cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Aksara
Published by Balai Bahasa Bali
ISSN : 08543283     EISSN : 25800353     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSARA is a journal that publishes results of literary studies researches, either Indonesian, local, or foreign literatures. All articles in AKSARA have passed reviewing process by peer reviewers and edited by editors. AKSARA is published by Balai Bahasa Bali twice a year, June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 299 Documents
PENYAMPAIAN MAKNA DALAM FILM “FINAL DESTINATION” Agus Darma Yoga Pratama; made sani damayanthi muliawan
Aksara Vol 34, No 1 (2022): AKSARA, EDISI JUNI 2022
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.771 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v34i1.983.83-96

Abstract

Abstrak Penelitian audiovisual (film) tidak hanya sebatas analisis tentang strategi penerjemahan yang digunakan ataupun ideologi yang diterapkan di film saja, tetapi juga mengenai makna yang terkandung di dalamnya serta bagaimana aspek makna tersebut dapat tersampaikan dengan baik melalui bahasa verbal dan nonverbal yang terdiri dari empat aspek yaitu: gambar, tulisan (teks alih bahasa), efek suara, dan ujaran secara sekaligus. Makna dikaji dari makna verbal dan makna tanda nonverbal untuk melihat bagaimana penyampaian makna dalam sebuah film kepada penonton secara utuh karena pada dasarnya bahasa verbal dan nonverbal memiliki keunikan tersendiri dalam proses penyampaian makna. Kajian ini secara tidak langsung juga menganalisis sinkronisasi bahasa verbal dan nonverbal dalam film tersebut. Adapun data penelitian yang dipilih adalah film dengan genre horor “Final Destination 5” karena ditemukan variasi bahasa nonverbal (gambar dan efek suara) dalam penyampaian makna kepada penonton, misalnya jika kematian datang maka akan tersirat tanda-tanda yang dapat dilihat penonton sebelum kejadian tragis terjadi. Penelitian ini diawali dengan menyimak film tersebut yang dilanjutkan dengan pengumpulan data melalui software video remaker AVS untuk mendapatkan teks alih bahasa secara detail serta digunakan teknik rekam layar untuk pengumpulan data aspek visual atau gambar. Hasil penelitian ini nantinya dapat berguna bagi para peneliti audiovisual (film) dalam menghasilkan sebuah kajian di bidang makna.   
EKSISTENSI PEREMPUAN JAWA DALAM NOVEL SRI SUMARAH KARYA UMAR KAYAM Haalin Mawaddah
Aksara Vol 34, No 1 (2022): AKSARA, EDISI JUNI 2022
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.332 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v34i1.681.19-28

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai upaya perempuan Jawa untuk mendapatkan eksistensinya di ranah domestik maupun publik. Novel Sri Sumarah karya Umar Kayam merupakan salah satu kasrya sastra berbentuk novelet yang di dalamnya terdapat kisah mengenai perempuan Jawa. Pada penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Simone De Beauvoir (1949) dan Phutnam Rosemarie Tong (2016) dengan menggunakan pendekatan feminis eksistensialis. Hasil dari penelitian ini yaitu perempuan dapat menciptakan eksistensi dirinya melalui usaha-usaha yang dilakukannya. Tokoh perempuan Jawa dalam novel Sri Sumarah karya Umar Kayam dapat membuktikan dirinya mampu untuk bekerja di luar rumah. Selain itu, mereka dapat membuktikan bahwa mereka memiliki pandangan luas (intelektual), serta bisa menjadi perempuan mandiri untuk mencapai transformasi sosialis di masyarakat.
KORESPONDENSI BUNYI DIALEK-DIALEK BAHASA CULAMBACU/ Phonemic Correspondence of Bahasa Culambacu’s Dialects Firman A.D. nfn Firman
Aksara Vol 34, No 1 (2022): AKSARA, EDISI JUNI 2022
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.011 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v34i1.539.97-108

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan evidensi fonologis pemisah dan penyatu dialek-dialek bahasa Culambacu dengan menggunakan analisis korespondensi bunyi. Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dengan teknik dialektometri dan analisis kualitatif dengan teknik korespondensi bunyi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dialek-dialek yang diperbandingkan, Lamonae (Lmn), Landawe (Lnd), dan Torete (Trt), berdasarkan perhitungan dialektometri menunjukkan status ada yang beda sub-dialek dan ada juga yang hanya beda wicara. Secara kualitatif, kedekatan ketiga dialek tersebut dibuktikan dengan beberapa kosakata yang memiliki kedekatan dari sisi korespondensi bunyi. Formula korespondensi bunyi terlihat dalam bentuk korespondensi bunyi yang teratur dalam bentuk konsonan dan vokal. Evidensi fonologis pemisah dialek Lnd dan PTrt-Lmn dapat dilihat pada posisi c ≈ t /# -, c ≈ t /K–K, o ≈ u /#K –, b ≈ w /# –, ø ≈ k / -#, e ≈ o / #K-, h ≈ ø/ V-V, h ≈ ø/K-K, n ≈ ø/V-K, dan G ≈ ø/#-. Sementara evidensi fonologis pemisah dialek Lmn-Trt pada posisi h ≈ w /# –, w ≈ ø /# –, w ≈ ø /# –, g/G/h ≈ ø /#-, ko/hu ≈ ø /V-K, dan w/m/d ≈ b /#-. Sementara itu, evidensi fonologis penyatu dapat dilihat dari adanya bunyi konsonan [h], [s], [m] pada posisi awal dan bunyi [m] pada posisi tengah pada semua dialek. Pada bunyi vokal dapat dilihat pada vokal [a] pada posisi awal dan posisi awal setelah konsonan pada semua dialek.  Begitu juga vokal [a] pada posisi akhir. Vokal [i] pada posisi awal setelah konsonan juga ada pada semua dialek.   AbstractThe objective of this study was to describe separation phonological evidences of Bahasa Culambacu’s dialects by using the phonemic correspondences analysis. This study was analyzed quantitatively by applying dialectometric technique and qualitatively by applying phonemic correspondence technique. Result of this study showed that after Lamonae (Lmn), Landawe (Lnd), and Torete (Trt) dialects were compared, then analyzed by using dialectometric technique, the status of those dialects was considered to dialect difference and speech difference. Qualitatively, the proximity of the three dialects, as evidenced by some vocabularies which have the proximity in terms of phonemic correspondence. The formula of phonemic correspondence was shown in the form of regular phonemic correspondence of consonant and vocal. However, the number of vocal phonemic correspondence was limited. The formula of phonemic correspondence are as follows: separation phonological evidence of Lnd and Trt-Lmn can be seen in the position of c ≈ t /# -, c ≈ t /K–K, o ≈ u /#K –, b ≈ w /# –, ø ≈ k / -#, e ≈ o / #K-, h ≈ ø/ V-V, h ≈ ø/K-K, n ≈ ø/V-K, and G ≈ ø/#-. Separation phonological evidence of Lmn-Trt can be seen in the position of h ≈ w /# –, w ≈ ø /# –, w ≈ ø /# –, g/G/h ≈ ø /#-, ko/hu ≈ ø /V-K, and w/m/d ≈ b /#-. On the other hand, unification phonological evidence of bahasa Culambacu’s dialects can be seen in consonant phonemic of [h], [s], [m] at the beginning position (initial) and [m] in the middle position of all dialects. Vocal phonemic can be seen not only [a] at the beginning position and beginning position after consonant of all dialects, but also [a] at the end position. Position of [i] at the beginning after consonant is also found in all dialects. Keywords: phonological evidence, phonemic correspondence, Culambacu, dialect
KONSTRUKSI FEMININITAS TOKOH KARTINI DALAM NOVEL ATHEIS KARYA ACHDIAT K. MIHARDJA Lovinea Mega Putri; Wiyatmi Wiyatmi
Aksara Vol 34, No 1 (2022): AKSARA, EDISI JUNI 2022
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.104 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v34i1.685.29-40

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memahami karakter tokoh Kartini dan konstruksi femininitas tokoh Kartini dalam novel Atheis karya Achdiat K. Mihardja. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data primer Atheis karya Achdiat K. Mihardja. Analisis data dilakukan dengan kategorisasi, tabelisasi, dan interpretasi yang kemudian dideskripsikan. Keabsahan data diperoleh dari melalui pembacaan berulang-ulang hingga menemukan data yang valid. Validitas tersebut kemudian diuji dengan teknik analisis yang disesuaikan dengan teori yang digunakan. Hasil penelitian adalah (1) penggambaran karakter tokoh Kartini yang secara fisik cantik dan memiliki tubuh yang proporsional; secara psikologis cerdas, tegas, dan mudah tersinggung; secara sosiologis Kartini adalah seorang penganut Marxisme, kaya raya, sempat bersekolah di MULO, dan merupakan aktivis sosial dan politik, (2) wujud konstruksi femininitas tokoh Kartini dalam Atheis menujukkan bahwa kecantikan dan kecerdasan Kartini dikontruksi berdasarkan mitos perempuan Sunda; Kartini diidentifikasi sebagai seorang perempuan double burden; melalui aspek-aspek sosial, Kartini mampu mempengaruhi Hasan hingga menjadi atheis.
NILAI BUDAYA DALAM UNGKAPAN IDIOMATIS BAHASA MELAYU JAMBI DIALEK MELAYU BUNGO PERSPEKTIF ANTROPOLINGUISTIK Dodi Oktariza; Dedi Efendi
Aksara Vol 34, No 1 (2022): AKSARA, EDISI JUNI 2022
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.529 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v34i1.524.109-120

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk menjelaskan nilai-nilai budaya yang ditemukan dalam ungkapan-ungkapan idiomatis bahasa Melayu Jambi dialek Melayu Bungo. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap,  yaitu tahap pengumpulan data, analisis data, dan penyajian hasil analisis data. Metode yang dipilih dalam pengumpulan data adalah metode simak dan cakap dengan beberapa teknik pendukung diantaranya teknik simak bebas libat cakap, teknik catat, teknik pancing, dan teknik rekam. Pada tahap analisis penulis menggunakan pendekatan  deskriptif kualitatif dengan berpijak dari metode analisis kontekstual dalam menjelaskan makna dari  nilai budaya yang dimaksud dari ungkapan-ungkapan idiomatis tersebut. Selanjutnya, pada tahap penyajian hasil analisis, penulis memilih   menggunakan metode informal. Hasil penelitian menjelaskan bahwa dalam ungkapan idiomatis  bahasa Melayu Jambi dialek Melayu Bungo mengandung nilai-nilai budaya yang telah lama berkembang di tengah-tengah masyarakat penutur bahasa Melayu Jambi dialek Melayu Bungo. Adapun nilai-nilai budaya tersebut secara prinsip mencerminkan sikap atau pandangan hidup  dari masyarakat penutur bahasa Melayu Jambi dialek Melayu Bungo  yang dikategorikan baik maupun tidak baik. Selain itu,  ungkapan-ungkapan idiomatis yang digunakan oleh  masyarakat Melayu Jambi dialek Melayu Bungo juga  mengandung ajaran etika, moral, dan sopan santun.
IDENTITAS BUDAYA DAN NILAI DEMOKRASI DALAM CERITA ASAL USUL TUJUH SUBSUKU MENTAWAI Tri Amanat
Aksara Vol 34, No 1 (2022): AKSARA, EDISI JUNI 2022
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.769 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v34i1.958.41-60

Abstract

Identitas budaya merupakan suatu hal yang penting dalam masyarakat tradisional seperti Mentawai. Namun, kontestasi antara subsuku seringkali menimbulkan potensi perpecahan dan friksi antara suku dan subsuku dalam masyarakat tradisonal seperti di Mentawai. Melalui sastra khususnya cerita asal-usul nenek moyang dan suku, kami mencoba menggali persoalan identitas dan demokrasi pada tujuh kelompok subsuku di Siberut Selatan. Data pokok yang digunakan dalam studi ini berasal dari cerita asal-usul, baik yang terungkap di dalam mitos, legenda, dongeng, maupun kisah-kisah sejarah yang disampaikan secara lisan. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografis, sebuah pendekatan yang mengutamakan cara pandang penutur asli di dalam memahami fenomena-fenomena budaya. Kerangka teori tentang identitas budaya dan nilai-nilai demokratis diperoleh secara selektif dari pandangan-pandangan ahli di bidangnya. Metode yang digunakan untuk melakukan analisis data berupa analisis kualitatif dengan subjek kajian tujuh subsuku di Siberut Selatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan cerita asal-usul nenek moyang dan suku di Siberut Selatan, dapat dijelaskan bahwa masyarakat Mentawai terbuka pada perubahan, religius di dalam menghadapi persoalan-persoalan eksistensial kehidupan, termasuk di dalam relasi mereka dengan Tuhan, sesama, dan alam. Masyarakat subsuku di Siberut Selatan melalui masa transisi dari masyarakat yang tradisional ke masyarakat semi modern yang mengusung nilai demokrasi dalam menyelesaikan konflik secara musyawarah dan mufakat atau menjauh dari konflik horizontal dengan cara membangun tempat tinggal yang baru dan subsuku yang baru. Dengan demikian, patut disadari bahwa di dalam jiwa masyarakat tradisional, telah terbangun identitas budaya dan sistem nilai demokrasi yang tidak kalah dengan masyarakat modern
SPECTRAL AND TEMPORAL PROCESSING IN BALINESE VOWEL OF NON-FLUENT APHASIA I Ketut Wardana
Aksara Vol 34, No 1 (2022): AKSARA, EDISI JUNI 2022
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.182 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v34i1.560.125-150

Abstract

Acoustic investigation on Balinese vowel of non-fluent aphasia (NFA) has not been previously paid attention yet. Thus, this study examined the acoustic abnormalities of vowel articulation for patients with NFA. Therefore, spectral and temporal charateristic of their vowel sound are essentially searched by comparing the formant value and prosodic features with the normal vowel articulation. Speech output of two patients were observed and analyzed by using  Praat and the data were described by implementing the theory of clinical phonetics and acoustics. The spectral analysis showed that the inaccurate constriction of the tongue in vowel articulation affected the range of oral tract (F2), pharynx space (F1), and shape of the lips (F3).  Furthermore, the lesion in Broca’s area affected the temporal features of the sounds, such as the lower pitch, lower intensity and longer timing especially voicing environment. The vowels preceded by voiced consonants were significantly longer than those preceded by voiceless ones. So, the highly complex vowels tend to be articulated inaccurately due to articulatory implementation deficit. This finding is consistent with previous results that the spectral and temporal distortion are primarily phonetics rather than phonological planning program.
REALISASI MAKNA SIKAP SEBAGAI PENGUNGKAP PENDIRIAN DALAM PERCAKAPAN TENTANG VAKSINASI COVID-19 DI TWITTER Putu Nur Ayomi
Aksara Vol 34, No 1 (2022): AKSARA, EDISI JUNI 2022
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1025.319 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v34i1.814.121-134

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana makna sikap diekspresikan oleh pengguna sosial media untuk menyampaikan pendiriannya atas sesuatu hal. Makna sikap sangat penting karena berkaitan dengan citra diri, pendapat dan bagaimana sesuatu atau pihak lain dinilai dan dievaluasi. Dalam media sosial, hal ini menjadi begitu penuh konsekwensi karena sifatnya yang publik dan begitu mudah disebarluaskan. Dalam kajian ini digunakan teori inti dari Martin White (2005) mengenai penilaian  (appraisal). Untuk menyediakan konteks komunikasi digunakanlah studi kasus mengenai sebuah topik popular di Twitter yakni vaksinasi perdana vaksin Covid-19 pada pertengahan Januari 2021. Ditemukan bahwa makna sikap yang mencakup afeksi, penghakiman dan apresiasi dengan berbagai subkategori makna lainnya terungkap melalui berbagai sarana kebahasaan yakni adjektiva, verba, nomina, adverbia, Interjeksi, berbagai modus kalimat, juga  kalimat majemuk proyeksi mental maupun verbal. Selain itu makna sikap juga diungkapkan melalui sarana semiotis lainnya yakni emotikon, meme, gambar bergerak dan juga video. Selain pemetaan makna sikap  yang diungkapkan secara eksplisit dalam berbagai kategori semantik, diketahui juga bahwa suatu makna sikap dalam suatu kategori dapat memicu makna sikap dari kategori lainnya.
POSTMEMORY: TRANSMISI MEMORI DAN REKONSILIASI DALAM NOVEL NEXT YEAR IN HAVANA KARYA CHANEL CLEETON Aji Royan Nugroho
Aksara Vol 34, No 1 (2022): AKSARA, EDISI JUNI 2022
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.565 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v34i1.828.61-72

Abstract

 Peristiwa pada Revolusi Kuba telah membawa penulis Chanel Cleeton menarasikan dalam sebuah karya novel yang berjudul Next Year in Havana. Di mana jika ditilik pada novel ini maka Next Year in Havana termasuk dalam karya postmemory. Pada proses karangan novel ini terdapat transmisi memori dari generasi pertama kemudian ke generasi berikutnya yang dipicu oleh peristiwa traumatis masa lalu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana struktur memori traumatis itu terbentuk dan upaya perjalanan kembali untuk membangun memori yang tidak utuh. Selanjutnya untuk menganalis objek material tersebut peneliti menggunakan teori postmemory dari Marriane Hirsch. Hasil dari penelitian ini: 1). Terdapat struktur transmisi memori familial dari sang nenek kemudian juga transmisi afiliatif dari orang luar. 2). Keberpihakan penulis pada novel ini menampilkan tokoh presiden Batista sebagai Hypermazculine dan orang – orang Kuba sebagai Feminized. 3). Upaya napak tilas dilakukan ke pelbagai situs sejarah untuk melihat pada realitas yang lebih dekat dan menjawab asumsi – asumsi atas memori yang belum lengkap.The incident of Cuban Revolution has been bringing Chanel Cleeton to narrate a masterpiece of the Novel with under the name Next Year in Havana. Indeed, this Next Year in Havana novel includes a masterpiece of postmemory. The process of this novel used memory transmission from the first generation to the next generation that is triggered by the past traumatic event. This study aimed to know how the structure of traumatic  memory is formed and how returning journey can reconstruct the uncompleted memory. In doing so, the researcher used postmemory approach by Marriane Hirsch to analyze the object material. Then, the result of this study: 1). There are structure of memories transmission such as familial from the grandmother and affiliative transmission from the strangers. 2). The author takes a side on this novel that President F. Batista as the Hypermazculine and Cuban people as Feminized. 3). The mission of returning the journey has been done to look the reality closer and to answer the assumptions of uncompleted memory. Peristiwa pada Revolusi Kuba telah membawa penulis Chanel Cleeton menarasikan dalam sebuah karya novel yang berjudul Next Year in Havana. Di mana jika ditilik pada novel ini maka Next Year in Havana termasuk dalam karya postmemory. Pada proses karangan novel ini terdapat transmisi memori dari generasi pertama kemudian ke generasi berikutnya yang dipicu oleh peristiwa traumatis masa lalu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana struktur memori traumatis itu terbentuk dan upaya perjalanan kembali untuk membangun memori yang tidak utuh. Selanjutnya untuk menganalis objek material tersebut peneliti menggunakan teori postmemory dari Marriane Hirsch. Hasil dari penelitian ini: 1). Terdapat struktur transmisi memori familial dari sang nenek kemudian juga transmisi afiliatif dari orang luar. 2). Keberpihakan penulis pada novel ini menampilkan tokoh presiden Batista sebagai Hypermazculine dan orang – orang Kuba sebagai Feminized. 3). Upaya napak tilas dilakukan ke pelbagai situs sejarah untuk melihat pada realitas yang lebih dekat dan menjawab asumsi – asumsi atas memori yang belum lengkap.