cover
Contact Name
Wiwit Apit Sulistyowati
Contact Email
wiwit.apit@gmail.com
Phone
+628562734789
Journal Mail Official
ejournaljka@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pemuda No.32, Sunyaragi, Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat 45132
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kajian Akuntansi
ISSN : 25799975     EISSN : 25799991     DOI : http://dx.doi.org/10.33603/jka
Core Subject : Economy,
Jurnal Kajian Akuntansi adalah jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian Universitas Swadaya Gunung Jati. Jurnal Kajian Akuntansi diterbitkan dalam bentuk print and online (Open Journal System) pada tahun 2017. Jurnal Kajian Akuntansi menerbitkan artikel naskah dua kali setahun (Juni dan Desember). Ada 16 artikel setiap volume. Topik artikel mencakup Akuntansi Keuangan, Akuntansi Syariah, Keuangan, Sistem Informasi Akuntansi, Audit, Akuntansi Perilaku, Akuntansi Manajemen, Perpajakan, Tata Kelola Perusahaan, Akuntansi Pendidikan, Akuntansi Sektor Publik, Akuntansi Lingkungan dan Akuntansi Etika dengan mengacu pada standar dan prosedur penelitian ilmiah yang ditetapkan oleh dewan editorial untuk publikasi. Artikel naskah dapat berasal dari peneliti, akademisi, praktisi, dosen, mahasiswa dan pengamat akuntansi lainnya yang tertarik dalam penelitian di bidang akuntansi.
Articles 241 Documents
Kepribadian Machiavellianism pada Aspek Perilaku Auditor Sagara, Yusar; Atikah, Nur
Jurnal Kajian Akuntansi Vol 5 No 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jka.v5i1.3521

Abstract

AbstractThe historical development of audit practices is inseparable from various cases of ethical violations and deviations from audit standards. This behavior is explained as a dysfunction behavior that is closely related to today's modern human profession. This study discusses how machiavellian tendencies in a person are very closely related to behavioral dysfunction in the auditor and how spiritual concepts in the workplace become a solution in preventing and minimizing these attitudes and behaviors. The study was conducted on 115 auditors in the Jakarta public accounting firm through a survey. The data analysis method used is quantitative data analysis with Structural Equation Modeling (SEM) approach assisted by the LISREL 8.80 program. Data processing results show that workplace spirituality has a significant negative effect on audit dysfunction behavior through machiavellian nature, but does not have a negative and significant effect directly on dysfunction behavior.Keywords: Attribution theory; Audit dysfunction behavior; Machiavellian tendencies; Workplace spirituality. Abstrak Sejarah perkembangan praktik audit tidak terlepas dari berbagai kasus pelanggaran etika dan penyimpangan atas standar audit. Perilaku tersebut dijelaskan sebagai perilaku disfungsi yang erat kaitannya dengan profesi manusia modern saat ini. Penelitian ini membahas bagaimana kecenderungan machiavellian dalam diri seseorang sangat erat kaitannya dengan perilaku disfungsi dalam diri auditor dan bagaimana konsep spiritual di tempat kerja menjadi solusi dalam mencegah dan meminimalisir sikap dan perilaku tersebut timbul. Penelitian dilakukan kepada 115 auditor di kantor akuntan publik DKI Jakarta melalui survei. Metode analisis data yang digunakan yakni analisis data kuantitatif dengan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM) berbantuan program LISREL 8.80. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa workplace spirituality berpengaruh negatif secara signifikan terhadap perilaku disfungsi audit melalui sifat machiavellian, tetapi tidak berpengaruh negatif dan signifikan secara langsung terhadap perilaku disfungsi.Kata kunci: Teori atribusi; Perilaku disfungsi audit; Sifat machiavellian; Workplace spirituality.
Analisis Capital Asset Pricing Model (CAPM) serta Model Multifaktor Fama dan French di Bursa Efek Indonesia Sembiring, Ferikawita Magdalena; Komara, Esi Fitriani
Jurnal Kajian Akuntansi Vol 4 No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jka.v4i2.3538

Abstract

AbstractThe purposes of this study are to test and prove the ability of explaining Fama and French multifactor models and compare their performance with Capital Asset Pricing Model (CAPM) as the first of asset pricing model proposed by Sharpe. Data of non-financial stock prices and other relevant financial statement data for the period January 2009 - December 2016 are used in this study which has been formed into 40 portfolios, based on the previous researches. The research method used is the explanatory research method. The results are: (1) Both models, three factors and five factors, can explain the portfolio well, but the firm's size factor becomes redundant in the three-factor model while the investment factor becomes redundant in the five-factor model, (2) The five factor model become more good model compared to three-factor, where market risk, firm value, and company profitability consistently influence returns, and the effect is getting stronger in the five-factor model, (3) Market risk is not the only determinant, but is dominant in influencing returns fluctuation..Keywords: Beta; CAPM; Five factor model; Three factor model. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah menguji dan membuktikan kemampuan menjelaskan model multifaktor Fama dan French serta membandingkan kinerjanya dengan Capital Asset Pricing Model (CAPM), sebagai model penilaian aset (asset pricing model) yang pertama kali diusulkan oleh Sharpe. Data-data berupa data harga saham non keuangan dan data laporan keuangan lain yang relevan selama periode Januari 2009 – Desember 2016 digunakan, termasuk untuk membentuk 40 portofolio, berdasarkan hasil penelitian sebelumnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode explanatory research. Hasilnya adalah bahwa: (1) Kedua model, baik tiga faktor maupun lima faktor, dapat menjelaskan portofolio dengan baik, namun faktor ukuran perusahaan menjadi redundant dalam model tiga faktor sedangkan faktor investasi menjadi redundant dalam model lima faktor, (2) Lima faktor relatif menjadi model yang lebih baik dibandingkan dengan tiga faktor, di mana faktor risiko pasar, nilai perusahaan, dan profitabilitas perusahaan secara konsisten berpengaruh terhadap return, dan pengaruh tersebut ditemukan semakin kuat pada model lima faktor, (3) Faktor risiko pasar bukan satu-satunya faktor penentu return namun bersifat dominan dalam mempengaruhi fluktuasi return.Kata Kunci: Beta; CAPM; Model lima factor; Model tiga Faktor.
Tekanan Institusional dalam Praktik Tata Kelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sofyani, Hafiez; Rozi, Hanif Fahror; Amalia, Firda Ayu
Jurnal Kajian Akuntansi Vol 4 No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jka.v4i2.3567

Abstract

AbstractMany cases of corruption in the Village Owned Enterprises (BUMDes) require good governance implementation to mitigate the potential for corruption or other forms of fraud within the BUMDes entity. While research related to good governance in BUM-Des, there is still minimal access to the day. This study aims to explore the extent to which the practices of good governance principles include: accountability, transparency, responsiveness and community participation have been institutionalized in the management of BUMDes. The research location was conducted in the scope of the Special Region of Yogyakarta involving four BUMDeses. This study uses a descriptive qualitative approach with the method of data collection in the form of interviews with Directors and Staff of BUMDes, village heads, and the community. The results of this study indicate that the implementation of accountability, transparency, responsiveness and community participation in the management of BUMDes in Yogyakarta is more due to normative pressure than coercive or mimetic. Therefore, the implementation of good governance has run quite well even though several indicators of four good governance principles have not yet been fulfilled by some BUMDeses.Keywords: Village-Owned Enterprise (BUMDes); Accountability; Participation; Responsiveness; Governance; Transparency.Abstrak Banyaknya kasus korupsi di entitas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menuntut adanya implementasi tata kelola yang baik guna memitigasi potensi korupsi atau bentuk kecurangan lainnya di dalam entitas BUMDes. Sementara penelitian terkait tata kelola yang baik di BUMDes, masih minim mendapatkan perhaTian. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi sejauh mana praktik prinsip-prInsip tata kelola yang baik meliputi: akuntabilitas, transparansi, responsivitas serta partisipasi masyarakat telah diinstitusionalisasikan dalam pengelolaan BUMDes. Lokasi penelitian dilakukan di lingkup Daerah Istimewa Yogyakarta dengan melibatkan empat BUMDes. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode koleksi data berupa wawancara kepada Direktur dan Staff BUMDes, kepala Desa, dan masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukan Bahwa institutionalisasi akuntabilitas, transparansi, responsivitas dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan BUMDes yang ada di Yogyakrta lebih dikarenakan tekanan normative ketimbang koersif atau mimetik. Karenanya, implementasi tata kelola yang baik talah berjalan cukup baik meskipun beberapa indikator empat prinsip tata kelola yang baik masih belum dipenuhi oleh beberapa BUMDes.Kata kunci: Badan Usaha Milik Desa (BUMDes); Akuntabilitas; Partisipasi; Responsivitas; Tata kelola; Transparansi.
Studi Eksperimental atas Kontrol Diri dan Gaya Hidup: Dampaknya pada Niat Kecurangan Pranata, Tan, Debora Agnez; Utami, Intiyas
Jurnal Kajian Akuntansi Vol 5 No 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jka.v5i1.3581

Abstract

Abstract The purpose of this research is to examine the causality relationship between self-control and lifestyle as well as the interaction of those two variables on the intention to commit fraud in the procurement of goods and services in the government sector. This research used laboratorioum experimental design of 2x2 between subjects with 80 participants of an undergraduate accounting study program at one university in Central Java. The participants whose role as an employee in the procurement of goods and services who want to commit fraud on the basis of the level of self-control and lifestyle. The results showed, first individuals with low levels of self-control will have a higher fraud intention than individuals with high levels of self-control. Second, individuals with high lifestyle levels will have a higher fraud intention than individuals with low lifestyle levels. Third, in conditions of low self-control and high lifestyle, the subject has the intention of highest to do fraud.Keywords: Fraud intention; Lifestyle; Self-control.Abstrak Tujuan dari riset ini adalah untuk menguji hubungan kausalitas antara variabel tekanan situasional dan variabel tingkat integritas serta interaksi kedua variabel tersebut pada niat untuk melakukan kecurangan. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental laboratorium 2 x 2 between subject dengan 80 partisipan mahasiswa prodi Akuntansi pada salah satu universitas di Jawa Tengah. Partisipan akan berperan sebagai seorang pegawai pengadaan barang dan jasa yang hendak melakukan niat kecurangan atas dasar tingkat pengendalian diri dan tuntutan akan gaya hidup yang dimiliki. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, individu dengan tingkat kontrol diri yang rendah akan cenderung memiliki niat melakukan kecurangan yang tinggi daripada individu dengan tingkat kontrol diri yang tinggi. Kedua, individu dengan tingkat gaya hidup yang tinggi akan cenderung memiliki niat melakukan kecurangan yang lebih tinggi daripada individu dengan tingkat gaya hidup yang rendah. Ketiga, dalam kondisi tingkat kontrol diri yang rendah dan tingkat gaya hidup yang tinggi maka subjek akan memiliki niat untuk melakukan kecurangan yang tinggi.Kata Kunci: Gaya hidup; Kontrol diri; Niat kecurangan.
Agresivitas Pajak Korporasi, Perubahan Auditor, dan Client Importance: Bukti Empiris di Indonesia Herusetya, Antonius; Natalie, Kezia
Jurnal Kajian Akuntansi Vol 5 No 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jka.v5i1.3591

Abstract

AbstractThis study examines the association of tax aggressiveness with voluntary auditor changes, both because of auditor dismissal and resignation. Our study also examine the role of the auditor's economic dependence to the client in the relationship of tax aggressiveness and auditor changes. Using observation data from the manufacturing sector in the Indonesia Stock Exchange and using logistic regression of tax shelter prediction model, we find a positive association between tax aggressiveness and voluntary auditor changes. We also find evidence that the economic dependence of auditors on their clients weaken the positive relationship between tax aggressiveness and auditor changes. This findings have implications for the stakeholders that the client-auditor relationship is sensitive due to the tax aggressiveness activities, and this relationship can be moderated by the auditor's economic interest in the client.Keywords: Auditor change; Client importance; Tax aggressiveness; Tax avoidance; Tax shelter. Abstrak Studi ini menguji hubungan agresivitas pajak dengan perubahan auditor secara sukarela, baik karena pemutusan hubungan kerja oleh klien maupun pengunduran diri auditor. Studi ini juga menguji peran kepentingan ekonomi auditor terhadap klien dalam hubungan agresivitas pajak dan perubahan auditor. Menggunakan data observasi pada sektor manufaktur di Bursa Efek Indonesia dan menggunakan model regresi logistik dari model prediksi tax shelter, studi ini menemukan bukti adanya hubungan positif antara agresivitas pajak dan perubahan auditor secara sukarela. Studi ini juga menemukan bahwa kepentingan ekonomi auditor terhadap klien memperlemah hubungan positif agresivitas pajak dan perubahan auditor. Temuan ini memberikan implikasi bagi para pemangku kepentingan bahwa hubungan client-auditor yang sensitif oleh karena aktivitas agresivitas pajak dapat dimoderasi dengan adanya kepentingan ekonomi auditor terhadap klien.Katakunci: Agresivitas pajak; Kepentingan ekonomi; Penghindaran pajak; Perubahan auditor; Tax shelter.
E-filling dan Relawan Pajak dalam Meningkatkan Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Darmayasa, I Nyoman; Wibawa, Bagus Putra; Nurhayanti, Ketut
Jurnal Kajian Akuntansi Vol 4 No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jka.v4i2.3949

Abstract

AbstractThis research aims to analyze the effect of e-filling application and tax volunteer’s role to individual taxpayer’s compliance. In addition, this research also analyzes the effect of tax volunteer’s role as moderating variable on e-filling application to individual taxpayer’s compliance. This research analyzes primary data from distributed questionnaires to 100 individual taxpayers’ in assistance locations of Tax Volunteer from Politeknik Negeri Bali Tax Center. Sample selection in this research using purposive sampling technique. The testing of research variables was conducted using the Partial Least Square method with SmartPLS 3.0 application. The results showed that e-filling application and tax volunteers role had a positive and significant effect on individual taxpayer’s compliance. While there is no significant effect from the moderation of tax volunteer’s role in e-filling application to individual taxpayer’s compliance. This research has a novelty the role of tax volunteers in improving taxpayer compliance. Furthermore, this research has a practical contribution to the tax authority to increase the role of tax volunteers and to taxpayers on the participation of utilizing tax volunteers to improve compliance.Keywords: E-filling; Individual taxpayer; Tax compliance; Tax volunteer.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek dari penerapan e-filling dan peran relawan pajak terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Di samping itu, dilakukan pula pengujian moderasi relawan pajak atas pengaruh penerapan e-filling terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Penelitian ini menganalisis data primer dari kuesioner yang disebarkan kepada 100 wajib pajak orang pribadi di lokasi asistensi Relawan Pajak Tax Center Politeknik Negeri Bali. Pemilihan sample pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Pengujian variabel penelitian dilakukan menggunakan metode Partial Least Square dengan aplikasi SmartPLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan e-filling dan peran relawan pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Sedangkan terdapat pengaruh yang tidak signifikan pada moderasi peran relawan pajak atas penerapan e-filling terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Penelitian ini memiliki keterbaruan peran relawan pajak dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Penelitian ini memiliki kontribusi praktis pada otoritas pajak untuk meningkatkan peran relawan pajak dan terhadap wajib pajak pada partisipasi memanfaatkan relawan pajak untuk meningkatkan kepatuhan.Kata Kunci: E-filling; Kepatuhan pajak; Relawan pajak; Wajib pajak orang pribadi.
Penggunaan Teori Sosial dalam Paradigma Interpretif pada Penelitian Akuntansi Shonhadji, Nanang
Jurnal Kajian Akuntansi Vol 5 No 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jka.v5i1.3972

Abstract

AbstractThe development of the scope of accounting research has led to a more dynamic paradigm of accounting research and the use of social theory to uncover a phenomenon. This study aims to interpret and explain social theory in the interpretive paradigm and its use for the development of accounting research. Qualitative research methods with interpretive paradigms were used in this study and in-depth interviews with key informants were conducted to obtain data. The results of the study revealed that the interpretive paradigm became very relevant to be used in the scope of accounting research to express the true realities that occur between accountant and science of accounting, the environment, and organizational culture. The results of this study also reveal that social theory ethnographic, ethnomethodology, phenomenology, symbolic interactions and structuration in their methodology provide a variety of concerns that want to be expressed in different ways and focus of observation. The results of this study also reveal that the use of social theories as a research method in accounting research related to other social sciences such as sociology and anthropology were able to answer the scope and phenomena of the accountant interactions.Keywords: Accounting; Ethnography; Ethnomethodology; Phenomenology; Symbolic interaction and Structuration. Abstrak Berkembangnya ruang lingkup penelitian akuntansi menyebabkan semakin dinamisnya paradigma penelitian akuntansi dan penggunaan teori sosial untuk mengungkap suatu fenomena. Penelitian ini bertujuan untuk memaknai dan menjelaskan teori sosial dalam paradigma interpretif dan pemanfaatannya untuk perkembangan penelitian akuntansi. Metode penelitian kualitatif dengan paradigma interpretif digunakan dalam penelitian ini dan wawancara mendalam terhadap informan kunci dilakukan untuk memperoleh data. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa paradigma interpretif menjadi sangat relevan digunakan pada penelitian di bidang akuntansi dalam mengungkapkan realitas yang sebenarnya terjadi antara akuntan dengan ilmu akuntansi, lingkungan, dan budaya organisasi. Hasil penelitian ini juga mengungkapkan bahwa teori sosial etnografi, etnometodologi, fenomenologi, interaksi simbolik dan strukturasi dalam metodologinya memberikan keragaman perhatian yang ingin diungkap dengan cara dan fokus pengamatan yang berbeda. Hasil penelitian ini juga mengungkapkan bahwa penggunaan teori – teori sosial sebagai metode penelitian dalam penelitian akuntansi berkaitan dengan ilmu sosial lain seperti sosiologi dan antropologi yang mampu menjawab lingkup dan fenomena interaksi para pelaku akuntansi tersebut.  Dengan demikian maka penelitian akuntansi tidak bisa memisahkan antara subjek dan objek penelitian.Kata kunci: Akuntansi; Etnografi; Etnometodologi; Fenomenologi; Interaksi simbolik dan Strukturasi.
Kompensasi Bonus dan Manajemen Laba Riil: Peran Moderasi Komite Audit Lestiani, Gustina Dwi; Widarjo, Wahyu
Jurnal Kajian Akuntansi Vol 5 No 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jka.v5i2.3978

Abstract

AbstractThis study analyzes the effect of bonus compensation on real earnings management, as well as the effect of the audit committee on the relationship between bonus compensation and real earnings management in manufacturing companies in Indonesia. The sample of this research is manufacturing companies which listed on the Indonesia Stock Exchange in 2016 - 2018. The research sample was selected by purposive sampling method. Hypothesis testing is performed using panel data regression methods and Moderated Regression Analysis (MRA). The research results show that bonus compensation has a positive and significant effect on real earnings management, while the effectiveness of the audit committee does not weaken the effect of bonus compensation on real earnings management. The findings of this study provide an overview to company stakeholders that bonus compensation is one of the factors which motivating company management to practice earnings management, particularly earnings management related to the company's real activities. In addition, this study also provides an overview of the effectiveness of the implementation of corporate governance mechanisms in sample companies, particularly the ineffective supervisory function related to earnings management practices carried out by the audit committee.Keywords: Bonus compensation; Real earnings management; Effectiveness of the audit committee. Abstrak Penelitian ini menganalisis pengaruh kompensasi bonus terhadap manajemen laba riil, serta pengaruh komite audit terhadap hubungan kompensasi bonus dan manajemen laba riil pada perusahaan manufaktur di Indonesia. Sampel penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2016-2018. Sampel penelitian dipilih dengan metode purposive sampling. Pengujian hipotesis dilakukan dengan metode regresi data panel dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan kompensasi bonus berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen laba riil, sedangkan efektivitas komite audit tidak memperlemah pengaruh kompensasi bonus terhadap manajemen laba riil. Temuan penelitian ini memberikan gambaran kepada stakeholder perusahaan bahwa kompensasi bonus merupakan salah satu faktor yang motivasi manajemen perusahaan untuk melakukan praktik manajemen laba, khususnya manajemen laba yang berkaitan dengan aktivitas riil perusahaan. Selain itu, penelitian ini juga memberikan gambaran tentang efektivitas implementasi mekanisme corporate governance pada perusahaan sampel, khususnya belum efektifnya fungsi pengawasan terkait praktik manajemen laba yang dilakukan oleh komite audit.Kata Kunci: Kompensasi bonus; Manajemen laba riil; Efektivitas komite audit
Prinsip Akuntansi Syariah pada Praktik Transaksi Tradisional Mawah dan Gala di Kabupaten Aceh Besar Hasan, Azhar; Fahlevi, Heru; Aliamin, Aliamin
Jurnal Kajian Akuntansi Vol 4 No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jka.v4i2.3994

Abstract

AbstractThis study aims to analyze the obedience of traditional economic transaction practices that are still found today namely, mawah and gala. Mawah is a tradition of business cooperation based on profit sharing between capital owners and managers, while gala is a traditional pawning practice commonly found in rural Acehnese communities including in Aceh Besar, Indonesia. Using a qualitative approach, the researchers collected data from in-depth interviews and questionnaires. Data was collected from December 2019 and March 2020. The respondents and interviewees were people who have experiences in mawah and gala transaction as well as community leaders and cultural figures in Aceh Besar district. The results showed that mawah and gala traditions in Aceh Besar District follow sharia accounting practices in terms of pillars and sharia provisions with reference to Indonesian Accounting Standard statement No. 105 and 107.  However, there are still some limitations for example, the absence of sufficient records on the transactions that can be linked to the presence of trust and emotional connections among the people involved. Keywords: Culture; Islamic accounting; Gala; Mawah; Tradition.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian praktik transaksi ekonomi tradisional yang masih dijalankan sampai sekarang yaitu, mawah dan gala. Mawah adalah tradisi kerjasama bisnis berdasarkan pembagian keuntungan antara pemilik modal dan pengelola, sedangkan gala merupakan praktik gadai tradisional yang lazim ditemukan di masyarakat pedesaan Aceh. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, peneliti menggumpulkan data melalui wawancara mendalam dan kuesioner di Aceh Besar yang dilakukan antara bulan Desember 2019 sampai dengan Maret 2020. Responden dan narasumber adalah masyarakat pelaku mawah dan gala serta tokoh masyarakat dan tokoh budaya di kabupaten Aceh Besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi mawah dan gala di Kabupaten Aceh Besar secara umum telah sesuai dengan praktik akuntansi syariah baik dari sisi rukun dan ketentuan syariah dengan merujuk kepada PSAK Syariah 105 dan 107. Namun para pelaku transaksi tradisional tersebut tidak melakukan pencatatan yang lengkap dan memadai sesuai dengan standar akuntansi syariah yang diterima umum. Hal tersebut dapat dikaitkan dengan kuatnya hubungan emosional dan kepercayaan antara pihak yang terlibat sehingga bukti transaksi yang tercatat tidak dirasa penting.Kata kunci: Akuntansi syariah; Budaya; Gala; Mawah; Tradisi.
Etnisitas dan Konservatisme Akuntansi pada Perusahaan Publik di Indonesia Setiawan, Antonius Singgih; Fransysca, Ellen
Jurnal Kajian Akuntansi Vol 4 No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jka.v4i2.4003

Abstract

AbstractAccounting conservatism is debated in practice, literature, and financial accounting research. The principle of conservative accounting is considered as an action to control the optimistic behavior of management and business owners but the potential to cause biased information. This study aims to examine the influence of ethnicity of authorized officials in the publication of corporate financial statements on accounting conservatism in public companies in Indonesia. A total of 71 samples of manufacturing companies listed on the IDX in 2019 and fulfilling sampling criteria were used to test the hypothesis. The research data were analyzed using independent sample t-test. The results showed that the difference in the ethnicity of the official level in the company's financial reporting would affect the level of accounting conservatism in a company. Pribumi ethnicities with general characteristics as ethnicities that prioritize stability in their business tend to have higher conservatism characteristics compared to Tionghoa ethnic groups who tend to be more willing to take risks in their every decision. An important implication of the results of this study is that the authorized officials in publishing the company's financial statements must be able to control their conservative principles.Keywords: Accounting conservatism; Ethnicity; Manufacturing sector; Pribumi ethnic; Tionghoa ethnic.AbstrakKonservatisme akuntansi menjadi perdebatan dalam praktik, literatur dan penelitian akuntansi keuangan. Prinsip konservatisme akuntansi dinilai sebagai tindakan untuk mengendalikan perilaku optimistis manajemen dan pemilik usaha namun berpotensi menimbulkan informasi yang bias. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh etnisitas pejabat yang berwenang dalam pemublikasian laporan keuangan perusahaan terhadap konservatisme akuntansi pada perusahaan publik di Indonesia. Sebanyak 71 sampel perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2019 dan memenuhi kreteria sampling digunakan untuk menguji hipotesis. Data penelitian di analisis menggunakan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan kelompok etnisitas pejabat yang berwenang dalam pelaporan keuangan perusahaan akan berpengaruh pada tingkat konservatisme akuntansi di suatu perusahaan. Etnis Pribumi dengan karakteristik umum sebagai etnis yang lebih mengedepankan sifat stabil dalam berusaha cenderung memiliki sifat konservatisme yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok etnis Tionghoa yang cenderung lebih berani ambil risiko pada setiap keputusan mereka.  Implikasi penting dari hasil penelitian ini adalah para pejabat yang berwenang dalam pemublikasian laporan keuangan perusahaan harus dapat mengendalikan prinsip konservatime mereka.Kata Kunci: Etnisitas; Etnis Pribumi; Etnis Tionghoa; Konservatisme akuntansi; Sektor manufaktur.