cover
Contact Name
DWIKEN AULIA SUGESTI
Contact Email
dwiken@pknstan.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpbc@pknstan.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
JURNAL PERSPEKTIF BEA DAN CUKAI
ISSN : 26206757     EISSN : 2614283x     DOI : -
Core Subject : Economy,
JPBC invite authors to submit papers (research-based articles) related to all aspects of the activities of Customs and Excise, for example, exports, imports, public accounting, auditing, law, management, logistics, taxation, public policy, economics, administration, information technology and communications for Customs and Excise. The author(s) who willing to submit must use journal template and include the following forms: Ethics statement and Copyright statement.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2019)" : 8 Documents clear
LIBERALISASI PERDAGANGAN DAN PENERIMAAN KEPABEANAN IMPOR Purwana, Aditya Subur
JURNAL PERSPEKTIF BEA DAN CUKAI Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.414 KB) | DOI: 10.31092/jpbc.v3i2.555

Abstract

Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh liberalisasi perdagangan terhadap penerimaan kepabeanan impor, dan kontribusi penerimaan kepabeanan terhadap penerimaan perpajakan. Penelitian ini menggunakan regresi linear berganda dan analisis kontribusi (proporsi). Hasil analisis menunjukkan liberalisasi perdagangan akan meningkatkan kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) karena dapat meningkatkan penerimaan kepabeanan impor (bea masuk dan PDRI). Kontribusi penerimaan kepabeanan dan cukai berpengaruh signifikan terhadap penerimaan perpajakan, kontribusi penerimaan kepabeanan berpengaruh signifikan terhadap penerimaan perpajakan, dan kontribusi penerimaan PDRI berpengaruh signifikan terhadap penerimaan perpajakan dalam negeri. Kata Kunci: Direktorat Jenderal Bea dan Cukai; liberalisasi perdagangan; penerimaan bea masuk; penerimaan PDRI; dan penerimaan perpajakan.
FAKTOR PEMBENTUK HARGA JUAL PRODUK CPO ASAL INDONESIA Intanna, Affinuta Vena; Yusuf, Himawan
JURNAL PERSPEKTIF BEA DAN CUKAI Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1524.103 KB) | DOI: 10.31092/jpbc.v3i2.511

Abstract

This study aims to analyze and obtain empirical evidence about the main factors forming the price of one of Indonesia's main export commodities, Crude Palm Oil (CPO). The data of this study are all data of CPO exports subject to export duty from January 2009 to June 2015. The analysis technique used in this study is multiple regression analysis using Eviews 8. Based on the results of the analysis, it can be concluded that the export duty, export standard prices, and international market prices have a positive and significant effect on CPO selling prices, while the inflation rate does not significant effect on CPO selling prices. Based on standardized coefficients, it can be concluded that international market prices have the strongest influence on CPO selling prices
ANALISIS SWOT UNTUK MENENTUKAN STRATEGI PENANGANAN BARANG JASA TITIP (STUDI KASUS KPU BC TIPE C SOEKARNO-HATTA) Muchtar, Masruri
JURNAL PERSPEKTIF BEA DAN CUKAI Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.265 KB) | DOI: 10.31092/jpbc.v3i2.521

Abstract

This research aims to determine appropriate strategy conducted by KPU BC Type C Soekarno-Hatta in controlling passenger’s imported good in particularly regarding Jasa Titip (Jastip) service provided in Soekarno-Hatta International Airport due to the role of Directorate General of Customs and Excise as revenue collector and community protector. This research uses the approach of post-positivism to the type of descriptive. The data collection techniques are observation, depth interview, and literature study. This study uses SWOT Analysis. Internal and external factors are identified in the SWOT matrix. Result shows that an integrated information system connected to other authorities’ database enhanced with special feature is highly required. In addition, KPU BC Type C Soekarno-Hatta should have been initially planning the need of sophisticated NPP detection tools and X-Ray machine. The Analyst Teams should upgrade their competencies so that they are able to understand the behavior of Jastip provider in using social media. A program to educate society about import regulations, obligations, and penalties are also need to be prepared. Lastly, a new policy should immediately be made.
TINJAUAN TERHADAP PENGAWASAN PELAKSANAAN SUBKONTRAK BARANG IMPOR DARI KAWASAN BERIKAT KE TEMPAT LAIN DALAM DAERAH PABEAN DENGAN JAMINAN PADA WILAYAH KERJA KPPBC TMP A BANDUNG Adhitama, Satria
JURNAL PERSPEKTIF BEA DAN CUKAI Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.187 KB) | DOI: 10.31092/jpbc.v3i2.552

Abstract

Dengan semakin banyaknya negara yang terlibat dalam perdagangan internasional, persaingan menjadi semakin ketat. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang memiliki peran penting dalam rangka pengawasan arus lalu lintas barang dan pemberian fasilitas terhadap industri dalam negeri agar dapat bersaing di kancah internasional. Pemberian fasilitas kepabeanan terhadap industri dalam negeri salah satunya Kawasan Berikat dan juga subkontrak khususnya diharapkan dapat membantu meningkatkan ekonomi negara. DJBC mengemban tugas mengawasi penyelenggaraan subkontrak dari Kawasan Berikat ke Tempat Lain Dalam Daerah Pabean (TLDDP). Tugas tersebut dilimpahkan ke unit vertikal DJBC tak terkecuali KPPBC Tipe Madya Pabean A Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pelaksanaan Pengawasan atas Penyelenggaraan Subkontrak Barang Impor dari Kawasan Berikat ke Tempat Lain Dalam Daerah Pabean (TLDDP) Pada Wilayah Kerja Kantor Pengawasan Dan Pelayanan Bea Dan Cukai Tipe Madya Pabean A Bandung.
TINJAUAN THIRD PARTY INVOICING - ACFTA PADA KPU BEA CUKAI TANJUNG PRIOK Wahyudi, Imam Tri; Hartopo, Wing
JURNAL PERSPEKTIF BEA DAN CUKAI Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.524 KB) | DOI: 10.31092/jpbc.v3i2.482

Abstract

Dengan meningkatnya kompleksitas hubungan kerjasama dan perdagangan antar negara ataupun kawasan, terutama kerjasama berdasarkan perjanjian perdagangan preferensial (preferential trade agreements) yang telah diratifikasi pemerintah Indonesia, maka semakin meningkat pula peran rules of origin. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif studi kasus untuk menganalisis pemeriksaan third party invocing, sebagai bagian dari rules of origin, pada SKA ACFTA oleh Pejabat Fungsional Pemeriksaan Dokumen (PFPD). Penelitian ini menghasilkan simpulan, yaitu dalam penelitian atas SKA ACFTA Third Party Invoicing, PFPD memerlukan dokumen pendukung tambahan; dalam hal terjadi ketidaksinkronan antara data dalam SKA tersebut dengan data dokumen pendukung, PFPD perlu melakukan retroactive check; dalam hal arsip database rejection dan retroactive check; staf arsip belum melakukan secara terstruktur. Berdasarkan hasil analisis penelitian tersebut, maka disampaikan saran kepada KPU menyusun database rejection atau retroactive check secara terstruktur sehingga mudah untuk dilakukan analisis, kemudian kepada PFPD agar melakukan analisis bisnis menurut Alexandra (2013) dan prosedur penelitian SKA sesuai panduan WCO terutama terhadap SKA dengan skema third party invoicing, dan kepada Direktorat KIAL agar mengkompilasi kasus-kasus SKA third party dari KPU maupun Kantor Bea Cukai lainnya sebagai referensi dan dibahas dalam pertemuan ACFTA.
Pengaruh Faktor Demografi terhadap Status Merokok Remaja sebagai Dampak Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Sukmono, Renny
JURNAL PERSPEKTIF BEA DAN CUKAI Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.779 KB) | DOI: 10.31092/jpbc.v3i2.435

Abstract

ABSTRAK The number of smokers in Indonesia is increasing year by year. Along with the increase in the number of smokers, the proportion of teenage novice smokers is also increasing. The number of teenage smokers in Indonesia is still very large and dominated by boys. There are many factors behind why teenagers smoke. In this study, demographic factors including gender, parents 'smoking status, parents' economic status, education of parents and adolescent areas living (divided into two, namely DBHCHT recipient areas and not CHT DBH recipients) are used. Profit sharing from tobacco products (DBH CHT) is funds allocated to finance certain activities related to goods that have characteristics which consumption needs to be controlled and monitored and has negative impacts on the community. The data used in this study are secondary data sourced from the 2013 Indonesian Basic Health Research survey conducted by the Ministry of Health. Observations were made on 86.810 boys and 79.745 girls. The analytical method used is logistic regression analysis. Based on the results of the analysis it was found that teenagers smoking learn from what they see in the environment in which they are located. If there is one parent who smokes, the teenagers tends to smoke too. This tendency is even greater if both parents smoke. Likewise, with areas with more "tobacco" activities, it will tend to make teenagers  become smokers.                            Jumlah perokok di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Seiring dengan peningkatan jumlah perokok, proporsi perokok pemula yang berusia remaja juga semakin meningkat. Jumlah perokok remaja di Indonesia masih sangat banyak dan masih didominasi oleh remaja laki-laki. Banyak faktor yang melatarbelakangi mengapa remaja merokok. Pada penelitian ini digunakan faktor demografi antara lain jenis kelamin, status merokok orang tua, status ekonomi orang tua, pendidikan orang tua dan daerah remaja tinggal (dibedakan menjadi dua yaitu daerah penerima DBHCHT dan bukan penerima DBH CHT). Dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH CHT) merupakan dana yang dialokasi untuk membiayai kegiatan tertentu  yang berkaitan dengan barang  yang memiliki sifat atau karakteristik yang konsumsinya perlu dikendalikan dan diawasi serta memberikan dampak negatif bagi masyarakat.   Data yang digunakan pada penelitian ini adalah  data sekunder yang bersumber dari survei Riset Kesehatan Dasar Indonesia tahun 2013 yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan. Observasi dilakukan terhadap 86.810 remaja laki-laki dan 79.745 remaja perempuan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi logistik. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa remaja yang merokok belajar dari apa yang dilihatnya di lingkungan dimana dia berada. Jika ada salah satu orang tua yang merokok, kecenderungan anak remaja juga akan ikut merokok. Kecenderungan ini lebih besar lagi jika kedua orang tuanya merokok. Demikian juga dengan daerah dengan aktivitas “tembakau” yang lebih banyak, akan cenderung membuat anak remaja menjadi perokok.
MENGOPTIMALKAN PENERIMAAN NEGARA MELALUI PEMERIKSAAN JOINT AUDIT DJP DAN DJBC Nugrahanto, Arif; Muchtar, Masruri
JURNAL PERSPEKTIF BEA DAN CUKAI Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.278 KB) | DOI: 10.31092/jpbc.v3i2.558

Abstract

Pemerintah terus melakukan upaya untuk meningkatkan kepatuhan pajak. Salah satunya dengan melakukan sinergi melalui joint audit. Joint auditdiharapkan bukan hanya optimalisasi penerimaan negara dan penegakan hukum di bidang perpajakan, kepabeanan dan/atau cukai, namun peningkatan kepatuhan perpajakan dan kepabeanan dan cukai.  Berdasarkan literatur review dan wawancara dengan tim joint audit, antara pemeriksaan pajak dan audit bea dan cukai masing-masing memiliki kesamaan karakteristik yang dapat saling memperkuat dan juga terdapat perbedaan-perbedaan yang dapat didayagunakan agar saling mengisi dan melengkapi. Adanya kecenderungan Wajib Pajak untuk melakukan overstate biaya dapat dengan mudah dideteksi sebagai temuan audit bagi auditor bea dan cukai, melalui skema joint audit. Sebaliknya adanya laporan importasi yang cenderung kecil dari hasil audit bea dan cukai dapat digunakan untuk melakukan koreksi harga pokok produksi dalam pemeriksaan pajak. Adanya fasilitas langsung yang diberikan oleh DJBC, berupa penangguhan pembayaran bea masuk, membuat Wajib Pajak cenderung lebih kooperatif terhadap auditor bea dan cukai. Pemeriksa pajak dapat memaksimalkan situasi tersebut dengan mengoptimalkan akses data dalam melaksanakan joint audit. Lebih lanjut, Pemeriksaan pajak yang cenderung meluas dan tidak-mendalam dapat di-support dengan audit bea dan cukai yang dalam dan tajam. Dengan sinergi ini, skema join audit dapat menutup keterbatasan pemeriksaan atau audit, melengkapi temuan sehingga pemeriksaan pajak maupun audit bea dan cukai menjadi jauh lebih komprehensif dan tajam
Tinjauan atas Sistem Kerja dan Infrastruktur Nilai Pabean di DJBC Menggunakan WCO Diagnostic Tool Riesfandiari, Indri
JURNAL PERSPEKTIF BEA DAN CUKAI Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.156 KB) | DOI: 10.31092/jpbc.v3i2.565

Abstract

Jumlah kekalahan DJBC di tingkat banding atas penetapan nilai pabean yang mencapai lebih dari 50% merupakan indikasi kebutuhan perbaikan dalam sistem pengawasan nilai pabean. Prinsip dari pengawasan nilai pabean adalah objektif, seragam, adil, netral dan transparan. Prinsip ini sebagai dasar untuk mendorong kepatuhan sukarela dan menjamin pengumpulan penerimaan dengan efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau kesesuaian sistem kerja dan infrastruktur nilai pabean di DJBC dengan panduan yang diberikan World Customs Organization (WCO), dan merekomendasikan perbaikan. WCO Diagnostic Tools on Tariff Classification, Valuation and Origin Work digunakan untuk meninjau enam area yaitu: dasar hukum, infrastruktur, sistem pengawasan, manajemen risiko, fasilitasi perdagangan, dan unsur lainnya. Hasil penelitian menunjukkan 87% kriteria sistem kerja dan infrastruktur nilai pabean yang baik telah dimiliki DJBC. Adapun hal-hal yang memerlukan perbaikan adalah: penerapan Article 16 dari WTO Valuation Agreement; mekanisme keberatan atas rulings/advice; prosedur konsultasi formal antara unit teknis dengan unit pusat (Subdirektorat Nilai Pabean); kebijakan pertukaran informasi dengan administrasi kepabeanan negara lain; dan ketersediaan informasi keputusan rulings/advice untuk umum.

Page 1 of 1 | Total Record : 8