cover
Contact Name
Wiwit Apit Sulistyowati
Contact Email
wiwit.apit@gmail.com
Phone
+628562734789
Journal Mail Official
ejournaljka@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pemuda No.32, Sunyaragi, Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat 45132
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kajian Akuntansi
ISSN : 25799975     EISSN : 25799991     DOI : http://dx.doi.org/10.33603/jka
Core Subject : Economy,
Jurnal Kajian Akuntansi adalah jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian Universitas Swadaya Gunung Jati. Jurnal Kajian Akuntansi diterbitkan dalam bentuk print and online (Open Journal System) pada tahun 2017. Jurnal Kajian Akuntansi menerbitkan artikel naskah dua kali setahun (Juni dan Desember). Ada 16 artikel setiap volume. Topik artikel mencakup Akuntansi Keuangan, Akuntansi Syariah, Keuangan, Sistem Informasi Akuntansi, Audit, Akuntansi Perilaku, Akuntansi Manajemen, Perpajakan, Tata Kelola Perusahaan, Akuntansi Pendidikan, Akuntansi Sektor Publik, Akuntansi Lingkungan dan Akuntansi Etika dengan mengacu pada standar dan prosedur penelitian ilmiah yang ditetapkan oleh dewan editorial untuk publikasi. Artikel naskah dapat berasal dari peneliti, akademisi, praktisi, dosen, mahasiswa dan pengamat akuntansi lainnya yang tertarik dalam penelitian di bidang akuntansi.
Articles 241 Documents
Ethics, Behaviors, and Characters of Memayu Hayuning Bawono, Ambrasto Dur Hangkoro Accountant in Java Jaya, I Made Laut Mertha; Sawarjuwono, Tjiptohadi; Sungkono, Sungkono -; Ilahiyah, Mar'a Elthaf
Jurnal Kajian Akuntansi Vol 5 No 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jka.v5i2.5110

Abstract

AbstractThe moral teachings and philosophy of life of the Javanese have a very deep meaning which leads to happiness. This paper aims to provide up-to-date knowledge about the meaning of Ethics, Behavior, and Character of Memayu Hayuning Bawono, Ambrasto dur Hangkoro in accounting profession education in Java, based on Javanese philosophy. This study uses a qualitative method approach, ethnography. The results of this study conclude that ethics, behavior, and character in accounting profession education based on Javanese philosophy are more “barès”, “ruruh”, “wantah”, “duga prayoga”, “nastiti” and do not focus on “ardana”. The character of "dhakah" in him slowly disappeared because the formed "warok" had reached "Wiloka". This finding provides a new aspect for the curriculum development of accounting education programs, so that graduates (accountants) can better understand and interpret the philosophy of human life from the point of view of Javanese philosophy.Keywords: Ethics; Behavior; Accountant profession education character. Abstrak Ajaran moral dan filosofi hidup orang Jawa memiliki makna yang sangat mendalam yang mengarah kepada kebahagiaan. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan keterbaruan pengetahuan tentang makna Etika, Perilaku, dan Karakter Memayu Hayuning Bawono, Ambrasto dur Hangkoro pada pendidikan profesi akuntan di Jawa, berdasarkan filsafat Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif, etnografi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa etika, perilaku, dan karakter pada pendidikan profesi akuntan berlandaskan filsafat Jawa lebih “barès”, “ruruh”,“wantah”,“duga prayoga”,“nastiti”dan tidak berfokus pada “ardana”. Karakter “dhakah” dalam dirinya perlahan sirna karena “warok” yang terbentuk telah mencapai “Wiloka”. Temuan ini memberikan aspek baru bagi pengembangan kurikulum program pendidikan akuntansi, agar lulusannya (akuntan) lebih dapat mengerti dan memaknai filosofi hidup manusia dari sudut pandang filsafat Jawa.Kata kunci: Etika; Perilaku; Karakter pendidikan profesi akuntan.
Main Issues of Value-Added Tax Dispute in Indonesia: A Note from 2019 Tax Court Decrees Saptono, Prianto Budi; Khozen, Ismail; Ayudia, Cyntia
Jurnal Kajian Akuntansi Vol 5 No 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jka.v5i2.5242

Abstract

AbstractDue to the lengthy, complicated, and expensive process, tax disputes in Indonesia are often in the spotlight. Moreover, the frequently recurring disputes for similar cases add to the long list of the issues. To that end, this study has two objectives. The first is to analyze Value Added Tax (VAT) concepts in Indonesia's regulations. The second is to analyze the VAT dispute according to the sample generated from the 2019 Tax Court decree. Thus, it is qualitative research with inductive reasoning using data collection techniques through documentation and literature studies. This study elucidates concepts underlying VAT regulations that have received scant attention in the prior literature. The core of the VAT dispute issues stems from divergent perspectives on VAT provisions between the tax authority and taxable persons. The primary issues in VAT disputes generally involve disagreements over interpretation and inaccuracies in supporting evidence on both the input and output sides. Given that the 2019 Tax Court decree upholds only 32% of the tax authorities' corrections, knowledge of the VAT concept is critical for readers of laws and regulations to grasp the underlying concept of the regulation.Keywords: Tax dispute; Value-added tax; Tax court decision. Abstrak Sengketa pajak di Indonesia sering menjadi sorotan karena prosesnya yang panjang, rumit, dan memakan biaya. Selain itu, sengketa yang kerap kali berulang untuk kasus serupa menambah daftar panjang masalah. Untuk itu, kajian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan konsep PPN di dalam ketentuan perundang-undangan perpajakan Indonesia. Kajian ini juga ditujukan untuk mensintesiskan sengketa PPN dengan sampel dari putusan Pengadilan Pajak tahun 2019. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan penalaran induktif yang menggunakan teknik pengumpulan data berupa studi dokumentasi dan literatur. Kajian ini mengungkap konsep-konsep di balik peraturan PPN yang belum banyak dibahas literatur sebelumnya ketika inti permasalahan sengketa PPN justru berpangkal pada perbedaan sudut pandang atas ketentuan PPN tersebut di antara otoritas pajak dan pengusaha kena pajak (PKP). Isu utama dalam sengketa PPN secara umum meliputi perbedaan penafsiran dan ketidakakuratan bukti pendukung, baik di sisi input maupun output. Mengingat putusan Pengadilan Pajak 2019 hanya mempertahankan 32% koreksi otoritas pajak, tampak bahwa pengetahuan tentang konsep PPN sangat penting di dalam memberikan pemahaman akan konsep yang mendasari peraturan tersebut.Katakunci: Sengketa pajak; Pajak pertambahan nilai; Putusan pengadilan pajak.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Informasi Akuntansi dengan Ketidakpastian Lingkungan sebagai Variabel Moderating Ermawati, Nanik; Handayani, Retno Tri
Jurnal Kajian Akuntansi Vol 6 No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jka.v6i1.5271

Abstract

AbstractAccounting information is very important for MSMEs, therefore this study expects to acquire experimental proof of what variables are able to influence it. The number of research populations amounted to 988, namely all MSMEs in Kudus Regency in 2020. The purposive sampling method is chosen to determine the sampling technique The quantity of  research samples was determined by a slovin formula of 104 based on questionnaires distributed to respondents. Data analysis techniques use Moderated Analysis Regression (MRA). The ends that can be shown are as per the following : The utilization of accounting information is not influenced by accounting knowledge or accounting training, Business owner education affects the utilization of accounting information, Environmental uncertainty is able to reinforce the impact of accounting knowledge on the use of accounting information, Environmental uncertainty is not able to reinforce the impact of accounting training, education of MSME owners on the utilization of accounting information. The end of this study can be utilized as a source of perspective for MSMEs to be motivated to utilize and improve the performance of MSMEs.Keywords: Environmental uncertainty; MSMEs; Utilization of accounting information; Accounting knowledge; Business owner education; Accounting training Abstrak Informasi akuntansi sangat penting bagi UMKM, selanjutnya, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti empiris variabel yang mampu  mempengaruhinya. Jumlah populasi penelitian berjumlah 988 yaitu seluruh UMKM di Kabupaten Kudus pada tahun 2020. Metode purposive sampling dipilih untuk menentukan teknik sampling. Jumlah sampel penelitian ditentukan dengan rumus slovin sejumlah 104 berdasarkan kuesioner yang disebarkan kepada responden. Teknik analisis data memakai Moderated Analysis Regression (MRA). Kesimpulan yang dapat ditunjukkan sebagai berikut : pemakaian informasi akuntansi tidak bisa dipengaruhi oleh pengetahuan akuntansi ataupun pelatihan akuntansi.  Pendidikan pemilik mempengaruhi terhadap pemakaian informasi akuntansi. Ketidakpastian lingkungan dapat menguatkan pengaruh pengetahuan akuntansi terhadap pemakaian informasi akuntansi. Ketidakpastian lingkungan tidak sanggup menguatkan pengaruh pelatihan akuntansi, pendidikan pemilik terhadap pemakaian informasi akuntansi. Hasil penelitian ini dapat digunakan acuan bagi UMKM untuk termotivasi menggunakan informasi akuntansi untuk meningkatkan kinerja UMKM.Kata Kunci: Ketidakpastian lingkungan; UMKM; Pemakaian informasi akuntansi; Pengetahuan akuntansi; Pendidikan pemilik; Pelatihan akuntansi
Authentic Leadership and Whistleblowing: The Mediating Roles of Trust and Moral Courage Pulungan, Andrey Hasiholan; Sari, Kadek Jenitha Ayunda Tirtaning; Maharsi, Sri; Hasudungan, Albert
Jurnal Kajian Akuntansi Vol 5 No 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jka.v5i2.5424

Abstract

AbstractStudies have shown that internal whistleblowing is an effective way to reduce unethical behavior and fraud risk in organizations. This study aims to empirically examine the mediating effects of affective trust and moral courage on the relationship between authentic leadership and  employees’ internal whistleblowing intention. A convenience sampling method was utilized because the respondents were specific and there was no available public information about them. The survey was sent online to respondents who worked in a private company in Indonesia that applied a whistleblowing policy. One hundred sixty-three responses were analyzed by using SMART PLS 3.  The findings suggest that both affective trust and moral courage improve the effects of authentic leadership on their employees’ intention to report fraud through internal channels. A leader with authentic attributes promotes employees' trust in their leader and improves their moral courage so they are more willing to report fraud to internal parties, including their leaders. Hence, this research demonstrates the significance of a good control environment in companies.Keywords: Affective trust; Authentic leadership; Internal whistleblowing intentions; Moral courage. Abstrak Studi telah menunjukkan bahwa pelaporan pelanggaran secara internal merupakan cara yang efektif untuk mengurangi perilaku tidak etis dan risiko kecurangan di dalam organasisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh mediasi kepercayaan afektif dan keberanian moral terhadap hubungan antara kepemimpinan otentik dengan intensi pegawai melakukan pelaporan pelanggaran secara internal. Metode sampel convenience digunakan oleh karena responden yang spesifik dan ketiadaan informasi publik mengenai mereka. Survei dikirimkan secara online kepada responden yang bekerja di sebuah perusahaan swasta di Indonesia yang telah menerapkan kebijakan pelaporan pelanggaran. Seratus enam puluh tiga respon dianalisa dengan menggunakan SMART PLS 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik kepercayaan afektif maupun keberanian moral meningkatkan pengaruh kepemimpinan otentik terhadap untensi pegawai melaporkan kecurangan melalui jalur internal. Seorang pemimpin yang memiliki atribut otentik meningkatkan kepercayaan pegawai kepada pimpinan dan keberanian moral pegawai sehingga pegawai lebih mau melaporkan kecurangan kepada pihak-pihak internal, termasuk pimpinan mereka. Oleh sebab itu, penelitian menunjukkan pentingnya lingkungan pengendalian yang baik di dalam perusahaan.Katakunci: Intensi pelaporan pelanggaran secara internal; keberanian moral; kepercayaan afektif; kepemimpinan otentik.
Pengaruh Whistleblowing Triangle terhadap Intensi dalam Melakukan Whistleblowing Saud, Ilham Maulana; Febriana, Putri
Jurnal Kajian Akuntansi Vol 6 No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jka.v6i1.5512

Abstract

AbstractThe urgency to implement whistleblowing to identify and reveal the fraud is acknowledged by regulators all over the world. This research aims to determine of whistleblowing effect triangle, moral, or social incentives toward intention to do whistleblowing. By understanding the factors that generate the action of whistleblowing of fraud, we can come to the light of how it works. This study utilizes the quantity approach by using smartPLS version 3 as a data analysis tool. The technique of data collection is a questionnaire using a purposive sampling method by collecting samples of financial and accounting workers in companies in Indonesia that consist of 150 respondents in total. The results of the research showed that pressure, financial incentives, opportunities, rationalization, moral and social incentives positively and significantly affect the intention to do whistleblowing on financial and accounting staff who work in companies in Indonesia. The push factors that consist of financial incentives, opportunities, rationalization, moral and social incentives on this study when received by a person in disclosing fraud can affect the intensity of whistleblowing activities, so the higher push factors they have will be directly proportional to the person’s intentions in uncovering fraud.Keywords: Whistleblowing triangle; Moral or social incentives; Intention in whistleblowing; Fraud disclosing Abstrak Urgensi penerapan whistleblowing untuk mengindentifikasi dan mengungkap fraud diakui oleh regulator di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek whistleblowing triangle, insentif moral dan sosial terhadap niat untuk melakukan whistleblowing. Dengan memahami faktor-faktor yang menghasilkan tindakan whistleblowing atas kecurangan, kita dapat mengetahui cara kerjanya. Penelitian ini menggunakan smartPLS versi 3 sebagai alat analisis data. Teknik pengumpulan data yang diterapkan adalah kuesioner dan menerapkan metode purposive sampling dengan mengumpulkan data staf keuangan maupun akuntansi yang berasal dari perusahaan-perusahaan di Indonesia yang berjumlah 150 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tekanan, insentif keuangan, peluang, rasionalisasi, insentif moral dan sosial berpengaruh signifikan terhadap niat melaksanakan whistleblowing pada staf keuangan dan akuntansi yang bekerja di perusahaan-perusahaan di Indonesia. Faktor pendorong terdiri dari tekanan, insentif keuangan, peluang, rasionalisasi, insentif moral dan sosial pada penelitian ini ketika diterima oleh seseorang dalam pengungkapan kecurangan dapat mempengaruhi intensitas kegiatan whistleblowing, sehingga semakin tinggi faktor pendorong yang dimiliki akan berbanding lurus dengan niat orang tersebut dalam mengungkap kecurangan.Katakunci: Whistleblowing triangle; Insentif moral dan sosial, Intensi dalam melaksanakan whistleblowing; Pengungkapan kecurangan
Analisis Tren Penganggaran Bencana di Daerah Rawan Bencana: Studi Kasus pada Kabupaten Aceh Selatan Mirjas, Mirjas; Fahlevi, Heru; Diantimala, Yossi
Jurnal Kajian Akuntansi Vol 5 No 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jka.v5i2.5531

Abstract

AbstractThis study aims to analyze trends of disaster management budgeting and its dynamics in the Indonesian local government context. Using a case study approach, this study collected data from the budgeting period of 2014 to 2019 followed by interviews with key actors in disaster budgeting. Most of the previous studies adopted quantitive research designs that lack in-depth analysis of the disaster budget dynamics. The results show that the disaster budget has fluctuated with an average annual budget is 3.29% from the total budget. The disaster budget is allocated not only in the agency for local disaster management/ALDM (or Badan Penanggulanan Bencana Daerah/BPBD) but also in other several departments. The disaster budgeting follows the local budget mechanism, focuses merely on emergency response and post-disaster phases, rather than pre-disaster stages. This study revealed the limitation of disaster budgeting in the Indonesian local government.  Study on local government disaster management using case study still scanty. Keywords: Disaster budget; Disaster management; Local government; Disaster budgeting. behavior Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren anggaran penanggulangan bencana dan dinamikanya di pemerintahan kabupaten Aceh Selatan sebagai salah satu daerah rawan bencana di Indonesia. Metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Penelitian terkait dengan anggaran kebencanaan dan dinamikanya pada konteks pemerintah daerah dengan menggunakan pendekatan studi kasus masih sangat terbatas. Hampir semua studi mengenai kebencanaan menggunakan desain riset kuantitatif yang kurang melakukan analisis mendalam mengenai dinamika penganggaran bencana di daerah rawan bencana. Data dikumpulkan dari dokumen anggaran tahun 2014 s.d. 2019 dan wawancara terhadap aktor kunci yang terlibat dalam penganggaran bencana. Hasil penelitian menunjukkan tren anggaran bencana fluktuatif dengan rerata 3.29% per tahun. Anggaran bencana dialokasikan tidak hanya di satu dinas saja, yaitu Badan penanggulangan bencana daearah/ BPBD, melainkan juga dijumpai di instansi lainnya. Kelemahan mendasar penganggaran bencana di daerah adalah terlalu fokus pada tahap tanggap darurat dan pasca bencana dan mengabaikan aspek pra bencana atau pencegahan bencana. Penelitian ini mengungkap kelemahan penganggaran bencana di pemerintah daerah yang tidak mempertimbangkan karakteristik dasar dan keunikan bencana.Kata kunci: Anggaran bencana; Penanggulangan bencana; Pemerintah daerah; Perilaku penganggaran bencana.
Efek Mediasi Kesulitan Keuangan dalam Mendeteksi Corporate Fraud di Indonesia Christian, Natalis
Jurnal Kajian Akuntansi Vol 6 No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jka.v6i1.5576

Abstract

AbstractThis study analyzed the mediating effect of financial distress on the research model of the fraud hexagon effect on corporate fraud. The research model in this study was tested using the multiple regression analysis method using 210 companies data collected from companies listed on the Indonesia Stock Exchange during 2015-2019. The originality of this research is to add financial distress as a mediating variable in explaining the effect of  fraud hexagon theory on corporate fraud in Indonesia. The results show empirical evidence that financial distress has a significant positive mediating effect in explaining the effect of stimulus on corporate fraud. Financial distress has a significant negative mediating effect in explaining the effect of collusion, opportunity and rationalization on corporate fraud. Financial distress has also been proven to have no mediation effect in explaining the influence of capability and ego on corporate fraud. The test results prove that high financial achievement targets and political connections have lower the risk of experiencing financial distress. Loose supervision and inconsistent implementation of corporate governance can plunge the company into financial distress. These conditions will eventually encourage companies to commit corporate fraud in order to cover up the financial distress they are experiencing.Keywords: Corporate fraud; Financial distress; Fraud hexagon; F-score; Mediating effect Abstrak Penelitian ini menganalisis efek mediasi kesulitan keuangan pada model penelitian pengaruh fraud hexagon terhadap corporate fraud. Model penelitian diuji menggunakan metode analisis regresi berganda dengan data 210 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2015-2019. Originalitas penelitian ini adalah menggunakan kesulitan keuangan sebagai variabel mediasi dalam menjelaskan pengaruh teori fraud hexagon terhadap corporate fraud di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bukti empiris bahwa kesulitan keuangan memiliki efek mediasi positif yang signifikan dalam menjelaskan pengaruh variabel stimulus terhadap corporate fraud. Kesulitan keuangan memiliki efek mediasi negatif yang signifikan dalam menjelaskan pengaruh variabel collusion, opportunity dan rationalization terhadap corporate fraud. Kesulitan keuangan juga terbukti tidak memiliki pengaruh mediasi dalam menjelaskan pengaruh variabel capability and ego terhadap corporate fraud. Hasil pengujian membuktikan bahwa target pencapaian keuangan yang tinggi serta adanya koneksi politik dapat menurunkan resiko perusahaan mengalami kesulitan keuangan. Longgarnya pengawasan dan penerapan tata kelola perusahaan yang tidak konsisten dapat menjerumuskan perusahaan ke dalam kondisi kesulitan keuangan. Kondisi yang mendesak pada akhirnya akan mendorong perusahaan untuk melakukan corporate fraud demi menutupi kondisi kesulitan keuangan yang dialami.Kata Kunci: Kejahatan perusahaan; Kesulitan keuangan; Fraud hexagon; F-score; Efek mediasi
Analisis Pengaruh Corporate Social Responsibility terhadap Earnings Management: Etis atau Oportunis? Suryani, Ani Wilujeng; Wibowo, Andre Ageng
Jurnal Kajian Akuntansi Vol 6 No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jka.v6i1.5641

Abstract

AbstractThis study aims to investigate the influence of CSR and Asia sustainability Reporting Rating (ASRRAT) on Earnings Management (EM). This study also used managerial ownership as a moderating variable. The data were collected from 72 sustainability and/or annual reports of non-financial companies listed in the Indonesia Stock Exchange from 2018 to 2019 that were withdrawn using purposive sampling method. The data from the sustainability report was coded using content analysis, while moderated regression analysis is used to test the hypotheses. The results show that the environmental disclosure negatively affects the earnings management, the social one, has a positive effect, but the economics disclosure and ASRRAT's rating have no influence. Managerial ownership fails to moderate the relationship between CSR, ASRRAT's rating, and earnings management The results of this study demonstrate that in disclosing CSR activities, managers tend to exploit their opportunistic incentives by making CSR disclosure to mask EM practices. The results of this research suggest that investors need to be more careful in making investment decisions, especially in companies which report a lot of social disclosures.Keywords: ASRRAT’s rating; Corporate social responsibility; Earnings management; Managerial ownershipAbstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh CSR dan peringkat Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) terhadap Earnings Management (EM). Selain itu, penelitian ini juga menggunakan kepemilikan manajerial sebagai variabel moderasi. Data penelitian ini bersumber dari 72 laporan keberlanjutan dan laporan tahunan perusahaan nonkeuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2018-2019 yang ditarik menggunakan metode purposive sampling. Data laporan keberlanjutan dikodekan dengan menggunakan content analysis, sedangkan moderated regression analysis digunakan untuk menguji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan CSR kategori lingkungan berpengaruh negatif sedangkan CSR kategori sosial berpengaruh positif terhadap EM. Di sisi lain, peringkat ASRRAT tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan dan kepemilikan manajerial juga belum mampu memoderasi pengaruh antara CSR dan peringkat ASRRAT terhadap manajemen laba. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam mengungkapkan aktivitas CSR, manajer cenderung menggunakan insentif oportunistiknya dengan menjadikan pengungkapan CSR sebagai kedok untuk menutupi praktik manajemen laba. Hasil dari penelitian ini merekomendasikan investor supaya lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasinya, khususnya pada perusahaan yang banyak melakukan pengungkapan CSR kategori sosial.Kata Kunci: Peringkat ASRRAT; Corporate social responsibility; Manajemen laba; Kepemilikan managerial
Kepatuhan Pelaporan E-Faktur 3.0 Berdasarkan Persepsi Efikasi Diri, Kebermanfaatan, dan Kemudahan Felani, Maulana Robbi; Fidiana, Fidiana
Jurnal Kajian Akuntansi Vol 6 No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jka.v6i1.5675

Abstract

AbstractThis study aims to test the impact of the perceived self-efficacy, the usefulness, and the convenience toward electronic periodic tax return (e-SPT) of electronic value added tax (VAT) reporting. This study is quantitative research. The data are collected by distributing questionnaires to 121 participants, they are directors, supervisor, and accountant staffs of the companies which are considered as the VAT enterprise. in East Java and has used e-invoice version 3.0 for the reporting of e-SPT VAT period. Research instruments in the form of questionnaires with 7 (seven) questions for self-efficacy variables 10 (ten) question indicators for perception of usefulness as well as perception ease of use. The analysis of this study applies the multiple linier regression method. As a result, statistical tests support the hypothesis that perception of self-efficacy and ease perception improve compliance of e-VAT reporting. Meanwhile, the perception of usefulness has no effect on compliance of e-VAT reporting. This finding provides confirmation that e-Invoice 3.0 is a new application so that taxpayers as users are still in the process of adapting the use of the application so that many additional features that cannot be maximum utilized by the taxpayer in the short term.Keywords: Ease of use; Electronic periodic tax return; Perceived self-efficacy; Usefulness; VAT Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh persepsi efikasi diri, persepsi kebermanfaatan, dan persepsi kemudahan terhadap kepatuhan pelaporan e-SPT masa PPN berbasis e-Faktur 3.0. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan responden sejumlah 121 orang yang terdiri dari direktur, supervisor maupun staf akuntansi yang terdaftar sebagai Pengusaha Kena Pajak di Jawa Timur dan telah menggunakan e-faktur versi 3.0 untuk pelaporan e-SPT masa PPN. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan 7 (tujuh) pertanyaan untuk variabel efikasi diri, 10 (sepuluh) indikator pertanyaan untuk persepsi kebermanfaatan dan persepsi kemudahan penggunaan. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis linier berganda. Hasil uji statistik mendukung hipotesis bahwa persepsi efikasi diri dan persepsi kemudahan meningkatkan kepatuhan pelaporan e-SPT masa PPN. Sementara itu, persepsi kebermanfaatan tidak berpengaruh terhadap kepatuhan pelaporan e-SPT masa PPN. Temuan ini memberikan konfirmasi bahwa e-Faktur 3.0 merupakan aplikasi baru sehingga wajib pajak sebagai pengguna masih dalam proses adaptasi penggunaan aplikasi sehingga banyak fitur tambahan yang belum bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh wajib pajak. Artinya, manfaat aplikasi e-Faktur belum bisa dirasakan dalam jangka pendek.Kata Kunci: e-SPT masa PPN; Kegunaan; Kenyamanan; Persepsi Kemudahan Penggunaan
Quality of Accounting Information Systems as An Agency Theory Problem on State-Owned Enterprises in Indonesia Nasution, Yan Noviar; Fadillah, Haqi
Jurnal Kajian Akuntansi Vol 6 No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jka.v6i1.5798

Abstract

AbstractThis research aims to prove the effect of information technology implementation and top management support on the quality of accounting information systems as one solution to the problem of agency theory, which is measured through the level of information technology implementation activities and top management support to suppress information asymmetry. Data were analyzed using the Structural Equation Model (SEM) method from a questionnaire given to 106 States Own Enterprises. There are 3 respondents in each enterprise so the total respondents are 318 people. 280 questionnaires were returned and could be processed (response rate of 88%). The results showed that the application of information technology and top management support had a positive effect on the quality of accounting information systems. The better the support of top management, the better the quality of accounting information systems. Furthermore, partially and simultaneously the implementation of information technology and top management support play an important role in improving the quality of accounting information systems, as well as in helping to solve agency problems.Keywords: Agency theory; Implementation of information technology; Quality of accounting information systems; Top management support Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh penerapan teknologi informasi dan dukungan manajemen puncak terhadap kualitas sistem informasi akuntansi sebagai salah satu solusi permasalahan teori keagenan, yang diukur melalui tingkat aktivitas implementasi teknologi informasi dan dukungan manajemen puncak untuk menekan asimetri informasi. Data dianalisis menggunakan metode Structural Equation Model (SEM) dari kuesioner yang diberikan kepada 106 BUMN. Pada masing-masing BUMN terdapat 3 orang responden sehingga total responden berjumlah 318 orang. Dari jumlah tersebut, kuesioner kembali dan dapat diolah sebanyak 280 kuesioner (response rate sebesar 88%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi informasi dan dukungan manajemen puncak berpengaruh positif terhadap kualitas sistem informasi akuntansi. Semakin baik dukungan manajemen puncak, semakin baik kualitas sistem informasi akuntansi. Selanjutnya, secara parsial dan simultan penerapan teknologi informasi dan dukungan manajemen puncak berperan penting dalam peningkatan kualitas sistem informasi akuntansi, serta dalam membantu menyelesaikan masalah keagenan.Kata Kunci: Dukungan manajemen puncak; Kualitas sistem informasi akuntansi; Penerapan teknologi informasi; Teori agensi