cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Creative Information Technology Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Creative Information Technology Journal (CITEC) merupakan jurnal yang berisi hasil penelitian ilmiah di bidang ilmu komputer, teknik komputer, informatika, sistem informasi, dan teknik industri. Jurnal ini bertujuan untuk menjembatani adanya kesenjangan antara kemajuan teknologi informasi secara faktual dengan hasil penelitian yang ada.
Arjuna Subject : -
Articles 175 Documents
Mendeteksi Kerentanan Keamanan Aplikasi Website Menggunakan Metode Owasp (Open Web Application Security Project) Untuk Penilaian Risk Rating Bahrun Ghozali; Kusrini Kusrini; Sudarmawan Sudarmawan
Creative Information Technology Journal Vol 4, No 4 (2017): Agustus-Oktober
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.261 KB) | DOI: 10.24076/citec.2017v4i4.119

Abstract

Mendeteksi kerentanan keamanan aplikasi berbasis website adalah hal yang penting, dan dapat memperkirakan resiko yang ada terhadap keberlangsungan suatu bisnis.  Terjadinya transisi bisnis tradisional ke dalam lingkup aplikasi berbasis website dimanfaatkan oleh beberapa pelaku kejahatan dunia maya dengan tujuan mencuri informasi rahasia pengguna demi keuntungan pribadi. Walaupun para developer sudah mencari permasalahan keamanan dengan menggunakan code review atau uji penetrasi. Terkadang masalah tidak akan ditemukan hingga aplikasi sudah masuk tahap produksi bahkan hingga aplikasi sudah diretas. Penelitian ini akan menerapkan  mekanisme metode asesmen resiko pada sistem informasi harga komoditas utama yang dibangun oleh PT.Gitsolution. Dimana sistem tersebut merupakan informasi harga pokok untuk kehidupan sehari-hari yang dikelola oleh salah satu instansi pemerintah yang ada di Indonesia. Untuk mengetahui tingkat resiko pada sistem informasi harga komoditas utama menggunakan metode Open Web Application Security Project (OWASP) Risk Rating untuk mendeteksi kerentanan keamanan pada aplikasi berbasis website. Penelitian ini menghasilkan tingkat resiko pada aplikasi berbasis website.Kata kunci— Vulnerability – OWASP, Risk Rating, Security Assessment.
Sistem Pengukuran Kinerja Manajemen Untuk Mengevaluasi Tujuan Perusahaan Menggunakan Model Balanced Scorecard Dan Gamification Herda Dicky Ramandita; Ema Utami; Emha Taufik Lutfi
Creative Information Technology Journal Vol 4, No 4 (2017): Agustus-Oktober
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.868 KB) | DOI: 10.24076/citec.2017v4i4.120

Abstract

Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang melakukan kegiatan secara tetap dan terus–menerus dengan memperoleh keuntungan dan atau laba bersih, baik yang diselenggarakan oleh orang perorangan maupun badan usaha yang berbentuk badan hukum atau bukan badan hukum, yang didirikan dan berkedudukan dalam wilayah negara RI. Kemajuan teknologi yang terus berkembang selalu memberikan perubahan – perubahan baru dalam meningkatkan kualitas dan kinerja suatu perusahaan, dalam era perkembangan teknologi yang semakin kompetitif perusahaan dituntut mampu menyusun menajemen strategis dalam rangka mengembangkan organisasinya agar dapat bertahan dan memenangkan persaingan. Pengukuran kinerja merupakan salah satu faktor yang penting dalam mencapai tujuan perusahaan, Salah satu model pengukuran kinerja adalah Balance Scorecard. Balance Scorecard adalah pengukuran kinerja perusahaan yang modern dengan mempertimbangan empat perspektif (yang saling berhubungan) yang merupakan penerjemahan strategi dan tujuan yang diingin dicapai oleh suatu perusahaan, yang kemudian diukur dan dimonitor secara berkelanjutan. Model lain yang bisa diadopsi adalah Gamification, gamification merupakan integerasi game element kedalam sistem informasi atau aplikasi non-game. Sistem pengukuran kinerja menggunakan model Balanced Scorecard yang didukung dengan Gamification menjadikan model Balanced Scorecard lebih interaktif. Kata Kunci — kinerja manajemen, balanced scorecard, gamifikasiCompany is any form of business conducting activities on a regular basis and continuously, whether held by individuals or business entities which are legal entities or legal entities, established and domiciled within the territory of the Republic of Indonesia. Technological advancements are always evolving always provide new changes in improving the quality and performance of a company, in an era of increasingly competitive technological development companies are required able to arrange management in the framework of organizational development in order to survive and win. Balance Performance Scorecard is one of the important factors in achieving company goals. Balance Scorecard is a modern enterprise performance measurement with consideration of four perspectives (interconnected) which is a translation of strategy and goals desired by a company, which is then measured and monitored continuously. Another model that can be adopted is Gamification, gamification is an integeration game element in information systems or non-game applications. The Balanced Scorecard system is more interactive. The Balanced Scorecard model is more interactive. Keywords — performance managemet, balanced scorecard, gamification
Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Sales Terbaik Veny Cahya Hardita; Ema Utami; Emha Taufiq Luthfi
Creative Information Technology Journal Vol 5, No 2 (2018): Februari-April
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.159 KB) | DOI: 10.24076/citec.2018v5i2.177

Abstract

Peran sales dalam sebuah perusahaan yaitu seseorang yang bertugas untuk melakukan tugas menawarkan, mendistribusikan dan mencari pesanan pelanggan yang berupa produk, termasuk juga mengumpulkan informasi tertentu dari para konsumen. Sehingga tugas sales ini sangat penting dalam pendapatan sebuah perusahaan. Dengan membuat apresiasi setiap bulan berupa tunjangan bonus setiap bulan yang hanya diberikan kepada sales terbaik, maka akan memberikan semangat para sales dalam melakukan promosi dan penjualan terhadap produk pada perusahaan tersebut. Dalam memberikan apresiasi diperlukan sebuah sistem pendukung keputusan untuk merangkingkan sales terbaik yang akan dipilih. Penelitian ini menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) dan Technique for Order Preference by Similarity (TOPSIS). Metode ini dirasa mampu untuk merekomendasikan sales terbaik setiap bulannya pada suatu perusahaan. Hasil dari penelitian ini berupa rangking dan selanjutnya akan dibuat rekomendasi untuk sales terbaik yang akan dipilih. Hasil yang didapat pada penelitian menggunakan metode SAW TOPSIS yaitu alternatif C11 terpilih sebagai sales terbaik dengan nilai 0,650 sehingga menjadikan Afandi sales terbaik.Kata Kunci—Sales, SAW, TOPSIS, RangkingThe role of sales in a company is someone who is tasked with the task of offering, distributing and searching for customer’s product order, this is include collecting certain information from customers. So the sales task is very important for earnings of company with monthly appreciation in the form of bonus allowance for the best sales, it is expected to encourage sales to promote and sell the company’s product. In giving appreciation need a decision support system to rank the best sales to be chosen. This research will discuss about the implementation of Simple Additive Weighting (SAW) and Technique for Order Preference by Similarity (TOPSIS) method. This method is considered capable of recommending the best sales every month for a company. The results of this research are in the form of ranking and recommendations will then be made for the best sales to be selected. The research result using SAW and TOPSIS method is the alternative C11 is choose as the best sales with score 0.650 and made Affandi as the best sales.Keywords—Sales, SAW, TOPSIS, Ranking
Uji Performa Algoritma Naïve Bayes untuk Prediksi Masa Studi Mahasiswa Irkham Widhi Saputro; Bety Wulan Sari
Creative Information Technology Journal Vol 6, No 1 (2019): Januari - Juni
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.226 KB) | DOI: 10.24076/citec.2019v6i1.178

Abstract

Universitas AMIKOM Yogyakarta adalah salah satu perguruan tinggi yang memiliki ribuan mahasiswa baru khususnya pada prodi Informatika. Pada tahun 2012 tercatat ada 1009 mahasiswa baru, dan pada tahun 2013 juga tercatat ada sebanyak 859 mahasiswa baru. Namun sayangnya, dari sekian banyak mahasiswa hanya sekitar 50% saja yang dapat lulus dengan tepat waktu. Data tersebut untuk membuat sistem klasifikasi menggunakan teknik data mining dengan metode Naïve Bayes. Dataset yang akan digunakan sebanyak 300 data yang bersumber dari data alumni angkatan 2012, dan 2013 dengan masing-masing data sebanyak 150. Data yang diperoleh memiliki 144 mahasiswa dengan keterangan lulus tepat waktu, dan 156 mahasiswa dengan keterangan lulus tidak tepat waktu. Proses pengujian akan dilakukan menggunakan metode 10-Fold Cross Validation, dan Confusion Matrix. Hasil pengujian menunjukkan bahwa rata-rata performa dari model Naïve Bayes mempunyai nilai akurasi sebesar 68%, nilai precision sebesar 61.3%, nilai recall sebesar 65.3%, dan nilai f1-score sebesar 61%. Nilai performa dari model dapat dipengaruhi oleh dataset yang digunakan untuk pembuatan model.Kata Kunci — data mining, Naïve Bayes, K-Fold Cross Validation, Confusion MatrixAMIKOM Yogyakarta University is one of the colleges that has thousands of new students, especially in the Informatics study program. In 2012 there were 1009 new students, and in 2013 there were 859 new students. But unfortunately, of the many students only around 50% can graduate on time. The data is to make the classification system using data mining techniques with the Naïve Bayes method. The dataset will be used as much as 300 data sourced from alumni data of 2012, and 2013 with each data as much as 150. The data obtained has 144 students with information passed on time, and 156 students with graduation information not on time. The testing process will be carried out using the 10-Fold Cross Validation, and Confusion Matrix method. The test results show that the average performance of the Naïve Bayes model has an accuracy value of 68%, precision value is 61.3%, recall value is 65.3%, and f1-score is 61%. The performance value of the model can be influenced by the dataset used for modeling.Keywords — data mining, classification, Naïve Bayes, graduation time
Penentuan Wali Kelas Yang Ideal Menggunakan Metode TOPSIS Nafis Sururi; Kusrini Kusrini; Sudarmawan Sudarmawan
Creative Information Technology Journal Vol 5, No 2 (2018): Februari-April
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.356 KB) | DOI: 10.24076/citec.2018v5i2.163

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu hal yang penting dalam suatu negara. Pendidikan bisa didapatkan pendidikan formal, informal maupun nonformal. Contoh pendidikan formal adalah sekolah dan pergururan tinggi, di dalam sekolahan terdapat wali kelas yang bertanggung jawab terhadap peserta didik di satu kelas atau ruang belajar di lingkungan sekolah. Dalam menentukan wali kelas yang ideal kepala sekolah dapat melihat karakteristik dan kemampuan yang dimiliki guru secara objektif. Multiple Criteria Decision Making (MCDM) merupakan salah satu metode yang paling banyak digunakan dalam pengambilan keputusan. Salah satu metode MCDM adalah Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Penelitian ini menggunakan metode TOPSIS yang dapat menganalisis keputusan multi-kriteria dimana metode tersebut dapat memilih alternatif terbaik dengan jarak terdekat dari alternatif ideal. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah Penentuan wali kelas dilakukan dengan cara mencari nilai preferensi setiap guru yang paling besar dari 3 kelas yang digunakan. Perhitungan yang dilakukan menggunakan bobot berbeda pada setiap kelas agar mendapatkan nilai prefensi sebagai acuan penentuan wali kelas yang ideal.Kata Kunci—Wali kelas, Ideal, TOPSISEducation is one of the important things in a country. Education can be obtained from formal, informal or non-formal education. Examples of formal education are schools and high schools, in schools there is a homeroom teacher who is responsible for students in one class or study room in a school environment. In determining the ideal homeroom, the principal can see the characteristics and abilities of the teacher objectively. Multiple Criteria Decision Making (MCDM) is one of the most widely used methods in decision making. One of the MCDM methods is Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). This study uses the TOPSIS method which can analyze multi-criteria decisions where the method can choose the best alternative with the closest distance from the ideal alternative. The results obtained from this study are Determination of the homeroom teacher is done by finding the preference value of each teacher, the largest of the 3 classes used. Calculations performed using different weights for each class in order to get the value of the prefix as a reference for determining the ideal homeroom teacher.Keywords—Homeroom teacher, Ideal, TOPSIS
Ekstensi TAM untuk Memprediksi Niat Menggunakan E-Money di Pontianak Irawan Wingdes
Creative Information Technology Journal Vol 5, No 4 (2018): Agustus - Oktober
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.082 KB) | DOI: 10.24076/citec.2018v5i4.221

Abstract

E-money berbasis smart card diwajibkan pemerintah daerah sejak tahun 2018 untuk pengisian bahan bakar tetapi publikasi data sekunder menunjukkan hasil tidak sesuai harapan. Penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk memprediksi niat menggunakan e-money dengan mengekstensikan rational choice theory dengan faktor benefit of compliance, cost of compliance, cost of non compliance dan perceived speed pada technology acceptance model. Data dikumpulkan dengan survei menggunakan kuesioner, data diolah dan hipotesis diuji dengan structural equation modeling berbasis partial least square. Jumlah sampel dengan purposive method yang dikumpulkan adalah 336 responden (slovin) dengan margin of error 5% untuk populasi pengguna kendaraan di Pontianak. Pengujian menunjukkan faktor yang digunakan valid dan reliabel, dengan hasil: transaction speed, perceived ease of use, perceived usefulness, benefit of compliance, cost of compliance, cost of non compliance mempengaruhi behavioral intention. Faktor yang mempengaruhi paling kuat niat menggunakan adalah cost of non compliance dan perceived transaction speed. Hasil menunjukkan pengguna akan berniat menggunakan e-money bila diwajibkan dan disertai dengan sanksiKata kunci—E-money, Ekstensi TAM, Rational Choice Theory, Behavioral IntentionSmart card based e-money was required by local authorities since 2018 for refueling activity in Pontianak but results were not as expected. Therefore, this quantitative study aims to predict intention to use e-money by extending rational choice theory with its antecedents: benefit of compliance, cost of noncompliance, cost of compliance and perceived transaction speed to technology acceptance model. Data for analysis was acquired using questionaire based survey. Hypotheses are tested by utilizing partial least square based structural equation modeling. A total of 336 samples (slovin) from total vehicles owners in Pontianak are acquired using purposive method with margin of error of 5%. Test results shows antecedents extended to TAM are valid and reliable with transaction speed, perceived ease of use, perceived usefulness, benefit of compliance, cost of compliance, cost of non compliance significantly influences intention to use. Factors with greatest influence are cost of non compliance and transaction speed. Results suggest user’s intention to use e-money in mandatory situation are influenced strongly only when there are consequences imposed at non compliance.Key words—E-money, extended TAM, Rational Choice Theory,Behavioral Intention
Kinerja Quagga pada Routing BGP IPv6 Menggunakan Metode Dual Stack Performance of Quagga on BGP IPv6 Routing Using Dual Stack Method Andi Kriswantono; Arief Setyanto; Suwanto Raharjo
Creative Information Technology Journal Vol 5, No 1 (2017): November-Januari
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.743 KB) | DOI: 10.24076/citec.2017v5i1.141

Abstract

Alamat jaringan yang digunakan saat ini adalah IPv4 (Internet Protocol v4), perkembangan jaringan menuju IoT (Internet of Think) meningkatkan kebutuhan akan alamat IP (Internet Protocol. Solusi terkait masalah IP adalah dengan melakukan migrasi ke alamat IPv6 (Internet Protocol Version 6).Metode transisi IPv4 ke IPv6 menggunakan Dual Stack merupakan metode yang paling baik dan stabil untuk dapat diimplementasikan. Salah satu pertimbangan dari provider penyedia jasa dan jaringan internet dalam melakukan migrasi ke jaringan IPv6 adalah terkait dengan kinerja BGP (Border Gateway Protocol) yang merupakan routing pondasi terbentuknya internet. Hal ini terkait dengan besarnya rute dengan adanya IPv6 yang nantinya mengakibatkan besarnya konsumsi CPU, memori dan lamanya BGP dalam menerima table routing secara penuh (convergence). Salah satu software routing BGP yang popular dan banyak digunakan di jaringan adalah menggunakan Quagga routing. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan Quagga dalam menangani 10 peer BGP IPv4 dan IPv6 menunjukkan hasil yang baik, router membutuhkan waktu 106,6 second atau kurang lebih 1 menit 7 detik dengan konsumsi CPU maksimal 18,54% dan konsumsi memori 16,45% untuk dapat menerima seluruh table routing.Kata Kunci — Ipv6, Dual Stack, Quagga, BGP routing, convergenceThe current network address is IPv4 (Internet Protocol v4), network development towards IoT (Internet of Think) increases the need for IP addresses (Internet Protocol). The solutions of IP problem are to migrate to IPv6 (Internet Protocol Version 6) addresses. IPv4 to IPv6 transition method using Dual Stack is the best and most stable method to implement. One of the considerations of internet service provider in migrating to IPv6 network is related to BGP (Border Gateway Protocol) performance that is the foundation routing internet connection. This is related to the magnitude of the route with the IPv6 which will result in the amount of CPU consumption, memory and the length of BGP in receiving the full table routing (convergence) One of the popular and widely used BGP routing software on the network is using Quagga routing. The results of this study show that using Quagga in handling 10 BGP IPv4 and IPv6 peers shows good results, the router takes 106.6 seconds or approximately 1 minute 7 seconds with a maximum CPU consumption of 18.54% and memory consumption of 16.45% to be able to accept all routing tables.Keywords— Ipv6, Dual Stack, Quagga, BGP routing, convergence
Manajemen Bandwidth Menggunakan Metode Hierarchical Token Bucket (HTB) di Farid.net Lukman Lukman; Arif Marda Saputro; Andi Satrio Wicaksono; Farid Hakim Tri Hartomo; Muhammad Nugraha Jatun
Creative Information Technology Journal Vol 5, No 3 (2018): Mei-Juli
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1623.481 KB) | DOI: 10.24076/citec.2018v5i3.237

Abstract

Pada masa modern seperti ini kebutuhan akan internet semakin meningkat tajam, baik itu untuk bekerja mengolah data dan hiburan. Untuk membangun infrastruktur jaringan yang baik tentunya dibutuhkan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi di lapangan. Dalam penelitian ini kami mengangkat tema penerapan metode HTB yang akan diimplementasikan dalam jaringan RT/RW Net di Farid.net. Dalam analisa jaringan ini terdapat suatu masalah, setelah pengelompokan data dari pelanggan dimana terdapat keluhan tentang bandwidth yang didapat tidak sesuai dengan paket yang dipilih, sehingga hal tersebut menimbulkan ketidaknyamanan pengguna. Untuk mengatasi masalah tersebut kami mendapatkan solusi dengan menerapkan metode HTB. Cara kerja dari metode ini sendiri, membagi bandwidth kedalam beberapa kelas, yang mana terdapat dua kelas utama yaitu parent dan child, metode ini memungkinkan administrator untuk membagi bandwidth berdasarkan besar bandwidth yang diminta pelanggan. Dari penerapan metode HTB dapat diambil kesimpulan bahwa bandwidth yang didapat antar user menjadi lebih stabil dan merata, hal tersebut dapat dibuktikan dengan melalui Speedtest dan pemantauan traffic. Selain itu konektivitas jaringan pun juga lebih stabil dikarenakan bandwidth dari client sudah terkontrol.Kata Kunci — bandwidth, Hierarchical Token bandwidth, HTB.In modern times like this the need for the internet is increasing sharply, both for working on data processing and entertainment. To build a good network infrastructure, of course, proper handling is needed according to the conditions in the field. In this study we raise the theme of applying the HTB method which will be implemented in the RT / RW Net network at Farid.net. In this network analysis there is a problem, after grouping data from customers where there are complaints about the bandwidth obtained that is not in accordance with the package chosen, so that it causes user inconvenience. To overcome this problem, we got a solution by applying the HTB method. The workings of this method itself, dividing bandwidth into several classes, where there are two main classes, namely parent and child, this method allows the administrator to divide the bandwidth based on the bandwidth requested by the customer. From the application of the HTB method, it can be concluded that the bandwidth obtained between users becomes more stable and equitable, this can be proven by Speedtest and traffic monitoring. In addition, network connectivity is also more stable because the bandwidth of the client is controlled.Keywords — bandwidth, Hierarchical Token bandwidth, HTB.
Implementasi Metode Bayes untuk Menentukan Potensi Diri Beserta Pengaruhnya Terhadap IPK Mahasiswa Agung Jasuma; Kusrini Kusrini; M Rudyanto Arief
Creative Information Technology Journal Vol 6, No 1 (2019): Januari - Juni
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.11 KB) | DOI: 10.24076/citec.2019v6i1.228

Abstract

Tingginya minat siswa untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi berpengaruh pada tingginya jumlah mahasiswa yang terdaftar di Indonesia. Kesulitan dalam menyelesaikan perkuliahan menjadi masalah yang sering terjadi, salah satu penyebabnya adalah ketidak-sesuaian potensi diri dengan program studi yang dipilih. Penelitian ini menjadikan FIK Universitas Amikom Yogyakarta sebagai tempat studi kasus untuk mencari tahu korelasi potensi diri dengan IPK mahasiswa, mencari potensi diri terbaik pada masing-masing program studi serta mencari tahu akurasi metode naive bayes dalam mengklasifikasi potensi diri mahasiswa. Responden yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 50 orang yang terdiri dari mahasiswa minimal semester 4, alumni dan 1 pakar. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan koesioner, sedangkan pengolahan data menggunakan metode naive bayes classifier, confusion matrix untuk pengujian, dan korelasi pearson product moment untuk mencari tahu ada tidaknya korelasi. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa potensi diri kemampuan logika, visual dan interpersonal berpengaruh terhadap tingginya IPK mahasiswa dimana nilai signifikansi logika=0.043<0.05, interpersonal=0,029<0.05 dan visual=0,05<0.05. Kemampuan logika cenderung akan berdampak baik pada IPK mahasiswa prodi S1-SI, S1-IF, serta S1-TK, sedangkan kemampuan visual berdampak baik pada program studi S1-TI, D3-MI dan D3-IF. Naive bayes juga diketahui memiliki tingkat akurasi sebesar 90,625% dalam mengklasifikasikan mahasiswa berdasarkan potensi diri. Kata Kunci — bayes, IPK, mahasiswa The high interest of students to continue their education has an effect on the high number of students in Indonesia. Difficulties in completing lectures become a problem that often occurs, one of the reasons is incompatibility study program and student talents. This research made FIK Amikom University Yogyakarta as a case study to find out the correlation of Grade Point average (GPA) and student talents, best talents that’s needed in each study program and the accuracy of naive bayes in classifying students' talents, 50 people consisting of students at least semester 4, alumni and 1 expert as respondents. Data collection uses interview and questionnaire methods, while data processing uses the naive bayes classifier, confusion matrix for testing, and Pearson product moment correlation to find out whether there is correlation. This study found that the self-potential logic, visual and interpersonal abilities influence the high GPA of students where the significance value of logic=0.043<0.05, interpersonal=0.029<0.05 and visual=0.05<0.05. Logical ability tends to have a good impact on the GPA of S1-SI, S1-IF, and S1-TK study program, while visual abilities have an impact on S1-TI, D3-MI and D3-IF. Naive Bayes is also known to have an accuracy rate of 90.625% in classifying students based on their talents. Keywords — bayes, GPA, students
Analisis Data Informasi untuk Perencanaan Sistem Informasi Politeknik Negeri Tanah Laut Eka Wahyu Sholeha; Bambang Soedijono WA; Asro Nasiri
Creative Information Technology Journal Vol 5, No 2 (2018): Februari-April
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.716 KB) | DOI: 10.24076/citec.2018v5i2.183

Abstract

Pengembangan sistem informasi yang tidak terencana secara sistematis akan mengakibatkan organisasi tidak memiliki skala prioritas proyek pengembangan SI/TI dan terkesan tambal sulam yang akan berdampak pada perununan produktivitas organisasi. Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) merupakan perguruan tinggi di Kabupaten Tanah Laut yang terletak di Kalimantan Selatan. Dengan perencanaan strategis sistem informasi pada Politala dapat mendukung rencana dan pengembangan bisnis ke depannya. Dalam upaya yang dilakukan untuk penerapan sistem informasi guna meningkatkan efisiensi kerja, keefektifan manajemen dan keunggulan kompetitif di suatu organisasi, maka dituntut untuk melakukan pemetaan informasi data sebagai acuan dalam menentukan pembuatan sistem informasi yang dibutuhkan agar sesuai dengan kebutuhan informasi yang ada. Dengan menggunakan metode Value Chain untuk menggambarkan aktivitas utama dan pendukung guna memetakan kebutuhan informasi data, dan menggunakan metode SWOT untuk menganalisis lingkungan sekitar Politala. Hasil dari penelitian ini adalah informasi data yang sesuai dengan aktifitas organisasi yang dapat menjadi acuan untuk perencanaan strategis sistem informasi lebih lanjut.Kata Kunci—Perencanaan Strategis, Sistem Informasi, Informasi DataThe systematic development of unplanned information systems will result in organizations not having the priority scale of IS / IT development projects and seemingly patchy that will have an impact on organizational productivity growth. Tanah Laut State Polytechnic (Politala) is a college in Tanah Laut Regency located in South Kalimantan. With strategic planning information systems at Politala can support plans and business development in the future. In an effort made to implement information systems to improve work efficiency, management effectiveness and competitive advantage in an organization, it is required to map data information as a reference in determining the information system needed to fit existing information needs. By using the Value Chain method to describe the main and supporting activities to map data information needs, and use the SWOT method to analyze the surrounding environment of Politala. The results of this study are data information that is in accordance with the activities of the organization which can be a reference for further strategic information system planning.Keywords—Strategic Planning, Information Systems, Data Information