cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 54 (2010): TEKNO" : 11 Documents clear
PEMANFAATAN APLIKASI GIS UNTUK PEMETAAN POTENSI PERTANIAN DI KABUPATEN MINAHASA UTARA WOWOR, ANEKE
TEKNO Vol 8, No 54 (2010): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aplikasi GIS memungkinkan pembuatanpeta manual menjadi peta digital denganmenggunakan teknologi komputer yang akhirnyamemberikan kemudahan-kemudahan bagimasyarakat yang ingin mengetahui letak geografissuatu wilayah
RANCANG BANGUN ROBOT PENGIKUT GARIS (LINE FOLLOWER) MENGGUNAKAN SENSOR INFRA MERAH (PHOTODIODE) ROBOT, REYNOLD F.
TEKNO Vol 8, No 54 (2010): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Robot Pengikut Garis merupakan suatu bentuk robot bergerak otonom yang mempunyai misi mengikuti suatugaris pandu yang telah ditentukan secara otonom. Dalam perancangan dan implementasinya, masalah-masalah yangharus dipecahkan adalah sistem penglihatan robot, arsitektur perangkat keras yang meliputi perangkat elektronik danmekanik, dan organisasi perangkat lunak untuk basis pengetahuan dan pengendalian secara waktu nyata.Tujuan penelitian ini adalah merancang dan mengimplementasikan suatu Robot Pengikut Garis denganmenggunakan mikrokontroler ATMEGA16 dan sensor infra merah. Sistem mekanik robot mengadopsi sistem manuverpada mobil empat roda biasa. Agar robot memiliki kemampuan bermanuver tinggi dan dapat dikontrol relative mudah,sistem kemudi yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis diferensial : Robot memiliki dua roda utama yangdigerakan oleh sistem penggerak (motor DC) tersendiri dan satu buah kastor sebagai roda penyeimbang.Hasilnya memperlihatkan bahwa robot mampu menjejak garis hitam pada bidang warna putih (atausebaliknya: garis putih pada bidang warna hitam).Kata Kunci : robot, infra merah, ATMEGA16
RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) PERKOTAAN MONIAGA, INGERID LIDIA
TEKNO Vol 8, No 54 (2010): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurunnya kuantitas dan kualitas ruang terbuka publik yang ada di perkotaan, berupa ruang terbuka hijau (RTH)telah mengakibatkan menurunnya kualitas lingkungan perkotaan seperti sering terjadi banjir di perkotaan, tingginyapolusi udara, dan meningkatnya kerawanan sosial, menurunnya produktivitas masyarakat akibat stress karenaterbatasnya ruang publik yang tersedia untuk interaksi sosial. Dalam upaya mewujudkan ruang yang nyaman,produktif dan berkelanjutan, maka sudah saatnya diberikan perhatian yang cukup terhadap keberadaan ruang publik,khususnya RTH. Salah satu upaya pemecahan yang perlu dilakukan adalah melakukan penataan RTH Perkotaan diberbagai lokasi yang telah ditetapkan peruntukannya seperti kawasan konservasi, zona industri, permukiman, kawasanwisata, jalur hijau, sempadan sungai, pantai dan sebagainya.Kata kunci : RTH, ruang publik, perkotaan.
PENGARUH JENIS TANAH TERHADAP DAYA DUKUNG TIANG PANCANG TUNGGAL AKIBAT BEBAN LATERAL DENGAN METODE KEANDALAN BALAMBA, SJACHRUL
TEKNO Vol 8, No 54 (2010): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketidakpastian pada asumsi dasar dalam desain menyangkut sifat-sifat tanah, bahan konstruksi, dan metode yangdigunakan selalu tidak dapat dihindarkan karena data yang ada kurang merepresentasikan kondisi yang dianalisis.Pada penelitian ini tiang pancang (Free Head) yang terbuat dari material beton prategang berbentuk bujur sangkar,dipancangkan ke dalam tanah pasir padat (c = 0) yang homogen dan isotropik. Dengan panjang tiang dan ukuranpenampang yang bervariasi, tiang pancang diberikan beban lateral statis.Untuk analisa keandalan diperlukan beberapa parameter probabilitas yaitu COV, mean (nilai rata-rata) standardeviasi, dan tipe distribusi dari variabel yang digunakan. Selanjutnya analisis beban lateral yang dilakukanberdasarkan Teori Meyerhof, dengan cara trial and error akan menghasilkan indeks keandalan  untuk menentukanbeban lateral batas tiang pancang.Semakin panjang tiang dan semakin besar indeks keandalan  yang diperoleh akan memberikan daya dukung yangsemakin besar. Berdasarkan indeks keandalan rencana (=2.3) diperoleh beban lateral batas, dimana tiang denganpanjang tiang L = 20 m dan D = 0.35 m memberikan daya dukung yang paling besar.Kata-kata kunci : tiang pancang, beban lateral, keandalan
KAJIAN PENEMPATAN FASILITAS PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DALAM ASPEK SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS TAKUMANSANG, ESLI D.
TEKNO Vol 8, No 54 (2010): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infrastruktur pendidikan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam dunia pendidikan diIndonesia. Ini sangat berpengaruh pada terlaksananya proses belajar mengajar yang dilaksanakan di sekolah. Karenainfrastruktur merupakan instrumen pendukung dalam pendidikan, maka perlu dilakukan suatu perencanaaninfrastruktur yang terintegrasi dengan baik pada suatu wilayah perencanaan. Dalam perencanaan Wilayah, sektorpendidikan juga mendapat perhatian yang penting dalam suatu penataan yang komprehensif dengan sektor yang lain.Namun apakah dalam penataannya infrastruktur pendidikan dapat memberikan pengaruh yang baik terhadappengembangan wilayah?, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya?. Untuk itulah perlu dilakukan suatu kajianpenempatan fasilitas pendidikan dasar dan menengah yang optimal, baik secara kuantitas maupun kualitasnya dalamaspek Sistem Informasi Geografis.
STUDI TINJAUAN PERBANDINGAN KIPI DAN CMMI SEBAGAI FRAMEWORK STANDAR KEMATANGAN PENGEMBANGAN INDUSTRI PERANGKAT LUNAK KAROUW, STANLEY
TEKNO Vol 8, No 54 (2010): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model kematangan kemampuan atau Capability Maturity Model adalah salah satu pemicu pengembanganindustri telematika, dalam hal standarisasi kemampuan pengembang perangkat lunak. KIPI merupakan suatu standarmodel kematangan kemampuan yang berlaku di Indonesia. KIPI diserap dari CMMI atau Capability Maturity ModelIntegration yang dikeluarkan oleh Software Engineering Institute SEI, dengan penyesuaian tertentu, menurutkarakteristik industri telematika dalam negeri. Studi tinjauan perbandingan KIPI dan CMMI sebagai frameworkstandar kematangan pengembangan industri perangkat lunak, memaparkan beberapa perbandingang langsung antaraCMMI dan KIPI. Perbandingan KIPI dan CMMI merupakan hal penting untuk memahami keterkaitan setiap areakunci proses dalam setiap tahap kematangan dari masing-masing standar ukuran tersebut. Dengan memahami masingmasingarea kunci proses, maka implementasi KIPI akan merupakan salah satu faktor penentu tumbuhkembangnyapengembang perangkat lunak dalam negeri menuju terwujudnya visi bangun industri telematika 2020.Kata Kunci : Model Kematangan Kemampuan, Rekayasa Perangkat Lunak, Model Proses, Area Kunci Proses, CMMI,KIPI
INTERFERENSI BLUETOOTH TERHADAP THROUGHPUT WLAN IEEE 802.11B SINSUW, ALICIA
TEKNO Vol 8, No 54 (2010): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi jaringan datasaat ini semakin pesat. Adanya teknologiWLAN (Wireless Local Area Network) danWPAN (Wireless Personal Area Network)dengan produk-produk berstandar teknologiIEEE 802.11b mendominasi pasaran. IEEE802.11b menawarkan kecepatan sampaidengan 11 Mbps dan memiliki range lebih dari100 meter. Dengan WLAN, aplikasi-aplikasiseperti internet access, e-mail, dan filesharing sekarang dapat dilakukan di rumahatau lingkungan perkantoran dengan level barudalam hal kebebasan dan fleksibel.
SISTEM HIRARKIS MALINGKAS, GRACE Y.
TEKNO Vol 8, No 54 (2010): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem hirarki adalah alat yang paling mudah untuk memahami masalah-masalah yang kompleks, dimana masalahtersebut diuraikan ke dalam elemen-elemen yang bersangkutan, menyusun elemen-elemen tersebut secara hirarkis danakhirnya melakukan penilaian atas elemen-elemen dalam komponen yang sifatnya homogen dan menyusun komponenkomponentersebut dalam level hirarki yang tepat.Hirarki juga merupakan abstraksi struktur suatu sistem yang mempelajari fungsi interaksi antara komponen dan jugadampak-dampak pada sistem. Abstraksi ini mempunyai bentuk saling berkaitan, tersusun dan suatu puncak atausasaran utama (Ultimate goal) menuju pada bagian-bagian, kemudian kebijakan-kebijakan dan strategi-strategi.Dengan demikian hirarki adalah sistem yang tingkatan-tingkatan keputusannya berstratifikasi dengan beberapa elemenkeputusan pada setiap tingkatan keputusan.
KAJIAN PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH KOTA BITUNG TANGKUDUNG, HANNY
TEKNO Vol 8, No 54 (2010): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan unsur utama bagi kehidupan manusia di bumi. Dalam kehidupan modern sekarang ini airmerupakan kebutuhan utama untuk hidup (minum, masak dan lain-lain), juga sangat dibutuhkan untuk budidayapertanian, industri, pembangkit listrik dan sebagainya. Kebutuhan air bersih untuk rumah tangga, industri dan lainlainakan terus meningkat dari waktu ke waktu sejalan dengan pembangunan serta jumlah penduduk yang terusbertambah. Kebutuhan air bersih di kota Bitung saat ini dilayani oleh Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) yangterbagi atas tiga layanan yaitu untuk kebutuhan domestik, non domestik dan kebutuhan khusus. Penduduk yangterlayani oleh PDAM baru mencapai 65% dengan kondisi layanan yang tidak kontinyu (sering terjadi penjadwalan).Daerah ketinggian umumnya tak mendapat suplai air. Juga banyak air yang terbuang dengan adanya kebocoran.Pulau Lembeh belum terjamah oleh PDAM. Dengan keadaan itu, peneliti akan memperkirakan kebutuhan air bersihkota Bitung, mendapatkan sumber-sumber air yang potensial untuk dimanfaatkan sebagai sumber air baku,memberikan gambaran perimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan air sampai tahun 2026 serta mendapatkankerangka sistem penyediaan air bersih sebagai landasan pengembangan sistem penyediaan air bersih kota Bitung.Dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer berupa data survey sumbersumberair. Data sekunder berupa data hujan, iklim, jumlah penduduk serta data penyediaan air bersih existing.Kemudian dianalisa kebutuhan air berdasarkan data kondisi existing dan pertumbuhan penduduk. Untuk analisaketersediaan air yang meliputi analisa curah hujan, evapotranspirasi, debit sungai dan debit andalan. Analisa tersebutada yang menggunakan program komputer (software).Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk zona-1 kebutuhan air meningkat dari 285,42 l/d menjadi 741,22l/d pada tahun 2026. Ketersediaan air di zona ini mencapai 799,71 l/d. Untuk zona-2 kebutuhan air 15,08 l/d padatahun 2026, sedangkan ketersediaan air 264,71 l/d. Begitu pula zona-3 dimana kebutuhan air 3,1 l/d ditahun 2026 danketersediaan air 155,5 l/d. Sedangkan untuk zona-4 dan zona-5 terjadi kekurangan air karena kebutuhan air lebihbesar dari ketersediaan air. Untuk zona-6 terjadi kekurangan air kecuali di kelurahan Posokan.Untuk mengatasi kekurangan air tersebut dapat ditempuh beberapa alternatif yaitu melakukan usaha-usaha untukmeningkatkan produksi air, membangun sistem penyediaan air bersih dengan sumber-sumber air yang baru,membangun ABSAH di kelurahan-kelurahan juga menyediakan sarana transportasi berupa kapal tangki danmenyediakan SWRO untuk mengolah air laut menjadi air dengan standar air minum.Kata Kunci : Air Bersih, Analisa Kebutuhan dan Ketersediaan Air
OPTIMALISASI PEMBANGKIT LISTRIK MIKROHIDRO (PLTMH) BOROKO TUMALIANG, HANS
TEKNO Vol 8, No 54 (2010): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Optimalisasi PLTMH, Analisa dilakukan dengan menggunakan metode Hidrologi JMOCK dan NRECA, untukmenentukan debit rencana /debit Andalan dan juga debit banjir yang berpengaruh terhadap rencana pengembanganPLTMH, debit Rencana/ Andalan adalah debit yang dapat digunakan sebagai kapasitas debit yang optimal untukPLTMH yang secara kontinuitas dapat diharapkan tidak berubah, dari analisa yang dilakukan debit rencana / andalanyaitu: 4m3/det dengan Head Optimal yang ditentukan dari pengukuran Elevasi yaitu pada Head = 50 meter. Sehinggadari kondisi ini dapat dihitung kapasitas minimal PLTMH adalah 880 kW dan Optimal Pada 2 x 800 kW.

Page 1 of 2 | Total Record : 11