cover
Contact Name
Hadi
Contact Email
jpsmipaunsri@mipa.unsri.ac.id
Phone
+6282374210479
Journal Mail Official
jpsmipaunsri@mipa.unsri.ac.id
Editorial Address
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Jl. Palembang-Prabumulih Km. 32 Inderalaya Ogan Ilir
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Penelitian Sains
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 14107058     EISSN : 25977059     DOI : 10.26554
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian Sains (JPS) MIPA UNSRI merupakan wahana komunikasi ilmiah di bidang sains serta lintas ilmu yang terkait; diterbitkan sejak 1 Oktober 1996 oleh UP2M FMIPA Universitas Sriwijaya. Jurnal ini berisikan tulisan atau karangan ilmiah dalam berbagai bidang tersebut yang diangkat dari hasil penelitian, survei, atau telaah pustaka, yang belum pernah dipublikasikan dalam terbitan lain.
Arjuna Subject : -
Articles 743 Documents
Perengkahan Tir Batubara Dengan Menggunakan Katalis Ni-Mo-S/ZAA Bambang Yudono; Zainal Fanani; Hasanudin Hasanudin
Jurnal Penelitian Sains Vol 10, No 3 (2007)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7280.759 KB) | DOI: 10.56064/jps.v10i3.455

Abstract

Penelitian ini mempelajari tentang pengaruh temperatur, laju alir dan berat katalis Ni-Mo-S/ZAA terhadap hidrocracking tir batubara untuk menghasilkan fraksi bensin dan fraksi kerosin serta kalor pembakaran produk tersebut. Proses hidrocracking tir batubara dilakukan pada temperatur 300-400°C, laju alir gas hidrogen 1-2 mL/det dan jumlah katalis 0,25-1,0 g. Produk hidrocracking tir batubara dianalisa dengan menggunakan alat infra merah, kromatografi gas dan kalorimeter. Hasil analisa menunjukkan bahwa fraksi bensin dan kerosin yang dihasilkan pada temperatur hidrocracking 350°C, laju alir gas hidrogen 1,5 ml/det dan berat katalis 1,25 g mencapai hasil yang maksimum yaitu 20,486 persen untuk fraksi bensin dan 26,552 persen untuk fraksi kerosin. Kalor pembakaran produk hidrocracking tersebut nilainya terletak antara nilai kalor pembakaran bensin dan kerosin yaitu sebesar 48,6419 kJ/g.
Fitoremediasi Logam Berat Timbal (Pb) dengan Menggunakan Hydrilla verticillata dan Najas indica (Phytoremediation Heavy Metals Lead (Pb) using Hydrilla verticillata and Najas indica) Fadila Mutmainnah; Arinafril Arinafril; Suheryanto Suheryanto
Jurnal Penelitian Sains Vol 17, No 3 (2015)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.294 KB) | DOI: 10.56064/jps.v17i3.58

Abstract

Penggunaan timbal (Pb) di industri dan penambangan semakin meningkat seiring dengan mening-katnya penambangan, peleburan, pembersih, dan berbagai industri. Suatu perairan yang telah terkontaminasi senyawa/ ion-ion Pb, sehingga jumlahnya dalam perairan melebihi konsentrasi yang semestinya dapat menga-kibatkan kematian bagi biota perairan. Fitoremediasi merupakan salah satu upaya mengreduksi cemaran Pb dari perairan dengan memanfaatkan tumbuhan. Hydrilla verticillata dan Najas indica merupakan tumbuhan air yang tergolong submerge yang banyak dijumpai di Sumatera Selatan. Penelitian ini dilakukan di Laborato-rium Riset Terpadu PascaSarjana Universitas Sriwijaya. Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial dengan 2 faktor, yaitu macam jenis tanaman yaitu Hydrilla verticillata dan Najas indica, serta macam konsentrasi yaitu kontrol, 5 mg/l, 10 mg/l, 15 mg/l. Perlakuan ini dilakukan dengan 3 kali ulangan. Analisa kandungan Pb didalam tumbuhan dan di dalam air di-lakukan pada hari ke-5, hari ke-10, hari ke-15 dan hari ke-20 dengan metode analisa AAS yang dilakukan di di laboratorium penelitian Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Sriwijaya. Hasil yang diperoleh dari analisa laboratorium dilakukan Analisis Varian (ANAVA), jika berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Duncans (DNMRT) pada taraf 5% dan dilakukan perhitungan kecepatan penyerapan Hydrilla verticillata dan Najas indi-ca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hydrilla verticillata dan Najas indica memiliki kemampuan mereme-diasi timbal (Pb) dengan kandungan Pb dalam tumbuhan berbeda nyata pada perlakuan mulai B2. Hydrilla verticillata memiliki ketahanan lebih baik dalam mengakumulasi timbal (Pb) sampai hari ke-20 jika dibanding-kan Najas indica. Tetapi Najas indica memiliki kecepatan penyerapan lebih baik jika dibandingkan Hydrilla verticillata dengan waktu kontak optimum Hydrilla verticillata pada hari ke-20 dan waktu kontak optimum un-tuk Najas indica pada hari ke-15. Dengan demikian Hydrilla verticillata dan Najas indica memiliki potensi da-lam meremediasi timbal (Pb)
Pemisahan Derivat Asam Amino – PITC Pakan Menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi Fahma Riyanti
Jurnal Penelitian Sains No 10 (2001)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (843.197 KB) | DOI: 10.56064/jps.v0i10.347

Abstract

Kandungan asam amino yang dapat ditentukan pada pakan dengan kromatografi cair tekanan tinggi (KCKT) menggunakan kolom Pico-Tag C18 berjumlah 17 jenis asam amino. Deteksi komponen dilakukan dengan detektor UV pada panjang gelombang 254 nm. Limit deteksi minimum yang diperoleh relatif kecil yaitu 2,058 ng dan kurva kalibrasi yang didapat untuk setiap derivat asam amino merupakan garis lurus dengan koefisien korelasi mendekati 1. Penentuan sistin dan metionin dilakukan dalam bentuk asam sisteat dan metionin sulfon.
Kinetika Reaksi Oksidasi Asam Miristat, Stearat, dan Oleat dalam Medium Minyak Kelapa, Minyak Kelapa Sawit, serta Tanpa Medium Desnelli Desnelli; Zainal Fanani
Jurnal Penelitian Sains Vol 12, No 1 (2009)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.698 KB) | DOI: 10.56064/jps.v12i1.188

Abstract

Kinetika reaksi oksidasi asam miristat, asam oleat dan asam stearat dalam medium minyak kelapa dan kelapa sawit telah dipelajari dengan mengukur pengurangan luas kromatogram asam lemak dengan kromatografi gas. Hasil penelitian menunjukan bahwa reaksi oksidasi asam miristat, asam oleat dan asam stearat mengikuti reaksi orde-1. Hasil penentuan energi aktivasi menunjukkan bahwa energi aktivasi asam oleat lebih kecil dibanding asam miristat dan asam stearat dalam minyak kelapa , minyak kelapa sawit maupun tanpa medium. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa asam oleat lebih cepat teroksidasi dibanding asam stearat dan asam miristat. 
Perhitungan Transpor Sedimen Dasar Menggunakan Metode Rottner (Sudi Kasus Di Sungai Lais dan Boom Baru Palembang) Netty Kurniawati; M. Irfan M. Irfan; Qurnia Puspita Sari
Jurnal Penelitian Sains No 18 (2005)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4848.385 KB) | DOI: 10.56064/jps.v0i18.249

Abstract

Pelabuhan Perahu Layar (PPL) Sungai Lais mengalami masalah pengendapan (sedimentasi) yang timbul di depan dermaga. Kondisi ini cukup mengganggu operasional pelabuhan. Sehubungan dengan penanggulangan permasalahan tersebut, maka diperlukan studi penelitian masalah sedimentasi di areal tersebut. Perhitungan transpor masa sedimen merupakan suatu cara yang dilakukan untuk mengetahui seberapa banyak transpor masa sedimen yang terjadi. Adapun metode yang digunakan pada penelitian transpor masa sedimen ini adalah Metode Rotter. Metode Rotter merupakan salah satu metode yang terbaik dalam perhitungan transpor massa sedimen. Hasil pembahasan diperoleh bahwa terdapat hubungan antara kecepatan aliran rata-rata terhadap transpor masa sedimen, semakin tinggi nilai kecepatan aliran rata-rata maka semakin besar pula transpor masa sedimen yang terjadi.
Hubungan Jumlah Jenis Obat terhadap Kejadian Drug Related Problems (DRPs) pada Pasien Bronkitis Pediatri Rawat Jalan Rumah Sakit X Palembang Tahun 2015 Yopi Rikmasari; Noprizon Noprizon; Raymond Hutagaol
Jurnal Penelitian Sains Vol 19, No 2 (2017)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.205 KB) | DOI: 10.56064/jps.v19i2.481

Abstract

Drug-related problems (DRPs) are actual or potential events or circumstances that interfere with op-timal patient outcomes. Analysis of DRPs in bronchitis is important because bronchitis is one of the most com-mon respiratory infections in the community and needs special attention in pediatric patients, especially doses and limitations of the dosage form, so that pediatric patients are often given drugs in the form of dosage prepa-rations (pulveres) Which consists of several kinds of drugs. Polypharmacy is a large number of drugs in a pre-scription (and or without prescription) for inappropriate clinical effects. To decide carefully in identifying poly-pharmacy and stated that using more than the amount of drug that should be a potential risk of DRPs is limited assessment when assessing DRPs in a clinical setting. This study aims to determine the relationship between the number of drugs with the incidence of DRPs in child bronchitis patients in RS X Palembang. This research is a retrospective observational study, using analytical quantitative research method with de-scriptive design in the form of correlation study. Sources of data were obtained from secondary data, ie medi-cal records and recipes, using obervation sheet research instruments. The population is outpatient pediatric patients with a diagnosis of bronchitis at Palembang Hospital "X" in 2015. This study was conducted on all pop-ulations meeting the inclusion criteria. The results showed that there was a correlation (R = 0.473) between the number of drugs with the incidence of Drug Related Problems (DRPs) in the medium category and there was a positive correlation between the two variables ie the increasing number of drugs will increase the incidence of Drug Related Problems (DRPs). 
Metabolic rate of Cherax quadricarinatus Ludi Parwadani Aji
Jurnal Penelitian Sains Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2792.128 KB) | DOI: 10.56064/jps.v15i1.91

Abstract

Temperature is the most prominent factor that influence metabolic rate of aquatic animals. In general, the increasing temperature of 10 degrees Celsius will improve metabolic rate two-fold. Therefore, this research aim is to examine the metabolic rate and Q10 value of crayfish. The metabolic rate of crayfish (Cherax quadricarinatus) was examined by determining oxygen consumption rates using caulorimetric respirometer. The oxygen consumption rates of Cherax quadricarinatus which acclimated at 23_C and 31_C is at around 0.52 and 0.7 uL/g/min respectively. Furthermore, the Q10 value of crayfish between 23_C and 31_C is 1.47. The oxygen consumption and Q10 value of crayfish is different compare with other aquatic invertebrate and ectotherms. 
Penggunaan Lumut (Octoblepharum Albidum Hedw) Untuk Menyerap Fenol dari Limbah Pengeboran Minyak Bumi Fatma Fatma; Nova Yuliasari; Theresia Evy Yulianti Nedeak
Jurnal Penelitian Sains No 17 (2005)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5477.501 KB) | DOI: 10.56064/jps.v0i17.379

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang penggunaan lumut (Octoblepharum albidum Hedw) untuk penyerapan fenol dari limbah pengeboran minyak bumi. Kondisi optimum proses penyerapan didapatkan dengan menvariasikan waktu kontak, berat adsorben (lumut), dan pH larutan fenol. Pengukuran konsentrasi larutan fenol dilakukan secara Spektrofotometri UV-VIS pada panjang gelombang 504 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: proses penyerapan optimum pada waktu kontak 90 menit, berat adsorben 0,25 g dan pH 7, memberikan efisiensi penyerapan sebesar 65,41%. Aplikasi kondisi optimum terhadap limbah pengeboran minyak bumi memberikan efisiensi penyerapan sebesar 65,78%.
Deteksi Beberapa Bakteri Patogen pada Berbagai Jenis Ikan Konsumsi yang Laku Dijual di Pasaran Palembang Munawar Munawar; H. Widjajanti H. Widjajanti; E. Patriono E. Patriono; Sarno Sarno; A. Wulandari A. Wulandari
Jurnal Penelitian Sains No 1 (1996)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3085.301 KB) | DOI: 10.56064/jps.v0i1.225

Abstract

Penelitian menunjukkan bahwa ikan-ikan konsumsi yang terdiri atas 13 jenis dari ketiga pasar tempat pengambilan sampel tidak mengandung Salmonella, tetapi ditemukan satu jenis ikan, yaitu ikan gabus yang diambil dari salah satu pasar tempat pengambilan sampel mengandung V. Cholerae. Sedangkan hasil perhitungan angka kuman dari semua jenis ikan menunjukkan masih di bawah batas maksimum yang ditentukan oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Antara angka kuman dengan keadaan morfologi ikan menunjukkan terdapat hubungan yaitu keadaan morfologi ikan semakin jelek, angka kuman semakin meningkat. 
Pengaruh Perlakuan Penambahan Asam Propionat, Asam Cuka dan Nira Selama Penyimpanan Kulit Bagian dalam Ubi Kayu Terhadap Jumlah Koloni Kapang Sofia Sandi
Jurnal Penelitian Sains No 15 (2004)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.056 KB) | DOI: 10.56064/jps.v0i15.282

Abstract

Kulit bagian dalai obi kayu merupakan limbah industri pertanian yang potensial untuk dijadikan sebagai salah satu bahan pakan, karena kaya akan karbohidrat yang digunakan sebagai sumber energi bagi ternak. Untuk menjaga ketersediaan bahan pakan ini secara terus menerus, proses penyimpanan tidak dapat dihindari. Kapang merupakan salah satu satu cara penyebab utama kerusakan pakan selama penyimpanan. Salah satu cara yang dapat digunakan supaya jumlah koloni kapang dapat ditekan pada kulit bagian dalam ubi kayu selama penyimpanan digunakan asam cuka, asam propinat dan nira.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan penambahan asam propionat, asam cuka dan nira selama penyimpanan kulit bagian dalam ubi kayu terhadap jumlah koloni kapang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap pola Faktorial 5x4 dengan 3 ulangan. Faktor pertama lama penyimpanan (0, 1, 2, 3 dan 4 minggu) dan faktor kedua bahan pengawet (kontrol, 0.3% asam propionat, 15% asam cuka dan 15% nira). Data diolah dengan analisis ragam menggunakan software SAS versi 6,12.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi suhu dan kelembaban relatif ruangan penyimpanan selama 25,6 sampai 30° C dan 70 sampai 93% perlakuan bahan pengawet asam cuka dan nira dapat menurunkan kadar air dan menekan pertumbuhan kapang. Perlakuan bahan pengawet asam propionat tidak efektif dalam penurunan kadar air dan menekan pertumbuhan kapang.