cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 215 Documents
Search results for , issue "2024" : 215 Documents clear
Status Imunisasi sebagai Determinan Utama Infeksi Saluran Pernafasan Akut di Rumah Sakit Islam Gondanglegi Malang Endah Sri Wulandari; Maria Agustina
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15316

Abstract

 Acute respiratory tract infections are among the 10 most common diseases and are one of the main health problems often experienced by toddlers in Indonesia. This disease has a serious impact on toddlers' health, ranging from decreased quality of life to death. The purpose of this study was to analyze the causative factors of acute respiratory tract infections in the pediatric ward of Gondanglegi Islamic Hospital, Malang. This study was a cross-sectional study, involving 62 respondents. Data were collected by filling out a questionnaire, then analyzed using the Chi-square test. The results of the analysis showed that the p value for each factor was: immunization status = 0.012, exclusive breastfeeding = 0.041, birth weight = 0.034, housing density = 0.032, family members smoking = 0.041; so it could be interpreted that these five factors influence the incidence of acute respiratory tract infections. The conclusion of this study showed that immunization status, exclusive breastfeeding, birth weight, housing density and the presence of family members who smoke were determinants of the incidence of acute respiratory tract infections in children at Gondanglegi Islamic Hospital, Malang.Keywords: acute respiratory tract infections; toddler; risk factors; immunization ABSTRAK Infeksi saluran pernapasan akut termasuk dalam 10 penyakit terbanyak dan merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang sering dialami oleh balita di Indonesia. Penyakit ini berdampak serius terhadap kesehatan balita, mulai dari penurunan kualitas hidup hingga kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor penyebab dari infeksi saluran pernapasan akut di ruang perawatan anak Rumah Sakit Islam Gondanglegi Malang. Penelitian ini merupakan studi cross-sectional, dengan keterlibatan 62 responden. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, lalu dianalisis dengan uji Chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai p untuk masing-masing faktor adalah: status imunisasi = 0,012, air susu ibu eksklusif = 0,041, berat badan lahir = 0,034, kepadatan hunian = 0,032, anggota keluarga merokok = 0,041; sehingga dapat diinterpretasikan bahwa kelima faktor tersebut berpengaruh terhadap kejadian infeksi saluran pernapasan akut. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa status imunisasi, air susu ibu eksklusif, berat badan lahir, kepadatan hunian dan keberadaan anggota keluarga yang merokok merupakan determinan kejadian infeksi saluran pernapasan akut pada anak di Rumah Sakit Islam Gondanglegi Malang.Kata kunci: infeksi saluran pernafasan akut; balita; faktor risiko; imunisasi 
Kondisi Kerja Berhubungan dengan Motivasi Bidan dalam Melakukan Penerapan Pencegahan Infeksi Sundari Sundari; Nisa Ardhianingtyas; Dwi Anik Karya Setiarini; Fara Frameswari
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15nk115

Abstract

One of the reasons mothers and babies die is infection. Perhaps midwives have not been able to implement maximum infection prevention in providing midwifery care. This is related to the lack of desire or motivation and awareness of midwives that job security is a necessity. Working conditions are one that influences it. This study aimed to analyze the relationship between midwives' independent practice working conditions and motivation in implementing infection prevention. This research was an analytical observational study with a cross-sectional approach. This research involved 203 midwives in Madiun Regency who were selected using a clustered random sampling technique. All variables were measured through filling out questionnaires. Then the collected data was analyzed using Chi-square. The analysis results showed the p value = 0.001. Furthermore, it was concluded that there was a relationship between the two working conditions and midwives' motivation in implementing infection prevention.Keywords: infection prevention; working conditions; motivation  ABSTRAK Salah satu alasan ibu dan bayi meninggal adalah infeksi. Mungkin bidan belum dapat menerapkan pencegahan infeksi secara maksimal dalam memberikan asuhan kebidanan. Hal ini berkaitan dengan kurangnya keinginan atau motivasi dan kesadaran dari bidan bahwa keamanan kerja merupakan suatu kebutuhan. Kondisi kerja adalah salah satu yang mempengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kondisi kerja praktik mandiri bidan dengan motivasi dalam penerapan pencegahan infeksi. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 203 bidan di Kabupaten Madiun yang dipilih dengan teknik clustered random sampling. Semua variabel diukur melalui pengisian kuesioner. Lalu data yang terkumpul dianalisis dengan Chi-square. Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,001. Selanjutnya disimpulkan bahwa ada hubungan antara kedua kondisi kerja dengan motivasi bidan dalam melakukan penerapan pencegahan infeksi.Kata kunci: pencegahan infeksi; kondisi kerja; motivasi 
Keberhasilan Peningkatan Pengetahuan Masyarakat tentang Skabies Melalui Edukasi Kesehatan Menggunakan Buku Saku Gerakan Membasmi Skabies Sena Oktarida; Chrismis Novalinda Ginting; Sri Wahyuni Nasution
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15332

Abstract

Indonesia is a country with a tropical climate, with one of the problems being the prevalence of scabies. Scabies transmission occurs through direct contact with sufferers or contaminated objects such as clothing. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of the GEMAS Pocket Book to improve public knowledge about scabies. This study was an experimental study with a pre-test and post-test design without a control group. This study involved 54 respondents selected using a purposive sampling technique. Data on the level of knowledge were collected by filling out questionnaires in the phases before and after education using the GEMAS Pocket Book. Furthermore, a comparative test of knowledge between the two phases was carried out using the Wilcoxon test. The results of the analysis showed that in the pre-test phase, the level of knowledge in the good category was zero; while in the post-test phase, the level of knowledge in the good category was the majority (74.1%). The p-value from the Wilcoxon test results was <0.001, so it was interpreted that there was a significant difference in the level of knowledge between before and after education using the GEMAS Pocket Book. Thus, based on the research results, it can be concluded that public knowledge about scabies can be significantly increased through education using the GEMAS Pocket Book.Keywords: scabies; health education; knowledge; pocket book; scabies eradication movement ABSTRAK Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis, dengan salah satu masalah yakni prevalensi skabies. Penularan skabies terjadi karena kontak langsung dengan penderita atau benda yang terkontaminasi seperti pakaian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas Buku Saku GEMAS untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang skabies. Penelitian ini adalah studi eksperimental dengan rancangan pre-test dan post-test tanpa kelompok kontrol. Penelitian ini melibatkan 54 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data tentang tingkat pengetahuan dikumpulkan melalui pengisian kuesioner pada fase sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan Buku Saku GEMAS. Selanjutnya dilakukan uji perbandingan pengetahuan  antara kedua fase menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada fase pre-test, tingkat pengetahuan dalam kategori baik adalah nihil; sementara itu pada fase post-test, tingkat pengetahuan dalam kategori baik adalah mayoritas (74,1%). Nilai p dari hasil uji Wilcoxon adalah <0,001, sehingga diinterpretasikan bahwa ada perbedaan tingkat pengetahuan secara signifikan antara sebelum dan sesudah edukasi menggunakan Buku Saku GEMAS. Berdasarkan hasil penelitian bisa disimpulkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang skabies dapat ditingkatkan secara signifikan melalui edukasi menggunakan Buku Saku GEMAS.Kata kunci: skabies; penyuluhan kesehatan; pengetahuan; buku saku;  gerakan membasmi skabies
Penilaian Risiko Kesehatan Kerja Area Graindryer PT Syngenta Seed Indonesia (SSI) Firmansyah, Ervin; Dwiyanti, Endang; Martiana, Tri
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15118

Abstract

Work in the grain dryer area uses facilities and infrastructure such as machinery and electrical installations which are always faced with risks and sources of danger that can cause work accidents, work-related diseases and environmental pollution. Work risk assessment is one way to identify potential dangers that exist in each type of work in the grain dryer area. The aim of this research was to identify potential hazards, carry out hazard risk assessments and carry out appropriate hazard control in the grain dryer area. This research was a quantitative descriptive study, involving workers. Primary data was obtained from observations and interviews, while secondary data was obtained from company documents. The data obtained was analyzed descriptively. The research results showed that there were 32 potential hazards in the grain dryer area. Danger findings in the grain dryer area were biology, physics, ergonomics, psychosocial, mechanics, noise, nuisance, electricity, working at heights, pressurized systems, fire or explosion, confined spaces and other dangers. For the initial risk assessment, 14 moderate risks and 18 low risks were found. After controlling by suppressing dangerous consequences and risk management, the final risk assessment found 8 medium risks and 24 low risks. It was concluded that the risk control carried out by the company was complete.Keywords: hazard identification; work risk assessment; grain dryer ABSTRAK Pekerjaan di area graindryer menggunakan sarana dan prasarana seperti perangkat mesin dan instalasi listrik yang selalu dihadapkan pada risiko dan sumber bahaya yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja dan pencemaran lingkungan. Work risk assesment merupakan salah satu cara mengidentifikasi potensi bahaya yang terdapat pada setiap jenis pekerjaan area graindryer. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi potensi bahaya, melakukan penilaian risiko bahaya dan melakukan pengendalian bahaya yang tepat area graindryer. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif, yang melibatkan pekerja. Data primer diperoleh dari observasi dan wawancara, sedangkan data sekunder dari dokumen perusahaan. Data yang didapatkan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 32 potensi bahaya area graindryer. Temuan bahaya di area graindryer adalah biologi, fisika, ergonomi, psikososial, mekanik, kebisingan, nuisance, elektrik, bekerja di atas ketinggian, sistem bertekanan, api ata ledakan, ruang terbatas dan bahaya lain. Untuk penilaian risiko awal ditemukan 14 risiko sedang dan 18 risiko rendah. Setelah dilakukan pengendalian dengan menekan konsekuensi bahaya dan manajemen risiko, penilaian risiko akhir ditemukan 8 risiko risiko sedang dan 24 risiko rendah. Disimpulkan bahwa pengendalian risiko yang sudah dilakukan perusahaan sudah lengkap.Kata kunci: hazard identification; work risk assessment; graindryer
Kecerdasan Emosi Sebagai Penguat Self Efficacy Mahasiswa Keperawatan dalam Menyusun Tugas Akhir Amelia Dameyanti Siallagan; Diding Kelana Setiadi; Sri Wulan Lindasari
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15208

Abstract

To be academically successful, nursing students are required to be able to control and adapt, and this requires emotional intelligence, which is related to self-efficacy. This study aimed to analyze the relationship between emotional intelligence and self-efficacy of nursing students who are writing their final assignments. The subjects of this research were 74 undergraduate nursing program students who were writing their final assignments, which were determined using total sampling techniques. The method for collecting data on emotional intelligence and self-efficacy was a questionnaire on a Likert scale, 45 and 22 items respectively. The data was analyzed descriptively in the form of a frequency distribution, then hypothesis testing was carried out using the Pearson Correlation test. The research results showed that the r value was 0.612, while the p value was 0.000, meaning there was a significant relationship between emotional intelligence and self-efficacy. Furthermore, it was concluded that the higher the emotional intelligence of nursing students, the more self-efficacy would increase.Keywords: emotional intelligence; self-efficacy; nursing student; thesis ABSTRAK Agar sukses secara akademis, mahasiswa keperawatan dituntut untuk dapat mengontrol dan menyesuaikan diri, dan ini memerlukan kecerdasan emosi, yang berkaitan dengan self efficacy. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kecerdasan emosi dengan self efficacy mahasiswa keperawatan yang sedang menyusun tugas akhir. Subjek penelitian ini adalah 74 mahasiswa program studi sarjana keperawatan yang sedang menyusun tugas akhir, yang ditentukan dengan teknik total sampling. Metode pengambilan data tentang kecerdasan emosi dan self efficacy adalah kuesioner dalam skala Likert, masing-masing 45 dan 22 item.  Data dianalisis secara deskriptif berupa distribusi frekuensi, lalu dilakukan uji hipotesis dengan uji Pearson Correlation. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai r adalah 0,612, sedangkan nilai p adalah 0,000, berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan self efficacy. Selanjutnya disimpulkan bahwa semakin tinggi kecerdasan emosi mahasiswa keperawatan, maka self efficacy akan semakin meningkat.Kata kunci: kecerdasan emosi; self efficacy; mahasis keperawatan; tugas akhir
Pemanfaatan Virtual Reality Exergaming dalam Meningkatkan Kekuatan Otot Pasca Rekonstruksi Anterior Cruciate Ligament Rahmat Nugraha; Latifa Insani Nurhalim; Rizky Wulandari Ramli
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15343

Abstract

Post-Anterior Cruciate Ligament reconstruction has an impact on decreased muscle strength. Decreased muscle strength around the knee causes loss of proprioceptive control, resulting in instability in the knee joint which causes excessive load on the knee joint. Providing exercise therapy with the principle of activating and contracting muscles causes increased muscle strength of the lower limbs around the previously weakened injury area, especially in the quadriceps muscle group which causes functional instability. Exercise therapy can be done using virtual reality devices through exergaming which is a combination of exercise and games. This study aimed to determine the effectiveness of virtual reality exergaming in increasing muscle strength after Anterior Cruciate Ligament reconstruction. The method used was a literature review study. Literature searches utilize search engines using a combination of keywords according to the topic. The results of the study showed that after a review of selected articles, which was continued with classification, direction, elimination and organization, it was found that all literature reported that virtual reality exergaming can significantly increase muscle strength after Anterior Cruciate Ligament reconstruction. Furthermore, it was concluded that virtual reality exergaming is an effective intervention to increase muscle strength after Anterior Cruciate Ligament reconstruction.Keywords: anterior cruciate ligament; post reconstruction; muscle strength; virtual reality; exergaming ABSTRAK Pasca rekonstruksi Anterior Cruciate Ligament berdampak pada penurunan kekuatan otot. Penurunan kekuatan otot di sekitar lutut menyebabkan kehilangan kontrol proprioseptif, sehingga timbul ketidakstabilan pada sendi lutut yang menyebabkan beban di sendi lutut menjadi berlebihan. Pemberian terapi latihan dengan prinsip mengaktivasi dan mengkontraksikan otot menyebabkan peningkatan kekuatan otot anggota gerak bawah di sekitar area cedera yang sebelumnya melemah, khususnya pada kelompok otot quadriceps yang menyebabkan ketidakstabilan fungsional. Terapi latihan dapat dilakukan menggunakan perangkat virtual reality melalui exergaming yang merupakan kombinasi dari exercise dan game. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas virtual reality exergaming dalam meningkatkan kekuatan otot pasca rekonstruksi Anterior Cruciate Ligament. Metode yang digunakan ialah studi literature review. Pencarian literatur memanfaatkan mesin pencari dengan menggunakan kombinasi dari kata kunci sesuai topik. Hasil studi menunjukkan bahwa setelah dilakukan review terhadap artikel terpilih, yang dilanjutkan dengan penggolongan, pengarahan, eliminasi dan organisasi, maka diketahui bahwa seluruh literatur melaporkan bahwa virtual reality exergaming secara signifikan dapat meningkatkan kekuatan otot pasca rekonstruksi Anterior Cruciate Ligament. Selanjutnya disimpulkan bahwa virtual reality exergaming merupakan intervensi yang efektif untuk meningkatkan kekuatan otot pasca rekonstruksi Anterior Cruciate Ligament.Kata kunci: anterior cruciate ligament; pasca rekonstruksi; kekuatan otot; virtual reality; exergaming
Family Important Value Tanaman Obat sebagai Terapi Nyeri Sendi oleh Suku Nuaulu di Pulau Seram, Maluku Tengah Arum Widiyaningsih; Wiwied Ekasari; Irawati Sholikhah; Retno Widyowati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15228

Abstract

The use of natural ingredients in traditional medicine has been a long-standing practice by the Indonesian people, based on knowledge passed down from generation to generation. This traditional medicine has been used for various purposes, including treating joint pain. This study aimed to identify medicinal plants as a treatment for joint pain in the Nuaulu tribe in Maluku. This study was conducted using a qualitative approach. The sample in this study was 20 informants, with sample determination using purposive and snowball sampling methods. Data collection was carried out by interviews and to strengthen the results of data collection, document studies were carried out as a triangulation step. This study succeeded in obtaining five types of medicinal plants used by the Nuaulu tribe, namely Laportea decumana with a Family Important Value (FIV) of 80.00; Pandanus amaryllifolius with an FIV value of 8.00; Cymbopogon, Kaempferia galangal L, and Orthosiphon stamineus each with an FIV value of 4.00. Based on the research results, it was concluded that there are five types of medicinal plants that are used traditionally by the Nuaulu tribe to treat joint pain, with Laportea decumana (Roxb.Wedd.) as the main plant.Keywords: medicinal plants; joint pain; Nuaulu tribe; Maluku  ABSTRAK Penggunaan bahan-bahan alami dalam pengobatan tradisional telah menjadi praktik yang sudah lama dilakukan oleh masyarakat Indonesia, berdasarkan pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun. Pengobatan tradisional ini telah digunakan untuk berbagai tujuan, termasuk mengobati nyeri sendi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tanaman obat sebagai pengobatan nyeri sendi pada suku Nuaulu di Maluku. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif. Sampel pada penelitian ini adalah 20 informan, dengan penentuan sampel menggunakan metode purposive dan snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan untuk memperkuat hasil pengumpulan data dilakukan document studies sebagai langkah triangulasi. Penelitian ini berhasil mendapatkan lima  jenis tanaman obat yang digunakan oleh masyarakat suku Nuaulu yakni Laportea decumana dengan Family Important Value (FIV) sebanyak 80,00; Pandanus amaryllifolius dengan nilai FIV 8,00; Cymbopogon, Kaempferia galangal L, dan Orthosiphon stamineus masing-masing dengan nilai FIV 4,00. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa ada lima jenis tanaman obat yang digunakan secara turun temurun oleh masyarakat suku Nuaulu untuk mengobati nyeri sendi, dengan Laportea decumana (Roxb.Wedd.) sebagai tanaman utama.Kata kunci: tanaman obat; nyeri sendi; suku Nuaulu; Maluku
Aromaterapi Lavender dan Brain Gym untuk Meningkatkan Konsentrasi Belajar Anak Munir, Zainul; Museva, Anis; Dewi, Novela Eka Candra
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15112

Abstract

The increase in children's learning problems is related to the level of concentration in learning. One non-pharmacological action that can be taken to increase children's learning concentration is by inhaling lavender aromatherapy and brain gym. The aim of this research was to determine the effect of lavender aromatherapy and brain gym on children's learning concentration levels. The design of this research was three group pretest-posttest. The research subjects were 138 MI Nurul Mun'im students, selected using purposive sampling technique. The data collection instrument was the Army Alpha test to assess concentration level, which consists of 12 question items. Data were analyzed using the Friedman and Kruskal Wallis tests. The results of the Friedman test showed a p-value of 0.000 for the lavender aromatherapy group, 0.000 for the brain gym group and 0.000 for the combination of lavender aromatherapy and brain gym group. This means that in the three groups there was a significant change in learning concentration after being given treatment. Meanwhile, comparison between the three groups using the Kruskall Wallis test showed a p-value of 0.460 (no difference). It was concluded that lavender aromatherapy, brain gym, and a combination of lavender aromatherapy and brain gym were both effective in increasing students' learning concentration.Keywords: students; study concentration; lavender aromatherapy; brain gym ABSTRAK Meningkatnya masalah belajar anak berhubungan dengan tingkat konsentrasi belajar. Salah satu tindakan non farmakologi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan konsentrasi belajar anak adalah dengan menghirup aromaterapi lavender dan brain gym. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lavender dan brain gym terhadap tingkat konsentrasi belajar anak. Rancangan penelitian ini adalah three group pretest-posttest. Subyek penelitian adalah 138 siswa MI Nurul Mun’im, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data adalah uji Army Alpha untuk menilai tingkat konsentrasi, yang terdiri dari 12 item pertanyaan. Data dianalisis dengan uji Friedman dan Kruskal Wallis. Hasil uji Friedman menunjukkan nilai p yaitu 0,000 untuk kelompok aromaterapi lavender, 0,000 untuk kelompok brain gym dan 0,000 untuk kelompok perpaduan aromaterapi lavender dan brain gym. Berarti, pada ketiga kelompok ada perubahan konsentrasi belajar secara bermakna antara setelah diberikan perlakuan. Sedangkan perbandingan antara ketiga kelompok menggunakan uji Kruskall Wallis menunjukkan nilai p = 0,460 (tidak ada perbedaan). Disimpulkan bahwa aromaterapi lavender, brain gym, dan perpaduan aromaterapi lavender dan brain gym sama-sama efektif untuk meningkatkan konsentrasi belajar siswa.Kata kunci: siswa; konsentrasi belajar; aromaterapi lavender; brain gym
Jumlah Neutrofil Pewarnaan Gram Sampel Sputum dan Gambaran Radiologis Paru M. Adam Hibatullah; Rahayu Rahayu; Masfiyah Masfiyah; Mohamad Arif
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15211

Abstract

Gram staining is a routine microbiological examination performed on patients with pneumonia. The number of neutrophils in gram staining of sputum specimens helps determine the body's response to infection and the morphology of microorganisms that cause pneumonia. This study aimed to determine the correlation between the number of neutrophils found in gram staining of sputum samples and radiological images of the lungs in patients with pneumonia. This study was implemented with a cross-sectional design, involving 55 patients who underwent sputum microbiology and radiological examinations. The study was conducted at the Sultan Agung Islamic Hospital, Semarang from August 2022 to October 2022. The correlation between the two variables was tested using contingency coefficient analysis. The results showed that 52.7% showed infiltration and 47.3% showed no infiltration. Of the patients with infiltrates, 52.7% had Bartlett Criteria +1 = 6.8% and +2 = 20.6%; and had a semi-quantitative score of +1 = 44.8%, +2 = 27.5%, +3 = 24.1%, +4 = 3.4%. The p-value of the correlation test was 0.037, with an r value of 0.327. The proportion of Klebsiella pneumoniae was 32.72%. The conclusion of the study is that there is a correlation between the number of leukocytes from gram staining of sputum samples and the radiological picture of pneumonia patients at the Sultan Agung Islamic Hospital, Semarang.Keywords: pneumonia; infiltrate; gram staining; sputum; leukocytes ABSTRAK Pewarnaan gram merupakan pemeriksaan rutin mikrobiologi yang dilakukan pada pasien dengan pneumonia. Jumlah neutrofil pada pemeriksaan gram pada spesimen sputum membantu menentukan respon tubuh terhadap infeksi dan morfologi mikroorganisme penyebab pneumonia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara jumlah neutrofil yang ditemukan pada pewarnaan gram pada sampel sputum dengan gambaran radiologis paru pada pasien dengan pneumonia. Penelitian ini diterapkan dengan rancangan cross sectional, yang melibatkan 55 pasien yang mengikuti pemeriksaan mikrobiologi sputum dan pemeriksaan radiologi. Penelitian dilakukan di RS Islam Sultan Agung Semarang pada bulan Agustus 2022 sampai dengan Oktober 2022. Korelasi antara kedua variabel diuji dengan analisis koefisien kontingensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52,7% menunjukkan adanya infiltrat dan 47,3% menunjukkan tidak adanya infiltrat. Dari pasien dengan infiltrat, 52,7% di antaranya mempunyai Bartlett Criteria +1 = 6,8% dan +2 = 20,6%; serta memiliki skor semi quantitative +1 = 44,8%, +2 = 27,5%, +3 = 24,1%, +4 = 3,4%. Nilai p dari uji korelasi adalah 0,037, dengan nilai r = 0,327. Proporsi Klebsiella pneumoniae adalah 32,72%. Kesimpulan penelitian adalah terdapat korelasi antara jumlah leukosit dari pewarnaan gram sampel sputum dengan gambaran radiologis pasien pneumonia di RS Islam Sultan Agung Semarang.Kata kunci: pneumonia; infiltrat; pewarnaan gram; sputum; leukosit
Pengalaman Tenaga Kesehatan dalam Memberikan ASI Eksklusif pada Masa Pandemi Covid-19 Tetik Nurhayati; Novi Enis Rosuliana; Kusmiyati Kusmiyati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15nk107

Abstract

The impact of the Covid-19 pandemic affects all groups, including mothers who work in hospitals who are breastfeeding. Nursing mothers who work in hospitals can still provide exclusive breast milk to their babies, even during the Covid-19 pandemic. The aim of this research was to determine the experience of working mothers in providing exclusive breastfeeding during the Covid-19 pandemic. This type of research was a phenomenological study, which involves 6 participants, namely breastfeeding mothers who work and had babies under three years of age and work in the treatment room at Dr. Hospital. Soekardjo, Tasikmalaya. The collected data was analyzed thematically. The results of this research obtained 6 categories or themes regarding the experiences of working mothers in providing exclusive breastfeeding, namely the mother's knowledge about exclusive breastfeeding and expressed breast milk, the mother's motivation in providing exclusive breastfeeding during the Covid-19 pandemic, the efforts made by the mother in providing exclusive breastfeeding, family support. and workplace support in providing exclusive breastfeeding. It was concluded that an overview had been obtained for health workers to be able to increase self-confidence in providing exclusive breastfeeding for working mothers.Keywords: exclusive breastfeeding; Covid-19; experience; working mother ABSTRAK Dampak dari pandemi Covid-19 mengenai semua golongan, tidak terkecuali ibu yang bekerja di rumah sakit yang saatnya memberikan ASI. Ibu menyusui yang bekerja di rumah sakit tetap dapat memberikan ASI eksklusif pada bayinya, sekalipun dalam masa pandemi Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengalaman  ibu bekerja dalam memberikan ASI eksklusif pada masa pandemi Covid-19. Jenis penelitian ini adalah studi fenomenologi, yang melibatkan 6 partisipan yakni ibu  menyusi yang bekerja dan memiliki bayi dengan usia  di bawah tiga tahun dan bekerja di ruang perawatan di Rumah Sakit Dr. Soekardjo, Tasikmalaya. Data yang terkumpul dianalisis secara tematik. Hasil penelitian ini mendapatkan 6 kategori atau tema tentang pengalaman  ibu bekerja dalam memberikan ASI eksklusif yaitu pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif dan ASI perah,  motivasi ibu dalam pemberian ASI eksklusif pada masa pandemi Covid-19, upaya yang dilakukan ibu dalam memberikan ASI eksklusif, dukungan keluarga dan dukungan tempat kerja dalam memberikan ASI eksklusif.  Disimpulkan bahwa telah didapatkan gambaran bagi tenaga kesehatan untuk dapat meningkatkan keyakinan diri dalam pemberian ASI eksklusif bagi ibu bekerja.Kata kunci: ASI eksklusif; Covid-19; pengalaman; ibu bekerja

Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional More Issue