cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
CHEMISTRY PROGRESS
ISSN : 19795920     EISSN : 27158365     DOI : -
Core Subject : Science,
Majalah Ilmiah Chemistry Progress merupakan media untuk menyebarkan informasi ilmiah dan sarana komunikasi bagi para ilmuan dan cendekiawan melalui tulisan-tulisan ilmiah. Majalah Ilmiah Chemistry Progress terbit dua nomor dalam satu tahun (Mei dan November) berisi kajian penelitian dalam lingkup ilmu kimia (organik, anorganik, analitik, biokimia, fisika, bahan alam, lingkungan, pangan, kelautan, pertambangan, farmasi dan komputasi). Jumlah halaman pervolume adalah 55-65 halaman.
Arjuna Subject : -
Articles 284 Documents
Modifikasi Pati Umbi Daluga (Cytosperma merkusii) dengan Ekstrak Polifenol Biji Alpukat (Persea americana Mill.) serta Evaluasi Penghambatan Perncernaan Pati Rumbewas, Patricia; Suryanto, Edi; Momuat, Lidya
CHEMISTRY PROGRESS Vol. 19 No. 1 (2026)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.19.1.2026.68061

Abstract

ABSTRAK Transformasi pola hidup masyarakat modern yang cenderung mengonsumsi makanan rendah serat serta makronutrien namun tinggi kandungan gula dan lemak jenuh meningkatkan pravelansi penyakit kronis non infeksi seperti diabetes melitus, hipertensi, jantung, kanker, dsb. Sehingga, restrukturisasi diet menjadi solusi jangka panjang namun dapat terhambat akibat konsumsi makanan pokok yang berindeks glikemik tinggi seperti nasi, singkong, dan sumber karbohidrat lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk memodifikasi pati umbi daluga dengan ekstrak polifenol biji alpukat, mengetahui karakteristik pati termodifikasi melalui FT-IR, XRD, dan SEM serta menentukan kemampuan antioksidan dan daya cerna dari pati termodifikasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pati termodifikasi dengan ekstrak hidrotermal 3 jam (H3) memiliki hasil terbaik dengan kandungan total fenolik di angka 21.2 μg/mL dan tanin terkondensai 102 μg/mL serta nilai-nilai DPPH dan FRAP berturut-turut adalah 64% dan 23 μmol/mL. Hasil FTIR sebelum modifikasi dan sesudah modifikasi menunjukkan spektrum gugus fungsi khas aromatik (C=C) pada H3 yang mengindikasikan adanya gugus khas fenolik setelah dimodifikasi melalui proses gelatinisasi dan retrogradasi. Hasil karakterisasi XRD menunjukkan bahwa sampel mengalami penurunan nilai FWHM dan pergeseran posisi puncak di sekitar 2θ 20o sesudah modfikasi. Selanjutnya, citra SEM memperlihatkan perubahan bentuk pati dari granula bulat dan halus menjadi granula yang memiliki bentuk tak teratur dengan permukaan yang agak halus, sedangkan analisis daya cerna menghasilkan angka 90%. Dari hasil penelitian ini, pati termodifikasi berpotensi dikembangkan sebagai bahan pangan fungsional lokal yang tahan cerna. ABSTRACT The lifestyle transformation of modern society, characterized by a tendency to consume diets low in dietary fiber and micronutrients but high in sugar and saturated fats, has increased the prevalence of non-communicable chronic diseases such as diabetes mellitus, hypertension, cardiovascular disease, and cancer. Consequently, dietary restructuring serves as a long-term solution, yet it can be hindered by the consumption of high-glycemic-index staple foods like rice, cassava, and other carbohydrate sources. This study aims to modify daluga tuber starch using avocado seed polyphenol extract, investigate the characteristics of the modified starch via FT-IR, XRD, and SEM, and determine its antioxidant capacity and digestibility. The results demonstrated that the starch modified with a 3-hour hydrothermal extract (H3) yielded the best performance, with a total phenolic content of 21.2 μg/mL, condensed tannins at 102 μg/mL, and DPPH and FRAP values of 64% and 23 μg/mL, respectively. The FTIR results before and after modification revealed a characteristic aromatic functional group spectrum (C=C) in H3, indicating the presence of specific phenolic groups following the gelatinization and retrogradation processes. XRD characterization showed that the samples experienced a decrease in the FWHM value and a peak shift around 2θ = 20° after modification. Furthermore, SEM imagery exhibited a morphological alteration in the starch from smooth, spherical granules into irregularly shaped granules with relatively smooth surfaces, while the digestibility analysis yielded a value of 90%. Based on these findings, the modified starch has the potential to be developed as a local, digestion-resistant functional food ingredient.
Modifikasi Pati Sagu Baruk (Arenga microcarpha Beccari.) dengan Ekstrak Hidrotermal Tongkol Jagung (Zea Mays L.) dan Aktivitas Antioksidannya Somalinggi, Venesa; Suryanto, Edy; Wuntu, Audy Denny
CHEMISTRY PROGRESS Vol. 19 No. 1 (2026)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.19.1.2026.68064

Abstract

ABSTRAK Antioksidan berperan penting dalam mencegah penyakit degenerative dengan menghambat radikal bebas. Tongkol jagung memiliki kandungan fenolik yang berpotensi sebagai antioksidan namun pemanfaata  nnya masih terbatas sebagai limbah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi modifikasi pati sagu baruk menggunakan ekstrak hidrotermal tongkol jagung dan aktivitas antioksidannya. Perubahan morfologi, struktur molekul, dan kristalinitas dianalisis menggunakan metode SEM, FTIR, dan XRD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pati native (PN) memiliki struktur semi-kristalin Tipe A dengan morfologi granula bulat halus. Setelah modifikasi (H-8), terjadi transformasi menjadi fase amorf sepenuhnya yang dikonfirmasi oleh nilai FWHM tertinggi (5,88) dan munculnya puncak vibrasi khas fenolik pada FTIR (1573 cm-1 dan 1435 cm-1). Analisis SEM menunjukkan kerusakan granula yang masif dan pembentukan matriks amorf akibat perlakuan panas 80°C. Uji DPPH menunjukkan peningkatan aktivitas antioksidan yang signifikan pada pati termodifikasi dibandingkan kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa inkorporasi ekstrak hidrotermal tongkol jagung berpotensi meningkatkan nilai fungsional pati sagu baruk sebagai agen antioksidan. ABSTRACT Antioxidants play an important role in preventing degenerative diseases by inhibiting free radicals. Corncobs contain phenolics that have potential as antioxidants, but their utilization is still limited as waste. This study aims to trigger the modification of sago starch using corncob hydrothermal extract and its antioxidant activity. Changes in morphology, molecular structure, and crystallinity were analyzed using SEM, FTIR, and XRD methods. The results showed that Native Starch (PN) has a Type A semi-crystalline structure with a smooth, round granule morphology. After modification (D-8), a transformation occurs into a fully amorphous phase, confirmed by the highest FWHM value (5.88) and the appearance of typical phenolic vibration peaks in FTIR (1573 cm-1 and 1435 cm-1). SEM analysis showed massive granule damage and the formation of an amorphous matrix due to heat treatment at 80°C. The DPPH test showed a significant increase in antioxidant activity in modified patients compared to controls. This indicates that the incorporation of corncob hydrothermal extract has the potential to increase the functional value of sago starch as an antioxidant agent.
Investigasi DFT terhadap Stabilitas dan Perilaku Ionisasi Senyawa Kompleks [Ag(NH3)n] (n = 1–4): DFT Investigation of the Stability and Ionization Properties of Ag(NH3)n Complexes (n = 1–4) Bonaventura, Ridho; Maarebia, Rosalinda Z.; Wijaya, Dwi Putra; Munandar, Nurharis; Hutagalung, Fajar Y. S. T.
CHEMISTRY PROGRESS Vol. 19 No. 1 (2026)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.19.1.2026.68092

Abstract

ABSTRAK Pemahaman mengenai hubungan antara kestabilan dan proses ionisasi pada senyawa kompleks logam penting dalam pengembangan material fungsional dan sistem berbasis logam transisi. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh jumlah ligan NH3 terhadap kestabilan, sifat elektronik, dan karakteristik ionisasi kompleks [Ag(NH3)n] (n = 1–4) menggunakan metode Density Functional Theory (DFT). Optimasi geometri dilakukan untuk memperoleh struktur paling stabil, sedangkan analisis kestabilan dilakukan melalui energi pembentukan, energi stabilisasi, dan celah energi HOMO–LUMO. Karakteristik ionisasi dievaluasi menggunakan pendekatan AIP dan VIP dari hasil perhitungan optimasi dan frekuensi. Penelitian ini dilakukan secara komputasi dan perhitungan dilakukan dengan menggunakan basis set 6-3111++ G (d,p) untuk senyawa NH3, dan LANL2DZ ECP – B3LYP untuk unsur Ag & ion Ag+, dan untuk senyawa kompleks [Ag(NH3)n]+ (n=1-4) pada proses optimasi geometri. Sedangkan pada perhitungan opt+freq (optimasi dan frekuensi) untuk senyawa-senyawa kompleks [Ag(NH3)n] (n=1-4) dan [Ag(NH3)n]+ (n=1-4) digunakan basis set yang berbeda, yaitu SDD-ECP dengan fitting set DEF2SV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ligan NH3 meningkatkan kestabilan termodinamika kompleks, dengan [Ag(NH3)4] sebagai spesies paling stabil. Analisis HOMO–LUMO menunjukkan bahwa [Ag(NH3)2] memiliki kestabilan kinetik tertinggi. Nilai AIP dan VIP menurun secara bertahap seiring bertambahnya jumlah ligan, yang mengindikasikan peningkatan densitas elektron pada pusat logam Ag dan kemudahan pelepasan elektron. Hasil ini juga memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran ligan dalam mengatur kestabilan dan sifat elektronik kompleks perak–amonia, serta menjadi landasan teoritis bagi pengembangan material berbasis perak yang lebih efektif. ABSTRACT Understanding the relationship between stability and ionization processes in metal complexes is important for the development of functional materials and transition metal–based systems. This study aimed to investigate the effect of the number of NH3 ligands on the stability, electronic properties, and ionization characteristics of [Ag(NH3)n] complexes (n = 1–4) using Density Functional Theory (DFT). Geometry optimization was performed to obtain the most stable structures, while stability was evaluated through formation energy, stabilization energy, and HOMO–LUMO energy gap analyses. Ionization characteristics were assessed using Adiabatic Ionization Potential (AIP) and Vertical Ionization Potential (VIP) calculations based on optimized geometries and frequency analyses. Computational calculations were carried out using the 6-311++G(d,p) basis set for NH3 and the LANL2DZ effective core potential (ECP) combined with the B3LYP functional for Ag and Ag+ species during geometry optimization of the [Ag(NH3)n]+ complexes (n = 1–4). For geometry optimization and frequency calculations of neutral and ionized complexes, the SDD-ECP basis set with the DEF2SV fitting set was employed. The results showed that increasing the number of NH₃ ligands enhanced the thermodynamic stability of the complexes, with [Ag(NH3)4] exhibiting the highest stability. HOMO–LUMO analysis indicated that [Ag(NH3)2] possessed the greatest kinetic stability. Both AIP and VIP values decreased progressively with increasing ligand coordination, indicating higher electron density around the Ag center and a greater tendency for electron removal. These findings provide deeper insight into the role of ligands in governing the stability and electronic properties of silver–ammonia complexes and offer a theoretical basis for the development of more effective silver-based materials.
Uji Antioksidan dan Sifat Toksisitas dari Ekstrak dan Fraksi Daun Nilam (Pogostemon cablin Benth) Limbah Hasil Penyulingan Freidah, Raihan; Julius Koleangan, Harry Steven; Katja, Dewa Gede
CHEMISTRY PROGRESS Vol. 19 No. 1 (2026)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.19.1.2026.68248

Abstract

ABSTRAK Aktivitas antioksidan dan toksisitas ekstrak serta fraksi daun nilam (Pogostemon cablin Benth.) dari limbah penyulingan minyak nilam dievaluasi untuk mengetahui potensi senyawa bioaktif yang masih tersisa. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% dan dilanjutkan fraksinasi menggunakan n-heksana, etil asetat, butanol, serta air. Total fenolik, flavonoid, dan tanin dianalisis melalui spektrofotometri, sementara aktivitas antioksidan diuji dengan metode DPPH dan toksisitas menggunakan Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Hasilnya menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memiliki kandungan fenolik (50,06 µg/mL), flavonoid (61,78 µg/mL), dan tanin (37,61 µg/mL) tertinggi dibandingkan dengan fraksi yang lain. Ekstrak dan semua fraksi yang diuji memperlihatkan aktivitas antioksidan dengan nilai paling besar ditunjukkan oleh frakse etil asetat. Uji toksisitas menunjukkan bahwa semua sampel bersifat toksik, dengan nilai LC₅₀ terendah pada fraksi etil asetat yaitu 233,82 µg/mL. ABSTRACT The antioxidant activity and toxicity of extracts and fractions from patchouli (Pogostemon cablin Benth.) leaves obtained from patchouli oil distillation waste were evaluated to determine the potential of remaining bioactive compounds. Extraction was carried out using the maceration method with 96% ethanol, followed by fractionation using n-hexane, ethyl acetate, butanol, and water. Total phenolic, flavonoid, and tannin contents were analyzed via spectrophotometry, while antioxidant activity was assessed using the DPPH method and toxicity was evaluated using the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). The results indicated that the ethyl acetate fraction exhibited the highest phenolic (50.06 µg/mL), flavonoid (61.78 µg/mL), and tannin (37.61 µg/mL) contents compared to the other fractions. The extract and all tested fractions demonstrated antioxidant activity, with the highest value observed in the ethyl acetate fraction. Toxicity testing revealed that all samples were toxic, with the lowest LC50 value found in the ethyl acetate fraction at 233.82 µg/mL.