cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 60 (2014): JURNAL TEKNO-SIPIL" : 7 Documents clear
VARIASI AGREGAT LONJONG PADA AGREGAT KASAR TERHADAP KARAKTERISTIK LAPISAN ASPAL BETON (LASTON) Ariawan, I Made Agus
TEKNO Vol 12, No 60 (2014): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laston adalah salah satu jenis bahan yang digunakan  pada lapisan permukaan perkerasan aspal , yang merupakan campuran antara agregat bergradasi menerus dan aspal sebagai bahan pengikat. Laston menggunakan agregat kasar berupa agregat pecah, dimana berdasarkan bentuknya dapat dikelompokkan atas : bentuk bulat, kubus, lonjong, pipih dan tak beraturan. Bentuk agregat lonjong kurang baik jika dipergunakan berlebihan karena mudah pecah. Oleh karena itu, ASTM D-4791-95 membatasi indeks  lonjong (elongated index) dalam campuran Laston maksimum sebesar 10% terhadap agregat kasar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi agregat lonjong pada agregat kasar terhadap karakteristik campuran Laston. Benda uji dirancang berdasarkan kadar aspal optimum dengan kadar agregat lonjong divariasikan dalam agregat kasar. Selanjutnya dilaksanakan perhitungan kepadatan, VIM, VMA dan VFB serta dilakukan pengujian karakteristik campuran dengan test Marshall untuk mendapatkan nilai stabilitas dan flow. Selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis regresi, korelasi dan varian. Berdasarkan analisis regresi dan korelasi, penambahan kadar agregat lonjong sangat kuat mempengaruhi nilai karakteristik campuran Laston (stabilitas, MQ, VMA, VIM dan VFB) dan pengaruh yang kuat terhadap nilai flow. Berdasarkan analisis varian, nilai Fhitung untuk masing-masing karakteristik campuran Laston lebih besar dari Ftabel dengan tingkat kesalahan (α)  5%. Ini membuktikan dengan adanya perubahan perlakuan yaitu dengan memvariasikan kadar agregat lonjong membuat adanya perbedaan nilai karakteristik campuran Laston. Penambahan kadar agregat lonjong membuat nilai stabilitas, MQ, VMA, VIM menurun dan meningkatkan nilai flow serta VFB. Untuk variasi agregat lonjong 0% sampai dengan 10%, nilai karakteristik campuran Laston masih memenuhi persyaratan yang ditentukan DPU (1983), tetapi untuk variasi agregat lonjong 15% dan 20% menghasilkan nilai karakteristik Laston yang tidak memenuhi syarat yang ditentukan DPU (1983).   Kata kunci :  Laston, agregat lonjong, indeks lonjong (elongated index)
ANALISIS KARAKTERISTIK GELOMBANG DI PANTAI KECAMATAN BELANG KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Binilang, Alex
TEKNO Vol 12, No 60 (2014): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Belang adalah pantai yang dihuni oleh masyarakat mayoritas berprofesi sebagai nelayan dengan pemukiman relatif berada pada garis  pantai.  Permasalahan adanya limpasan gelombang yang melampaui bangunan Seawall dan menerpa pemukiman  membutuhkan suatu analisis secara teoritis secara lebih tepat dengan suatu tujuan untuk mendapatkan gambaran besaran karakteristik gelombang meliputi antara lain tinggi dan periode gelombang di  perairan laut dalam dan pengaruh refraksidan shoaling. Hasil yang diperoleh selanjutnya dapat dijadikan  sebagai masukan dalam menganalisa efektifitas bangunanyang ada, pembuatan fasilitas bangunan yang baru. Penelitian ini dilakukan dengan metode pendekatan survey dan analisa Hidro-oseanografi sebagai acuan penentuan karakteristik gelombang laut berdasarkan data angin selama 11 tahun dari tahun 1999 sampai 2009. Hasil yang di peroleh bahwa tinggi  gelombang laut dalam maksimum bulanan terjadi pada bulan Agustus(52,2%) yakni sebesar  1,642 m dengan periode 5,275 detik,. dengan arah dominan Selatan dan tinggi gelombang terbesar di pantai belang akibat refraksi dan shoaling pada periode ulang 5 tahun terjadi pada titik potong-11, yakni sebesar 3.5320 meter. Kata Kunci : Tinggi Gelombang periode ulang, arah dominan.
ESTIMATION OF WATER RESOURCES LOADING INTO THE DAM RESERVOIR Supit, Cindy J.
TEKNO Vol 12, No 60 (2014): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Estimation of water resources loading into the dam reservoir is an important study that will provide a new approach to water environment improvement.  The SWAT model simulation between 2000 and 2010 indicated that various potential landuse  sources  exist  within  the  Kase  River  Dam  area. Considering  the  total  loading  of pollutants to Kase River Dam, the potential contributions of tributary must be considered. The tributary  loadings  are  related  to  landuse  activities  that  occur  in  the  watershed,  include agricultural, forest and urban area. The greatest pollutant transport of TN and TP into tributary streams occurs in the Hokuzan Fork area. The Hokuzan Fork area is the big contributor of nutrients to its stream reaches in the Kase River Dam, simply because of its large size (55 % of total watershed area). The transport of nutrients to stream reaches is much lower in the Nakahara Fork area with TN 8319.13 kg and TP 580.75 kg respectively. Subwatersheds 6, 7 and subwatershed 8, which inside the Nakahara Fork contribute relatively little to their respective stream reaches. The outcome shows that the greatest sources of pollutant transport to stream reaches are from Rice field and Forest Mix, which dominate the Kase River Dam watershed. Rice field is seen to contribute significant amounts of all nutrients to stream reaches; this is due to the agricultural activity from this landuse. Keywords: Water resources, Dam reservoir
KAJIAN EXPERIMENTAL SIFAT KAREKTERISTIK MORTAR YANG MENGGUNAKAN ABU AMPAS TEBU SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL SEMEN Pandeleke, Ronny E.
TEKNO Vol 12, No 60 (2014): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abu Ampas Tebu umumnya belum dimanfaatkan secara optimal sehingga hanya menjadi limbah.Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemungkinan pemanfaatan Abu AmpasTebu sebagai bahan campuran beton. Kandungan Silika Abu Ampas Tebu yang tinggi, memberikan kemungkinan yang besar untuk dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pengganti (substitusi parsial) semen, dengan cara mencampurkan Abu Ampas Tebu kedalam campuran mortar. Dalam penelitian ini diselidiki pengaruh pemanfaatan Abu Ampas Tebu terhadap sifat mekanik mortar yaitu kuat tekan mortar dengan variasi campuran presentasi berat semen diganti dengan Abu AmpasTebu 0%, 5%, 10%, 15%, 20% dan 25%. Pengujian kuat tekan yang dilakukan menggunakan benda uji berbentuk kubus 50x50x50 mm³ yang dilakukan pada umur 7, 14 dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa benda uji yang tidak menggunakan abu ampas tebu (AT 0%) dari prosentase 5 sampai dengan 20 % abu ampas tebu melebihi nilai kuat tekannya. Pada umur 7 hari kuat tekan yang didapat untuk 5 %, 10%, 15%, 20%  abu ampas tebu melebihi nilai kuat tekan pada campuran 0% abu ampas tebu. Begitu pula dengan umur 21 dan umur 28 hari semuanya melewati nilai kuat tekan yang dihasilkan oleh AT1 0 % abu ampas tebu. Untuk campuran dengan menggunakan abu ampas tebu sebanyak 25 % lebih kecil nilainya dibandingkan dengan abu ampas tebu dengan kandungan 0 % abu ampas tebu ( AT1). Kata Kunci : Mortar, Abu Ampas Tebu, Kuat Tekan
KELAS JALAN DAERAH UNTUK ANGKUTAN BARANG Pandey, Sisca V.; Lalamentik, Lucia
TEKNO Vol 12, No 60 (2014): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengguna jalan yang tidak mematuhi batas Muatan Sumbu Terberat (MST)   sesuai dengan klasifikasi jalan dan kelas jalan sangat mempengaruhi daya tahan infrastruktur jalan daerah. Beban lalu lintas yang tidak sesuai dengan klasifikasi jalan dan kelas jalan  akan menyebabkan kegagalan infrastruktur jalan dan memperpendek umur layanan. Pentingnya penyesuaian kelas jalan daerah dengan beban diatasnya sulit dilaksanakan di lapangan akibat lemahnya peraturan perundangan yang mengatur tentang hubungan kelas jalan daerah dengan beban. Kendaraan overloading yang melewati jalan daerah masih terjadi di seluruh Indonesia, karena memang belum ada pembatasan yang mengatur mengenai hal tersebut. Pentingnya penelitian kelas jalan daerah agar terjadinya keseimbangan antara beban lalu lintas dengan kelas jalan daerah.   Key word : Muatan Sumbu Terberat (MST), Kelas jalan
BANJIR MANADO, APA YANG HARUS DILAKUKAN DAN OLEH SIAPA Dundu, Ariestides K. T
TEKNO Vol 12, No 60 (2014): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir merupakan bencana alam yang sudah sering terjadi di kota-kota diseluruh Indonesia termasuk Kota Manado. Kota Manado setiap tahunnya mengalami banjir pada daerah-daerah tertentu yang berdekatan dengan badan air (lowland area). Untuk mengurangi resiko akibat bencana pada daerah tersebut perlu dilakukan perencanaan dan sosialisasi tentang apa saja yang dapat dilakukan pada saat sebelum banjir, sedang banjir dan setelah banjir. Pengetahuan tentang apa yang dilakukan oleh siapa merupakan salah satu hal yang harus diketahui oleh semua pihak yang terlibat dalam manajemen untuk mengurangi resiko banjir. Kata kunci : Penanggulangan Banjir, Apa yang dilakukan, oleh siapa
KAJIAN KARAKTERISTIK MORTAR DENGAN MENGGUNAKAN TAILING DAN ADDITIVE SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL SEMEN Pandeleke, Ronny E.
TEKNO Vol 12, No 60 (2014): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seperti yang diketahui bersama di Sulawesi Utara terkenal dengan banyaknya lokasi tambang emas yang hampir semua  lokasi banyak dikuasai oleh penambang-penambang tanpa ijin  (PETI) dengan sistem pengolahan sangat konvensional dan sama sekali tidak memikirkan dampak buruk yang akan terjadi nanti pada lingkungannya. Limbah yang dihasilkan atau tailing di tamping dan dibiarkan dibawa air pada waktu hujan atau di alirkan ke sungai terdekat.Salah satu solusi dengan memanfaatkan tailing tersebut sebagai  bahan bangunan pembentuk konstruksi. Untuk mewujudkan hal itu terlebih dulu perlu diadakan penelitian yang menyangkut sifat-sifat dari tailing emas baik sebelum  maupun sesudah dicampur dengan material-material pembentuk beton dan bahan additive, akan memberikan jawaban terhadap kegunaan dan pemanfaatan tailing dalam bahan-bahan pembentuk konstruksi. Penelitian ini mempelajari karakteristik mortar dengan menggunakan tailing dan additive sebagai substitusi parsial semen. Material penyusun mortar yaitu agregat halus, semen, tailingsebanyak 5% sampai 20% dari semen, additive sebanyak 0,5% sampai 2% dari berat semen dan air. Terdapat 5 variasi campuran mortar yang berbeda yang akan diuji. Penelitian yang dilakukan meliputi pemeriksaan komposisi kimia tailing, serta pengujian kuat tekan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari keseluruhan hasil pengujian kuat tekan yang diperoleh terhadap semua variasi campuran, terlihat jelas bahwa pengaruh penggunaan tailing sebagai substitusi parsial semen membuat nilai kuat tekan mortar menjadi tidak teratur. Penggunaan tailing 5% dan 15% mengalami kenaikan kuat tekan, akan tetapi penggunaan tailing 10% dan 20% justru menyebabkan penurunan kuat tekan. Kuat tekan maksimum yang diperoleh dalam penelitian ini sebesar 17,97 MPa yaitu pada  campuran mortar tipe II, dengan kadar 5%tailing dan additive 2% umur 28 hari. Semakin besar penggunaan additive, memiliki kecenderungan nilai kuat tekan mengalami peningkatan seiring dengan umur pengujian mortar. Kata Kunci : Mortar, Tailing, Additive, Kuat Tekan.

Page 1 of 1 | Total Record : 7