cover
Contact Name
Hadi
Contact Email
jpsmipaunsri@mipa.unsri.ac.id
Phone
+6282374210479
Journal Mail Official
jpsmipaunsri@mipa.unsri.ac.id
Editorial Address
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Jl. Palembang-Prabumulih Km. 32 Inderalaya Ogan Ilir
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Penelitian Sains
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 14107058     EISSN : 25977059     DOI : 10.26554
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian Sains (JPS) MIPA UNSRI merupakan wahana komunikasi ilmiah di bidang sains serta lintas ilmu yang terkait; diterbitkan sejak 1 Oktober 1996 oleh UP2M FMIPA Universitas Sriwijaya. Jurnal ini berisikan tulisan atau karangan ilmiah dalam berbagai bidang tersebut yang diangkat dari hasil penelitian, survei, atau telaah pustaka, yang belum pernah dipublikasikan dalam terbitan lain.
Arjuna Subject : -
Articles 743 Documents
Aerobic Poise of Marine Fish in Relation to Habitat and Lifestyle Ludi Parwadani Aji
Jurnal Penelitian Sains Vol 14, No 3 (2011)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2433.432 KB) | DOI: 10.56064/jps.v14i3.215

Abstract

Fish from different species have different way to deal with their lifestyle and habitat. From four species that have been researched, Pseudocaranx dentex and Scomberomorus munroi have higher proportion of red muscle, higher relative gill and higher ventricular mass also their muscle have higher buffering capacity than Lethrinus miniatus and Lutjanus erythropterus. It also has been found that white muscle has better ability to handle acid than red muscle. The red muscle are involved in the aerobic slow swimming, while the white muscle have role in faster or burst swimming (anaerobic energy pathway). Therefore, Lethrinus miniatus and Lutjanus erythropterus are less active fish than Pseudocaranx dentex and Scomberomorus munroi.
Penentuan Metoda Pengukuran Bobot Isi Tanah Terbaik Berdasarkan Korelasi Antara Bobot Isi Basah dan Bobot Isi Kering Yang Terukur Muhammad Irfan; Frinsyah Virgo; Aniza Aniza
Jurnal Penelitian Sains No 15 (2004)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.966 KB) | DOI: 10.56064/jps.v0i15.273

Abstract

Bobot isi tanah merupakan salah satu parameter penting yang digunakan untuk menghitung kemampuan suatu lereng. Bobot isi tanah terdiri atas bobot isi basah dan bobot isi kering. Ada tiga metoda untuk mengukur bobot sis nasah dan bobot isi kering tanah yaitu metoda mould, metoda parafin wax dan metoda graduated cylinder. Pengukuran bobot isi basah dapat dilakukan dengan mudah di laboratorium dengan menggunakan sampel tanah langsung dari lapangan. Namun untuk penentuan bobot idi kering, sampel harus mengalami proses pengeringan yang tepat sehingga kadar air yang dikandung menjadi seminimal mungkin. Sampai saat ini belum ada penelitian tantang metoda mana yang terbaik jika ditinjau dari korelasi antara bobot isi basah dan bobot isi kering yang terukur. Penelitian ini bertujuan menentukan metoda mana yang terbaik jika ditinjau dari korelasi tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metoda yang terbaik adalah metoda parafin wax.
Pengaruh Asam Asetat terhadap Konsentrasi Fe, Cu dan Protein Daun Eceng Gondok (Eichornia crassipes) Nova Yuliasari; Herlina Herlina; Willian Aprianto
Jurnal Penelitian Sains Vol 14, No 2 (2011)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.682 KB) | DOI: 10.56064/jps.v14i2.114

Abstract

Penelitian studi pengaruh asam asetat terhadap parameter konsentrasi Fe, Cu dan protein daun eceng gondok telah dilakukan. Protein dianalisis menggunakan metoda Kjedahl sedangkan Fe dan Cu dianalisis menggunakan metoda spektroskopi serapan atom setelah cuplikan didestruksi basah. Perlakuan berupa variasi konsentrasi asam asetat 0,5%(v/v); 1,0% (v/v) dan 2,0% (v/v) sebagai media perendam daun eceng gondok. Masing-masing variasi konsentrasi tersebut dilakukan selama waktu perendaman 8 jam, 16 jam dan 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan variasi konsentrasi asam asetat tersebut kurang mempengaruhi konsentrasi seluruh parameter dibandingkan variasi lama perendaman. Makin lama waktu perendaman makin menurunkan % protein dalam daun, perendaman selama 24 jam menurunkan konsentrasi protein hingga 58,02% untuk konsentrasi asam asetat 2,0% (v/v). Makin lama waktu perendaman hingga 16 jam secara umum menurunkan konsentrasi Fe dan Cu. Perendaman selama 24 jam membuat unsur logam terserap kembali kedalam jaringan daun. Unsur Fe lebih banyak terserap kembali setelah 24 jam dengan % penurunan 72,31% dibandingkan Cu yang lebih elektronegatif yaitu dengan persen penurunan 64,34% untuk konsentrasi asam asetat 2,0% (v/v).
Kekuatan Putus Benang Polyamida (Pa) Multi Filamen No. 210d/9 Akibat Terendam Dalam Oli, Bensin, Solar dan Minyak Tanah Gongo Puspito
Jurnal Penelitian Sains Vol 11, No 3 (2008)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5971.474 KB) | DOI: 10.56064/jps.v11i3.404

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh oli, bensin, solar dan minyak tanah terhadap kekuatan putus benang polyamida (PA) multifilamen. Benang direndam ke dalam ke-4 cairan tersebut selama 7, 14, 12, 28, 35, 42, 49, 56, 63 dan 70 hari. Kondisi awal benang adalah kering dan basah. Pengaruh ke-4 cairan tersebut kekuatan putus benang jaring pada kondisi kering sangat rendah. Pada kedua kondisi benang, minyak tanah meningkat kekuatan putus benang. Penurunan kekuatan putus tersebut terjadi pada benang basah yang direndam dalam solar. 
Propil Vegetasi di Kawasan Hutan Konservasi Suaka Margasatwa Gunung Raya Kecamatan Warkuk Kabupaten Oku Selatan Suci Suci; Zulkifli Dahlan; Indra Yustian
Jurnal Penelitian Sains Vol 19, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.292 KB) | DOI: 10.56064/jps.v19i1.12

Abstract

Vegetation Profile in the area used for cultivation of mount forest wildlife conservation of Gunung Raya in Warkuk subdistrict of OKU Selatan regency can describe the plant biodiversity, abundace, spesies dominance, type and vegetation profile, and the succesion pattern. The vegetation data was from the transek method which is line compartmentalized, namely 3 transek with the 10 plot per station. The observation was done in every growth of the vegetation which was grouped into four levels, such as seedling and caver plant, sapling, pole and tree. the result showed that the vegetation composition for the tree level in the first station were dominated by Shorea sp (with the important Index Value 36.81%), the pole dominated by Syzygium polyanthum, and saplings with dominated by Styrax benzoin and seedlings and cover plants with dominated by Calamus sp. The second station for the tree level which was comprised of five species of trees with dominated by Litsea mappaceae. While dominated by Homalanthus populneus. The next is the 10 spesies of saplings with 8 families which dominated by Adianthum capillus  (with the important index value of 52.55%).
Pengaruh Usia Sumur Bor Terhadap Pelarutan Logam Timbal dan Kadmium dari Lumpur Bekas Pengeboran Minyak Prabumulih Sumatera Selatan Fatma Fatma; Miksusanti Miksusanti; Agus Syafriansyah
Jurnal Penelitian Sains No 13 (2003)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.088 KB) | DOI: 10.56064/jps.v0i13.306

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pelarutan logam timbal (Pb) dan kadmium (Cd) dari lumpur bekas pengeboran minyal di daerah Prabumulih. Lumpur yang diteliti dengan variasi usia sumur yaitu 0,5; 1; 2 dan 3 tahun. Lumpur didestruksikan dengan aquaregia untuk analisis kandungan logam Pb dan Cd, sedangkan analisis pelarutan logam dari lumpur dilakukan dengan penambahan aquadimineral pada pH 6. Pengukuran kandungan logam dalam lumpur dan kandungan logam terlarut dilakukan secara Spektrometri Serapan Atom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan konsentrasi Pb dan Cd dalam lumpur maupun yang terlarut seiring dengan bertambahnya usia sumur. Kadar logam Pb dan Cd dalam lumpur maupun yang terlarut dari setiap sumur bor yang diteliti sudah melewati ambang batas.
Isolasi dan Penentuan Struktur Molekul Senyawa Triterpenoid dari Kulit Batang Kayu Api-api Betina (Avicennia Marina Neesh) Setiawati Yusuf
Jurnal Penelitian Sains Vol 13, No 2 (2010)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.926 KB) | DOI: 10.56064/jps.v13i2.147

Abstract

Pemisahan senyawa triterpenoid dari kulit batang tumbuhan Kayu Api-api Betina (Avicennia marina Neesh) telah berhasil dilakukan dengan cara sokletasi. menggunakan dua pelarut berturut-turut yang berbeda tingkat kepolarannya, yaitu n-heksan dan metanol. Analisa KLT hasil ekstraksi residu ekstrak pekat n-heksan dengan pelarut metanol menunjukkan satu noda (Rf = 0, 8) yang bersifat polar. Fraksi metanol menghasilkan kristal putih (Tl = 265 − 266_C) dan uji kualitatif menunjukkan adanya kandungan senyawa triterpenoid. Data spektometri adalah sebagai berikut: UV (kloroform), 235 nm dan 283 nm. IR (KBr) cm−1: 3589,1; 3448,1; 2931,0; 2848,7; 2719,4; 2613,7; 1684,0; 1642,8; 1376,5; 1232,6; 1105,0; 1038,4; 883,4. H-NMR (CDCI3) ppm: 0,381; 0,742; 1,113; 1,504; 9,0 - 10,5. Dan MS (Kloroform) m/e: 411, 273, 205, 137, 109, dan 69. Berdasarkan data spektrometri di atas menunjukkan bahwa struktur senyawa triterpenoid adalah:
Studi Faktor Kualitas (Q-Factor) Gelombang Kompresi (P-Wave) pada Batuan Sedimen Dangkal Sutopo Sutopo
Jurnal Penelitian Sains Vol 10, No 1 (2007)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7185.834 KB) | DOI: 10.56064/jps.v10i1.437

Abstract

Atenuasi gelombang seismik adalah proses pengurangan energi gelombang sismik yang diakibatkan oleh penyebaran dan penyerapan. Besarnya atenuasi perambatan gelombang seismik dapat ditentukan berdasarkan faktor Q. Besar kecilnya faktor Q merupakan kemampuan batuan untuk meloloskan energi gelombang seismik yang merambat padanya. Semakin besar harga faktor Q maka semakin besar pula kemampuan batuan untuk meloloskan energi gelombang seismik. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji perilaku gelombang P dalam usaha untuk mengestimasi sifat fisik berdasarkan harga Q masing-masing batuan menggunakan gelombang seismik bias yang direkam dipermukaan. Penelitian dilakukan pada tiga lokasi yang berbeda. Lokasi pertama di kampus Universitas Sriwijaya, sedangkan lokasi kedua merupakan lokasi batuan tidak kompak dalam hal ini adalah tanah urugan, dan lokasi ketiga adalah betuan kompak. Metode yang dipakai untuk penentuan faktor Q dalam penelitian ini adalah metode spektral ratio, sehingga sebelum data dianalisa dilakukan terlebih dahulu transformasi dari waktu ke domain frekuensi dengan metode FFT. Dari hasil perhitungan dan analisis data, secara nyata dapat membedakan tingkat kekompakan maupun kendungan fluida batuan sedimen dekat permukaan. Pada lokasi kampus Universitas Sriwijaya nilai faktor kualitas (Q) antara 41.85-45.27. sedangkan untuk batuan tidak kompak antara 24.0-27.0 dan batuan kompak harga Q faktor adalah antara 88.2-90.59.
Aplikasi Metode Weighted Principal Component Analysis (WPCA) dengan Software S-PLUS2000 Dewi Rachmatin
Jurnal Penelitian Sains Vol 17, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.102 KB) | DOI: 10.56064/jps.v17i2.49

Abstract

Sebuah metode baru untuk mereduksi ruang berdimensi tinggi yang dikembangkan dari metode PCA yaitu Weighted Principal Component Analysis (WPCA) diperkenalkan oleh J.F. Pinto da Costa, H. Alonso dan L. Roque (2011). Oleh karena pada metode PCA, koefisien korelasi Pearson sangat sensitif dengan kehadiran gangguan dan pencilan, maka pada metode WPCA ini digunakan koefisien korelasi baru yang melibatkan rank dari setiap pengamatan untuk setiap variabel. Untuk memberikan gambaran tentang metode WPCA ini, Pada artikel ini program untuk WPCA dibuat dengan software S-PLUS 2000 diterapkan pada data bayi (Damayanti, 2008) serta data catatan waktu pelari (Johnson, 2007), dan hasilnya dibandingkan dengan hasil metode PCA klasik.
Pengaruh Berbagai Jenis Pakan Terhadap Pertambahan Biomassa Cacing Tanah Pheretima javanica Gates Erwin Nofyan
Jurnal Penelitian Sains No 9 (2001)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.497 KB) | DOI: 10.56064/jps.v0i9.338

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh berbagai jenis pakan terhadap pertambahan biomassa cacing tanag Pneretima javanica Gates. Perlakuan berupa pemberian pakan yaitu feces dari (sapi, kuda dan domba), serbuk jerami, dedak padi, daun ketapang dan menggunakan media buatan yang terdiri dari tanah liat, humus, pasir dan CaCO3, dengan perbandingan 49:30:20:1 (Gestel, 1992). Percobaan pertambahan biomassa diberi tujuh macam perlakuan dengan tujuh kali ulangan. Mesa percobaan dilakukan selama 6 bulan. Percobaan dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap dan dilanjutkan dengan analisa variasi pada tingkat kesalahan 5%. Bila terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan uji beda rata-rata pada tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa pertambahan biomasa cacing tanah P. Javanica tergantung dari jenis pakan yang diberikan. Pemberian pakan berupa feses sapi menyebabkan pertambahan biomassa P. Javanica tertinggi yaitu 15,23 ± 2,94 ± 0,66 mg/invidu/hari, dan berbeda tidak nyata dengan pertambahan biomasa cacing tanah P. Javanica (yaitu 3,87 ± 0,60 mg/individu/hari) yang diberi pakan berupa feses domba selama 180 hari pengamatan.