cover
Contact Name
Abdul Haris Rasyidi
Contact Email
abdulharisrasyidi30@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
palapa.ejournal@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. lombok barat,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Palapa: Jurnal Study Keislaman dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 23382325     EISSN : 25409697     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
PALAPA: Jurnal studi Keislaman dan ilmu pendidikan diterbitkan oleh lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat (LP2M) STIT Palapa Nusantara Lombok Nusa Tenggara Barat melalui Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (Kopertais) Wilayah IV Surabaya. Jurnal ini terbit enam bulanan, yaitu bulan Mei dan November. Jurnal ini memuat kajian-kajian keislaman dan ilmu pendidikan yang meliputi Ilmu Pendidikan, Pendidikan Islam, Syari'ah, Pemikiran Islam, dan kajian Islam lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 397 Documents
Manajemen Diklat Berjenjang Tingkat Dasar untuk Meningkatkan Kompetensi Guru PAUD (Kegiatan Swadaya Bekerjasama dengan SKB dan Himpaudi Kecamatan Aikmel) Ittihad Ittihad
PALAPA Vol 4 No 2 (2016): NOVEMBER
Publisher : LP2M STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.145 KB) | DOI: 10.36088/palapa.v4i2.27

Abstract

Manajemen pendidikan dan pelatihan (Diklat) Berjenjang oleh Himpaudi Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur untuk Meningkatkan Kompetensi Guru PAUD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perencanaan Diklat Berjenjang, (2) pengorganisasian Diklat Berjenjang, (3) pelaksanaan kegiatan Diklat Berjenjang, dan (4) pengawasan dan evaluasi kegiatan Diklat Berjenjang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi kasus. Guna memperoleh keabsahan data, peneliti melakukan trianggulasi sumber dan triangulasi teknik. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu (1) banyak guru PAUD yang belum memahami metode untuk diterapkan pada anak usia dini; (2) setelah mengikuti Diklat Berjenjang, guru PAUD lebih memahami metode dan pembelajaran yang tepat untuk diterapkan pada anak usia dini; dan (3) kegiatan Diklat Berjenjang menambah wawasan dan pengetahuan guru PAUD.
Pembagian Harta Warisan dalam Tradisi Masyarakat Sasak : Studi pada Masyarakat Jago Lombok Tengah Syahdan syahdan
PALAPA Vol 4 No 2 (2016): NOVEMBER
Publisher : LP2M STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.016 KB) | DOI: 10.36088/palapa.v4i2.28

Abstract

Masyarakat Sasak mempunyai cara tersendiri dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan harta seseorang yang meninggal dunia dengan anggota keluarga yang ditinggalkannya. Walaupun mayoritas beragama Islam, pembagian harta warisan berdasarkan ilmu faraidh sama sekali tidak diterapkan. Yang digunakan adalah sistem mayorat laki-laki, yaitu anak laki-laki sulung (atau keturunan laki-laki) merupakan ahli waris tunggal. Anak laki-laki tertua yang sudah dewasa bisa secara perorangan, ia berkedudukan sebagai pemegang mandat orang tua yang mempunyai kewajiban mengurus anggota keluarga yang lain yang ditinggalkan termasuk harta warisan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu; (1) metode observasi, (2) metode wawancara, dan (3) metode dokumentasi. Penelitian ini sendiri menggunakan pendekatan normatif - sosiologis. Pendekatan normatif dimaksudkan untuk menelusuri alasan yang dipakai dalam pelaksanaan sistem kewarisan adat berdasarkan norma-norma hukum yang berlaku, sedangkan sosiologis untuk melihat realitas kehidupan masyarakat Desa Jago dalam melaksanakan sistem kewarisan tersebut. Hasil yang diperoleh adalah: Pertama, karena menganut sistem mayorat laki-laki, secara otomatis seluruh harta warisan jatuh kepada anak tertua laki-laki, hanya saja pada harta tertentu seperti tanah, tetap diadakan pembagian kepada ahli waris lainnya. Hal ini bertujuan untuk memberikan bekal bagi ahli waris tersebut. Kedua, Sistem dan praktek pembagian harta warisan tersebut tidak sesuai dengan farâ’id. Namun berdasarkan tasâluh hal ini dibolehkan karena sesuai dengan konsep pembentukan hukum Islam yaitu terwujudnya kemaslahatan ummat.
Prinsip Kerjasama dan Kesantunan pada Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Pendekatan Saintifik I Made Rai Arta
PALAPA Vol 4 No 2 (2016): NOVEMBER
Publisher : LP2M STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.627 KB) | DOI: 10.36088/palapa.v4i2.30

Abstract

Tulisan ini memuat kajian prinsip kerjasama dan kesantunan yang berorientasi pada pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas. Prinsip kerja sama itu, dibingkai dalam pendekatan saintifik yang dikemukakan oleh Geoffrey N. Leech, Brown and Levinson, dan Robin Lakoff. Kesimpulan dalam kajian ini menunjukkan siswa lebih aktif berinteraksi khususnya pada saat berdiskusi sehingga akan muncul aktivitas dengan prinsip kerjasama dan prinsip kesantunan. Selain itu, Dalam berinteraksi diperlukan komitmen untuk bekerjasama guna terciptanya efektivitas dalam mencapai tujuan pembelajaran.
Pengobatan ala Rasulullah SAW sebagai Pendekatan Antropologis dalam Dakwah Islamiah di Desa Rensing Kecamatan Sakra Barat Muhammad Ihsan
PALAPA Vol 4 No 2 (2016): NOVEMBER
Publisher : LP2M STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.909 KB) | DOI: 10.36088/palapa.v4i2.32

Abstract

Dakwah menurut pengertian terminologi dikemukakan oleh para ahli mengatakan bahwa dakwah adalah mendorong manusia agar berbuat kebajikan dan petunjuk, menyeru mereka berbuat yang ma’ruf dan mencegah mereka terhadap perbuatan munkar, agar mereka mendapat kebahagiaan di dunia dan akhirat. Sebagian mengatakan bahwa Dakwah Islamiah adalah mengajak umat manusia dengan hikmah dan kebijaksanaan untuk mengikuti petunjuk Allah dan Rasul- Nya. Tujuan dakwah itu bukan untuk mencari dan memperbanyak pengikut, tetapi untuk menyelamatkan dan menolong sesama manusia, untuk membebaskan dari berbagai masalah yang membelenggunya, yang menyebabkan penderitaan, yang merugikan kehidupan, yang menghambat kemajuan dan dapat merendahkan martabat manusia, satu keturunan yaitu keturunan Adam yang berarti bersaudara. Pengobatan ala Rasulullah SAW merupakan media dakwah yang menggunakan pendekatan dakwah ” bil hal”. Dakwah” bil hal” adalah kegiatan dakwah yang mengutamakan kemampuan kreativitas perilaku da’i secara luas atau yang dikenal dengan” action approach” atau perbuatan nyata.Misal pengobatan ala Rasulullah SAW bisa menyembuhkan penyakit stroke dengan metode bekam, atau mengobati orang yang terkena sihir melalui Ruqyah Syari’ah. Bentuk- bentuk pengobatan yang digunakan masyarakat Rensing adalah pengobatan Bubus, Aik Seruang, Jampi- jampi, Pertus, Asma’ Kontak, yang khusus dipangku oleh Dukun Sasak dengan metode membacakan doa khusus atau mantra- mantra yang diwarisi oleh nenek moyang Dukun Sasak tersebut, kecuali pengobatan Asma’ Kontak yang tidak boleh diwarisi atau dijazahkan turun temurun ke anak cucu pemangku sebagaimana yang dilakukan sebagai tradisi oleh dukun- dukun Sasak yang lainya. Dengan adanya tradisi tersebut membuat pengobatan ini sulit untuk punah walaupun zaman sudah modern dan ilmu kedokteran sudah mengalami kemajuan pesat. Bentuk pengobatan sasak ini masih tradisional dan simpel hanya menggunakan mantra dan do’a khusus yang dibacakan didalam air, daun sirih (yang dikombinasikan dengan pinang , kapur, kencur) kecuali pengobatan pertus dan asma’ kontak yang hanya fokus pada mantra/ doa tanpa menggunakan wadah sperti halnya pengobatan yang lain.Yang jelas pengobatan sasak tersebut mengandung unsur kepercayaan terhadap benda- benda mati atau hidup di alam nyata dan metafisik yang mempunyai kekuatan magic luar buasa. Kekuatan magic yang supra natural itu akan dirasakan oleh pasen jika keyakinan pasen itu kuat terhadap pengobatan tersebut.Pengobatan Sasak ini termasuk pengobatan syirik, jika Dukun Sasak meyakini hanya yang bisa menyembuhkan penyakit tersebut adalah mahluk gaib dan benda- benda mati lainya.Begitu juga dengan yang berobat apabila meyakini Dukun Sasak/ Dokter/ Obat adalah sebagai penyembuh penyakit, termasuk syirik karena menyalahi kaidah pengobatan sebagaimana yang dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam kitab Thibbun Nabawi. Meyakini Dokter/ Dukun Sasak/ obat itu boleh jika hanya sebatas perantara. Karena sesungguhnya yang mendatangkan penyakit dan menyembuhkan penyakit hanya Allah SWT semata. Menyikapi hal tersebut pengobatan ala Rasulullah SAW sebagai pendekatan antropologis dalam dakwah Islamiah memberikan peranan penting dalam membentuk keperibadian masyarakat Rensing. Dalam hal Ibadah, sosial dan keimanan kepada Allah SWT, memberikan solusi alternatif dan mudah dijangkau oleh masyarakat ketika menggunakan metode pengobatan tersebut. Di antara metode pengobatan ala Rasulullah SAW yang memberi pengaruh besar terhadap masyarakat Rensing adalah metode pengobatan bekam yang dikombinasikan dengan Ruqyah yang bersumber dari ayat- ayat Al Qur’an. Karena pengobatan ini bisa memberikan kesembuhan dari segala macam penyakit, baik penyakit jasmani dan rohani. Berdasarkan hasil penelitian dan fakta yang di temukan di lapangan.
Teologi Tahajjud Pemikiran Prof. Dr. Moh. Sholeh Melawan Mitos Sangkal di Kalangan Masyarakat Kabupaten Sumenep Madura Zaitur Rahem
PALAPA Vol 5 No 1 (2017): MEI
Publisher : LP2M STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.058 KB) | DOI: 10.36088/palapa.v5i1.33

Abstract

The community formed by the trappings of culture. The birth of a sense of cultural initiative, creativity, and initiative of human social life. Each community in various regions has its own culture. All of theIT formed over social accumulation, Bohemian flavor, and the results kesepakata together. Depth on creating, meruwat, and caring culture in Indonesian society is very strong. On the island of Madura, a sense of belonging to that culture is still strong. Including culture believing in things that are myths. This study will reveal the myths deny reality in the Madurese community. With qualitatively method, researchers will collect data from a number of sources. Data collection will be done with the snowball sampling technique. All information obtained from informants become authoritative data in terms of writing this review. of the research, found that refute the myth has no empirical basis. Deny only be born of anxiety Madurese community. Solutions address the threat to deny the myth is Denen taqarruban ilallah through prayer tahajud media. Salah tahajud alternative enjadi soothe the soul and maintain the stability of functioning organs become more finally.
Internalisasi Nilai-nilai Keislaman pada Anak-anak Para Muallaf Hermawansyah Hermawansyah; Suryani Suryani
PALAPA Vol 5 No 1 (2017): MEI
Publisher : LP2M STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.455 KB) | DOI: 10.36088/palapa.v5i1.34

Abstract

This research purpose to describe internalization of Islamic values to muallaf children The Research focus are internalization process, strategy, enabling and inhibiting factors internalization of Islamic values. The main problem is increasing religious conference in tolonggeru village, then more children are mualaf. But with the lack of understanding of Islam background their parents, so that the difficulties for parents provide an understanding of Islam for theirs. Presence The pondok pesantren Umar Bin Abdul Aziz, assist in the internalization of Islamic values to mualaf children. This research uses qualitative descriptive method. The research subject is headmaster of Islamic boarding school, teacher, people and religious figure. data collection techniques using methods of observation, interviews and documentation. data analysis using the phenomenology of interpretive approach, triangulation, and deductive. The results of this research include the first; introduction of tauhid, comprehension syaria’ah ahlaq, aqidah, and realizing value of ilahiah and insaniyah. The second; exemplary strategy, exercise and conditioning, and advisors. Generally, researcher concludes thatinternalization the values of Islamic by pondok pesantren Umar bin Abdul Azis, to give a positive value for mualaf and positive value for majority people, with socialization style of Islamic values do without claim of the people and always fostering harmony.
The Effectiveness of Eclectic Method in Teaching Writing English of Recount Text for the Eight Grade Students of SMPN 1 Keruak Lalu Suparman
PALAPA Vol 5 No 1 (2017): MEI
Publisher : LP2M STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.039 KB) | DOI: 10.36088/palapa.v5i1.35

Abstract

The aim of the study was to examine the effectiveness of eclectic method to improve students’ writing skill at the eighth grade students of SMP Negeri 1 Keruak, focusing on (1) Is eclectic method effective in writing skill at the eighth grade students of SMP Negeri 1 Keruak in the academic year 2016-2017? and (2) How is the effectiveness of the eclectic method to improve students’ writing skill at the eighth grade students of SMP Negeri 1 Keruak in the academic year 2016-2017?. The design of this research was a pre-experimental pre-test and post-test research. It means this research only applied the eclectic method to the experimental group that consisted of 36 students. The sample of the study was taken by using cluster random sampling technique. In gaining pre-test and post-test data, the students required to do the individual task in writing the monolog text of recount based on the material that was learnt before. Then the pretest and post-test data was analyzed by using descriptive statistics and Paired Sample t-test to test the hypothesis. Having collected and calculated the data by using descriptive statistics, it was found out that descriptive statistic results showed that the mean score of the pre-test was 7.21 while the mean of the post-test was 9.25. The result of hypothesis testing by using Paired-Sample t-test was t(27) = 11.68 at p = .000. It was lower than .05 so it means that the null hypothesis (Ho) was rejected and the alternative hypothesis (Ha) was accepted. In other word that the use of eclectic method was significantly effective in writing skill to the eighth grade students of SMP Negeri 1 Keruak in the academic year 2016-2017.
Tingkat Kepuasan Konsumen terhadap Kualitas Layanan pada Waserda Yaponpes Dayama Desa Jerowaru Kabupaten Lombok Timur Muhammad Nashruddin
PALAPA Vol 5 No 1 (2017): MEI
Publisher : LP2M STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.416 KB) | DOI: 10.36088/palapa.v5i1.36

Abstract

The study aims to determine the level of customersatisfaction with service quality Waserda Ponpes Dayama Jerowaru Village. The method used in this research is the method of Important Performance Analisys (IPA) with the presentation of data descriptively. The number of samples taken as many as 30 respondents taken by random sampling. Based on the calculation results obtained 936 customer satisfaction score score that means consumers feel quite satisfied. Based on the analysis using Performance Analisys (IPA) method, it is known that some important attributes that have been stated have contributed to give satisfaction to the consumer that is attribute number 1 (wide parking area) and number 10 (strategic location)
Konsep Kepala Madrasah dalam Mengembangkan Budaya Mutu Akademik Religius Muhammad Husni; Muhammad Hasyim
PALAPA Vol 5 No 1 (2017): MEI
Publisher : LP2M STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.733 KB) | DOI: 10.36088/palapa.v5i1.37

Abstract

This view of the quality of education is now very diverse. Society perceives quality education is a luxury building school have, and school beautiful garden. This research method using descriptive qualitative research. The goal is to analyze and find the concept of academic quality religious culture developed by Principals. The results of the research that the concept of quality culture developed through the habit of behaving in everyday life. The findings of the research that developed the concept of quality culture is a collective agreement that puts the Islamic culture.
Akulturasi Islam dengan Tradisi Perkawinan Masyarakat Bangsawan Sasak (Studi di Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah) M. Najamudin Aminullah
PALAPA Vol 5 No 1 (2017): MEI
Publisher : LP2M STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.178 KB) | DOI: 10.36088/palapa.v5i1.38

Abstract

This study aims to study and describe the elements of Islam that is constructed in the implementation Sasak tradition, the tradition of aristocratic society wedding Kopang Sasak Lombok. Tradition, seen from the perspective of religious anthropology is part of human culture. By using anthropological approach, this study intends to reveal: how the process of marriage in society Sasak ?, How acculturation between Islam and the traditions of the community marital Duke Sasak, a character who acts and patterns of acculturation? The results of research show that the tradition of aristocratic society Sasak have room for Knowledge and value systems and behaviors that are reflected in the behavior of the deacon. His form is displayed through their own behavior, whether in the form of speech, reading, Busty-awenk (rules exist), symbols, especially on wedding traditions. The implementation of Sasak Kopang wedding tradition covers three parts. First: pre wedding or introductory period. Both marriage and marriage in the form of madrid, patience, and ngawinang. And third, in the form of wound post-wedding shoots (pisuke / gantiran), push the hand-over, ngongkolang and aji manners (value prices by social statafikasi). Sasak tradition is the formulation of local resources (local knowledge) in which there are indigenous traditions and elements of Islamic teachings that sifistikhumanistic. The elements constructed in the Sasak tradition are found in the customary values and behavior system of the tradition of marriage. And his family later to bring them into the family life of a harmonious, balanced (KAFA 'ah) and happy (saki nah, mawaddah, and mercy)