cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
EUGENIA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
The aims of this journal is to provide a venue for academicians, researchers and practitioners for publishing the original research articles or review articles. The scope of the articles published in this journal deal with a broad range of topics, including: Agronomi, Protection, Soil, Forestry, Agroecotecnology.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 3 (2012)" : 13 Documents clear
PERTUMBUHAN BIBIT SENGON (Paraserianthes falcataria) PADA BERBAGAI MEDIA TUMBUH Sukarman, Sukarman; Kainde, R.; Rombang, J.; Thomas, A.
EUGENIA Vol 18, No 3 (2012)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/eug.18.3.2012.4104

Abstract

ABSTRACT   This research was carried out in Silviculture Laboratory, Agriculture Faculty, Sam Ratulangi University, from April to June 2012. The aim of this was to examine the influence of growth media combination on height, diameter and number of leaf sengon seedling, using a Randomized Complete Design with one factor. The factor is  top soil, top soil and sekam bakar, and top soil and coco peat. Based on the research, the results of Anaslysis of Variance showed that top soil and combination of top soil and sekam bakar give most number of seedling leaf.  However, growth of height and diameter at all of combination was no significant, but there was trend that top soil give best growth of height and best growth of diameter given by the top soil and combination of top soil and sekam bakar. Keywords : growth media, sengon ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Silvikultur, Fakultas Pertanian, Universitas Sam Ratulangi, pada bulan April - Juni 2012. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi media tumbuh terhadap pertumbahan tinggi, diameter dan jumlah daun bibit sengon, dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor. Faktor tersebut adalah tanah lapisan atas, campuran tanah lapisan atas dengan pasir, campuran tanah lapisan atas dengan sekam bakar  dan campuran tanah lapisan atas dengan coco peat. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa hasil sidik ragam menunjukkan media tumbuh tanah lapisan atas dan media tumbuh campuran tanah lapisan atas dengan sekam bakar menunjukkan pertumbuhan jumlah daun bibit sengon ang terbanyak. Sedangkan pertumbuhan tinggi dan diameter pada berbagai media yang diuji tidak berbeda nyata, tapi kecendrungan pertumbuhan tinggi tanaman terbaik ditunjukan pada media tumbuh tanah lapisan atas dan pertumbuhan diameter terbaik di tunjukkan pada media tumbuh tanah lapisan atas  dan campuran tanah lapisan atas dengan sekam bakar. Kata kunci : media tumbuh, sengon
PENGENDALIAN HAMA KUMBANG LOGONG (Sitophylus oryzae L.) DENGAN MENGGUNAKAN EKSTRAK BIJI PANGI (Pangium edule Reinw.) Sakul, Ernest H.; Manoppo, Jacklin S.S.; Taroreh, Dalvian; Gerungan, Revfly I.F.; Gugule, Sanusi
EUGENIA Vol 18, No 3 (2012)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/eug.18.3.2012.4094

Abstract

ABSTRACT   The research was aimed to prove the effectiveness of seed extract pangi (Pangium edule Reinw.) In increasing mortality of rice-weevil or logong (Sitophylus oryzae L.) using the solvent n-hexane fraction and the fraction of ethanol, and then evaporated with a rotary evaporator to obtain viscous extract. This research was conducted in the Chemistry Laboratory of MIPA Manado State University and mini green house Gapoktan Pinaesaan Tonsealama Village during the months of January, February and March 2012 using an experimental method in a plastic box using Completely Randomized Design (CRD) with six treatments were repeated four times, so the total experimental units were 24 units. Each plastic box filled with 20 of rice-weevil or logong adult and any treatment administered doses of: 2.5 ppm, 5.0 ppm, 7.5 ppm, 15 ppm, 30 ppm and 45 ppm. The results indicate that pangi seed extract is very effective in improving mortality of rice-weevil or logong, where the concentration of the extract  45 ppm is the best pangi seed extract. Test results of Phytochemical Test showed that secondary metabolite of pangi seed extract with n-hexane solvent contains alkaloid compounds and pangi seed extract with ethanol solvent containing phenolic compounds, saponins and tannins. Keywords : extracts, maseration, Pangium edule Reinw., Sitophylus oryzae L., n-heksan fraction, ethanol fraction, bioinsecticide ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efektifitas ekstrak biji pangi (Pangium edule Reinw.) dalam meningkatkan mortalitas kumbang logong dengan menggunakan pelarut fraksi n-heksan maupun fraksi etanol, kemudian dievaporasi dengan rotary evaporator guna mendapatkan ekstrak kental.  Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium kimia FMIPA Universitas Negeri Manado dan  mini green house Gapoktan Pinaesaan Desa Tonsealama selama bulan Januari, Februari dan Maret 2012 dengan menggunakan metode eksperimen pada kotak plastik menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 6 perlakukan yang diulang sebanyak 4 kali sehingga total unit percobaan sebanyak 24 unit percobaan. Masing-masing kotak plastik diisi dengan 20  ekor kumbang logong dewasa dan setiap perlakuan  diberikan dosis 2,5 ppm, 5,0 ppm, 7,5 ppm, 15 ppm, 30 ppm, dan 45 ppm.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji pangi sangat efektif dalam meningkatkan mortalitas hama kumbang logong dimana pada konsentrasi  ekstrak sebesar 45 ppm merupakan konsentrasi ekstrak biji pangi yang terbaik dalam penelitian ini.  Hasil pemeriksaan uji fitokimia menunjukkan bahwa metabolit sekunder dari ekstrak biji pangi  dengan pelarut n-heksan mengandung senyawa alkaloid dan ekstrak biji pangi dengan pelarut etanol mengandung senyawa fenol, saponin dan tanin. Eugenia Volume 18 No. 3  Desember 2012 Kata kunci : ekstrak, maserasi, Pangium edule Reinw., Sitophylus oryzae L., fraksi n-heksan, fraksi etanol,  insektisida nabati
AGRIBISNIS TANAMAN STROBERI DI DESA RURUKAN KECAMATAN TOMOHON TIMUR Saroinsong, Denny; Panelewen, V. V.J.; Laoh, O. E.H.; Pakasi, C. B.D.
EUGENIA Vol 18, No 3 (2012)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/eug.18.3.2012.4099

Abstract

ABSTRACT Strawbery is one of the most important fruits commodity in the world, especially for the subtropics countries. Although the strawberry is not a native to Indonesia, but its development which is patterned by the agribussiness and agro-industries can be categorized as one of the income sources  in the agricultural sector. Despite the development of strawberries in Indonesia continues to increase, but when compared with overseas, the strawberry business in Indonesia has not optimally performed. The purposes of this study are to assess and to explain the strawberry crop agri-businesses in the Rurukan Village of East Tomohon District. The results showed that in general, the farming cultivation of strawberry, consisted of: land cultivation, the nursery, and media plant cultivation. It was very important to manage the successful development by the farmers, i.e.: the technique of strawberry planting. Keywords : agribusiness, crop strawberry ABSTRAK Pelaksanaan sistem penempatan yang benar dimaksudkan agar stroberi menjadi salah satu komoditas buah-buahan yang penting di dunia, terutama untuk negara-negara beriklim subtropis. Di Indonesia, walaupun stroberi bukan merupakan tanaman asli Indonesia, namun pengembangan komoditas ini yang berpola agribisnis dan agroindustri dapat dikategorikan sebagai salah satu sumber pendapatan dalam sektor pertanian. Meskipun perkembangan stroberi di Indonesia terus mengalami peningkatan, namun bila dibandingkan dengan luar negeri, usaha stroberi di Indonesia belum dilakukan secara optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji serta menjelaskan agribisnis usaha tanaman stroberi di Desa Rurukan Kecamatan Tomohon Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani yang dilakukan dalam budidaya tanaman stroberi secara umum meliputi : mengelolah lahan, pembibitan, pengolahan media tanam. Hal yang sangat penting untuk selalu dilakukan petani agar pengembangan tanaman stroberinya berhasil yaitu  teknik penanaman stroberi. Eugenia Volume 18 No. 3  Desember 2012 Kata kunci : agribisnis,  tanaman stroberi
IDENTIFIKASI KERAGAMAN GENETIK KENTANG SUPEJOHN TRANSGENIK (Solanum tuberosum L. var supejohn) Lengkong, Christine L.W.; Polii-Mandang, Jeany; Lengkong, Edy F.
EUGENIA Vol 18, No 3 (2012)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/eug.18.3.2012.4095

Abstract

ABSTRACT   The aim of this study was to determine the genetic diversity of potato Supejohn transgenic that had been twenty-five times subcultured with exploration  method. The genetic variability was calculated using molecular marker Polimorphic Random Amplified DNA (RAPD) analysis of ten samples from four weeks planlets of Supejohn transgenic plants using ten random primers. DNA isolation of 10 samples using CTAB buffer  then measurement of the DNA qualification and quantification,  afterwards amplification of DNA by PCR using 10 random primers followed by electrophoresis on a 1% agarose gel with TAE 1x electrode buffer solution. Visualisation  the results used UV Transluminator to see DNA bands and the data of  polymorphic bands had been analized used the NTSYS-pc version of 1.07 program to obtain the similarity coefficient  and the dendrogram.The results showed that five random primers produced polymorphic DNA bands with 0.39 - 0.88 similarity coefficient  and the average similarity coefficient is 0.63 (63%) or the genetic diversity of the samples as many as 37%. Dendrogram formed eight distinct clusters corresponding similarity coefficient, the formation of clusters means that there is genetic diversity among the DNA samples. Keywords: potato Supejohn transgenic, RAPD, genetic diversity ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk  menentukan keragaman genetik kentang Supejohn transgenik yang telah dua puluh lima kali disubkultur dengan menggunakan metode penelitian eksplorasi dengan penanda molekuler  Random Amplified Polimorphic DNA (RAPD) terhadap 10 sampel tanaman Supejohn transgenik, berumur empat minggu dan  menggunakan  10 primer random.  Isolasi DNA dari 10 sampel menggunakan buffer CTAB sesudah itu dilakukan pengukuran kualitas dan kuantitas  DNA, kemudian dilanjutkan dengan amplifikasi DNA secara PCR menggunakan 10 primer random diikuti dengan  elektroforesis pada gel agarose 1% dengan larutan penyanggah elektroda TAE 1x. Visualisasi hasil elektroforesis  menggunakan UV Transluminator untuk melihat pita DNA  dan analisis  data pita polimorfik  menggunakan program NTSYS-pc versi 1.07 sehingga didapatkan koefisien kesamaan dan dendrogram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima primer random menghasilkan pita DNA polimorfik dengan koefisien kesamaan 0.39 – 0.88 dan rata-rata koefisien kesamaan yaitu 0.63 (63%) atau  keragaman  genetik sampel sebesar 37%.  Dendrogram  membentuk delapan cluster yang berbeda sesuai koefisien kesamaan,terbentuknya clusters mengartikan bahwa ada keragaman genetik antar sampel DNA. Eugenia Volume 18 No. 3  Desember 2012 Kata kunci : kentang Supejohn transgenik , RAPD, keragaman genetik
WILAYAH SURPLUS DAN DEFISIT AIR DI SENTRA PRODUKSI PADI SULAWESI UTARA MENGGUNAKAN MODEL NERACA AIR Panelewen, J. H.; Rogi, J. E.X.; Rotinsulu, W.
EUGENIA Vol 18, No 3 (2012)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/eug.18.3.2012.4100

Abstract

ABSTRACT   The research was conducted in the field and laboratory. Fieldwork in paddy rice production center was done to collect geographical coordinates while data analysis was conducted in the Laboratory of Ecosystem Modelling, Faculty of Agriculture, Sam Ratulangi University. Laboratory analysis was done to validate water balance model and to develop water surplus dan water shortage maps. This research was done during August 2012. Data collection included identification, inventory and data analysis. Then it continued with developing digital maps using Geographical Information Systems (GIS) for water balance model. Model inputs included climatic variables (rainfall, temperature, humidity, sunlight, and windspeed), ground water content and leaf area index. Parameter inputs included crop variety and location. Model simulation indicated that rainfall trend in North Sulawesi has increased especially in Januari, April dan November. Conversely, a decrease rainfall trend was ocurred in February and September. Spatial map showed that water surplus ocurred in Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow, Bolang Mongondow Utara and Bolaang Mongondow Selatan. On the other hand, water shortage in North Sulawesi was experienced in October. Keywords : geographical information systems, water balance model   ABSTRAK   Penelitian ini dilakukan di lapangan dan laboratorium. Kerja lapangan di sentra produksi padi dilakukan untuk mengumpulkan data koordinat geografis sedangkan data analisis dilakukan di Laboratorium Model Ekosistem, Fakultas Pertanian, Universitas Sam Ratulangi. Analisis Laboratorium dilakukan untuk memvalidasi model neraca air dan untuk mengembangkan peta kelebihan dan kekurangan air. Penelitian ini dilakukan selama bulan Agustus 2012. Pengumpulan data meliputi identifikasi, inventarisasi dan analisis data. Kemudian dilanjutkan dengan mengembangkan peta digital dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk model neraca air. Model input meliputi variabel iklim (curah hujan, suhu, kelembaban, sinar matahari, dan kecepatan angin), kadar air tanah dan indeks luas daun. Parameter input meliputi berbagai varietas tanaman dan lokasi. Model simulasi menunjukkan bahwa curah hujan tren di Sulawesi Utara telah meningkat terutama pada Januari, April dan November. Sebaliknya, penurunan curah hujan tren yang terjadi pada bulan Februari dan September. Spasial peta menunjukkan bahwa surplus air terjadi di Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow, Bolang Mongondow Utara dan Bolaang Mongondow Selatan. Di sisi lain, kekurangan air di Sulawesi Utara dialami pada bulan Oktober. Kata kunci: sistem informasi geografis, model neraca air
PERKECAMBAHAN BENIH JAGUNG (ZEA MAYS L.) PADA BERBAGAI UMUR PANEN BENIH DAN KELEMBABAN MEDIA TANAM Rikumahu, Vilma Victa; Pongoh, Jantje; Paulus, J. M.
EUGENIA Vol 18, No 3 (2012)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/eug.18.3.2012.4096

Abstract

ABSTRACT Research has been implemented as of July 2012, in the  BPSB Laboratory  of North Sulawesi Province i.e.: 1) to test the seed lacking in vigour during the Random Complete Design with three treatments of the various harvest ages, i.e. U1 (90 dasy), U2 (100 days) and U3 (110 days) treatments repeated four times; 2) in the greenhouse to see the amount of the normal, sprouts abnormal, seeds, hard seed and dead, shoot root ratio by using the Random Completed Design with two factors, respectively are : factorial in complete factors of the first different age harvest U1 (90 days), U2 (100 days) and U3 (110 days), the second factor granting of the water with different capacity P1 (3600 ml), P2 (2700 ml), P3 (1800 ml) and P4 (900 ml). Data analysis were found by the various analysis, however if there are different results, it would continue on the Smallest Significant Test. The results showed that, Electric Power Conductivity (EPC) affected by the age of harvest seed corn. The highest EPC at the harvest ages of 90 days and the lowest at 100 days and 110 days. It would be shown that the great value of EPC, the smallest amount of germination. There is no interaction between the age of abnormal seeds, hard seed die, shoot root ratio and high sprouts, but single factor treatment of harvest age and media planting humidity were significantly effected toward sprout normal, abnormal seed, hard seed die, shoot root ratio and high sprouts. Keywords : corn seed, harvest ages, humidity ABSTRAK   Penelitian dilaksanakan sejak bulan Juli 2012, penelitian pertama di Laboratorium Balai Penelitian dan Sertifikasi Benih (BPSB) Provinsi Sulawesi Utara, untuk menguji vigor benih menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan umur panen yang berbeda: U1 (90 Hari), U2 (100 Hari) dan U3 (110 hari) perlakuan diulang empat kali. Penelitian kedua di Rumah Kaca untuk melihat jumlah kecambah normal, abnormal, benih keras,benih mati dan nisbah pupus akar  menggunakan Rancangan Acak Lengkap disusun secara faktorial  dengan  2 faktor  masing-masing adalah : faktor pertama : Umur Panen yang berbeda, U1 (90 Hari), U2 (100 Hari) dan U3 (110 hari). faktor kedua pemberian air dengan kapasitas yang berbeda, P1 (3600 ml), P2 (2700 ml), P3 (1800 ml) dan P4 (900 ml). Data yang diperoleh menggunakan analisa ragam dan jika terdapat perbedaan perlakuan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil  (BNT). Hasil penelitian yang didapat adalah; Daya hantar listrik (DHL) dipengaruhi oleh umur panen benih jagung, DHL tertinggi pada umur panen 90 hari dan yang terendah umur panen 100 dan 110 hari. Hal ini menunjukan bahwa semakin besar nilai DHL semakin kecil jumlah perkecambahan. Tidak terdapat interaksi antara umur panen benih dan kelembaban media tanam terhadap jumlah kecambah normal, abnormal, benih keras, benih mati, nisbah pupus akar dan tinggi kecambah tetapi secara tunggal faktor perlakuan umur panen dan kelembaban media tanam berpengaruh nyata terhadap kecambah normal, abnormal, benih keras, benih mati, nisbah pupus akar dan tinggi kecambah. Kata kunci : benih jagung, umur panen, kelembaban
ANALISIS DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP PRODUKSI BERAS PROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN 2013 – 2030 Hosang, Peter Rene; Tatuh, J.; Rogi, Johannes E.X.
EUGENIA Vol 18, No 3 (2012)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/eug.18.3.2012.4101

Abstract

ABSTRACT   Climate change has caused in the decreasing of rice production worldwide which affects food security condition in North Sulawesi. Therefore, efforts need to be done to anticipate this issue. A combination of numerical and spatial models was chosen in this study. Paddy rice numerical simulation model described relationships between crops’ physical environmental conditions and physiological condition in the forms of mathematical equations. Model inputs included climatic components, such as: light, temperature, humidity, wind speed and rainfall; soil physical components including: soil capacity, permanent wilt point, soil evaporation parameter; soil chemical variables including: pH and total nitrogen; agronomical input including: crop varieties, seed growth rate, irigation and nitrogen fertilizer; initial conditions including: ground water concentration, mineral nitrogen (NH4 and NO3) from various soil layers. Model output can be determined based on the purpose of the study. This research concluded that (a) rainfall pattern change and temperature’s increase affected paddy rice production, (b) 141,677 ton of rice shortage will be occurred in 2030. Strategics to anticipate this condition should be formulated. It is recommended to conduct a further research on compiling climate change data in North Sulawesi. Also, it is crucial to produce best paddy rice varietas resistant of climate change through biotechnology. Keywords : climate change, produce   ABSTRAK   Perubahan iklim mengakibatkan terjadi gangguan dalam produksi tanaman padi yang mempengaruhi kondisi ketahanan pangan di Sulawesi Utara sehingga perlu adanya langkah-langkah mengantisipasinya. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan yang mengintegrasikan model numerik dan spasial. Model numerik simulasi tanaman padi menjelaskan hubungan antara kondisi fisik lingkungan dengan kondisi fisiologis tanaman dalam bentuk persamaan-persamaan matematis.  Input model terdiri dari unsur-unsur cuaca berupa radiasi surya, suhu dan kelembaban udara, kecepatan angin dan curah hujan; sifat fisik tanah (kapasitas lapang, titik layu permanen dan parameter evaporasi tanah); sifat kimia tanah (pH, nitrogen total); input agronomis (varietas, laju penggunaan benih, irigasi, pemupukan nitrogen); serta kondisi awal berupa kadar air tanah dan nitrogen mineral (NH4 dan NO3) dari berbagai lapisan tanah.  Sedangkan untuk output dapat disesuai dengan tujuannya. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (a) perubahan pola curah hujan dan kenaikan suhu udara mempengaruhi produksi tanaman padi, (b) prognosa ketersediaan beras pada tahun 2030 mengalami defisit sebesar 141,677 ton, sehingga diperlukan langkah strategi untuk mengantisipasi. Eugenia Volume 18 No. 3  Desember 2012 Kata kunci : perubahan iklim, produksi
BIOPESTISIDA DARI EKSTRAK DAUN PANGI (Pangium sp.) TERHADAP SERANGGA Plutella xylostella DI SULAWESI UTARA Salaki, Christina L.; Paendong, Evie; Pelealu, Jantje
EUGENIA Vol 18, No 3 (2012)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/eug.18.3.2012.4092

Abstract

ABSTRACT   Searching the plants in which can produce biopesticides, such as antifeedant to control the insect pests, it attracted the attention of worldwide researches. It is due to in the crop protection, the compounds of antifeedant do not kill, repel or entrap insects, but just inhibit the insect's appetite, so that the food crops or the commodity can be protected. Plutella xylostella (L) is the insect pests which is cosmopolitantly distributed in. Its attacks could damage vegetables resulting in loss of quantitative and qualitative. To overcome these problems, need to develop a means of pest control, which are effective but environmental friendly. North Sulawesi has a lot of plants, which is potentially developed as a source of botanical insecticides. Pangi Plant (Pangium sp.) is a plant species which potentially developed and effective against several types of insect pests, but testing by using crude extract can give varies results depending on the type of extract used, the test insects and environment factors. The purpose of this study was to determine the potential of leaf extracts pangi (Pangium sp.) as antifeedant against Plutella xylostella. The method used is the method of Qin et al. (2004). To determine the class of active compounds to extract the thick antifeedant have done by taking each extract to make a concentrations of 1% (w / v), 5% (w / v), and 10% (w / v). Data were analyzed by Analysis of Variance (One-way ANOVA). The results showed that, the leaf extract of condensed pangi were able to inhibit the feeding activity of the larvae of P. xylostella. Keywords : biopesticide, Pangium sp., Plutella xylostella ABSTRAK   Penelusuran tumbuh-tumbuhan yang dapat menghasilkan biopestisida, seperti anti makan (antifeedant) untuk mengendalikan hama serangga, sangat menarik perhatian para peneliti di seluruh dunia. Hal ini disebabkan karena dalam perlindungan tanaman, senyawa anti makan tidak membunuh, mengusir atau menjerat serangga hama, tetapi hanya menghambat selera makan dari serangga tersebut, sehingga tanaman pangan atau komoditi dapat terlindungi. Plutella xylostella (L) merupakan serangga hama yang penyebarannya bersifat kosmopolitan. Serangan ini dapat merusak tanaman sayuran mengakibatkan kehilangan hasil secara kuantitatif maupun kualitatif. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, perlu dikembangkan sarana pengendalian hama yang efektif tetapi ramah lingkungan. Sulawesi Utara memiliki banyak tumbuhan yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai sumber insektisida botani. Tanaman pangi (Pangium sp.) adalah  jenis tumbuhan yang berpotensi untuk dikembangkan dan efektif terhadap beberapa jenis serangga hama, namun pengujian dengan menggunakan ekstrak kasar dapat memberikan hasil yang beragam tergantung dari jenis ekstrak yang digunakan, faktor serangga uji dan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi ekstrak daun pangi (Pangium sp.) sebagai anti makan terhadap P. xylostella. Metode yang digunakan adalah  metode Qin et al. (2004). Untuk mengetahui golongan senyawa aktif anti makan terhadap ekstrak kental dilakukan dengan mengambil masing-masing ekstrak untuk dibuat konsentrasi 1 % (b/v), 5 % (b/v), dan 10 % (b/v). Data dianalisa dengan analisis varians (One-way Anova). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ekstrak kental daun pangi mampu menghambat aktivitas makan dari larva P. xylostella.  Eugenia Volume 18  No. 3  Desember 2012 Kata Kunci : biopestisida, Pangium sp., Plutella xylostella
PREDIKSI GENOTIPE TETUA JAGUNG BERBULIR UNGU BERDASARKAN KESESUAIAN NISBAH HARAPAN PADA BULIR S1 DAN S2 Pamandungan, Yefta; Purwantoro, Aziz; Basunanda, Panjisakti
EUGENIA Vol 18, No 3 (2012)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/eug.18.3.2012.4097

Abstract

ABSTRACT   The research was aimed to determine the parent genotypes of purple corn by the similarity of expected ratio on kernels S1 and S2 using four locus models, Pr/pr, C/c, R/r and Y/y genes. The study was conducted in two phases, namely, 1) Making the individuals of selfing to-1 (S1), and 2) Making the individuals of selfing to-2 (S2). Observed data in the form of kernel per ear of corn was separated by the characters of purple, yellow and white color then analyzed by using the Chi-square Test. The results showed that the offspring genotype from selfing on the base population can be predicted by looking at the suitability between the offspring and parental genotypes based on the ratio of expectation. Parent genotypes prediction on the base population of selfing were PrPrCcRrYy, PrPrCcRryy, PrPrCcRrYY, PrPrCcRRYY and PrPrCCRrYY. Keywords: parent genotypes, purple kernel, corn ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah mengetahui genotipe tetua jagung berbulir ungu berdasarkan kesesuaian dengan nisbah harapan pada bulir S1 dan S2 menggunakan model empat lokus yaitu gen Pr/pr, C/c, R/r dan Y/y. Penelitian dilakukan dalam dua tahap yaitu, 1) pembuatan individu hasil selfing ke-1 (S1), dan 2) pembuatan individu hasil selfing ke-2 (S2). Data hasil pengamatan berupa bulir jagung per tongkol yang dipisahkan berdasarkan karakter warna ungu, kuning dan putih selanjutnya dianalisis dengan menggunakan uji khi kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe keturunan hasil selfing pada populasi dasar dapat diprediksi dengan melihat kesesuaian antara genotipe keturunan dan tetua berdasarkan nisbah harapan. Prediksi genotipe tetua pada populasi dasar selfing adalah PrPrCcRrYy, PrPrCcRryy, PrPrCcRrYY, PrPrCcRRYY dan PrPrCCRrYY. Kata kunci: genotipe tetua, berbulir ungu, jagung
PERTUMBUHAN BIBIT SENGON (Paraserianthes falcataria) PADA BERBAGAI MEDIA TUMBUH Sukarman, Sukarman; Kainde, R.; Rombang, J.; Thomas, A.
EUGENIA Vol 18, No 3 (2012)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/eug.18.3.2012.4103

Abstract

ABSTRACT   This research was carried out in Silviculture Laboratory, Agriculture Faculty, Sam Ratulangi University, from April to June 2012. The aim of this was to examine the influence of growth media combination on height, diameter and number of leaf sengon seedling, using a Randomized Complete Design with one factor. The factor is  top soil, top soil and sekam bakar, and top soil and coco peat. Based on the research, the results of Anaslysis of Variance showed that top soil and combination of top soil and sekam bakar give most number of seedling leaf.  However, growth of height and diameter at all of combination was no significant, but there was trend that top soil give best growth of height and best growth of diameter given by the top soil and combination of top soil and sekam bakar. Keywords : growth media, sengon ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Silvikultur, Fakultas Pertanian, Universitas Sam Ratulangi, pada bulan April - Juni 2012. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi media tumbuh terhadap pertumbahan tinggi, diameter dan jumlah daun bibit sengon, dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor. Faktor tersebut adalah tanah lapisan atas, campuran tanah lapisan atas dengan pasir, campuran tanah lapisan atas dengan sekam bakar  dan campuran tanah lapisan atas dengan coco peat. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa hasil sidik ragam menunjukkan media tumbuh tanah lapisan atas dan media tumbuh campuran tanah lapisan atas dengan sekam bakar menunjukkan pertumbuhan jumlah daun bibit sengon ang terbanyak. Sedangkan pertumbuhan tinggi dan diameter pada berbagai media yang diuji tidak berbeda nyata, tapi kecendrungan pertumbuhan tinggi tanaman terbaik ditunjukan pada media tumbuh tanah lapisan atas dan pertumbuhan diameter terbaik di tunjukkan pada media tumbuh tanah lapisan atas  dan campuran tanah lapisan atas dengan sekam bakar. Kata kunci : media tumbuh, sengon

Page 1 of 2 | Total Record : 13