cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan
ISSN : 19796072     EISSN : 26210193     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bidang kajian dimuat meliputi agribisnis, teknologi budidaya, sumberdaya perikanan, kelautan, sosial ekonomi kelautan dan perikanan, bioteknologi perikanan. Sejak tahun 2017 mulai diterbitkan secara elektronik kerjasama Pusat Studi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna Raha.
Arjuna Subject : -
Articles 826 Documents
Analisis hubungan karakteristik oseanografi dan hasil tangkapan yellowfin tuna (Thunnus albacares) di perairan Laut Banda Umar Tangke; Achmar Mallawa; Mukti Zainuddin
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.4.2.1-14

Abstract

Penelitian dimulai dari bulan Januari - Mei 2011 bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor oseanogrfi dan hasil tangkapan yellowfin tuna  di perairan laut Banda.  Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan regresi linier berganda untuk melihat pengaruh parameter oseanografi secara bersama-sama dan secara individual terhadap hasil tangkapan  yellowfin tuna. Hasil analisis regresi berganda diketahui bahwa dari lima parameter oseanografi secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan yellowfin tuna ini dapat dilihat pada hasil Uji F  dengan nilai signifikansi 0.000 < 0.01, dan Fhitung lebih besar dari Ftabel (8.23 > 2.44), Hasil uji t menunjukan bahwa secara individual terdapat tiga dari lima faktor Oseanografi yang berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan ikan yellowfin tuna, diantaranya suhu permukaan laut (SPL), kedalaman dan kecepatan arus.
Pengaruh auksin terhadap induksi virus pada gugur daun tanaman cabai Amalan Tomia
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 4, No 1 (2011)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.4.1.65-68

Abstract

Zat pengatur tumbuh yang terpenting adalah auxin, gibberellin,  dan sitokinin, tetapi bahan lain seperti ethylene dan inhibitor (penghambat) pertumbuhan, berperan penting dalam mengatur siklus hidup suatu tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh auksin terhadap  perkembangan gejala virus pada tanaman. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Bakteriologi Departemen Hama dan Penyakit Institut Pertanian Bogor. Berdasar Hasil uji Duncan (5%) terlihat  konsentrasi IAA 50 ppm dan 100 ppm dapat menekan terjadinya gugur daun yang disebabkan oleh virus (TMV) jadi semakin besar konsentrasi Auksin yang di induksi pada taman Cabai maka semakin meningkat pula ketahanan tanaman cabai terhadap inveksi Tomoto Mosaic Virus (TMV)
Karakteristik sistem pertanian alami (Natural Farming) padi ladang di Kecamatan Morotai Timur Ranita Rope
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.6.1.37-51

Abstract

Trand dunia dengan konsep back to nature, terutama negara maju dengan korbanan triliun nilainya, hanya ingin mengembalikan lahan-lahan pertanian yang telah tercemar akibat penggunaan teknologi revolusi hijau. Apabila secara alami di lestarikan Konsep pertanian alami, maka sistem pertanian alami memiliki karakteristik sangat ekonomis, karena meminimalkan penggunaan input (hanya terdirir dari benih dan tenaga kerja).   Motivasi petani untuk tetap melestarikan sistem pertanian alami padi ladang karena nilai yang melekat pada hasil panen (beras) yang disebut Tamo Majou. Tamo artinya beras, Majou adalah Tuhan, yang dipahami oleh petani bahwa Tuhan adalah Penguasa Segalanya tidak ada yang bisa Menyamai-Nya, sehingga nilai pangan yang dihasilkan dari hasil panen pertanian alami padi ladang adalah beras nomor satu yang tidak ada bandingnya. Istilah lain yang dikenal adalah Tamo Maloha yang artinya beras terbaik.  Nilai tradisi lainnya yang melekat pada produk (beras) yang dihasilkan oleh sistem pertanian alami padi ladang adalah merupakan bahan baku olahan untuk sajian adat seperti Waji, isi proco sigi, dll. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem pertanian padi ladang yang dikembangkan oleh petani di desa Mira memiliki karakteristik sistem pertanian alami yang dijadikan model sistem pertanian masa depan.
Kepadatan dan pola distribusi kerang kima (Tridacnidae) di Perairan Teluk Nitanghahai Desa Morella Maluku Tengah Inem Ode
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 10, No 2 (2017): Edisi Perdana Publikasi Online
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.281 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.10.2.1-6

Abstract

Analisis usaha tani broccoli (Sprouting broccoli) Haryati Lakamisi
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.3.2.74-77

Abstract

Broccoli merupakan salah satu tanaman hortikultura yang memiliki nilai komersial dan prospek yang baik untuk dikembangkan.  Disamping sebagai sayuran kelas mewah yang harganya tergolong mahal, broccoli juga mempunyai nilai ekonomi dan sosial yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya, penerimaan dan pendapatan petani di daerah penelitian, efisiensi dari usahatani serta hal yang mendorong petani dalam mengusahakan broccoli.  Metode pengambilan sampel dilakukan secara sensus.  Data-data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder.  Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan petani responden dengan bantuan quisioner. Sedangkan data sekunder diperoleh dari pustaka-pustaka yang dipandang relevan, kantor Desa serta instansi yang terkait.  Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa biasa yang merupakan penjumlahan dari biaya tetap dan biaya variabel.  Analisa penerimaan sebagai hasil perkalian antara harga produksi dan produksi. Serta analisa pendapatan, yaitu selisih antara penerimaan yang diperoleh petani dengan biaya yang dikeluarkan selama proses produksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata per kg broccoli di daerah penelitian adalah sebesar Rp.2.500,00,- dengan rata-rata produksi per hektar 4.062,32 kg, sehingga dalam setiap hektarnya akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp.10.155.804,- dengan total biaya yang diperlukan sebesar Rp.6.509.843,-. Jadi dapat dihitung  pendapatan  bersih  petani  broccoli  dalam  setiap  hektarnya  yaitu  Rp. 3.645.961. Perhitungan efisiensi pada penelitian ini yaitu 1,57 yang menunjukkan bahwa segi efisiensi usahatani broccoli dapat dikatakan efisien. Untuk mengetahui  apakah  benar-benar  sudah  efisien  bagi  petani  untuk  mengusahakan  tanaman broccoli, maka dapat kita uji dengan memakai uji thitung  dengan bantuan computer sehingga diperoleh hasil 27,11 yang lebih besar dari ttabel 2,47 yang berarti bahwa usahatani broccoli efisien untuk diusahakan.
Komposisi makanan dalam lambung teripang Anita Padang; Erika Lukman; Madehusen Sangadji
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.7.2.26-30

Abstract

Teripang merupakan salah satu kelas dari filum Echinodermata, dimana tubuh teripang bertekstur lunak, berdaging, berbentuk silindris memanjang seperti ketimun sehingga hewan ini sering disebut ketimun laut. Teripang merupakan organisme bentos yang cara makannya deposit feeding yaitu mengkonsumsi makanan yang tersimpan atau terdeposit dalam sedimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis makanan dalam lambung teripang sehingga dapat diaplikasikan dalam usaha pemeliharaan teripang. Penelitian dilakukan dengan mengkoleksi sampel teripang secara bebas pada perairan intertidal Desa Suli pada bulan Maret 2014, kemudian dilanjutkan dengan mengidentifikasi jenis makanan dalam lambung teripang pada laboratorium biologi Universitas Darussalam Ambon pada bulan April 2014. Hasil penelitian terhadap 26 ekor teripang yang terdiri dari 6 jenis yaitu Holothuria scabra, Holothuria atra, Holothuria nobilis, Holothuria axiologa, Bohadschia marmorata dan Bohadcshia graeffei, ditemukan adanya komposisi makanan dalam lambung teripang yaitu fitoplankton dan zooplankton. Komposisi terbesar dalam lambung teripang adalah fitoplankton kelas Diatom/Baccilariophyceae sebesar 56% yang terdiri dari 23 genus.
Parameter populasi dan tingkat eksploitasi ikan tongkol (Euthynnus affinis) di perairan Pulau Morotai Umar Tangke
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.7.1.74-81

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan agustus sampai Oktober 2013 di perairan pulau Morotai. Penelitian dengan menggunakan metode survey lapangan untuk mendapatkan gambaran yang mewakili apek dinamika populasi ikan tongkol (Euthynnus affinis) bertujuan untuk mengkaji parameter dinamika populasi dan tingkat eksplotasi ikan tongkol sebagai bahan masuk kepada nelayan dan pemerintah untuk penegelolaan sumberdaya tersebut agar tetap berkelanjutan.  Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai parameter pertumbuhan ikan tongkol di perairan pulau Morotai memiliki nilai L∞ = 42.53, K = 0.5 dan t0 = -0.32 dengan nilai motalitalitas alami (M) 10.5, mortalitalitas penangkapan (F) 0.93 dan mortalitas total (Z) 1.98 serta tingkat eksploitasi (E) 0.47 telah mendaketai tingkat optimum (0.5) sehingga disarankan agar untuk tetap menjaga kelestarian sumberdaya ikan tongkol di perarian pulau Morotai, maka tidak perlu ada penambahan armada dan jumlah waktu penangkapan.
Analisis kegiatan usahatani budidaya rumput laut (Eucheuma cottonii) di Kota Tual Provinsi Maluku Syahibul Kahfi Hamid; Haryati La Kamisi
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.5.1.37-43

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk; 1). Mengetahui tingkat rata-rata pendapatan petani budidaya rumput laut (Eucheuma cottonii) di kota Tual; 2). Mengetahui tingkat efisiensi usahatani budidaya rumput laut (Euchema cottonii) di kota Tual; 3). Mengetahui titik impas (BEP) dari usahatani budidaya rumput laut (Eucheuma cottonii) di kota Tual; 4). Mengetahui berapa lama waktu yang diperlukan untuk menutupi investasi yang ditanamkan pada usahatani budidaya (Eucheuma cottonii) di kota Tual. Metode analisis yang digunakan adalah; 1). Analisis Biaya, Penerimaan, dan Pendapatan Usahatani Rumput Laut; 2). Analisis Tingkat Efisiensi; 3). Nilai break event point (BEP) dan 4). Analisis Payback Period.  Hasil penelitian menunjukan bahwa Tingkat efisiensi usaha rumput laut dalam satu musim dengan analisis R/C rasio sebesar 1,20, hal ini berarti usaha tersebut dikatakan efisien dan menguntungkan karena nilai R/C rasio lebih besar dari 1.  Analisis titik impas (BEP) usaha rumput laut dalam satu musim di dapat BEP volume produksi sebesar 644 kg, dan BEP harga produksi sebesar Rp. 5.289.  Hal ini berarti bahwa selama petani memproduksi diatas 644 kg dan menjual rumput laut dengan harga diatas Rp 5.289 tiap Kg, maka petani tersebut akan mengalami keuntungan. Hasil perhitungan payback period menunjukan bahwa waktu yang diperlukan untuk pengembalian investasi adalah selama 5 tahun, 1 bulan dan 17 hari.
Agroekosistem pertanaman jagung di Desa Sasa Provinsi Maluku Utara Lidya M. Ivakdalam
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 4, No 1 (2011)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.4.1.23-29

Abstract

Peningkatan produksi jagung dipengaruhi oleh beberapa kendala salah satunya adalah kendala abiotik dan biotik. Kendala abiotik disebabkan oleh rendahnya ketersediaan hara di tanah, sementara kendala biotik meliputi gangguan yang disebabkan oleh organisme pengganggu tanaman (OPT). Masalah OPT (hama dan penyakit) inilah yang membuat petani selalu kesulitan dan memilih mengunakan pestisida sebagai jalan keluarnya. Sementara dampak negatif dari penggunaan pestisida kimia selalu muncul terutama karena penggunaan yang tidak bijaksana. Akibatnya terjadi resistensi, resurjensi, terbunuhnya musuh alami dan menimbulkan pencemaran lingkungan, karena kadar residu pestisida kimia dapat meningkat dan membunuh organisme yang ada pada rantai makanan Untung (2006). Penelitian ini bertujuan mempelajari kelimpahan Artropoda pada agroekosistem jagung dan pengelompokkan berdasarkan perannya. Penelitian berlangsung pada November 2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaman Artropoda pada agroekosistem jagung ditemukan lima kelompok Artropoda yaitu hama, predator, parasitoid, serangga netral, dan dekomposer.  Kelompok hama memiliki kelimpahan lebih banyak dibandingkan kelompok lainnya, dengan pola sebaran hama H. armigera dan O. furnacalis bersifat acak, dan R. maidis bersifat mengelompok.
Analisis strategi pemasaran sagu kasbi pada GAPOKTAN Prima Jaya di Kelurahan Jaya Kecamatan Tidore Utara Kota Tidore Kepulauan Propinsi Maluku Utara Nur Azizah
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 5, No 2 (2012)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.5.2.83-92

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengetahui peran gapoktan Prima Jaya dalam manajemen operasional pemasaran sagu kasbi, dan mengetahui strategi pemasaran sagu kasbi yang dilakukan Gapoktan Prima Jaya.  Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan (Februari, Maret, April 2011) di Kecamatan Tidore Utara dengan 8 responden yang dipilih secara purposive.  Analisis data yang digunakan adalah deskriptif dan analisa SWOT terhadap faktor-faktor internal dan eksternal Gapoktan Prima Jaya.  Berdasarkan hasil penelitian, peranan gapoktan dalam manejemen pemasaran meliputi 1) Kemampuan merencanakan kegiatan 2) Kemampuan melaksanakan dan menaati perjanjian dengan pihak lain 3) Kemampuan memupuk modal dan memanfaatkan modal secara rasional 4) Kemampuan meningkatkan hubungan melembaga dengan KUD dan Koptan 5) Kemampuan memanfaatkan Informasi dan menerapkan teknologi 6) Kemampuan penerapan bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, promosi dan saluran distribusi.  Adapun strategi pemasaran yang perlu dilakukan Gapoktan Prima Jaya adalah: 1) Pengembangan produk sagu kasbi dengan aneka rasa pandan, kenari dan gula merah 2) Menciptakan atribut produk yang menarik 3) Melakukan promosi 4) Membina kerjasama dengan KUD 5) Menciptakan merek produk sagu kasbi yang berbeda dengan pesaing 6) Melakukan pengembangan pasar.

Page 9 of 83 | Total Record : 826