cover
Contact Name
Yusuf Adam Hilman, S.I.P, M.Si
Contact Email
aristo@umpo.ac.id
Phone
+6281296125801
Journal Mail Official
aristo@umpo.ac.id
Editorial Address
Jalan Budi Utomo NO 10 Siman Ponorogo, Lt 02 Gedung Perkuliahan, FISIP UMPO
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
ARISTO
ISSN : 23385162     EISSN : 25278444     DOI : 10.24269
Core Subject : Education, Social,
ARISTO is a Journal that is published biannually or twice a year, which is in January and July. It is published by Social and Political Science Faculty, Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Journal ARISTO aims to share the scientific studies that are conducted by scientists from Universitas Muhammadiyah Ponorogo and other institutions. Journal ARISTO receives manuscripts that depict the findings of the field study based research or literature review within the scope of social, politic and humanities.
Articles 613 Documents
PERLAWANAN KULTURAL MASYARAKAT SOMOROTO TERHADAP SKETSA SEJARAH ASAL USUL KOTA PONOROGO OLEH PEMERINTAH KABUPATEN PONOROGO Jusuf Harsono
ARISTO Vol 3, No 2 (2015): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.524 KB) | DOI: 10.24269/ars.v3i2.2

Abstract

Ponorogo sebagai sebuah obyek kajian seni budaya sudah sering dilakukan olehberbagai pihak namun sebagai sebuah obyek kajian dengan berbagai perspektif belum banyakdilakukan. Penelitian dengan judul: Perlawawanan cultural masyarakat Somoroto atas sketsasejarah asal - usul Ponrogo oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo, adalah salah satu penelitiian yang dimaksudkan untuk mengkaji peristiwa budaya dari berbagai perspektifyaitu: social - budaya, sejarah dan poltik. Penelitian ini bermaksud mencari penjelesantentang latar belakang atau motif hingga masyararakat Somoroto menyelenggarakan kirabpusaka Grebeg Tutup Suro dengan semangat swadaya setiap tahun yang penyelenggaraanyaterpisah dengan agenda yang dilaksanakan oleh Pemkab Ponorogo. Fenomena social-budayaini diteliti dengan metode Interview dan Observasi. Key Informan penelitian ini terdiri daritokoh masyarakat Somoroto, pejabat Pemkab Ponorogo, penonton kirab dan warga umumPonorogo. Para tokoh dimintai informasinya karena para tokoh yang terdiri dari para waroktersebut adalah para penggagas kegiatan budaya tersebut. Intepretative - understandingadalah metode analisa yang digunakan dalam penelitian ini mengingat tidak semua data bisadidapatkan dengan menggunakan metode yang lain. Penelitian ini menghasilkan sebuahkesimpulan penting yaitu : Pertama, bahwa masyarakat Somoro dengan kegiatan KirabPusakanya telah melakukan perlawanan kulturalnya untuk menuntut hak sejarahnya. Kedua,adanya potensi konflik yang cukup tinggi karena kegiatan kegiatan budaya yang tidak dikajilebih jauh.
PEMAHAMAN MAHASISWA MENGENAI IDENTITAS DAN PRIVASI DALAM MENGGUNAKAN FACEBOOK (Studi Fenomologi Pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNMUH Ponorogo) Eli Purwati
ARISTO Vol 1, No 1 (2013): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.036 KB) | DOI: 10.24269/ars.v1i1.262

Abstract

ABSTRAK
PERSEPSI MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO TERHADAP PROGRAM KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA. Pinaryo .
ARISTO Vol 2, No 2 (2014): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.447 KB) | DOI: 10.24269/ars.v2i2.22

Abstract

Tujuan dari program kewirausahaan mahasiswa adalah untuk menumbuhkan motivasi mahasiswa dalam berwirausaha di kalangan mahasiswadan membangun sikap mental wirausaha yakni percaya diri, sadar akan jati dirinya, bermotivasi untuk meraih suatu cita- cita, pantang menyerah, mampu bekerja keras, meningkatkan kecakapan dan ketrampilan para mahasiswa khususnya sense of business. Penelitian ini diarahkan untuk memperoleh masukan dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo terhadap program sertifikasikewirausahaan mahasiswa sekaligus dalam mendukung program pendirian Pusat Pengembangan Bisnis di Universitas Muhammadiyah Ponorogo.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo tentang program kewirausahaan mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Penelitian ini dilakukan di Universitas Muhammadiyah Ponorogo, informan ditentukan secara random dengan metode purposive random sampling, sejumlah 8 mahasiswa peserta program sertifikasikewirausahaan mahasiswa (KWU) angkatan I, II dan III dari 5 fakultas (FISIP, F.EKONOMI. FAI, F.TEKNIK dan F.KIP). Pendataan dilakukan dengan tehnik wawancara, dan dokumentasi/literature,unsur variabel yang diteliti meliputi program KWU, mentor KWU, kurikulum dan praktek lapangan/bazaar. Secara umum persepsi mahasiswa program wirausaha mahasiswa (KWU) menyatakan bahwa program KWU baik sekali, khususnya dalam rangka menyiapkan mahasiswa menjadi wirausaha, tentang hal yang paling menarik adalah adanya kegiatan bazaar dan kehadiran tokoh bisnis nasional.
Aktivasi Keterlibatan Publik dalam Program Berita ‘NET 10’ Anggraeni, Dinar Safa; Karlinah, Siti; Yudhapramesti, Pandan
ARISTO Vol 5, No 2 (2017): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ars.v5i2.489

Abstract

This research entitled Activation of The Public Engagement in `NET 10` News Program. An intrinsic case study by Robert E. Stake on Activating The Public Engagement in `NET 10` Citizen Journalism NET TV’s News Program. This research aimed to understand NET TV’s public management strategy in 'NET 10' news program. In addition, this research also aimed to determine how the editorial staff considere the standard of news value and news judgment on citizen journalist news, and the function of public sphere in the mass media of citizen journalism. The method used qualitative research with intrinsic case study approach by Robert E. Stake to NET TV’s editorial. The results showed the editorial’s strategy of public management by following action: (1) provided easily of joining  'NET CJ', (2) created  campaigns to increase the number of CJ, (3) nature CJ by keeping good and giving relationship evaluations, (4) provides rewards for the creator of CJ news aired in 'NET 10', and (5) educates CJ in making a citizen journalism news. NET TV used curation techniques in the process of citizen journalism news gatekeeper to keep the news value and news judment standard of citizen journalism news. Unfortunately, ‘NET 10’’s citizen journalism news rate of the proportion of news comprehensive continues to fall down because the editorial put loyalty forward. 'NET CJ' act as a opinions catalyst of the citizens to the government.
KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAN ARAHAN POTENSI SUMBER DAYA PADA WILAYAH PERBATASAN NATUNA KEPULAUAN RIAU Rendra Setyadiharja
ARISTO Vol 4, No 1 (2016): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.557 KB) | DOI: 10.24269/ars.v4i1.179

Abstract

AbstrakPerkembangan sebuah daerah khususnya perbatasan yang memiliki potensi besar mengenai sumberdaya adalah daerah yang harus di perhatikan keberadaanya, selain memilki sumberdaya besar daerah perbatasan yang letaknya berbatasan dengan negara lain juga menjadi penguat sebuah negara terus mampu mempertahankan kesatuannya. Perkembangan melalui banyak sistem yang mulanya menjalankan otonomi daerah ,berlanjut dengan sistem penataan wilayah terus berkembang dengan naiknya perekonomian dan insfrastruktur dan terakhir dengan cara melakukan perubahan pada potensi wilayah. Daerah perbatasan natuna secara administratif berbatasan Utara dengan Vietnam dan Kamboja dan Selatan berbatasan dengan Kepulauan Bintan serta sebelah Timur berbatasan dengan Malaysia Timur dan Kalimantan Barat. Kabupaten Natuna memilki wilayah perairan yang luas dan daratan yang berbentuk kepulauan, Wilayah perbatasan yang kaya akan pertanian tanaman pangan,perkebunan,pertenakan, perikanan, perindustrian bahkan pertambangan. Arahan kebijakan pemerintah dalam hal ini mengacu pada perkembangan potensi sumberdaya yang dimilki Kabupaten Natuna sebagai daerah perbatasan.Kata Kunci: Perkembangan Potensi Wilayah, Otonomi Daerah, Penataan Wilayah.
Model Program Pemberdayaan Masyarakat Desa Berbasis Komunitas Yusuf Adam Hilman; Elok Putri Nimasari
ARISTO Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1226.149 KB) | DOI: 10.24269/ars.v6i1.778

Abstract

This study examines the issue of community empowerment, which is considered to be a solution problem of poverty, which is more interesting when the community of "Janda" becomes an important object. This research focuses on the study of community-based community empowerment model in Janda village. Purpose is able to measure the effectiveness and also the ideal form of community empowerment program model in the village of Janda, Dadapan Village, Balong District, Ponorogo Regency. The research are method qualitative descriptive approach, with object in research is the people members, especially mothers who berrstatus "widow" in the Dadapan Village, Balong District, Ponorogo Regency.. Activities include 1). Training of processed food from the existing agricultural potential, 2). Make a kitchen granary from the land around the community. 3). Train the art activities of mothers who are "Janda". From concluded this research is community empowerment activities in Dadapan Village, Balong District, Ponorogo Regency, which have been done are very focused on "Janda", so that the activity is expected to contribute, to the life of those who is distressed or increase the independence of the family, with this activity, economical but psychologically they will be motivated to become a powerful individual.
PERILAKU MASYARAKAT DESA SEBAGAI FAKTOR RISIKO PENYAKIT HIPERTENSI Saiful Nurhidayat
ARISTO Vol 4, No 2 (2016): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ars.v4i2.205

Abstract

Hypertension is an abnormal increase in blood pressure in the arteries continuously over a period. People with hypertension are very heterogeneous and suffered by people who come from different sub - groups at risk in the community. Hypertension is influenced by multiple risk factors, both endogenous such as age, gender and genetics / heredity, or exogenous, such as eating behavior or unhealthy diet (obesity), the behavior of salt intake, smoking and coffee drinking behavior). The purpose of this study is to get an idea of the behavior of the community as a risk factor for hypertension, and analyze the behavior of the dominant society as a risk factor for hypertension. The study was conducted in the village Slahung Ponorogo, a representative sample of 100 respondents taken by purposive sampling. Design Cross sectional quantitative design. The instrument of this study using questionnaires and observation sheets. Analysis using frequency distribution. The result showed the eating behavior or unhealthy diet (obesity) is a risk factor with the highest prevalence of hypertension with a percentage of 88% or 88 respondents. The behavior of the community as a risk factor for hypertension in sequence from the most dominant is eating behavior or unhealthy diet (obesity) a number of 88 respondents, coffee consumption behavior of a number of 77 respondents, some 66 respondents smoking behavior and excessive salt consumption behavior a number of 14 respondents. With these results it is possible the respondents have more than one behavior as a risk factor for hypertension. For that is expected to increase healthy behavior in an effort to prevent hypertension disease risk factors that can lead to complications. In addition to the sustainability of this study, the researchers will further examine the behavior of the community in preventing complications of hypertension in rural communities.Keywords : Behavior, Rural Communities, Risk Factors, Disease Hypertension.
GAYA KOMUNIKASI CALON KEPALA DESA DALAM PEMILIHAN KEPALA DESA TAHUN 2013 ( Penelitian Pada Pemilihan Kepala Desa di Desa Nglumpamg Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo ) Niken Lestarini
ARISTO Vol 2, No 2 (2014): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.899 KB) | DOI: 10.24269/ars.v2i2.14

Abstract

Seorang Kepala Desa sebagai pemimpin harus bisa mempengaruhi masyarakat atau pengikutnya maka gaya komunikasi yang digunakan haruslah tepat karena masyarakat mempunyai tipe dan karakter yang berbeda-beda. Seorang Calon Kepala Desa tentunya juga harus mampu menggunakan gaya-gaya komunikasi yang tepat agar masyarakat benarbenar mendukung dan memilihnya. Penelitian ini menggunakan teknik indept interview atau wawancara mendalam. Interview digunakan untuk menggali data dari para informan yang telah ditunjuk dan dan dalam wawancara mendalam ini pertanyaan yang diajukan tidak terstruktur, pertanyaan bersifat terbuka dan mengarah pada kedalaman serta dilakukan secara non formal.Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian sebagaimana dipaparkan pada bab sebelumnya, maka kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut. Pertama, Sebagai calon pemimpin yaitu sebagai calon Kepala Desa di Desa Nglumpang Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo Bapak Sucipto yang memperoleh kemenangan mutlak dengan perolehan suara signifikan dan mampu membawa suasana politik yang aman, damai dan tenang mempunyai kemampuan memilih gaya komunikasi yang sangat efektif sehinga mampu menarik simpati dari mayoritas pemilih yang mempunyai karakter yang berbeda-beda. Kedua Gaya Komunikasi politik yang digunakan oleh calon kepala Desa Nglumpang dikategorikan sebagai gaya komunikasi politik konteks rendah atau Low Context yaitu gaya komunikasi yang dalam menyampaikan suatu pesan cenderung tidak basa basi terlebih dahulu menyebutkan pesan secara lugas dan langsung pada pokok yang diinginkannya atau to the point. Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan di atas maka saran yang perlu disampaikan agar para calon pemimpin baik di tingakat desa maupun tingkat yang lebih tinggi di pemerintahan Indosesia hendaknya mampu menggunakan komunikasi yang efektif dan mampu memilih. Gaya Komunakasi yang tepat karena masyarakat kita di Indonesia ini dalam memilih ternyata tidak semata-mata dengan diiming-imingi imbalan materi atau uang tetapi lebih pada kemampuan atau kredibilitas dan akseptibilatas para calon pemimpin dalam memilih gaya komunikasi yang tepat sehingga money politik dan korupsi bisa diantisipasi oleh masyarakat secara dini
MENGURAI BENANG KUSUT PERSEPAKBOLAAN TANAH AIR (Sebuah Kajian Kritis terhadap Realitas Perebutan Kekuasaan di Ranah Publik) Yusuf Adam Hilman
ARISTO Vol 4, No 2 (2016): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.031 KB) | DOI: 10.24269/ars.v4i2.190

Abstract

AbstraksiSepakbola sebagai salah satu hiburan yang banyak digandrungi oleh rakyat Indonesia, membuat praktik pengelolaansepakbola harus diselenggarakan secara baik berdasarkan asas profesionalitas, fairplay dan jugakemandirian, hal ini sangat penting mengingat sepakbola memerlukan sumberdaya pendukung yang besar, baik dalam hal materi maupun non materi, oleh karena itu keterlibatan berbagai pihak seharusnya bisa disikapi secara bijak, sehingga semangat sportifitas dan ketulusan dari steakholder harus selalu ditekankan. Konflik yang muncul terkadang disebabkan oleh beberapa hal, yakni: 1).Perbedaan Kepentingan antar steakholder persepakbolaan tanah air sehingga dapat menyulut konflik, 2). Alokasi kekuasaan dan kewenangan yang tidak merata, sehingga membuat steakholder persepakbolaan di tanah air saling berebut kekuasaan, 3). Munculnya orang kuat yang berada di luar sistem, yang sering mempengaruhi pemilik kewenangan dalam pengambilan keputusan dan pembuatan kebijakan, sehingga membuat keputusan dan kebijakan yang diambil bersifat segmented oriented. Kondisi itulah yang sering membuat persepakbolaan tanah air menjadi tidak stabil, sehingga diperlukan langkah – langkah:1). Penyelesaian konflik melalui pendekatan persuasif  melalui aktor – aktor yang memiliki kewenangan supaya dapat duduk bersama dan membicarakan penyelesaian konflik, seperti yang pernah diupayakan oleh Menpora Roy Suryo, 2).Penyelesaian konflik melalui jalan penghentian aktivitas persepakbolaan secara total, kemudian membentuk dan memproyeksiakan persepakbolaan dengan orang – orang baru dan tenaga – tenaga profesional dari luar negeri, sehingga netralitasnya dapat dijaga, 3). Penyelesaian konflik melalui revolusi persepakbolaan tanah air, dengan merubah sistem pengelolaan persepakbolaan tanah air dan menghentikan campur tangan pemerintah, dan mengembalikan sepenuhnya kepada masyarakat, dengan asas: dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.Kata Kunci : Konflik Sepakbola, Kekuasaan dan Kewenangan, di Ranah  Publik.
KAJIAN ETNOLINGUISTIK TERHADAP PAKAIAN ADAT WAROK PONOROGO Alip Sugianto
ARISTO Vol 3, No 1 (2015): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.48 KB) | DOI: 10.24269/ars.v3i1.8

Abstract

Pakaian Adat merupakan sebuah identitas suatu daerah yang mana simbol darikebudayaan yang dimiliki oleh wilayah tersebut. Hal tersebut sebagaimana Pakaian AdatEtnik Panaragan yang terkenal dengan Pakaian Khas Warok Ponorogo. Pakaian Adat KhasPonorogo memiliki nilai filosofi yang terkandung didalamnya yang akan di telaah denganmenggunakan pendekatan etnolinguistik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pakaianadat panaragan atau warok memiliki kharakter jiwa masyarakat Ponorogo yang tersimpandalam nilai-nilai yang terdapat dalam pakaian adat. Nilai tersebut antara lain ketenangan,keberanian, kesabaran.

Page 11 of 62 | Total Record : 613


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15 No 1 (2027): January : Forthcoming Vol 14, No 2 (2026): July : Forthcoming Vol 14 No 2 (2026): July : Forthcoming Vol 14, No 1 (2026): January : (Fortchoming ) Vol 14 No 1 (2026): January Vol 13, No 2 (2025): July Vol 13 No 2 (2025): July Vol 13, No 1 (2025): January: Forthcoming Issue Vol 13 No 1 (2025): January Vol 12, No 3 (2024): Election and Regional Election in Indonesian Vol 12 No 3 (2024): Election and Regional Election in Indonesian Vol 12 No 2 (2024): July Vol 12, No 2 (2024): July Vol 12, No 2 (2024): July : in press Vol 12 No 1 (2024): Januari Vol 12, No 1 (2024): Januari Vol 11, No 2 (2023): July Vol 11 No 2 (2023): July Vol 11, No 1 (2023): January Vol 11 No 1 (2023): January Vol 10 No 3 (2022): December / Special Issue : Local Governance Vol 10, No 3 (2022): December / Special Issue : Local Governance Vol 10, No 2 (2022): July Vol 10 No 2 (2022): July Vol 10 No 1 (2022): January Vol 10, No 1 (2022): January Vol 9, No 2 (2021): July Vol 9, No 1 (2021): January Vol 8, No 2 (2020): July Vol 8, No 1 (2020): Januari Vol 7, No 2 (2019): July Vol 7 No 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019): Januari Vol 7 No 1 (2019): Januari Vol 6 No 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018): July Vol 6, No 1 (2018): Januari Vol 6 No 1 (2018): Januari Vol 5 No 2 (2017): July Vol 5, No 2 (2017): July Vol 5, No 1 (2017): January Vol 5 No 1 (2017): January Vol 4 No 2 (2016): Aristo Vol. 7 2016 Vol 4 No 1 (2016): ARISTO Vol. 6 Tahun 2016 Vol 4, No 2 (2016): July Vol 4, No 1 (2016): January Vol 3 No 2 (2015): Juli Vol 3, No 2 (2015): July Vol 3, No 1 (2015): January Vol 3 No 1 (2015): Januari Vol 2, No 2 (2014): July Vol 2 No 2 (2014): Agustus Vol 1 No 2 (2013): Juli Vol 1, No 2 (2013): July Vol 1, No 1 (2013): January Vol 1 No 1 (2013): January More Issue