cover
Contact Name
Jamil Suprihatiningrum
Contact Email
inklusi@uin-suka.ac.id
Phone
+62274-515856
Journal Mail Official
inklusi@uin-suka.ac.id
Editorial Address
https://ejournal.uin-suka.ac.id/pusat/inklusi/ET
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Inklusi Journal of Disability Studies
ISSN : 23558954     EISSN : 25809814     DOI : https://doi.org/10.14421/ijds
Core Subject : Social,
INKLUSI accepts submission of manusciprts on disability issues from any discipline. We are promoting an interdisciplinary approach to work on disability rights and social inclusion of the people with disabilities.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2016)" : 9 Documents clear
Indeks Volume 3 Tahun 2016 Jurnal Inklusi
INKLUSI Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.751 KB)

Abstract

Manajemen Pendidikan Inklusif SMA Muhammadiyah di Kota Yogyakarta Dyah Witasoka
INKLUSI Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.218 KB) | DOI: 10.14421/ijds.030202

Abstract

This study is aimed at analyzing the activities of education management at the inclusive senior high schools affiliated to Muhammadiyah Foundation in Yogyakarta. The activities involved planning, implementation, and supervision in the curriculum and learning management, teachers and education personnels management, students management, facilities and infrastructure management, and budget management. This study was a phenomenology research with qualitative approach. This research results in three major findings. First, these inclusive high schools did not make any special planning in conducting an inclusive education. Second, these inclusive High school tried to manage activities based on the needs and characteristics of students with disabilities. Third, the school principals were involved directly in the implementation of inclusive education in their schools. Therefore, the school principals had a direct communication and interaction with the teachers, GPK (supporting) teachers, and the students with disabilities to monitor the inclusive service provided.[Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan manajemen pendidikan pada SMA inklusif yang berada dalam naungan yayasan Muhammadiyah di Kota Yogyakarta. Kegiatannya mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan mulai dari manajemen kurikulum dan pembelajaran, manajemen pendidik dan tenaga kependidikan, manajemen peserta didik, manajemen sarana dan prasarana, serta manajemen pembiyaan.Penelitian ini merupakan penelitian fenomenologi dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan utama. Pertama, SMA Inklusif tidak memiliki perencanaan khusus dalam menyelenggarakan pendidikan inklusif. Kedua, SMA Inklusif berusaha melaksanakan kegiatan manajemen sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa difabel. Ketiga, Kepala sekolah memiliki keterlibatan langsung dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif di sekolahnya. Oleh karena itu, kepala sekolah melakukan komunikasi dan interaksi langsung dengan tenaga pendidik, tenaga GPK, bahkan siswa difabel agar dapat memantau pelayanan inklusif yang diberikan.]
Difabel dalam Alquran Sri Handayana
INKLUSI Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (968.957 KB) | DOI: 10.14421/ijds.030206

Abstract

This paper is a descriptive analysis of the Quranic views and attitudes on the people with disabilities. It starts with examining verses from the Quran and Prophetic Traditions (Hadith) as well as relevant social reality. Despite the fact that the Quran teaches equality and diversity, Muslims attitudes towards people with disabilities may vary, depending on their perspectives of disability influenced not only by their faith but also their social context. This paper even tries to give a particular emphasis on hidden social messages in the Quran that should be implemented in current everyday life.[Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan pandangan serta sikap Alquran terhadap difabel. Penafsiran dimulai dari menelusuri ayat-ayat yang berhubungan dengan difabel dan selanjutnya dihubungkan dengan realitas sosial. Sekalipun Alquran mengajarkan kesetaraan dan keragaman, sikap umat Islam terhadap difabel mungkin saja berbeda tergantung perspektif mereka terhadap difabel dan lingkungan sosial di mana mereka berada. Tulisan ini juga mencoba untuk mengeksplorasi secara mendalam pesan-pesan sosial tersembunyi dari Alquran terkait difabel sehingga dapat diimplementasikan pada zaman sekarang.]
Strategi Advokasi Perempuan Difabel Korban Kekerasan di SAPDA Sulistyary Ardiyantika
INKLUSI Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.01 KB) | DOI: 10.14421/ijds.030203

Abstract

There two objectives of the current study: First, it is to explain the advocacy strategy used by SAPDA (one prominent Yogyakarta based NGO) for the victims of violence among women with disabilities. Second, barriers they face in doing the advocacy for the women with disabilities. This study identifies three levels of advocacy by SAPDA: micro, mezzo, and macro – modelling them with the typical social work intervensions. The research shows that SAPDA mostly use the mezzo level of advocacy. It is related to the barriers they face in developing advocacy at the other levels. These barriers include the internal barriers such as the human resources; lack of control over advocacy policy; poor planning and management. In addition, there are also what consitute external barriers: management, staffs recruitment, and poor training.[Penelitian ini mempunyai dua tujuan: Pertama, untuk menjelaskan strategi advokasi yang dilakukan SAPDA (Satuan Advokasi Perempuan dan Anak Difabel) terhadap perempuan difabel korban kekerasan. Kedua, menjelaskan hambatan yang dihadapi SAPDA dalam melaksanakan advokasi terhadap perempuan difabel korban kekerasan. Penelitian menunjukkan bahwa strategi advokasi yang dilakukan SAPDA dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu (1). Mikro, (2). Mezzo dan (3). Makro. Dalam implementasinya, strategi Mezzo merupakan strategi yang paling dominan digunakan oleh SAPDA hingga saat ini. Adapun faktor penghambat terlaksananya advokasi secara internal adalah: (a) Lemahnya sumber daya manusia; (b) Kontrol yang kurang memadai; dan (c) Sistem perencanaan dan pengembangan manajemen yang lemah.  Sedangkan kendala dari faktor eksternal meliputi: (a) Manajemen yang belum maksimal, (b) Rekrutmen dan seleksi yang kurang tepat; dan (c) Training yang kurang mengenai pendataan klien.]
Social-Relational Model dalam Undang-undang Penyandang Disabilitas Sofiana Millati
INKLUSI Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.455 KB) | DOI: 10.14421/ijds.030207

Abstract

This article aims to analyze the Law Number 8 year 2016 on the Persons with Disabilities using the Social-Relational Model of disability. The debates between Medical Model versus Social Model have developed through disability discourses in Indonesia. This research argues that the correlation between Medical Model and Social Model is not mutually exclusive, rather, it is relationally necessary. Social Relational Model influnce in the Law can be discussed within three subjects: the rights for education for the persons with disabilities, the rights for justice and legal protection, and the rights for health.[Artikel ini bertujuan untuk mengkaji Undang-Undang Nomor 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas melalui pendekatan Sosial-Relational Model. Perdebatan antara Medical Model versus Social Model telah berkembang melalui diskursus diskursus disabilitas di Indonesia. Penelitian ini berargumen bahwa terdapat hubungan interelasional antara perspektif Medical Model dan Social Model yang sebenarnya bukan bertolak belakang, melainkan saling melengkapi satu sama lain. Dalam penelitian ini, dibahas relevansi pendekatan Social Relational dalam beberapa tema antara lain hak atas pendidikan, hak atas keadilan dan perlindungan hukum, dan hak atas kesehatan.]
Persepsi Siswa Difabel terhadap Praktik Pendidikan Inklusif di SMA Inklusi di Yogyakarta Jamil Suprihatiningrum
INKLUSI Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.852 KB) | DOI: 10.14421/ijds.030204

Abstract

The rationale behind this study is how students with disabilities’ perception towards the inclusive education and inclusive teaching practices. As a qualitative single case study, two participants (student with hearing loss and visual impairment) were involved to give their depth explanation about inclusive practices in one secondary inclusive school in Yogyakarta. These participants were recruited by purposive technique sampling. Data were gathered by open-ended interview, documents’ analysis, and direct observation for building and learning media. Data then were analyzed using content-analysis technique. The results show students with disabilities have a positive perception towards the inclusive practices in their school. They claimed, this practice would be valuable if: the school provides learning materials in different modalities and teachers offers multiple ways in teaching. Furthermore, system support and shaping the inclusive culture is necessary to realize the inclusive education and teaching practices.[Penelitian ini mencoba untuk mengungkap persepsi siswa difabel mengenai praktik pendidikan dan pembelajaran inklusif di salah satu SMA Inklusi di Yogyakarta. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan mengambil satu studi kasus yang melibatkan dua orang siswa difabel (Tuli dan tuna netra) sebagai responden melalui teknik purposive sampling. Data diungkap dengan wawancara semi terbuka, analisis dokumen dan observasi terhadap bangunan fisik dan media pembelajaran. Data kemudian dianalisis menggunakan teknik content-analysis. Hasil penelitian menunjukkan siswa memiliki persepsi yang cukup baik terhadap pelaksanaan pendidikan dan pembelajaran inklusif. Menurut siswa, praktik pembelajaran inklusif akan lebih bermakna jika aksesibilitas terhadap materi-materi pelajaran semakin dipermudah dengan menyediakan berbagai macam sumber belajar yang bervariasi, termasuk cara guru dalam menyampaikan pelajaran perlu menggunakan berbagai metode. Selain itu, dukungan sistem dan penciptaan budaya inklusif juga harus selalu dipupuk agar warga sekolah mampu mewujudkan praktik pendidikan dan pembelajaran inklusif yang seharusnya.]
Menggagas Desa Inklusi dengan Aksi Inisiasi Jurnal Inklusi
INKLUSI Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.661 KB)

Abstract

Mengikat Makna Diskriminasi: Penyandang Cacat, Difabel, dan Penyandang Disabilitas Arif Maftuhin
INKLUSI Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.639 KB) | DOI: 10.14421/ijds.030201

Abstract

The research is about the ‘struggle’ to name persons with disabilities in Indonesia. As in other countries that find naming as an important tool in the fight for equality, Indonesia witnessed various naming influenced by the way people see disability and persons with disability.  The research is aimed at understanding which naming that is more popular in terms of its usage and how a term is used. The data are gathered from the online use of three words: penyandang cacat, difabel, dan penyandang disabilitas. It seeks to see the poplarity of the words in three different levels: their trends, popular use in the online news media, and their academic use in the journals and books. The method to gather and analyze the data is mostly helped by Google search engine and its rich features. The researh concluded that there has been a dynamic use of the words across the level. ‘Difabel’ is the most popular word in trend; ‘Penyandang Disabilitas’ shared the popularity with ‘Difabel’ among news media; and surprisingly ‘Penyandang Cacat’ is still the most used term among scholars.[Penelitian ini difokuskan untuk meneliti ‘perebutan makna’ dan penggunaan berbagai istilah terkait dengan difabel. Penelitian bertujuan melihat istilah mana yang paling banyak digunakan dan bagaimana istilah-istilah itu digunakan. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data-data daring (online) terkait dengan tiga istilah kunci dalam wacana disabilitas di Indonesia: penyandang cacat, difabel, dan penyandang disabilitas. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data-data online dan menganalisisinya dalam tiga aspek: tren penggunaan istilah; popularitas di dunia berita daring; dan penggunaan di dunia akademik. Penelitian menunjukkan bahwa ada dinamika menarik dalam penggunaan ketiga istilah itu di ketiga wilayah pencarian. Istilah ‘difabel’, meskipun tidak diakui sebagai istilah resmi undang-undang, adalah istilah yang paling populer di tren. Sementara istilah ‘penyandang disabilitas’ mencatatkan skor popularitas yang sedikit lebih tinggi dari ‘difabel’ dalam penggunaan di media daring. Sementara istilah ‘penyandang cacat’ justru masih sangat populer dalam penggunaan akademik.]
Meningkatkan Rentang Perhatian Anak Autis dalam Pembelajaran Pengenalan Huruf Titisa Ballerina
INKLUSI Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.882 KB) | DOI: 10.14421/ijds.030205

Abstract

One characteristic of an autistic child is having obstacles in attention span, which affects their learning process. Children with autism need appropriate learning methods to help them engaging the learning process. This study is aimed at figuring out an appropriate learning method for the subject in recognizing letters. The main question of this study is how to improve the subject’s attention span in learning letter recognition. This case study was conducted through five processes, i.e.: (1) accessing the subject; (2) analyzing the problem; (3) preparing interventions for the subject; (4) implementing interventions; (5) evaluating the effects of interventions. The study found that the learning method of movement and song can enhance the autistic child’s attention span. Therefore, children with autism need appropriate learning methods based on their interests.[Salah satu karakteristik anak autis adalah memiliki hambatan dalam rentang perhatian, yang berdampak pada proses pembelajaran. Anak autis memerlukan metode belajar yang sesuai dengan karakteristiknya,  agar dapat membantu proses belajarnya. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui metode belajar yang sesuai untuk subjek dalam mengenal huruf. Pertanyaan utama pada penelitian ini adalah bagaimana cara meningkatkan rentang perhatian subjek dalam pembelajaran pengenalan huruf. Proses yang telah dilakukan yaitu: (1) mengases subjek; (2) menganalisis permasalahan; (3) menyusun intervensi untuk subjek; (4) menerapkan intervensi; (5) mengevaluasi efek intervensi. Kesimpulan dari studi ini adalah terdapat peningkatan rentang perhatian pada subjek, setelah menggunakan metode belajar gerakan dan lagu. Anak autis memerlukan metode belajar yang sesuai dengan minatnya.]

Page 1 of 1 | Total Record : 9