yang ditentukan oleh sekolah. Dipilih model Problem Solving yang berpotensi untuk menerapkan pendekatan saintifik dalam meningkatkan kompetensi hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model Problem Solving melalui pendekatan saintifik dapat meningkatkan hasil belajar muatan IPA pada siswa kelas 5 SDN Ngening 01 Tahun Pelajaran 2014/1015. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus, siklus I terdiri dari 3 kali pertemuan dan siklus II terdiri dari 3 kali petemuan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 5A SDN Ngening 01 yang berjumlah 20 siswa dengan karakteristik yang heterogen. Pembelajaran mengacu pada langkah-langkah model Problem Solving yang terdiri atas lima tahapan yaitu mengidentifikasi permasalahan, membatasi permasalahan, menyusun hipotesis, mengumpulkan data, dan menguji hipotesis dengan membuat simpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata hasil belajar muatan IPA. Pada kondisi awal nilai rata-rata siswa yaitu 62,40 dengan persentase ketuntasan 40%. Pada pembelajaran Siklus I dengan menerapkan model Problem Solving, nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 71,80 dengan persentase ketuntasan 50%. Pada pembelajaran siklus II nilai rata-rata siswa 87,15 dengan persentase ketuntasan 100%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model Problem Solving dapat meningkatkan hasil belajar muatan IPA siswa kelas 5A SDN Ngening 01.
Pengaruh Pendekatan Saintifik Melalui Model Discovery Learning dengan Permainan Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas 5 SD Wahyudi Wahyudi; Mia Christy Siswanti
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5 No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.482 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i3.p23-36

Abstract

Latar belakang dalam penelitian ini adalah kegiatan pembelajaran matematika yang masih menekankan pada konsep hafalan sehingga siswa hanya berpusat pada angka dan rumus. Pemerintah menyajikan solusi yang menarik melalui kurikulum 2013 yang tertulis dalam Permendikbud Nomor 57 Tahun 2014. Sebelum pendekatan beserta model pembelajaran dalam kurikulum 2013 dibuktikan keberhasilnya, pemerintah telah menetapkan berhentinya kurikulum 2013 (Permendikbud Nomor 160 Tahun 2014). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendekatan saintifik melalui model discovery learning dengan permainan terhadap hasil belajar siswa kelas 5 semester II SD kristen 03 Eben Haezer Salatiga tahun pelajaran 2014/2015.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan metode Quasi Eksperimen Research. Desain penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Design dan teknik pengambilan sampel sampling jenuh. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V paralel SD Kristen 03 Eben Haezer Salatiga. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dan tes. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa ada pengaruh penerapan pendekatan saintifik melalui model discovery learning dengan permainan terhadap hasil belajar matematika siswa kelas 5 semester II SD Kristen 03 Eben Haezer Salatiga Tahun Pelajaran 2014/2015. Rata-rata kelas eksperimen 80,84 sedangkan kelas kontrol 71,75. Hal ini juga didukung dari nilai t hitung > t tabel, yaitu (4,905>2.018) dan signifikan 0,000<0,05 yang menunjukkan bahwa H0 ditolak H1 diterima.
Pengembangan Nilai-Nilai Budaya Sekolah Berkarakter Naniek Sulistya Wardani
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5 No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.257 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i3.p12-22

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui nilai-nilai budaya apa sajakah yang berkembang di SD Negeri Blotongan 3 Salatiga; 2) untuk mengetahui karakteristik nilai budaya berkarakter yang berkembang di SD Negeri Blotongan 3 Salatiga; 3) mengetahui pola pendidikan budaya karakter yang telah diterapkan, dan 4) menemukan pola pendidikan nilai budaya yang efektif di SD Negeri Blotongan 3 Salatiga. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Subyek penelitian yakni siswa SD Negeri Blotongan 3 Salatiga. Teknik pengumpul-an data melalui observasi dan angket. Teknik analisis data menggunakan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Nilai–nilai budaya berkembang di sekolah melalui: a) simbol-simbol tertulis seperti: Visi sekolah, pajangan penuntun berperilaku, dan slogan pesan; b) Sikap siswa berupa tingkat kedisiplinan mengikuti pelajaran mencapai 100 %, kesehatan 97,04 % (164 dari 169 siswa), keberbersihan; kecerdasan yang ditunjukkan oleh tingkat kelulusan siswa selama 3 tahun mencapai 100 % dan tingkat kenaikan kelas 97,40% (dari keseluruhan 192 siswa); keterampilan siswa unggul dalam bermain drum band; berbudi luhur dalam bertutur kata dan kejujuran; bertaqwa kepada Tuhan melalui pelajaran agama, upacara bendera dan kegiatan pengajian bersama; c) Kepercayaan yang tertanam ditunjukkan oleh kepercayaan orang tua dan siswa kepada sekolah; 2) Karakteristik nilai budaya berkarakter yang berkembang di sekolah meliputi nilai kesopanan, nilai kepedulian terhadap sesama dan nilai kerjasama mencapai 84,22%, 87,52% dan 84,81%; 3) Pola pendidikan budaya karakter mengikuti pendekatan komunikasi persuasif, pendekatan kontak pribadi dan pendekatan bermain peran berturut-turut sebesar 84,61%; 84,02% dan 65,68%; 4) Pola Pendidikan Nilai Budaya terlaksana dengan efektif melalui membiasakan bertingkah laku, pemberian contoh dan penciptaan suasana harmonis.
Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru SD Melalui Supervisi Akademik Sri Giarti
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5 No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.995 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i3.p37-46

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru kelas VI SD Negeri 2 Bengle melalui supervisi akademik. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah. Kegiatan dalam penelitian ini terdiri atas tahapan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik obeservasi kelas. Instrumen observasi yang digunakan adalah alat penilaian kemampuan guru (APKG) berupa: 1) instrument penilaian kemampuan guru dalam mengembangkan silabus, 2) instrument penilaian kemampuan guru dalam menyusun rencana pembelajaran, 3) instrument penilaian kemampuan guru dalam pelaksanaan pembelajaran. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif komparatif. Data kuantitatif yang diperoleh di deskripsikan dalam bentuk kata-kata atau penjelasan. Selanjutkan dilakukan komparasi data untuk memastikan ada tidaknya peningkatan kemampuan guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran, peningkatan kemampuan guru dalam pelaksanaan. Hasil penelitian menunjukkan temuan bahwa supervisi akademik dapat: a) meningkakan kemampuan guru kelas VI dalam mengembangkan silabus di SD Negeri 2 Bengle, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali sebesar 41%. b) meningkakan kemampuan guru kelas VI dalam menyususn rencana pembelajaran di SD Negeri 2 Bengle, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali sebesar 39%. c) meningkakan kemampuan guru kelas VI dalam melaksanakan pembelajaran di SD Negeri 2 Bengle, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali sebesar 34%.
Implementasi Penelitian Tindakan Kelas Slameto Slameto
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5 No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.85 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i3.p47-58

Abstract

Dalam tahap Penelitian Tindakan Kelas (PTK), langkah merencanakan merupakan langkah pertama. Tanpa rencana, kegiatan yang kita lakukan tidak akan terarah. Rencana akan menjadi acuan dalam melaksanakan tindakan. Melakukan tindakan sebagai langkah yang kedua. Tanpa tindakan, rencana hanya merupakan angan-angan yang tidak pernah menjadi kenyataan. Dalam implementasi PTK tahap merencanakan dan melakukan tindakan terdiri dari langkah utama yaitu: mengiden-tifikasi masalah, menganalisis dan merumuskan masalah, merencanakan tindakan kelas, melaksanakan tindakan kelas (membuat perencanaan, melaksanakan, observasi, analisis dan refleksi), mengumpulkan data dan menganalisis data tentang proses dan hasil beserta tindak-lanjutnya; terakhir adalah menulis laporan. Langkah-langkah ini merupakan langkah yang berurutan; artinya langkah pertama harus dikerjakan lebih dahulu sebelum langkah kedua dilaksanakan, demikian seterusnya.
Sebuah Tinjauan Mengenai Stimulus Berpikir Kritis bagi Siswa Sekolah Dasar Romirio Torang Purba
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5 No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.1 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i3.p59-64

Abstract

Berpikir kritis adalah proses berpikir yang cukup kompleks. Kekomplek-sannya ini membuat sebagian orang pesimis untuk bisa menghadirkannya dalam proses pembelajaran di sekolah dasar. Temuan dari hasil-hasil penelitian beraneka ragam, namun tetap, masih menjadi pertanyaan, stimulus apa yang paling memungkinkan bagi siswa sekolah dasar untuk berpikir kritis. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan hal mendasar yang dapat menstimulus berpikir kritis di sekolah dasar. Melalui pembahasan dari beberapa literatur, ditemukan bahwa masalah dan dialog dapat menjadi dasar bagi kehadiran berpikir kritis dalam proses pembela-jaran di sekolah dasar.
Motivasi Berprestasi dalam Kaitannya dengan Kinerja Guru Doddy Hendro Wibowo
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5 No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.488 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i3.p65-74

Abstract

Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencana-kan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik di perguruan tinggi. Pendidik yang mengajar pada satuan pendidikan dasar dan menengah disebut guru. Kinerja yang maksimal dari seorang guru bertujuan untuk dapat mencapai visi dan misi dunia pendidikan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan positif yang signifikan antara motivasi berprestasi dengan kinerja guru di jenjang SMA. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah guru di SMA Kristen I dan SMA Kristen II Salatiga sejumlah 46 guru. Hasil uji korelasi yang dilakukan dengan Spearman-Rank, diperoleh nilai koefisien korelasi r = -0,092, dengan probabilitas 0,544 (p > 0,05). Nilai probabilitas yang diperoleh tersebut lebih besar dari 0,05, sehingga Ho diterima dan H1 ditolak. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dengan kinerja guru.
Hubungan antara Pemberdayaan Psikologis dan Komitmen Karier Guru Dwi Setya Ariani
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5 No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.905 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i3.p75-81

Abstract

The purpose of this research is to verify the correlation between Psychological Empowerment and Career Commitment. There are two scales used in this research, i.e. Psychological Empowerment Scales by Spreitzer (1995) and Career Commitment Scale by Carson & Bedeian (1994). The participants of this research are 60 teachers of private high-school in Salatiga, Indonesia. Data analysis uses SPSS 16 Program. Statistic’s method to be used is pearson product moment correlation test. The result of statistic test shows that there is significant correlation between Psychological Empowerment and Career Commitment.