cover
Contact Name
Muhammad Abdan Shadiqi
Contact Email
abdan.shadiqi@ulm.ac.id
Phone
+62511-4774405
Journal Mail Official
ecopsy@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat, Jl. A. Yani KM. 36 Banjarbaru Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ecopsy
ISSN : 23547197     EISSN : 23547634     DOI : https://doi.org/10.20527/ecopsy
Core Subject : Humanities, Social,
Ecopsy Journal is a scientific journal that focuses on the Science of Psychology, particularly with regard to issues of Environmental Psychology and other branches of Psychological sciences related environmental context (General Psychology, Social Psychology, Developmental Psychology, Clinical Psychology, Educational Psychology, Psychology of Religion, Industrial & Organizational Psychology and Indigenous Psychology). Ecopsy Journal as a means of communication to disseminate the results of scientific research in the field of psychology. The journal is published by Psychology Studies Program, Faculty of Medicine, University Lambung Mangkurat (ULM) since 2013, published regularly in the print and electronic editions, Ecopsy Journal published three times a year at the month of April, August and December. From 2019 we only published two times a year at April and October.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2014): JURNAL ECOPSY" : 8 Documents clear
Peranan atraksi interpersonal terhadap perilaku pro-lingkungan warga Yulvira Elisa Gea; Hemy Heryati Anward; Neka Erlyani
Jurnal Ecopsy Vol 1, No 2 (2014): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.891 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v1i2.492

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan atraksi interpersonal terhadap perilaku pro-lingkungan. Subjek dalam penelitian ini adalah warga yang tinggal di wilayah Seberang Masjid Pasar Lama Banjarmasin sebanyak 85 orang. Subjek penelitian berusia ≥ 17 tahun. Subjek dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan dua alat ukur, yaitu skala atraksi interpersonal dan skala perilaku pro-lingkungan. Analisis data menggunakan analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan ada peranan yang positif sebesar 35,5% antara atraksi interpersonal terhadap perilaku pro-lingkungan, sehingga semakin tinggi atraksi interpersonal maka semakin tinggi pula perilaku pro-lingkungan warga di Wilayah Seberang Masjid Pasar Lama Banjarmasin. This study aims to determine the role of interpersonal attraction toward pro-environmental behavior. Subjects in this study were residents who live in territory Seberang Masjid Pasar Lama Banjarmasin as many as 85 people. Research subjects aged ≥ 17 years. Subjects were selected using purposive sampling technique. This study uses two measuring devices, namely the interpersonal attraction scale and the scale of pro-environmental behavior. Analysis of data using simple linear regression analysis. The results showed there was a positive role by 35.5% between interpersonal attraction toward pro-environmental behavior, so the higher interpersonal attraction, the higher pro-environmental behavior citizen in the area across Pasar Lama Mosque Banjarmasin.
Empati pada pelaku bullying Dwi Nur Rachmah
Jurnal Ecopsy Vol 1, No 2 (2014): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.86 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v1i2.487

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan dan mengetahui secara lebih mendalam alasan-alasan pelaku bullying melakukan bullying dan juga bertujuan untuk mengetahui gambaran empati pelaku bullying di Sekolah Menengah Atas.  Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif  dengan pendekatan studi kasus. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah dua orang yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling dan teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah menggunakan observasi dan wawancara mendalam. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa alasan pelaku bullying melakukan perbuatan bullying yaitu dikarenakan faktor karakteristik korban, sikap korban, tradisi/budaya bullying di sekolah. Pelaku bullying melakukan bullying juga dikarenakan memiliki kemampuan empati yang rendah. Ketidakmampuan pelaku untuk berempati menyebabkan mereka kurang mampu untuk melihat dari sudut pandang orang lain, mengenali perasaan orang lain dan menyesuaikan kepeduliannya dengan tepat. Kurangnya empati dari pelaku menyebabkan pelaku kurang memahami kondisi korban, tidak peduli dengan korban dan cenderung melakukan tindakan kekerasan kepada orang atau korban.This study aimed at identifying and understanding more deeply the reasons doing the bullying and to describe empathy bullies in high school. This research is a qualitative case study approach. Subjects involved in this study is two people chosen by purposive sampling technique and the data were collected using the techniques of observations and in-depth interviews. Based on the research results know that the reasons bullies bullying act because characteristic factor of the victim, the victim attitude, and tradition/culture of bullying at school. The bullies have a low capacity for empathy. Inability the bullies to empathize cause them less able to see the perspective of others, recognize the feelings of others and adjust to the proper concern. Lack of empathy the bullies bringing not understanding of the condition of the victim, no matter the victim and tend to commit acts of violence to the person  or the victim.
Gambaran kecerdasan adversitas pada Anggota Polisi Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Rima Alifia Rahmi; Silvia Kristanti Tri Febriana; Marina Dwi Mayangsari
Jurnal Ecopsy Vol 1, No 2 (2014): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.343 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v1i2.493

Abstract

 Fokus dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kecerdasan adversitas pada Anggota Polisi Sat Reskrim. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan instrument penelitian berupa observasi, wawancara semi terstuktur dan instrument diagnostik Adversity Response Profil (ARP) Quick TakeTM. Subjek yang digunakan adalah Anggota Polisi Sat Reskrim Polsekta Banjarmasin Barat, berjumlah 3 orang dengan rentang usia 25-35 tahun serta memiliki pengalaman kerja lebih dari 4 tahun. Berdasarkan hasil penelitian, ketiga subjek memiliki kecerdasan adversitas sedang dimana mereka cukup baik dalam menempuh liku-liku atau kesulitan hidup sepanjang segala sesuatunya bisa mereka selesaikan. Mereka pernah mengalami putus asa karena beban pekerjaannya. Namun, mereka mampu mengembalikan motivasinya dalam bekerja                                                  The focus of this study was to describe the adversity quotient of the police officers in Sat Reskrim. This study employed qualitative method with research instruments of observation, semi-structured interviews and diagnostic instrument of Adversity Response Profile (ARP) Quick TakeTM. The subjects were the police officers at Sat Reskrim Polsekta Banjarmasin Barat, in total of 3 people around ages 25-35 years, and had a working experience of more than 4 years. Based on the results of the study, it was found out that the three subjects had adversity quotient in which they were good enough to take the vagaries of life or difficulties as long as they could handle all of them. They experienced despair because of their work load, but they were able to restore their motivation at the work.
Peranan suasana kerja terhadap keinginan pindah kerja pada karyawan PT Hasnur Jaya Utama Maya Irka Anggriani; Hemy Heryati Anward; Rooswita Santia Dewi
Jurnal Ecopsy Vol 1, No 2 (2014): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.153 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v1i2.488

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya peranan suasana kerja terhadap keinginan pindah kerja karyawan. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh karyawan PT. Hasnur Jaya Utama. Jenis pengambilan sampel yang dilakukan pada penelitian ini adalah Purposive Random Sampling yaitu pemilihan sampel secara acak sesuai dengan karakteristik yang ditentukan berdasarkan tujuan penelitian yang berjumlah 60 orang.  Sedangkan metode pengumpulan data dengan menggunakan skala suasana kerja, skala kepuasan kerja dan kuesioner keinginan pindah kerja. Dalam penelitian ini analisis data menggunakan analisis regresi linear sederhana. Hasil analisis peranan suasana kerja terhadap kepuasan kerja, diperoleh koefisien korelasi R sebesar 0,759 artinya hubungan suasana kerja dan kepuasan kerja erat. Ditemukan juga koefisien determinasi (R2) yang menunjukkan peranan suasana kerja terhadap kepuasan kerja sebesar 57,5% dan untuk analisis t observasi (8,882) > t tabel (1,672) menunjukkan  ada peranan suasana kerja terhadap kepuasan kerja. Kemudian, hasil analisis peranan kepuasan kerja terhadap keinginan pindah kerja ditemukan koefisien regresi R (0,680) artinya kepuasan kerja dan keinginan pindah kerja memiliki hubungan yang cukup erat. Selanjutnya, diperoleh juga (R2) yang menunjukkan peranan kepuasan kerja terhadap keinginan pindah kerja sebesar 46,3%  dan   untuk  analisis   t   observasi (-7,069) t tabel (1,672) menunjukkan ada peranan kepuasan kerja terhadap keinginan pindah kerja dengan signifikan negatif. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa suasana kerja dan kepuasan kerja pada karyawan perlu diperhatikan oleh perusahaan agar dapat meminimalkan keinginan pindah kerja karyawan.This study purposed to determine whether there is the influence of the working atmosphere to intention turnover on employees. The population in this study are all employees of PT. Hasnur Jaya Utama. Type of sampling conducted in this study is Purposive Random Sampling is the selection of a random sample according to the characteristics that are determined based on the research goals of 60 people. The methods of data collection by using the scale of the working atmosphere, the scale of job satisfaction and intention turnover questionnaire. In this study analyzes the data using simple linear regression analysis. The results of the analysis of the influence of working atmosphere to job satisfaction, the correlation coefficient R of 0.759 means that the relationship working atmosphere and job satisfaction is quite close. Also found the coefficient of determination (R2) which indicates the role of working conditions on job satisfaction at 57.5% and for the analysis of observation (8.882) > t table (1.672) which indicates means that the influence of the atmosphere to job satisfaction. Then, the results of the analysis of the influence of job satisfaction to intention turnover a correlation coefficient R (0.680) means that job satisfaction and intention turnover to have a close relationship. Furthermore, also obtained (R2 ) which indicates the role of job satisfaction to intention turnover of 46,3% and for the analysis of t observation (-7.069) > t table (1.672) which indicates means that the influence of job satisfaction to intention turnover with a significant negative . Based on these results it can be concluded that the working atmosphere and job satisfaction in employees need to be considered by the company in order to minimize intention turnover of the employees.
Perbedaan penyesuaian diri penduduk di lingkungan rawan bencana banjir yang kategori kerawanannya berbeda Bela Itri Agriani; Hemy Heryati Anward; Rahmi Fauzia
Jurnal Ecopsy Vol 1, No 2 (2014): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.132 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v1i2.489

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penyesuaian diri penduduk di lingkungan rawan bencana banjir berdasarkan kategori rawan, agak rawan dan normal. Selain itu juga untuk mengetahui perbedaan penyesuaian diri penduduk berdasarkan jenis kelamin, serta interaksi antara jenis kelamin dengan kategori lingkungan rawan bencana banjir tehadap terhadap penyesuaian diri penduduk. Subjek penelitian ini berjumlah 90 orang yaitu 30 orang penduduk Kelurahan Gambut, Kecamatan Gambut sebagai desa dengan kategori kerawanan biasa/normal; 30 orang penduduk Desa Bincau Muara, Kecamatan Martapura sebagai desa dengan kategori kerawanan agak bahaya/agak rawan; dan 30 orang penduduk Desa Pengaron, Kecamatan Pengaron sebagai desa yang bahaya/rawan. Hasil penelitian ini adalah; (1) Penduduk yang tinggal di Kelurahan Gambut sebagai kategori biasa/normal memiliki tingkat penyesuaian diri yang paling tinggi dengan rata-rata sebesar 68,83, kemudian penduduk Desa Bincau Muara sebagai kategori agak bahaya/agak rawan dengan rata-rata penyesuaian diri sebesar 67,10, dan yang paling rendah tingkat penyesuaian dirinya adalah penduduk Desa Pengaron sebagai kategori bahaya/rawan memiliki rata-rata sebesar 61,87; (2) Penyesuaian diri laki-laki lebih tinggi daripada perempuan; dan (3) Ada interaksi antara jenis kelamin dengan kategori lingkungan rawan bencana banjir terhadap penyesuaian diri penduduk. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin rawan suatu lingkungan terhadap bencana banjir maka semakin rendah kemampuan penduduknya menyesuaikan diri. The purpose of this research is to know the different adjustment in the endemic area of flood, different adjustment based on sex, and interaction among the sex with the endemic environment category of flood to adjustment. The research subjects are 90 people namely 30 people Gambut village, Gambut sub district, as the village with endemic category is normal; 30 people at Bincau Muara village, Martapura sub district as the village with rather endemic  category; Pengaron sub district is the endemic. The result of this research is; (1) people who live in Gambut sub district as the normal category has the highest level of adjustment with the approximately 68,83, then Bincau Muara village as the rather endemic category with approximately adjustment is 67,10, and which is the lowest adjustment level is the people at Pengaron village with the approximately adjustment is 61,87; (2) men adjustment are more higher than women; and (3) there is interaction between sex with the endemic of flood disaster in environment category to the adjustment of the people. The conclusion is more endemic in an environment to the flood disaster so more lower people ability to adjustment.
Studi tentang persepsi keharmonisan keluarga pada remaja pelaku pemerkosaan di Lapas Klas II A Anak Martapura Saulia Safitri; Hemy Heryati Anward; Emma Yuniarrahmah
Jurnal Ecopsy Vol 1, No 2 (2014): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.v1i2.490

Abstract

Masa remaja adalah ambang masa dewasa, yang ditandai dengan memusatkan diri pada perilaku yang dihubungkan dengan status dewasa, seperti merokok, minum-minuman keras, menggunakan obat-obatan, dan cenderung terlibat dalam perbuatan seks yang menyimpang dalam hal ini tindakan pemerkosaan. Pemerkosaan merupakan suatu tindakan memaksa, dengan kekerasan maupun ancaman kekerasan yang dilakukan untuk melampiaskan nafsu seksual yang ada dalam diri pelaku kepada korbannya, yang dinilai melangggar norma dan hukum yang berlaku. Fokus penelitian ini diarahkan pada persepsi keharmonisan keluarga pada remaja pelaku pemerkosaan di Lapas Klas II A Anak Martapura, faktor – faktor yang mempengaruhi terjadinya tindakan pemerkosaan yang dilakukan oleh remaja dan jenis pemerkosaan apa yang dilakukan oleh remaja pelaku pemerkosaan. Subjek dalam penelitian ini berjumlah dua orang remaja yang berada di Lapas Klas II A Anak Martapura dengan kasus pemerkosaan. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, melalui wawancara, observasi dan pemeriksaan psikologis (tes grafis) sebagai teknik pengumpulan datanya. Berdasarkan hasil analisis data dapat dikatakan bahwa kedua remaja dalam penelitian ini sama-sama mempersepsikan adanya ketidakharmonisan di dalam keluarganya. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi terjadinya tindakan pemerkosaan yaitu faktor internal dan eksternal. Jenis Pemerkosaan yang dilakukan berupa Pemerkosaan untuk Kekuasaan dan Pemerkosaan oleh teman kencan atau pacar.Adolescence is the threshold of adulthood, which is characterized by self focusing on behaviors associated with adult status, such as smoking, drinking, drug abusing, and engaging in deviant sexual acts, which is rape in this case. Rape is an act of force, with violence or threats of violence committed for releasing sexual lust by the rapist to the victim, which is considered against the norms and laws. The study focused on the perception of family harmony in young rapists in Juvenile Facility Class II A Martapura, the factors influencing the occurrence of rape and the types of rape committed by juveniles. The subjects in this study were two juveniles imprisoned in Juvenile Facility Class II A Martapura with rape cases. The study employed qualitative research method, through interview, observation and psychological examination (test graphics) as the data collection techniques. Based on the data analysis it suggested that both adolescents in this study equally perceived disharmony in the family. There were two factors that influenced the occurrence of rape committed by juveniles, namely internal and external factors. The types of rape were the rape for power and the rape for sex committed by a date or a boyfriend.
Perbedaan prokrastinasi akademik dan kecurangan akademik pada mahasiswa yang aktif dan yang tidak aktif berorganisasi Norlatifah Octavia; Marina Dwi Mayangsari; Dwi Nur Rachmah
Jurnal Ecopsy Vol 1, No 2 (2014): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.v1i2.491

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui perbedaan prokrastinasi akademik dan kecurangan akademik pada mahasiswa yang aktif dan yang tidak aktif berorganisasi, (2) mengetahui hubungan prokrastinasi akademik dan kecurangan akademik pada mahasiswa yang aktif berorganisasi dan (3) mengetahui hubungan prokrastinasi akademik dan kecurangan akademik pada mahasiswa yang tidak aktif berorganisasi. Metode dalam penelitian ini menggunakan analisis varian multivariat dan analisis korelasi. Subjek penelitian ini adalah 50 orang mahasiswa yang aktif berorganisasi dan 50 mahasiswa yang tidak aktif berorganisasi di Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan prokrastinasi akademik dan kecurangan akademik pada mahasiswa yang aktif dan yang tidak aktif berorganisasi, ada hubungan prokrastinasi akademik dan kecurangan akademik pada mahasiswa yang aktif berorganisasi dan ada hubungan prokrastinasi akademik dan kecurangan akademik pada mahasiswa yang tidak aktif berorganisasi. The objectives of this study were to find out (1) the differences in academic procrastination and academic cheating on students who were active and inactive in organizations, (2) the correlation between the academic procrastination and the academic cheating on students who were active in organizations, and (3) the correlation between the academic procrastination and the academic cheating on students who were inactive in organizations. The analysisused in this study were multivariate analysis of variance and correlation analysis of Pearson's product moment . The study subjects were 50 students of Medical Faculty of Lambung Mangkurat University who were active in organizations and 50 students of the same faculty who were inactive in organizations. It employed purposive sampling technique. This study was found out that there were differences in academic procrastination and academic cheating on the students who were active and inactive in organizations, there was a correlation between academic procrastination and academic cheating on the active students, and there was also a correlation between academic procrastination and academic cheating on inactive students.
Pola asuh dan penalaran moral pada remaja yang sekolah di madrasah dan sekolah umum di Banjarmasin Emma Yuniarrahmah; Dwi Nur Rachmah
Jurnal Ecopsy Vol 1, No 2 (2014): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.v1i2.486

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris tentang perbedaan penalaran moral remaja yang sekolah di madrasah dan sekolah umum. Selain itu juga ingin mengetahui pengaruh pola asuh terhadap penalaran moral remaja, serta perbedaan penalaran moral ditinjau dari jenis kelamin dan usia. Subjek penelitian ini adalah remaja yang bersekolah di sekolah madrasah dan sekolah umum, yaitu sebanyak 253 orang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode skala, yaitu skala pola asuh dan skala penalaran moral. Skala pola asuh digunakan untuk mengetahui jenis pola asuh (pola asuh otoriter, permissif, dan otoritatif) yang diterapkan oleh orangtua terhadap subjek penelitian. Skala penalaran moral digunakan untuk mengetahui tingkatan penalaran moral subjek penelitian.  Teknik analisa data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah teknik Independent Samples T Test dan teknik Analisis Regresi (Anareg) Linier Sederhana untuk menguji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada perbedaan penalaran moral antara remaja yang bersekolah di madrasah dan sekolah umum; (2) tidak ada pengaruh jenis pola asuh terhadap penalaran moral remaja; (3) tidak ada perbedaan penalaran moral antara remaja laki-laki dan perempuan; dan (4) tidak ada perbedaan penalaran moral berdasarkan usia, tingkat penalaran moral antara usia remaja awal dengan usia remaja tengah relatif sama. This research is aimed at empirically testing differences between moral reasoning of adolescent in Madrasah School and Public School. Besides that, this research is also attempting to identify influences of parenting towards moral reasoning of adolescent and its differences in terms of gender and age. Subject of this research is 253 adolescents who attend Madrasah School and Public School. This research uses quantitative method and the data will be collected using scale method, more specifically parenting scale and moral reasoning scale. Parenting scale will be utilized to identify parenting type (authoritarian, permissive, and authoritative parenting) applied by parents to research subject. Moral reasoning scale is utilized to identify subject’s moral reasoning level. This research uses Independent Samples T-Test and Simple Linear Regression Analysis to test the hypotheses. The results show that: (1) there are differences on moral reasoning between adolescent who attend Madrasah School and adolescent who attend Public School; (2) there is no influences on parenting type to moral reasoning of adolescent in those schools; (3) there is no differences on moral reasoning between male and female adolescents; and (4) there is no differences on moral reasoning based on age, moral reasoning level between early age adolescent and middle age adolescent is relatively equal.

Page 1 of 1 | Total Record : 8