cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 295 Documents
Search results for , issue "2023" : 295 Documents clear
Pengaruh Teh Hijau Terhadap Penurunan Berat Badan Dan Kadar Glukosa Darah Pasien Diabetes Mellitus Sahiroh, Naufa; Arif, Taufan; Ciptaningtyas, Maria Diah; Bachtiar, Arief
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 2 (2023): April 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v14i2.2830

Abstract

Kasus obesitas di Indonesia mengalami peningkatan. Seseorang obesitas cenderung memiliki kadar glukosa yang tinggi dan beresiko terkena diabetes mellitus. Hal tersebut terjadi karena adanya pola makan yang tidak teratur dan aktifitas yang kurang. Secara teori teh hijau dapat menurunkan berat badan dan glukosa darah, akan tetapi manusia memiliki keunikan yaitu pada perilakunya. Oleh karena itu perlu adanya pembuktian akan hal tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian literature review. Database yang digunakan yaitu ProQuest, Pubmed, ScienceDirect, Garuda,  dan Wiley. Dengan menggunakan keyword ((((((((((green tea) OR camellia sinensis) AND weight loss) OR body weight) AND blood glucose) OR glucose) AND diabetic) OR diabetes mellitus) OR diabetes type 1) OR diabetes type 2. Dilakukan seleksi terhadap tujuh artikel dengan memerhatikan PICOS framework, kemudian artikel dianalisis menggunakan JBI Critical Appraisal tools dan memilki standarisasi hasil analisis lebih dari 50%. Tujuh artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Empat artikel membahas pengaruh teh hijau terhadap berat badan dengan satu artikel signifikan terjadi penurunan, tujuh artikel membahas pengaruh teh hijau terhadap kadar glukosa dengan satu artikel yang signifikan terjadi penurunan. Tidak ada pengaruh pemberian teh hijau terhadap penurunan berat badan dan penurunan kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus. Penurunan berat badan selain dipengaruhi frekuensi pemberian teh hijau juga dipengaruhi oleh asupan makanan yang dikonsumsi. Tiga artikel yang menjelaskan bahwa riwayat diabetes mellitus lima tahun atau lebih memiliki kerusakan sel beta pankreas yang tidak bisa diatasi dengan pemberian teh hijau.
Analisis Biaya Medik Langsung dan Utilitas Pasien Asma Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Agoesdjam Hospital Ketapang Widiastuti Widiastuti; Tri Murti Andayani; Rina Herowati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14nk212

Abstract

Asthma is a chronic disease that imposes a heavy burden on patients, is responsible for high costs in health care and can reduce quality of life. The aim of this study was to determine the direct medical costs of outpatient asthma patients at RSUD Dr. Agoesdjam Ketapang and what cost components are dominant, utility value, as well as factors that can influence utility value and direct medical costs for asthma patients. This research was an observational study with a cross-sectional design. Data collection was carried out concurrently and retrospectively. The materials used were medical records, a list of financial and pharmaceutical costs to see direct medical costs, the EQ-5D-5L questionnaire used to see the utility value of asthma patients, and the Asthma Control Test (ACT) questionnaire. The research subjects consisted of 80 patients. Data processing includes patient demographic data, ACT scores, comorbidities, therapy patterns, direct medical costs and utilities which are analyzed using non-parametric tests. The results of the study showed that the direct medical costs for outpatient asthma patients were IDR. 19,493,603.00 with the average direct medical costs for asthma patients being IDR 243,670.00. The highest cost component was pharmaceutical costs Rp. 16,493,603.00 (84.61%). The average utility value was 0.65, while the significant p values for each factor were gender = 0.028, education = 0.010, level of asthma control based on ACT score = 0.000 and therapy pattern = 0.000. It was concluded that factors influencing patient utility were gender, education and level of asthma control; while the factor for medical costs is the therapy pattern.Keywords: direct medical costs; asthma; utility ABSTRAK Asma merupakan penyakit kronis yang memberikan beban berat terhadap pasien, bertanggung jawab atas pengeluaran biaya yang tinggi dalam perawatan kesehatan dan dapat menurunkan kualitas hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya medik langsung pasien asma rawat jalan di RSUD Dr. Agoesdjam Ketapang dan komponen biaya apa yang dominan, nilai utilitas, serta faktor-faktor yang dapat memengaruhi nilai utilitas dan biaya medik langsung pasien asma. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross-sectional. Pengambilan data dilakukan dengan cara concurent dan retrospektif. Bahan yang digunakan yaitu catatan rekam medik, daftar biaya keuangan dan farmasi untuk melihat biaya medik langsung, kuesioner EQ-5D-5L digunakan untuk melihat nilai utilitas pasien asma, dan kuesioner Asthma Control Test (ACT). Subyek penelitian berjumlah 80 pasien. Pengolahan data meliputi data demografi pasien, skor ACT, komorbid, pola terapi, biaya medik langsung dan utilitas yang dianalisis menggunakan uji non parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besar biaya medik langsung pasien asma rawat jalan sebesar Rp. 19.493.603,00 dengan rata-rata besar biaya medik langsung pasien asma adalah Rp.243.670,00. Komponen biaya tertinggi adalah biaya farmasi Rp 16.493.603,00 (84,61%). Nilai rata-rata utilitas adalah 0,65, sedangkan nilai p yang signifikan untuk masing-masing faktor adalah jenis kelamin = 0,028, pendidikan = 0,010, tingkat kontrol asma yang bedasarkan skor ACT = 0,000 dan pola terapi =0,000. Disimpulkan bahwa faktor yang memengaruhi utilitas pasien adalah jenis kelamin, pendidikan dan tingkat kontrol asma; sedangkan faktor bagi biaya medik adalah pola terapi.Kata kunci: biaya medik langsung; asma; utilitas
Aktivitas Antiinflamasi (Peradangan) Berbagai Tumbuhan Dan Tanaman Obat Tradisional Nurhidayah -; Sukardiman -
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v0i0.3203

Abstract

 ABSTRACTAnti-inflammatory is defined as drugs or drug classes that have the activity of suppressing or reducing inflammation. Inflammation or inflammation can be caused by various stimuli which include physical injury, infection, heat and antigen-antibody interactions.Anti-inflammatory is a local tissue reaction to infection or injury and involves more mediators. Utilization of traditional medicine needs to be used to minimize the side effects of non-steroidal and steroidal anti-inflammatory drugs. Since ancient times, the people of Indonesia and outside Indonesia have known and used plants and herbal plants or herbal medicines that have medicinal properties as one of their efforts to overcome various health problems. This review aims to discuss several plants related to anti-inflammation, especially herbal plants that have been tested on test animals based on the literature. Some plants that have anti-inflammatory activity include: (Eugenia Polyantha), (Callicarpa longifolia L.), (Ocimum americanum L.), (Morus alba L.), (Musa paradisiaca L.), (Aquilaria malaccensis Lamk.), (Allium cepa L.), (Volvariella sp), (Zingiber cassumunar Roxb.), (Euphorbia tirucalli L.), (Curcuma xanthorrhiza Roxb.), (Pluchea indica L.), (Averrhoa bilimbi), (annonasquamosa. L), (moringa oleifera lam.), (Coriandrum sativum L.), (Musa balbisiana).  Keywords: Inflammation, Anti-inflammation, Traditional Medicinal PlantsABSTRAKAntiinflamasi didefinisikan sebagai obat-obat atau golongan obat yang memilki aktivitas menekan atau mengurangi peradangan. radang atau inflamasi dapat di sebabkan oleh berbagai rangsangan yang mencakup luk-luka fisik, infeksi, panas dan interaksi antingen-antibodi. Antiinflamasi merupakan reaksi lokal jaringan terhadap infeksi atau cedera dan melibatkan lebih banyak mediator. Pemanfaatan obat tradisional perlu digunakan untuk meminimalisir efek samping obat golongan antiinflamasi non steroid dan steroid. Sejak zaman dahulu kala masyarakat Indonesia maupun luar Indonesia mengenal dan mneggunkan tanaman dan tumbuhan herbal atau obat herbal yang berkhasiat obat sebagai salah satu upanya dalam menanggulangi berbagai masalah kesehatan. Review kali ini bertujuan untuk membahas beberapa tanaman yang terkait dengan antiinflamasi khususnya tanaman-tanaman herbal yang sudah di lakukan pengujian terhadap hewan uji berdasarkan literature. Beberapa tanaman yang memiliki aktifitas antiinflamasi antara lain: (Eugenia Polyantha), (Callicarpa longifolia L.), (Ocimum americanum L.), (Morus alba L.), (Musa paradisiaca L.), (Aquilaria malaccensis Lamk.), (Allium cepa L.), (Volvariella sp), (Zingiber cassumunar Roxb.), (Euphorbia tirucalli L.), (Curcuma xanthorrhiza Roxb.), (Pluchea indica L.), (Averrhoa bilimbi), (annonasquamosa. L), (moringa oleifera lam.), (Coriandrum sativum L.), (Musa balbisiana).  Kata Kunci: Peradangan, Antiinflamasi, Tanaman Obat Tradisional
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan Pasien Hipertensi di Daerah Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan Dede - Haryono; Elly - Wahyudin
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v0i0.3782

Abstract

Hypertension is a disease that can cause various losses if not appropriately treated. Failure in the treatment of hypertension is caused by a lack of knowledge of patients in their treatment. This study aims to look at the level of expertise of hypertension patients in the Jeneponto area. This study used a cross-sectional method involving 310 patients in the Jeneponto area at the first level of health facilities who had taken hypertension drugs. The questionnaire used was Hypertension Knowledge-Level Scale (HK-LS). The results showed that 23.9% of patients had high knowledge and 76.1% of patients had low knowledge in Jeneponto area. The factors of higher education (p = 0.000, OR = 0.040), secondary education (p = 0.001, OR = 0.299), and occupations such as housewives (p = 0.024, OR = 3.982), retirees (p = 0.021, OR = 10.762) and farmers (p = 0.004, OR = 13.442) were identified as having an influence on knowledge about hypertension. In conclusion, the level of knowledge is influenced by the level of education and occupation in Jeneponto area. Patients with high and middle education have higher knowledge than those with low education and occupations such as housewives, retirees, and farmers who have low knowledge about hypertension. Keywords: Hypertension, Risk factors, Knowledge, Public
Kompetensi Pembimbing Klinik dan Perilaku Caring Mahasiswa Keperawatan Tri Widiyaningsih; Lilis Yunita; Iswanti Mediyani
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 2 (2023): April 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14234

Abstract

Caring behavior is inherent in every nursing student. Nursing students are professionally trained to develop caring behavior through the concept of clinical supervisor role models. The purpose of this study was to analyze the relationship between the competence of clinical supervisors and the caring behavior of nursing students. This quantitative research design was cross-sectional. The sample in this study were 160 diploma III nursing students who were selected by purposive sampling technique. Clinical supervisor competence and caring behavior of nursing students were measured by filling out a questionnaire. Data were analyzed using the Chi-square test. The results of the analysis show the value of p = 0.000. Furthermore, it was concluded that the competence of clinical supervisors was significantly related to the caring behavior of nursing students. This proves that the competence of clinical supervisors influences the formation of nursing student caring behavior.Keywords: competence of clinical supervisors; caring behavior; student of nursing  ABSTRAK Perilaku caring melekat dalam diri setiap mahasiswa keperawatan. Mahasiswa keperawatan dilatih secara profesional untuk mengembangkan perilaku caring melalui konsep role model pembimbing klinik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara kompetensi pembimbing klinik dengan perilaku caring mahasiswa keperawatan. Rancangan penelitian kuantitatif ini adalah cross-sectional. Sampel pada penelitian ini yaitu 160 mahasiswa diploma III keperawatan yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Kompetensi pembimbing klinik dan perilaku caring mahasiswa keperawatan diukur melalui pengisian kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,000. Selanjutnya disimpulkan bahwa kompetensi pembimbing klinik berhubungan secara signifikan dengan perilaku caring mahasiswa keperawatan. Hal tersebut membuktikan bahwa kompetensi pembimbing klinik mempengaruhi pembentukan perilaku caring mahasiswa keperawatan.Kata kunci: kompetensi pembimbing klinik; perilaku caring; mahasiswa keperawatan
Sikap, Motivasi Dokter dan Kemudahan Penggunaan Sistem sebagai Determinan Kepatuhan Penggunaan Rekam Medis Elektronik Herlinawati Herlinawati; Nofierni Nofierni; Kemala Rita Wahidi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14nk304

Abstract

The majority of electronic medical records are available in hospitals, especially in urban areas, but non-compliance is still found in their use. This study aimed to analyze the effect of attitude, motivation of doctors and ease of use of the system on compliance with the use of electronic medical records at X Hospital, Jakarta. This research included explanatory causality research using a quantitative approach. The population in this study were all medical specialists practicing at the Outpatient Polyclinic, X Hospital, Jakarta. The sample size of the study was 71 medical specialists who were selected using a saturated sampling technique. Data was collected by filling out a questionnaire, then analyzed multivariately using structural equation modeling. The results of the analysis showed that the p-value for each factor was attitude = 0.000, motivation = 0.000, and ease of use of the system = 0.042. It was concluded that attitudes, motivation, and ease of use of the system had an effect on compliance with the use of medical records.Keywords: electronic medical record; medical specialist; attitude; motivation; ease of use; obedience ABSTRAK Rekam medis elektronik mayoritas sudah tersedia di rumah sakit, khususnya di daerah perkotaan, tetapi masih ditemukan adanya ketidakpatuhan dalam penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sikap, motivasi dokter dan kemudahan penggunaan sistem terhadap kepatuhan penggunaan rekam medis elektronik di Rumah Sakit X, Jakarta. Penelitian ini termasuk explanatory causality research menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh dokter spesialis yang berpraktek di Poliklinik Rawat Jalan, Rumah Sakit X, Jakarta. Ukuran sampel penelitian adalah 71 dokter spesialis yang dipilih dengan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, lalu dianalisis secara multivariat menggunakan structural equation modeling. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai p untuk masing-masing faktor adalah sikap = 0,000, motivasi = 0,000, dan kemudahan penggunaan sistem = 0,042. Disimpulkan bahwa sikap, motivasi, dan kemudahan penggunaan sistem berpengaruh terhadap kepatuhan penggunaan rekam medis.Kata kunci: rekam medis elektronik; dokter spesialis; sikap; motivasi; kemudahan penggunaan; kepatuhan
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kota Ambon Suryanti Tukiman; Ratna Sari Rumakey
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14nk314

Abstract

Dengue hemorrhagic fever is one of the most common tropical diseases affecting humans, which has become an international disease in recent decades. This study aimed to determine the factors that influence the incidence of dengue hemorrhagic fever in Ambon City. This research was an observational study with a cross-sectional design. The research was conducted in Ambon City from May to June 2022. This research involved 136 respondents who were determined using a total sampling technique. Data was collected by filling out a questionnaire, then analyzed descriptively in the form of frequencies and proportions, then continued with hypothesis testing using the Chi-square test. The results of the analysis showed the p-value for each factor of the incidence of dengue hemorrhagic fever, namely: knowledge = 0.021, habit of hanging clothes = 0.018, frequency of draining water reservoirs = 0.037, availability of water reservoir covers = 0.234 and house density = 0.562. It was concluded that the factors influencing the incidence of dengue hemorrhagic fever in Ambon City were lack of knowledge, the habit of hanging clothes and the lack of frequency of draining water reservoirs. It is hoped that the public will be more active in hygiene measures to avoid dengue hemorrhagic fever.Keywords: dengue hemorrhagic fever; knowledge; hanging clothes; draining water reservoirs ABSTRAK Demam berdarah dengue adalah salah satu penyakit tropis yang paling umum mempengaruhi manusia, yang telah menjadi penyakit berskala internasional dalam beberapa dekade terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian demam berdarah dengue di Kota Ambon. Penelitian ini merupakan studi observasional dengan rancangan cross-sectional. Penelitian dilakukan di Kota Ambon pada bulan Mei sampai Juni 2022. Penelitian ini melibatkan 136 responden yang ditentukan dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, selanjutnya dianalisis secara deskriptif berupa frekuensi dan proporsi, lalu dilanjutkan pengujian hipotesis menggunakan uji Chi-square. Hasil analisis menunjukkan nilai p untuk masing-masing faktor dari kejadian demam berdarah dengue yaitu: pengetahuan = 0,021, kebiasaan menggantung pakaian = 0,018, frekuensi pengurasan tempat penampungan air = 0,037, ketersediaan tutup tempat penampungan air = 0,234 dan kepadatan rumah = 0,562. Disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi kejadian demam berdarah dengue di Kota Ambon adalah kurangnya pengetahuan, kebiasaan menggantung pakaian dan kurangnya frekuensi pengurasan tempat penampungan air. Diharapkan agar masyarakat agar lebih giat dalam tindakan kebersihan agar terhindar dari demam berdarah dengue.Kata kunci: demam berdarah dengue; pengetahuan; menggantung pakaian; pengurasan tempat penampungan air
Analisis Kelengkapan Resume Medis Pasien Hipertensi Di Rumah Sakit Ciremai Mustara Mustara
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v0i0.3286

Abstract

Penyakit hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang termasuk tinggi angka kejadiannya di Indonesia. Penyakit ini merupakan pemicu komplikasi penyakit tidak menular lainnya. Kesinambungan penanganan penyakit ini sangat tergantung pada informasi catatan medis yang tersimpan pada rekam medis pasien. Resume medis merupakan salah satu catatan penting bagi seorang pasien. Informasi tersebut selanjutnya digunakan oleh tenaga kesehatan lain untuk merencanakan penanganan sesuai dengan kebutuhan pasien. Mengingat pentingnya kelengkapan rekam medis pasien maka salah satu indikator standar pelayanan minimal rumah sakit adalah 100% kelengkapan rekam medis 24 jam setelah selesai pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kelengkapan resume medis pasien hipertensi serta mengetahui hubungan antara jenis kelas perawatan dan waktu pengembalian rekam medis dengan kelengkapan resume medis pasien. Sampel penelitian ini berjumlah 104 rekam medis pasien hipertensi yang dirawat inap yang diambil secara acak. Analisis dilakukan meliputi analisis deskriptif dan uji chi square terhadap dua variable yang diteliti. Hasilnya menunjukan bahwa tingkat kelengkapan resume medis belum mencapai 100%, tidak ada hubungan antara jenis kelas perawatan dengan tingkat kelengkapan resume medis, namun ada hubungannya antara waktu pengembalian rekam medis dengan tingkat kelengkapan resume medis pasien hipertensi.
Hubungan Kualitas Pelayanan (Service Quality) dengan Kepuasan Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit: Literature Review Yusfa Ike Rustiana; Ervina Rachmawati; Atma Deharja; Gamasiano Alfiansyah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v0i0.3151

Abstract

Kualitas pelayanan rumah sakit memiliki hubungan yang sangat erat dengan kepuasan pasien. Kepuasan pasien akan timbul apabila kinerja layanan kesehatan yang diperolehnya melebihi harapannya. Namun angka kepuasan pasien pada instalasi rawat inap di rumah sakit belum mencapai standar kepuasan yang telah ditetapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara kualitas pelayanan (service quality) dengan kepuasan pasien rawat inap di rumah sakit. Metode penelitian ini adalah literature review dengan menggunakan artikel yang dipublikasikan tahun 2011-2021 pada 3 database yaitu Portal Garuda, Crossref, dan Google Scholar sejumlah 14 artikel yang memenuhi kriteria. Berdasarkan hasil studi literatur dari artikel yang telah diperoleh, peneliti mengemukakan bahwa hasil uji antara kualitas pelayanan kesehatan berdasarkan lima dimensi servqual (reliability, assurance, tangibles, empathy, responsiveness) dengan kepuasan pasien rawat inap di rumah sakit memiliki nilai signifikansi yang berbeda-beda pada setiap dimensinya. Terdapat 11 literature yang menunjukkan adanya hubungan kelima dimensi kualitas pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien dan 3 literature menunjukkan tidak adanya hubungan terhadap beberapa dimensi. Saran yang dapat diberikan peneliti untuk pihak rumah sakit yaitu dengan meningkatkan ketepatan waktu pelayanan kepada pasien. Rumah sakit perlu mengadakan pelatihan keterampilan petugas secara berkala, memastikan bahwa seluruh pelayanan bebas risiko dengan selalu menjaga kebersihan dan kenyamanan ruang rawat inap serta melakukan pemeliharaan sarana dan prasarana secara berkala. Perlu adanya motivasi dari petugas kesehatan untuk proses penyembuhan pasien dan diharapkan pihak rumah sakit dapat memahami keluhan dan kebutuhan pasien dengan selalu mendengarkan dan memberikan solusi permasalahan pasien.
Keterikatan Faktor Pendidikan, Pengetahuan, Sikap, dan Sarana Prasarana Terhadap Kejadian Missfile di Puskesmas Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi Rossalina Adi Wijayanti; Virda Hardiana; Ervina Rachmawati; Selvia Juwita Swari
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 2 (2023): April 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14229

Abstract

The incidence of missfiles at the Tegalsari Health Center, Banyuwangi from January to March 2021 was 9.1%. The purpose of this study was to identify the attachment of education, knowledge, attitudes, and infrastructure to the occurrence of missfiles at the Tegalsari Health Center, Banyuwangi Regency. This study used a qualitative approach. Data collection techniques used were interviews, observation and documentation. The results of this study indicate that the predisposing factors that cause missfiles were: 1) none of the officers had a medical record educational background; 2) staff lack of knowledge about storage systems, missfiles, and file provisioning time; 3) the attitude of the officer who just made the file when he did not find the file he was looking for, the officer did not return the file directly to the storage rack, and the officer used a tracer. Enabling factors include: 1) storage space that was narrow and became one with the registration room; 2) lack of storage shelves; 3) the tracer was only in the form of buffalo paper and the lack of tracer availability; 3) the computer often experiences errors and slow connections. It was concluded that there are still many predisposing factors and enabling factors that cause missfiles to occur. Tegalsari Community Health Center is expected; 1) involving officers in training, 2) providing socialization about storage procedures, and 3) preparing a budget plan to support infrastructure.Keywords: missfile; storage; medical records ABSTRAK Kejadian missfile di Puskesmas Tegalsari, Banyuwangi pada bulan Januari sampai dengan Maret 2021 sebanyak 9,1%. Tujuan pada penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi keterikatan faktor pendidikan, pengetahuan, sikap, dan sarana prasarana terhadap kejadian missfile di Puskesmas Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa presdiposing factors penyebab missfile yaitu: 1) petugas tidak ada yang berlatar belakang pendidikan rekam medis; 2) kurangnya pengetahuan petugas tentang sistem penyimpanan, missfile, dan waktu penyediaan berkas; 3) sikap petugas yang baru membuatkan berkas saat tidak menemukan berkas yang dicari, petugas tidak mengembalian berkas secara langsung pada rak penyimpanan, dan petugas mengunakan tracer. Enabling factors meliputi: 1) ruang penyimpanan yang sempit dan menjadi satu dengan ruang pendaftaran; 2) kurangnya rak penyimpanan; 3) tracer hanya berupa kertas buffalo dan kurangnya ketersediaan tracer; 3) komputer sering mengalami error dan lambatnya koneksi. Disimpulkan bahwa bahwa masih banyak predisposing factors dan enabling factors yang menyebabkan terjadinya missfile. Puskesmas Tegalsari diharapkan; 1) mengikutsertakan petugas dalam pelatihan, 2) memberikan sosialisasi tentang prosedur penyimpanan, dan 3) menyusun rencana anggaran untuk menunjang sarana prasarana.Kata kunci: missfile; penyimpanan; rekam medis 

Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional More Issue