cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan
ISSN : 19796072     EISSN : 26210193     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bidang kajian dimuat meliputi agribisnis, teknologi budidaya, sumberdaya perikanan, kelautan, sosial ekonomi kelautan dan perikanan, bioteknologi perikanan. Sejak tahun 2017 mulai diterbitkan secara elektronik kerjasama Pusat Studi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna Raha.
Arjuna Subject : -
Articles 49 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2019)" : 49 Documents clear
Pemanfaatan Silase Kulit Pisang (Musa pariciae) Untuk Peningkatan Produktivitas Kambing Kacang (Capra hircus): Studi Kasus di Desa Golo Kecamatan Sahu Kabupaten Halmahera Barat Ishak, Hasriani; Nursjafani, Nursjafani; Lestari, Sri
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.2.279-283

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai pemberian silase kulit pisang terhadap produktifitas ternak kambing yang meliputi pertambahan berat badan, konsumsi dan konversi ransum. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 12 ekor ternak Kambing yang berumur antar 4 sampai 6 bulan,dengan berat berkisar antara 10 kg. Pakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah hijauan dan silase kulit pisang serta ampas tahu sebagai konsentrat. Perlakuan yang digunakan yaitu R1 =  100% hijauan + Konsentrat, R2 = 75% hijauan + 25% silase + Konsentrat, R3 = 50% hijauan + 50% silase + Konsentrat, R4 = 25% hijauan + 75% silase + Konsentrat. Variabel yang diamati meliputi konsumsi, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum kambing kacang. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa Pemberian silase kulit pisang (Musa pariciae) sampai dengan 75% tidak berpengaruh nyata terhadap pertambahan bobot badan, konsumsi dan konversi  ransum kambing kacang.
Pengaruh Rendaman Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) terhadap Kandungan Vitamin C dan pH Minuman Infused Water Ivakdalam, Lydia Maria; Rehena, Zasendy
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.2.344-349

Abstract

Infused water adalah air minum yang diberi tambahan potongan buah, sayuran atau herbal sehingga sari-sari dari buah yang direndam dalam air putih akan keluar, memberikan cita rasa, dan berbagai manfaat bagi yang meminum air tersebut. kandung Vitamin C yang baik untuk menjaga daya tahan tubuh dan mempunyai aktivitas antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas dalam tubuh. Dengan demikian tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama perendaman potongan buah jeruk nipis terhadap kandungan Viamin C dan pH minuman infused water. Penelitian eksperimen menggunakan Rancangan acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu  lama perendaman perasan kulit jeruk nipis selama 1 jam, 2 jam, 4 jam, dan 6 jam, dan 8 jam dengan 3 kali ulangan sehingga diperoleh 15 unit percobaan. Menganalisis  Kandungan  Vitamin C dengan Metode Titrasi Iodium dan pengukuran tingkat keasaman (pH). Penelitian ini dilaksanakan di Lab Biokimia dan THP Universitas Pattimura Ambon, pada bulan September 2019. Hasil uji Anova menunjukkan bahwa nilai Fhitung untuk perlakuan lama perendaman perasan kulit jeruk nipis terhadap kandungan Vitamin C minuman Infused Water adalah sebesar 1,778 dengan signifikasi 0,000. Hasil nilai Fhitung untuk perlakuan Lama Perendaman peraasan Kulit jeruk Nipis Terhadap keasaman (pH) Minuman Infused Water adalah sebesar 1.140 dengan signifikasi 0,392. Kesimpulannya ada pengaruh Lama Perendaman Perasan Kulit jeruk Nipis Terhadap kandungan Vitamin C Minuman Infused Water yang cenderung meningkat. Terdapat kecenderungan kestabilan tingkat keasaman (pH) Minuman Infused Water terhadap Lama Perendaman Kulit jeruk NipisData pengaruh perendaman jeruk nipis terhadap kandungan vitamin C dan pH dianalisis dengan anova satu jalur.
Sebaran Parameter Klorofil-a di Perairan Pulau Ternate Hubungnya dengan Hasil Tangakapn Ikan Pelagis Kecil Naim, Armain; Sultan, Muzakir Hi.
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.2.322-325

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan selama bulan Mei sampai Juli 2019 bertempat di perairan pulau Ternate, dengan tujuan untuk mengkaji sebaran konsentrasi klorofil-a dan hubungannya dengan hasil tangkapan ikan pelagis kecil di perairan Pulau Ternate. Pengguanaan metode eksperimtal fishing, dengan data hasil penelitian di analisis menggunakan analisis SIG dan analisis statistik.  Hasil penelitian di dapat bahwa konsentrasi klorofil-a memberikan respon terhadap kehadiran ikan pelagis kecil di daerah Perairan Pulau Ternate  dengan nilai rata-rata selama penelitian berkisar antara 0.21 - 0.26 mg/m3, dimana konsentrasi klorofil-a memiliki hubungan yang nyata dengan koefisien korelasi sebesar 0.84.
Karakterisasi Sifat kimia dan Organoleptik Cookies Substitusi Tepung Pisang Nangka Mentah (Musa sp. L) Anggraeni, Rani
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.2.248-257

Abstract

Pisang merupakan jenis tanaman tropis yang dapat dikonsumsi secara langsung maupun dapat diolah menjadi jenis makanan lainnya. Produksi pisang yang cukup tinggi di Indonesia tidak sebanding dengan tingkat konsumsi masyarakat, sehingga mengakibatkan banyaknya pisang yang tidak dimanfaatkan sedangkan daya simpan buah pisang relative rendah. Untuk itu perlu dilakukan upaya untuk menghindari agar buah pisang terbuang percuma dengan mengolahnya menjadi produk yang tahan lama dan bernilai tambah lebih baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pisang merupakan salah satu bahan pangan local yang memiliki nilai indeks glikemik rendah. Sehingga pisang dapat diolah menjadi pangan fungsional.  Salah satu produk olahan pisang yang disukai oleh masyarakat adalah cookies. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan Tepung Pisang Nangka mentah menjadi produk cookies dan mengevaluasi sifat fisikokimia dan organoleptiknya. Penelitian ini terdiri dari tiga tahap kegiatan yaitu produksi tepung pisang mentah, pembuatan cookies dengan substitusi tepung pisang mentah dan evaluasi karakterisasi dan sensori cookies substitusi tepung pisang mentah. Hasil penelitaian menunjukkan bahwa cookies dengan 25%, 50% dan 75% tepung pisang mentah memiliki nilai preferensi yang sama dengan cookies standar. Hasil analisis kimia menunjukkan bahwa cookies dengan substitusi tepung pisang nangka mentah sebesar 75% adalah formulasi yang paling baik dengan kadar air sebesar 6,78% (bb), kadar  abu sebesar 2,17% (bk) , kadar protein sebesar 18,97% (bk), kadar lemak sebesar 8,55% (bk) , kadar karbohidrat sebesar 63,51% (bk), dan kadar serat pangan sebesar 4,02% (bk).
Analisis Usahatani Padi Sawah dengan Metode Hazton di Desa Lolori Kabupaten Halmahera Barat Ekaria, Ekaria; Muhammad, Munawir
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.2.197-202

Abstract

Desa Lolori Kabupaten Halmahera Barat menjadi salah satu desa yang melakukan uji coba penanaman padi dengan menggunakan metode hazton. Metode hazton merupakan rekayasa budidaya padi yang diinisiasi oleh Ir. Hazairin MS selaku Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Kalimantan Barat dan Anton Komaruddin SP, Msi, staf pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Kalimantan Barat. Teknologi hazton bertumpu pada penggunaan bibit tua 25-30 hari setelah semai dengan jumlah bibit 20-30 batang per lubang tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi, pendapatan dan efisiensi usahatani padi sawah di Desa Lolori Kabupaten Halmahera Barat. Bentuk analisis yang digunakan adalah analisis usahatani dan efisiensi usahatani. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Lolori Kabupaten Halmahera Barat, dengan waktu penelitian mulai dari bulan April 2019 sebanyak 17 responden. Hasil penelitian menunjukkan Rata-rata produksi usahatani padi sawah dengan metode hazton di Desa Lolori Kabupaten Halmahera yaitu 6,165 ton/ha/musim tanam dengan rata-rata pendapatan Rp. 29.256.175/ha/musim tanam serta nilai R/C Ratio yaitu 2,79 atau nilai R/C adalah >1 sehingga usahatani padi sawah dengan metode hazton layak diusahakan karena sangat menguntungkan.
Analisis Karakteristik Sosial Ekonomi Masyarakat Nelayan Pada Pemanfaatan Kawasan Wisata Alam Maleura Marfi, Wa Ode Ernawati
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.2.331-339

Abstract

Karakteristik sosial ekonomi masyarakat nelayan dalam keterkaitannya dengan pemanfaatan kawasan di wisata alam Maleura Desa Lakarinta Kecamatan Lohia memiliki keterkaitan dalam kehidupan masyarakat Desa Lakarinta dimana kawasan tersebut dijadikan salah satu sumber mata pencaharian dan sumber pemenuhan kebutuhan sehari-hari yang mudah dijangkau dan didapatkan oleh masyarakat sekitar.
Characteristic of chemical and sensory of stick product which fortified with yellowfin tuna flour Lekahena, Vanessa Natalie Jane
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.2.284-290

Abstract

Snack is defined as food consumed between regular meals which are liked by all people, so it becomes a habit to get rid of hunger before the main meal. Stick is a long flat snack, has a savory taste and crunchy, made from a mixture of flour, fat, eggs and water, which is processed by frying or baking. Fish sticks are processed snacks made from a mixture of flour, seasoning, margarine, eggs and water and additional fish meat or fish flour, then formed to flat shapes with a length of ± 6-7 cm and frying with oil at 170 °C till golden yellow This study aims to determined the chemical characteristics and evaluation of sensory fish sticks fortified with yellowfin tuna flour. The results of this study can be concluded that the percentage of yellowfin fish flour fortified on stick product effected to the chemical characteristics of parameters moisture contents (2.76 - 3.63%), ash (2.66 - 5.02%), fat (16.15 - 22.55%) protein (7.39 - 11.72%), and carbohydrates (57.94 - 70.17%) produced by yellowfin fish sticks. Fortification of yellowfin tuna flour has an effected on the sensory characteristics of fish sticks on the attributes of aroma and taste, while not affecting the appearance and texture attributes.
Pengaruh Formulasi Tepung Mangrove (Bruguiera gymnorrhiza) dan Tepung Wortel (Daucus carota) terhadap Nilai Gizi dan Organoleptik Nugget Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) Pentury, Melkhianus Hendrik
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.2.350-359

Abstract

Formulasi bahan olahan pangan dengan penambahan Sayuran kedalam salah satu produk akan menaikan nilai gizi dan penerimaan produk bagi konsumen. Wortel (Daucus carota L) termasuk kelompok sayuran yang memiliki umbi berwarna jingga, yang kaya akan kandungan gizi yaitu β-karoten sebagai sumber antioksidan alami, serat pangan, tokoferol, asam askorbat, dan α-tokoferol. Tepung Mangrove (Bruguiera gymnorrhiza) adalah sumber pangan lokal yang kandungan karbohidratnya tinggi. Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) adalah ikan yang berpotensi cukup tinggi serta memiliki nilai ekonomis dan banyak disukai masyarakat. Difersifikasi olahan ikan, selain  mempertahankan mutu dan memperpanjang masa penyimpanan juga sebagai bentuk penerimaan konsumsi bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh formulasi tepung Mangrove (Bruguiera gymnorrhiza) dan tepung Wortel (Daucus carota) terhadap nilai gizi dan organoleptik nugget Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri atas lima perlakuan yaitu formulasi tepung Mangrove (Bruguiera gymnorrhiza) dan tepung Wortel (Daucus carota) (0%:50%; 15%:35%; 25%:25%; 35%:15%; 50%:0%). Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 15 unit percobaan. Variabel pengamatan terdiri atas penilaian organoleptik dengan parameter uji meliputi warna, aroma, tekstur, rasa, dan analisis nilai gizi meliputi kadar air dan abu menggunakan metode gravimetri, kadar lemak menggunakan metode soxhlet, kadar protein menggunakan metode biuret dan kadar glukosa menggunakan metode aplikasi dari Sudarmadji tahun 2007. Data dianalisis menggunakan Analyses of Variances (ANOVA) dan apabila berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan, maka dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa perlakuan terbaik formulasi tepung mangrove dan tepung wortel dalam pembuatan nugget ikan cakalang yakni pada perlakuan perbandingan tepung mangrove 35% dan tepung wortel 15% dengan rerata penilaian organoleptik disukai panelis.
Analisis Pertumbuhan Diameter Jabon (Anthocephalus cadamba Roxb. Miq.) Hasil Penanaman KBR di Kabupaten Halmahera Barat Provinsi Maluku Utara Niapele, Sabaria
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.2.258-265

Abstract

Kegiatan Kebun Bibit Rakyat (KBR)  merupakan sebuah gerakan moral yang bertujuan untuk memperbaiki laju kerusakan hutan dan untuk mengurangi lahan kritis yang ada di negara Indonesia pada umumnya dan Kabupaten Halmahera Barat pada khususnya. Penanaman pohon yang dilakukan di Kabupeten Halmahera Barat, tersebar kedalam sembilan kecamatan, sehingga tingkat pertumbuhan tanaman diduga terdapat perbedaan antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain atau dari satu lokasi dengan lokasi yang lain. Tujuan penelitian untuk mengetahui  MAI dari tempat pengukuran yang berbeda, menguji MAI dari masing – masing tempat yang berbeda, menguji MAI pada tahun tanam yang berbeda, menganalisa pertumbuhan optimum tanaman Jabon dari tempat pengukuran yang berbeda. Pengambilan Sampel dilakukan dengan metode Individual dengan sistim random, karena lokasi KBR terletak tidak mengelompok dalam satu luasan hektar, akan tetapi tersebarnya lokasi penanaman  sesuai dengan lokasi atau lahan yang dimiliki oleh masarakat (kelompok tani). Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 9 perlakuan yang terdiri dari 9 desa yaitu : desa Porniti, Bobanehena, Hoku-hoku Kie, Tacim, Balisoan, Ngaon, Ake Jailolo, Akelamo Kao dan Bobaneigo. Masing-masing perlakuan diambil ulangan sebanyak 50 sampel tanaman jabon. Data yang diperoleh dari pengukuran di lapangan dianalisis dengan menggunakan analisis varians bentuk Rancangan Acak Lengkap, selanjutnya dilakukan uji LSD dan uji Kontras. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Riap tahunan rata-rata diameter setinggi dada diperoleh hasil sebagai berikut (dalam cm/tahun) : lokasi desa Hoku-Hoku Kie = 7,31cm, desa Ngaon = 6,57cm, desa Bobaneigo = 5,52cm, desa Balisoan = 5,99cm, desa Bobanehena = 4,72cm, desa Akelamo Kao = 5,08cm desa Ake Jailolo= 4,32cm, desa Porniti = 4,89cm, desa Tacim = 4,54cm. Hasil analisis varians dengan tingkat kepercayaan 5 % maka terdapat perbedaan MAI diameter pada Sembilan lokasi. Hasil uji kontras pada taraf uji 5 % menunjukan bahwa terdapat perbedaan antara MAI diameter pada tahun tanam, dan terdapat satu lokasi satu lokasi  MAI diameter yang terbaik yaitu  desa Hoku-Hoku Kie dengan umur tanam 2 tahun dimana, faktor eksternal pada lokasi tersebut sangat mendukung untuk perkembangan tanaman jabon seperti dekat sumber air, mendapat cahaya matahari yang cukup dan kondosi tanah yang gembur dan keadaan suhu yang stabil