Articles
613 Documents
Efektivitas pelaksanaan kebijakan sistem kelas tuntas berkelanjutan di kabupaten Gowa
Ahmad Harakan
ARISTO Vol 5, No 1 (2017): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (368.947 KB)
|
DOI: 10.24269/ars.v5i1.411
Education becomes complicated problems of the nation, the implementation of the teaching and learning process requires output at improving the quality of human development. Responding to the current educational facts, the Gowa local government policies to innovate to present Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan. By using a qualitative approach and type of phenomenology, and descriptive. Interviews and direct observation in data collection has answered problems related to the effectiveness of education policies sector and implemented by the Local Government of Gowa. Innovative and creative, support and satisfaction of the people, as well as the maximal of implementation of the policy be an indicator of the effectiveness of policies initiated by the Local Government of Gowa
PERILAKU PENCEGAHAN DIRI TERHADAP PENULARAN HIV/AIDS PADA KELOMPOK CALON TENAGA BURUH MIGRAN/TKI/TKW DI PONOROGO
Sulistyo . Andarmoyo
ARISTO Vol 1, No 2 (2013): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (982.265 KB)
|
DOI: 10.24269/ars.v1i2.28
AIDS (Acquired Immuno Deificiency Syndrom) masih merupakan permasalahan global. Dewasa ini ada trend atau kecenderungan dimana TKI juga turut serta menyumbang andil besar terhadap penularan HIV/AIDS. pemahaman pekerja migran Indonesia terhadap HIV/AIDS masih rendah mengakibatkan tenaga kerja di luar negeri mudah terinfeksi virus mematikan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah perilaku pencegahan diri terhadap penularan HIV/AIDS pada kelompok calon tenaga buruh Migran/TKI/TKW di Ponorogo. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Tempat Penelitian di PJTKI Cipta Karsa Bumi Lestari Ponorogo dengan alasan mudah dijangkau oleh peneliti dan ketersediaan veriabel pada tempat tersebut. Populasi dan sampel adalah TKI/TKW di PJTKI tersebut, dengan tehnik pengambilan sampel Simple Random Sampling Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku pencegahan diri terhadap penularan HIV/AIDS pada kelompok calon buruh migran/TKI/TKW di Ponorogo sebagian besar (63,3%) atau 19 responden perilaku pencegahan diri terhadap penularan HIV/AIDS negatif dan selebihnya sebanyak (36,7%) berperilaku positif. Dibutuhkan penangganan yang komprehensif dalam mencegah resiko penularan penyakit tersebut. langkah-langkah yang strategis dari pihak terkait dalam meningkatkan pengetahuan merupakan aspek mendasar yang harus dperhatikan saat ini sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan perilaku yang baik pula dalam pencegahan diri terhadap penularan HIV/ AIDS.
BUDAYA POLITIK DAN KWALITAS DEMOKRASI DALAM PILKADA 2015-2020 (Studi pada Pemilihan Kepala Daerah Serentak Pertama di Indonesia)
Wilda Rasaili
ARISTO Vol 4, No 2 (2016): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (952.275 KB)
|
DOI: 10.24269/ars.v4i2.185
AbstraksiPemilihan Kepala Daerah (PILKADA) serentak 2015 merupakan pengalaman pertama dalam sejarah pemilu di Indonesia, pengalaman ini menandakan bahwa indonesia termasuk salah satu mercusuar negara demokrasi terbesar setelah United Nation. Kwalitas Demokrasi harus dilihat dari sejauh mana budaya politik masyarakt dalam pilkada. Budaya politik yang dimaknai sebagai orientasi kognitif, efektif dan evaluative terhadap system politik atau prilaku politik masyarakat menguji kwalitas demokrasi. Budaya politik Indonesia Adalah mixed political culture, sebuah kombinasi dari budaya politik, parochial, kaula dan partisipan. Dalam pilkada serentak 2015 sikap politik masyarakat ditunjukkan dengan partisipasi memilih mencapai 70 persen dengan indikasi yang cukup tinggi, tetapi sisilain banyaknya gugatan yang mencapai 167 mengindikasikan banyaknya pelanggaran dan kecurangan yang menunjukkan lemahnya political well masyarakat. Dari itu kwalitas budaya politik masyarakat masih terjebak dalam angka-angka pemilih bukan nilai dan marwah demokrasi, berupa minimnya pelanggaran, kebebasan memilih bukan karena money politic, intervensi pemerintah maupun lembaga pemilu.Kata Kunci : Budaya Politik, Demokrasi, Pilkada 2015
KREDIBILITAS BUPATI INCUMBENT PADA PILKADA 2015 DI KABUPATEN PONOROGO
Niken Lestarini
ARISTO Vol 3, No 2 (2015): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (350.442 KB)
|
DOI: 10.24269/ars.v3i2.3
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kredibilitas Bupati Incumbent PadaPemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2015 di Kabupaten Ponorogo. Pilkada serentak 2015yang akan digelar pada tanggal 9 Desember 2015 di Kabupaten Ponorogo terdapat 4pasangan Calon Bupati dan Calon wakil Bupati. Salah satu calon Bupati adalah BupatiIncumbent yaitu Bapak H. Amin, SH Kredibilitas beliau menarik untuk dikaji dan dianalisiskarena beliau mengawali karir Politiknya sebagai Kepala Desa dan awal pendidikan formaladalah Sekolah Dasar. Untuk menjawab permasalahan-permasalahan tentang kredibilitas diatas maka diangkat fokus penelitian berikut : Kredibilitas dari persepsi komunikan(masyarakat) terhadap Bupati Incumbent dan kredibilitas yang berkenaan dengan sifat-sifatkomunikator (Bupati Incumbent). Pendekatan penelitian ini menggunakan kualitatif danteknik pengumpulan data menggunakan teknik indept interview atau wawancara mendalamdengan beberapa informan dilakukan melalui teknik snowball (bola salju) dan observasidengan mengamati saluran media yang digunakan dan menggunakan teknik dokumentasi.Adapun teknik analisis data dengan mereduksi data, mengumpulkan data, menyajikan datadan menghasilkan kesimpulan bahwa kredibilitas Bupati Incumbent dalam Pilkada 2015 diKabupaten Ponorogo sangat bagus baik ditinjau dari persepsi komunikan, sifat-sifatkomunikator dan media yang digunakan meskipun kemenangan calon masih tergantung bariberbagai aspek paling tidak ditinjau dari sisi kredibilitasnya bupati incumbent di Kabupaten Ponorogo diperhitungkan sebagai 3 calon kuat dan mampu bertarung dengan calon-calon yang lain. Saran yang disampaikan dalam penelitian ini adalah bahwa Penilaian terhadap Kredibilitas calon pemimpin merupakan hal yang sangat penting apalagi bagi pemimpin publik bahkan politik tetapi aspek-aspek yang lain juga sangat penting dimiliki oleh calon pemimpin agar menjadi pemimpin benar-benar sukses dan khusnul khotimah
KORUPSI DAN PELANGGARAN HAK EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA DI INDONESIA
Robby Darwis Nasution
ARISTO Vol 1, No 2 (2013): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1964.268 KB)
|
DOI: 10.24269/ars.v1i2.23
Korupsi merupakan budaya yang sudah lumrah terjadi di Indonesia, dalam keseharian perpolitikan di Indonesia bahkan tidak akan lepas dari aktifitas korupsi dimana pada kenyataannya korupsi sendiri akan berdampak sistemik bukan hanya berdapmapa kepada kemakmuran Negara tetapi juga berdampak kepada kesejahteraan masyarakat Indonesia. Kesejahteraan Masyarakat sesungguhnya dapat dilihat dari tingkat pemenuhan hak EKOSOB (Ekonomi, Sosial dan Budaya), ketiga poin tersebut merupakan bagian kecil indikator kesejahteraan rakyat. Bersama-sama dengan Hak Sipil, hak ekosob telah diakui secara internasional sebagai bagian dari the international bill of human rights. Kerangka hukumnya menjadi semakin jelas setelah hak-hak tersebut dituangkan dalam perjanjian multilateral yang tertuang dalam Covenan on Economic, Social and Cultural Rights (selanjutnya disingkat CESCR), yang disahkan oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1966 sebagai pelaksanaan dari prinsip-prinsip yang dimuat dalam DUHAM 1948. Kewenangan negara yang dalam hal ini adalah pemerintah untuk menjamin hak-hak ekonomi, sosial dan budaya di indonesia dirasa tidak memenuhi hasil yang memadai sehingga dapat dilihat dengan masih banyaknya pengangguran, kemiskinan, dan rendahnya tingkat pendidikan warga negara. Selain itu, tingkat korupsi di Indonesia masih sangat tinggi dibanding negara-negara lain yang menyebabkan tingkat pelanggaran hak EKOSOB di Indonesia masih sangat tinggi.
Karakteristik Gaya Komunikasi Presiden Jokowi Dalam Pengambilan Kebijakan
Drina Intyaswati;
Mansur Mansur
ARISTO Vol 5, No 2 (2017): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (462.267 KB)
|
DOI: 10.24269/ars.v5i2.512
The mass media bring news about the various issues that arise in the community, including those related to communication styles of President Jokowi in communicating policies. The last case, in which ministers make "political noise" that attacked each other in front of the public, many people questioned about coordination between Jokowi and his officials. Furthermore, researchers set problems taken in the study, 1) How is the characteristic of Jokowi’s communication style in communicating policies 2) How is the communication competencies possessed by Jokowi?. Research using qualitative research methods with a macrostruktural discourse analysis approach. The population are news about communications by President Jokowi, where the medium used is the online media. Online media selected in sampling are News.detik.com and Kompas.com which is the most popular news providers (version ALEXA per February 18, 2015). The results showed that the characteristic of Jokowi’s communication style in communicating policies in general is controlling style, although in some situations also use communication styles in accordance with existing conditions. Based on an analysis of the communication’s Jokowi in communicating policies, Jokowi’s communication competence covering aspects of commitment and confidence, empathy, flexibility, senstivity of consequences, and proficiency.
INTERAKSI SIMBOLIK DALAM KOMUNIKASI BUDAYA (STUDI ANALISIS FASILITAS PUBLIK DI KABUPATEN PONOROGO)
Oki Cahyo Nugroho;
Eli Purwati
ARISTO Vol 4, No 1 (2016): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24269/ars.v4i1.180
AbstrakPonorogo adalah salah satu kota diujung barat Propinsi Jawa Timur yang mempunyai kesenian khas yaitu Reyog Ponorogo. Kesenian ini merupakan salah satu kekayaan kesenian nasional yang menjadi aset bangsa dalam kekayaan budaya dunia. Reyog sendiri ibaratnya sudah mendarah daging dan menyatu dalam kehidupan sosial dimasyarakat Ponorogo. Hal ini tercermin dari banyaknya jumlah even yang diselenggarakan baik dalam tingkat desa, kecamatan maupun tingkat nasional. Kebanggan akan kesenian ini diwujudakan dalam berbagai bentuk, salah satunya adalah bangunan yang bersifat public atau lebih tepatnya landmark yang menjadi cirri khas dan identitas kota ini. Jika kita perhatikan lebih jauh, bangunan public berupa gerbang masuk kabupaten Ponorogo dari empat penjuru mempunyai perbedaan jika dibandingkan dengan beberapa bangunan yang mempunyai cirri khas atau yang berkaitan langsung dengan reyog itu sendiri. Begitu pula dengan beberapa gapura masuk perkampungan penduduk yang berbeda dari pusat kota. Penelitian ini berusaha mengungkap makna yang terkandung dalam setiap bangunan yang bercirikan reyog dan berusaha menemukan proses interaksi simbolik yang terjadi antar bangunan tersebut dilihat dari sudut pandang ilmu komunikasi.”Mind, Self and Society dari Mead dalam interaksi simbolik ini merupakan teori dasar yang menjadi pegangan dalam menganalisa fenomena yang ada di Ponorogo ini. Pentingnya makna bagi perilaku manusia, pentingnya konsep mengenai diri, hubungan antara individu dengan masyarakat merupakan konsep dasar bangunan-bangunan yang mencirikan sebuah kondisi sosial masyarakat yang hadir pada jaman tersebut. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitiatif dimana data yang diambil dengan tekhnik snowball sampling. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa Kabupaten Ponorogo dibangun atas empat era yang berbeda dalam sudut pandang memaknai kesenian reyog ini sebagai identitas dan kebanggan Ponorogo sebagai kota reyog. Politik, ekonomi, pendidikan berpengaruh terhadap daya cipta, rasa, dan karsa dalam pembentukan fasilitas publik berupa tugu atau gerbang (landmark). Kondisi sosial yang dipengaruhi oleh kelompok masyarakat yang dominan turut menyumbang keragaman dalam pembentukan identitas di kota ini.Keywords: Reyog Ponorogo, interaksi simbolik, komunikasi, fasilitas publik.
Personal Branding D_Kadoor untuk Menaikkan Pupolaritas melalui Instagram
Amanah Rakhim Syahida;
Fathul Qorib
ARISTO Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (490.577 KB)
|
DOI: 10.24269/ars.v6i1.779
The purpose of doing this research is to know how personal branding a person made by utilizing social media. Like the d_kadoor phenomenon of uploading a unique and unique video. In a number of videos shared by him, it looks Kadir Bachmid or d_kadoor behaving witty. Most imitate the behavior of mothers, ranging from clothing, style to the theme of gossip about arisan. Research on d_kadoor is a personal branding domain so that the theory used is personal branding. While the desired approach in this study is a qualitative approach with only one informant, namely Kadir Bachmid as d_kadoor itself. The results of this study illustrate that personal branding can show popular (famous) people. With the following strategies: 1) social media as a primary need. 2) Creative, inofatif, and have high confidence in Social Media For Personal Branding.3) Sensitive to information that is becoming a trend in society.4) Be entertaining.5) Non verbal and verbal communication has an identity.