cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 215 Documents
Search results for , issue "2024" : 215 Documents clear
Tantangan Implementasi Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok di Tatanan Perkantoran di Kabupaten Dharmasraya Despariyenita, Despariyenita; Lestari, Yuniar; Ernawati, CH. Tuti
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15216

Abstract

Dharmasraya Regency has established a smoke-free area in office settings, but many employees still smoke, so that the community does not implement the policy. The purpose of the study was to determine the implementation of the smoke-free area regional regulation in office settings in Dharmasraya Regency. This study used mixed methods. Data collection was carried out by distributing questionnaires to 130 respondents, interviewing 8 informants and discussions in 2 groups to determine the implementation of the smoke-free area regional regulation according to aspects of communication, resources, disposition and bureaucratic structure. The results of the quantitative analysis showed that most respondents had good knowledge and positive attitudes, but there were still violations. The smoke-free area regional regulation was socialized only once in the early stages, so that communication regarding the delivery of the regulation was cut off and the program did not continue. There had been no commitment or consistency from the leadership, there had been no information media related to the regulation, there had been no application of sanctions for violators, and there had been no evaluation. It was concluded that the smoke-free area policy was not continued, not socialized and not handed over.Keywords: smoke-free area; regional regulation; implementation ABSTRAK Kabupaten Dharmasraya telah menetapkan kawasan tanpa rokok di tatanan perkantoran, tetapi masih banyak pegawai yang merokok, sehingga masyarakat tidak menerapkan kebijakan tersebut. Tujuan penelitian adalah mengetahui implementasi peraturan daerah kawasan tanpa rokok di tatanan perkantoran di Kabupaten Dharmasraya. Penelitian ini menerapkan mix methods. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 130 responden, mewawancarai 8 informan dan diskusi dalam 2 kelompok untuk mengetahui implementasi peraturan daerah kawasan tanpa rokok menurut aspek komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik dan sikap positif, namun masih ada pelanggaran. Peraturan daerah kawasan tanpa rokok disosialisasikan hanya sekali pada tahap awal, sehingga komunikasi penyampaian peraturan terputus dan program tidak berlanjut. Belum ada komitmen atau konsistensi dari pimpinan, belum ada media informasi terkait peraturan, belum ada penerapan sanksi bagi pelaku pelanggaran, dan belum ada evaluasi. Disimpulkan bahwa kebijakan kawasan tanpa rokok tidak dilanjutkan, tidak disosialisasikan dan tidak diserahterimakan. Kata kunci: kawasan tanpa rokok; peraturan daerah; implementasi
Bisakah Mengunyah Permen Mengurangi Post Operative Nausea Vomitus (PONV)?: Studi Kasus pada Pasien Paska Kolektomi Ade Suryaman; Ismail Fahmi; Daryanto Daryanto; Nyimas Siti Suraya; Amelia Ganefianty; Kaimudin Kaimudin; Mashudi Mashudi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15nk119

Abstract

Colorectal cancer is the third highest incidence in the world and surgery is the most common modality performed. The healing process is relatively longer, so the issue of post-surgical recovery becomes very important. A person cannot eat and drink comfortably if they are nauseous, vomiting, causing the recovery process to take a long time. Chewing sugarless gum is believed to reduce nausea and vomiting after surgery, thus speeding up the recovery of the digestive system. This study aimed to explain the application of nursing care with a focus on chewing gum intervention to reduce Post Operative Nausea Vomitus (PONV) in post colectomy patients. The method used was a case study involving 2 patients after colectomy surgery with a nursing diagnosis of Nausea (D.0076) using the SDKI. The chewing gum used was sugarless gum. Post-operative assessment nausea & vomiting sheet was used as an evaluation standard to assess nausea and vomiting. Evaluation was carried out 15 minutes after chewing gum. The results of the study showed that nausea felt reduced, after 2 hours after chewing gum, nausea returned with a score of 7 for client 1, and 8 for client 2 at a tolerable level. It was concluded that chewing sugarless gum is a cheap and effective method of reducing post-colectomy nausea and vomiting, so it can be chosen as a nursing intervention for the nursing problem of post-colectomy nausea.Keywords: chewing gum; post operative nausea vomiting; nauseous; vomit ABSTRAK Kanker kolorektal merupakan kejadian tertinggi ke tiga di dunia dan pembedahan merupakan modalitas paling banyak dilakukan. Proses Penyembuhan relatif lebih lama, sehingga isu pemulihan pasca pembedahan menjadi sangat penting. Seseorang tidak dapat makan dan minum dengan nyaman jika mual muntah sehingga menyebabkan lamanya proses pemulihan. Mengunyah permen karet tanpa gula dipercaya dapat mengurangi mual muntah pada pasca pembedahan, sehingga mempercepat pulihnya sistem pencernaan. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan penerapan asuhan keparawatan dengan fokus intervensi mengunyah permen karet untuk mengurangi Post Operative Nausea Vomitus (PONV) pada pasien paska kolektomi. Metode yang digunakan adalah studi kasus yang melibatkan 2 pasien pasca pembedahan kolektomi dengan diagnosis keperawatan adalah Nausea (D.0076) menggunakan SDKI. Permen karet yang digunakan adalah permen karet tanpa gula. Post-operative assessment nausea & vomiting sheet dijadikan standar evaluasi untuk menilai mual muntah. Evaluasi dilakukan 15 menit paska mengunyah permen karet. Hasil studi menunjukkan bahwa mual dirasakan berkurang, setelah 2 jam paska mengunyah permen karet, mual kembali muncul dengan nilai 7 untuk klien 1, dan 8 untuk klien 2 pada level yang dapat ditoleransi. Disimpulkan bahwa mengunyah permen karet tanpa gula merupakan metode yang murah dan efektif dalam mengurangi mual dan muntah paska kolektomi, sehingga dapat dipilih sebagai intervensi keperawatan untuk masalah keperawatan nausea paska kolektomi.Kata kunci: mengunyah permen karet; post operative nausea vomitus; mual; muntah
Status Jaminan Kesehatan Nasional Kelas Rawat Inap Standar Sebagai Penentu Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan pada Dimensi Tangible Ari Dwi Wianto; Sri Hernawati; Iwan Dewanto
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15329

Abstract

The inpatient class policy in the National Health Insurance service is a mandate of the law that must be implemented based on the principle of equity, so the class of service in the hospital must be given based on the standard class. This study aimed to determine the difference in satisfaction between National Health Insurance Standard Inpatient Class patients and patients in other categories. The design of this study was cross-sectional. The sample of this study was 206 patients at the Lumajang Islamic Hospital who were selected using the stratified random sampling technique. Data on satisfaction in both groups of patients were collected by filling out a questionnaire. Furthermore, the difference in satisfaction levels between the two groups was analyzed using the Mann Whitney U test. The results showed that the p value for each dimension of satisfaction was: tangible = 0.000, reliability = 0.233, assurance = 0.547, responsiveness = 0.435 and empathy = 0.269. Thus, in both groups of patients there was a difference in satisfaction only in the tangible dimension, and did not apply to other dimensions. Thus it can be concluded that the status of the national health insurance standard inpatient class is a determinant of patient satisfaction with services in the tangible dimension.Keywords: patients; national health insurance; satisfaction; tangible ABSTRAK Kebijakan kelas rawat inap dalam pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional merupakan amanat undang-undang yang harus diimplementasikan berdasarkan prinsip ekuitas, maka kelas pelayanan di rumah sakit harus diberikan berdasarkan kelas standar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kepuasan antara pasien Jaminan Kesehatan Nasional Kelas Rawat Inap Standar dengan pasien dalam kategori lainnya. Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah 206 pasien di Rumah Sakit  Islam Lumajang yang dipilih dengan teknik stratified random sampling. Data tentang kepuasan pada kedua kelompok pasien dikumpulkan melalui pengisian kuesioner. Selanjutnya perbedaan tingkat kepuasan di antara kedua kelompok dianalisis menggunakan uji Mann Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p untuk masing-masing dimensi kepuasan adalah: tangible = 0,000, reliability = 0,233, assurance = 0,547, responsiveness = 0,435 dan emphaty = 0,269. Dengan demikian pada kedua kelompok pasien ada perbedaan kepuasan hanya pada dimensi tangible, dan tak berlaku untuk dimensi lainnya. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa status jaminan kesehatan nasional kelas rawat inap standar merupakan penentu kepuasan pasien terhadap pelayanan pada dimensi tangible.Kata kunci: pasien; jaminan kesehatan nasional; kepuasan; tangible
Pengaruh Ekstrak Etanol Biji Alpukat (Persea americana Mill) terhadap Kadar Glukosa Darah dan Ekspresi SOD2 Tikus Diabetes Militus Fauziah, Fauziah; Nurhaida, Nurhaida; Ginting, Binawati; Aulanni’am, Aulanni’am
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15120

Abstract

 Diabetes mellitus is a chronic disease caused by damage to the pancreas. This research was conducted with the aim of looking at the potential of avocado seed extract (Persia americana Mill) as an alternative medicine for diabetes. This research was an experimental study using mice as experimental animals. In the in vivo test, mice were divided into 5 groups, namely: group 1 (healthy or untreated group) and groups 2, 3, 4 and 5 which were injected with streptozotocin (STZ) at a dose of 30 mg/kbBB intraperitoneally. Group 2 was a group of sick mice without therapy, while groups 3, 4, and 5 were groups of sick mice treated with ethanol extract of avocado seeds, at doses of 300, 350 and 400 mg/kgBW respectively for 14 days. In each group, blood glucose levels and SOD2 expression were examined using immunohistochemical techniques. Next, an analysis of differences in blood glucose levels and SOD2 expression between groups was carried out using the ANOVA test. The results of the analysis showed that therapy with ethanol extract of avocado seeds (P. americana Mill) showed a less significant reduction in blood glucose levels, but there was a significant increase in SOD2 expression (p <0.05). It was concluded that the ethanol extract of avocado seeds has potential as a basic ingredient for antidiabetic drugs.Keywords: ethanol extract of avocado seeds; blood glucose; superoxide dismutase ABSTRAK Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang disebabkan oleh kerusakan pankreas. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat potensi ekstrak biji alpukat (Persia americana Mill) sebagai obat alternatif diabetes. Penelitian ini merupakan studi eksperimental menggunakan tikus sebagai hewan coba. Pada uji in vivo, tikus dibagi dalam 5 kelompok yaitu: kelompok 1 (kelompok sehat atau tanpa perlakuan) dan kelompok 2, 3, 4 dan 5 yang diinjeksi dengan streptozotocin (STZ) dosis 30 mg/kbBB di intraperitoneal. Kelompok 2 adalah kelompok tikus sakit tanpa terapi, sedangkan kelompok 3, 4, dan 5 merupakan kelompok tikus sakit yang diterapi dengan ekstrak etanol biji alpukat, di mana dosis masing-masing 300, 350 dan 400 mg/kgBB selama 14 hari. Pada masing-masing kelompok dilakukan pemeriksaan kadar glukosa darah dan ekspresi SOD2 dengan teknik imunohistokimia. Selanjutnya dilakukan analisis perbedaan kadar glukosa darah dan ekspresi SOD2 antar kelompok menggunakan uji ANOVA. Hasil analisis menunjukkan bahwa terapi dengan ekstrak etanol biji alpukat (P. americana Mill) menunjukkan adanya penurunan kurang signifikan pada kadar glukosa darah, tetapi adanya peningkatan ekspresi SOD2 secara signifikan (p <0,05). Disimpulkan bahwa ekstrak etanol biji alpukat berpotensi sebagai bahan dasar obat antidiabetes.Kata kunci: ekstrak etanol biji alpukat; glukosa darah; superoksida dismutase
Kombinasi Mobilisasi Mulligan dan Percussive Massage untuk Meningkatkan Rentang Gerak Lumbal pada Kondisi Non Specific Low Back Pain Rahmat Nugraha; Virny Dwiya Lestari; Sitti Rahma; Latifa Insani Nurhalim; Rizky Wulandari Ramli
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15203

Abstract

 Physiotherapy as a form of non-pharmacological health service can help individuals with non-specific low back pain to improve movement and activity limitations. Among the physiotherapy modalities that can be applied are mulligan mobilization and percussive massage using a massage gun device. This study aimed to analyze the effectiveness of a combination of mulligan mobilization and percussive massage to increase lumbar range of motion in non-specific low back pain conditions. This study implemented a one group pretest-posttest design, involving 20 patients with non-specific low back pain. Lumbar range of motion in the pre- and post-intervention phases was measured using an inclinometer. Then the results were compared using paired samples t-test. The analysis results showed that lumbar flexion in the pretest and posttest phases were 42.50 ± 9.490 and 52.10 ± 6.226 respectively; while for lumbar extension it was 21.10 ± 4.149 and 31.10 ± 4.932. The p value of the comparison test results was 0.000, both for lumbar flexion and extension (there was a difference between before and after intervention). Thus it was concluded that combination of mulligan mobilization and percussive massage gun device can increase lumbar range of motion.Keywords: non-specific low back pain; mulligan mobilization; percussive massage; range of motion ABSTRAK Fisioterapi sebagai salah satu bentuk pelayanan kesehatan non farmakologis dapat membantu individu dengan non spesifik low back pain untuk memperbaiki keterbatasan gerak dan aktivitas. Di antara modalitas fisioterapi yang dapat diaplikasikan adalah mobilisasi mulligan dan percussive massage dengan menggunakan massage gun device. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kombinasi mobilisasi mulligan dan percussive massage untuk meningkatkan rentang gerak lumbal pada kondisi non-specific low back pain. Penelitian ini menerapkan rancangan one group pretest-posttest, yang melibatkan 20 pasien dengan non-specific low back pain. Rentang gerak lumbal pada fase sebelum dan sesudah intervensi diukur menggunakan inclinometer. Lalu hasilnya dibandingkan menggunakan paired samples t-test. Hasil analisis menunjukkan bahwa fleksi lumbal pada fase pretest dan posttest masing-masing adalah 42,50±9,490 dan 52,10±6,226; sedangkan untuk ekstensi lumbal adalah 21,10±4,149 dan 31,10±4,932. Nilai p dari hasil uji perbandingan adalah 0,000, baik untuk fkesi maupun ekstensi lumbal (ada perbedaan antara sebelum dan sesudah intervensi). Dengan demikian disimpulkan bahwa kombinasi mobilisasi mulligan dan percussive massage gun device dapat meningkatkan rentang gerak lumbal.Kata kunci: non-specific low back pain; mobilisasi mulligan; percussive massage; range of motion
Potensi Kentos Kelapa (Cocos nucifera) Sebagai Media Pertumbuhan Efektif Jamur Candida albicans Bastian Bastian; Denny Juraijin; Cut Nur’azimah Putri Rico
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15314

Abstract

Candida albicans fungus requires a source of nutrients, especially carbohydrates, to grow and reproduce. Identification of isolation and confirmation of microscopic examination results require culture media. Coconut kentos (Cocos nucifera) has 66% carbohydrates, vitamins, and other nutrients. This study aimed to analyze the differences in the number of colonies and diameter of Candida albicans fungus on Sabouraud Dextrose Agar media, alternative coconut kentos media (Cocos nucifera) in various concentrations of 100%, 75%, 50%, and 25%. The design of this study was a posttest only with control design, which was conducted in a microbiology laboratory, involving 30 samples. The samples were divided into 6 groups, namely Sabouraud Dextrose Agar media), coconut kentos with concentrations of 100%, 75%, 50%, and 25%. Furthermore, measurements of fungal colonies and fungal diameter were carried out by observation. The results showed that the average value of fungal colonies and the diameter of Candida albicans fungal colonies with optimum concentrations of 50% (71.75 CFU/mL) and 75% (0.70 mm) because at these concentrations the number of diameters and the number of colonies approached the standard media (SDA media) (69.5 CFU/mL) and a colony diameter of 0.50 mm and the ANOVA test obtained a p value = <0.000, which means there was a difference in fungal colonies and diameters between groups. Based on the results of the analysis, it was concluded that coconut kentos can be used as an alternative medium for the growth of Candida albicans fungiKeywords: Candida albicans; coconut kentos; Sabouraud Dextrose Agar ABSTRAK Jamur Candida albicans membutuhkan sumber nutrisi terutama karbohidrat untuk tumbuh dan berkembang biak. Identifikasi isolasi dan konfirmasi hasil pemeriksaan secara mikroskopis memerlukan media kultur. Kentos kelapa (Cocos nucifera) mempunyai karbohidrat sebanyak 66% vitamin, dan nutrisi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan jumlah koloni dan diameter jamur Candida albicans pada media Sabouraud Dextrosa Agar, media alternatif kentos kelapa (Cocos nucifera) dalam berbagai konsentrasi 100%, 75%, 50%, dan 25%. Rancangan penelitian ini adalah posttest only with control design, yang dilakukan di laboratorium mikrobiologi, yang melibatkan 30 sampel. Sampel dibagi menjadi 6 kelompok yakni media Sabouraud Dextrosa Agar), kentos kelapa dengan konsentrasi 100%, 75%, 50%, dan 25%. Selanjutnya dilakukan pengukuran koloni jamur dan diameter jamur dengan cara observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata koloni jamur dan diameter koloni jamur Candida albicans dengan konsentrasi optimum yaitu 50% (71,75 CFU/mL) dan 75% (0,70 mm) dikarenakan pada kosentarsi tersebut jumlah diameter dan jumlah koloninya mendekati media standard (media SDA) (69,5 CFU/mL) dan diameter koloni 0,50 mm serta dilakukan uji ANOVA didapatkan nilai p = < 0,000, yang berarti ada perbedaan koloni dan diameter jamur antara kelompok. Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa kentos kelapa dapat digunakan sebagai media alternatif pertumbuhan jamur Candida albicans.Kata kunci: Candida albicans; kentos kelapa; Sabouraud Dextrosa Agar
Disiplin Kerja dan Kompetensi Karyawan Sebagai Determinan Kepuasan Pasien Rawat Jalan Rusiana Rahayu; Sentot Imam Suprapto; Nurwijayanti Nurwijayanti
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15335

Abstract

Health centers are obliged to provide quality health services so that they can provide satisfaction to patients. To realize patient satisfaction, health centers must have employees with high work discipline and reliable competence. The purpose of this study was to analyze the effect of work discipline and employee competence on the satisfaction of outpatients at health centers. This study used a cross-sectional design. The sample was 367 patients who came to the health center, who were selected using the accidental sampling technique. Data were collected using a questionnaire, then analyzed using multiple linear regression tests. The results showed that the p value for the F test was 0.000, which indicated that work discipline and employee competence had a significant effect simultaneously on patient satisfaction. The t test for work discipline showed a p value of 0.002, meaning that there was an effect of work discipline on patient satisfaction. The t test for employee competence showed a p value of 0.004, meaning that there was an effect of employee competence on patient satisfaction. Furthermore, it was concluded that work discipline and employee competence were determinants of outpatient satisfaction at Mojo Health Center, Kediri Regency.Keywords: patient satisfaction; work discipline; employee competence ABSTRAK Puskesmas berkewajiban memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas sehingga dapat memberikan kepuasan kepada pasien. Untuk mewujudkan kepuasan pasien, puskesmas harus memiliki karyawan dengan disiplin kerja yang tinggi dan kompetensi yang handal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh disiplin kerja dan kompetensi karyawan terhadap kepuasan pasien rawat jalan puskesmas. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Sampel adalah 367  pasien yang berobat ke puskesmas, yang diseleksi  dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, lalu dianalisis dengan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p untuk uji F adalah 0,000, yang menunjukkan bahwa disiplin kerja dan kompetensi karyawan berpengaruh signifikan secara simultan terhadap kepuasan pasien. Uji t untuk disiplin kerja menunjukkan nilai p adalah 0,002, berarti ada pengaruh disiplin kerja terhadap kepuasan pasien. Uji t kompetensi karyawan menunjukkan nilai p adalah 0,004, berarti ada pengaruh kompetensi karyawan terhadap kepuasan pasien. Selanjutnya disimpulkan bahwa disiplin kerja dan kompetensi karyawan merupakan determinan kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Mojo, Kabupaten Kediri.Kata kunci: kepuasan pasien; disiplin kerja; kompetensi karyawan
Efisiensi Penggunaan Tempat Tidur Ruang Rawat Inap Berdasarkan Grafik Barber Johnson Guna Meningkatkan Mutu Pelayanan Rumah Sakit Ari Sukawan; Chintiya Cahaya Putri
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15nk127

Abstract

Inpatient services are one of the services that influence the level of efficiency. An indicator that influences the level of efficiency is the Barber Johnson chart. In 2020-2022 at Prasetya Bunda General Hospital there will be a change in the number of beds from year to year. This study aimed to analyze the efficiency of inpatient bed use based on the Barber Johnson chart and the quality of service at Prasetya Bunda General Hospital. The research methodology used was a descriptive quantitative study. Respondents were selected using total sampling technique. Data collection was carried out using observation, documentation and interviews; then analyzed descriptively. The research results showed that the indicator values for hospitalization in 2020 are BOR = 27.5%, AvLOS = 2 days, TOI = 6 days, BTO = 46 times; in 2021, BOR = 33.1%, AvLOS = 2 days, TOI = 5 days, BTO = 54 times; and in 2022, BOR = 39.8%, AvLOS = 3 days, TOI = 3 days, BTO = 66 times. It was concluded that the use of beds according to the Barber Johnson graph had not yet reached efficient standards, although there was an increase every year. It is hoped that hospitals can allocate beds more appropriately along with efforts to promote service quality.Key words: hospital; inpatient room; efficiency; Barber Johnson charts; service quality ABSTRAK Pelayanan rawat inap merupakan salah satu pelayanan yang berpengaruh terhadap tingkat efisiensi. Indikator yang mempengaruhi tingkat efisiensi adalah grafik Barber Johnson. Pada tahun 2020-2022 di Rumah sakit Umum Prasetya Bunda terjadi perubahan jumlah tempat tidur dari tahun ke tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi penggunaan tempat tidur ruang rawat inap berdasarkan grafik Barber Johnson serta mutu pelayanan di Rumah Sakit Umum Prasetya Bunda. Metodologi penelitian yang digunakan adalah studi kuantitatif deskriptif. Responden dipilih dengan teknik total sampling. Peingumpulan data dilakukan deingan cara obseirvasi, dokumeintasi, dan wawancara; lalu dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai indikator rawat inap tahun 2020 yaitu BOR = 27,5%, AvLOS = 2 hari, TOI = 6 hari, BTO = 46 kali; pada tahun 2021, BOR = 33,1%, AvLOS = 2 hari, TOI = 5 hari, BTO = 54 kali; dan pada tTahun 2022, BOR = 39,8%, AvLOS = 3 hari, TOI = 3 hari, BTO = 66 kali. Disimpulkan bahwa penggunaan tempat tidur menurut grafik Barber Johnson belum mencapai standar efisien, meskipun terdapat peningkatan tiap tahunnya. Diharapkan rumah sakit dapat mengalokasikan tempat tidur lebih tepat disertai upaya promosi kualitas pelayanan.Kata kunci: rumah sakit; ruang rawat inap; efisiensi; grafik Barber Johnson; mutu pelayanan
Usia dan Postur Tubuh sebagai Determinan Keluhan Subyektif Gangguan Muskuloskeletal Penari Foti Bobouk Jannes Bastian Selly; Nikodemus Umbu Janga Hauwali; Welhelmina Kameo; Herry Fridolin Lalus; Antonius Suban Hali; Mega O. L. Liufeto
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15217

Abstract

Foti bobouk dance is a typical dance that is always performed in every event among the Rote tribe. However, the attractive and lively movements of the foti bobouk dance actually carry the risk of musculoskeletal disorders (MSDs) for dancers. This study aimed to analyze the relationship between body posture, age and body mass index with MSDs of foti bobouk dancers. The design of this study was cross-sectional, involving 30 dancers from the Rote tribe who live in Kupang city. The dancers were selected using a purposive sampling technique. The variable measurement instrument was the Rapid Entire Body Assessment (REBA) to assess the level of MSDs risk in dancers due to body posture while dancing and the Nordic Map Questionnaire (NMQ) to identify subjective complaints of MSDs felt after performing the foti bobouk dance movements. Age was measured by filling out a questionnaire and body mass index was measured by measuring body weight and height directly. The collected data were analyzed using the Spearman correlation test. The results showed that the p value for each independent variable was 0.038 for body posture, 0.021 for age and 0.822 for body mass index. It was concluded that age and body posture were determinants of subjective complaints of MSDs of foti bobouk dancers in Kupang City.Keywords: foti bobouk dance; musculoskeletal disorders; body posture; age ABSTRAK Tari foti bobouk merupakan tarian khas yang selalu ditampilkan dalam setiap acara di kalangan masyarakat suku Rote. Meskipun demikian gerak tari foti bobouk yang atraktif dan bersemangat ternyata menyimpan resiko timbulnya keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) bagi penari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara postur tubuh, usia dan indeks massa tubuh dengan MSDs penari foti bobouk. Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional, yang melibatkan 30 penari dari suku Rote yang berdomisili di kota Kupang. Para penari tersebut dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen pengukuran variabel adalah Rapid Entire Body Assessment (REBA) untuk menilai tingkat resiko MSDs pada penari akibat postur tubuh saat menari dan Nordic Map Questionnaire (NMQ) untuk mengidentifikasi keluhan subyektif MSDs yang dirasakan setelah melakukan gerak tari foti bobouk. Usia diukur melalui pengisian kuesioner dan indeks massa tubuh diukur melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan secara langsung. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p untuk masing-masing variabel bebas adalah 0,038 untuk postur tubuh, 0,021 untuk usia dan 0,822 untuk indeks massa tubuh. Disimpulkan bahwa usia dan postur tubuh merupakan determinan keluhan subyektif MSDs penari foti bobouk di Kota Kupang.Kata kunci: tari foti bobouk; musculoskeletal disorders; postur tubuh; usia  
Pengelolaan Sampah dan Kejadian Demam Berdarah Dengue Desta Dwi Lestari; R. Azizah; Mohammad Zainal Fatah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15nk108

Abstract

The amount of waste is increasing every day, so good waste management is needed to overcome the negative impacts it causes. Good waste management is by separating organic and inorganic waste, collecting waste, transporting waste and recycling waste such as composting. Inorganic waste such as plastic bottles, used cans, used tires can hold water, which can become a breeding ground for the Aedes aegypti mosquito, which spreads dengue hemorrhagic fever. The aim of this research was to analyze the relationship between waste management and the incidence of dengue hemorrhagic fever. This research applied a cross-sectional approach. Data collection was carried out by filling out questionnaires and observing the environment where respondents lived. Data were analyzed using the Chi-square test. The analysis results show the p value = 0.005. Furthermore, it was concluded that there was a relationship between waste management and the incidence of dengue hemorrhagic fever in Krajan Hamlet, Mejandrejo Village, Muncar, Banyuwangi.Keywords: dengue hemorrhagic fever; waste management; environment ABSTRAK Jumlah sampah setiap harinya mengalami peningkatan sehingga diperlukan pengelolaan sampah yang baik guna menanggulangi dampak negatif yang ditimbulkan. Pengelolaan sampah yang baik yaitu dengan melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik, pengumpulan sampah, pengangkutan sampah serta melakukan daur ulang sampah seperti pengomposan. Sampah anorganik seperti botol plastik, kaleng bekas, ban bekas dapat menampung air, yang dapat menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, sebagai penyebar demam berdarah dengue Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara pengelolaan sampah dengan kejadian demam berdarah dengue. Penelitian ini menerapkan pendekatan cross-sectional. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuesioner dan observasi lingkungan tempat tinggal responden. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,005. Selanjutnya disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengelolaan sampah dengan kejadian demam berdarah dengue di Dusun Krajan, Desa Tembokrejo, Muncar, Banyuwangi.Kata kunci: demam berdarah dengue; pengelolaan sampah; lingkungan

Page 10 of 22 | Total Record : 215


Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional More Issue