cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
KESMAS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 962 Documents
HUBUNGAN ANTARA LAMA BEKERJA DAN KEBIASAAN MEROKOK DENGAN KAPASITAS VITAL PARU PADA POLISI LALU LINTAS KEPOLISIAN RESORT KOTA MANADO Pitoy, Ellysabeth Lingkan; Boki, Harvani
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapasitas vital paru (KVP) merupakan jumlah udara maksimal, atau juga disebut suatu kombinasi peristiwa-peristiwa sirkulasi paru atau menyatakan dua atau lebih volume paru yaitu alun nafas, volume cadangan respirasi dan volume residu. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara lama bekerja dan kebiasaan merokok dengan kapasitas vital paru pada polisi lalu lintas kepolisian resort kota Manado. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian diambil dengan cara Purposive Sampling yaitu sebanyak 40 responden. Pemeriksaan kapasitas vital paru dilakukan menggunakan alat spirometer, lama bekerja dan kebiasaan merokok dengan alat ukur kuesioner. Hasil Penelitian dengan menggunakan chi-square yaitu Tidak terdapat hubungan antara lama bekerja dengan KVP dengan nilai p value 0,224 dan Tidak terdapat hubungan antara kebiasaan merokok dengan  KVP  dengan nilai p value sebesar 0,426. Kata Kunci: Kapasitas Vital Paru, Lama Bekerja, Kebiasaan Merokok ABSTRACTLung vital capacity (KVP) is the maximum amount of air, or also called a combination of pulmonary circulation events or states two or more lung volumes, namely the breath square, respiratory reserve volume and residual volume. The purpose of this study was to analyze the relationship between length of work and smoking habits with vital lung capacity in the police traffic police resort city of Manado. This study used an observational analytic method with a cross sectional approach. The research sample was taken by Purposive Sampling as many as 40 respondents. Examination of vital lung capacity was carried out using a spirometer, length of work and smoking habits with a questionnaire measuring instrument. The results of the study using chi-square is that there is no relationship between the length of work with KVP with a p value of 0.224 and there is no relationship between smoking habits and KVP with a p value of 0.426.  Keywords: Lung Vital Capacity, Lenght of work, Smoking Habits
EVALUASI PERAN DINAS LINGKUNGAN HIDUP PROVINSI SULAWESI UTARA DALAM MELAKUKAN KAJIAN PENILAIAN DOKUMEN ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN (AMDAL) Djamen, Intan Natasya; Umboh, Jootje M.L.; Akili, Rahayu H.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan pembangunan sebagai kegiatan yang berkesinambungan dan selalu meningkat seiring dengan baik dan meningkatnya jumlah dan kebutuhan penduduk, menarik serta mengundang resiko pencemaran dan perusakkan yang disebabkan oleh tekanan kebutuhan pembangunan terhadap sumber daya alam, tekanan yang semakin besar tersebut ada dan dapat mengganggu, merusak struktur dan fungsi dasar ekosistem yang menjadi penunjang kehidupan. Dalam mengelola dan mengatasi berbagai masalah lingkungan, dalam suatu daerah, maka terdapat suatu institusi pemerintah Daerah yaitu Dinas Lingkungan Hidup.Metode penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan Studi Kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menerangkan atau menggambarkan Peran Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Utara dalam melakukan Kajian Penilaian Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).Hasil penelitian tentang Evaluasi Peran Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulut dalam melakukan Penilaian Dokumen AMDAL, dalam pelaksanaan Penilaian Dokumen AMDAL dilaksanakan berdasarkan aturan yang ada yaitu menggunakan Standat Operasional Prosedur (SOP) AMDAL.Kesimpulan penelitian ini ialah Peran Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulut sudah berjalan dengan baik, karena mengikuti aturan yang berlaku.Kata Kunci : Peran, Dinas Lingkungan Hidup, Penilaian Dokumen AMDAL.ABSTRACTThe implementation of development as a continuous and ever-increasing activity in tandem with the increasing number and needs of the population, attracts and invites pollution and destructive risks caused by the pressures of development needs on natural resources. The increasing pressure exists and can disrupt and destroy structures and the basic functions of ecosystems that support life. In managing and overcoming various environmental problems, within an area, then there is a local government institution that is Dinas Lingkungan Hidup.This research method is qualitative research method with Case Study approach. This study aimed to explain or describe the role of Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Utara in conducting the Document Assessment of Environmental Impact Analysis (AMDAL). The results of research on the Evaluation of the Role of Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Utara in conducting the AMDAL Document Assessment is in the implementation of AMDAL Document Assessment is implemented based on the existing rules that is using the Standard Operating Procedures (SOP) AMDAL. The conclusion of this research is the role of Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Utara has been running good, because the rules have been followed well.Keywords: Role, Dinas Lingkungan Hidup, Document Assessment of AMDAL
GAMBARAN KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PEKERJA PEMASANGAN JARINGAN SALURAN UDARA TEGANGAN MENENGAH DI PT.MATRACOM KOTAMOBAGU Mewengkang, Christin; Kawatu, Paul A.T; Malonda, Nancy S.H
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya untuk mencegah kecelakaan kerja adalah dengan menghilangkan risiko atau mengendalikan sumber bahaya dan usaha yang terakhir adalah mengunakan alat pelindung diri (APD). Menurut International Labour Organization hirarki pengendalian bahaya terdapat lima pengendalian bahaya yaitu eliminasi, substitusi, engineering, administrasi dan alat pelindung diri (APD).  Untuk itu pekerja diwajibkan menggunakan APD guna mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja menurut International Labour Organization (ILO) tahun 2015, diperkirakan secara global ada 60.000 kecelakaan fatal per tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan penggunaan alat pelindung diri pada pekerja pemasangan jaringan saluran udara tegangan menengah di PT.MATRACOM Kotamobagu. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, dengan model penelitian survei yang bersifat deskriptif. Objek penelitian ini diambil secara total sampling atau secara keseluruhan. Hasil penelitian yang didapat menunjukkan bahwa pekerja bagian pemasangan jaringan saluran udara tegangan menengah sudah memiliki pengetahuan baik yaitu 100%, sementara pekerja yang memiliki sikap tidak baik sebanyak 82,9% dan pekerja yang memiliki sikap baik hanya 17.1%, begitu juga dengan kepatuhan pekerja yang patuh hanya 45.7% dan yang tidak patuh 54.3%. Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Kepatuhan, Alat Pelindung Diri ABSTRACK Efforts to prevent work accidents are to eliminate risk or control the source of danger and the last effort is to use personal protective equipment (PPE). According to the International Labor Organization, the hazard control hierarchy contains five hazard controls, namely elimination, substitution, engineering, administration and personal protective equipment (PPE). For this reason, workers are required to use PPE to prevent work accidents. Work accidents according to the International Labor Organization (ILO) in 2015, estimated globally there are 60,000 fatal accidents per year. This study aims to determine the description of compliance with the use of personal protective equipment for workers in the installation of medium voltage air duct networks at PT. MATRACOM Kotamobagu. This research is a type of quantitative research, with a descriptive survey research model. The object of this study was taken in total sampling or as a whole. The results obtained showed that the workers of the middle voltage network installation section had 100% good knowledge, while the workers who had a bad attitude were 82.9% and the workers who had a good attitude were only 17.1%, as well as the compliance of obedient workers only 45.7% and 54.3% were not compliant.   Keywords: Knowledge, Attitude, Compliance, Personal Protective Equipment
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN, TINGKAT PENDIDIKAN DAN MASA BERKENDARA DENGAN PERILAKU SAFETY RIDING PADA TUKANG OJEK DI KECAMATAN LANGOWAN UTARA KABUPATEN MINAHASA Manopo, Sinta E.; Kandou, Grace D.; Suoth, Lery F.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Safety Riding adalah suatu usaha yang dilakukan dalam meminimalisir tingkat bahaya dan memaksimalkan keamanan dalam berkendara demi menciptakan suatu kondisi aman dalam berkendara sepeda motor. Pekerjaan tukang ojek banyak dilakukan oleh masyarakat Kecamatan Langowan Utara. Berdasarkan observasi awal dilihat kebanyakan tukang ojek berkendara dengan tidak aman karena tidak menggunakan alat pelindung diri secara lengkap saat berkendara dan pada saat di wawancarai ada tukang ojek yang sudah pernah mengalami kecelakaan lalulintas dalam berkendara sepeda motor. Tujuan peneliatian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, tingkat pendidikan dan masa berkendara dengan perilaku safety riding pada tukang ojek di kecamatan langowan utara kabupaten minahasa. Metode penelitian menggunakan penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 101 tukang ojek, untuk pengetahuan, tingkat pendidikan, masa berkendara dan perilaku safety riding diperoleh menggunakan kuesioner melalui wawancara, dengan diuji menggunakan uji korelasi spearman rank dengan CI 95% dan α = 0,05. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perilaku safety riding  berhubungan dengan pengetahuan (p =0,002), berhubungan dengan tingkat pendidikan (p =0,002), dan berhubungan dengan masa berkendara (p =0,000). Kata Kunci: Perilaku safety riding, pengetahuan, tingkat pendidikan, masa berkendara. ABSTRACTSafety Riding is an effort carried out of minimizing the level of danger and maximizing safety driving in order to create a safe condition in motorcycle driving. Work of many motorcycle drivers is carried out by the people of North Langowan District. Based on preliminary observations, most motorcycle taxi drivers were driving unsafe because they did not use personal protective fully equipment while driving, and when interviewed there were motorcycle drivers who had experienced traffic accidents in motorbike driving. The aim of this study was to find out the relationship between knowledge, education level and driving period with safety riding behavior in motorcycle drivers in the sub-districts langowan north of Minahasa district. This research method used analytical survey research with cross sectional approach with a total sample of 101 motorcycle taxi drivers, for knowledge, education level, driving period and safety riding behavior obtained using questionnaires through interviews, tested using spearman rank correlation test with 95% CI and α = 0.05. Based on this study it can be concluded that the safety riding behavior is related to knowledge (p = 0.002), is related to the level of education (p = 0.002), and is related to the driving period (p = 0.000). Keywords: Behavior of safety riding, knowledge, education level, driving period.
GAMBARAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT TATANAN RUMAH TANGGADI DESA KORENG KECAMATAN TARERAN KABUPATEN MINAHASA SELATAN Imbar, Asri G.; Tucunan, Ardiansa A.T.; Korompis, Grace E. C.
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat tatanan rumah tangga dapat berpengaruh pada derajat kesehatan keluarga itu sendiri. Pengembangan desa dan kelurahan dapat memberdayakan keluarga-keluarga agar mampu mempraktikkan PHBS. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat merupakan tindakan dalam mewujudkan kesehatan masyarakat dalam hal ini yaitu sekumpulan perilaku yang dapat di praktikkan dalam menjadikan seseorang, keluarga, atau masyarakat bisa berperan aktif dn mampu menolong dirinya sendiri dalam bidang kesehatan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) rumah tangga di Desa Koreng Kecamatan Tareran. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-September 2018 di Desa Koreng Kecamatan Tareran. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh rumah tangga yang berada di Desa Koreng Kecamatan Tareran yang berjumlah 326 rumah tangga. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 180 sampel. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif. Gambaran pengetahuan dikategorikan baik yaitu 69.4% gambaran sikap 75.6% dikategorikan baik dan gambaran tindakan dikategorikan baik yaitu 55%. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap tidak memiliki kesinambungan dengan tindakan dalam membentuk perilaku yang baik.Kata Kunci : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Rumah TanggaABSTRACTThe degree of family health largely determined by Living clean and healthy Behavior of the family itself.The core of the development of the village and the village is empowering families to practice healthy and clean life behavior.Living clean and healthy behavior is a set of behaviors that put into practice on the ground of consciousness as a result of learning, which makes a person, family, group or society is able to help himself in the field of health and plays an active role in realizing the public health.This research was conducted to find out the image of clean living and healthy Behaviour of households in the Koreng village of Tareran Sub-district. This research is descriptive research that is.This research was conducted in July-September 2018 in the Koreng village of Tareran Sub-district.The population in this study are all the households in the Koreng village of Tareran Sub-district 326 households.The sample in this research totalled 180 samples. The instruments used in this study is a questionnaire.Data analysis on the research that is done in a descriptive.An overview of knowledge 69.4% categorized well, the description of the attitude of 75.6% categorized well, and an overview of the Act 55% categorized either.Conclusion the research indicates that has not been the existence of the continuity of knowledge, attitudes, and actions to establish good behaviour, although all three are categorized either.Keywords: Behavior, Clean Living and Healthy Household
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PARA PEKERJA DI PT. PUTRA KARANGETANG DESA POPONTOLEN KECAMATAN TUMPAAN TAHUN 2018 Medellu, Dian Maya; Kandou, Grace D.; Kawatu, Paul A.
KESMAS Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan APD merupakan tahap akhir dari pengendalian kecelakaan maupun penyakit akibat kerja. Meskipun demikian, penggunaan alat pelindung diri kenyataannya masih banyak pekerja yang tidak menggunakannya, walaupun telah diketahui besarnya manfaat alat ini dan perusahaan sudah menyediakan alat pelindung diri.Sama seperti para pekerja di PT.Putra Karangetang di Opening area terlihat banyak yang tidak menggunakan APD dan banyak dari mereka yang kurang memahami bahaya yang ada serta pentingnya penggunaan APD saat bekerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis Hubungan Antara Pengetahuan Dan Sikap Dengan Tindakan Penggunaan Alat Pelindung Diri Para Pekerja Di PT. Putra Karangetang Desa Popontolen Kecamatan Tumpaan. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan purposive sampling.Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 78 karyawan bagian opening. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan checklist Uji statistik yang digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel menggunakan chi square α < 0,05.Hasil Penelitian menunjukan sebagian besar karyawan (52,6%) memiliki pengetahuan yang kurang baik, sikap pekerja menunjukan (50.0%),dan tindakan penggunaan APD kurang baik (59%). Hasil uji Chi Square untuk pengetahuan dengan tindakan penggunaan APD mempunyai nilai p = 0,000 dan untuk sikap dengan tindakan penggunaan APD mempunyai nilai p = 0,011. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan tindakan penggunaan APD pada pekerja bagian opening area.Kata Kunci: Pengetahuan,Sikap,Tindakan, Alat Pelindung DiriABSTRACTThe use of personal protective equipment (PPE) is the final stage of the control of accidents and occupational diseases. However there are still many workers are reluctant to use it, even though the benefits of PPE are known by them and available in workplace. Prior observation at the opening area of PT.Putra Karangetang revealed that many workers are not used PPE when working and many of them have less understanding about the dangers and the importance of using PPE. This study was aimed to analyze the relationship of knowledge and attitudes with the use of personal protective equipment action by workers in PT. Putra Karangetang Popontolen village, Tumpaan District. The study used analytical observational method with a purposive sampling approach. The number of samples in this study was 78 that included employees that working at the opening section. The instrument used in the form of questionnaires and checklist. Chi square test at α <0.05 was used to analyze the relationship between variables. The study showed that 52.6% of workers have poor knowledge, 50 % of workers have poor attitudes, and 59% workers with unfavorable use of PPE. Based on chi Square test results, knowledge with the use of PPE action by workers has p = 0,000 and for attitude with the use of PPE action by workers has p = 0.011. It can be concluded that there was correlation between knowledge and attitude with the use PPE action by the workers at the opening area.Keywords: knowledge, attitudes, act, personal protective equipment
EFEKTIVITAS PENYULUHAN TENTANG PENYAKIT DIARE TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWA DI SEKOLAH DASAR NEGERI INPRES ENEMAWIRA KECAMATAN TABUKAN UTARA KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE Landangkasiang, Erma Nafratilova; Raule, Jean; Sumampouw, Oksfriani
KESMAS Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit diare dapat terjadi di semua kalangan usia, salah satunya pada anak usia sekolah dasar. Anak usia sekolah dalam masa pertumbuhan dan perkembangan sering mengalami masalah kesehatan seperti penyakit diare. Salah satu faktor penyebab terjadinya penyakit diare pada anak usia sekolah adalah karena kurangnya pengetahuan tentang penyakit diare. Kurangnya pengetahuan siswa tentang penyakit diare dapat beresiko bagi kesehatan. Pendidikan kesehatan di sekolah sangatlah penting untuk meningkatkan pengetahuan anak sekolah tentang penyakit diare. Salah satu pogram kesehatan di sekolah adalah pemberian informasi pada anak sekolah yang merupakan salah satu metode yang paling baik untuk meningkatkan pengetahuan, seperti kegiatan memberikan penyuluhan kesehatan agar dapat mencegah terjadinya penyakit diare. Penyuluhan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan seseorang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penyuluhan tentang penyakit diare terhadap tingkat pengetahuan siswa Sekolah Dasar Negeri Inpres Enemawira Kecamatan Tabukan Utara Kabupaten Kepulauan Sangihe. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian quasi experimental dengan metode penelitian yaitu one group pre-test dan post-test, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah total populasi dengan pengambilan data menggunakan kuesioner yang berisi 11 pertanyan tentang penyakit diare. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon Rank Test. Hasil pengetahuan siswa Sekolah Dasar Inpres Enemawira sebelum penyuluhan dengan kategori pengetahuan baik berjumlah 25 orang (62,5%) dan pengetahuan kurang berjumlah 15 orang (37,5 %), dan sesudah penyuluhan pengetahuan siswa meningkat menjadi 100 %. Hasil analisis dengan menggunakan uji Wilcoxon Rank test diperoleh nilai p value 0,000 (p<0,05) yang berarti bahwa ada perbedaan ke arah yang lebih baik antara pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan. Penyuluhan efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang penyakit diare.Kata kunci: Penyuluhan, Pengetahuan, DiareABSTRACT Diarrheal disease can occur in all ages, one of them on the basis of school-aged children. School-aged children in their growth and development often experiencing health problems such as diarrheal diseases. One of the factors causing diarrheal disease in school-aged children is due to lack of knowledge about diarrheal diseases. Lack of student knowledge about diarrheal diseases can pose a risk to health. Health education in schools is very important to improve the knowledge of school children about diarrheal disease. One of the pogram in schools is the awarding of health information on school children which is one of the best methods for increasing knowledge, like activity providing health counselling in order to prevent the occurrence of the disease diarrhea. Counseling is one way to increase one's knowledge. The purpose of this research is to know the effectiveness of counseling about diarrheal diseases against on the level of knowledge of students in Elementary School of Inpres Enemawira Sub District of Tabukan Utara Regency of Sangihe Island. This type of research uses quasi experimental research with one group pre test and post test method, whereas the sample in this research are the total population with data retrieval using a questionnaire containing 11 question about diarrheal disease. Data analysis using the Wilcoxon Test Rank Test. The result of knowledge of Elementary School students of Inpres Enemawira before counseling with good knowledge category amounted to 25 people (62,5%) and less knowledge amounted to 15 people (37,5%), and after counseling student knowledge increased to 100%. The result of analysis by using Wilcoxon Rank test test obtained p value 0,000 (p <0,05) which mean that there is difference toward better between knowledge before and after counseling. Effective counseling in improving students' knowledge of diarrheal diseases.Keywords: Counseling, Knowledge, Diarrhea
UJI KANDUNGAN RHODAMIN B PADA SAOS TOMAT PEDAGANG BAKSO TUSUK DI KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO TAHUN 2019 Tumbage, Brenda Kimberly; Akili, Rahayu H.; Joseph, Woodford B. S.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan Tambahan Pangan adalah bahan yang ditambahkan ke dalam pangan untuk mempengaruhi sifat atau bentuk pangan. Salah satu bahan tambahan pangan yang dilarang digunakan adalah Rhodamin B Rhodamin B merupakan zat pewarna sintetik yang berbahaya. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui keberadaan kandungan Rhodamin B dan presentase cemaran kandungan Rhodamin B pada saos tomat pedagang bakso tusuk di Kecamatan Malalayang tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian survei  deskriptif. Penelitian dilakukan pada pedagang saos bakso tusuk di Kecamatan Malalayang Kota Manado, pada Bulan Agustus-September Tahun 2019. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pedagang saos tomat bakso tusuk di Kecamatan Malalayang Kota Manado yang berjumlah 15 pedagang. Sampel dalam penelitian ini dilakukan secara total populasi. Berdasarkan uji laboratorium maka didapatkan hasil bahwa semua saos tomat yang digunakan oleh pedagang bakso tusuk di Kecamatan Malalayang negatif mengandung Rhodamin B.   Kata kunci : Rhodamin B, Saos Tomat ABSTRAK Food Additives are ingredients added to food to improve the nature or the form of food. One of the food additives that are prohibited from being used is Rhodamin B. Rhodamin B is a dangerous synthetic coloring agent. The purpose of this study is to determine the presence of Rhodamin B content and the percentage of Rhodamin B contamination content in ketchup seller from meatballs skewers sellers in Malalayang District 2019. This research was a descriptive survey research. The study was conducted on skewer meatballs sellers in Malalayang Sub-district Manado City, in August-September 2019. The population in this study are all skewers meatballs sellers in Malalayang Sub-district Manado City, totaled 15 traders. The sample in this study are from the population. Based on laboratory tests, it was found that all ketchup used by the sellers in Malalayang District negatively contained Rhodamin B. Keywords: Rhodamin B, Ketchup
STRES DENGAN STATUS GIZI REMAJA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 2 MANADO Bitty, Frensy; Asrifuddin, Afnal; Nelwan, Jeini Ester
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi yang dibedakan menjadi status gizi kurang, normal, dan lebih. Penentuan status gizi remaja dapat dilakukan dengan menggunakan Indeks Masa Tubuh (IMT) dan perhitungan Z-score. Dalam beberapa penelitian yang pernah dilakukan, didapatkan bahwa faktor yang mempengaruhi status gizi salah satunya yaitu stres. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara stres dengan status gizi di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Manado.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi potong lintang, yang dilakukan pada bulan September-oktober 2018.Jumlah sampel yaitu 87 responden dengan pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling. Instrument yang digunakan yaitu kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10), serta timbangan berat badan dan microtois. Uji statistic yang digunakan yaitu uji korelasi Spearman. Hasil yang didapatkan yaitu lebih banyak responden  mengalami stres sedang(56,3%), dan responden dengan kategori status gizi normal lebih banyak dialami oleh responden dengan jumlah (59,8%), dengan nilai p=0,000 dan r = 0.707. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan antara stres dengan status gizi dengan kekuatan hubungan korelasi yang kuat dan arah positif. Kata Kunci: Stres, Status Gizi, Remaja  ABSTRACT Nutritional status is the condition of the body as a result of food consumption  and the use of nutrients are distinguished into underweight, normal, and overweight. Determination of adolescent nutritional status can be done using the Body Mass Index (BMI) and Zscore calculation. In several studies that have been conducted, it was found that the factors that influence nutritional status, one of them is stress. The purpose of this study was to determine the relationship between stress and nutritional status in Junior High School  2 Manado. This research is a quantitative research with cross sectional study design, which was conducted in September-October 2018. The number of samples is 87 respondents with sampling using the stratified random sampling technique. The instruments used were the Perceived Stress Scale (PSS-10) questionnaire, weight scales and microtois. The statistical test used was the Spearman correlation  test. The results obtained were more respondents experiencing moderate stress (56.3%), and respondents with normal nutritional status categories were more experienced by respondents with a number (59.8%), with a value of p = 0,000 and r = 0.707. The conclusion of this study is that the relationship between stress variables and nutritional status has a strong correlation with positive direction. Keywords: Stress, Nutritional Status, TeenagerStatus gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi yang dibedakan menjadi status gizi kurang, normal, dan lebih. Penentuan status gizi remaja dapat dilakukan dengan menggunakan Indeks Masa Tubuh (IMT) dan perhitungan Z-score. Dalam beberapa penelitian yang pernah dilakukan, didapatkan bahwa faktor yang mempengaruhi status gizi salah satunya yaitu stres. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara stres dengan status gizi di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Manado.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi potong lintang, yang dilakukan pada bulan September-oktober 2018.Jumlah sampel yaitu 87 responden dengan pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling. Instrument yang digunakan yaitu kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10), serta timbangan berat badan dan microtois. Uji statistic yang digunakan yaitu uji korelasi Spearman. Hasil yang didapatkan yaitu lebih banyak responden  mengalami stres sedang(56,3%), dan responden dengan kategori status gizi normal lebih banyak dialami oleh responden dengan jumlah (59,8%), dengan nilai p=0,000 dan r = 0.707. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan antara stres dengan status gizi dengan kekuatan hubungan korelasi yang kuat dan arah positif. Kata Kunci: Stres, Status Gizi, Remaja  ABSTRACT Nutritional status is the condition of the body as a result of food consumption  and the use of nutrients are distinguished into underweight, normal, and overweight. Determination of adolescent nutritional status can be done using the Body Mass Index (BMI) and Zscore calculation. In several studies that have been conducted, it was found that the factors that influence nutritional status, one of them is stress. The purpose of this study was to determine the relationship between stress and nutritional status in Junior High HighSchool  2 Manado. This research is a quantitative research with cross sectional study design, which was conducted in September-October 2018. The number of samples is 87 respondents with sampling using the stratified random sampling technique. The instruments used were the Perceived Stress Scale (PSS-10) questionnaire, weight scales and microtois. The statistical test used was the Spearman correlation  test. The results obtained were more respondents experiencing moderate stress (56.3%), and respondents with normal nutritional status categories were more experienced by respondents with a number (59.8%), with a value of p = 0,000 and r = 0.707. The conclusion of this study is that the relationship between stress variables and nutritional status has a strong correlation with positive direction Keywords: Stress, Nutritional Status, Teenager
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT TERHADAP TINDAKAN PENGURANGAN DAN PEMILAHAN LIMBAH B3 DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH NOONGAN Robot, Laudikia Nelsen; Umboh, Jootje M.L.; Kandou, Grace D.
KESMAS Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Nomor 1, Januari 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kita tau bersama bahwa rumah sakit murupakan pusat pelayanan keshehatan kepada semua anggota masyarakat. Limbah B3 merupakan aktivitas yang di dalamnya mengandung kegiatan dalam pencegahan unsur-unsur bahan yang berbahaya, hal ini merupakan suatu dampak buruk bagi semua anggota masyarakat dan lingkungan sekitar oleh karena itu pencegahan limbah merupakan hal primer yang harus di terapkan bagi semua individu. Tujuan  penelitian ini adalah menganalisis jika ada hubungan antara pengetahuan dan sikap perawat terhadap tindakan dalam proses pengurangan dan pemilahan limbah B3 di Rumah Sakit Umum Daerah Noongan. Kategori dalam penelitian ini menggunakan proses penelitian observasional analitik dengan pola pendekatan cross-sectional dengan menggunakan uji Fisher’s Exact Tes. Sampel yang didapat dalam penelitian ini adalah 59 responden dan diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Perilaku manusia dipe ngaruhi oleh beberapa faktor seperti pengetahuan, sikap, ketersediaan sarana serta peran tokoh masyarakat. Rumah sakit umum daerah noongan terletak di desa noongan, kecamatan langowan barat, kabupaten minahasa. Hasil penelitian berdasarkan tingkat pengetahuan, pengetahuan yang baik sebanyak 39 orang (66,1%), pengetahuan kurang baik sebanyak 20 orang (33,9%), berdasarkan sikap responden, sikap baik sebanyak 55 responden (93,2%), dan sikap kurang baik sebanyak 4 responden (6,8%), berdasarkan tindakan responden, tindakan baik sebanyak 49 responden (83,1%), dan tindakan kurang baik 10 responden (16,9%). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah pengetahuan memiliki hubungan dengan tindakan pada perawat dalam pengurangan dan pemilahan limbah B3 (ρ = 0,023), sikap juga memiliki hubungan dengan tindakan pada perawat dalam pengurangan dan pemilahan limbah B3 (ρ = 0,013). Kata kunci : Pengetahuan, sikap, tindakan, pengurangan dan pemilahan limbah B3.  ABSTRACTWe know together that the hospital is a health service center for all members of the community. B3 waste is an activity in which it contains activities in the prevention of hazardous material elements, this is a bad impact for all members of the community and the surrounding environment, therefore prevention of waste is the primary thing that must be applied to all individuals. The purpose of this study was to analyze if there was a relationship between knowledge and attitudes of nurses towards actions in the process of reducing and sorting B3 waste at the Noongan Regional General Hospital. The categories in this study used the analytic observational research process with a cross-sectional approach pattern using the Fisher's Exact Test. The samples obtained in this study were 59 respondents and were taken using purposive sampling technique. Human behavior is influenced by several factors such as knowledge, attitude, availability of facilities and the role of community leaders. The noongan general hospital is located in the village of Noongan, sub-district Langowan Barat, district Minahasa. The results of the study were based on the level of knowledge, good knowledge as many as 39 people (66.1%), poor knowledge as many as 20 people (33.9%), based on respondents' attitudes, good attitudes as much as 55 respondents (93.2%), and attitudes not as good as 4 respondents (6.8%), based on respondent's actions, good actions as many as 49 respondents (83.1%), and unfavorable actions 10 respondents (16.9%). The conclusion in this study is that knowledge has a relationship with the actions of nurses in reducing and sorting B3 waste (ρ = 0.023), attitudes also have a relationship with actions on nurses in reducing and sorting B3 waste (ρ = 0.013). Keywords: Knowledge, attitudes, actions, reduction and sorting of B3 waste.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 4 (2025): KESMAS, Oktober - Desember Vol. 13 No. 1 (2024): VOLUME 13, NOMOR 1, Januari - Maret Vol. 12 No. 2 (2023): VOLUME 12, NOMOR 2, April - Juni 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): VOLUME 12, NOMOR 1, Januari - Maret 2023 Vol. 11 No. 4 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, Oktober - Desember 2022 Vol. 11 No. 3 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, JULI 2022 Vol 11, No 2 (2022): VOLUME 11, NOMOR 2, JANUARI 2022 Vol 11, No 1 (2022): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 10, No 8 (2021): VOLUME 10, NOMOR 8, AGUSTUS 2021 Vol 10, No 7 (2021): VOLUME 10, NOMOR 7, JULI 2021 Vol 10, No 6 (2021): VOLUME 10, NOMOR 6, JUNI 2021 Vol 10, No 5 (2021): VOLUME 10, NOMOR 5, MEI 2021 Vol 10, No 4 (2021): VOLUME 10, NOMOR 4, APRIL 2021 Vol 10, No 3 (2021): VOLUME 10, NOMOR 3, MARET 2021 Vol 10, No 2 (2021): VOLUME 10, NOMOR 2, FEBRUARI 2021 Vol 10, No 1 (2021): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 9, No 7 (2020): VOLUME 9, NOMOR 7, DESEMBER 2020 Vol 9, No 6 (2020): VOLUME 9, NOMOR 6, OKTOBER 2020 Vol 9, No 5 (2020): VOLUME 9, NOMOR 5, SEPTEMBER 2020 Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020 Vol 9, No 3 (2020): VOLUME 9, NOMOR 3, MEI 2020 Vol 9, No 2 (2020): VOLUME 9, NOMOR 2, MARET 2020 Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2020 Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019 Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019 Vol 8, No 5 (2019): Volume 8, Nomor 5, Juli 2019 Vol 8, No 4 (2019): Volume 8, Nomor 4, Mei 2019 Vol 8, No 3 (2019): Volume 8, Nomor 3, April 2019 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Nomor 2, Maret 2019 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Vol 7, No 6 (2018): Volume 7, Nomor 6, November 2018 Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018 Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018 Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018 Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Januari 2018 Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Maret 2017 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1, Januari 2016 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4, Nomor 2, Maret 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 1 (2014): VOLUME 3 NOMOR 1, Januari 2014 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Januari 2012 More Issue