cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan
ISSN : 19796072     EISSN : 26210193     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bidang kajian dimuat meliputi agribisnis, teknologi budidaya, sumberdaya perikanan, kelautan, sosial ekonomi kelautan dan perikanan, bioteknologi perikanan. Sejak tahun 2017 mulai diterbitkan secara elektronik kerjasama Pusat Studi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna Raha.
Arjuna Subject : -
Articles 826 Documents
Estimasi biomassa dan karbon tegakan dipterocarpa pada ekosistem hutan primer dan LOA (Log Over Area) di PT. Sari Bumi Kusuma (SBK) Kalimantan Tengah Sabria Niapele
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.6.1.29-36

Abstract

Biomassa pohon dihutan merupakan tempat penyimpan cadangan karbon terbesar terdapat pada batang, cabang, ranting, daun dan akar.  Selain untuk menyimpan cadangan karbon, pohon juga  meyerap karbon dari atmosfer dalam bentuk karbondioksida (CO2)  melalui proses fotosintesis sehingga gas CO2 diatmosfer dapat berkurang.  Oleh karena itu perlu adanya pengukuran biomassa dan karbon pohon di hutan  untuk mengestimasi seberapa besarkah pohon dapat menyimpan biomassa dan karbon serta mampu menyerap CO2 dari atmosfer melalui pendekatan allometrik. Penelitian dilakukan di areal PT. SBK Kalimantan Tengah, Laboratorium THH Fakultas Kehutanan UGM dan Laboratorium BPTP Yogyakarta dengan tujuan membuat persamaan allometrik untuk menentukan potensi biomassa, potensi karbon, dan potensi penyerapan CO2 di PT. SBK.   Pohon dipilih berdasarkan kriteria variasi umur dan dbh. Kandungan biomassa diketahui melalui metode pengukuran secara destructive, selanjutnya dibuat persamaan allometrik biomassa dan karbon untuk mengetahui kandungan potensi biomassa dan karbon. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel dbh dapat digunakan untuk menaksir biomassa total pohon melalui model power dengan nilai koefisien determinasi sebesar 99,2%. Jumlah potensi biomassa total pohon yang tersimpan pada TPTI (tahun tanam 1995-2010) adalah 311,67 ton/ha. Jumlah potensi karbon pohon yang tersimpan pada TPTI (tahun tanam 1995-2010) adalah 143,31 ton/ha. Sedangkan potensi penyerapan CO2 pada TPTI (tahun tanam 1995-2010) adalah 525,96 ton/ha.
Analisis efisiensi dan efektifitas operasi kapal purse seine di Pelabuhan Perikanan Nusantara Ternate Provinsi Maluku Utara Munawir Muhammad
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.10.1.8-21

Abstract

Penelitian ini tentang kegiatan operasi kapal Purse Seine. Yang dilaksanakan pada bulan Desember 2016 di Pelabuhan Perikanan Nusantara Ternate. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui tingkat efisiensi operasi Purse Seine di Pelabuhan Perikanan Nusantara Ternate. (2). mengetahui tingkat efektifitas operasi Purse Seine di Pelabuhan Perikanan Nusantara Ternate. Metode yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder yang bersifat kuantitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa nilai rata-rata investasi untuk usaha Purse Seine kecil sebesar Rp 186,160,875 sedangkan investasi usaha Purse Seine besar nilai rata-rata sebesar Rp 414,287,500. dengan produksi untuk Purse Seine ukuran GT kecil kelompok satu memiliki nilai rata-rata 29,742 kg per tahun, sedangkan produksi ukuran GT besar kelompok dua memiliki nilai rata-rata 48,415 kg. dari analisis perhitungan usaha unit penangkapan Purse Seine kecil diperoleh rata-rata penerimaan total Rp 359,419,500,- biaya total 276,283,327,- keuntungan 83,136,173,- R/C 13,140,- Payback period 48,144,- sedangkan untuk kapal Purse Seine besar diperoleh nilai rata-rata penerimaan total Rp 567,295,625,- dengan biaya total Rp 441,009,765,- keuntungan Rp 126,285,860,- R/C 12,734,- Payback period 39,389,- Hal ini menunjukan bahwah usaha Purse Seine kecil dapat bersaing dengan kapal Purse Seine yang berukuran lebih besar.
Survei serangan hama baru Paracoccus marginatus (Hemiptera: Pseudococcsidae) pada pertanaman pepaya di Kabupaten Bogor Lidya M Ivakdalam
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.3.2.60-65

Abstract

Hama tanaman pepaya, Paracoccus marginatus Williams and Granara de Willink (Hemiptera: Pseudococcidae) menyerang ribuan tanamn pepaya di Bogor pada tahun 2008. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan daerah persebaran dan tingkat serangan kutu putih pepaya, yang berlangsung dari bulan Agustus sampai Oktober 2009. Sampel penelitian diambil pada daerah-daerah sentra produksi pepaya di Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serangan hama P. marginatus telah tersebar merata di seluruh wilayah Bogor, dengan serangan berat terutama terjadi di wilayah barat dan tengah Kabupaten Bogor. Kecamatan yang menunjukkan tingkat serangan berat pada semua desa survei adalah Kecamatan Sukaraja, Caringin, Megamendung, Bojonggede, Tajurhalang, dan Rancabungur.
Analisis fluktuasi parameter kualitas air terhadap aktifitas molting kepiting bakau (Scylla sp) Bernhard Katiandagho
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.7.2.21-25

Abstract

Penelitian yang dilaksanakan di instalasi tambak Crab Riset Station (CRS) di Sungai Bawana Marana Maros Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, provinsi Sulawesi Selatan untuk melihat parameter kualitas air diantaranya suhu, salinitas, DO dengan terhadap aktivitas molting dan mortalitas pada kepiting bakau (Scylla sp) untuk setiap perubahan kualitas air.  Hasil penelitian menunjukan bahwa efek kualitas air terhadap persentase molting  Kepiting Bakau terlihat pada hari ke- 40 sampai dengan hari ke -60. Perubahan  kualitas air khususnya  Disolved oksigen (DO) tidak menunjukkan perubahan yang signifikan, sedangkan Salinitas dan suhu  merupakan parameter kualitas air yang sering mengalami fluktuasi yang signifikan selama 60 hari pengamatan. Kisaran salinitas pada hari ke-40 sampai dengan hari ke – 60 berada pada kisaran 32 – 37 ppt memacu persentase molting  pada masing- masing perlakuan, sedangkan suhu berada pada kisaran 28 – 32 0C.
Kebijakan perlindungan hutan pada kawasan hutan lindung Kie Matubu Kota Tidore Kepulauan Sabria Niapele
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.7.1.79-86

Abstract

Penelitian menggunakan metode deskriptif dan analisis SWOT yang dilaksanakan selama bulan Juni sampai September 2013 berlokasi di kawasan hutan lindung Kie Matubu Kota Tidore dengan tujuan untuk mengetahui kebijakan yang diterapkan oleh Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Tidore Kepulauan dalam upaya perlindungan hutan pada kawasan hutan lindung Kie Matubu tersebut.  Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi dan kebijakan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Tidore untuk menjaga kawasan hutan lindung adalah mengoptimalkan struktur kelembagaan, dukungan pimpinan dan pemerintah serta meningkatkan proses pembangunan sarana dan prasarana,  kuantitas dan kualitas SDM, fungsi koordinasi antara instansi dan pengetahuan masyarakat serta membuat PERDA, untuk menjadi legalitas kawasan hutan.
Kajian usahatani tanaman tomat terhadap produksi dan pendapatan petani (Studi kasus di Desa Golago Kusuma, Kecamatan Jailolo Timur, Kabupaten Halmahera Barat) Arman Drakel
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.5.1.31-36

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk    mengetahui  usahatani  tanaman tomat terhadap produksi dan  pendapatan  petani di Desa Golago Kusuma, Kecamatan Jailolo Timur, Kabupaten Halmahera Barat. Metode yang dipakai  pengambilan adalah Perpussive sampling atau sampel sederhana pada petani yang berjumlah 20 responden, semuanya dijadikan sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani  dalam berusahatani dipengaruhi oleh : a) umur petani responden antara 30 – 37 tahun atau usia muda  sebesar 30 %, golongan umur 38 – 45 tahun atau usia sedang  sebesar 50 %  dan golongan umur 46 – 53 tahun usia  tua sebesar 20 %, b) strata pendidikan petani terdiri dari SLTP 60 % dan SLTP 40 %, c) jumlah tanggungan keluarga lebih sedikit 65 % pada  kisaran sedang 35 % dari kisaran jumlah yang banyak sebesar 0 %,, d) luas yang digunakan berkisar antara 0.10 meter persegi yaitu 95 % dan luas lahan yang berkisar antara 0.25 meter persegi yaitu 5 %, e) pengalaman berusahatani berkisar antara 1 – 4 tahun yaitu 20 % dan antara 5 – 10 tahun yaitu 80 %. Besarnya pendapatan satu kali produksi adalah Rp. 65.542.250,- dengan rata rata pendapatan yang diterima oleh masing masing petani adalah sebesar Rp. 3.277.113,-.
Isolasi bakteri yang terdapat pada kulit udang Ahmad Thalib
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 4, No 1 (2011)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.4.1.14-22

Abstract

Kitosan merupakan limbah dari bagian-bagian tubuh udang yang tidak dimanfaatkan  dan dibuang pada proses pengolahan yang terdiri dari, kepala, jengger atau genjer, kulit, ekor atau kotoran yang dibuang. kitosan adalah senyawa organik turunan chitin, berasal dari biomaterial chitin yang dewasa ini banyak dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, antara lain: pengawet biji-bijian terhadap berbagai hama, membersihkan dan menjernihkan air,  sebagai memberan atau kapsul pelindung obat, immobilisasi enzim-sel-bakteri, bahan kosmetik, dan sebagai makanan penjaga kesehatan (bukan obat).  Kitosanase diproduksi oleh berbagai macam organisme, seperti actinomycetes, fungi, tumbuhan dan bakteri. Di antara semua organisme penghasil enzim kitosanase, bakteri mendapat perhatian khusus karena peranan bakteri yang cukup penting dalam ekosistem. Penggunaan bakteri telah banyak dilakukan dalam penelitian untuk menjelaskan mekanisme hidrolisis kitosan menjadi oligomernya secara biokimia maupun molekular.
Komposisi nutrien tubuh pada kepiting bakau (Scylla spp) yang diberi stimulan molting Bernhard Katiandagho
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 5, No 2 (2012)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.5.2.78-82

Abstract

Komposisi nutrient tubuh pada kepiting bakau (Scylla sp) sangat menunjang terjadinya proses molting dengan sempurna, Penelitian ini bertujuan  menganalisa pengaruh pemberian stimulant molting pada komposisi nutrien pada kepiting bakau . Penelitian ini dilaksanakan selama bulan Mei - Juli 2011 di Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi selatan. Ada  tiga perlakuan yang dicobakan yaitu A, Kontrol (tanpa vitomolt); B, Kombinasi vitomolt dosis tinggi (41.25  mg/Kg pakan) yang diberikan selama 8 hari berturut-turut lalu diberikan vitomolt dosis rendah (20.83 mg/kg pakan)  hingga hari ke-60. C, Kombinasi vitomolt dosis tinggi selama 2 hari lalu diberi  vitomolt dosis rendah selama 13 hari , kombinasi tersebut diulang sampai hari ke-60. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa komposisi nutrient dan energi pada kepiting bakau yang diberikan stimulant molting yaitu vitomolt memberikan komposisi nutrient dan energi yang lebih baik bagi kepiting bakau.
Aspek Dinamika Populasi Kepiting Bakau Scylla serrata (Forsskal, 1775) di Perairan Distrik Merauke Kabupaten Merauke Provinsi Papua Siti Masiyah
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 6 (2013): Publikasi Edisi Spesial
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.6.0.39-46

Abstract

Potensi sumberdaya alam di Kabupaten Merauke sangat luas, baik potensi sumberdaya yang dalam proses pemanfaatan maupun potensi untuk pengembangan sumberdaya alam. Penangkapan yang dilakukan terus menerus untuk memenuhi permintaan konsumen tanpa adanya suatu usaha pengaturan, dalam kurun waktu yang akan datang akan mengalami kelebihan tangkap (overfishing). Beverton dan Holt (1957) menyatakan bahwa salah satu data penting yang perlu diketahui sebagai bahan masukan untuk memperoleh pola pengaturan dan pengelolaan perikanan di perairan tersebut adalah aspek dinamika polulasi. Adapun parameter dinamika populasi tersebut meliputi : Kelompok umur, pertumbuhan, mortalitas, yield per rekruitmen yang ada di Kabupaten Merauke Provinsi Papua. Penelitian ini di laksanakan pada bulan Maret - Mei 2012 tepatnya di Distrik Merauke, Kabupaten Merauke. Untuk menduga pertumbuhan digunakan formula yang dikemukakan oleh Von Bertalanffy (Sparre et.al, 1999), Laju mortalitas alami (M) diduga dengan menggunakan rumus empiris rumus empiris Pauly (1983), Pendugaan laju kematian total (Z), laju eksploitasi (E), laju mortalitas penangkapan(F) dan Y/L dianalisis dengan menggunakan metode Baverton dan Holt (Sparre. et al, 1999). Hasil penelitian didapatkan bahwa didapatkan kepiting : 1052 ekor Hasil pemetaan antara frekuensi dan tengah kelas didapatkan 23 kelas dengan interval 6 sebanyak tiga kelompok umur, Nilai panjang  asimptot (L∞) sebesar 177.8304 mm, sedangkan koefisien laju pertumbuhan (K) adalah 0.697 pertahun (t0) adalah sebesar -0.1417 per tahun) nilai mortalitas alami (M) yaitu 0.7598, mortalitas penangkapan (F) = 1.6054 umur relatif, mortalitas total (Z) 2.365umur relative nilai laju eksploitasi 0.6787 per tahun, Pemetaan Y/R 0.0467.
Analisis kelayakan usaha pengolahan ikan asap di Kelurahan Faudu, Kecamatan Pulau Hiri, Kota Ternate Haryati La Kamisi; Vanessa Natalie Jane Lekahena; Sandra L Hiariey
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.10.1.34-37

Abstract

Usaha pengolahan ikan asap merupakan usaha yang cukup menjanjikan dan memiliki peluang untuk dikembangkan karena di dukung oleh ketersediaan sumber daya ikan yang berlimpah serta biaya produksi yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerimaan dan pendapatan serta kelayakan usaha dengan menggunakan kriteria investasi dari usaha pengolahan ikan asap di Kelurahan Faudu Kecamatan Pulau Hiri Kota Ternate. Total biaya investasi yang dikeluarkan dalam usaha pengolahan ikan asap sebesar Rp.206.865.000,00. Total biaya produksi per tahun sebesar Rp.779.217.250,00 yang terdiri dari biaya tetap sebesar Rp.3.777.250,00 dan biaya variabel sebesar Rp. 775.440.000,00. Total penerimaan usaha pengolahan ikan asap per tahun sebesar Rp.1.080.000.000,00 dengan pendapatan sebesar Rp.300.782.750,00. Analisis kelayakan finansial menunjukkan bahwa usaha pengolahan ikan asap di Kelurahan Faudu layak dan menguntungkan dengan nilai NPV yang positif, sebesar Rp.963.075.044.00; nilai IRR sebesar 145% atau lebih besar dari bunga bank yang berlaku saat ini yaitu 9%; dan nilai Net B/C ratio sebesar 6.

Page 7 of 83 | Total Record : 826