cover
Contact Name
Hadi
Contact Email
jpsmipaunsri@mipa.unsri.ac.id
Phone
+6282374210479
Journal Mail Official
jpsmipaunsri@mipa.unsri.ac.id
Editorial Address
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Jl. Palembang-Prabumulih Km. 32 Inderalaya Ogan Ilir
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Penelitian Sains
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 14107058     EISSN : 25977059     DOI : 10.26554
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian Sains (JPS) MIPA UNSRI merupakan wahana komunikasi ilmiah di bidang sains serta lintas ilmu yang terkait; diterbitkan sejak 1 Oktober 1996 oleh UP2M FMIPA Universitas Sriwijaya. Jurnal ini berisikan tulisan atau karangan ilmiah dalam berbagai bidang tersebut yang diangkat dari hasil penelitian, survei, atau telaah pustaka, yang belum pernah dipublikasikan dalam terbitan lain.
Arjuna Subject : -
Articles 743 Documents
Perbedaan Pola Polipeptida Antara Lini Kalus Padi Kultivar Sei Lilin yang Toleran dengan Non-Toleran Terhadap Cekaman Alumunium Juswardi Juswardi
Jurnal Penelitian Sains No 2 (1997)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.936 KB) | DOI: 10.56064/jps.v0i2.230

Abstract

Perbedaan inter-spesifik antara tanaman toleran non-toleran cekaman alumunium dapat dijadikan petunjuk untuk pemuliaan tanaman. Salah satu metode yang dapat dilakukan adalah seleksi lini kalus pada medium seleksi untuk mendapatkan toleransi. Kemudian pengujian dapat dilakukan pada kalus sebelum membentuk tanaman utuh, diantaranya mendetsi pola polipeptida pada lini kalus. Pada penelitian ini untuk mendapatkan lini kalus toleran cekaman Al dilakukan dengan penambahan 0,25-1,0 nM Al-etilendiaman tetraasetat (Al EDTA) ke dalam medium seleksi lini kalus secara bertahab. Sedangkan untuk lini kalus non-toleran Al subkultur dilakukan pada medium induksi kalus. Penentuan pola polipeptida dilakukan dengan elektroforesis gel poliakrilamida sodium dodesil sulfat (SDS-PAGE) 12%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola polipeptida lini kalus toleran Al secara umum lebih seragam bila dibandingkan dengan pola polipeptida lini kalus non-toleran (kontrol, K) perbedaan pola polipeptida lini kalus toleran Al dengan lini kalus non-toleran yang nyata terdeteksi pada berat molekul (BM) 46 kD, 50 kD dan 60 kD. Namun pola polipeptida 50 kD perubahannya hanya terdeteksi pada lini kalus non-toleran saja.
Analisis Timbal dengan Spektrofotometri Serapan Atom Non Nyala Pembangkit Hibrida Aldes Lesbani
Jurnal Penelitian Sains No 14 (2003)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5699.072 KB) | DOI: 10.56064/jps.v0i14.288

Abstract

Telah dilakukan analisis timbal dengan spektrofotometri serapan atom (SSA) pembangkit hibrida dalam medium asam klorida-hidrogen peroksida dengan menggunakan generator hibrida yang terbuat dari penggabungan dua corong pemisah. Faktor-faktor yang mempengaruhi otomisasi timbal ditentukan meliputi: (1) suhu pengatoman, (2) konsentrasi asam klorida-hidrogen peroksida, serta (3) konsentrasi natrium borohidrid-natrium hidroksida. Keberhasilan metode analisis ditentukan dari limit deteksi serta sensitivitas metoda yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi pengatoman terbaik untuk analisis timbal dicapai pada suhu pengatoman 700° C, konsentrasi asam klorida 5% (v/v)-0,3%(v/v) hidrogen peroksida, konsentrasi natrium borohidrid 3%(b/v)-0,3%(b/v) natrium hidroksida. Hasil perhitungan limit deteksi memberikan harga 2,365 ng/mL dan sensitivitas sebesar 6,128 ng/mL.
Pemanfaatan Rumput Fimbrisylis sp. dalam Proses Bioremediasi Tanah pada Berbagai Konsentrasi Limbah Minyak Bumi Sri Pertiwi E; Hary Widjajanti; Bambang Yudono; Hary Wahyudi
Jurnal Penelitian Sains Vol 14, No 1 (2011)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v14i1.129

Abstract

Penelitian pemanfaatan rumput Fimbristylis sp dalam proses bioremediasi bertujuan untuk mengamati pengaruh pemanfaatan Fimbristylis sp. terhadap jumlah populasi bakteri dan persentase penurunan TPH pada proses bioremediasi. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) berpola faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor 1: kosentrasi limbah minyak bumi yang terdiri dari 5 taraf: C0:0%, C1:5% , C2:10%, C3:15% dan C4: 20% Faktor 2 Penggunaan rumput Fimbrisylis sp yang terdiri dari 2 taraf : R0 : Tanpa menggunakan rumput Fimbristylis sp. dan R1: menggunakan rumput Fimbristylis sp., diperoleh 10 kombinasi perlakuan, masing-masing diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan Fimbristylis sp. meningkatkan jumlah populasi bakteri dan penurunan nilai Total Petroleum Hidrokarbon (TPH). Namun semakin banyak limbah minyak bumi yang ditambahkan maka pertumbuhan Fimbristylis sp. semakin rendah 
Biocontrol of Flesh Fly And Blow Fly; Attracting of Sarcophaga Carnaria & Lucilia Caesar by The Smell of Fread Salted and Dried Fish Hanifa Marisa
Jurnal Penelitian Sains Vol 11, No 2 (2008)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2923.197 KB) | DOI: 10.56064/jps.v11i2.419

Abstract

Penelitian berkenaan prospek biokontrol lalat bangkai dan lalat berdengung telah dilakukan di Indralaya pada Nopember 2007. Ikan asin dan ikan sale digunakan sebagai unpan untuk menarik lalat-lalat tersebut dengan cara menggorengnya di wajan menggunakan kompor. Jala serangga digunakan untuk mengkapi lalat-lalat yang datang. Perangkap botol plastik yang diisi ikan asin dan ikan sale tersebut juga ditempatkan di halaman untuk melihat apakah lalat datang untuk mendapatkan makanan atau juga untuk tempat bertelur. Penelitian membuktikan bahwa Sarcophaga camaria dan Lucilia caesar tertarik untuk umpan dau ikan yang digoreng dan terlihat bahwa lalat bangkai (S camaria) aktif di pagi hari dan lalat berdengung (L caesar) aktif di sore hari. Juga terbukti bahwa lalat mencari bau ikan untuk bertelur.
Keterkaitan Jumlah Daerah Termutasi pada Gen β-globin dengan Indeks Korpuskular Pembawa Sifat β-thalassemia Priyambodo, Priyambodo; Nur Handayani, Niken Satuti
Jurnal Penelitian Sains Vol 18, No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Thalassemia is a genetic dissorder caused by point mutation on the globin gene that decreasing the corpuscular index on thalassemian, included the carrier of thalassemia. Three to five percents of Indonesian is thalassemia carrier, β- thalassemia is the most common type. This research aimed to identify the relationship between the number of mutated region on β-globin gene and the decreasing of corpuscular index on β-thalassemia carrier. The data was collected during 2012 to 2014 in Yogyakarta. Hematological analysis was performed by corpuscular index included mean corpuscular volume (MCV), mean corpuscular haemoglobin (MCH), and mean corpuscular haemoglobin concentration (MCHC) in Prodia Laboratory. Molecular analysis was performed by the polymerase chain reaction-single stand conformation polymorphism (PCR-SSCP) method in Laboratory of Genetics and Laboratory of Falitma, Biology Faculty, University of Gadjah Mada. Of a total of 96 individual screeaned, there were 9 suspects β-thalassemia carrier with 1 β-globin gene mutated region showed the average of MCV 63,1 fl, MCH 19,76 pg and MCHC 32,34 g/dl. Seven suspects β-thalassemia carrier with 2 β-globin gene mutated regions showed the average of MCV 61,16 fl, MCH 19,74 pg, and MCHC 32,3 g/gl. One suspect β-thalassemia carrier with 3 β-globin gene mutated regions showed the average of MCV 64,2 fl, MCH 19,5 pg, and MCHC 30,4 g/dl. The number of β-globin gene mutated region was not the main factor of decreasing the corpuscular index on β-thalassemia carrier.
Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Malt dan Sumber Eksplan Yang Berbeda Terhadap Induksi Tunas Secara Langsung Pada Limau Kue’ (Citrus Sp) Sri Pertiwi Estuningsih; Anom Wulandari
Jurnal Penelitian Sains No 7 (2000)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6748.607 KB) | DOI: 10.56064/jps.v0i7.320

Abstract

Penelitian pengaruh konsentrasi ekstrak malt dan sumber eksplan yang berbeda terhadap induksi tunas secara langsung pada Limau Kue’ (Citrus sp) secara in vitro telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak malt dan sumber eksplan terhadap induksi tunas secara langsung. Dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai pengaruh konsentrasi ekstrak malt dan sumber eksplan terhadap induksi tunas serta sebagai langkah awal propagasi Limau Kue’. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan penambahan ekstrak malt dengan 6 taraf konsentrasi yaitu 0, 100, 150, 200, 250 dan 300 mg/L. Semua kombinasi media perlakuan digunakan untuk menanam eksplan (hipokotil, epikotil dan kotiledon) yang berasal dari biji Limau Kue’ yang dikecambahkan secara steril, masing-masing diulang 2 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kotiledon dan hipokotil, semua perlakuan yang dicobakan belum mampu menginduksi tumbuhnya tunas, tetapi hanya penginduksi tumbuhnya kalus. Tunas tumbuh hanya pada eksplan epikotil. Tunas paling cepat muncul pada perlakuan M3 (penambahan ekstrak malt 150 mg/L) yaitu 6,5 hari setelah penanaman dengan tinggi kalus yang mencapai paling panjang yaitu 28,9 mm.
Teknik Kultur Klon Spesies Dinoflagelata yang Menyebabkan Red Tide di Perairan Pantai Lido, Johor Bahru, Malaysia Rozirwan Rozirwan
Jurnal Penelitian Sains Vol 13, No 1 (2010)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.038 KB) | DOI: 10.56064/jps.v13i1.161

Abstract

Studi ini dilakukan untuk menentukan kultur spesies dinoflagelata yang menyebabkan red tide di perairan Pantai Lido, Johor Bahru pada Juli tahun 2002. Kultur klon dibuat dalam medium ES-DK pada suhu 26_C dan siklus 14:10 jam terang gelap. Sel-sel yang dikultur berbentuk bulat bujur dengan panjang 13-22 μm dan lebar 12-19 μm. Isolat yang dikultur dapat hidup pada salinitas 10-35 PSU, sekalipun pertumbuhan optimumnya adalah 20-25 PSU. Isolat menggunakan amonia dan nitrat sebagai sumber nitrogennya dengan kepadatan tertinggi dalam kultur adalah sekitar 5.264 sel mL−1
Analisis Konjoin pada 3(pangkat3) Stimuli Menggunakan Program SAS Oki Dwipurwani
Jurnal Penelitian Sains Vol 10, No 3 (2007)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6752.82 KB) | DOI: 10.56064/jps.v10i3.451

Abstract

Analisis Konjoin baru-baru ini sering diaplikasikan untuk menerangkan persepsi dan preferensi seseorang terhadap suatu produk/jasa yang memiliki beberapa faktor dan taraf faktor. Analisis konjoin juga mampu mengurangi jumlah stimuli dengan menggunakan metode desain faktorial sebagian atau proses orthoplan, namun proses ini cukup rumit.Kajian terhadap suatu ilustrasi mengenai persepsi dan preferensi seorang responden terhadap produk Notebook, memperlihatkan bahwa pernyataan %MktRuns, %MktEx, %MktEval dalam program komputer SAS 6.0 for windows dapat mempermudah perhitungan dalam pengurangan jumlah stimuli dan prosedur Transreg juga dapat menghasilkan koefisien model dasar konjoin atau utilitis serta kepentingan relatif setiap faktor. 
Studi Perbandingan Penentuan Posisi Geografis Berdasarkan Pengukuran dengan GPS (Global Positioning System), Peta Google Earth, dan Navigasi.Net Rianandra Rianandra; Arsali Arsali; Akhmad Aminuddin Bama
Jurnal Penelitian Sains Vol 17, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.798 KB) | DOI: 10.56064/jps.v17i2.54

Abstract

Global potisioning system (GPS) merupakan sistem satelit navigasi dan sistem penentuan posisi geografis dengan menggunakan satelit. Sistem ini menggunakan 24 satelit yang mengirimkan sinyal gelombang mikro ke Bumi. Sinyal ini diterima oleh alat penerima di permukaan dan digunakan untuk menentukan posisi, kecepatan, arah dan waktu. Konsep ini lah yang digunakan untuk menentukan posisi geografis pada daerah Bundaran Air Mancur Kota Palembang, dengan ditentukan titik titik pengukuran pada lokasi penelitian yang kemudian dibandingkan dengan beberapa sumber lainnya yaitu pada peta google earth dan pada navigasi. net. Pada pengukuran menggunakan GPS tingkat ketelitian data yang di dapat relatif lebih tepat dibanding menggunakan google earth dan navigasi.net.
Analisa Koreksi Topografi Dengan Menggunakan Model 3D Siti Sailah
Jurnal Penelitian Sains No 9 (2001)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.028 KB) | DOI: 10.56064/jps.v0i9.343

Abstract

Pengukuran gya berat dapat dipengaruhi oleh bentuk topografi. Kondisi topografi yang berelief seperti adanya gunung dan lembah harus dieliminasi/dikoreksi sebelum melakukan interpretasi. Koreksi topografi (koreksi terrain) secara manual membutuhkan waktu dan energi yang besar serta bersifat subyektif. Oleh karena itu dikembangkan metode pendekatan. Pendekatan tersebut dilakukan menggunakan model topografi secara 3D dan diimplementasikan dengan pengolahan berbentuk komputer. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa pendekatan tersenut cukup efektif.