cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
CHEMISTRY PROGRESS
ISSN : 19795920     EISSN : 27158365     DOI : -
Core Subject : Science,
Majalah Ilmiah Chemistry Progress merupakan media untuk menyebarkan informasi ilmiah dan sarana komunikasi bagi para ilmuan dan cendekiawan melalui tulisan-tulisan ilmiah. Majalah Ilmiah Chemistry Progress terbit dua nomor dalam satu tahun (Mei dan November) berisi kajian penelitian dalam lingkup ilmu kimia (organik, anorganik, analitik, biokimia, fisika, bahan alam, lingkungan, pangan, kelautan, pertambangan, farmasi dan komputasi). Jumlah halaman pervolume adalah 55-65 halaman.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 15 No. 2 (2022)" : 8 Documents clear
ANALISIS FITOKIMIA DAN UJI ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAN FRAKSI PELARUT DARI SEDIAAN KRIM DAUN LEILEM (Clerodendrum minahassae) Elly J. Suoth; Olvi Datu; Meilani Jayanti; Frenly Wehantouw
CHEMISTRY PROGRESS Vol. 15 No. 2 (2022)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.15.2.2022.44485

Abstract

Daun leilem merupakan salah satu tanaman endemik Sulawesi Utara yang biasa digunakan masyarakat setempat sebagai sayuran. Berdasarkan pencarian yang dilakukan secara digital, penelitian mengenai daun leilem masih sangat sedikit. Pada penelitian ini penulis tertarik dalam menganalisis secara kualitatif untuk mengetahui kandungan fitokimia dari daun leilem dalam bentuk ekstrak kasar dan fraksi polar, semi polar dan non polar kemudian diformulasikan dalam sediaan krim untuk mengetahui aktivitasnya sebagai antioksidan dengan analisis kuantitatif menggunakan metode DPPH. Hasil uji kualitatif menunjukkan bahwa pada daun leilem terkandung metabolit sekunder seperti flavonoid, steroid dan alkaloid. Hasil yang diperoleh ekstrak dan fraksi daun leilem memiliki aktivitas antioksidan dengan IC50 yang berbeda-beda dimana ekstrak kasar memiliki IC50 yang paling baik yaitu pada konsentrasi 179,5 ppm dan setelah di formulasikan dalam sediaan krim ekstrak dan fraksi daun leilem masih tetap memiliki aktivitas sebagai antioksidan dengan fraksi etil asetat memiliki persen inhibisi yang terbaik yaitu 75,05%.
ANALISIS KANDUNGAN MERKURI (Hg) PADA BEBERAPA JENIS IKAN HASIL TANGKAPAN NELAYAN DI DESA KAKI AIR TELUK KAYELI PULAU BURU Abraham Mariwy; Frans Lerebulan; Julita B. Manuhutu; Nazudin
CHEMISTRY PROGRESS Vol. 15 No. 2 (2022)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.15.2.2022.44488

Abstract

Telah dilakukan analisis kandungan logam berat Merkuri (Hg) pada ikan Layur (Trichiurus lepturus), ikan Kerong-kerong (Terapon jarbua) dan ikan Kuwe (Trachinotus carolinus) di desa Kaki Air teluk Kayeli pulau Buru dengan menggunakan Mercury Analyzer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kurva kalibrasi di mana dari kurva kalibrasi tersebut didapatkan persamaan garis yang menyatakan hubungan antara konsentrasi dan absorbansi. Penelitian ini penting dilakukan karena teluk Kayeli adalah temapt bermuaranya beberapa sungai yang selama ini menjadi pusat amalgamasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan merkuri (Hg) pada ikan layur, ikan kerong-kerong dan ikan kuwe masing-masing adalah 0.05139 mg/kg, 0,02209 mg/kg dan 0,04607 mg/kg. Kadar ini masih berada di bawah ambang batas apabila dibandingkan dengan standar baku mutu yang ditetapkan yakni 0,5 mg/kg (SNI, 2009); 0,5 mg/kg (BPOM RI. 2018); 0.5 mg/kg (European Communities, 2006); 0,5 mg/kg (Codex, 1995); 0,5 mg/kg.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL BIJI DAN DAGING BUAH PALA (Myristica fragrans) DENGAN METODE DPPH Surya Sumantri Abdullah; Irma Antasionasti; Gerald Rundengan; Rezky Putri Indarwati Abdullah
CHEMISTRY PROGRESS Vol. 15 No. 2 (2022)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.15.2.2022.44489

Abstract

Pala (Myristica fragrans) tergolong rempah-rempah sebagai sumber antioksidan yang dapat mencegah radikal bebas yang dapat merusak sel tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas antioksidan dari bagian biji dan daging buah pala (Myristica fragrans) yang di peroleh dari desa Ratatotok, Sulawesi Utara. Penelitian ini di lakukan dengan metode maserasi dengan etanol dilanjutkan pengujian menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazi) pada konsentrasi 2, 4, 6, 8, 10 mg/L untuk menganalisa aktivitas antioksidan dengan spektrofotometer UV-Vis. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan kadar antioksidan pada bagian biji dan daging buah pala aktivitas antioksidannya meningkat dan semakin tinggi konsentrasi senyawa maka semakin tinggi pula kadar antioksidan yang dihasilkan. Pada penelitian ini Nilai IC50 ekstrak etanol biji pala adalah 0,48128 µg/ml dan daging buah pala berturut-turut adalah: 0,48128 µg/ml dan 1,016082 µg/ml. Nilai IC50 yang lebih kecil mengindikasikan aktivitas antioksidan yang kuat dalam sampel ekstrak etanol biji lebih kuat dibandingkan ekstrak etanol dari daging buah pala.
KARAKTERISASI KARBON AKTIF YANG TERBUAT DARI TEMPURUNG KELAPA DENGAN AKTIVASI Na2CO3 DAN SUHU 1000 oC MENGGUNAKAN TEKNIK XRD DAN SEM-EDX Andi Ikhtiar Bakti; Yuanita Amalia Harianto; Mahendra Kusuma Nugraha
CHEMISTRY PROGRESS Vol. 15 No. 2 (2022)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.15.2.2022.44495

Abstract

Karbon aktif dihasilkan dari tempurung kelapa melalui aktivasi fisika dan kimia. Metode pirolisis digunakan untuk aktivasi fisika pada suhu optimal 600 oC dan 1000 oC, untuk aktivasi kimia direndam menggunakan zat pengaktif Na2CO3 10%. Dihasilkan dua sampel, aktivasi fisika yaitu 1000oC dan aktivasi fisika-kimia yaitu Na2CO3. Spektrum XRD dari karbon aktif pada sampel 1000 oC dan Na2CO3 masing-masing terkandung mineral silikat, bijih besi dan kuarsa, dan menunjukkan adanya pembentukan struktur karbon dan grafit pada bidang hkl (002) dan (100), dengan metode Scherrer ukuran rata-rata kristal sampel Na2CO3 15,0285 nm dan ukuran rata-rata kristal sampel 1000 oC 54,5299 nm, ukuran kristal nano terbentuk jika suhu meningkat ≥600 oC. Hasil SEM dengan perbesaran 3000 kali, ukuran gambar 5 µm terlihat sangat jelas porositas yang terbentuk adalah 0,8 µm pada sampel Na2CO3 dan 1,00 µm pada sampel 1000 oC. Hasil spekturm EDX menunjukkan kandungan unsur karbon (C) pada sampel Na2CO3 terdapat 96,74% sedangkan untuk sampel 1000 oC terdapat 54,16%.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FENOLIK BEBAS DAN TERIKAT DARI DARI TEPUNG CANGKANG PALA (Myristica fragrans Houtt) Imelda Suling Allo; Edi Suryanto; Harry S.J. Koleangan
CHEMISTRY PROGRESS Vol. 15 No. 2 (2022)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.15.2.2022.44496

Abstract

Tanaman pala merupakan salah satu produk pertanian yang banyak dihasilkan di berbagai daerah, seperti provinsi Sulawesi Utara. Tanaman pala (Myristica fragrans Houtt) merupakan salah satu tanaman tropis, yang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan fenolik bebas terikat, flavonoid, tanin, aktivitas antioksidan dan nitrit dari tepung cangkang pala yang diekstraksi menggunakan gelombang ultrasonik dengan etanol (ET), aquades (AQ) dan tanpa perlakuan (TP). Penelitian ini terdiri dari beberapa tahan yaitu, preparasi, ekstraksi tepung cangkang biji pala, ekstraksi fenolik bebas dan fenolik terikat. Setelah itu, dilanjutkan dengan penentuan kandungan total fenolik, flavonoid dan tanin, aktivitas antioksidan ditentukan dengan metode DPPH, FRAP, ABTS, dan penangkal nitrit oksida. Analisis data menggunakan software SPSS. Hasil pengujian kandungan total fenolik, flavonoid dan tanin, menunjukkan ekstrak fenolik bebas lebih tinggi jika dibandingkan dengan ekstrak fenolik terikat. Hasil pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH, FRAP dan ABTS menunjukkan ekstrak fenolik bebas dan ekstrak fenolik terikat tertinggi terdapat pada AQ dibandingkan TP dan ET. Hasil pengujian kapasitas penangkal nitrit menunjukkan ekstrak fenolik bebas dan ekstrak fenolik terikat tertinggi terdapat pada TP dibandingkan ET dan AQ.
ANALISIS GC-MS DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN ASAP CAIR DARI LIMBAH CANGKANG BIJI PALA Gilbert Marcellus Tjakra; Edi Suryanto; Henry Fonda Aritonang
CHEMISTRY PROGRESS Vol. 15 No. 2 (2022)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.15.2.2022.44528

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antioksidan dan analisis GC-MS asap cair dari limbah cangkang pala. Penelitian terdiri dari beberapa tahap yaitu pembuatan asap cair, identifikasi komponen (GC-MS), uji aktivitas penangkal radikal bebas (DPPH & ABTS). Hasil analisis GC-MS menunjukkan 27 senyawa kimia dengan kemiripan ≥90% teridentifikasi dalam asap cair limbah cangkang pala (ACCP). Beberapa di antaranya ialah senyawa fenol. Hasil analisis penangkal radikal bebas DPPH dan ABTS pada ACCP menunjukkan aktivitas antioksidan.
KARAKTERISASI SERAT PANGAN DAN AKTIVITAS PENYERAPAN ION NITRIT DARI CANGKANG BIJI PALA Silvana Yoce Tuwohingide; Edi Suryanto; Harry S.J. Koleangan; Audy D. Wuntu
CHEMISTRY PROGRESS Vol. 15 No. 2 (2022)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.15.2.2022.44529

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan kandungan serat pangan dari serbuk cangkang pala serta aktivitas penyerapannya terhadap ion nitrit. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahap yaitu karakterisasi fisik tepung cangkang pala, penentuan kandungan serat pangan dan penentuan kapasitas penyerapan ion nitrit. Hasil karakteristik secara fisik dengan particle size analayzer menunjukkan rata-rata ukuran partikel serbuk cangkang pala yang tanpa perlakuan (TPCP) lebih tinggi (43,67 µm) kemudiaan diikuti dengan serbuk cangkang pala yang dihomogeninsasi dengan pelarut aquades (ACP) (41,07 µm) dan serbuk cangkang pala yang dihomogeninsasi dengan pelarut etano l (ECP) (37,21 µm). Hasil karakterisasi secara fisik serbuk cangkang pala yang dihomogenisasi dengan aquades (ACP), yang dihomogenisasi dengan etanol (ECP) dan cangkang pala tanpa perlakuan (TPCP) dengan Fourier Transform Infra Red (FTIR) menunjukkan adanya serapan pada bilangan gelombang 3425,58 cm-1 yang mengindikasikan gugus hidroksil dari selulosa, bilangan gelombang 2900,94 cm-1 menunjukkan vibrasi C H dari senyawa polisakarida, bilangan gelombang 1265,3 cm-1 yang mengindikasikan adanya vibrasi kerangka aromatik yang berasal dari lignin serta serapan pada 1049,28 cm-1 yang berkaitan dengan C O C dari ikatan glikosidik. Hasil penentuan kapasitas penangkal nitrit menunjukan bahwa penyerapan tertinggi terdapat pelarut aquades kemudian diikuti oleh pelarut etanol dan yang terendah terdapat pada sampel tanpa perlakuan.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PENGHAMBATAN ENZIM α-AMILASE DARI ALGA (Eucheuma spinosum)
CHEMISTRY PROGRESS Vol. 15 No. 2 (2022)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.15.2.2022.46236

Abstract

Di Indonesia alga merupakan spesies yang sudah dibudidayakan dan digunakan sebagai bahan pangan sumber karagenan dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan penghambatan aktivitas enzim α-amilase dari alga yang diekstraksi dengan metode sokletasi menggunakan pelarut petrolium eter, etil asetat, etanol dan metanol. Ekstrak alga diuji kandungan total fenolik, aktivitas penyerapan glukosa secara in-vitro dan aktivitas penghambatan enzim α-amilase. Hasil analisis kandungan fenolik adalah ekstrak etil asetat (EEA) sebesar 29,75 μg/mL, sedangkan yang terendah adalah ekstrak etanol (EE) sebesar 28,44 μg/mL. Tingginya kandungan fenolik pada ekstrak etil asetat menunjukkan bahwa bahwa senyawa fenol merupakan senyawa yang bersifat semi polar-polar. Hasil penyerapa glukosa secara in vitro pada konsentrasi 50 dan 100 mM EPE memiliki kemampuan yang paling rendah disetiap konsentrasi jika dibandingkan dengan EEA, EE dan EM. Hasil pengujian dari aktivitas penghambatan enzim α-amilase berturut-turut EPE sebesar 97,11%, EEA sebesar 89,63%, EE sebesar 89,11% dan EM sebesar 95,85%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak alga (Eucheuma spinosum) memiliki kemampuan untuk menyerap glukosa dan menghambat aktivitas enzim α-amilase.

Page 1 of 1 | Total Record : 8