cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Aksara
Published by Balai Bahasa Bali
ISSN : 08543283     EISSN : 25800353     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSARA is a journal that publishes results of literary studies researches, either Indonesian, local, or foreign literatures. All articles in AKSARA have passed reviewing process by peer reviewers and edited by editors. AKSARA is published by Balai Bahasa Bali twice a year, June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 299 Documents
ANALISIS WACANA KRITIS “SEMUA KARENA AHOK” PROGRAM MATA NAJWA METRO TV Ni Nyoman Ayu Suciartini
Aksara Vol 29, No 2 (2017): Aksara, Edisi Desember 2017
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.568 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v29i2.54.267-282

Abstract

Analisis Wacana Kritis selalu menarik untuk dikaji lebih dalam. Kuasa media dan persepsi publik yang membuat penelitian wacana kritis terus tumbuh. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana analisis wacana kritis model Van Djik dalam program Mata Najwa episode “Semua karena Ahok”? Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan analisis wacana kritis model AWK Van Djik dikonstruksi Najwa Sihab selaku pembawa acara dalam program Mata Najwa “Semua karena Ahok”. Metode yang digunakan yaitu AWK model Van Djik. Teknik analisis datanya menggunakan teknik dokumentasi dan observasi. Teori yang digunakan yaitu analisis wacana kritis model Van Djik, teori media. Hasil dan pembahasan penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Struktur makro yang terdapat dalam wacana yaitu kebijakan Ahok, 1,5 tahun kepemimpinan Ahok, reklamasi Pulau G, penggusuran warga bantaran kali dan waduk, pembangunan rusunawa, melangkah menuju pilkada 2017 lewat jalur independen, kepemimpinan Ahok, (2) Superstruktur, bagian pendahuluan dibuka dengan narasi yang memukau, kemudian pembahasan ditonjolkan lewat fakta-fakta yang tersaji, baik melalui video, maupun wawancara secara langsung kepada warga DKI Jakarta yang ikut menilai 1,5 tahun kepemimpinan Ahok, yang paling ditonjolkan yaitu bagian penutup yang berisikan kritik-kritik untuk gaya kepemimpinan Ahok di masa depan untuk Jakarta yang lebih baik, (3) Dari struktur mikro, analisis semantik, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan Najwa kesemuanya berisi analisis segala hal yang telah dilakukan dan yang akan dilakukan Ahok untuk tetap menjadi pemimpin DKI Jakarta. Dari segi sintaksis, kalimat tanyalah yang mendominasi pernyataan Najwa untuk menggali informasi. Stilistik yang digunakan yaitu gaya bahasa tegas, lugas, apa adanya, dan transparan sesuai dengan semboyan yang diusung Metro Tv. Dari segi retoris, penekanan-penekanan yang dilakukan Najwa yaitu dengan beberapa pilihan kata dan ungkapan yang semakin mendukung pertanyaan. 
LIMA CERPEN PROPAGANDA LEKRA (1950—1965) I Wayan Artika
Aksara Vol 28, No 2 (2016): Aksara, Edisi Desember 2016
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.844 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v28i2.126.129-142

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap muatan, karakter, dan tujuan ditulisnya cerpen propaganda; serta mengkaji hubungan sastra dan politik semasa Lekra (1950—1965).  Masalah penelitian adalah muatan, tujuan, karakter cerpen propaganda serta hubungan sastra dan politik.  Metode untuk memecahkan masalah dan mencapai tujuan penelitian, menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian membuktikan, cerpen propaganda sarat muatan marxisme dan agenda perjuangan PKI. Tujuan cerpen propaganda adalah memengaruhi massa rakyat agar mendukung perjuangan PKI.  Karakter cerpen propaganda dibedakan menjadi karakter umum (yaitu aktual, menyerang lawan, memengaruhi pembaca) dan karakter yang tampak pada struktur karya (bertema komunisme; tidak mementingkan alur; cerita berupa pandangan ideologis-politik pengarang; setting Revolusi Indonesia; pelaku cerita; rakyat tertindas, kader partai progresif, partisipan, simpatisan, dan militan PKI); dan bahasa mudah dimengerti. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan, cerpen propaganda menunjukkan hubungan erat antara sastra, ideologi, dan politik. Hubungan sastra dan politik menunjukkan bahwa cerpen-cerpen tersebut merupakan alat propaganda PKI sesuai dengan Mukadimah 1950 dan 1959, Konsepsi Kebudayaan Rakyat, dan prinsip 1-5-1. Dalam hubungan tersebut, sastra berada di bawah politik dan kebenaran ideologi lebih tinggi daripada nilai sastra. 
IDEOLOGI BAHASA POLITIK SOEKARNO: SARANA KETAHANAN, KEAMANAN, DAN PERDAMAIAN INDONESIA David Samuel Latupeirissa; Zummy Anselmus Dami
Aksara Vol 31, No 2 (2019): AKSARA, EDISI Desember 2019
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.024 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v31i2.364.251-268

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk (1) menggali ideologi yang terkandung dalam bahasa politik Soekarno selaku salah satu tokoh pendiri bangsa dan proklamator kemerdekaan NKRI, (2) menggali motivasi yang ada di balik lahirnya ideologi dalam bahasa tersebut, dan (3) melihat perubahan sosial budaya sebagai dampak dari ideologi bahasa politik Soekarno. Untuk mencapai ketiga tujuan penelitian di atas, peneliti menggunakan Teori Analisis Wacana Kritis (AWK) model Fairclough (1989, 1995, 2005, 2006) sebagai teori utama, dan teori Ideologi sebagai teori pendukung. Metode yang diterapkan dalam pengumpulan data adalah metode dokumentasi, sedangkan metode yang diterapkan dalam analisis data adalah metode deskripstif kualitatif yang diterapkan berdasarkan tiga level analisis AWK Fairclough. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ideologi yang terkandung dalam bahasa Soekarno adalah ideologi ‘persatuan dan kesatuan sebagai hal yang penting’, ideologi ‘revolusi adalah bagian yang tidak terpisahkan dari jiwa bangsa Indonesia’, dan ideologi ‘imperialisme sebagai musuh utama bangsa Indonesia’. Ideologi tersebut perlu dihidupi sebagai salah satu strategi demi menjaga ketahanan, keamanan, dan perdamaian Indonesia. Selanjutnya, ideologi tersebut dilatari oleh keadaan bangsa yang plural dan kesadaran bahwa sifat statis adalah penghalang kemajuan bangsa. Kandungan ideologi dimaksud membawa perubahan dalam cara berkomunikasi dan cara hidup bangsa Indonesia.Kata kunci: ideologi, bahasa politik, analisis wacana kritis AbstractThe current study aims at: (1) to explore the ideology conceived in Soekarno’s political language as one of the nation founding fathers and the proclaimer of Indonesia independence, (2) to explore the motivations behind the birth of ideology in the language, and (3) to see the socio-cultural changes as the result of Soekarno’s political ideology. To achieve the research objectives, researcher used Critical Discourse Analysis Theory (CDA) of Fairclough (1989, 1995, 2005, 2006) as the main theory, and the theory of Ideology as a supporting theory. The method applied in data collection was documentation method, while the method applied in data analysis was descriptive qualitative method that applied based on three analysis levels of Fairclough CDA theory. The results show that the ideology contained in Soekarno’s political language is the ideology of ‘unity as an important thing’, the ideology of ‘revolution as an integral part of the Indonesian nation soul’, and the ideology of ‘imperialism as the main enemy of the Indonesia’. The ideology needs to be lived for the sake of Indonesia’s endurance, security and peace. Furthermore, the ideology is based on a plural nation state and the realization that static nature is a barrier to the progress of a nation. The ideology contents have brought changes in the way of communication and the way of Indonesian nation life.Keywords: ideology, political language, critical discourse analysis
WACANA IKLAN DALAM BENTUK PAPAN REKLAME DI BALI I Nengah Budiasa
Aksara Vol 26, No 2 (2014): Aksara, Edisi Desember 2014
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1504.186 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v26i2.152.97-107

Abstract

Analisis wacana iklan dalam bentuk papan reklame di Bali merupakan suatu kajian yang menganalisis pemakaian bahasa secara tertulis yang lebih populer disebut bahasa iklan. Kajian ini meliputi kekohesifan, implikatur, dan retorika wacana iklan yang tampak dari bangun wacana yang ditampilkan. Kekohesifan wacana iklan dapat dilihat dari hubungan antara kata yang satu dengan kata yang lain dalam sebuah frasa. Di samping itu, kekoherenan atau kepaduan makna menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam telaah ini. Selanjutnya, implikatur dalam analisis wacana iklan dalam bentuk papan reklame adalah analisis bagian tambahan makna yang tidak tertulis dalam iklan tersebut agar tetap tertangkap oleh pembaca. Terakhir, retorika wacana iklan berupa papan reklame merupakan efektivitas penggunaan bahasa dalam media tersebut. Melalui media bahasa yang efektif diharapkan dapat menimbulkan efek tertentu pada pikiran pembaca dan dapat mengubah sikapnya.
REPRESENTASI PEREMPUAN BERGELAR NYAI DALAM CERITA RAKYAT KALIMANTAN TENGAH Titik Wijanarti
Aksara Vol 27, No 2 (2015): Aksara, Edisi Desember 2015
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.452 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v27i2.185.207-215

Abstract

Kalimantan Tengah memiliki kekayaan sastra lisan yang tidak terhitung jumlahnya.  Salah satu bentuk sastra lisan Kalimantan Tengah adalah cerita rakyat.  Penelitian ini menganalisis dua cerita rakyat Kalimantan Tengah yang bercerita tentang perempuan yang memiliki gelar nyai.  Bagaimanakah perempuan bergelar nyai digambarkan dalam kedua cerita rakyat tersebut dan bagaimanakah posisi nyai dalam konstruksi sosial budaya masyarakat dayak Kalimantan Tengah merupakan permasalahan dalam penelitian ini.  Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa perempuan yang bergelar nyai dalam cerita rakyat Kalimantan Tengah adalah perempuan yang cantik secara fisik dan cerdas secara intelektual. Gelar nyai dapat diperoleh bukan karena keturunan melainkan karena kemampuan dan kecerdasan seorang perempuan.  
PRESERVASI DAN REVITALISASI BAHASA DAN SASTRA NAFRI, PAPUA: SEBUAH BAHASA HAMPIR PUNAH Mujizah Mujizah
Aksara Vol 30, No 1 (2018): Aksara, Edisi Juni 2018
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.818 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v30i1.217.75-88

Abstract

Indonesia adalah bangsa yang beragam. Keberagaman  itu terlihat dari kekayaan bahasa dan sastra. Kekayaan bahasa mencapai 700-an bahasa dan satu di antara bahasa dan sastra suku Nafri, di Papua. Bahasa Nafri diklasifikasi sebagai bahasa hampir punah. Bahasa ini hanya dikuasai beberapa penduduk di atas 50 tahun. Tahun 2015 bahasa ini belum diajarkan kepada generasi muda. Padahal dalam bahasa itu terdapat beragam pengetahuan yang menjadi identitas lokal. Kekayaan suku Nafri ini jika tidak dipreservasi daya hidupnya akan menurun. Masalah yang dibahas dalam tulisan ini bagaimana cara meningkatkan daya hidup bahasa Nafri. Tujuannya menemukan cara dalam meningkatkan daya hidup bahasa dan sastra Nafri. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dan studi lapangan melalui survei, observasi, wawancara, dokumentasi, dan pembelajaran. Hasilnya untuk meningkatkan daya hidup bahasa dan sastra Nafr, bahasa dan sastra itu harus diteliti, didokumentasi,  dan direvitalisasi. Penelitian sistem bahasa Nafri sudah dilakukan oleh pakar bahasa. Perekaman dalam berbagai ranah kehidupan perlu didokumentasi. Pembelajaran bahasa dan sastra dirancang dalam bentuk revitalisasi yang berbasis komunitas atau keluarga. Ketiga kegiatan itu mendapat dukungan dari masyarakat suku Nafri dan para pemangku kepentingan. Dengan dukungan itu bahasa dan sastra Nafri dapat meningkat daya hidupnya, apalagi masyarakat menggunakannya dalam ranah kehidupan. Kesimpulannya preservasi dalam bentuk penelitian, dokumentasi dan revitalisasi bahasa dan sastra Nafri dapat meningkatan daya hidup bahasa dan sastra.Program itu dapat menjadi salah satu model dalam penyelamatan bahasa dari kepunahan.
KONFLIK DAN KOMPROMI DALAM CERPEN-CERPEN BERLATAR KELUARGA DARI ASIA TENGGARA I Nyoman Darma Putra
Aksara Vol 28, No 1 (2016): Aksara: Edisi Juni 2016
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.036 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v28i1.23.1-14

Abstract

Selain isu-isu makro tentang bangsa, masalah-masalah mikro dalam kehidupan keluarga jugabanyak diangkat menjadi latar sekaligus tema cerita oleh kalangan cerpenis negeri serumpunAsia Tenggara, yaitu Singapura, Malaysia, Brunei, dan Indonesia. Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisis konflik dan kompromi antaranggota keluarga dalam karya cerpenisnegeri serumpun. Data diambil dari cerpen karya penulis negeri serumpun yang terkumpuldalam antologi Matahari di Nusantara (2010) yang diterbitkan oleh Majelis Sastera AsiaTenggara (Mastera). Pengumpulan data menggunakan metode pustaka dan teknik catat,sedangkan metode analisis data menggunakan metode analisis kritis interpretatif denganteori intertekstualitas. Hasil pembahasaan menunjukkan bahwa tema yang sama dalamantologi cerpen Matahari di Nusantara memberikan gambaran tentang pentingnya kedudukankeluarga sebagai institusi pendidikan anak, penanaman adat, dan tradisi pengembangan diri dimasyarakat. Konflik dan kompromi dalam keluarga yang disuguhkan dalam cerpen tersebutdibiarkan menggantung sehingga pembaca tertantang untuk menemukan maknanya.
ANALISIS BIBLIOMETRIK BERKALA ILMIAH NAMES: JOURNAL OF ONOMASTICS DAN PELUANG RISET ONOMASTIK DI INDONESIA Eric Kunto Aribowo
Aksara Vol 31, No 1 (2019): AKSARA, Edisi Juni 2019
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8067.956 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v31i1.373.85-105

Abstract

Names: Journal of Onomastics menerbitkan edisi pertama pada tahun 1953 dan menjadi jurnal rujukan yang memiliki fokus khusus di bidang onomastik, tata nama. Tulisan ini bertujuan untuk memetakan gambaran umum mengenai tema-tema riset yang terbit di jurnal tersebut dengan memanfaatkan analisis bibliometrik untuk menilai performa dari artikel-artikelnya sekaligus memaparkan peluang riset tentang onomastik di Indonesia. Data riset ini merupakan metadata yang diekstrak dari basis data Scopus yang terbit di berkala Names: Journal of Onomastics dari tahun 1953—2018. Semua informasi diekspor ke format CSV untuk keperluan analisis data, khususnya word co-occurrence network yang dihasilkan menggunakan VOSviewer. Jumlah dokumen yang terbit tahun 1953—2018 sebanyak 1.235 artikel. Hasil analisis menunjukkan investigasi terkait nama diri (khususnya nickname) dan nama tempat menjadi topik dominan dalam onomastik, sedangkan riset tentang nama hewan, penamaan dan perkawinan, jenis kelamin dan penamaan, nama makanan, dan nama pada karya sastra menjadi tren riset menjelang tahun 2018. Riset onomastik di Indonesia memiliki potensi dan peluang yang luas karena beberapa sumber data elektronik yang dapat dengan mudah diakses. Dengan melibatkan kolaborasi dari berbagai disiplin ilmu, onomastik menjadi salah satu topik yang menjanjikan untuk diselidiki.
PERUBAHAN POLA PIKIR KAUM MARGINAL TERHADAP PENDIDIKAN DALAM NOVEL ORANG MISKIN DILARANG SEKOLAH KARYA WIWID PRASETYO I Wayan Nitayadnya
Aksara Vol 28, No 2 (2016): Aksara, Edisi Desember 2016
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.261 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v28i2.130.181-196

Abstract

Penelitian ini membahas masalah perubahan pola pikir kaum marginal terhadap pendidikan dalam novel Orang Miskin Dilarang Sekolah karya Wiwid Prasetyo dan faktor-faktor yang memotivasi dan mempengaruhi perubahan pola pikir tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode dan teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode kepustakaan dengan teknik catat dan identfikasi. Metode deskriptif analitik digunakan pada tahapan analisis data dan metode informal digunakan pada tahapan penyajian hasil analisis. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kaum marginal dalam novel Orang Miskin Dilarang Sekolah karya Wiwid Prasetyo memandang pendidikan sebagai sesuatu yang tidak begitu penting dalam kehidupan mereka. Mereka lebih mengutamakan kegiatan yang dianggap mampu menghasilkan uang. Adanya pola pikir yang demikian disebabkan oleh faktor lemahnya kondisi keluarga, lingkungan sosial yang kurang mendukung terlaksananya pendidikan yang konduksif, ketiadaan perhatian orang tua, dan tidak adanya kemauan. Perubahan pola pikir kaum marginal terhadap pendidikan terjadi setelah mereka menyadari bahwa mereka tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan sehingga mudah dibodohi orang dan tidak mampu bersaing untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Mereka berharap dengan pendidikan segala potensi, baik itu potensi kognitif, afektif, maupun psikomotor, yang ada dalam diri mereka dapat dikembangkan.  
PEMAKNAAN MOTIF TABU DALAM CERITA RAKYAT DI WILAYAH BEKAS KERAJAAN MULAWARMAN, KERAJAAN HINDU TERTUA DI INDONESIA Derri Ris Riana
Aksara Vol 29, No 2 (2017): Aksara, Edisi Desember 2017
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.172 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v29i2.80.197-210

Abstract

Penelitian cerita rakyat sebagai pengungkap budaya masyarakat yang mengandung kearifan lokal masih penting dilakukan. Apalagi, cerita rakyat yang berkembang di wilayah bekas Kerajaan Mulawarman, kerajaan Hindu tertua di Indonesia belum diungkap secara detil. Dengan menggunakan metode studi sastra lisan dan pendekatan tipe-motif, Stith Thompson, artikel ini berusaha mengungkap Kerajaan Mulawarman, menguraikan cerita rakyat yang berkembang di wilayah tersebut, memaparkan motif tabu yang terdapat dalam keempat cerita rakyat, yaitu “Legenda Patung Batu Desa Pantun”, “Legenda Gua Kombeng”, “Kutukan Sang Kudungga”, dan “Kisah Baung Putih”, serta menguraikan konsep tabu pada masyarakat sekarang. Metode pengumpulan data menggunakan studi pustaka, sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara informan, pengamatan, perekaman, dan pencatatan. Metode analisis data menggunakan kritik teks, sedangkan teknik analisis data menggunakan klasifikasi motif Thompson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa munculnya fakta-fakta historis Kerajaan Mulawarman melalui kajian keempat cerita tersebut, serta terkuaknya beragam motif tabu yang terdapat di dalam masyarakat Kutai. Pemaknaan konsep tabu ini masih berlangsung di masyarakat Kutai. Beberapa hal tabu masih berlangsung sampai dengan saat ini, sedangkan yang lain sudah tidak berlaku lagi karena pengaruh perkembangan zaman dan permasifan globalisasi. Motif tabu merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat Kutai Kartanegara yang perlu dilestarikan karena mengandung nilai-nilai yang sangat bermanfaat.